Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Islam Menjawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Menjawab. Tampilkan semua postingan

Benarkah Nabi Muhammad SAW Lahir 4 Tahun Setelah Ayahnya Wafat?

Dari Mana Datangnya Cerita Aneh Ini?
Salahsatu kitab tafsir Islam yang kurang terpercaya adalah karya Sa'ad. Pada masanya dulu, guru biasa menyampaikan pesan langsung kepada muridnya. Guru Sa'ad adalah Waqidi. Seorang yang sangat dipertanyakan integritasnya. Sedangkan di sisi lain, dalam banyak perkara menyangkut akidah, mayoritas Islam Sunni umumnya merujuk pada penjelasan-penjelasan teruji dari 4 imam besar, yakni Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Syafi'i dan Imam Malik. Adapun tentang Waqidi, Imam Syafii menyatakan; "semua kitab al-Waqidi adalah dusta!"

Lalu, bersumber dari mana sebetulnya kebohongan cerita aneh ini?

Sumber Pertama: Dalam bukunya, Sa'ad menulis bahwa gurunya, Waqidi, mengabarkan kepadanya bahwa kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib, menikah dengan Hala (ibu dari Hamzah, paman Nabi Muhammad SAW) pada hari yang sama ketika putranya Abdullah menikah dengan Aminah (ibu Nabi Muhammad SAW). Beberapa hari setelah permikahannya, Abdullah meninggalkan istrinya untuk sebuah perjalanan niaga ke negeri Syam. Tapi kemudian wafat dalam perjalanan dan tidak pernah kembali.

Sumber kedua: Dalam tulisan lain, disebutkan bahwa usia Hamzah 2 s.d 4 tahun lebih tua dari usia Nabi Muhammad SAW.

Jadi, dengan menggabungkan catatan dari dua sumber di atas, para pengarang cerita aneh ini pun kemudian menyimpulkan;
Jika Abdul Muthalib dan Abdullah menikah pada hari yang sama, dan Hamzah 4 tahun lebih tua dari Muhammad, sedangkan ayah Muhammad, Abdullah, meninggal beberapa hari setelah menikah, maka Muhammad lahir 4 tahun setelah kematian ayahnya.

Sumber Terpercaya
Abdul Muthalib dan Abdullah tidak menikah pada hari yang sama. Apa yang dikabarkan oleh Waqidi kepada Sa'ad sebenarnya merupakan hasil imajinasinya sendiri.  Dan jika ada yang bertanya, kenapa kita tidak dapat menerima keterangannya? 

Jawabnya adalah, Karena dalam literatur Islam, setiap informasi tentang Nabi Muhammad SAW dan para sahabat harus disampaikan secara bersanad di mana nama semua perawi yang berasal dari zaman Nabi harus diketahui. Sedangkan Waqidi yang lahir 200 tahun setelah Nabi Muhammad SAW mengabarkan cerita tsb secara independen tanpa menyebutkan satu nama pun yang menjadi sumber informasinya.

Bagaimana cerita yang sebenarnya? Riwayat dengan sanad (rantai narasi) lengkap dari Ibn Abbas dicatat oleh Ibn Katheer dalam bukunya, “Al Bidaya Wan Nihaya (Awal dan Akhir)” volume 2. Bab “Kehidupan Para Nabi Dan Rasul”

Ebook harga Terjangkau (tautan non-streaming)
Teks lengkap "Al Sira Al Nabawiyya Vol 4 Ibn Katheer" (tautan streaming. Cari kata kunci “hala” untuk menemukan ceritanya).

Suatu ketika Abdul Mutralib pergi ke Yaman. Seorang imam dari golongan ahlikitab menemukan tanda di dalam dirinya. Dia mengatakan kepadanya, seorang nabi akan datang dari garis keturunannya dengan suku Bani Zuhra. Imam tsb bertanya apakah Abdul Muthalib tinggal bersama istrinya? Dia menjawab "Tidak." (istri sebelumnya sudah wafat). Sang Imam kemudian berkata, "Pergi dan menikahlah dengan wanita dari suku Bani Zuhra". Abdul Muthalib kemudian kembali dan menikahi Hala dari Banu Zuhra. Kemudian anak mereka lahir, yaitu Safiya dan Hamzah (2–4 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW lahir). Beberapa waktu kemudian Abdullah (ayah nabi Muhammad) menikah pula dengan Aminah dari suku Bani Zuhra yang sama. Dari pernikahan ini Nabi Muhammad SAW lahir, sekitar 2 s.d 4 tahun setelah kelahiran Hamzah. Demikianlah ramalan imam Ahlikitab tentang Bani Zuhra menjadi kenyataan.

Kisah ini juga terekam dalam kitab Imam Nuaim “Dalaliyun Nabuyyat”. Jadi, tidak ada keraguan tentangnya. Hal itu juga dibenarkan oleh anggota keluarga.

Mengapa Waqidi berdusta tentang waktu pernikahan Abdul Muthalib dan Abdullah yang disebutnya pada hari yang sama? 

Waqidi mendengar cerita bahwa Aminah lebih cantik dari Hala sedangkan keduanya berasal dari suku yang sama. Setelah pernikahan Abdullah dengan Aminah, orang-orang mulai berkomentar, Abdullah lebih beruntung dibandingkan dengan ayahnya, sehingga Waqidi pun berasumsi, jika kedua istri dari ayah dan anak tsb dibandingkan-bandingkan orang, pasti mereka menikah pada hari yang sama.
Dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, kita tahu Abdul Muthalib yang sangat bersukacita menyembelih belasan hewan dan mengadakan pesta untuk merayakan kelahiran cucunya, Muhammad ibn Abdullah Ibn Abdul Muthalib. 

Sejak saat itu dan sepanjang hidupnya, sejarah mencatat Abdul Muthalib adalah kakek yang sangat menyayangi dan melindungi Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah kaumnya. 

Apakah menurut anda hal itu normal dilakukan oleh seorang bangsawan terhormat suku Quraiys jika kelahiran cucunya dipertanyakan?

Lalu, bagaimana kita dapat memastikan bahwa cerita aneh di atas tidak benar?
Salah satu bukti otentik adalah hadits shahih yang menyatakan Nabi Muhammad SAW dan Hamza, pamannya, adalah "saudara sesusuan". Artinya, keduanya disusui oleh ibu yang sama.

Sayidina Ali bertanya, "Akankah anda menikahi putri Hamza?" Nabi Muhammad SAW menjawab, "dia adalah putri dari saudara sesusuanku." [Shahih Bukhari 4251]

Ini menjelaskan dengan sendirinya bahwa usia Nabi Muhammad SAW dan Hamza hanya terpaut beberapa bulan saja, atau paling banyak, kurang dari satu tahun.


[Gus Mendem | Menjawab Fitnah]


Buat Admins Situs "Isa Dan Islam" CS

Tulisan serupa ini pernah saya sampaikan kepada seorang misionaris Kristen kenalan saya yang amat rajin mengutil terjemah Indonesia, saya ulangi; terjemah Indonesia ayat-ayat Al-Quran, ayat-ayat Hadits, dan kajian-kajian tafsir dari keduanya yang dia maknai sesui selera sendiri dalam upayanya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa doktrin ketuhanan Isa Almasih, atau yang diberi nama Yunani Yesus Kristus oleh para bapa gereja mereka, sejatinya sejalan dan diakui sebagai "ajaran yang benar" oleh Al-Quran dan hadits. 

Lucu memang!
Karena terlepas seberapa keraspun usaha para misionaris kristen yang coba mendiskreditkan ajaran Islam dalam upaya mereka menjajakan dogma nyeleneh paganisme Kristen ke tengah-tengah komunitas Islam -- agar umat Islam murtad menjadi kafir; beralih iman dari penyembah Allah SWT semata menjadi menyembah utusan-Nya -- sejak "pada mulanya" sudah sangat jelas tertolak, sebab ajaran Islam tidak akan pernah dapat menerima dalih apapun yang mereka gunakan untuk menjustifikasi klaim ngawur Kristen bahwa nabi Isa Almasih adalah tuhan!

Perhatikan usaha yang sama, misalnya saja oleh situs-situs web berlabel Isa dan Islam, Isa dan Al-Quran, Isa dan Al-Fatihah dan situs-situs sejenis yang demikian getol memplesetkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits dalam upaya mereka menjajakan "ajaran kasih" yang sebenarnya sangat patut untuk dikasihani ini.

Berikut ini adalah pesan moral saya khusus untuk para admin situs-situs dimaksud. 

Adik-adik admins,
Karena nampaknya kalian masih belum sadar juga bahwa segala upaya kalian selama ini yang sibuk mengutak-atik terjemah Al-Quran sebetulnya cuma pekerjaan yang sia-sia, maka demi ilmu, ada baiknya kubocorkan sedikit rahasia pada kalian.

Ketahuilah, bahwa setidaknya ada 20 s.d 30 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang bila ia sungguh-sunguh ingin memahami Al-Quran apalagi bila berniat pula untuk menyampaikannya kepada orang lain secara baik dan benar. 

Catat yang ini dulu: 
SECARA BAIK DAN BENAR!
BUKAN secara AMBURADUL DAN SUDAH PASTI SALAH!

Nah, cabang-cabang ilmu itu antara lain adalah:

1. Mawathin Al-Nuzul,
2. Tawarikh Al-Nuzul,
3. Asbab Al-Nuzul,
4. Lughat,
5. Nahwu,
6. Shorof
7. Ishtiqaq,
8. Ma'ani,
9. Bayaan,
10. Badi' Balaghah, 
11. Qira'at & Tajwid
12. Aqa'id,
13. Ushul Fiqh,
14. Fiqh,
15. Gharib Al-Quran,
16. I'rabil Qur'an,
17. Wujuh wa Al-Nazhair,
18. Ma'rifat Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih,
19. Al-Nasikh wa Al-Mansukh,
20. Bada'i Al-Quran,
21. I'daza Al-Quran,
22. Tanasub Al-Quran,
23. Aqsam Al-Quran,
24. Amtsal Al-Quran,
25. Jidal Al-Quran,
26. Adab Al-Tilawah Al-Quran.

Tanpa pemahaman yang cukup tentang cabang-cabang ilmu di atas, maka menjadi mustahil bagi siapapun untuk bicara, apalagi sampai seenak jidat sendiri mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran dan menyampaikannya kepada orang lain sambil mengira bahwa semua ocehannya itu benar!

Artinya, jangan pernah berharap orang lain, khususnya muslim yang faham Adab Al-Tilawah Al-Quran, akan menerima, mengamini, apalagi sampai mengimani segala interpretasi ngawur kalian tentang ayat-ayat suci Al-Quran yang kalian pikir sudah kalian mengerti, sementara bisa dipastikan bahwa sesungguhnya kalian sama sekali tidak tahu apapun tentang ilmu-ilmu di atas! 

Mau bukti?
Cuma sebagai indikator saja, coba kalian jawab untuk diri sendiri sajalah dulu; cabang ilmu mana dari yang 26 itu yang kalian pikir sudah kalian fahami? 

Tak satupun, bukan? 
Nah, itulah alasan teratas, selain tentunya masih ada sederet alasan lain yang menjadi sebab kenapa semua copasan terjemah hasil comot sana comot sini yang kalian pikir "powerful" untuk bicara lantang tentang ayat-ayat Al-Quran itu langsung kena stempel ANALISIS TELEK! 

Kenapa?
Karena "KOSONG" dik!

Segala kicauan yang kalian pikir benar itu, seluruh kebenarannya cuma ada dalam angan-angan kalian sendiri saja, sedangkan kebenarannya yang hakiki hanya bisa sama-sama kita buktikan bila berpijak pada platform yang haq -- yaitu ilmu -- bukan yang bathil, seperti nafsu masturbasi rohani kalian yang terus berkobar untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia menuju neraka!

Kalian tahu kenapa nama-nama cabang ilmu itu dilafadzkan dalam bahasa Arab dan apa arti masing-masing sebutanya? 

Tidak juga, bukan?
Nah, bertanyalah pada guru atahu ustadz yang lebih paham akan ilmu-ilmu tsb!

Walau sambil lalu, sebenarnya diam-diam aku juga memperhatikan bagaimana sibuknya kalian meributkan soal "tafsir", 'asbabun nuzul", bahkan secara sembrono berani "menjual" nama-nama muffasir kondang yang kalian kutip terjemah tulisannya seolah-olah cuma kalian saja manusia di dunia ini yang faham betul apa yang mereka tulis.

Dengan itu pula tiap kali tulisan kalian ditertawai, maka kalian akan menuding muslim manapun yang mentertawainya sedang mentertawai para muffasir yang dimuliakan oleh umumnya umat Islam itu.

Ketahuilah dik, semua muslim yang ikut baca bisa langsung tahu bahwa justru dengan begitu sebetulnya semakin memperlihatkan bukti bahwa kalian sama sekali tidak tahu apa-apa tentang tafsir, apalagi asbabun nuzul, termasuk tentu saja siapa, latar belakang, dan bagaimana metode tafsir masing-masing muffasir yang meriwayatkan berbagai tafsir Al-Quran yang kalian sebut-sebut namanya itu, selain FAKTA, bahwa gaya sotoy kalian itu tidak banyak berbeda dengan anjing yang lehernya terikat tapi ribut menggonggong setiap orang yang lalu lalang di depan rumah majikannya!

Berapa kali sudah kalian diberitahu, bahwa tidak ada yang salah dengan tafsir mereka, tapi interpretasi sinting kalian yang coba mempelesetkan tafsir-tafsir mereka sesuai selera doktrin bodoh kristenlah yang salah?! 

Tahukah kalian apa sebetulnya arti "tafsir" yang kulihat sering ditanyakan oleh para pembaca muslim tapi tak pernah kalian jawab dengan benar? 

Atau pernahkah kalian berfikir kira-kira serumit apa sebenarnya "ilmu tafsir" yang pada waktu-waktu tertentu biasanya dipelajari dan dikaji secara amat serius di lingkungan terbatas, semisal oleh para santri dan ustadz mereka dengan kiyai sepuh di pondok-pondok pesantren? 

Tidak juga, bukan?
Jadi, ketika kalian pikir kalian sedang lebay bicara tentang terjemah ayat-ayat Al-Quran kepada umat islam, maka hal pertama yang harus kalian sadari sepenuhnya adalah bahwa terjemah Al-Quran BUKAN Al-Quran, dik!

Artinya, jika kalian pikir kalian sedang berbicara tentang Al-Quran apalagi secara maknawi, maka yang sebetulnya terjadi adalah kalian sedang mengigau!
Terjemah Al-Quran, atau disebut juga Ta'wil, tidak memerlukan ilmu dik!

Digital robotic modules bernama "google translate" pun mampu melakukannya. Apalagi kafir harbi dengan nafsu masturbasi rohani berkobar-kobar seperti kalian?
Tapi pernahkah terpikir oleh kalian bahwa jangankan menafsirkan Al-Quran, membaca tafsir Al-Quran pun sebenarnmya memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu tafsir Al-Quran bukan hal sederhana yang dapat dikuasai oleh siapa saja cukup dengan copas sana copas sini, terutama oleh kalian yang sejak dulu sudah dikenal cuma sekumpulan salesmen produk kadaluwarsa berlabel "ajaran Kasih" yang sangat patut untuk dikasihani saking menyedihkannya. 

Kita sama-sama tahu bahwa dalam Kristen tidak ada yang namanya "ilmu tafsir" seperti dan sebaik yang diajarkan dalam Islam, kecuali suka-suka saja mengartikan setiap ayat alkitab sesuai selera sendiri. Sebut saja misalnya situs rujukan utama kalian; "SARAPAN PAGI ROTI JELAI BUNDAR". 

Walau para admins atau pengasuhnya berlindung di balik istilah-istilah keren semisal eksegesse atau hermeneutika, atau entah istilah keren apa lagi yang mereka gadang-gadang, tetap saja tulisan mereka cuma berbasis pada interpretasi individual, bahkan cenderung ngarang bebas demi pembenaran untuk banyak hal yang tidak benar dalam doktrin kristen! 

Tidak sedikit tulisan mereka yang bersifat tidak universal sehingga tidak selalu "gathuk" dengan pemahaman individu-individu lain, bahkan di lingkungan kristen sendiri, terutama dengan interpretasi mereka yang berposisi sebagai rohaniawan gereja dari setidaknya 300 denominasi kristen yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi jika disodorkan pada rohaniawan gereja lebih dari 34.000 denominasi kristen yang tersebar di seluruh dunia!
Makanya perdebatan tentang teologi kristen akan terus berulang seperti KASET RUSAK dengan topik CENDOL BASI yang itu ke itu juga -- dan tidak pernah ada habisnya -- karena untuk SATU PERTANYAAN tentang iman kristen saja misalnya, akan dijawab dengan 10 atau 20 jawaban berbeda dari 10 atau 20 jemaat kristen dari denominasi yang berbeda!

Tidak demikian halnya dengan 10 atau 20 pertanyaan tentang iman Islam. Mau berapa banyakpun yang menjawab, pada prinsipnya mereka akan memberikan SATU jawaban yang SAMA untuk setiap pertanyaan!
Nah, kalian lihat sendiri bukan, betapa jauh bedanya doktrin Kristen yang semrawut dan melawan akal dengan ajaran Islam yang logis dan sangat masuk akal sehingga kami selalu punya jawaban yang stereotype untuk semua upaya plesetan kalian terhadap berbagai isu terkait ajaran Islam? 

Jadi, coba saja kalian pikirkan sendiri baik-baik deh, bagaimana mungkin ajaran tahuhid yang sejatinya berasal dari SATU orang guru bernama Isa Almasih -- setelah diobok-obok oleh manusia yang tidak jelas asal-usulnya tapi kemudian mengaku-ngaku sebagai "rasul" bernama Paulus -- di kemudian hari bisa diinterpretasikan secara suka-suka oleh pengikutnya sampai mencapai RIBUAN cara, bahkan sampai melahirkan RIBUAN sekte yang berbeda-beda dan saling membidatkan pula? 
Memangnya ada berapa ribu cara bertuhan sih yang diajarkan oleh Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus Kristus? Kitab kalian sendiri menjelaskan cuma SATU cara, dik!

SEMBAHLAH TUHAN ALLAH SAJA. TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN KECUALI ALLAH!
Jadi, analogi sederhananya begini:
Jika seorang guru, kuulangi; SEORANG GURU, menjadi wali kelas dari 50 orang murid, lalu ketika tiba saatnya ujian akhir ternyata tak seorang muridpun yang menjawab soalan dari sang guru sesuai dengan apa yang diajarkannya, maka kalian pikir apa yang akan terjadi pada ke-50 murid itu? SUDAH PASTI SEMUANYA TIDAK LULUS! 

Nah, begitulah kalian!
Sadar atau tidak, sebetulnya kalian mengimani dan mempraktekkan ajaran yang menyimpang jauh dari ajaran asli Yesus akibat bercampurnya ajaran yang haq dengan yang bathil gara-gara ulah Paulus!

Cilakanya, rata-rata kalian lebih mengimani segala yang diajarkan oleh Paulus dan seluruh kroninya ketimbang ajaran yang berasal dari langit seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri! 

Akibatnya, tidak akan jauh berbeda dengan nasib ke-50 murid tadi; kelak saat mati, maka tidak satupun dari kalian yang akan diluluskan oleh Yesus untuk memasuki kerajaan langit! Percayalah!

Tentang ini dalam kitab kalian sendiri sudah sangat jelas ditegaskan oleh Tuhannya Yesus sejak jaman purbakala dulu!

Lihat lagi, 
  • [Ulangan 4:35 | 4:39 | 5:7 | 6:4 | 33:26] 
  • [2Samuel 7:22] 
  • [Keluaran 9:14 | 20:5] 
  • [Yesaya 43:11-13 | 46:9 | 48: 12 | 54:5 | 63:8-9] 
  • [Hosea 13:4]. 

Lalu berbekal amburadulnya konsep, atau memahami ayat-ayat Tuhan dalam bibel yang kalian beri nama alkitab -- yang sudah diobok-obok seperti di atas -- maka dengan cara mengemis, comot sana sini beberapa terjemah tafsir Al-Quran dari para muffasir sohor, kemudian seenak jidat pula mengartikan ayat-ayat tsb sesuai selera kristen, kalian coba menjustifikasi iman ngawur Kristen pada umat Islam bahwa tafsir-tafsir Al-Quran tsb mebenarkan semua doktrin pokok kristen? 

Duh! Kalau kata siswa Sekolah Minggu GMDKK sih; mimpi kalian terlalu tinggi, dik! 
Ajaran Islam tidak demikian adik-adik admins!
Islam adalah ajaran dari langit tentang KETERATURAN. Karenanya jangan heran jika segala sesuatu dalam Islam ada aturannya. Sebut saja misalnya hal yang tidak pernah kalian mengerti; kenapa sampai-sampai untuk pipispun ada aturannya?!

Apalagi untuk bicara lantang tentang kandungan kitab suci Islam yang menjadi induk dari seluruh peraturan dan hukum-hukum positif yang berlaku dalam peradaban manusia, khususnya islam, sejak jaman Nabi Muhammad saw sampai kiamat nanti?
Kalian pernah dengar kata "tafsir bil ma’tsur" dan hukum-hukumnya? 
Atau "tafsir bir Ro’yi" berikut hukum-hukumnya?

Tidak, bukan?

Kalian mengerti kenapa ada banyak metode tafsir Al-Quran yang wajib dipelajari oleh para sarjana Al-Quran di lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi lslam jaman modern ini sebelum mereka dinyatakan lulus uji, agar selanjutnya tidak diragukan lagi oleh para mentornya untuk bicara tentang hakikat maknawi ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain secara baik dan benar? Sebut saja sebagai indikator misalnya metode Tahlili, Ijmali, Muqarran, atau Maudhui.

Tidak mengerti juga, kan?

Dengan demikian, maka ini menjadi sangat penting bagi kalian dik! 
Tahukah kalian metode mana dari semua metode tafsir Al-Quran yang menurut para muffasir itu sendiri dianggap paling baik dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan metode-metode lainnya! 

Tidak tahu juga, bukan?

Jadi, belajarlah lagi pada siapapun yang selama ini kalian anggap sebagai guru tentang Islam. Tanyakan padanya; kenapa Al-Quran disebut sebagai hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin?

Sayangnya, kalian memilih menjadi kafir harbi, sehingga dengan sendirinya tidak termasuk dalam kelompok manusia seperti yang dimaksud oleh kalimat "hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin."

Karena itu aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat betapa sibuknya kalian woro-woro di situs-situs web kalian mengklaim bahwa celotehan kalian yang berbasis terjemah Al-Quran dan tafsir dari para muffasir kondang dijawab ringan-ringan saja dalam banyak note yang kuberi judul; AL-QURAN MENJAWAB! 

Kenapa?
Catat juga yang satu ini ya?

Karena kalian terlalu bodoh mengira bahwa setiap penjelasan tentang Al-Quran dari seorang muslim yang seumur hidupnya wajib mempelajari Al-Quran harus berdasarkan tafsir Jalalain, atau Al-Maududi, atau Ibn kathir, atau Katadah, atau Ath-Tabhari atau nama-nama muffasir besar lainnya!

Jika Allah sudah jelas-jelas befirman dalam Al-Quran bahwa siapapun yang mengatakan, apalagi sampai meyakini -- dan celakanya, menyembah pula -- Nabi Isa Ibn Maryam sebagai Allah adalah KAFIR, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk menyatakan tanpa keraguan sedikitpun bahwa kalian, yang mati-matian cari pembenaran dari literatur Islam bahwa Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus dan kalian sembah itu adalah Allah, jelas adalah KAFIR! (lihat QS. 5:72) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa kitab-kitab terdahulu terlanjur dikotori oleh tangan-tangan jahil MANUSIA CELAKA dengan cara menuliskan ayat-ayat palsu yang mereka jadikan seolah-olah adalah firman Allah, maka aku tdak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa bundel buku tebal yang kalian klaim sebagai kitab-kitab terdahulu, kemudian kalian beri nama "Alkitab" itu sudah tidak asli lagi, dan para pemalsu ayat-ayat Allah di dalamnya adalah MANUSIA-MANUSIA CELAKA! (lihat QS. 2: 75 ; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Al-Quran -- disebut juga Al-Furqan -- diturunkan-NYA antara lain mebenarkan kitab-kitab terdahulu, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa kitab-kitab terdahulu memang pernah diturunkan oleh Allah, dan Al-Quran adalah kitab yang datang kemudian untuk mengoreksi, membenarkan -- yang artinya adalah membuat jadi benar -- segala kesalahan, kepalsuan dan berbagai penyelewengan lain yang dilakukan oleh manusia-manusia celaka tadi terhadap ayat-ayat kitab terdahulu. (lihat lagi QS. 2: 75; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41  dan  QS 2: 41 ; QS. 89, 97, 101 ; QS. 3: 3, 80 ; QS 4: 47 ; QS. 5: 48 ; QS. 10: 37 ; QS. 12: 111)

Kenapa aku tidak memerlukan tafsir dari nama-nama muffasir kondang yang selama ini kalian jadikan "tumbal" untuk membenarkan plesetan kalian terhadap ayat-ayat Al-Quran guna membenarkan kesalahan iman kristen menurut Al-Quran?

Karena Allah sendiri sudah menjelaskannya dengan terang benderang dalam firman-Nya terkait iman kristen kalian di dalam Al-Quran, dik! 

Tahukah kalian ayat favoritku sejak dulu? 
Silahkan lihat lagi QS. 10:100

Allah pasti akan melemparku dan semua umat Islam ke neraka jika kami tidak menggunakan seluruh kemampuan akal secara paripurna untuk belajar dari semua tanda-tanda kebesaran-NYA yang ada disekeliling kita, termasuk tentu saja dari ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits-hadits penutup para Nabi dan Rasul-NYA!

Eloknya, Allah tidak cuma mengancam siapapun yang tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, tapi sekaligus memberi manusia "tools" untuk mencerdaskan akalnya guna memahami kebenaran segala firman-NYA -- terutama untuk mereka yang bukan muffasir -- yaitu konsep BERPIKIR yang berpijak pada dalil Naqli dan Aqli.

Inipun, aku yakin kalian tidak tahu apa-apa tentangnya!
Nah, bagaimana mungkin kalian bisa demikian sinting menghayal sampai setinggi langit mengira pembaca tulisan-tulisan ngawur kalian akan percaya bahwa kalian lebih mengerti Al-Quran dan berbagai terjemah tafsirnya ketimbang umat Islam sendiri?
Makanya sudah lumayan lama kuberitahu bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun ini kalian mengira diri sebagai misionaris handal -- dan buatku tidak penting-penting amat sebesar apapun nafsu masturbasi rohani kalian untuk memurtadkan umat Islam  -- sebetulnya kelas kalian cuma sebatas level anak-anak asuh poro pinisepuh Sekolah Minggu GMDKK yang baru belajar teotolologi kristen dik!
Dan pada kenyataannya, terlepas apapun dalih kalian, jangankan dengan menggunakan Al-Quran, menggunakan bibel sekalipun pun sudah terbukti para cantrik ini sangat mampu untuk mematahkan setiap bualan dalam tulisan kalian!

Lalu apa yang bisa kalian lakukan?
Tidak banyak kecuali blokir atau tidak meluluskan komentar mereka. 

Lagipula, dari sananya situs-situs kalian itu terbukti sangat membatasi komentar pembaca, misalnya dengan kuota hanya boleh menulis sekian kata saja, atau menetapkan syarat-syarat yang pada prinsipnya dimaksudkan sebagai usaha preventif dari serangan balik pembaca!

KUNO dik. 
BASI BANGET!

Lihatlah situs ini. Ruang komentar pembaca terbuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin mengomentari arsip artikelnya, dan lazimnya, akan ditanggapi bila memang dipandang layak untuk dilayani! 
Nah, beranikah kalian berdolah-dalih tentang ketuhanan Isa Almasih di sini bersama kami? Mari sama-sama kita buktikan pembenaran yang kalian yakini itu dengan kebenaran hakiki yang berasal dari langit!
Sampai di sini, karena sudah kusampaikan apa yang perlu kalian ketahui supaya selanjutnya performa kalian sedikit lebih cerdas, maka nasehatku untuk kalian adalah, PELAJARILAH ISLAM DENGAN BENAR, adik-adik admins!

BELAJARLAH seperti layaknya manusia yang punya akal dan pikiran sehat!
Tinggalkan segala kebodohan yang cuma pantas dimiliki oleh domba betulan yang tidak akan pernah mampu berpikir seperti manusia!

Okeh?

Jika masih tersisa bagian-bagian dari otak kalian yang bisa digunakan untuk berfikir tidak seperti berfikirnya domba betulan, maka kalian akan mengerti kenapa aku lebih memilih membuat blog ini daripada ikut mengomentari tulisan-tulisan di situs-situs web kalian .

Kenapa?
Sebab itu sama saja artinya seperti membuang mutiara ke tumpukan kotoran ternak bernama babi dik!

So, SELAMAT BELAJAR LAGI, adik-adik admins!
Semoga cepat pinter, lalu sadar!

[Gus Mendem]

Ketika Kita Bicara Tentang Kitab Berisi Wahyu Dari Tuhan


KETIKA KITA BICARA TENTANG KITAB WAHYU DARI TUHAN

Ya, ketika kita bicara tentang kitab wahyu dari Tuhan, maka siapa pun pasti akan sepakat bahwa kita sedang membicarakan KITAB SUCI yang berisi firman Tuhan. 

Selanjutnya, tanpa perlu ditanya lagi, pasti kita juga sama-sama sepakat bahwa TIDAK MUNGKIN Tuhan melakukan kesalahan sekecil apa pun dalam menyampaikan segala firman-Nya kepada setiap makhluk ciptaan-Nya sendiri, termasuk tentu saja kepada kita, makhluk bernama manusia ini.

Ini menjadi menarik karena belajar dari pengalaman, akhirnya kita menemukan dan menjadi yakin bahwa ternyata ada kitab yang, konon katanya suci karena berisi wahyu dari Tuhan, tapi isinya penuh dengan cacat logika!

Hal ini sudah sama-sama kita buktikan melalui sejarah panjang dan pengalaman empiris masing-masing dalam menyaksikan -- atau mendengar dari para pendahulu -- bagaimana kemudian dalam upaya membenarkan keyakinannya berdasarkan pada kitab suci yang tidak benar, maka dari generasi ke generasi umat Kristen tidak berhenti berusaha hingga jungkir balik, mati-matian coba mencari kesalahan ayat-ayat dalam kitab suci umat Islam!

Namun  tragisnya, selalu saja terbukti, lagi, lagi, dan lagi, bahwa di ujung usaha keras itu, hampir dapat dipastikan justru merekalah yang terjungkal, NYUNGSEP di kubangan usahanya sendiri!

Lantas, bagaimana dengan kitab mereka yang konon pula katanya "sudah disucikan" (baca: dikanonisasi) dan yang di Indonesia diberi nama ALKITAB?

Menurut saya, baru dari namanya saja sudah langsung ketahuan TIDAK SUCI!

Kenapa? Karena nyata betul namanya tidak orisinil, alias hasil nyolong dari perbendaharaan kata dalam bahasa asli yang digunakan oleh AL-QUR'AN! 

Siapa yang tidak tau bahwa nama kitab itu sebenarnya adalah BIBEL? 
Bagaimana ceritanya bisa menjadi ALKITAB, coba? 

Jadi, jika namanya saja sudah jelas tidak asli, lantas bagaimana pula dengan isinya? Bukan begitu?

Jika itu anda tanyakan ke saya, WAH!
Kalau soal isinya sih, jangan tanya deh! Sekitar 6-7 tahun dulu saya sendiri sempat ikut mendokumentasikan INDEKS DAFTAR KESALAHAN AYAT-AYAT DALAM ALKITAB seperti yang masih bisa diteliti satu demi satu di sini.

Nah, kalau sebuah kitab suci dari Tuhan sampai bisa dibuatkan indeks kesalahannya oleh manusia,  maka apakah anda masih percaya bahwa kitab model begini betul-betul 100% berisi wahyu dari Tuhan? 

Menurut hemat saya sih, orang yang sehat lahir dan bathinnya pasti akan menolak tegas-tegas bila dipaksa untuk percaya dengan begitu saja bahwa kitab "yang disucikan" ini berisi wahyu dari Tuhan dan 100% bebas dari intervensi tangan-tangan jahil manusia kardus yang seenaknya saja menulis ayat-ayat ambigu, mustahil, kontradiktif, dusta dll serupa itu, lalu memaksa pembacanya supaya percaya bahwa semua itu adalah firman Tuhan!

INGAT! Tadi kita semua sudah sepakat bahwa TIDAK MUNGKIN Tuhan melakukan kesalahan sekecil apapun, dalam hal apapun, apalagi jika itu sudah menyangkut hukum-hukum dan segala ketetapan-Nya!

Sampai di sini, balik ke cerita INDEKS DAFTAR KESALAHAN AYAT-AYAT DALAM ALKITAB tadi, sekalipun anda sudah lihat sendiri betapa massif koleksi kesalahan ayat-ayat alkitab di sana, tapi jangan heran bila di mana pun itu, tidak sedikit dari sekian banyak pengikut Paulus yang nekad, yang dengan busung dada akan klaim bahwa seluruh kesalahan itu SUDAH DIJAWAB semua!  

YA, dijawab! Namun apapun jawabannya, tetap tidak merobah sedikitpun fakta bahwa kitab suci mereka penuh bertabur error!  

Saya sendiri juga sudah pernah ikut baca apa yang mereka klaim sebagai  jawaban itu. Dan tahukah anda bagaimana kesimpulan dari jawaban mereka?

Kira-kira begini: 

"Tidakkah anda tahu bahwa alkitab ditulis oleh beberapa kelompok orang secara bertahap, atau bergantian dari generasi yang satu ke generasi lainnya, sehingga adalah SANGAT WAJAR bila dalam prakteknya terjadi salah kutip atau salah tulis di sana-sini!" 

Membaca "excuse" seringan itu, apalagi jika anda pernah belajar "Theotolologi", saya yakin pikiran anda pasti langsung melayang ke arah Roh Kudus, bukan? 

Ya, kita semua sudah BOSEN mendengar bagaimana umat seberang ini berkaok-kaok memastikan bahwa para penulis alkitab (baca: pengarang kitab Perjanjian Lama yang berisi Mazmur & Taurat, berikut kitab Perjanjian Baru yang berisi Injil-injil kanonik serta surat-surat mesra Paulus cs kepada jemaat non-indonesia) menulis KARANGAN mereka di bawah bimbingan langsung dari Roh Kudus yang mereka yakini adalah Tuhan itu sendiri!

Nah, coba pikir sekali lagi, bagaimana mungkin Tuhan bisa sedemikian teledor sehingga  Mahakarya-Nya melalui tangan manusia-manusia yang tak jelas identitasnya itu akhirnya cuma menghasilkan setumpuk kesalahan dari mulai yang minor, mayor, sampai fatal, dalam kitab wahyu-Nya sendiri? 

Terlepas bagaimana hebatpun umat seberang coba membuat alasan untuk "membenarkan" KESALAHAN ini, saya yakin siapa saja yang dengan kesadaran penuh dapat menggunakan akalnya secara paripurna pasti tidak akan dapat menerima semua alasan mereka!  

Bagaimana mungkin Tuhan bisa lebih bodoh, atau lebih pikun, dari manusia ciptaan-Nya sendiri? Jawabnya tentu saja SANGAT MUSTAHIL!

Dan berangkat dari kemustrahilan inilah kita pun akhirnya sampai pada kesimpulan sebagaimana diinformasikan oleh Tuhan sendiri di dalam Al-Qur'an, maka BENAR adanya; bahwa sejatinya kandungan kitab suci umat kristen memang sudah carut-marut akibat diobok-obok oleh para editornya!

Saya yakin sebenarnya tidak sedikit umat kristen yang menyadari, dan diam-diam mengakui hal ini. Tapi apa daya, janji kosong bahwa barangsiapa percaya Yesus adalah Tuhan dijamin akan masuk sorga, nampaknya masih demikian kuat memikat hati untuk terus diimani?

Akibatnya, merekapun nekad berupaya sekuat tenaga mencari kesalahan dalam Al-Qur'an yang terbukti tidak pernah salah, semata-mata cuma untuk menenangkan diri bahwa jika memang ada, maka apa yang selama ini mereka imani tidak salah-salah banget!

Karena itu sungguh aneh dan lucu rasanya jika kita menemukan masih ada saja tukang ngeyel dari umat ini yang tiap kali bicara tentang topik apa pun itu, selama sama-sama tertulis dalam Alkitab dan Al-Qur'an dan informasi yang disampaikan berbeda, maka yang HARUS DISALAHKAN adalah Al-Qur'an!

Dengan bukti segerobak pasir seperti di atas tadi, kenapa mereka tidak pernah mau bersikap jujur mengakui bahwa YANG SALAH ADALAH ALKITAB?

Jika ada yang masih pura-pura blo'on tapi sebenarnya coba mengakali pembaca dengan bertanya, "Parameternya apa sehingga anda menuduh alkitab yang salah?", maka jawabnya sederhana saja. 

"Bukankah sejak awal tadi sudah saya tunjukkan bukti bahwa Alkitab penuh dengan error, sedangkan anda sama sekali tidak pernah mampu membuktikan hal yang sama terdapat dalam Al-Qur'an?"

Jadi, jika sudah sedemikian banyak ditemukan bukti error dalam penulisan alkitab sedangkan dalam Al-Qur'an sama sekali tidak ada, apakah lantas informasi dari alkitab yang bertentangan dengan informasi dari Al-Qur'an masih pantas disebut lebih benar?

Come on, man! Mbok realistis saja kenapa sih? 
Lha wong kitab suci sampeyan itu penuh perkeliruan begitu kok ya, masih ngeyel juga?

Makanya, MIKIR YANG BETUL!
Gitu aja kok repot?

[Renungan akhir pekan - Gus Mendem Menjawab Fitnah Misionaris​]


Mukjizat Nabi Muhammad SAW




‎"Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Al An'aam[6]:37)


Mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah kemampuan luar biasa yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya untuk membuktikan kenabiannya. [1] Kendati demikian, di dalam Islam, mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an.

Di antara mukjizat-mukjizat itu; Nabi Muhammad SAW diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj dalam kurun waktu tidak sampai satu hari. Kemampuan lain yang dimiliki nabi Muhammad SAW adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Kita sering menemui masih ada umat muslim, apalagi kaum kufar yang tak percaya pada mukjizat Rasulullah SAW – yang dengan seizin ALLAh – dapat:
  • Mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman,
  • Memerintah bumi dan pohon seperti Nabi Musa,
  • Diberi mukjizat seperti Nabi Ibrahim,
  • Menghidupkan anak yang sudah meninggal,
  • Menyembuhkan orang buta,
  • Menyembuhkan orang lumpuh,
  • Menyembuhkan orang cacat sejak lahir,
  • Mengetahui isi hati orang.
  • Memberi makan beribu orang dengan sepotong makanan,
  • Memberi minum beribu orang dengan sedikit air,
  • Mengeluarkan air ditengah padang gurun,
  • Mengeluarkan air dari sela jari untuk wudhu ribuan orang,
  • Menyembuhkan putri raja yang cacat tanpa tangan dan kaki.
  • Membelah bulan menjadi 2 bagian
  • Mengetahui apa yang telah terjadi,
  • Mengetahui apa yang sedang terjadi,
  • Mengetahui apa yang akan terjadi,
  • Melihat sesuatu di belakang punggungnya seolah-olah seperti melihatnya dari depan.
  • Musuh bergetar sehingga tak mampu membunuh,
  • Bumi “menelan” orang yang hendak membunuh beliau,
  • Musuh tak dapat melihat beliau,
  • Tidak dapat dibunuh musuh.
  • Pasukan berkuda para sahabat dapat menyebrangi laut dengan berkuda saat mengejar musuh yang melarikan diri dengan menggunakan kapal,
  • Dan masih banyak mukjizat-mukjizat lainnya.

Pertanyaan dan perdebatan tentang mukjizat Nabi Muhammad SAW sebetulnya muncul karena banyak sekali di antara kita yang belum – atau sama sekali tidak – pernah membaca hadist lengkap shahih Bukhari dan Muslim, atau Shahih Ahmad yang menuliskan kisah-kisah lengkap tentang ini (bukan sekedar ringkasan hadist), seperti di antaranya:

SEBELUM MASA KENABIAN

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Muhammad sudah diliputi banyak mukjizat. Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya, [2] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang konon menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan dengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa. [3] Berikut ini adalah mukjizat yang terjadi pada saat kelahiran dan masa kecil Muhammad:

  1. Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Muhammad tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya.
  2. Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
  3. Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
  4. Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
  5. Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering air susunya. [4] Pada awalnya Halimah dan suaminya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, maka ia pun kemudian menerima Muhammad. Selama hidup dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab kurang lebih empat tahun lamanya. [5]
  6. Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, [6] “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir, dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.” [7]
  7. Dikisahkan saat Muhammad berusia empat tahun, [8] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi tatkala Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah. [9] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.” [10] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diisra’kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah. [11]
  8. Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut. [12]
  9. Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya. [13]
  10. Mukjizat lain adalah Muhammad pernah memperpendek perjalanan. Kisah ini terjadi saat pulang dari Syiria. Muhammad diperintahkan Maisarah membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun, Muhammad sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Dalam kitab as-Sab’iyyatun fi Mawadhil Bariyyat, Allah memerintahkan pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad. Jibril diperintahkan untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad dan menjaga sisi kanannya sedangkan Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi Muhammad. [14]

PADA MASA KENABIAN
  • Kharisma
  1. Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang sedang menghunus pedang kearah leher Muhammad. [15]
  2. Menjadikan tangan Abu Jahal kaku.
  3. Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya menjadi Abdullah bin Abhar.
  • Menghilang dari pandangan mata dan menidurkan musuh
  1. Menghilang saat akan dibunuh oleh utusan Amr bin at-Thufail dan Ibad bin Qays utusan dari Bani Amr pada tahun 9 Hijriah, atau Tahun Utusan. [16]
  2. Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar. [17]
  3. Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal di mana saat itu ia sedang shalat. [18]
  4. Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya hanya dengan taburan pasir.
  • Berinteraksi dengan Binatang, tumbuhan, alam dan benda mati
  1. Seekor srigala berbicara kepada Muhammad. [19]
  2. Berbicara dengan unta yang lari dari pemiliknya yang menyebabkan masyarakatnya meninggalkan shalat Isya’.
  3. Berbicara dengan unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.
  4. Mengusap kantung susu seekor kambing untuk mengeluarkan susunya yang telah habis.
  5. Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya. [20]
  6. Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah. [21]
  7. Pohon kurma dapat berbuah dengan seketika. [22]
  8. Batang pohon kurma meratap kepada Muhammad. [23, 24, 25]
  9. Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad. [26]
  10. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Muhammad. [27]
  11. Mendatangkan hujan dan meredakan banjir saat musim kemarau tahun 6 Hijriah di Madinah yang saat itu mengalami kekeringan. [28]
  12. Berbicara dengan gunung untuk mengelurkan air bagi Uqa’il bin Abi Thalib yang kehausan.
  13. Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
  14. Merubah emas hadiah raja Habib bin Malik menjadi pasir di gunung Abi Qubaisy.
  15. Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya. [29]
  16. Tubuh Muhammad memancarkan petir ketika akan di bunuh oleh Syaibah bin ’Utsman pada Perang Hunain.
  • Dengan Makanan dan minuman
  1. Makanan yang dimakan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah. [30]
  2. Sedikit makanan yang dapat dinikmati oleh 800 orang prajurit pada perang Khandaq. [31]
  3. Sedikit roti yang cukup untuk memberi makan orang banyak. [32]
  4. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang. [33]
  5. Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat. [34]
  6. Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari. [35]
  7. Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad. [36]
  8. Air memancar dari sela-sela jari. [37] Kemudian air itu untuk berwudhu 300 orang sahabat hanya dengan semangkuk air. [38, 39]
  9. Susu dan air kencing unta – atas ijin Allah – dapat menyembuhkan penyakit. [40]
  • Mendo’akan dan menyembuhkan
  1. Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa meresakan sakit sedikit pun.
  2. Qatadah terluka pada Perang Uhud, sehingga jatuh dari kelopaknya, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.
  3. Mendo’akan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
  4. Mendo’akan Anas bin Malik dengan banyak harta dan anak. [41]
  5. Menyembuhkan daya ingat Abu Hurayrah yang pelupa. [42]
  6. Menyembuhkan penyakit mata Ali bin Abi Thalib saat pemilihan pembawa bendera pemimpin dalam perang Khaibar. [43]
  7. Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Tsur dari pengejaran penduduk Mekah.
  8. Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
  9. Menyambung tangan orang Badui yang tangannya putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri setelah menampar Muhammad.
  10. Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian do’a tersebut dikabulkan. [45]
  11. Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam. [46]
  • Hal ghaib dan ru’yah
  1. Mengetahui siksa kubur dua orang dalam makam yang dilewatinya karena dua orang tersebut selalu shalat dalam keadaan kotor karena kencingnya selalu mengenai pakaian shalat. [46]
  2. Mengetahui ada seorang Yahudi yang sedang disiksa dalam kuburnya. [47]
  3. Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan di sekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad. [48]
  4. Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad. [49]
  5. Meramalkan Abdullah bin Abbas akan menjadi “bapak para khalifah” yang terbukti pada keturunah Abdullah bin Abbas yang menjadi raja-raja kekhalifahan Abbasiyah selama 500 tahun. [50]
  6. Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.
  • Mukjizat terbesar
  1. Membelah bulan untuk membuktikan kenabiannya pada penduduk Mekkah. [52, 53]
  2. Isra ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Haram lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha dari Baitul Maqdis tidak sampai satu malam pada tanggal 27 Rajab tahun 11 Hijriah.
  3. Menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan terakhir dan menyerukannya kepada umat manusia, padahal ia seorang yang buta huruf.

Dan harap diketahui, daftar mukjizat di atas masih belum mencukupi bila dibandingkan dengan apa yang tertulis dalam kitab-kitab hadist lengkap yang jumlahnya mencapai 300 kisah mukjizat Rasulullah MuhammadSAW, baik yang serupa di atas maupun lainnya.

Namun perlu pula untuk difahami bahwa penulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengedepankan mukjizat beliau sebagai Rasul, akan tetapi lebih khusus kepada Al Qur’an, yakni Firman Allah SWT yang diturunkan kepada umat manusia melalui Muhammad SAW yang sesungguhnya MERUPAKAN MUKJIZAT TERBESAR SEPANJANG MASA.


Semoga berguna.
Wassalam.



CATATAN KAKI
  1. ^ Abu Zahra [1990].
  2. ^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 293. Makna dari nama Muhammad adalah “orang yang sering dipuji” atau “orang yang layak dipuji.”
  3. ^ Ramadan [2007], halaman 34
  4. ^ Kauma [2000], halaman 42
  5. ^ Ramadan [2007], halaman 35
  6. ^ Kauma [2000], halaman 43
  7. ^ Kauma [2000], halaman 43
  8. ^ Menurut pendapat mayoritas pakar sejarah, saat itu Muhammad berusia empat atau lima tahun. Namun, Ibnu Ishaq berpendapat bahwa usia Muhammad saat itu adalah tiga tahun.
  9. ^ Ramadan [2007], halaman 42
  10. ^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 302.
  11. ^ Ramadan [2007], halaman 43
  12. ^ Ramadan [2007]. halaman 46
  13. ^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 319: Ibnu Hisyam dalam bukunya menuturkan bahwa “Stempel Kenabian” adalah tanda yang terdapat pada setiap nabi yang tertulis dalam kitab Pendeta Bahira.
  14. ^ Kauma [2000], halaman 90-91
  15. ^ Hadits Riwayat Imam Bukhari.
  16. ^ Kauma [2000], halaman 23-25
  17. ^ Ibid, halaman 185-187
  18. ^ Ibid, halaman 28
  19. ^ Hadits Sahih Bukhari, Juz-3 No. 517.
  20. ^ Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: Ada dua orang sahabat Nabi saw meninggalkan Nabi SAW di tengah malam yang gelap gulita. Keduanya lalu berjalan dengan diterangi dua cahaya di depan mereka. Tatkala berpisah di perempatan jalan, masing-masing sahabat ini ditemani satu cahaya yang terus membimbing mereka sampai ke rumah.” (Sahih Bukhari, Juz-1 No. 454).
  21. ^ Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Rasulullah SAW naik ke atas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah SAW berkotbah, beliau mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan anak kecil, sehingga mimbar itu seolah-olah akan pecah. Lalu Rasulullah SAW turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah SAW berkata, “Mimbar itu menangis mendengar ayat-ayat Allah dibacakan di atasnya.” (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 783).
  22. ^ Diriwayatkan oleh Jabir: Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian aku mendatangi Rasulullah ASW untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo’a. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, “Ambillah buahnya.” Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buah yang tiba-tiba saja berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai berlebih. (Hadits Sahih Bukhari, Juz-4 No. 780).
  23. ^ Ratapan batang pohon kurma kepada Rasulullah SAW dan suara tangisannya yang keras sehingga terdengar oleh seluruh orang yang berada di masjid beliau. Itu terjadi setelah Rasulullah SAW meninggalkannya. Sebelumnya Rasulullah SAW berkhutbah di atas batang tersebut sebagai mimbar beliau. Ketika beliau telah dibuatkan mimbar, dan tidak naik lagi ke atas batang kurma tersebut, batang tersebut meratap menangis dan rindu kepada Rasulullah SAW. Suara tangisnya seperti tangis unta yang hamil sepuluh bulan. Batang pohon kurma tersebut tidak berhenti menangis hingga Rasulullah SAW datang padanya, dan meletakkan tangannya yang mulia di atasnya. Setelah itu ia pun berhenti menangis.
  24. ^ Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah, “Sang nabi sering berdiri dekat sebuah pohon palem kurma. Ketika sebuah tempat duduk disediakan baginya, kami mendengar pohon itu menangis bagaikan unta betina hamil sampai sang nabi jongkok dan memeluk pohon itu. (Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari vol.II No.41).
  25. ^ Dikisahkan oleh Ibnu Umar, “Sang nabi sering berkutbah sambil berdiri dekat batang pohon kurma. Ketika dia dibuatkan tempat duduk, dia lebih memilih duduk. Pohon kurma itu mulai menangis dan sang nabi menghampirinya, mengelusnya dengan tangannya (agar pohon itu berhenti menangis). (Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari vol. IV No. 783).
  26. ^ Dikisahkan, orang Arab dusun mendekat kepada beliau, kemudian beliau bersabda kepada orang Arab Dusun tersebut, “Hai orang Arab dusun, engkau akan pergi ke mana?” Orang Arab dusun tersebut menjawab, “Pulang ke rumah.” Rasulullah SAW bersabda, “Apakah engkau ingin kebaikan?” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Kebaikan apa?” Rasulullah SAW bersabda, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Rasul-Nya.” Orang Arab dusun tersebut berkata, “Siapa yang menjadi saksi atas apa yang engkau katakan?” Rasulullah SAW bersabda, “Pohon ini!" seraya menunjuk ke arah salah satu pohon di tepi lembah. Kemudian pohon tersebut berjalan hingga berdiri di depan beliau. Beliau meminta pohon tersebut bersaksi hingga tiga kali, dan pohon tersebut pun bersaksi seperti perintah Rasulullah SAW.
  27. ^ Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud katanya: Ketika Nabi SAW memasuki Mekah terdapat sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di sekitar Ka'bah. Lalu Nabi SAW meruntuhkannya dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda: "Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya kebatilan itu adalah sesuatu yang pasti musnah." (Maksudnya: Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan dimulai lagi dan tidak akan terulang). Ibnu Abu Umar menambahkan: "Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah." (Sahih Bukhari, kitab Jihad).
  28. ^ Diriwayatkan oleh Anas: Pernah suatu masa di mana sangat lama di Madinah tidak turun hujan sehingga terjadilah kekeringan yang sangat parah. Pada suatu hari Jumat ketika Rasulullah SAW sedang berkotbah Jumat, berdirilah seorang Badui dan berkata: “Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan atas kita." Berkata Anas: "Mendengar permintaan orang badui tersebut, Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya kel angit (berdo’a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah SAW turun dari mimbarnya, hujan turun selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah SAW sendiri kehujanan. Air mengalir melalui janggut Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jumat yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah terbenam. Maka datang orang Badui berkata kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo’alah kepada Allah agar hujan dihentikan di atas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ke tempat lain yang masih kering. Rasulullah SAW kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo’a: "Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa." (Artinya: "Ya Allah turunkanlah hujan di tempat-tempat yang ada di sekitar kami, jangan atas kami"). Berkata Anas: "Di waktu berdo’a itu Rasulullah SAW menunjuk dengan telunjuk beliau ke awan-awan di langit, seakan-akan beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Sesaat setelah Rasulullah menunjuk demikian, maka berhentilah hujan diatas kota Madinah. (Sahih Bukhari, Juz-8 No. 115).
  29. ^ Kisah dari Abu Hurayrah.
  30. ^ Diriwayatkan oleh Abdullah: “Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah SAW mengagungkan nama Allah.” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 779.
  31. ^ Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah katanya: "Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah SAW dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, "Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk dimakan, karena aku melihat Rasulullah SAW sangat lapar." Isteriku mengeluarkan sebuah kantung yang berisi satu cupak gandum. Kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa ekor ayam. Lalu aku menyembelihnya saat isteriku menumbuk gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke dalam kuali. Ketika aku hendak pergi menemui Rasulullah SAW, isteriku berpesan: "Jangan engkau permalukan aku di hadapan Rasulullah SAW dan orang-orang yang bersamanya." Aku pun kemudian pergi menghampiri Rasulullah SAW dan berbisik kepada Baginda: "Wahai Rasulullah, kami telah menyembelih anak kambing dan isteriku telah menumbuk satu cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami mengundang baginda dan beberapa orang bersamamu untuk makan di rumah kami. Tiba-tiba saja Rasulullah SAW berseru: "Wahai wargaKhandak! Jabir telah membuat makanan untuk kalian! Kalian semua dipersilahkan ke rumahnya. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepadaku: "Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang." Lalu aku pun bergegas pulang ke rumah bersama Rasulullah SAW mendahului yang lainnya. Aku menemui isteriku yang menyongsong dan berkata: "Ini semua adalah karena kamu!" Aku berkata bahawa telah melakukan semua pesanannya. Maka isteriku pun mengeluarkan adonan roti tersebut. Rasulullah SAW meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya pula. Setelah itu Baginda bersabda: "Sekarang panggillah para pembuat roti untuk membantumu dan ambillah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya." Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka semua mendapat makanannya hingga kenyang dan pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: "Masih tetap seperti asalnya!" (Sahih Bukhari-Muslim, kitab Minuman).
  32. ^ Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA katanya: "Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: "Aku mendengar suara Rasulullah SAW begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa kerat roti dari gandum dan setelah itu mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung. Lalu disisipkannya di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku. Setelah itu dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah SAW Akupun berangkat membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah SAW yang sedang duduk di dalam masjid bersama orang banyak dan berada di sisi mereka. Rasulullah SAW bertanya: "Abu Talhah mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Lalu Rasulullah SAW bertanya lagi: "Untuk makanan?" Aku menjawab: Ya! Rasulullah SAW pun bersabda kepada orang banyak yang ada bersamanya: "Bangunlah kamu sekalian!" Rasulullah SAW lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah SAW datang bersama orang banyak, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk mereka. Dia menjawab: "Allah dan RasulNya lebih tahu." Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah SAW dan beliau pun masuk bersamanya. Rasulullah SAW bersabda: "Bawa ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim!" Ummu Sulaim menyerahkan roti tersebut kepada baginda yang kemudian memeras bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah SAW mendoakan makanan itu. Setelah itu baginda bersabda: "Izinkan sepuluh orang masuk!" Abu Talhah memanggil sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah s.a.w menyambung: "Biarkan sepuluh orang lagi masuk!" Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan makan sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah SAW kemudian bersabda lagi: "Suruhlah sepuluh orang lagi masuk!" Demikian berlangsung terus-menerus sehingga semua orang makan hingga kenyang, padahal jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau delapan puluh orang. (Sahih Bukhari-Muslim, kitab Minuman).
  33. ^ Diriwayatkan dari Abdul Rahman bin Abu Bakar katanya: "Kami yang berjumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi SAW. Beliau bertanya: "Adakah salah seorang di antara kalian yang mempunyai makanan?" Didapati ada seorang yang mempunyai kurang lebih satu gantang gandum, lalu dijadikannya adonan roti. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual. Nabi SAW bertanya: "Apakah kambing-kambing ini untuk dijual atau dihadiahkan?" Lelaki itu menjawab: "Untuk dijual!" Maka dibelilah darinya seekor kambing. Setelah disembelih, Rasulullah SAW memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: "Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati kambing dari Rasulullah SAW! Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah SAW memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah SAW menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan dalam dua talam. Kami makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Sisa yang masih ada pada kedua talam tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu. (Hadits Sahih Bukhari-Muslim, kitab Minuman).
  34. ^ Diriwayatkan dari Abdul Rahman bin Abu Bakar katanya: "Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah bersabda: "Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, hendaklah dia mengajak orang yang ketiga dan siapa mempunyai makanan untuk empat orang, hendaklah dia mengajak orang kelima, keenam, atau seperti diriwayatkan dalam Hadits lain: Abu Bakar RA datang dengan tiga orang. Nabi pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak yakin adakah dia berkata: "Isteriku dan khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar." Abdul Rahman berkata lagi: "Abu Bakar makan malam bersama Nabi SAW dan terus berada di sana hingga waktu Isyak. Selesai shalat dia kembali lagi ke tempat Nabi SAW hingga Rasulullah SAW kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya menyambutnya dengan pertanyaan: "Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui tetamumu?" Abu Bakar berkata: "Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam?" Isterinya menjawab: "Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi." Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: "Hai dungu!" Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: "Silakan makan!" Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: "Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya!" Abdul Rahman meneruskan ceritanya: "Demi Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah saat kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Abu Bakar memandanginya , dan ternyata makanan itu tetap seperti sediakala atau bahkan lebih banyak lagi. Dia berkata kepada isterinya: "Wahai saudara perempuanku, Bani Firas, apakah ini? Isterinya menjawab: "Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali lipat lebih banyak daripada sebelumnya." Lalu Abu Bakar makan dan berkata: "Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah SAW dan membiarkannya di sana hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan satu perjanjian. Ketika tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orang sebenarnya yang diutus bersama mereka. Yang pasti adalah bahwa Rasulullah SAW memerintah agar mereka semua dpanggil. Lalu semuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar, atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat lain. (Sahih Bukhari-Muslim, Kitab Minuman).
  35. ^ Hadits Riwayat Muslim
  36. ^ Kauma [2000], halaman 98 -102
  37. ^ Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi SAW bersabda: “Bawalah kemari air yang tersisa!” Orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi SAW memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, “Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah.” Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari tangan Rasulullah SAW.” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 779).
  38. ^ Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Semangkuk air dibawa ke hadapan Nabi SAW di Al Zawra. Beliau memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah bertanya kepada Anas, “Berapa orang yang hadir pada waktu itu?” Anas menjawab, “Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang.” (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 772). Lihat juga: (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 777) dan (Sahih Bukhari, Juz-1 No. 340)
  39. ^ Hadits Riwayat Muslim No. 4224
  40. ^ Diriwayatkan dari Anas bin Malik katanya: "Sesungguhnya beberapa orang dari daerah Urainah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW. Mereka telah mengidap sakit perut yang agak serius. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada mereka: "Sekiranya kamu mau, keluarlah dan carilah unta sedekah, maka kamu minumlah susu dan air kencingnya." Lalu mereka meminumnya, dan ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh pengembala yang tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga telah melarikan unta milik Rasulullah SAW, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah SAW. Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah ditangkap dan dihadapkan kepada baginda, maka Rasulullah SAW pun memotong tangan dan kaki serta mencungkil mata mereka. Kemudian baginda membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di Madinah yang terkenal penuh dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia. (Sahih Bukhari-Muslim, kitab Qishas dan Diyat).
  41. ^ Diriwayatkan dari Anas RA dari Ummu Sulaim katanya: "Wahai Rasulullah! Aku menjadikan Anas sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah SAW pun berdoa: "Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya." Berkata Anas: “Demi Allah, harta bendaku memang banyak. Begitu juga anak dan anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah berjumlah lebih dari 100 orang. (Hadits Sahih Bukhari-Muslim, kitab Kelebihan Para Sahabat).
  42. ^ Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah SAW bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadits. (Hadits Sahih Bukhari-Muslim).
  43. ^ Pada peristiwa penaklukkan Khaibar Rasulullah SAW bersabda, “Esok hari aku akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah SWT melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya.” Maka semua orang pun melewatkan malam mereka sambil bertanya-tanya dalam hati kepada siapa gerangan di antara mereka akan diberikan bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing masih mengharapkan hal itu terjadi padanya. Kemudian Rasulullah SAW bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah SAW meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya hingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah SAW memberikan bendera itu kepadanya. (Hadits Sahih Bukhari).
  44. ^ Shahih Al-Bukhari dan Muslim.
  45. ^ Shahih Al-Bukhari dan Muslim.
  46. ^ Hadits Riwayat Bukhari
  47. ^ Hadits Riwayat Bukhari
  48. ^ Hadits diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas.
  49. ^ Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah.
  50. ^ Hadits diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas.
  51. ^ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “…Ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi).
  52. ^ “Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan.” (Quran, 54:1). Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi SAW banyak diriwayatkan oleh para sahabat, sehingga hadits tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: “Pada masa hidup Nabi SAW, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi SAW bersabda: “Saksikanlah!” (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 830). Diriwayatkan oleh Anas: “Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah SAW untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah.” (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 831). Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi SAW.” (Sahih Bukhari, Juz-4 No. 832). Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira’ itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya.” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 208). Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Di waktu kami bersama-sama Rasulullah SAW di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung di belakang gunung, maka sabda Rasulullah SAW: “Saksikanlah! ” Saksikanlah! ” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 209). Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas: “Pada masa hidup Nabi SAW bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 210). Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, Juz-5 No. 211). Lihat juga di: (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 350), (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 387), (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 388), (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 389), (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 390), (Sahih Bukhari, Juz-6 No. 391), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No. 6721), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No 6724), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No. 6725), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No. 6726), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No. 6728), (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wal Janna wa’n-Nar, Juz-039 No. 6729) (Hadits sahih Muslim, Juz-039 No. 6730).
  53. ^ Hadits riwayat Muslim No.5010, 5013, 5015