Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Sorga Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sorga Yesus. Tampilkan semua postingan

Taubat adalah jalan lurus menuju sorga yang dijanjikan oleh Yesus


TAHUKAH KALIAN APA ARTI TAUBAT MENURUT YESUS?

Begini:
Bertaubat dalam bahasa sehari-hari Yesus, yaitu Ibrani dan Aramik, artinya adalah menyadari kesalahan dan dosa-dosa diri sendiri dan merasa menyesal akan segala perbuatan tsb, lalu dengan sungguh-sungguh memohon kepada Allah agar dosa-dosanya diampuni, untuk selanjutnya tidak akan pernah lagi mengulangi perbuatan dosa yang sama.

Barangsiapa melakukan hal ini dengan sepenuh hati, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan dia akan menjadi suci seperti anak kecil lagi.

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." —1Yohanes 1:9

Dengan menjadi suci seperti anak kecil, maka sesuai dengan janji Yesus, siapapun yang bertaubat dipastikan akan kekal sebagai penghuni kerajaan Sorga. Sementara yang degil, yang tidak menuruti ajaran Yesus agar bertaubat dari dosa besar mensekutukan Allah, JANGAN HARAP akan masuk sorga!
Ini jaminan sekaligus warning dari Yesus;
"Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. —Matius 18:3

Tahukah kalian apa arti dari pengajaran Yesus ini?
YESUS TIDAK PERNAH MENGENAL, APALAGI MENGAJARKAN DOKTRIN PENEBUSAN DOSA DI TIANG SALIB!
Penebusan dosa di tiang salib bukan ajaran Yesus, akan tetapi bualan Paulus dan seluruh kroninya yang sangat jauh menyimpang dari ajaran pokok dan jaminan keselamatan dari Yesus sendiri!
Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus tidak pernah menjadikan dosa siapapun sebagai objek transaksi dengan siapapun, kecuali pada saatnya kelak, akan diperhitungkan adengan masing-masing pelakunya sendiri!
"Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya." —Yehezkiel 18:20
Jadi, tunggu apa lagi dik?
Segeralah bertaubat sebelum segalanya menjadi terlambat!
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Ketahuilah! Dosa Tidak Dapat Ditebus Kecuali Dihapus Melalui Jalan Taubat!



Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus adalah Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sekaligus Maha Berkuasa 

DIA berkuasa penuh untuk mengampuni dosa siapa pun, termasuk dosa seluruh umat manusia ciptaan-Nya sendiri cukup dengan satu kata saja; "DOSAMU SUDAH KUAMPUNI!" maka selesailah urusan dosa kita semua!
Jadi, untuk apa DIA harus bersusah payah MENYAMAR menjadi manusia? Untuk apa pula Dia harus menghabiskan waktu 9 bulan lamanya terkurung di dalam rahim seorang anak manusia bernama Maria, kemudian lahir melalui liang yang dinajiskan-Nya sendiri?

Tuhan model apa yang menyusu ke indungnya yang manusia sampai tiba waktunya disapih, lalu setiap hari diberi makan, diasuh dan dibesarkan dengan cara tidak sedikitpun berbeda dengan anak-anak manusia lainnya? 

Lalu, kemana saja DIA hidup tidak jelas selama 18 tahun sebelum menghabiskan waktu selama 3 tahun mengabarkan injil -- khusus dan terbatas -- hanya untuk bangsa Israel saja, padahal manusia ciptaan-Nya bukan hanya bangsa Israel tapi seluruh bangsa-bangsa di dunia yang lebih luas lagi? 

Dan yang paling konyol, untuk apa penyamarannya harus berakhir tragis dengan cara MATI KONYOL terpancang di tiang salib demi sebuah dogma tidak masuk akal bernama PENEBUSAN DOSA?
INGAT!
Allah kita Mahabesar dan Mahakuasa!
Allah bukan makhluk sangat lemah seperti yang kalian gambarkan melalui sosok Yesus di tiang salib!

Ngerti dik?

Tentang Bayi, Anak Kecil, Dosa, dan Taubat

TENTANG BAYI, ANAK KECIL, DOSA, DAN TAUBAT

Al-Quran dan hadits menegaskan bahwa Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang -- yakni satu-satunya Tuhan atas seluruh jagad raya beserta isinya ini -- menjamin bahwa setiap bayi adalah suci, tidak satu iota pun terpapar oleh dosa, dan karenanya bila meninggal, DIJAMIN PASTI MASUK SORGA!

Setiap bayi, yang tumbuh menjadi anak kecil , apabila meninggal sebelum masa baligh (buat umat Paulus: cari sendiri apa arti baligh), juga DIJAMIN PASTI MASUK SORGA!

Sedangkan orang-orang yang bertaubat (berdasarkan terminologi para nabi dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia menurut KBBI), yakni mereka yang menyadari kesalahan dan dosa-dosanya lalu dengan sungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah kemudian meninggalkan sepenuhnya segala kesalahanya yang pernah diperbuatnya, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya sehingga ia menjadi suci seperti bayi dan anak kecil lagi, dan apabila meninggal setelah perbertaubatannya, niscaya DIJAMIN PASTI MASUK SORGA!

Contoh bertaubat yang paling "klop" untuk menggambarkan ini adalah mereka yang tadinya "tersesat" menyembah aliansi 3 tuhan bergelar trinitas, kemudian "kembali" ke dalam pelukan Islam dengan cara bertaubat dan bersyahadat.

Dalam salahsatu hadits Qudsi, Allah, Tuhannya Yesus Kristus, menegaskan:

“Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas RA, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

Referensi: QS 7:172, QS. 30:30 dan HR Bukhari 1296, tentang semua bayi terlahir muslim ~ Mutafaqun Alaih.
Demikian Allah melalui Rasulullah shallallahu alayhi wa salam mengajarkannya.

DAN TAHUKAH KALIAN?
TERNYATA Hal serupa juga diajarkan oleh nabi Allah yang diutus untuk menyelamatkan bani Israel (saja) dari siksa neraka; yakni Yesus alayhisalam, dan tercatat selengkapnya begini:

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertaubat dan menjadi seperti anak kecil ini,, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga."  (Matius 18:1-3)
 

Lalu, SIAPAKAH pemilik sorga yang sesungguhnya?

Yesus menegaskannya sekali lagi,
"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah." (Markus 10:14) 

Jelas ya?
Yang akan menjadi pemilik dan penguasa sorga Allah adalah bayi, anak kecil, dan orang-orang yang bertaubat!

BEGINI FAKTA ALKITABIYAHNYA!
Selama hidupnya Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa dosa manusia dapat ditebus dengan jalan menumbalkan dirinya di tiang salib, kecuali akan dihapus (oleh Bapa) melalui jalan pertaubatan!

Tapi INGAT!
Taubat yang dimaksud oleh Yesus BUKAN seperti yang diajarkan menurut doktrin gereja, melainkan berdasarkan firman Allah seperti dituliskan pada kidung-kidung pujian Raja Daud dalam kitab Mazmurnya, dan yang ditegaskan sekali lagi oleh Yesus sendiri ini:

Allah selalu menunggu untuk mengampuni kesalahan siapa saja yang bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya.

"Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu." (Mazmur 86:5).

Daud, penulis Mazmur, tidak pernah berharap dosanya akan diampuni oleh Allah melalui penebusan dosa, tapi hanya melalui permohonan dan doa.

"Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar." (Mazmur 51:3). 

Bagaimanakah Mazmur menggambarkan maha besarnya belas kasihan Allah?

"Tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita." (Mazmur 103:11-12).

Apakah yang dijanjikan oleh Yesus bagi orang-orang yang bertobat dan mengaku akan dosa-dosa mereka?

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1Yohanes 1:9).

Akankah Allah mengampuni dosa seseorang jika dia sendiri tidak mengampuni kesalahan sesamanya?

"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).

Dengan demikian, mumpung belum keburu sekarat, lalu mati dan langsung ditendang ke neraka, bersyukurlah! Sebab sampai hari ini pun kalian masih diberi kesempatan oleh Allah, Tuhannya Yesus, untuk mermilih:

Meyakini doktrin yang TIDAK PERNAH diajarkan oleh Yesus dengan resiko TIDAK AKAN PERNAH masuk sorga, atau segera BERTAUBAT sesuai dengan ajaran Yesus dan DIJAMIN masuk sorga?

KOPI dik!
KOPIKIRLAH sendiri sana!

Dosa tidak dapat ditebus, apalagi melalui angan-angan koplak para bapak moyang gereja yang membuat kalian meyakini keniscayaan doktrin melawan akal dan melawan ajaran dalam kitab kalian sendiri bahwa Allah telah menumbalkan anak manusia bernama Yesus Kristus untuk mati terkutuk di tiang salib guna menebus dosa-dosa kalian!


Jadi, segeralah BERTAUBAT!
Segera tinggalkan ajaran Syirk & Musyrik yang menyebabkan kalian menjadi KAFIR!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Syarat masuk sorga menurut ajaran Yesus


Kita sudah tahu perbedaan paling prinsipil antara pengikut Yesus dan pengikut Paulus, bukan?
Pengikut Yesus adalah mereka yang menyembah Tuhan yang disembah oleh Yesus, sedangkan pengikut Paulus adalah mereka yang menyembah Yesus!

Nah, karena menyembah Yesus, maka umat Kristen - yang mengira diri mereka adalah pengikut Yesus - harus tahu diri dan sadar sepenuhnya bahwa sesungguhnya mereka bukan pengikut Yesus melainkan pengikut Paulus.

Kenapa?
Karena pertama;  nama "Kristen" dengan segala attributnya adalah hasil jerih payah Paulus selama "menginjil" di Anthiokia, sedangkan kedua; Yesus tidak pernah mengenal kata "Kristen", dan yang paling jelas, tidak pernah mengajarkan penuhanan terhadap dirinya dan Roh Kudus, apalagi sampai disejajarkan dengan Bapa dalam formasi Aliansi Tiga Tuhan bergelar "Tritunggal." 

Bukti yang sekilas terlihat remeh namun sesungguhnya sangat fundamental tentang ini bisa sama-sama kita lihat dari pengakuan rata-rata umat Kristen yang dengan sangat percaya diri menyatakan bahwa Kristen Bukan Agama. Alasannya, yang menyelamatkan kami adalah iman kepada Yesus, bukan agama!

Padahal salahsatu ajaran pokok Yesus kepada pengikutnya yang tercatat dalam Matius 5:20 menegaskan begini:
"Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga."
Ini jelas merupakan syarat dari Yesus kepada siapapun yang mengaku sebagai pengikutnya, bahwa jika menginginkan sorga  maka harus menjalani kehidupan beragama lebih benar dari ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Tapi apa kata umat Kristen yang mengira diri mereka sebagai pengikut Yesus tadi?
"KRISTEN BUKAN AGAMA!" Dan sebagai konsekuensinya, tentu saja seluruh umat Kristen adalah manusia-manusia yang secara sadar mengaku, "TIDAK BERAGAMA!"
Nah, sampai di sini coba anda pikir sendiri; bagaimana umat ini akan menjalani kehidupan beragama jika agama saja tidak punya? Lebih celaka lagi, bagaimana mungkin umat ini masih demikian percaya diri mengira jika mati nanti pasti masuk sorga yang dijanjikan oleh Yesus, padahal syarat utama untuk masuk sorga harus beragama?

Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena dalil di atas sudah menjelaskan sendiri bahwa siapapun yang hari gini masih mengaku sebagai umat Kristen, sudah dipastikan oleh Yesus sendiri tidak akan pernah masuk kerajaan sorga!

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Yesus Tidak Pernah Mengajarkan Doktrin Penebusan Dosa


Menurut keyakinan umat Kristen, Yesus terlahir untuk menebus dosa yang pernah dilakukan oleh Adam as, menurut keyakinan tersebut, bila dosa yang dilakukan oleh Adam tidak ditebus, maka semua anak keturunan Adam as akan celaka, binasa dan berujung di neraka, artinya, menurut keyakinan tersebut, Yesus dilahirkan untuk menyelamatkan manusia dari akibat dosa yang pernah dilakukan oleh Adam.

Kita pernah membahas ketidak-mungkinan Yesus dijadikan korban penebusan dosa oleh karena menurut Bible sendiri, Yesus menikah [lihat rujukan di kaki halaman] dan secara tidak langsung telah mengaku berdosa, di mana menurut doktrin tersebut, syarat sebagai penebus dosa haruslah seorang yang terbebas dari dosa dan tidak menikah.

Bila Yesus tidak memenuhi syarat sebagai korban penebus dosa, sementara doktrin penebusan dosa harus tetap berjalan, maka kuat indikasinya ajaran penebusan dosa hanyalah kebohongan belaka dan hanya berupa doktrin yang harus diyakini begitu saja tanpa bersumber pada kebenaran fakta dan dalil.

Dan adanya kemiripan doktrin korban penebusan dosa dalam Kristen dengan korban persembahan nyawa kepada dewa-dewa oleh orang-orang pagan/musyrik, melahirkan dugaan bahwa doktrin penebusan dosa dalam Kristen bukanlah ajaran yang bersumber dari Allah atau Yesus, melainkan adopsi dari ajaran para penyembah berhala dan orang-orang musyrik.

Berangkat dari adanya indikasi kebohongan doktrin penebusan dosa dan adanya dugaan ajaran korban penebusan dosa sebagai hasil adopsi dari ajaran para penyembah berhala, maka tidak berlebihan bila dipertanyakan:

Pernahkah Yesus mengajarkan penebusan dosa?
Bagi umat Kristen, meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah sertifikat bagi keselamatan manusia keturunan Adam as agar terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka kelak. Meyakini Yesus sebagai korban penebusan dosa adalah satu paket dengan meyakini Yesus telah menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib, hanya dengan keyakinan semacam itulah yang akan menjadikan Yesus sebagai juru selamat bagi mereka.

Secara ringkas, umat Kristen harus yakin, agar manusia dapat terhindar dari kebinasaan kekal di dalam neraka haruslah meyakini Yesus terlahir ke dunia ini sebagai juru selamat dengan menebus dosa yang diwarisan oleh Adam as kepada anak cucunya dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Karena hal tersebut menyangkut kehidupan yang kekal nanti setelah hari kiamat, yaitu kekal di dalam neraka atau kekal di dalam sorga, maka harus dapat dipastikan oleh umat Kristiani, benarkah Yesus menjamin keselamatan manusia dengan meyakini dirinya sebagai korban penebusan dosa?

Seperti halnya dengan sebuah jaminan lainnya, misal, bisa saja sebuah BANK mengatakan atau mendoktrin nasabahnya bahwa para nasabah di BANK tersebut segala resiko yang akan terjadi pada dananya, akan di jamin oleh pemerintah, sehingga tidak perlu kuatir akan keselamatan dananya.

Apakah nasabah boleh percaya begitu saja dengan jaminan tersebut agar hatinya tentram? Tentu saja tidak! Agar nasabah dapat yakin dengan seyakin-yakinnya, bukan yakin karena rayuan dan kelihaian para sales BANK, maka para nasabah harus memperoleh pernyataan jaminan yang betul-betul dari pemerintah, bila memang ada pernyataan tersebut, barulah para nasabah tersebut boleh merasa tentram dengan kepercayaannya kepada BANK tempat dia menabung, bila tidak, maka keyakinanannya adalah keyakinan semu yang terbentuk hanya karena rayuan sang sales BANK.

Begitu juga dengan umat Kristen, karena meyakini Yesus sebagai juru selamat dengan menebus dosa warisan dan mati di tiang salib menyangkut hal yang yang sangat luar biasa besarnya yaitu tentang kehidupan akhir yang kekal berada di dalam sorga atau di dalam neraka dan tidak dapat kembali lagi ke dunia fana ini untuk memperbaiki keyakinannya, maka sudah sepaatutnya diperlukan jaminan langsung dari Yesus atau Allah yang menyatakan Yesus adalah juru selamat bagi manusia yang percaya Yesus terlahir ke dunia adalah untuk menebus dosa dengan menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Adakah jaminan tersebut sehingga manusia harus percaya dan yakin?
Dari penelusuran ALKITAB, ternyata sejak zaman Adam as hingga zaman sebelum kelahiran Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari para nabi dan orang-orang suci tentang adanya dosa warisan dan adanya keharusan untuk menebusnya, begitu juga pada masa mulai kelahiran Yesus dan dakwah Yesus, tidak seorangpun yang menerima pengajaran dari Yesus tentang adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, ajaran tersebut baru ada jauh setelah masa dakwah Yesus.

Ajaran dan doktrin penebusan dosa, nampaknya sebagai sinkritisme/gabungan dari ajaran orang-orang musyrik penyembah berhala dengan peristiwa penyaliban yang diyakini mereka sebagai penyaliban Yesus, di mana orang-orang musyrik telah mempunyai ajaran yang harus menyerahkan korban tebusan kepada dewa agar mereka selamat dari bencana alam dan mendapat berkah dari alam, kemudian mereka melihat sosok Yesus yang menurut informasi yang mereka terima Yesus telah mati di tiang salib, dan Yesus adalah orang suci yang tidak pernah berdosa dan tidak pernah menikah sehingga sosok Yesus adalah sosok yang paling pantas sebagai korban persembahan kepada dewa. Maka lahir ajaran baru ten-tang keselamatan manusia yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Maka tidak heran bila hari Natal umat Kristiani justru tepat pada hari kelahiran dewa matahari dan jauh dengan tanggal kelahiran Yesus.

Keselamatan Menurut Yesus
Sebelum masa dakwah Yesus yaitu yang oleh orang-orang Kristen disebut sebagai zaman Taurat, orang-orang zaman Taurat mengenal ajaran keselamatan adalah dengan mempercayai Allah sebagai Tuhan satu-satunya, sebagai juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus satu-satunya.

[Yesaya 45:21] " ... Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!"

[Yesaya 49:26] " … supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.“

[Hosea 13:4] " … tetapi Aku adalah Tuhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.

Mereka sama sekali tidak pernah diajarkan ten-tang penebusan dosa Adam as. untuk memperoleh keselamatan dan sama sekali tidak pernah di ajarkan tentang adanya dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam. 

Satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan meyakini bahwa Allah adalah tuhan satu-satunya, juru selamat satu-satunya dan sebagai penebus dosa satu-satunya atau sebagai Tuhan yang Maha pemgampun satu-satunya.

Mereka juga diajarkan bahwa dosa tidak diwariskan anak keturunannya, dan mereka diajarkan bahwa untuk menebus itu semua mereka harus bertaubat.

[Yehezkial 18:20] Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

[Yehezkial 18:21] Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

[Yehezkial 18:22] Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

[Yehezkial 18:23] Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

Seperti itu juga ajaran keselamatan yang diajarkan oleh Yesus kepada kaumnya. Yesus sama sekali tidak pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya, sehingga Yesus sama sekali tidak mengajarkan dirinya terlahir ke dunia ini untuk menebus dosa dan harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Dalam Injil yang dikarang oleh Markus pasal 10:17-19 dikisahkan seseorang bertanya kepada Yesus:

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:

Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”


Ajaran Yesus tentang keselamatan tersebut sangat jelas, gamblang dan tidak memerlukan penafsiran bahwa untuk mencapai keselamatan seseorang harus harus mentaati hukum Taurat, Yesus sama sekali tidak menyinggung apalagi mengajarkan secara nyata bahwa keselamatan dapat dicapai dengan meyakini Yesus sebagai korban penebus dosa yang menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib.

Di dalam Injil yang dikarang oleh Yohanes pasal 17:3, dikisahkan bahwa untuk memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga, seseorang harus mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar dan mengimani Yesus sebagai utusannya, juga tidak disinggung sedikitpun harus meyakini Yesus terlahir sebagai penebus dosa dan juga adanya dosa warisan, begitupun juga dalam Injil karangan-karangan lainnya.

Dalam masa-masa akhir dakwah Yesus, Injil karangan Yohanes pasal 17:6 dikisahkan Yesus bermunajat kepada Allah:

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepaa-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Artinya, Yesus telah mengajarkan seluruh dari apa yang telah difirmankan oleh Allah kepada Yesus, dan tidak satupun Injil yang mencatat bahwa Yesus pernah mengajarkan adanya dosa warisan dan keharusan menebusnya dan mengajarkan dirinya sebagai korban penebusan dosa tersebut, yang ada, dan menjadi dasar semua ajaran Yesus adalah perintah kepada kaumnya untuk mematuhi Firman Allah! 

Bila demikian adanya, berarti keyakinan Yesus terlahir ke dunia ini sebagai korban penebusan dosa warisan yang pernah dilakukan oleh Adam as yang harus menyerahkan nyawanya dan mati di tiang salib adalah keyakinan yang terbentuk oleh kelihaian para misionaris seperti layaknya para sales BANK yang lihai meyakinkan nasabahnya bahwa semua dananya dijamin oleh pemerintah, padahal tidak ada bukti pernyataan langsung dari pemerintah yang menjaminnya. Ujungnya, ternyata seperti kasus BANK "GJ" di Bandung yang berhasil mengelabuhi banyak nasabah dan mengambil keuntungan darinya sementara yang diperoleh para nasabah hanyalah penyesalan belaka!

Kalau memang Yesus betul-betul menjamin keselamatan manusia dari kebinasaan kekal di dalam neraka dengan percaya Yesus sebagai korban penebusan dosa, semestinya ada pernyataan langsung dari Yesus sebagai penjaminnya, bukan dari orang lain, apalagi orang lain itu bukan murid Yesus dan hanya mengaku-ngaku pernah ditemui Yesus dalam bentuk Roh, atau cahaya terang, jauh setelah Yesus tidak ada di bumi. 

Apakah harus menunggu tiba di akhirat dulu untuk membuktikan kebenaran tentang adanya jaminan tersebut?




BACA JUGA: