Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Hadits (Palsu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits (Palsu). Tampilkan semua postingan

Hadits Bathil Gubahan Misionaris Kristen - Bagian 1

Berikut adalah sebagian dari sekian banyak hadits-hadits palsu "hasil rekayasa" kaum kuffar yang mereka lakukan dengan cara mengedit ayat-ayat hadits asli, bahkan mengarang sendiri apa yang kemudian mereka katakan sebagai hadits Rasulullah Saw. 

Selama bertahun-tahun ini menjadi bagian penting dari materi propaganda misionari mereka yang terus menerus disebarkan ke ruang-ruang forum dialog lintas iman di internet, dan bagaikan virus rabies, tampaknya cukup berhasil mengkontaminasi tidak sedikit otak laskar kristus odong-odong yang bagaikan penderita rabies parah, berlomba-lomba pula menyebarkannya ke hadapan kita tanpa sedikit pun bekal ilmu pengetahuan tentang hadits!

Kita langsung saja. 

1. URAT NADI MUHAMMAD PUTUS KARENA RACUN KHAIBAR 
Shahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713
Dikisahkan oleh Aisha: Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”

Hadits aslinya:
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar Telah menceritakan kepada kami Gundar Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sa’ad dari Urwah dari Aisyah dia berkata; Aku pernah mendengar bahwa seorang nabi tidak akan meninggal hingga dia di suruh memilih antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Kemudian ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman. Aisyah berkata; Aku mengira pada waktu itulah beliau diberi pilihan.[HR. Bukhari Vol 44, Buku 427 No. 4081] 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin Hausyab Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari Bapaknya dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang nabi sakit kecuali akan diberi pilihan antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman. Maka aku tahu bahwa waktu itu beliau sedang diberi pilihan.[HR. Bukhari Vol 45, Buku 107 No. 4220]

2. AISYA MASIH BERMAIN BONEKA KETIKA DINIKAHI OLEH MUHAMMAD
Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha: Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) [Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13]

Hadits aslinya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Ayahnya dari Aisyah radliallahu ‘anha dia berkata; Aku pernah bermain bersama anak-anak perempuan di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan aku juga mempunyai teman-teman yang biasa bermain denganku, apabila Rasulullah shallaallahu’alaihi wa sallam masuk, mereka bersembunyi dari beliau. Sehingga beliau memanggil mereka supaya bermain bersamaku. [HR Bukhari Vol 58, Buku 153 No. 5665] 

3. TIDAK ADA BUKTI MUHAMMAD PERNAH DIKHITAN
Tuduhan tsb sepenuhnya "asbun", sebab tentang khitan Rasulullah saw cukup jelas disebutkan dalam salahsatu hadits sbb: 

Rasulullah SAW bersabda: Diantara kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepadaku adalah, aku dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan, karena itu tidak ada orang yang melihat aurat/kemaluanku. [HR. Al- Thabrani, Abu Nuaym, al Khatib dan ibn Asakir (diriwayatkan dari Ibn Abbas, Ibn Umar, Anas, Abu Hurairah. menurut Diya al Maqdisi, hadits ini shahih. Al Hakim selain menilai shahih, juga mengatakan mutawatir) Lihat Al-Khasa is Al-kubra, Jlid.1, hal. 90-91]. Lihat juga tulisan terkait di sini.

4. NAFAS (NYAWA) MUHAMMAD ADA DI TANGAN ISA IBN MARYAM
Mutiara Hadits 2002 jilid III No.152
Muhammad Berkata; "Nafsihi bi yadihi Isabnu Maryama!" Artinya, "Nafasku ada di tangan Isa Putra Mariam"

Rasulullah tidak pernah mengucapkan kalimat demikian, tetapi yang benar adalah begini:
Dari Annas ra bahwasanya ada seorang yang datang kepada Rasulullah saw dan berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku tidak bisa masuk surga karena mukaku yang jelek dan hitam ini?“ tanya seseorang.

Laa walladzi nafsi bi yadhi, maa aiganta bi rabbika wa aamanta bimaa jaa’a bihi rasuluhu. "Tidak! Demi ALLAH yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, selama kau yakin pada Tuhanmu dan percaya pada ajaran Rasul-Nya,” jawab Rasulullah saw.

5. MUHAMMAD DIRACUN PEREMPUAN YAHUDI SEHINGGA MENDERITA SELAMA BERTAHUN-TAHUN SEBELUM MATI
Sahih Al-Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713
Muhamad diracun oleh perempuan Yahudi sehingga menderita selama bertahun-tahun sebelum mati. 

Hadits yang benar tentang kisah wanita Yahudi yang coba meracuni Nabi adalah sbb:
Dikisahkan oleh Anas bin Malik: Seorang wanita Yahudi membawa daging domba (masak) beracun untuk sang Nabi yang lalu memakannya. Wanita itu lalu dihadapkan kepada Muhammad dan Muhammad ditanyai pengikutnya, “Haruskah kita bunuh dia?” Dia berkata, ”Tidak” Aku terus mengamati akibat racun itu di mulut Rasul Allah. [HR. Bukhari 3.786]

Dikisahkan oleh Abu Hurairah: Ketika Khaibar dikalahkan, sup domba beracun disuguhkan pada sang Nabi (SAW) sebagai hadiah (dari orang-orang Yahudi). Sang Nabi memerintah, ”Kumpulkan semua orang Yahudi yang ada di sini, berdiri di hadapanku.” Orang-orang Yahudi dikumpulkan dan sang Nabi berkata (pada mereka), ”Aku akan bertanya pada kalian. Maukah kalian menjawab dengan jujur?” Mereka berkata, ”Ya.” Sang Nabi bertanya, ”Siapakah ayah kalian?” Mereka menjawab, ”Ini dan itu” Dia berkata, ”Kalian bohong, ayah kalian bukan ini dan itu.” Mereka berkata, ”Kau benar.” Dia berkata, ”Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, ”Ya, wahai Abu Al-Qasim, dan jika kami harus berbohong, kau dapat menyadari kebohongan kami seperti tadi kau telah ketahui tentang ayah kami.” Lalu dia bertanya, ”Siapakah yang akan masuk neraka?” Mereka berkata, ”Kami akan berada di neraka untuk jangka waktu sebentar, dan setelah itu kau akan mengganti posisi kami.” Sang Nabi berkata, ”Kalian dikutuk dan dihina di neraka! Demi Allah, kami tidak akan pernah mengganti posisi kalian di neraka.” Lalu dia bertanya, ”Maukah kalian menjawab jujur jika aku tanya sesuatu?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Abu Al-Qasim.” Dia bertanya, ”Apakah kau telah meracuni sup domba ini?” Mereka menjawab, ”Ya.” Dia bertanya, ”Mengapa kalian lakukan itu?” Mereka menjawab, “Kami ingin tahu engkau pembohong atau bukan dan jika engkau memang pembohong, kami akan menyingkirkanmu, dan jika engkau memang seorang nabi, maka racun itu tidak akan mempan pada dirimu.” [Hadits Sahih Bukhari 4, Buku 53, No. 394]

Sebenarnya seorang wanita Yahudi menyajikan (daging) kambing beracun kepada Rasul Allah. Beliau mengambil sedikit daging, memasukannya ke dalam mulutnya, mengunyahnya dan lalu memuntahkannya. Lalu dia berkata kepada para pengikutnya: “Berhenti! Sungguh, kaki domba ini berkata padaku bahwa dia telah diracuni.” Lalu dia meminta wanita Yahudi itu dipanggil dan dia bertanya padanya, “Apa yang menyebabkanmu melakukan hal itu?” Dia menjawab, ”Aku ingin tahu apakah engkau benar-benar seorang nabi; jika memang benar maka Allah tentunya akan memberitahu dirimu, dan jika engkau ternyata berbohong maka aku akan dapat membebaskan kaumku dari dirimu.” [Dari Ibn Sa’d halaman 249]

Ketika Rasul Allah beristirahat dari pekerjaannya, Zaynab bt. Al-Harith, istri dari Sallam bin Mishkam, menyajikan baginya sebuah daging domba bakar. Dia telah bertanya sebelumnya bagian domba manakah yang paling disukai Rasul Allah dan diberitahu bagian kaki depannya. Lalu dia membubuhi bagian itu dengan racun, dan dia juga meracuni bagian lainnya. Setelah itu dia menghidangkan daging itu. Ketika daging itu disajikan di hadapan Rasul Allah, dia mengambil bagian kaki depannya dan mengunyah sebagian kecil, tapi tidak ditelannya. Di sebelah dia terdapat Bishr bin Al-Bara bin Marur yang seperti Rasul Allah juga mengambil bagian daging itu. Akan tetapi Bishr menelan daging itu ketika sang Rasul Allah memuntahkan daging dan berkata, “Tulang ini memberitahu diriku bahwa ia diracuni.” Dia bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan ini?” Wanita itu menjawab, “Bagaimana kau telah memperlakukan kaumku sudah nyata di hadapanmu. Jadi aku berkata, “Jika dia memang benar-benar nabi, maka dia akan diberitahu; tapi jika dia seorang raja, maka aku akan dapat menyingkirkannya.”  Sang Nabi mengampuninya. Bishr mati karena daging yang dimakannya. [Dari Tabari Volume 8, halaman 123, 124]

6. MUHAMMAD MENYUKAI PERAWAN-PERAWAN CILIK 
Sahih Bukhari. 62. No. 17
Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasulullah berkata kepada saya, “Wanita tipe seperti apa yang kamu nikahi?” Saya menjawab. “Saya telah menikahi seorang ibu muda”. Dia (Rasulullah) berkata, “Kenapa? Apakah kamu tidak menyukai perawan-perawan cilik sehingga bisa meraba-raba mereka? Jabir juga berkata: Rasullulah berkata, “Kenapa kamu tidak menikahi seorang gadis belia sehingga kamu bisa bermain-main dengan dia dan dia bermain-main dengan kamu?”

Hadits hasil editing di atas berasal dari hadits asli sebagai berikut:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah dari Wahab bin Kaisan dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhu berkata: Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu peperangan lalu untaku berjalan lambat hingga aku kelelahan. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menemuiku. Jabir berkata: Aku katakan kepada Beliau (setelah bertanya kepadaku): Iya. Beliau bertanya: Apa sebabnya? Aku katakan: Untaku berjalan sangat lambat hingga aku kelelahan dan tertinggal. Kemudian Beliau berhenti turun dan memukul untaku dengan tongkat Beliau lalu berkata: Kendarailah. Maka aku mengendarainya. Sungguh aku melihat unta itu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bertanya kepadaku: Apakah kamu sudah menikah? Aku jawab: Sudah. Beliau bertanya lagi: Dengan seorang gadis atau janda? Aku jawab: Janda. Beliau berkata: Mengapa tidak dengan seorang gadis sehingga kamu dapat bersenda gurau dengannya dan dia bisa bersenda gurau denganmu. Aku katakan: Sesungguhnya aku punya saudara-saudara perempuan. Aku ingin jika aku menikahi seorang wanita dia adalah orang yang akan tetap dapat menyatukan saudara-saudara perempuanku itu, menyisir dan membimbing mereka. Beliau berkata: Sungguh kamu sudah terlambat maka jika kamu bisa mendahului maka kamu akan menjadi orang yang hebat. Kemudian Beliau berkata: Apakah kamu akan menjual untamu? Aku jawab: Ya. Maka Beliau membeli untaku dengan satu ‘uqiyah, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba sebelum aku tiba, aku tiba setelah tengah hari. Lalu kami datang ke masjid dan aku dapati Beliau di pintu masjid, lalu Beliau berkata: Baru sekarang kamu tiba? Aku jawab: Ya. Maka beliau berkata: Biarkanlah untamu itu. Maka Beliau masuk ke dalam masjid lalu shalat dua raka’at, dan akupun masuk ke masjid lalu shalat. Kemudian Beliau memerintahkan Bilal untuk menimbang baginya satu ‘uqiyah. Lalu Bilal menimbang satu ‘uqiyah untukku dengan timbangan yang akurat. Kemudian aku pergi hingga berpaling meninggalkan Beliau. Kemudian Beliau berkata: Panggilah Jabir untuk menemuiku. Aku katakan: Sekarang Beliau mengembalikan unta itu kepadaku padahal tidak ada yang lebih aku benci kecuali unta itu. Beliau berkata: Ambillah untamu dan harga jualnya tetap buatmu. [HR. Bukhari Vol 18, Buku 50 No.1955].

7. MUHAMMAD SERING MENGENAKAN PAKAIAN WANITA
Sahih Muslim, number 4415
4415 صحيح مسلم
صحيح البخاري .. كتاب الهبة و فضلها و التحريض عليها .. باب من أهدى إلى صاحبه و تحرى بعض نسائه دون بعض
فدار إليها فكلمته فقال لها لا تؤذيني في عائشة فإن الوحي لم يأتني وأنا في ثوب امرأة إلا عائشة
“So he turned to her so she talked to him so he said: do not hurt me in Aisha, because the revelation did not come to me when I am in the dress of any other woman except with I am in the dress of Aisha.” [Lihat: www.hadith.al-islam.com]

Hadits ini panjang, tapi kita petik substansi-nya saja:
“Lalu dia (Muhammad) berpaling pada Aisha agar aisha berbicara padanya, lalu dia berkata: Jangan sakiti aku Aisha, karena wahyu tidak datang padaku ketika aku memakai pakaian wanita lain kecuali memakai pakaianmu Aisha.”

Mungkinkah Muhammad mengidap kelaian transvestite?
Jawabannya, TIDAK! Nauzubillahi Minzaliq!

Sebab beginilah hadits yang sebenarnya:
Aisyah berkata: Kaum muslimin selalu menunggu datangnya hariku untuk memberikan hadiah mereka kepada Nabi. Maka para maduku berkumpul dikediaman Ummu Salamah (untuk merundingkannya), mereka berkata:”Wahai Ummu Salamah, kaum muslimin selalu menunggu datangnya Aisyah untuk memberikan hadiah mereka pada Rasulullah, tentu tidak hanya Aisyah saja yang menginginkannya, melainkan kita semua juga sama sepertinya. Oleh karena itu sampaikanlah kepada Nabi keinginan kami, agar beliau menyampaikan kepada kaum muslimin untuk memberikan hadiah mereka dimanapun beliau berada.” Maka Ummu Salamah pun berbicara kepada Nabi mengenai hal itu (pada hari gilirannya), namun Nabi mengacuhkannya. Kemudian pada hari (gilirannya) yang lain beliau datang kembali dan Ummu Salamah menyampaikan hal yang sama, ia berkata:”Wahai Rasulullah, para maduku mengadu bahwa kaum muslimin selalu menunggu hari Aisyah untuk memberikan hadiah mereka. Sampaikanlah kepada mereka untuk memberikan hadiah dimanapun engkau berada.” Namun Nabi masih saja mengacuhkannya. Dan pada saat Ummu Salamah menyampaikan hal yang sama untuk yang ke tiga kalinya, Nabi berkata:”Wahai Ummu Salamah, janganlah kamu menyakitiku dengan (memintaku untuk mengurangi hak) Aisyah, karena wahyu tidak diturunkan kepadaku saat aku berada diselimut istri-istriku kecuali (ketika aku bersama Aisyah).” [HR.Al-Bukhari]

8. MUHAMMAD MELANGGAR SUMPAHNYA SENDIRI UNTUK TIDAK MENGUNJUNGI ISTRI-ISTRINYA SELAMA SEBULAN
Sahih Bukhari 43, No 648
Sang Nabi tidak mengunjungi istri-istrinya karena Hafsa membocorkan rahasia kepada Aisha, dan sang Nabi berkata bahwa dia tidak akan mengunjungi para istrinya selama sebulan karena dia marah pada mereka ketika Allah membatalkan sumpahnya untuk tidak menyentuh Maria lagi. Ini adalah hadits palsu ala FFi. 

Hadits shahih sebenarnya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdurrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Humaid Ath Thawil dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjatuh dari kudanya hingga mengakibatkan betisnya atau bahunya terluka. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjauhi isteri-isterinya selama sebulan. Beliau lalu duduk di ruangan yang agak tinggi yang tangganya terbuat dari kayu. Para sahabatnya lalu mengunjunginya, Beliau lalu shalat mengimami mereka dengan duduk sedangkan para sahabatnya shalat dengan berdiri. Setelah salam, beliau bersabda: Sesungguhnya dijadikannya imam itu untuk diikuti. Jika imam bertakbir maka takbirlah kalian, jika rukuk maka rukuklah kalian, jika sujud maka sujudlah kalian, dan jika ia shalat dengan berdiri maka shalatlah kalian dengan berdiri. Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam turun kembali setelah dua puluh sembilan hari. Mereka pun berkata, Wahai Rasulullah, bukankan engkau mengasingkan diri selama satu bulan? Beliau menjawab: Satu bulan itu dua puluh sembilan hari. [HR Bukhari Vol 8, Buku 30, No. 365]

9. ALLAH MENJADIKAN AWAN SEBAGAI SARINGAN HUJAN SUPAYA BUMI TIDAK TENGGELAM TERENDAM AIR
Hadits Bukhari tentang "pemindahan" Arsyi Allah
Diriwayatkan dari Ibnu Abi ‘Ashim, Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya ‘Arsy sebelumnya berada di atas air. Setelah Allah menciptakan langit (ke-7), ‘Arsy itu ditempatkan di langit yang ke-7. Dia jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air.”

Hadits shahih aslinya adalah sbb:
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib Telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Berinfaklah, maka aku akan berinfak kepadamu.’ Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya tangan Allah terisi penuh, pemberian-Nya siang maupun malam tidak pernah menguranginya. Juga beliau bersabda: Tidakkah kalian melihat bagaimana Allah telah memberikan nafkah (rezeki) semenjak Dia mencipta langit dan bumi. Sesungguhnya Allah tidak pernah berkurang apa yang ada pada tangan kanan-Nya. Beliau bersabda: Dan ‘Arsy-Nya ada di atas air, di tangan-Nya yang lain terdapat neraca, Dia merendahkan dan meninggikan [HR Bukhari Vol 45, Buku 203, No 4316]

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tangan kanan Allah selalu penuh dan sama sekali tidak pernah kurang karena berderma (infak), Dia sangat dermawan baik malam maupun siang, tidakkah kalian tahu apa yang telah diinfakan-Nya semenjak Ia mencipta langit dan bumi dan itu semua tidak mengurangi apa yang berada di tangan kanan-Nya? Dan arsy-Nya berada diatas air, dan ditangan-Nya yang lain urusan menjulurkan atau menahan, karenanya Dia meninggikan atau merendahkan.” [HR. Bukhari Vol. 77, Buku 47, No. 6869]

10. MUHAMMAD KETAKUTAN MELIHAT GERHANA MATAHARI KARENA MENGIRA TERJADI KIAMAT
Sahih Bukhari 18:167
Diceritakan oleh Abu Musa: Saat terjadi gerhana Matahari, Rasulullah terperanjat ketakutan. Ia mengira kalau kalau saat itu Hari Kiamat. Hadits diatas telah dipelintir oleh kaum kuffar menjadi hadits palsu. 

Ini hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Ala berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid bin ‘Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dengan tergesa-gesa seolah akan terjadi hari kiamat. Beliau lantas mendatangi masjid dan shalat dengan berdiri, rukuk dan sujud yang paling panjang, yang pernah aku lihat dari yang beliau pernah lakukan. Kemudian beliau bersabda: “Inilah dua tanda-tanda yang Allah kirimkan, ia tidak terjadi karena hidup atau matinya seseorang, tetapi ‘(Dia, Allah mempertakuti hamba-hambaNya dengannya) ‘ (Qs. Az-ZUmar: 16). Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah untuk mengingat Allah, berdoa dan minta ampunan.” [HR. Bukhari Vol 11, Buku 173, No./999]

11. DALAM PERANG KHAIBAR MUHAMMAD MEMBANTAI PRIA DAN ANAK-ANAK LALU MENJADIKAN SEMUA WANITA SEBAGAI TAWANAN
Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512
Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz: “Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang-orang di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan mereka dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan”

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Ima’il bin ‘Ulayyah berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berperang di Khaibar. Maka kami melaksanakan shalat shubuh di sana di hari yang masih sangat gelap, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Thalhah mengendarai tunggangannya, sementara aku memboncenmg Abu Thalhah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu melewati jalan sempit di Khaibar dan saat itu sungguh lututku menyentuh paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu beliau menyingkap sarung dari pahanya hingga aku dapat melihat paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang putih. Ketika memasuki desa beliau bersabda: Allahu Akbar, binasalah Khaibar dan penduduknya! Sungguh, jika kami mendatangi halaman suatu Kaum, maka (amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) ‘ (Qs. Asf Shaffaat: 177). Beliau mengucapkan kalimat ayat ini tiga kali. Anas bin Malik melanjutkan, (Saat itu) orang-orang keluar untuk bekerja, mereka lantas berkata, ‘Muhammad datang! ‘ ‘Abdul ‘Aziz berkata, Sebagian sahabat kami menyebutkan, Pasukan (datang)! ‘ Maka kami pun menaklukan mereka, para tawanan lantas dikumpukan. Kemudian datanglah Dihyah Al Kalbi seraya berkata, Wahai Nabi Allah, berikan aku seorang wanita dari tawanan itu! Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Pergi dan bawalah seorang tawanan wanita. Dihyah lantas mengambil Shafiyah binti Huyai. Tiba-tiba datang seseorang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, Wahai Nabi Allah, Tuan telah memberikan Shafiyah binti Huyai kepada Dihyah! Padahal dia adalah wanita yang terhormat dari suku Quraizhoh dan suku Nadlit. Dia tidak layak kecuali untuk Tuan. Beliau lalu bersabda: Panggillah Dihyah dan wanita itu. Maka Dihyah datang dengan membawa Shafiah. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Shafiah, beliau berkata, Ambillah wanita tawanan yang lain selain dia. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerdekakan wanita tersebut dan menikahinya. Tsabit berkata kepada Anas bin Malik, Apa yang menjadi maharnya? Anas menjawab, Maharnya adalah kemerdekaan wanita itu, beliau memerdekakan dan menikahinya. Saat berada diperjalanan, Ummu Sulaim merias Shafiah lalu menyerahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat malam tiba, sehingga jadilah beliau pengantin. Beliau lalu bersabda: Siapa saja dari kalian yang memeliki sesuatu hendaklah ia bawa kemari. Beliau lantas menggelar hamparan terbuat dari kulit, lalu berdatanganlah orang-orang dengan membawa apa yang mereka miliki. Ada yang membawa kurma dan ada yang membawa keju/lemak. Anas mengatakan, Aku kira ia juga menyebutkan sawiq (makanan yang dibuat dari biji gandung dan adonan tepung gandum). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencampur makanan-makanan tersebut. Maka itulah walimahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [HR. Bukhari Vol 8, Buku 23, No 358]

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib dan Tsabit Al Banani dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat Shubuh dalam keadaan masih gelap, kemudian beliau mengendarai tunggangannya seraya bersabda: Allahu Akbar, hancurlah Khaibar! Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, (maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut) (Qs. Ash Shaaffaat: 177). Orang-orang Khaibar keluar seraya berkata, Muhammad dan Al Khamis! Tabit berkata, Al Khamis artinya pasukan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengalahkan mereka, membunuh pasukan dan menawan tawanan. Maka Shafiah menjadi bagian Dihyah Al Kalbi, kemudian ia menjadi milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau kemudian menikahinya, dan maharnya adalah pembebasannya. ‘Abdul ‘Azizi berkata kepada Tsabit, Wahai Abu Muhammad, apakah kamu bertanya kepada Anas bin Malik, apa yang Beliau jadikan mahar untuk wanita tersebut? Tsabit menjawab, ‘Maharnya adalah pembebasannya.’ Ia pun tersenyum. [HR. Bukhari Vol 11, Buku 69 No. 895]

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas radliallahu ‘anhu berkata; Diantara tawanan (perang Khaibar) ada Shafiyah (binti Huyyay) kemudian dia menjadi hak milik Dihyah Al Kalbiy dan kemudian Shafiyah menjadi milik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. [HR. Bukhari Vol 18, Buku 171, No. 2076] 

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat Shubuh dekat Khaibar ketika hari masih gelap, kemudian bersabda: Allahu Akbar, hancurlah Khoibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, (maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut). QS Ash Shaffat; 177. Ketika penduduk Khaibar keluar dan berjalan dalam kegelapan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membunuh para pasukan mereka dan menawan anak-anak mereka. Dan diantara tawanan tersebut terdapat seorang wanita bernama Shafiyah, semula ia tawanan milik Dihyah Al Kalbi lalu diberikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau menikahinya dan menjadikan pembebasannya sebagai mahar pernikahannya. Abdul ‘Aziz berkata kepada Tsabit: Wahai Abu Muhammad, apakah kamu pernah bertanya kepada Anas, Apa yang beliau jadikan maharnya?. Maka Tsabit menganggukkan kepalanya tanda membenarkan. [HR. Bukhari Vol 44, Buku 225, No.3879]

12. MUHAMMAD MENGAKUI ISA IBN MARYAM ADALAH HAKIM YANG ADIL DI HARI KIAMAT
Hadits Muslim No. 127
“Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ISA ANAK MARYAM akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil.” [Hadits Shahih Muslim 127]

Hadits di atas telah "dimutilasi" sedemikian rupa demi tujuan kepentingan para misionaris kristen dari isi selengkapnya begini:
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyab bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: Demi Dzat yang jiwaku dalam genggamanNya, sungguh tiada lama lagi akan segera turun Ibnu Maryam (Isa Alaihissalam) yang akan menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah dan harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya. [HR. Muslim Vol 18.Buku 165 No. 2070] 

13. KEKUATAN SEKS MUHAMMAD SETARA DENGAN 40 PRIA!
Tabaqat Vol 8, Page 200
Muhammad berkata: “Jibril membawakanku makanan satu periuk. Kumakan makanan itu dan kekuatan seks-ku bertambah menjadi sama dengan empatpuluh orang.” [Tabaqat Vol 8, Page 200]

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Alaa’ telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Pasti akan datang pada manusia suatu zaman yang ketika seseorang berkeliling membawa shadaqah emas, lalu ia tidak mendapati seseorang yang mau menerimanya lagi. Lalu akan terlihat satu orang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka mencari kepuasan dengannya karena sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya wanita.” [HR. Bukhari Vol 13, Buku 18, No.1325]

14. SEBELUM MATI MUHAMMAD MOHON UNTUK DIHUBUNGKAN DENGAN TEMAN YANG MAHA TINGGI (ISA IBN MARYAM)
 
Hadits Shahih Bukhari 1574
Doa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat: "Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi ... "

Hadits yang benar:
Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Yunus berkata; Az Zuhri berkata; Telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Al Musayyab -di antara orang-orang yang berilmu-, bahwa Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam keadaan sehat wal afiat, beliau pernah bersabda: ‘Sesungguhnya seorang nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga lalu ia dipersilahkan untuk memilih.’ Aisyah berkata; Ketika malaikat pencabut nyawa datang kepada Rasulullah, sementara kepala beliau berada di pangkuan saya, maka Rasulullah pingsan beberapa saat. Tak lama kemudian ia sadar kembali. Setelah itu, beliau menatap pandangannya ke atas sambil mengucapkan: Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku, Allah Yang Maha Tinggi! ‘ Aisyah berkata; Dengan demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memilih untuk hidup Iebih lama lagi bersama kami. Aisyah pernah berkata; Saya teringat ucapan yang pernah beliau sampaikan kepada kami ketika beliau masih sehat; Itulah kata-kata terakhir yang pernah beliau ucapkan, yaitu: ‘Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku Yang Maha Tinggi.’ [HR. Bukhari Vol 44, Buku 450 No. 4104]

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair dia berkata; telah menceritakan kepadaku Al Laits dia berkata; telah menceritakan kepadaku ‘Uqail dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin Musayyab dan ‘Urwah bin Zubair – ia termasuk kalangan ahli ilmu- bahwa Aisyah radliallahu ‘anha berkata; Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam masih dalam keadaan sehat wal afiat, beliau bersabda: ‘Sesungguhnya seorang nabi tidaklah diwafatkan hingga diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga lalu ia dipersilahkan untuk memilih.’ Ketika (malaikat pencabut nyawa) datang kepada beliau, sementara kepala beliau berada di pangkuan saya, maka Rasulullah pingsan beberapa saat. Tak lama kemudian ia sadar kembali. Setelah itu, beliau menatap pandangannya ke atas sambil mengucapkan: Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku, Allah Yang Maha Tinggi! ‘ Aku berkata; Dengan demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memilih untuk hidup lebih lama lagi bersama kami dan saya tahu bahwa itu adalah ucapan yang pernah beliau sampaikan kepada kami ketika beliau masih sehat. Aisyah mengatakan; Itulah kata-kata terakhir yang pernah beliau ucapkan, yaitu: ‘Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasihku Yang Maha Tinggi.’ [HR.Bukhari Vol 60, Buku 44 No. 5872]

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Telah menceritakan kepada kami Affan dari Shakhr bin Juwairiyah dari Abdurrahman bin Al Qasim dari Bapaknya dari Aisyah bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersandar di dadaku, Abdurrahman bin Abu Bakr masuk ke rumah sambil membawa kayu siwak yang biasa dia pakai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun melihat kepadanya. Aku berkata kepadanya; ‘Berikan siwak itu kepadaku wahai Abdurrahman! ‘ Lalu dia memberikannya kepadaku. Kemudian aku bersihkan, dan aku kunyah setelah itu aku berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengannya. Aku tidak pernah melihat sebelumnya beliau bersiwak sebaik itu. Setelah selesai, beliau mengangkat tangannya, atau jarinya seraya berkata; ‘Arrafiiqul A’laa, Arrafiiqul A’laa (Ya Allah, sekarang aku memilih kekasihku yang tertinggi sekarang aku memilih kekasihku yang tertinggi) sebanyak tiga kali. Lalu beliau wafat. Aisyah berkata; ‘Beliau wafat di antara dagu dan tenggorokanku.’ [HR. Bukhari Vol 44, Buku 430, No. 4084] 

15. MUHAMMAD MENGANJURKAN CAT RAMBUT! 
Sahih Bukhari 7.72.786
Diriwayatkan Abu Huraira: Sang Nabi berkata, “Yahudi dan Kristen tidak mengecat rambut mereka jadi kau harus melakukan kebalikan dari yang mereka lakukan.”

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin dia berkata; saya bertanya kepada Anas Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyemir rambutnya? dia menjawab; "Beliau tidak menyemir rambut karena ubannya kecuali hanya sedikit." [HR. Bukhari Vol 57, Buku108, No. 5444] 

16. MUHAMAD MENGHALALKAN PRAKTEK AZL (COITUS INTERRUPTUS)
Sahih Muslim No. 3388:
Jabir melaporkan: Kami dulu mempraktekkan azl semasa hidup Rasulullah. Berita ini (praktek azl) terdengar oleh Rasulullah , dan ia tidak melarang kami.

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah memberitakan kepada kami Abdullah, telah memberitakan kepada kami Yunus dari Az Zuhri menuturkan; telah memberitakan kepadaku Abdullah bin Muhairiz Al Jumahi bahsawanya Abu Said Al Khudzri memberitakan kepada dia, bahwa ketika ia duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang laki-laki anshar dan berujar; ‘Wahai Rasulullah, kami memperoleh tawanan wanita namun kami juga menyukai harta, bagaimana tanggapan anda mengenai ‘azl?" Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Apa kalian mengerjakan itu dengan anggapan tidak akan mendatangkan anak? Hendaklah tidak usah kalian lakukan, sebab tidaklah sebuah jiwa yang telah Allah tetapkan untuk muncul selain musti akan terjadi." [HR. Bukhari Vol 62, Buku 9, No. 6113] 

17. MUHAMMAD PEMIMPIN YANG DISKRIMINATIF
Sahih Bukhari 59, No 637
Dikisahkan oleh Buraida: Nabi mengirim Ali ke Khalid untuk membawa Khumus (barang rampasan) dan aku membenci Ali, dan Ali yang yang telah mandi (setelah melakukan hubungan seksual dengan seorang tawanan wanita). Aku berkata kepada Khalid, ” Apakah kau tidak melihatnya (yang dilakukan Ali)?” Ketika kami bertemu Nabi aku menyebutkan peristiwa itu kepadanya. Ia berkata, ”O Buraida! Apakah kamu membenci Ali?” Aku berkata, ” Ya.” Ia berkata, ” Apakah kamu benci dia, karena ia mendapat lebih banyak dari khumus (rampasan) tersebut.”

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basysyar Telah menceritakan kepada kami Rauh bin ‘Ubadah Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Suaid bin Manjuf dari ‘Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya dia berkata; "Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengutus ‘Ali untuk menemui Khalid bin Al Walid agar mengambil seperlima harta rampasan perang. Aku adalah orang yang membenci Ali yang pada waktu itu dia sudah mandi. Lalu aku berkata kepada Khalid; "Apa kau tidak melihat apa yang dilakukannya?" Tatkala aku menemui Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam aku sampaikan kepada beliau perihal Ali maka beliau bersabda: "Wahai Buraidah! Apakah kau membenci ‘Ali?" Aku (Buraidah) menjawab: "Ya." Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: "Jangan membencinya karena ia berhak mendapatkan yang lebih dari itu dari harta rampasan perang." [HR. Bukhari Vol 44, Buku 349 No. 4003]

18. TENTARA MUSLIM DI BAWAH PIMPINAN MUHAMMAD TUKANG PERKOSA TAWANAN PERANG
Sahih Muslim no. 3373
Abu Sa’id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap tawanan-tawanan wanita dan kami ingin melakukan ‘azl (coitus interruptus) dengan mereka.

Hadits yang benar
Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Musa -yaitu Ibn Uqbah- telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Yahya bin Hibban dari Ibn Muhairiz dari Abu Sa’id Al Khudri saat perang bani Musthaliq, bahwa para sahabat mendapatkan para tawanan wanita, dan mereka ingin menikmatinya (jimak) namun tidak menginginkan para tawanan wanita itu hamil. Maka mereka bertanya kepada nabi tentang ‘azl (mengeluarkan sperma di luar kenaluan wanita), maka Nabi bertanya: ‘Bukan sebaiknyakah kalian tidak melakukannya, sebab Allah telah menetapkan siapa saja yang hidup hingga hari kiamat tiba? ‘ Sedang Mujahid berkata dari Qaza’ah aku mendengar Abu Sa’id berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidaklah manusia yang dicipta melainkan Allah lah yang menciptanya.” [HR. Bukhari Vol 77, Buku 38, No. 6860]  Lihat juga tulisan terkait di sini.


Dan masih banyak lagi!


Hadits Bathil Gubahan Misionaris Kristen - Bagian 2

1. ALLAH SWT MENUDUH PERUT BERBOHONG
Sahih Bukhari 7.71.614
Diriwayatkan oleh Abu Said: seseorang datang pada sang nabi dan berkata, ‘Saudaraku perutnya sedang sakit.” Sang Nabi berkata, “Suruh dia minum madu.”Orang itu datang lagi dan berkata, “Sudah kusuruh minum madu tapi malah tambah parah.” Sang nabi lalu berkata, “Allah telah mengatakan yang sesungguhnya, perut saudaramu yang berbohong.”

Hadits aslinya
Dari Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata. Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah, lalu berkata: Saudaraku merasa mual-mual perutnya. Rasulullah bersabda, minumkanlah madu! Setelah orang itu memberi madu kepada saudaranya, dia datang lagi kepada Rasulullah dan melapor: aku telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas. Kejadian itu berulang sampai tiga kali. Pada kali keempat Rasulullah, tetap bersabda: Minumkanlah Madu! Orang itupun masih saja melapor. Aku benar-benar telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas, maka Rsulullah bersabda, Maha Benar Allah (dalam firman-Nya, surah An-Nahl 69) dan ada yang tidak beres dengan perut saudaramu itu. Akhirnya Rasulullah sendiri yg meminumkannya madu dan saudara orang itupun sembuh.”

2. MONYET PUN MEMPRAKTEKKAN HUKUM SYARIAH
Sahih Bukhari 5.58.188
Diriwayatkan ‘Amr bin Maimun: Ketika perioda pra-islam, jaman jahilliyah, aku melihat monyet betina dikelilingi oleh sejumlah monyet-monyet lain. mereka semuanya sedang merajam monyet betina itu, karena monyet itu telah melakukan zinah. Akupun ikut merajamnya.

Hadits aslinya:
Telah diceritakan kepada kami Nu’aim bin Hamad, Dari Amru ibn Maimun, telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Hushain, dari dari Amru bin Maimun berkata, ”Aku pernah melihat di zaman jahiliyyah, seekor monyet sedang dikerumini oleh monyet-monyet lainnya. Monyet itu telah berzinah lalu monyet-monyet lainnya merajamnya (melempari dengan batu), dan aku ikut merajamnya bersama mereka”. [HR Bukhari: 3560]

Makna Hadits:
Sesungguhnya Monyet itu ada yang bersumber dari manusia, yaitu manusia-Manusia yang dikutuk oleh Allah karena melanggar perintah untuk sembahyang hari sabtu (Kisah Zaman Nabi Musa), sebagaimana Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 65 : “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

3. JANGAN-JANGAN MUHAMMAD ITU VAMPIR?
Sahih Bukhari 1.12.815
Diriwayatkan oleh Abdul Aziz. Seseorang bertanya pada Anas, “Apa yang kau dengar dari sang Nabi tentang bawang putih?” Dia berkata, “Sang Nabi bersabda, ‘Siapapun yang memakan tumbuhan ini (bawang atau garlic) jangan dekat-dekat kami atau sholat bersama kami.”

Hadist aslinya:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ، عَنِ النّبيّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ: “مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ, الْبَقْلَةِ، الثّومِ (وَقَالَ مَرّةً: مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثّومَ …وَالْكُرّاثَ) فَلاَ يَقْرَبَنّ مَسْجِدَنَا، فَإِنّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذّى مِمّا يَتَأَذّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ”. (رواه مسلم)
Dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa yang memakan biji-bijian ini, yakni bawang putih (suatu kali beliau mengatakan, “Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan kurrats [sejenis mentimun]), maka janganlah ia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan hal yang membuat Bani Adam (manusia) terganggu.” [HR.Muslim]

Hadist Lainnya:

عَنْ جَابِر بْنِ عَبْدِ اللّهِ قَالَ (وَفِي رِوَايَةِ حَرْمَلَةَ وَزَعَمَ) أَنّ رَسُولَ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ “مَنْ أَكَلَ ثُوماً أَوْ بَصَلاً فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا، وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِه”. وَأَنّهُ أُتِيَ بِقِدْرٍ فِيهِ خَضِرَاتٌ مِنْ بُقُولٍ، فَوَجَدَ لَهَا رِيحاً، فَسَأَلَ فَأُخْبِرَ بِمَا فِيهَا مِنَ الْبُقُولِ. فَقَالَ: “قَرّبُوهَا” إِلَىَ بَعْضِ أَصْحَابِهِ. فَلَمّا رَآهُ كَرِهَ أَكْلَهَا، قَالَ: “كُلْ، فَإِنّي أُنَاجِي مَنْ لاَ تُنَاجِي”. (رواه مسلم)
Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata (Di dalam riwayat yang disampaikan Harmalah, ‘Dan ia mengklaim’) bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memakan bawang putih atau bawang merah, maka hendaklah ia meninggalkan kami, atau hendaklah ia meninggalkan masjid kami dan hendaklah ia duduk di rumahnya.”

Sesungguhnya beliau disuguhi panci berisi biji-bijian hijau lantas mencium bau darinya, lalu beliau diberitahu mengenai biji-bijian apa itu. Lantas beliau bersabda, “Dekatkanlah kemari” -beliau mengatakannya kepada sebagian para shahabat yang bersamanya-, tatkala melihatnya, beliau tidak suka untuk memakannya seraya bersabda, “Makan saja, sesungguhnya aku sedang bermunajat kepada Yang tidak kalian munajati.” [HR.Muslim]

Pelajaran dari  Hadist:
Seorang yang melaksanakan shalat hendaknya memakai sebaik-baik wewangian dan aroma, apalagi bila ingin melaksanakan shalat di masjid-masjid Jami’. Oleh karena itu, Nabi SAW melarang siapa saja yang memakan bawang merah atau bawang putih untuk melaksanakan shalat di masjid, tetapi sebaiknya di rumah saja. Hal ini dimaksudkan agar bau tidak sedap bawang yang dimakannya tidak menjadi penyebab shalat para jema’ah lain terganggu.

4. MUHAMMAD JOROK, NGAJARIN JILAT-JILAT
Sahih Bukhari 7.65.366
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Sang nabi berkata, “jika kamu makan, jangan membersihkan tanganmu sebelum kau jilati lebih dulu, atau dijilati oleh orang lain.”

Hadits aslinya:

عن ابن عبّاس قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم ” إذا أكل أحدكم طعاما فلا يمسح يده حتّى يلعقها أو يلعقها ” متّفق عليه
Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah SAW bersabda. “Jika kalian makan makanan maka jangan mencuci tangan sampai (selesai) menjilatinya atau menjilatkannya. [HR. Bukhari Muslim].

Pelajaran dari Hadist:
Sesungguhnya dalam makanan itu terdapat Rahmat Allah, tetapi yang manakah dari makanan itu yang diberikan rahmat, hanya Allah yang mengetahuinya. Untuk itulah Rasulullah memerintahkan umatnya untuk menjilat tangannya setelah selesai makan, karena dikwatirkan bahwa makanan yang menempel ditangan inilah yang mengandung Rahmat itu.

5. PERALATAN MAKAN MINUM DARI PERAK BERBAHAYA
Sahih Bukhari 7.69.538
Diriwayatkan oleh Um Salama (istri sang nabi): Rasulallah berkata, “Dia yang minum dalam peralatan perak hanya memenuhi perutnya dengan api neraka.”

Hadits aslinya:
Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الَّذِي يَشْرَبُ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ
“Orang yang minum dari bejana perak, maka sesungguhnya dia telah memasukkan api neraka ke dalam perutnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits ini menjelaskan Surah At-Takaatsur:
(1) Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (2) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (3) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (4) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (5) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (6) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (7) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainulyaqin, (8) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Pelajaran dari Hadits:
Islam mengajarkan kesederhanaan, tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk tentu saja penggunaan bejana emas tau perak yang menyiratkan rasa sombong, angkuh dan takabur dalam jiwa orang-orang yang menggunakannya.

Dalam ajaran Islam, bukan hanya makan minum beralaskan bejana emas dan perak saja yang dilarang, masih banyak hal lain yang juga dilarang seperti misalnya: laki-laki dilarang memakai cincin emas, dilarang mengenakan pakaian dari bahan sutra, dll. Larangan ini semata-mata supaya umat Islam tidak berlaku sombong dan berlebih-lebihan dalam menggunakan hartanya, sebab di akhirat kelak setiap harta bendanya akan dimintai pertanggungjawaban.

6. ALLAH MENGAJARKAN NAMA-NAMA KENTUT KEPADA ADAM
HR. Tabari I.267
Dan Allah mengajarkan Adam semua nama-nama segala sesuatu seperti: Dia mengajarkan nama dari segala sesuatu, hingga kentut besar dan kentut kecil.

Hadits aslinya:
Dalam riwayat At-Tabari tercatat Ibnu Abbas RA bertutur: “Allah mengajarkan kepada Nabi Adam AS seluruh nama, yaitu nama-nama yang dikenal orang, seperti manusia, hewan, bumi, tanah yang datar, laut, gunung, keledai dan sebagainya.” Dalam riwayat lain dia bertutur: “Allah mengajarkan kepada Adam AS nama semua perkara hingga kentut yang tak bersuara.” Dalam riwayat lainnya dia bertutur: “Allah mengajarinya nama segala sesuatu hingga kemaluan, kentut kecil dan kentut besar.” Mujahid bertutur: “Nama yang diajarkan Allah kepada Adam AS adalah nama semua yang diciptakan oleh-Nya.” Dalam riwayat lainnya ia bertutur: “Allah mengajarkan kepadanya nama segala sesuatu.” Said bin Jubair bertutur: “Allah mengajarkan kepadanya nama segala sesuatu hingga unta, sapi dan kambing.”

Semua itu untuk menegaskan kepada kita bahwa Allah mengajari Adam tentang segala sesuatu - hingga hal-hal terkecil  - yang di kemudian hari menjadi ilmu pengetahuan manusia.   

Hadits tsb merujuk pada riwaat Adam dalam surah Al-Baqarah 30-33 sebagai berikut :
(30) “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (31) “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” (32) “Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (33) “Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

7. ALLAH SUKA YANG GANJIL
Sahih Bukhari 8.75.419
Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Allah punya 99 nama, yakni seratus kurang satu, dan siapapun yang percaya arti-artinya dan bertindak  sesuai itu, akan masuk surga; dan Allah itu satu dan suka angka ganjil.

Hadist aslinya:
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami syuaib telah bercerita kepada kami Abu Az zanad dari Al-A’raj dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya (menjaganya), maka dia akan masuk syurga. [HR. BUKHARI : 2531]

Dalam Hadits ini tidak ada penyebutan bahwa Allah suka yang ganjil.

8. TIDAK BOLEH MINUM SAMBIL BERDIRI
Sahih Muslim B23 #5022:
Abu Huraira melaporkan: Rasulallah berkata: tak seorangpun kalian boleh minum sambil berdiri; dan jika terlupa, dia harus muntahkan.

Beberapa Hadits yang meriwayatkan tentang minum:
Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami syu'bah, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Maisarah, saya mendengar An Nazzal bin Sabrah bercerita dari Ali Ra, bahwa setelah melaksanakan Sholat Zhuhur dia duduk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di Rahbah sampai tiba Shalat Ashar, kemudian ia dberi air dan meminumnya, selebihnya menggunakan untuk membasuh mukanya, wajahnya, kedua tangannya, perawi juga menyebutkan kedua kepalanya dan kedua kakinya lalu ia berdiri dan meminum air (air sisa wudlu’nya) sambil berdiri, kemudian ia berkata “sesungguhnya orang-orang merasa tidak suka minum sambil berdiri, padahal Nabi pernah melakukan sebagaimana yang aku lakukan ini. [HR. BUKHARI: 5185] 

Telah menceritakan pada kami Abu Kamil Al Jahdari, telah menceritakan kepada kami Abu’Awanah dari Ashim dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas: ia berkata “aku memberi minum dari air Zam-Zam kepada Rasulullah, lalu kemudian beliau minum sambil berdiri [HR. MUSLIM  3776]

9. JUS LALAT ALA MUHAMMAD
Sahih Bukhari V5 B54 #537
Nabi berkata “Jika ada lalat masuk minumanmu, dia harus benamkan lagi kedalam minuman itu, karena sebelah sayapnya mengandung penyakit dan sayap sebelah lagi mengandung obat utk penyakit itu.”

Hadits aslinya:

حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ بْنُ حُنَيْنٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ النَّبِي…ُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأُخْرَى شِفَاءً
”Khâlid bin Makhlid menceritakan kepada kami, Sulaimân bin Bilâl menceritakan kepada kami, beliau berkata: ’Utsbah bin Muslim bercerita kepadaku bahwa beliau berkata: ’Ubaid bin Hunain mengabarkan kepadaku bahwa beliau berkata: Aku mendengar Abū Hurairah Radhiyallâhu ’anhu berkata: Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda: ”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”.” [Shahîh al-Bukhârî, bâb Idzâ Waqo’a adz-Dzubâb fî Syarôbi Ahadikum, XI:99, hadîts no. 3073]

Pembuktian kebenaran hadits:
Hikmah dibalik hadis lalat menurut ilmuan modern: Seiring berjalannya waktu, penelitian tentang lalat telah banyak dilakukan. Sebuah penemuan baru dalam bidang kedokteran terkait hadits ini pernah dipublikasikan melalui majalah at-Tauhid edisi 5 tahun 1397 H/1977M (di Mesir) yakni hasil penelitian Prof. Dr. Amin Ridha (dosen bedah tulang di universitas Iskandariyah), yang menjelaskan bahwa dalam satu waktu yang bersamaan lalat membawa kuman-kuman yang menyebabkan penyakit, dan juga membawa bakteri “Faaj” yang melawan kuman-kuman tersebut. Bakteri “Faaj” adalah bakteri pemangsa atau penerkam kuman-kuman. Selain itu Prof. Dr. Amin Rodha juga menjelaskan bahwa dunia kedokteran pernah menggunakan lalat sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit borok menahun dan paru (frambosia tropica). Ini terjadi pada tahun 1930-an sebelum ditemukan struktur kimia sulfa2.

Dalam penelitian lainnya yang telah dilakukan oleh team Departemen Mikrobiologi Medis Fakultas Sains, Universitas Qoshim, Arab Saudi menunjukkan bahwa di dalam lalat terdapat Actinomycetes yang berpotensi sebagai antibiotik terhadap bekteri yang juga terdapat pada lalat tersebut.

Penelitian ini menggunakan dua sampel. Sampel pertama lalat dicelupkan seluruh tubuhnya dan sampel kedua lalat hanya dicelupkan sebagian saja. Hasilnya pada sampel pertama terdapat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang dihambat oleh bakteri lainnya yaitu Actinomyces. Pada sampel kedua bakteri Escherichia coli dapat tumbuh bebas tanpa penghambat.

Selain itu sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado di Amerika menunjukkan bahwa lalat tidak hanya berperan sebagai karier patogen (penyebab penyakit) saja, tetapi juga membawa mikrobiota yang dapat bermanfaat.

10. SETAN NGINAP DI LUBANG HIDUNG
Sahih Muslim B2 #462
Abu Huraira melaporkan: Rasulallah berkata. Jika kalian bangun tidur dan melakukan wudhu, dia harus membersihkan hidungnya tiga kali, karena setan telah menginap dilubang hidungnya.

Hadits aslinya:
Nabi berkata, “bila seseorang terbangun dan berwudu, ia harus mencuci hidungnya dengan memasukkan air ke dalam hidung dan menghembuskannya tiga kali, karena setan berada di bagian atas hidungnya sepanjang malam.” [Al-Bukhari Volume 4 Number 516]

11. ALLAH SUKA BERSIN, BENCI NGANTUK. ORANG MENGUAP DIKETAWAIN SETAN
Sahih Bukhari V8 B73 #242
Nabi berkata, “Allah suka dengan bersin dan tidak suka dengan menguap, jadi jika ada orang bersin lalu memuji Allah, maka menjadi kewajiban setiap muslim yang mendengarnya untuk berkata: Yarhamukallah (Semoga Allah mengampunimu). Tapi mengenai menguap, itu dari setan, jadi setiap orang harus berusaha menghentikannya jika ada yang menguap, jika orang cuma berkata ‘Ha’ ketika ada yang menguap, Setan akan mentertawakannya.

Hadits aslinya:
Dari abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Jika seseorang dari kalian menguap, maka tutuplah mulut dengan tangannya karena sesungguhnya syaitan masuk (ke dalam tubuh melalui mulut yang terbuka)." [HR. Muslim kitab Az-Zuhud no 7129]. 

Masih dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Menguap adalah dari syaitan. Maka apabila seseorang dari kalian menguap, tahanlah (dari menguap) dengan sedaya upaya karena sesungguhnya apabila seseorang itu menguap sambil berbunyi ”HAAA” maka syaitan akan mentertawakannya”. [HR. Bukhari, Kitab Penciptaan No. 509]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci tindakan menguap. Maka apabila seseorang itu bersin, maka pujilah Allah (dengan mengucapkan “الْحَمْدُ لِلَّهِ”) Manakala bagi setiap Muslim yang mendengar saudaranya bersin adalah menjadi tanggungjawabnya untuk mendoakannya (mendoakan saudaranya yang bersin) iaitu dengan menyebut “يَرْحَمُكَ اللهُ” (semoga Allah memberi rahmat kepadanya). Manakala menguap, ia adalah dari Syaitan. Maka apabila seseorang dari kalian menguap, tahanlah ia dengan sedaya upaya karena sesungguhnya apabila seseorang itu menguap sambil berbunyi “Haaa” maka Syaitan akan mentertawakannya.” [Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab al-Adab, hadis no. 242]

Di dalam riwayat yang lain, juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda; “Jika seseorang itu bersin, maka hendaklah ia memanjatkan pujian kepada Allah (dengan mengucapkan “الْحَمْدُ لِلَّهِ”). Manakala bagi setiap Muslim yang mendengar saudaranya bersin adalah menjadi tanggungjawabnya untuk mendoakannya (mendoakan saudaranya yang bersin) iaitu dengan menyebut “يَرْحَمُكَ اللهُ” (semoga Allah memberi rahmat kepadanya). Dan jika orang yang bersin mendengar saudaranya menyebutkan “يَرْحَمُكَ اللهُ”, maka hendaklah dia mengucapkan “يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ” (Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu)” [HR Bukhari, Kitab al-Adab, hadis no. 243]

Juga adalah suatu sunnah, apabila seseorang itu bersin, hendaklah dia menutup atau meletakkan tangannya atau bajunya (atau kain yang seumpamanya) kepada mukanya sambil merendahkan mukanya dan memperlahankan suaranya.

Daripada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersin, beliau meletakkan tangannya atau kain bajunya ke mulutnya (untuk menutupnya) sambil memperlahankan suaranya (bunyi bersin)” [HR Abu Daud, Kitab al-Adab, hadis no. 5011. Lihat juga di dalam Shahih Sunan Abi Daud oleh Syaikh al-Albani]

12. NGAPAIN NIH NABI JILATIN MAYAT??
Sahih Bukhari V2 B23 #360
Nabi mendatangi kuburan Abdullah bin Ubai setelah mayatnya dikubur. Mayat itu dikeluarkan lalu sang Nabi melumurkan ludahnya diseluruh tubuh mayat itu dan memakaikan bajunya sendiri.

Hadits aslinya:
Telah mengabarkan kepada kami Abdul Jabbar bin Al ‘Ala bin Abdul Jabbar dari sofyan dari Amru dia berkata; Aku mendengar Jabir berkata, “Rasulullah pernah mendatangi kuburan Abdullah bin Ubai sementara ia telah diletakan dekat lahatnya lalu beliau berdiri disampingnya Rasulullah kemudian menyuruh mengeluarkannya lalu diletakan diatas lututnya beliau kemudian memakaikan bajunya dan meniup sedikit air liurnya [HR. Imam Nasa'i]

Pelajaran dari hadits:
Abdullah bin Ubai adalah seorang yang pernah menfitnah Aisyah telah berbuat Zinah, Allah menerangkan kepada Rasulullah tentang kesucian Aisyah dan Rasulullah meminta kepada Abdullah bin Ubaid untuk meminta ma’af, lebih lanjut dikabarkan bahwa sebelum Abdullah Ubaid ini melaksanakan niatnya untuk meminta ma’af, dikabarkan lebih lanjut bahwa Abdullah bin Ubaid mati dibunuh.

Tentang Rasulullah memakaikan baju dan meniupkan air liurnya adalah sebagaimana kita ketahui bahwa apapun barang yang dikenakan ataupun bagian dari tubuhnya Rasulullah adalah di Haramkan Allah bagi Api neraka untuk menyentuhnya, tujuan dipakaikan baju dan air liurnya adalah untuk melindungi tubuh Abdullah bin Ubai dari siksa Api Neraka.

Wallahu A’lam

13. BALAS DENDAM PADA KADAL YANG MENYEMBURKAN API
Sahih Bukhari V4 B55 #579
Rasulallah memerintahkan bahwa kadal harus dibunuh dan berkata “Karena Kadal pernah menyemburkan api pada Abraham.”

Hadits aslinya:
Dalam Shahih Bukhari terdapat keterangan mengenai cicak (bukan kadal), bahwa makhluk ini pernah meniup-niup api yang sedang membakar Nabi Ibrahim AS atas perintah Raja Namrud . Diriwayatkan oleh Ummu Syuraik RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى… اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام
“Rasulullah SAW telah memerintahkan membunuh cicak dan beliau bersabda, dulu cicak pernah meniup-niup [api] kepada Ibrahim AS.” [Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, hadis no 3109] -- Lihat juga penjelasan Gus Mendem di sini

Wallahu A’lam bisyawwab.

14. MELIHAT ULAR BISA BIKIN BUTA DAN MENYEBABKAN ABORSI
Sahih Bukhari V4 B54 #527
Nabi berkata, “Bunuh ular bergaris putih dipunggungnya, karena akan membuat buta yang melihat dan menyebabkan aborsi.”

Hadits aslinya:
Telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Muhammad An Naqid; Telah menceritakan dari Salim dari Bapaknya, dari Rasulullah, beliau bersabda; ”Bunuhlah semua ular, terutama ular bergaris putih dipunggungnya dan yang putus ekornya, karena keduanya dapat menggugurkan kandungan perempuan hamil dan membutakan mata”. Kata Salim, ”karena itu Ibnu Umar membunuh setiap ular yang ditemuinya.” [HR. Muslim No. 4140]

Dari Abu Lubabah, Rasulullah bersabda: ”Janganlah kalian membunuh ular kecuali ular yang berekor pendek dan ular belang karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan merabunkan penglihatan, untuk itu bunuhlah”. [HR bukhari No. 3065].

Pelajaran dari hadits:
Yang dimaksud dapat menggugurkan kandungan dan membuat mata buta di sini adalah apabila ular tersebut menggigit dan menyemprotkan racunnya. Apabila racunnya (bisa ular) mengenai mata maka akan menimbulkan kebutaan, apabila menggigit bagian tubuh dapat berakibat pada kematian, dan apabila korban dapat diselamatkan dari racun ular tersebut, maka jika ia adalah seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami keguguran.

Wallahu A’lam

15. NABI TAKUT GERHANA, DIKIRA DUNIA KIAMAT!
Sahih Bukhari Volume 002, Buku 018, No. 167.
Diriwayatkan oleh Abu Musa: Gerhana Matahari dan Nabi bangun, takut bahwa itu saatnya kiamat. Dia masuk mesjid dan shalat dengan Qiyam dan sujud terlama yang pernah aku lihat dia lakukan. Lalu dia berkata, “Pertanda ini dikirim Allah bukan karena ada yang hidup (lahir) atau matinya seseorang, tapi Allah membuat pengikut-Nya takut dengan itu. Jadi jika kalian melihat yang seperti itu, langsunglah ingat Allah, Serulah Dia dan minta ampunan-Nya.”

Hadits aslinya:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Ala yang berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid bin ‘Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dengan tergesa-gesa seolah-olah akan terjadi hari kiamat. Beliau lantas mendatangi masjid dan shalat dengan berdiri, rukuk dan sujud yang paling panjang yang pernah aku lihat dari yang beliau pernah lakukan. Kemudian beliau bersabda: “Inilah dua tanda-tanda yang Allah kirimkan, ia tidak terjadi karena hidup atau matinya seseorang, tetapi ‘(Dia, Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengannya -- QS. Az-ZUmar: 16). Maka jika kalian melihat sesuatu padanya (gerhana), maka segeralah mengingat Allah, berdoa dan mohon ampunan.” [HR. Bukhari]

Dari Ibnu Abbas, Ketika terjadi gerhana matahari Rasulullah saw, shalat gerhana dengan delapan kali ruku’ dan empat kali sujud (dalam 2 rakaat) [HR. Muslim No. 1513 | HR. Bukhari No. 1003 | HR. Imam Ahmad No. 6230, 12182 | Sunan Darimi No.1485]