Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daur Ulang. Tampilkan semua postingan

1. Isa lahir oleh kuasa Roh Allah (QS. 21:91)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
1. Isa lahir oleh kuasa Roh Allah (QS. 21:91)


TANGGAPAN

Allah berfirman,

وَ الَّتِیۡۤ اَحۡصَنَتۡ فَرۡجَہَا فَنَفَخۡنَا فِیۡہَا مِنۡ رُّوۡحِنَا وَ جَعَلۡنٰہَا وَ ابۡنَہَاۤ اٰیَۃً لِّلۡعٰلَمِیۡنَ

“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya:91)

Al-Quran dan Hadits telah lebih dari sekedar cukup menjelaskan bahwa setiap manusia yang hidup pasti mempunyai Roh, dan Roh tsb adalah Roh (dari) Allah.

Alkitab juga menjelaskan hal yang sama, bahwa Allah menciptakan dan menjadi pemilik dari bermilyar-milyar Roh yang sebagian di antaranya berdiam dalam diri setiap manusia termasuk, tentu saja, dalam diri Yesus!

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." (Kejadian 6:3)
Perhatikan kata "Roh-Ku" dalam Kejadian 6:3 di atas. Firman Allah tsb mengindikasikan dengan sangat jelas bahwa Roh yang berdiam di dalam diri setiap manusia adalah Roh Allah. Ini dengan sendirinya menjelaskan pula bahwa Roh yang ada di dalam diri Yesus tidak berbeda dengan Roh yang ada dalam diri setiap manusia lainnya.
Artinya, kapanpun kita bicara tentang Roh Nabi Isa Alaihissalam, atau yang diklaim oleh umat Kristen sebagai Yesus Kristus, sesungguhnya sama sekali tidak ada hal yang istimewa, karena baik Al-Quran maupun alkitab sama-sama menjelaskan bahwa Roh beliau tidak berbeda dengan Roh kita semua yang juga adalah Roh Allah!


Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

2. Isa itu Roh Allah dan Firman-Nya (Hadist Anas bin Malik)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
2. Isa itu Roh Allah dan Firman-Nya (Hadist Anas bin Malik)



TANGGAPAN

Allah berfirman,

Dalam banyak dialog tentang teori ketuhanan Yesus di mana umat kristen secara sangat memprihatinkan tidak malu-malu mengemis ayat-ayat Al-Quran dan ayat-ayat Hadits dari sumber-sumber literatur Islam, maka salahsatu yang muncul adalah hadits Anas Bin Malik ini. Kristen mengklaim bahwa menurut HR Anas Bin Malik pada halaman 72 (tapi entah dalam kitab mana), disebutkan bahwa nabi Isa adalah Roh Allah (Ruhullah) dan Firman Allah (Kalimatullah).

Tidak sedikit netter Muslim, termasuk GM sendiri, yang sudah sejak lama coba mencari sumber referensi ini dan nampaknya sampai sekarangpun belum menemukan dari kitab mana sesungguhnya asal klaim di atas.

Kendati demikian, jika karena gelar ini maka Nabi Isa alaihissalam harus dianggap sebagai Allah, maka perhatikan ini:
Isa Alaihissalam dikenal juga dengan gelarnya sebagai Ruhullah dan, atau Kalimatullah sebagaimana para Nabi dan Rasul Allah yang lain, termasuk para sahabat Nabi, yang juga menyandang gelarnya masing-masing yang terhubung dengan nama Allah. Sebut saja misalnya Habibullah, Kalimullah, Najiyyullah, Khalilullah, Khalifatullah, Rasulullah, Saiyfullah, dlsb. Gelar-gelar tsb, walaupun terkait dengan nama Allah, tidak serta merta menjadikan Nabi Isa, atau orang-orang dengan gelar yang menyerupainya, sama dengan Allah!
Jika ini dijadikan pembenaran oleh Kristen untuk memaksa umat Islam mengakui Nabi Isa Alaihissalam sebagai Allah, maka akan ada berapa banyak manusia dengan gelar yang menyerupainya ikut menjadi Allah juga?

Lebih menggelikan lagi, seekor unta betina yang pernah hidup pada jaman Nabi Shaleh Alaihissalam juga harus diakui sebagai Allah!

Jadi, cermati lagi tanggapan untuk No. 1 di atas. Keterangan di sana sudah cukup menjelaskan bagaimana seharusnya memaknai arti salahsatu gelar nabi Isa Alaihissalam sebagai Ruhullah. Atau tegasnya, bukan hanya beliau saja yang Ruhullah, kita semua juga adalah Ruhullah!

Adapun penjelasan tentang gelarnya sebagai "Kalimatullah", silahkan simak tanggapan untuk klaim No. 3.




Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

3. Isa itu Rasul Allah dan Firman-Nya (QS. 4: 171)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
3. Isa itu Rasul Allah dan Firman-Nya (QS. 4: 171)


TANGGAPAN


Allah berfirman,
 
یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ لَا تَغۡلُوۡا فِیۡ دِیۡنِکُمۡ وَ لَا تَقُوۡلُوۡا عَلَی اللّٰہِ اِلَّا الۡحَقَّ ؕ اِنَّمَا الۡمَسِیۡحُ عِیۡسَی ابۡنُ مَرۡیَمَ رَسُوۡلُ اللّٰہِ وَ کَلِمَتُہٗ ۚ اَلۡقٰہَاۤ اِلٰی مَرۡیَمَ وَ رُوۡحٌ مِّنۡہُ ۫ فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰہِ وَ رُسُلِہٖ ۚ۟ وَ لَا تَقُوۡلُوۡا ثَلٰثَۃٌ ؕ اِنۡتَہُوۡا خَیۡرًا لَّکُمۡ ؕ اِنَّمَا اللّٰہُ اِلٰہٌ وَّاحِدٌ ؕ سُبۡحٰنَہٗۤ اَنۡ یَّکُوۡنَ لَہٗ وَلَدٌ ۘ لَہٗ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ کَفٰی بِاللّٰہِ وَکِیۡلًا

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu (383), dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya (384) yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (385). Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (QS. An-Nisaa: 171)

Tafsir DEPAG:
383 janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani. 384 membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi Isa a.s. 385 Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah. 

Sangat jelas ditegaskan oleh Allah sendiri dalam narasi ayat di atas bahwa,

  1. Isa Ibn Maryam diciptakan melalui kalimat-Nya, 
  2. menjadi hidup karena Roh dari-Nya, 
  3. ditugaskan sebagai utusan-Nya, dan 
  4. agar umat nabi Isa alaihissalam mengikuti ajaran beliau yang mengharamkan pengucapkan "Tuhan itu tiga" dan "Allah mempunyai anak", apalagi sampai percaya dan meyakini perbuatan yang justru sangat dilarang oleh Allah tsb sebagai dasar imannya kepada Tuhan Tritunggal! 

Artinya, sama seperti Nabi Adam Alaihissalam dan kita semua, Nabi Isa Alaihissalam juga diciptakan oleh Allah dengan Kalimat-Nya (Kalimatullah), yakni "Kun, Faya Kun!" atau "Jadi, maka jadilah!"

Perhatikan firman Allah ini,

اِنَّ مَثَلَ عِیۡسٰی عِنۡدَ اللّٰہِ کَمَثَلِ اٰدَمَ ؕ خَلَقَہٗ مِنۡ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَہٗ کُنۡ فَیَکُوۡنُ
Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: `Jadilah` (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS. Ali-Imran:59)

Allah memberitahu kita bahwa penciptaan Nabi Isa Alahisslam tidak ada bedanya dengan penciptaan Nabi Adam Alaihisslam, termasuk tentu saja penciptaan kita. Dengan demikian, bukan hanya nabi Isa Alaihissalam seorang saja yang pantas menyandang gelar Kalimatullah, sebab kita semua juga sebenarnya adalah Kalimatullah!

Jadi, gelar Kalimatullah yang dinisbatkan kepada Nabi Isa Alaihissalam sama sekali tidak dapat dijadikan pembenar bahwa dirinya adalah "Firman Yang Hidup" alias segala firman Allah yang ujug-ujug nuzul dalam wujud manusia seperti yang menjadi salahsatu doktrin pokok Kristen!


Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

4. Isa itu jalan yang lurus supaya diikuti (QS. 43:61)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
4. Isa itu jalan yang lurus supaya diikuti (QS. 43:61)


TANGGAPAN


Allah berfirman,

وَ لَمَّا جَآءَ عِیۡسٰی بِالۡبَیِّنٰتِ قَالَ قَدۡ جِئۡتُکُمۡ بِالۡحِکۡمَۃِ وَ لِاُبَیِّنَ لَکُمۡ بَعۡضَ الَّذِیۡ تَخۡتَلِفُوۡنَ فِیۡہِ ۚ فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zuhruf:61)
Hampir semua Kristen salah kaprah memahami ayat di atas yang mengira itu sebagai penegasan bahwa Nabi Isa Alaihissalam mengetahui segala sesuatu tentang kiamat, dan ayat tsb adalah ucapan beliau sendiri sebagai sang "jalan yang lurus". Itu sebabnya kenapa sering sekali kita jumpai ayat ini dijadikan hujjah untuk mendukung mimpi di siang bolong umat Kristen bahwa Nabi Isa Alaihissalam, atau yang mereka yakini sebagai Yesus Kristus, adalah Allah itu sendiri.
Ayat di atas bukan ucapan Nabi Isa Alaihissalam, melainkan Firman Allah yang menceritakan kepada umat manusia tentang tiga hal pokok, yaitu: 

  1. bahwa Nabi Isa Alaihissalam juga diberi pengetahuan tentang hari kiamat, dan beliau diutus oleh Allah antara lain untuk mengajarkan pengetahuan tsb kepada kaumnya; 
  2. bahwa kiamat itu pasti terjadi; dan 
  3. supaya umat beliau mengikuti jalan lurus yang ditunjukkan oleh Allah melalui nabi-Nya tsb agar selamat dari adzab pada hari kiamat dan hari-hari setelahnya.

Adapun tentang kiamat, Allah berfirman,

یَسۡـَٔلُوۡنَکَ عَنِ السَّاعَۃِ اَیَّانَ مُرۡسٰہَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُہَا عِنۡدَ رَبِّیۡ ۚ لَا یُجَلِّیۡہَا لِوَقۡتِہَاۤ اِلَّا ہُوَ ؕۘؔ ثَقُلَتۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ لَا تَاۡتِیۡکُمۡ اِلَّا بَغۡتَۃً ؕ یَسۡـَٔلُوۡنَکَ کَاَنَّکَ حَفِیٌّ عَنۡہَا ؕ قُلۡ اِنَّمَا عِلۡمُہَا عِنۡدَ اللّٰہِ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS. Al-A'raf: 187)

"Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit - kiamat)" (QS. An-Nazi'at:45)

Dua ayat di atas ini cukup menjelaskan bahwa, 

  1. pengetahuan tentang kiamat hanya ada pada Allah, namun 
  2. hal-ikhwal tentang kiamat dikabarkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat mereka masing-masing, kecuali tentang kapan kiamat itu sendiri akan terjadi.

Di dalam alkitab, Yesus menegaskan maksud yang sama dengan dua ayat di atas saat ditanya kapankah terjadinya kiamat. Beliau menjelaskan dalam injil Markus sbb:

"Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." (Markus 13 : 32) 

Jadi, menurut QS. Az-Zuhruf: 61, "jalan yang lurus" itu bukan Nabi Isa Alaihissalam, melainkan hanya Allah. Hal ini dipertegas lagi oleh Nabi Isa Alaihissalam sendiri melalui sabdanya dalam surah yang sama berikut ini: 

"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus." (QS. Az-Zuhruf: 64)

Dalam alkitab, Yesus juga mengucapkan kalimat yang hampir sama, yakni penegasan kepada pengikutnya -- bahkan termasuk kepada iblis -- bahwa Allah adalah "Tuhanku dan Tuhan kamu" dan "hanya Allah lah yang harus disembah" sebagaimana tercatat dalam injil Yohanes dan injil Matius berikut ini:

".... dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Yohanes 20:17)

" .... Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10)
Dengan demikian, menganggap Nabi Isa Alaihisaalam mengetahui segala sesuatu tentang kiamat dan mengartikan ayat-ayat di atas sebagai bukti bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah "jalan yang lurus", jelas merupakan anggapan yang keliru. Sebab tidak seluruh pengetahuan tentang kiamat diberitahukan oleh Allah kepadanya, dan jalan yang lurus sebagaimana dimaksud oleh beliau sendiri sesungguhnya adalah jalan Allah!
Karena itu, jika ingin selamat dunia dan akhirat, maka ikutilah jalan Allah, yakni segala yang diajarkan oleh semua utusan-Nya, termasuk dalam hal ini, yang diajarkan oleh Nabi Isa Alaihissalam!




Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

5. Isa itu pembawa terang supaya ditaati (QS. 43: 63)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
5. Isa itu pembawa terang supaya ditaati (QS. 43: 63)


TANGGAPAN


Allah berfirman,

وَ لَمَّا جَآءَ عِیۡسٰی بِالۡبَیِّنٰتِ قَالَ قَدۡ جِئۡتُکُمۡ بِالۡحِکۡمَۃِ وَ لِاُبَیِّنَ لَکُمۡ بَعۡضَ الَّذِیۡ تَخۡتَلِفُوۡنَ فِیۡہِ ۚ فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ

“Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku.” (QS. Az-Zuhruf: 63)

Sekali lagi, ayat di atas bukan ucapan nabi Isa Alaihissalam, melainkan Firman Allah yang menceritakan kepada kita bahwa beliau diutus oleh Allah untuk membawa keterangan guna menjelaskan kepada kaumnya tentang hal-hal yang sebelumnya selalu mereka pertentangkan.

Perhatikan baik-baik kata "membawa keterangan" dalam ayat tsb. Keterangan di sana artinya adalah pengetahuan, bukan cahaya, apalagi lampu petromax atau lampu teplok! 

Sedangkan kalimat "taatlah (kepada) ku" dalam ayat tsb jelas dimaksudkan agar kaumnya senantiasa mendengarkan, belajar memahami, mengikuti, dan mentaati seluruh ajaran beliau yang dalam ayat itu sendiri terlihat jelas didahului dengan perintah "bertaqwalah kepada Allah".

Artinya, Kristen harus menggunakan akalnya secara baik agar dapat mengerti dengan sempurna maksud perintah di atas dengan menjawab sendiri pertanyaan logis ini;

"Bagaimana mungkin pengikut Nabi Isa Alaihissalam dapat bertaqwa dengan sempurna kepada Allah, jika mereka tidak menta'ati ajaran sang nabi yang diutus oleh Allah ke tengah-tengah mereka justru untuk mengajarkan bagaimana caranya bertaqwa dengan sempurna kepada Allah?" 

Nah, coba pikirkanlah sendiri! 

Lantas, apakah umat Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihiwassalam wajib mentaati ajaran nabi Isa Alaihissalam?

Jawabannya sangat tegas, "TIDAK!"

Kenapa tidak?
Karena Allah sudah menjelaskan kepada seluruh umat manusia bahwa sejak jaman purbakala hingga berakhir pada jaman kerasulan Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihiwassalam, secara khusus DIA telah mengutus Nabi dan Rasul-Nya kepada setiap kaum, atau umat, atau bangsa, sebagai penyeru kepada "jalan yang lurus", sekaligus sebagai pemberi peringatan bagi umat atau kaumnya masing-masing.

Firman Allah,
  • "Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul bagi setiap kaum," (QS. Al-Nahl: 36); 
  • "Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan," (QS. Al-Fathir:24); 
  • "Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) para rasul Kami berturut-turut," (Qs. Al-Mukminun:44) . " 

Dalam salahsatu Hadits beliau, Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihiwassalam menjelaskan kepada kita bahwa jumlah seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus oleh Allah ke seluruh muka bumi ini (sebagaimana dimaksud dalam tiga firman di atas) adalah sebanyak 124.000 orang, dan 315 di antaranya adalah Rasul. 

Sedangkan untuk umat Nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihiwassalam, Allah sendiri yang menjelaskan bahwa Islam -- sebagai ajaran pokok seluruh Nabi dan Rasul Allah sebelum beliau -- dinyatakan telah mencapai kesempurnaannya pada masa kerasulan Nabi muhammad Shallalahu 'Alaihiwassalam dan menjadi agama terakhir seluruh umat manusia yang diridhai-Nya.

Begini firman Allah,

" .... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu …” (QS. Al-Ma'idah: 3). 

Di dalam Al-Quran, Nabi Isa Alaihissalam sendiri tercatat ikut menjelaskan hal ini kepada kaumnya dalam salahsatu seruannya yang terkenal:

“ .... Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, .... " (QS. Ash-Shoff: 6)

Alkitab juga mencatat seruan serupa dari Yesus Kristus dalam Injil Matius sbb:

"... Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Dari keterangan Al-Quran dan Alkitab di atas, maka menjadi sangat terang bagi kita bahwa baik Nabi Isa Alaihissalam dalam ajaran Islam maupun Yesus Kristus dalam ajaran Kristen sama-sama bukan untuk umat atau bangsa manapun di dunia ini kecuali terbatas dan hanya untuk bangsa Israel saja!

Jadi, kalau Kristen, khususnya Kristen Indonesia mengajak umat Islam untuk mengikuti mereka menyembah Yesus sebagai tuhan, maka inilah yang dimaksud dalam ajaran Islam sebagai ajakan dari umat sesat lagi menyesatkan! 

Kristen Indonesia dipandang sebagai umat "tersesat" oleh alkitab dan Al-Quran karena:

  1. mengimani doktrin gereja untuk menyembah makhluk ciptaan Allah, 
  2. gagal memahami bahwa makhluk yang secara salah mereka sembah itu sebenarnya hanya utusan Allah khusus bagi bangsa israel saja, dan 
  3. mengira dengan itu akan mendapatkan sorga Allah.

Ketiga hal ini bertentangan dengan ajaran Yesus menurut alkitab, juga melawan ajaran Nabi Isa Alaihisslam menurut Al-Quran, bahkan sangat dimurkai oleh Allah menurut ayat-ayat dlam Alkitab sendiri, apalagi menurut ayat-ayat Al-Quran!

Menuhankan apapun selain Allah, dalam ajaran Islam disebut Syirik & Musyrik. Siapapun yang secara sadar berlaku Syirik atau Musyrik, maka dosanya tidak akan pernah diampuni oleh Allah dan neraka abadilah tempatnya! Oleh karena itu, tentu saja sangat keliru jika ada umat Islam yang malah ikut-ikutan tersesat gara-gara mengikuti ajakan umat sesat untuk menyembah makhluk Allah bernama Yesus Kristus!



Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

6. Isa diberi mujizat dan Roh Kudus (QS. 2: 253)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
6. Isa diberi mujizat dan Roh Kudus (QS. 2: 253)


TANGGAPAN


Allah berfirman, 

تِلۡکَ الرُّسُلُ فَضَّلۡنَا بَعۡضَہُمۡ عَلٰی بَعۡضٍ ۘ مِنۡہُمۡ مَّنۡ کَلَّمَ اللّٰہُ وَ رَفَعَ بَعۡضَہُمۡ دَرَجٰتٍ ؕ وَ اٰتَیۡنَا عِیۡسَی ابۡنَ مَرۡیَمَ الۡبَیِّنٰتِ وَ اَیَّدۡنٰہُ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ ؕ وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا اقۡتَتَلَ الَّذِیۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡہُمُ الۡبَیِّنٰتُ وَ لٰکِنِ اخۡتَلَفُوۡا فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ اٰمَنَ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ کَفَرَ ؕ وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ مَا اقۡتَتَلُوۡا ۟ وَ لٰکِنَّ اللّٰہَ یَفۡعَلُ مَا یُرِیۡدُ
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 253)

Ayat ini sangat jelas. Allah menerangkan kepada kita tentang kelebihan masing-masing Nabi dan Rasul-Nya tapi tanpa catatan "mengurangi" derajat kenabian mereka yang tinggi. Adapun tentang Nabi Isa Alaihissalam, dijelaskan bahwa Allah memberikan beberapa mukjizat-Nya serta memperkuatnya dengan kehadiran malaikat Jibril, atau yang dalam Islam dikenal juga sebagai Ruhul Quddus. 

Namun banyak sekali umat Kristen yang salah mengerti ayat ini sehingga mengira Nabi Isa Alaihissalam memiliki kemampuan bermukjizat dari dirinya sendiri, dan di atas semua itu, mereka percaya hanya beliau seoranglah yang sepanjang hidupnya memiliki kekuatan Ruhul Quddus yang mereka artikan sebagai Roh Allah.

Pendapat ini sangat keliru sebab sangat menyalahi kodrat malaikat Jibril sendiri yang sejak awal penciptaan hingga selama-lamanya adalah Malaikat Utusan Allah kepada setiap makhluk. 

Artinya Jibril tidak mungkin berdiam diri di satu tempat -- dalam hal ini di dalam raga Nabi Isa Alaihisalam -- selama-lamanya. Sebab hal ini praktis mempasung kemerdekaan geraknya yang setiap saat harus "move on" melaksanakan demikian banyak tugas-tugas sebagai Malaikat Utusan Allah kepada setiap makhluk yang tersebar sangat luas di seluruh penjuru jagad raya ini!

Sedangkan kekuatan yang dimaksud di sini adalah yang diberikan oleh Allah pada saat-saat tertentu di mana sang nabi memang benar-benar sangat membutuhkan pertolongan Allah.

Mengenai QS. Al-Baqarah: 253 ini, umumnya umat Kristen luput mencermati bahwa alkitab mereka juga sebetulnya menjelaskan bahwa segala mukjizat Yesus yang dicatat dalam injil-injil kanonik -- dan yang seumur hidup menjadi kebanggan mereka itu -- sesungguhnya berasal dari Allah, bukan dari dirinya sendiri, sebagaimana ditegaskan oleh Petrus dalam Kisah Para Rasul berikut:
"Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu." (Kisah Para Rasul 2:22)
Sedangkan tentang "kekuatan" sebagaimana sudah disebut-sebut oleh Petrus di atas tapi masih salah dimengerti tsb, injil Lukas menggambarkannya secara lebih jelas dalam episode pelarian Yesus ke Taman Getsemani, manakala dia merasa demikian ketakutan setelah mengetahui dirinya akan ditangkap oleh serdadu Romawi untuk dihukum mati. 

"Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:43-44)

Visualisai Lukas ini sekaligus membuktikan bahwa mustahil Yesus adalah Tuhan, sebab (1) bagaimana mungkin Tuhan masih perlu diberi kekuatan oleh Malaikat yang notabene adalah makhluk ciptaan-Nya sendiri, dan (2) bagaimana mungkin Tuhan sampai merasa ketakutan sedemikian dahsyat melihat malaikat yang natabene adalah makhluk ciptaan-Nya sendiri?



Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

7. Isa mengatakan perkataan yang benar (Qs. 19: 34)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
7. Isa mengatakan perkataan yang benar (Qs. 19: 34)


TANGGAPAN


Allah berfirman,
ذٰلِکَ عِیۡسَی ابۡنُ مَرۡیَمَ ۚ قَوۡلَ الۡحَقِّ الَّذِیۡ فِیۡہِ یَمۡتَرُوۡنَ

“Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (QS. Maryam: 34)

Al-Quran cukup jelas menginformasikan kepada kita bahwa sama seperti Nabi dan Rasul Allah lainnya, Nabi Isa Alaihissalam juga senantiasa menyampaikan perkataan yang benar sesuai dengan firman Allah yang diterimanya. Sedangkan di antara sekian banyak perkataan benar yang disampaikannya namun menjadi perbantahan di antara umatnya, disebutkan pula pada kelanjutan ayat di atas, yakni:

مَا کَانَ لِلّٰہِ اَنۡ یَّتَّخِذَ مِنۡ وَّلَدٍ ۙ سُبۡحٰنَہٗ ؕ اِذَا قَضٰۤی اَمۡرًا فَاِنَّمَا یَقُوۡلُ لَہٗ کُنۡ فَیَکُوۡنُ

“Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS. Maryam: 35)

Menurut alkitab, Yesus juga mengatakan hal yang sama dalam salahsatu sabdanya yang terkenal dan dicatat oleh Yohanes sbb:

"Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12:49-50)

Lalu, bagaimanakah caranya agar mendapatkan hidup yang kekal (di sorga Bapa) menurut Yesus sebagaimana dicatat oleh Yohanes 12:49-50?

Perhatikan sekali lagi tanggapan untuk No. 4!



Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  

8. Isa menyembuhkan orang buta sejak lahir. (QS. 3: 49)

Mereka mengklaim Isa Almasih adalah Tuhan karena:
8. Isa menyembuhkan orang buta sejak lahir. (QS. 3: 49)


TANGGAPAN


Allah berfirman,

وَ رَسُوۡلًا اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ ۬ۙ اَنِّیۡ قَدۡ جِئۡتُکُمۡ بِاٰیَۃٍ مِّنۡ رَّبِّکُمۡ ۙ اَنِّیۡۤ اَخۡلُقُ لَکُمۡ مِّنَ الطِّیۡنِ کَہَیۡـَٔۃِ الطَّیۡرِ فَاَنۡفُخُ فِیۡہِ فَیَکُوۡنُ طَیۡرًۢا بِاِذۡنِ اللّٰہِ ۚ وَ اُبۡرِیُٔ الۡاَکۡمَہَ وَ الۡاَبۡرَصَ وَ اُحۡیِ الۡمَوۡتٰی بِاِذۡنِ اللّٰہِ ۚ وَ اُنَبِّئُکُمۡ بِمَا تَاۡکُلُوۡنَ وَ مَا تَدَّخِرُوۡنَ ۙ فِیۡ بُیُوۡتِکُمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman”." (QS. Ali Imran: 49) 

Tentang ini sudah cukup jelas diterangkan dalam tanggapan No. 6. Dan sekali lagi, harap dicatat baik-baik; Nabi Isa Alaihissalam sendiri mengatakan bahwa segala mukjizatnya itu dapat terwujud bukan karena kekuatan dari dirinya sendiri, melainkan atas kehendak dan ijin Allah semata. Jika Allah tidak berkenan, maka tidak mungkin ada satu makhlukpun di seluruh jagad raya ini yang dapat menunjukkan mukjizat!

Kenapa?


Tanggapan untuk Isa Almasih Menurut Misionaris - di sini
Simak tanggapan untuk klaim ngawur mereka selanjutnya:

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16