Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus (Firman). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus (Firman). Tampilkan semua postingan

Logika Ajaib Doktrin Kristen: Firman Menjadi Manusia Yang Sekaligus Adalah Tuhan

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14).

Inilah dalil yang digunakan oleh para pemuka kristen untuk meyakinkan makhluk Allah bergenre manusia yang disebut oleh Yesus sebagai domba domba tersesat (jaman now, mereka pikir itu umat di luar kristen) bahwa Allah adalah firman, dan firman adalah Yesus.

BEGINI LOGIKANYA:

Allah adalah Tuhan.
Firman Allah adalah Allah.
Artinya, firman Allah adalah Tuhan.

Allah berfirman.
Firman itu menjelma menjadi manusia,
Dan manusia itu adalah Yesus.
Artinya, firman Allah adalah Yesus

Firman Allah menjelma menjadi Yesus,
Artinya Yesus adalah Tuhan.

Kesimpulannya, Allah adalah Firman,
Artnya, firman adalah Yesus, dan Yesus adalah Allah.

Nah begitulah cara membuktikan logika doktrin Kristen bahwa Yesus adalah Allah.

Artinya, Yesus, Allah, dan firman, adalah satu.

Ya, begitulah!

Fantastis sekali kegagalan (yang disengaja oleh) para Bapa Gereja dalam mendefinisikan doktrin "firman adalah Allah" ini untuk membodohi umatnya!

Jadi, ringkasnya doktrin ini mengajarkan bahwa:

Jika Allah berfirman: "Jadilah Keledai!"
Maka Allah tetap Allah, sedangkan firman yang berbunyi "Jadilah Keledai!" menjelma menjadi Allah.

Artinya, firman menjelma menjadi Keledai, dan menurut formulasi doktrin ini, Keledai adalah Allah.
Oleh karena firman sudah menjadi keledai, maka sebagai konsekuensi logis doktrin ini, umat para Bapa Gereja pun sebenarnya harus menyembah Keledai!

Dalam kitab kristen, khususnya Kejadian 1 dan 2; ada dikisahkan seperti ini:
Allah berfirman: "Jadilah Terang!", lalu terang itupun jadi.

Maka menurut konsep di atas tadi, Allah tetap Allah, sementara firman yang berbunyi "Jadilah Terang!", menjelma menjadi Allah. Lalu firman itu berubah wujud menjadi terang, dan sekali lagi, menurut formulasi doktrin ini, terang adalah Allah.

Maka sebagai konsekuensi logisnya, umat para Bapa Gereja ini pun sebenarnya harus menyembah terang!

Jika Allah berfirman: "Jadilah Siang!"
Maka Allah tetap Allah, sedangkan firman yang berbunyi "Jadilah Siang!" praktis menjelma menjadi Allah. Lalu firman itu berubah wujud menjadi siang yang harus diartikan pula bahwa siang adalah Allah .

Maka mau tidak mau, umat para Bapa Gereja ini seharusnya menjadikan siang sebagai sesembahan juga!

Selanjutnya, silahkan cari saja sendiri segala objek ciptaan Allah di seluruh jagad raya ini yang sama sama kita ketahui masuk dalam daftar "tercipta melalui firman Tuhan", khususnya menurut kitab kristen. Kemudian susunlah seperti formulasi doktrin diatas!

Tentu saja anda akan tertawa sendiri menemukan bukti bahwa doktrin "fiman adalah Allah" ini ternyata valid untuk melahirkan MILYARAN ALLAH lainnya di samping Yesus!
Dengan demikian, siapapun yang dikaruniai oleh Allah dengan akal yang sehat, akan serta merta mengerti bahwa segala sesuatu yang tercipta melalui firman Allah, pasti bukan Allah!
Lalu, benarkah firman menjelma menjadi manusia yang sekaligus juga adalah Tuhan?
Jawabnya, SORRY, NO WAY JOSE!

Sebagian umat para Bapa Gereja ketika ditanya, "Mana bukti bahwa Allah berinkarnasi menjadi manusia?" Umunya akan menunjukkan ayat ini:

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14).

Rumusan injil Yohanes bahwa Allah adalah Firman dan Firman itu kemudian menjelma menjadi Yesus, semakin memperkuat bukti betapa melawan akalnya doktrin ini.

Jika Allah diyakini identik dengan Firman, lalu Firman tersebut menjelma menjadi Yesus, maka tentu saja Allah sudah tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus, bukan?

Kenapa?
Karena logika orang waras mengerti dengan sempurna bahwa menurut doktrin ini, firman itu sudah ada, alias sudah menjelma menjadi sosok Yesus. Jadi, buat apa lagi Allah berfirman kepada diri-Nya sendiri?
Tapi menurut kitab Kristen ternyata Allah masih sering berfirman (bersabda, bersuara, berbicara) kepada Yesus melalui firman-Nya, antara lain misalnya dijelaskan begini:

“Kata Yesus: Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku” (Yohanes 17: 8).

Ayat ini menunjukkan dengan amat terang bahwa Yesus adalah utusan Allah, dan bukan Allah yang mengutus diri-Nya sendiri dengan cara menyamar menjadi Yesus!

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengar­ lah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyah Aku berkenan” (Matius 3:16-17)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah adalah Bapa, sedang Yesus adalah anak Bapa. Artinya Allah bukan Yesus demikian pula sebaliknya.

Dengan demikian, kedua ayat ini membuktikan dengan sangat gamblang bahwa Tuhan tidak pernah menjelma menjadi Yesus!

Ya, begitulah logika yang sebenarnya!

Tapi karena seperti sudah disinggung diatas tadi, demi "janji janji sorga" yang terus menerus dijejalkan ke benak mereka, maka hampir seluruh umat para Bapa Gereja ini tetap memilih untuk melawan logika mereka sendiri, sebagaimana dapat sama sama kita saksikan buktinya lewat komentar komentar mereka dibawah ini. 

[Sumber: Hercules Lee]


Firman Menjadi Manusia?


Kita sama-sama tahu bahwa umat kristen memahami sosok pribadi Yesus tidak terlepas dari dogtrin Tritunggal, yaitu: keberadaan Allah yang satu dalam substansi, dan tiga dalam Pribadi (keesa-jamakan).

Ini karena Sang Firman (anak) adalah Pribadi kedua dari Tritunggal (Yoh 1:1; 10:30) yang menjelma atau mengambil rupa manusia (Yoh 1:14; Flp 2:6-11), demi perwujudan keselamatan bagi manusia berdosa (Ef 1:7).

Doktrin inilah yang mendarah daging dalam kekristenan sehingga dijadikan sebagai landasan penginjilan oleh para evangelist.

KUNCI DOKTRIN kristen ini berasal dari kitab Yohanes. Karena itu, coba mari sama-sama kita fokus ke ayat Yohanes 1:1-18 saja dulu. Lihat selengkapnya di sini.

Sekarang, mari kita review kitab Yohanes ini dari 2 perspektif.
dari asal usul ayat pembuka injil Yohanes menurut kajian para pakar Alkitab,
dari arti firman itu sendiri.

1. ASAL USUL YOHANES 1:1-18
Ayat ini berasal dari Hymne Platonis yang diperkenalkan oleh cendekiawan Yahudi bernama Philo yang lahir 20 tahunleih dulu daripada Yesus kepada bangsanya, yang terjemah bebasnya begini:

“Pada mulanya adalah Logos (Firman). Logos (Firman) itu bersama-sama dengan Allah dan Logos (Firman) itu berasal dari Allah.” (pelajari selengkapnya di sini)

Penyalin Kitab Yohanes kemudian mengadopsi hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes, lalu merubah kalimat: “Logos itu berasal dari Tuhan” menjadi “Logos itu adalah Tuhan.”

Pencaplokan ajaran Platonis oleh penyalin Injil Yohanes ini, dijelaskan oleh bapa gereja Santo Agustinus begini:

“Book of the Platonis that had been translated out of Greek into Latin. In then I read, not indeed in these words but much the same thought, enforced by many varied arguments that: In the beginning was the word, and the word was with God and the word was God. All things were made by him, and without him nothing was made.”

[Buku filsafat Platonis yang diterjemahkan dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. walaupun tidak sarna persis tetapi jalan pikirannya sama, didukung oleh berbagai argumen bahwa: Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Tuhan, dan firman itu adalah (dari) dari Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh dia (firman) dan tanpa dia (firman) tidak ada yang dijadikan.]

Catatan kaki The New Testament of the New American Bible, menyatakan bahwa Yohanes 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian disisipkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut:

“John 1:1-18; “The prologue is a hymn, formally poetic in style - perhaps originally an independent composition and only later adapted and edited to serve as an overture to the Gospel.”

[Yohanes 1:1-18; prolognya berbentuk hymne bergaya puitis - kemungkinan berasal dari komposisi karya lepas yang berdiri sendiri, tapi kemudian dikutip dan diedit untuk berperan sebagai pembuka Injil.]

Jadi seharusnya, injil Yohanes 1 berawal dari ayat 19!

Demikianlah isi buku tebal yang dipercaya sebagai kitab suci oleh umat kristen, selalu saja diwarnai oleh tambal sulam yang semata-mata hanya untuk memenuhi kehendak para pendirinya yang "dari sononya" memang sudah terlalu kental dengan kepercayaan Polytheisme nenek moyang mereka sehingga dibuatlah ayat-ayat tambahan dan sisipan agar ajaran pagan yang bertuhan banyak masuk menjadi bagian dari kitab suci Kristen - lalu dinyatakan bahwa semua itu adalah - atau berasal dari firman Tuhan. Akibatnya, terjadilah penyimpangan dari ajaran Yesus yang bertuhan Esa, alias satu, menjadi bertuhan trinitas alias tiga!

2. MAKNA FIRMAN
Sekarang mari kita cermati pula, apa sih sebenarnya makna FIRMAN dalam alkitab, terutama dalam Yohanes 1:1-2?

Perhatikan alkitab kuno Klinkert Tahun 1863 (lihat di sini)

1 (KL1863) 
Maka pada† (Amsal 8:22; 1Johanes 1:1) moelanja Kalam itoe ada, maka Kalam itoe beserta† (1johanes 1:2) dengan Allah, dan Kalam itoelah Allah.

Dari alkitab klinkert kita mendapat petunjuk tentang arti firman atau kalam dalam kitab Yohanes ini yakni mengacu kepada ayat Amsal 8:22 dan 1Yohanes 1:1-2.

Mari kita simak ayatnya satu persatu, dan cermatilah yang ditulis dalam huruf tebal berikut ini:
AMSAL 8:22

22 (TB) Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

Artinya, firman adalah permulaan pekerjaan Allah dan juga sebagai hasil perbuatan Allah. Jadi semua benda dan mahluk yang ada di alam semesta ini (termasuk tentu saja Yesus sendiri - lihat Yoh 1:1-2) ada karena kehendak dan rancangan perbuatan (firman) Allah.

Sejak pada mulanya, dan dari ayat ini, posisi Yesus sudah jelas; beliau terlahir ke dunia ini atas rancangan perbuatan dan kehendak Allah. Sangat sesuai dengan pendapat Philo dengan konsep "logos" nya di atas tadi

Sekarang perhatikan ayat berikutnya:
Sejak pada mulanya, dan dari ayat ini, posisi Yesus sudah jelas; beliau terlahir ke dunia ini atas rancangan perbuatan dan kehendak Allah. Sangat sesuai dengan pendapat Philo dengan konsep "logos" nya di atas tadi (lihat lagi catatan lama GM di sini).

1YOHANNES 1:2
1 (TB) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

2 (TB) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

2 (AV) For the life was manifested, and we have seen it, and bear witness, and shew unto you that eternal life, which was with the Father, and was manifested unto us;

WAHYU 3:14
14 (TB) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah FIRMAN dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

14 (AV) And unto the angel of the church of the Laodiceans WRITE These things saith the Amen, the faithful and true witness, the beginning of the creation of God

14 (IGNT) και {AND} τω {TO THE} αγγελω {ANGEL} της {OF THE} εκκλησιας {ASSEMBLY} λαοδικεων {OF THE LAODICEANS} γραψον {WRITE:} ταδε {THESE THINGS} λεγει {SAYS} ο {THE} αμην {AMEN,} ο {THE} μαρτυς {WITNESS} ο {THE} πιστος {FAITHFUL} και {AND} αληθινος {TRUE,} η {THE} αρχη {BEGINNING} της {OF THE} κτισεως του {CREATION} θεου {OF GOD.}

Ayat-ayat ini semakin memperjelas bukti bahwa semua manifestasi dari firman adalah hidup! (Rancangan Allah yang hidup, makhluk hidup maupun benda-benda mati yang tidak bergerak dlsb) itu sudah dituliskan/dirancang oleh Allah bahkan jauh sebelum awal mula penciptaan.

Yesus memiliki pengetahuan yang baik tentang ini, dan karena itulah dia pernah berkata bahwa " .... sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada."

Coba cermati lagi dan cerna dengan baik ayat-ayat berikut:

MATIUS 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

YESAYA 44:24
"Beginilah firman Tuhan, Juruselamatmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan: Akulah Tuhan Yang Menjadikan segala sesuatu, Yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi - Siapakah yang mendampingi Aku?"

YOHANES 3:34
Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

YOHANES 12:50
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

YOHANES 14:24
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah daripada-ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

YOHANES 17:8
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

YAKOBUS 1
21 (TB) Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

22 (TB) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

23 (TB) Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

PENGERTIAN FIRMAN DALAM KITAB KEJADIAN 1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

🔥Berfirmalah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
🔥Berfirmalah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
🔥Berfirmalah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
🔥Berfirmalah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
🔥Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
🔥Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
🔥Berfirmalah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
🔥Allah memberkati mereka, lalu Allah Berfirmanlah kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
🔥Berfirmalah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

KESIMPULAN
Jadi sangat jelas dari ayat-ayat di atas bahwa firman adalah perwujudan dari rencana, rancangan, kehendak dan perbuatan awal Allah sendiri (tanpa campur tangan siapapun juga) yang sudah dirancang semenjak dini bagi seluruh mahluk ciptaan-Nya.

Firman adalah kalam yang berasal dari Allah. Apa pun yang ingin DIA ciptakan, maka cukup bagi-Nya berfirman; "JADI!" maka JADILAH ia! (Lihat lagi Kejadian 1 di atas)

Begitu pula halnya dengan Maria; "Hamilah Engkau!", maka hamilah Maria yang mengandung jabang bayi Yesus!

Ini sekaligus membantah bahwa Yesus berasal dari Roh Allah yang menjelma jadi manusia, dari firman, dan lain sebagainya, karena sangat tidak mungkin Allah yang mahasuci menghinakan diri menjadi mahluk ciptaan-nya sendiri.

Allah adalah Deiti Yang Mahatinggi, tidak ada satupun yang menyerupai-Nya seperti ditegaskan dalam alkitab sendiri di antaranya sebagai berikut:

[2Samuel 7:22] "Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan Allah, Sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan Tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami."

[Yesaya 43:11] Aku, Akulah Tuhan dan Tidak ada Jurselamat selan daripada-Ku.

[43:12] Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman Tuhan, "dan Akulah Allah."

[Yesaya 48:12] "Dengarlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah Yang Tetap Sama, Akulah Yang Terdahulu, Aku juga Yang Terkemudian!

[Yesaya 63:9] dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang Duta atau Utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasihNya dan belas kasihanNya. Ia mengangkat dan menggendong mereka sejak zaman dahulu kala.

[Mazmur 24:1] Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya."

[Mazmur 104:27] Dan sebagai Pemilik satu-satunya atas alam semesta, maka Dialah juga Sang Pemelihara satu-satunya atas alam semesta dan semua yang hidup di dalamnya. Dan hanya kepada-Nya saja semua makhluk berhajat dan berharap: SEMUANYA MENANTIKAN ENGKAU, supaya diberikan makanan pada waktunya."

Lagipula, jika segala sesuatu yang kemudian menjadi segala sesuatu yang berasal dari firman Tuhan dianggap sebagai Tuhan itu sendiri, maka di samping Yesus, menurut Kejadian 1 di atas, masih ada berapa banyak lagi yang harus dituhankan dan disembah oleh seluruh umat Kristen?

Coba pikirkan itu!

Nah, bagaimana?
Sudah lebih mengerti sekarang?


[Sumber: Arsip Lawas GM | William Stev | Fakultas Mendemologi - ITKK​]


Salah Kaprah Mengamini Dan Mengimani Yesus Sebagai Firman


Walau di telinga umumnya umat manusia terdengar sangat ganjil, tapi hampir semua umat Paulus percaya bahwa Yesus adalah firman Allah yang hidup! 

Kenapa terdengar sangat aneh?

Begini analoginya: 

Anda ngomong, terserah mau ngomong apa saja, monggo!
Tapi pada satu titik tertentu semua omongan anda itu kemudian berubah menjadi seekor burung beo!

YA! kata-kata yang keluar dari mulut anda berubah menjadi seekor burung beo! 
Dan sejak saat itu anda tidak bisa omong apa-apa lagi, sebab semua yang ingin atau tidak ingin anda omongin menjadi milik si beo dan praktis terserah gimana maunya si beo saja!

Demikianlah alkitab dan gereja mereka mengajarkannya. 
Artinya, Yesus, putra sulung Maria yang dikandung, dilahirkan, dididik, dan dibesarkan layaknya semua anak laki-laki normal lainnya yang lahir di Palestina sekitar 2.000 tahun lalu itu, menurut umat Paulus adalah semua perkataan Allah yang menjelma menjadi anak manusia.

Dasarnya apa?
Perhatikan bagian pertama kitab Yohanes berikut ini:

[Yohanes 1:14]   "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" 

KESALAHAN PERTAMA
Menurut alkitab, dan tentu saja menjadi iman kristen, Yesus adalah firman atau semua perkataan Allah yang menjelma menjadi manusia. Sama persis dengan burung beo tadi yang menjelma dari semua perkataan anda, tapi tentu saja tidak membuat dia sama dengan anda, atau lebih tidak mungkin lagi bila ada yang mengatakan bahwa anda adalah burung beo atau sebaliknya! 

Kenapa? 
Karena walaupun ada koneksitas antara anda dan si burung beo, tapi anda dan beo ini adalah dua entitas berbeda yang terpisah antara satu sama lain!

Sampai di sini, sudah mengerti bagaimana sebetulnya yang dimaksud  oleh doktrin kristen sebagai "firman yang hidup" itu?

Sekarang, mari kita mundur ke ayat pertama kitab Yohanes yang sama.

Ini adalah ayat emas umat kristen dalam mempertahankan iman mereka tentang ketuhanan Yesus karena posisi atau fungsinya sebagai firman, atau burung beo tadi. Saya yakin anda semua sudah hapal bagaimana bunyi ayat pertama tsb, bukan? Tapi supaya jangan sampai nanti ada yang menuduh kita asal bicara tanpa dalil, maka saya kutip ayat dimaksud selengkapnya begini:

[Yohanes 1:1]  "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." 

Kita sudah sering membahas ayat ini dari bebagai perspektif, misalnya dari sisi sejarah, di mana disebut-sebut bahwa ayat-ayat pembuka kitab Yohanes tsb ternyata adalah hasil jiplakan dari tulisan bebas Philo dari Alexandria yang berbentuk hymne platonis. 

Atau misalnya dari sisi linguistik, khususnya tata bahasa Indonesia, di mana dapat dibuktikan bahwa keseluruhan ayat tsb sesungguhnya sama sekali tidak punya makna apa-apa kecuali cuma "pemborosan" kata untuk sebuah maksud yang tidak jelas!

Tentang ini, silahkan simak salahsatu note GM di sini.

Tapi kali ini mari kita tela'ah dari sisi yang sangat boleh jadi tidak pernah difikirkan oleh umat kristen sendiri, masih tetap dari perspektif linguistik, namun dari aspek yang lain. 

Untuk itu coba pusatkan dulu perhatian anda pada kalimat "Pada mulanya adalah Firman", lalu fikirkanlah barang sejenak, pengertian apa yang bisa ditarik dari kalimat tsb? 

Menurut kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku, ditekankan bahwa "Firman" dalam kalimat tsb adalah YANG PALING PERTAMA dari seluruh rangkaian KATA GANTI yang kemudian mengikutinya.

Atau lebih spesifik lagi, kalimat YOH 1:1 tsb dengan jelas menginformasikan kepada kita bahwa Firman lebih dulu ada sebelum Allah! 

YA! kalimat tsb mengkonfirmasikan bahwa Firman adalah permulaan dari semuanya, bahkan sebelum Allah sendiri ada! Sehingga dengan menunjuk YOH 1:14 di atas, kita pun segera mengetahui bahwa  menurut YOH 1:1, Yesus lebih dulu ada daripada Allah! 

Ini adalah "hidden error" dari YOH 1:1 yang tidak pernah mereka sadari!

Tidak percaya?
Perhatikanlah bagaimana kerasnya mereka memprotes dan menyalahkan kesimpulan saya ini nantinya. Salahsatu argumen paling populer adalah, "di sana disebutkan firman bersama-sama dengan Allah, jadi bukan firman yang lebih dulu ada melainkan Allah!"

Sebetulnya ini argumen bagus dan 100% benar! Sayangnya, yang tertulis dalam Yohanes 1:1 tidak demikian. Jika memang Allah lebih dulu ada, maka kalimat yang benar dan sesuai dengan argumen tsb seharusnya tertulis begini, "Pada mulanya adalah Allah, Allah berfirman  ..... dst."  

KESALAHAN KEDUA
Kesalahan berikutnya adalah, untuk sang Firman ini, dengan "menyisipkan" 5 ayat emas sebagai ayat tambahan ke perikop kitab Matius 28 yang semestinya berakhir pada ayat 15, para editor Alkitab coba "memperdaya" pembacanya supaya percaya bahwa Yesus memang benar adalah salahsatu dari oknum Tuhan Tritunggal Kristen. Ayat-ayat tsb selengkapnya berbunyi begini:

[Matius 28:18-20] Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ayat ini, entah bagaimana ceritanya kemudian diyakini pula sebagai pembenar bahwa sang Firman sudah beralih bentuk menjadi sang pemilik Fiman, atau gampangnya, ayat di atas menyatakan secara sepihak bahwa  burung beo tadi sudah berubah menjadi anda!

YA! Burung beo yang awalnya menjelma dari semua omongan anda tadi, sekarang sudah berobah bentuk pula menjadi diri anda!

Sampai di sini, saya yakin logika sehat anda akan kritis bertanya, "..... jika si beo berobah menjadi saya, lantas saya sendiri ke mana dong?"

Anda pasti akan termotivasi untuk mencaritahu sampai tuntas bagaimana kelanjutan nasib anda sebagai konsekuensi dari pernyataan sepihak MAT 28:18-20 yang dengan semena-mena "menghilangkan" entitas anda begitu saja tanpa kejelasan lebih lanjut, bukan? 

Dan sayangnya, memang setelah "eliminisasi" ini anda tidak akan pernah menemukan diri anda lagi, karena sudah sepenuhnya digantikan oleh si beo!

Tentang "pengacauan nalar orang sehat" ini, sebagian pemerhati alkitab dan sarjana teologi sudah memastikan bahwa ayat-ayat palsu Matius 28: 18-20 itu sama sekali tidak valid untuk dijadikan sebagai pembenar klaim ketuhanan Yesus!

Lihat note GM di sini.

KESALAHAN KETIGA
Kendati mati-matian mengaku mengimani dua konsep (jungkir-balik) di atas dengan sebenar-benar iman, namun sejak doktrin kristen itu sendiri lahir hingga hari ini, hampir tidak ada satupun pengkut Paulus yang mampu membedakan mana sebenarnya yang burung beo, dan mana yang anda! 

YA! Mereka siap bertegang tengkuk dengan siapapun yang menolak iman mereka bahwa Yesus adalah firman Allah. Tapi di sisi lain mereka juga sama siap bertegang tengkuknya menolak fakta bahwa bila ada yang mengatakan semua ucapan Yesus yang "berbau-bau" kuasa Allah, sebenarnya bukan merepresentasikan dirinya sebagai Yesus, melainkan sepenuhnya adalah sebagai penyampai firman Allah, yang dalam konteks ini, diucapkan melalui mulut Yesus! 

Perhatikan ucapan Yesus sendiri yang mereka tolak mentah-mentah ini:

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12:49-50) 

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8) 

Jadi, ketika Yesus mengucapkan kalimat semisal ini:  "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12), sebenarnya  itu bukan ucapan Yesus, melainkan Allah yang berbicara melalui mulut Yesus! 

Tentu saja begitu! Sebab sesuai dengan pengakuannya sendiri, Yesus adalah utusan Allah untuk menyampaikan segala firman-Nya khusus dan sangat terbatas hanya kepada bani Israel saja sebagaimana yang dinyatakannya
, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Sedangkan Yesus sendiri, tetap sama dan tidak pernah berobah statusnya sebagai utusan Allah seperti tertulis dalam kitab Ibrani, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya." (Ibrani 13:8)

Sepanjang hidupnya Yesus tidak pernah mendengar, apalagi mengenal bangsa-bangsa selain bangsa Israel yang kita semua tahu terdiri terdiri dari 12 suku bangsa!

Jadi, apakah Yesus mengenal bangsa Indonesia? 
Jawabnya, TIDAK!

Apakah selain menyebut 12 suku bangsa Israel, seluruh ajaran Yesus  tentang keselamatan Sorga misalnya, ada menyebut-nyebut nama bangsa Indonesia? 
Jawabnya, TIDAK!

Dan ini yang terpenting;
Apakah Yesus mengenal ajaran Paulus yang atas nama Yesus menjanjikan jaminan sorga lewat "penebusan dosa di tiang salib" ? Ternyata jawabannya juga TIDAK! 

Lantas, bagaimana nasib bangsa Indonesia yang selama ini sudah terlanjur menjadi pengikut Kristen ajaran Paulus?

Begini pesan Yesus:

[Matius 18:3]  "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga!"

[Lukas 15:7] "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan!"

Gimana?
Sudah jelas belum?

Jika belum, coba baca juga yang satu ini dan yang satu ini!

Semoga Tuhannya Yesus memberkati.

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


[Sumber: Gus mendem | Fakultas Mendemologi - ITKK]
  
** Lihat "eyel-eyelan" perihal topik ini pada origin post di sini:

Firman Itu Telah Menjadi Keledai Dan Diam Di Antara Kita

Cerita kita yang satu ini akan menjadi lebih jelas jika sudah sempat baca cerita terkait di sini, dan di sini.

Begini:
Sama seperti dijelaskan dalam Al-Quran, dalam kitab suci umat Yahudi - yang dibajak oleh para bapa gereja lalu mereka sisipkan ke dalam alkitab dan diberi nama Perjanjian Lama karena dianggap sudah kadaluwarsa - juga dijelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu cukup dengan berfirman, "JADI", maka "JADILAH" dia!

Contohnya dalam Kitab Kejadian 1:
Allah berfirman, "Jadilah Terang!", maka Terang pun jadi!
Artinya, firman Allah yang berbunyi, "Jadilah Terang!", telah berubah wujud menjadi Terang, sementara Allah sendiri tetap Allah, tidak sedikitpun berobah karenanya!

Logika yang sama juga berlaku pada firman Allah lainnya yang kemudian berobah wujud menjadi cakrawala, lautan, daratan, benda-benda penerang di cakrawala, segala macam tumbuhan, berbagai jenis hewan - termasuk keledai - dlsb, bahkan termasuk pula manusia bernama Adam dan Hawa (Baca lagi Kejadian 1 Perjanjian Lama)

YA! Firman Allah telah menjadi semua itu, atau, semua itu adalah firman Allah!
Lebih spesifik lagi, semua itu adalah makhluk ciptaan Allah yang wujud melalui firman Allah! 
Dan tentang yang satu ini, harap dicatat baik-baik:

 

Tapi di belakang hari, entah atas instruksi bapa gereja yang mana, seorang pengarang tak dikenal yang tulisannya kemudian diadopsi oleh para bapa gereja dan diberi nama injil Yohanes (agar pembaca mengira itu tulisan salahsatu murid Yesus) diam-diam membajak tulisan seorang filsuf Yahudi bernama Philo dari Alexandria dan merobah inti tulisan Philo yang memuat pemikiran-pemikiran filosofis tentang firman dan Allah dengan kesimpulan bahwa firman berasal dari Allah menjadi firman adalah Allah! (Jaman now, ini masuk dalam kategori plagiator kurang ajar namanya!).

Berbekal tulisannya ini, sang plagiator memulai karangannya dengan menuliskan hal-hal yang sama sekali asing, tidak pernah dikenal, apalagi diajarkan oleh Yesus; yaitu sebuah konsep ketuhanan beraroma pagan yang menyimpang jauh dari ajaran semua nabi, termasuk dari ajaran Yesus sendiri, bahwa:

1. Firman Allah adalah Allah
2. Yesus adalah firman Allah, jadi;
3. Yesus adalah Allah

Usaha si pengarang untuk mempengaruhi pemikiran pembacanya bahwa Yesus adalah Allah tertuang dalam awal tulisannya pada injil Yohanes Bab 1, khususnya pada ayat 1 s.d 14 di mana ada tertulis kalimat "nyeleneh" yng sebenarnya tidak perlu, begini:

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita ..... dst." yang diartikan sebagai dalil bahwa firman Allah telah berobah wujud menjadi sosok Yesus, dan karena itu Yesus adalah Allah!
Kenapa kalimat itu dianggap tidak perlu?
Karena tanpa ditulis sekalipun, cukup dengan membaca kitab Kejadian pasal 1 di atas, kita semua mengerti bahwa eksistensi Yesus versi Yohanes pasal 1 ini sama sekali tidak ada bedanya dengan eksisten semua makhluk ciptaan Allah lainnya yang juga wujud melalui firman-Nya, termasuk di antaranya Adam, Hawa, dan Keledai!
Artinya, jika pengikut Paulus memilih bertegar tengkuk memaksa kita untuk menerima dalil ketuhanan Yesus berdasarkan Yohanes 1: 14, maka konsekuensinya mereka juga harus menerima kenyataan bahwa dalil tsb sah dan valid untuk mendaulat ketuhanan Adam, Hawa, dan Keledai!
Alasannya?
Menurut Kejadian 1&2 dalam kitab mereka sendiri, di samping menjadi Yesus, firman Allah bahkan sudah lebih dulu menjadi Adam, Hawa, dan di antara milyaran makhluk lainnya, termasuk juga menjadi Keledai!
Demikian faktanya.
Tinggal pertanayaannya sekarang, apakah nalar umat ini "nyandak" sampai ke sana?

Jawabannya mudah!
Jika berdasarkan dalil-dalil di atas mereka menolak untuk menuhankan juga Adam, Hawa, dan Keledai di samping Yesus, maka jelas nalarnya tidak nyandak sampai ke sana!

Tapi seperti biasa, dengan kemampuan bernalar yang cuma segitu-gitunya itu, umat ini dipastikan akan berjibaku mati-matian membantah keniscayaan yang sudah jelas-jelas bersumber dari kitabnya sendiri ini, tapi ironisnya, cuma dengan modal ngecap ngalor-ngidul balapan lomba ngarang bebas doang!

Ya, begitulah!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


[Sumber: Catatan Lama Gus Mendem]



Memahami "Yesus Sebagai Firman"


Umat Kristen memahami bahwa firman identik dengan Yesus, sehingga Yesus pun dianggap sebagai firman yang mendaging. Untuk memahami paradigma berfikir seperti ini, tentu kita harus coba mengerti apa itu firman dan apa pula itu daging.

Firman adalah petunjuk dari Tuhan untuk dimengerti, difahami, dan dilaksanakan oleh manusia. Petunjuk ini pada gilirannya masing-masing dapat berupa lisan maupun tulisan. Sedangkan sebelum manusia mengenal tulisan, biasanya petunjuk dituangkan dalam hafalan sampai pada saatnya manusia yang paling hafal firman itu kemudian mentransfer hafalannya kepada orang lain melalui suatu proses cerita atau periwayatan.

Semua nabi, dari Adam hingga nabi Muhammad boleh dibilang adalah orang-orang yang hafal akan firman Tuhan. Jadi, jika Umat Kristen menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging tentu saja keliru. Sebab jika pahamnya memang demikian, berarti Adam, Ibrahim, Musa , Muhammad, dan lainnya juga bisa dikatakan firman yang mendaging.

Jika Yesus dianggap firman yang mendaging, maka dari kecil sampai usia 30 tahun seharusnya tidak ada kata-kata yang terucap selain firman Tuhan. Tetapi ini adalah hal yang mustahil. Selama 30 tahun kehadirannya di dunia, pasti Yesus bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya di mana konteksnya bukan sedang menyampaikan Firman! Misalnyanya Yesus sebagai seorang anak mengajak anak-anak lainnya bermain, Yesus sebagai anak kecil yang merengeek pada ibunya agar dibuatkan sesuatu, Yesus sebagai seorang pemuda meminta ijin ibunya untuk mencari kayu bakar, dan banyak ucapan-ucapannya yang bersifat manusiawi layaknya seorang manusia yang bercakap-cakap dengan manusia lain membicarakan hidup sehari-hari dan lain sebagainya. Situasi seperti ini tentu konteksnya bukan Yesus yang sedang menyampaikan Firman Tuhan!

Pemahaman terdekat Umat Kristen yang menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging adalah karena Yesus lahir dari seorang perawan dimana Yesus dianggap sebagai penjelmaan Tuhan (Roh Tuhan), dimana Kristen mempunyai dogma bahwa Firman itulah Tuhan dan sesuatu tercipta oleh firman. Pemahaman ini merupakan pemahaman terdekat dengan Filsafat Helenisme (Plato), ataupun Yahudi sendiri. Jadi Firman menciptakan firman, dimana yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dalam pemahaman Helenisme (Plato) dan (Yahudi), Firman (Tuhan) menciptakan firman (Makhluk) dengan tingkat berbeda. Dimana Tuhan sebagai Firman (God) memiliki kedudukan lebih tinggi terhadap firman (god).

Jauh sebelum Yesus lahir para pemikir filsafat semisal Plato, Philo dll berusaha mencari jalan untuk memahami hubungan antara Tuhan dan Manusia. Para pemikir sadar bahwa Tuhan itu tidak dapat di gambarkan dan diketahui jati diri-NYA. Dalam artian Tuhan itu misterius dan menciptakan dengan cara misterius pula.

Salah satu cara Tuhan dalam menciptakan sesuatu hanya dapat dimengerti oleh kalimat sebagai berikut:

Kejadian 1:3 Allah berfirman: “Jadilah terang, maka terang pun jadi.”

Dalam Al-Quran juga dikenal kalimat Kun Fayakun yang berarti: ”Jadilah, maka terjadi.” Seperti dalam ayat berikut:

"Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia." (QS 3:47)

Kalau kita perhatikan ayat Kejadian dan Al-Quran diatas, penciptaan terhadap sesuatu tercipta dengan Kalimat Allah. Kalimat Allah inilah yang kita ketahui sebagai Firman. Tetapi bagaimana untuk memahami Firman? Kristen berpendapat bahwa Firman adalah Tuhan. Tetapi jika hal ini dikaji dari Kitab Yesaya tampak sekali bahwa Firman bukanlah Tuhan tetapi Firman berasal dari Tuhan (diciptakan). Perhatikan ayat berikut:

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)

Untuk memahami ayat diatas anda bisa menganalogikan firman sebagai suara yang keluar dari mulut anda. Ketika suara itu keluar dari mulut anda maka suara itu didengar oleh orang lain. Jadi ketika anda berhenti bicara, suara anda sudah berdiri sendiri menjadi sesuatu yang bebas. Suara bukan anda dan bukan orang lain yang mendengar suara dari anda. Tetapi dalam paham ke-Tuhan-an, meski suara sudah bebas ia tetap milik Allah yang bisa melakukan sesuatu atas kehendak Allah. Karena suara Allah punya kekuatan. Seorang raja memerintah juga dengan suara, yang mana terkadang suara itu dituliskan.

Itulah sebabnya mengapa Bapa Gereja Saint Agustine memandang bahwa ayat Yohanes 1:1 “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”  merupakan kesalahan penulisan yang fatal.  Seharusnya ayat itu berbunyi sebagai berikut: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah (DARI) Allah”.

Jadi Firman adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah. Hal ini dapat kita pahami dari ayat Amsal 8:22  “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.”

Ayat di atas menerangkan bahwa permulaan berasal dari tidak ada. Menjadi ada karena diciptakan oleh Allah. Seperti Adam dan Hawa yang merupakan manusia pertama. Tetapi ada yang berpendapat bahwa kata menciptakan dalam Amsal 8:22 seharusnya diartikan “memiliki” seperti dalam Amsal 4:5 yang mana akar katanya sama-sama dari akar kata “qanah”. Katakanlah jika ini dipahami sebagai “memiliki” sekalipun, apakah lalu firman itu adalah Allah? Coba anda lihat lagi pemahaman ayat Yesaya 55:1 di atas tentang suara. Suara awalnya memang milik kita karena kitalah yang bicara pertama. Tetapi ketika kita sudah berhenti bicara, suara itu menjadi sesuatu yang bebas dimiliki dan didengar oleh orang lain.

Contoh paling mudah; anggap saja kita mengatakan "sesuatu yang buruk" tentang si Amin kepada si Iman. Sebelum kita ucapkan, maka kata-kata tentang si Amin itu sepenuhnya adalah milik kita. Tapi begitu selesai kita ucapkan, maka kata-kata kita itu praktis menjadi milik si Iman, sehingga ia bebas menyampaikan kata-kata kita itu kepada siapa saja yang ia suka, termasuk tentunya kepada si Amin. Ini jelas-jelas menunjukkan bahwa selain tinggal resiko dan tanggungjawabnya saja yang masih melekat pada kita, maka kata-kata tentang si Amin yang pada mulanya kita ucapkan kepada si Iman itu sekarang sudah bukan lagi milik kita!

Tuhan memerintah alam semesta dengan Firman. Firman dianggap sebagai penghubung antara Allah yang tidak tampak dengan kehidupan manusia yang materiil. Dan firman dalam menghubungkan antara 2 alam yang beda sering memakai perantara, misalnya para nabi atau para malaikat. Para nabi dan malaikat dianggap sebagai pembawa firman yang menghubungkan antara alam Allah dengan Alam manusia. Karena lewat keduanyalah Allah sering bercakap-cakap dengan manusia.
[Dari Pak Wedul Sherenian - Blog VILLA PUTIH]

Masih Tentang Firman Dan Yesus


Apakah firman itu? Islam memahami Firman sebagai sebuah “kata kerja” yang menggambarkan kehendak Allah. Misalnya kata: "Allah berfirman, ...."  atau "Dengan Firman segala sesuatu dijadikan oleh Allah."

Bagaimana jika ada yang berkata bahwa Firman adalah Allah? Saudara-saudara Kristen mengatakan Firman adalah Allah. Hal ini bisa kita lihat dalam pembukaan ayat Yohanes sebagai berikut:

Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. “In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “God”.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ayat diatas dipahami? Bagaimana memahami Firman sebagai Allah?

Jika ayat di atas dipahami secara apa adanya dapat disimpulkan bahwa Firman adalah Allah dan segala sesuatu terjadi karena Firman. Boleh dibilang semua yang tampak maupun yang tidak tampak adalah Firman, berarti semuanya adalah Tuhan.

Itulah sebabnya mengapa dalam pemahaman Hindu juga ditemukan bahwa segala sesuatu adalah Tuhan. Tetapi seperti halnya konsep Dewa-dewa ada Dewa yang paling kuasa dan ada Dewa yang menjadi Bawahan. Filsafat ini merupakan filsafat kuno yang juga menjadi pemahaman filsafat bagi orang Yunani kuno dan orang-orang yang sepaham dengan mereka. Bahwa pada mulanya ada Dewa yang paling kuasa, kemudian Dewa yang paling kuasa ini menciptakan Para Dewa bawahan.

Karenanya dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) istilah Anak Tuhan terasa begitu kental. Anak Tuhan sebagai tuhan kecil (t-kecil). T-uhan dan t-uhan jelas memiliki pengertian berbeda layaknya “God” dan “a god”. God adalah Tuhan itu sendiri yang Maha Pencipta sedangkan “a god” adalah sifat ketuhanan atau religiusitas yang ada pada diri seseorang. Saksi Yehowa juga memaknai Yohanes 1:1 dimana kata “Word” sebagai “a god” (The Word was a god).

Jadi dalam konsep Perjanjian Lama Tuhan berbeda dengan Firman. Layaknya dalam Islam, dalam Taurat Firman masih dipandang sebagai sesuatu yang dibuat oleh Tuhan tetapi bukan Tuhan. Lalu mengapa Yohanes bisa menuliskan ayat Yohanes 1:1 dimana Firman sebagai Allah? Yang perlu dicermati adalah apakah ayat diatas ada kesalahan penulisan kata, ataukah salah di pemahaman kalimat?

Kesalahan ini kemungkinan terjadi sejak Bible diterjemahkan dalam bahasa Barat. Kita mengetahui bahwa dalam tata bahasa barat mengenal huruf kecil dan huruf besar. Sedangkan dalam bahasa Yahudi atau Arab tidak mengenal huruf kecil dan besar. Sehingga ketika kata “Word” disandingkan dengan kata “God” bisa membuat salah pengatian. Dimana Hal ini jelas membuat pengertian yang berbeda antara “God” dan “god”. Coba perhatikan ayat diatas, ada dua kata God disana. Keduanya berhuruf G semua. Dalam kaidah Yunani seharusnya yang pertama huruf besar “G” dan yang kedua huruf kecil “g”. Mengapa?. kata God dalam “And the word was with God” adalah HO-THEOS yang berarti THE GOD. Sedangkan kata god pada kalimat “and the word was with god” adalah Ton-theos yang berarti a god (sifat ketuhanan).

Jadi dalam kalimat akhir “Firman adalah Tuhan” atau “The Word was God” seharusnya tidak diterjemahkan seperti itu. Dalam bahasa Yunani God = theos, mengindikasikan sebagai Bapa. Hal ini juga digunakan untuk menunjuk Tuhan Palsu (2 Korintus 4:4) , Tuhan-tuhan lain (1 Korintus 8:5), Orang-orang suci (Yohanes 10:34-35). Jadi akan menjadi suatu kebingungan bagaimana kita tahu kata theos itu mengacu ke siapa, apakah Bapa, Tuhan Palsu, Tuhan-tuhan lain atau manusia suci!. Sehingga Yohanes 1:1 seharusnya diterjemahkan sebagai berikut.

In the beginning was the Word, and the Word was with “the theos,” and the Word was “theos.” kata yang sama sebagai “In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “a god.”

Kata “logos atau Word” merupakan inspirasi Tuhan, kehendak tuhan, maksud Tuhan, seperti dalam ROMA:

1:19-Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
1:20-Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Jika kita memperhatikan ayat diatas jelas sekali bagaimana Allah menampakkan kuasanya yang tak bisa dipahami manusia kedalam sebuah ciptaan untuk menunjukkan kuasanya. Bahwa Tuhan mampu dan kuasa menciptakan segala sesuatu yang irasional. Jika Firman dikaji sebagai Allah sendiri dimana Allah adalah Yesus hal itu sangatlah tidak mungkin. Coba perhatikan surat Amsal berikut:

8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

Mari kita perhatikan, bahwa dalam Amsal 8:22 Tuhan memulai perkataan dengan Menciptakan. Tuhan telah menciptakan aku. Sehingga apabila Yesus dan bapa adalah satu pun harus dipahami sebagai kesatuan antara Tuhan dan ciptaan Tuhan.

Untuk memahami hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-NYA (word-logos) kita bisa memahami dari beberapa ayat dibawah in:

KEJADIAN 39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf (Word-logos), sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
KELUARAN 19:17 Lalu Musa (Word-logos) membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai ALLAH dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

Contoh yang paling nyata adalah ayat dalam “Wisdom of Solomon” yang dianggap Apokrifa dan ditolak oleh Kristen Modern dimana mengatakan sebagai berikut: Oh Tuhan dari ayahku dan Raja belas kasih yang telah membuat segala sesuatu dengan Firman “O God of my fathers and Lord of mercy who hast made all things by thy word (logos)…”

Dari keterangan ini dapat dipahami bagaimana Yesus diposisikan sebagai Firman. Yesus sebagai personifikasi dari kehendak Tuhan.

Dalam Kolose 1:15 Dikatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.

Juga dalam Yohanes 14:9, Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;  Hal ini sama saja ketika Allah menggambarkan kehendaknya pada Yusuf dan Musa seperti ayat diatas.

Lihatlah ayat dibawah ini dimana pada ayat-ayat ini memiliki kata “pada mulanya/permulaan/awal” yang maknanya hampir sama:

Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman (Word);
Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Markus 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Yohanes 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

Jika kita perhatikan, masing-masing penulis menggunakan kata “pada mulanya ~ permulaan ~ dari semula ” dengan konteks yang berbeda-beda.

Dalam konteks Yohanes 1:1 kata “pada mulanya” dipakai sebagai konteks bahwa alam semsesta dibentuk dengan Firman Tuhan. Jadi, pada mulanya adalah Tuhan. Tuhan ingin menciptakan alam semesta. Dalam menciipta alam semesta Tuhan menggunakan Firman.

Lalu, apakah sebenanya Firman itu? Firman adalah Hasrat Tuhan, Keinginan, Ide, Gagasan, dan hal-hal lain yang menyerupai itu.


[Dari Pak Wedul Sherenian - Blog VILLA PUTIH]