εὐαγγέλιον (dibaca eVanggelion) bukanlah injil yang diwahyukan kepada nabi Isa. Umat kristen sengaja memprogandakan bahwa εὐαγγέλιον yang isinya adalah novel biografi Yesus dicocok-cocokin dengan wahyu Firman Tuhan yang diturunkan kepada nabi Isa Al Masih.
Modus yang dilakukan mulai dari penyesatan pembacaan εὐαγγέλιον (yang seharusnya eVanggelion) menjadi dibaca euanggelion supaya mirip bacaannya dengan Injil yang ditulis di Al-Qur’an hingga propaganda bahwa semua literatur pada jaman Yesus adalah menggunakan bahasa Yunani walaupun bertentangan dengan keterangan di “kitab suci”mereka sendiri dalam kitab Yohanes.
[Yohanes 19:20] "Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani"
Tak cukup dengan itu saja, Yesusp juga dipropagandakan berbahasa Yunani dengan alasan bahwa bahasa Yunani adalah bahasa lingua franca di Israel, padahal keterangan di “kitab suci” mereka menerangkan bahwa Yesus senantiasa menggunakan bahasa Ibrani
[Kisah 26:14] Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang
ADANYA 'SISA-SISA' UCAPAN YESUS DALAM BAHASA ASLINYA
[Matius 27:46] Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
[Markus 15:34] Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
[Markus 7:34] Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!
[Markus 5:41] Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita Kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
[Yohanes 1:42] Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”
Ini menunjukkan bahwa εὐαγγέλιον (euaggelion) Matius, Markus, Lukas dan Yohanes adalah kitab hasil terjemahan dari para pengarangnya yang tak pernah mengira bahwa suatu ketika, "karangan" mereka bisa menjadi kitab suci!
KESAKSIAN DARI PARA BAPA GEREJA
- Papias, (Eusebius, H.E. 3.39.16)
- Irenaeus, (Adv. Haer. 3.1.1)
- Eusebius, (H.E. 3.24.6)
[Sumber: XucingXgaronX]
Posting Komentar