Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Masalah). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Masalah). Tampilkan semua postingan

Banjir Nuh versi Alkitab vs versi Al-Quran


Catatan menarik dari potongan riwayat banjir Nuh versi Al-Quran dan versi Bibel
 
PERTAMA, Al-Quran mengatakan banjir Nuh menenggelamkan umat beliau yang kafir dan yang beriman di selamatkan. Sedangkan banjir yang sama dalam Bibel menenggelamkan bumi dan membunuh seluruh mahluk hidup, kecuali yang berada dalam bahtera nabi nuh.

Fakta dari sains modern menunjukkan tidak ada bukti secuilpun bahwa seluruh bumi pernah di genangi air, dan logikanya,.jika bumi dipenuhi oleh air mka pertanyaanya; darimana datangnya air tsb dan ke mana pula hilangnya?

KEDUA, Riwayat banjir Nuh dalam Al-Quran tidak kontradiktif dengan ayat-ayat lainnya sedangkan dalam Bibel banyak ditemui kontradiksi.

KETIGA, Dalam Al-Quran banjir Nuh tidak menyisakan kritik apapun sebab memang tidak bertentangan dengan fakta. Sedangkan dalam Bibel banjir Nuh konon katanya melenyapkan seluruh kehidupan, tapi faktanya peristiwa itu terjadi bersamaan dengan masa tumbuhnya kerajaan Mesir dan Babylonia, dan di berbagai tempat ditemui catatan sejarah dan peninggalanya yang membuktikan tidak pernah terjadi banjir sedahsyat banjir yang dikisahkan dalam Bibel.

KEEMPAT, Tidak ada kejanggalan dalam Al-Quran tentang cerita ini, tapi dalam Bibel meninggalkan banyak kejanggalan, antara lain, Abraham lahir 292 tahun sesudah banjir Nuh tapi pada jaman Abraham kehidupan manusia sudah pulih kembali dan sudah banyak kerajaan disana sini. Mungkinkah rentang waktu hanya 292 tahun memulihkan jumlah ras manusia yang konon katanya hanya tersisa seberapa pasang saja menjadi jutaan manusia dan dengan gemilang membangun puluhan kerajaan?

A. Kejanggalan Periwayatan Menurut Bibel

  • Mengapa cerita ini sampai dua kali menyatakan bahwa manusia telah menjadi jahat tetapi bahwa Nuh akan diselamatkan (Kejadian 6:5–8; 6:11–13)?
  • Apakah Nuh diperintahkan untuk memasukkan sepasang dari masing-masing binatang yang tidak haram ke dalam Bahtera (Kej. 6:19–20) ataukah tujuh pasang (Kejadian 7:2–3)?
  • Apakah banjir itu berlangsung empat puluh hari (Kejadian 7:17) atau 150 hari (Kejadian 7:24)?
  • Apa yang terjadi dengan burung gagak yang dikeluarkan dari Bahtera pada saat yang bersamaan dengan burung merpati itu dan "terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi" sekitar dua atau tiga minggu berikutnya (Kejadian 8:7)?
  • Mengapa naratif ini tampaknya mempunyai dua titik akhir yang logis (Kejadian 8:20–22 dan 9:1–17)?

B. Lama Dan Waktu Terjadinya banjir 

Di sini kita harus menambahkan bahwa lamanya banjir itu berbeda menurut sumbernya. Sumber Yahwist mengatakan 40 hari, sedangkan sumber Sakerdotal mengatakan 50 hari. Sumber Yahwist tidak memastikan pada umur berapa banjir itu dialami oleh Nuh, tetapi sumber Sakerdotal mengatakan bahwa banjir itu terjadi ketika Nuh berumur 600 tahun. 

Sumber Sakerdotal juga memberi penjelasan tentang tahun terjadinya banjir yaitu dengan tabel silsilahnya, baik dari sisi Adam maupun dari sisi Abraham. 

Oleh karena menurut perhitungan yang dilakukan atas dasar Kitab Kejadian, Nuh dilahirkan 1.056 tahun sesudah Adam (silahkan lihat tabel silsilah Abraham) maka banjir terjadi 1.656 tahun sesudah penciptaan Adam. Akan tetapi dilihat dari sisi Abraham, Kitab Kejadian mengisahkan terjadinya banjir pada 292 tahun sebelum lahirnya Abraham. 

Menurut Kitab Kejadian, banjir telah menenggelamkan seluruh umat manusia berikut seluruh makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan sehingga kemudian semuanya mati di atas bumi. Setelahnya, kemanusiaan kemudian dibangun kembali, dimulai dari tiga orang putra Nuh dan isteri-isteri mereka sedemikian rupa, sampai tiga abad kemudian lahirlah Abraham. Adapun Abraham mendapati umat manusia pada masa itu sudah pulih kembali dalam kelompok bangsa-bangsa. Bagaimana mungkin dalam waktu yang relatif singkat, umat manusia yang nyaris punah dapat pulih kembali?

Fakta-fakta di atas ini praktis menghilangkan kepercayaan kita kepada Bibel yang nampaknya meriwayatkan peristiwa banjir tersebut secara sangat sembrono. Di samping itu, bukti-bukti sejarah menunjukkan pula ketidakserasian periwayatan Bibel tersebut dengan ilmu pengetahuan modern. Para ahli sejarah memperkirakan Abraham hidup  pada kisaran tahun 1.800 s.d 1.850 SM. Jika banjir terjadi 3 abad sebelum kelahiran Abraham seperti yang diterangkan oleh Kitab Kejadian dalam silsilah keturunan para Nabi, ini berarti bahwa banjir terjadi pada abad ke-21 atau ke-22 SM. sedangkan pada waktu itu, menurut catatan sejarah modern, di beberapa tempat di dunia ini tengah bermunculan berbagai peradaban manusia yang bekas-bekasnya masih dapat kita telusutri. 

Masa itu,  bagi Mesir merupakan periode sebelum Kerajaan Pertengahan (tahun 2.100 SM), kira-kira zaman peralihan pertama sebelum dinasti kesebelas, juga merupakan periode dinasti ketiga yang berkuasa di kota Ur atau Babylon.

Kita tahu dengan pasti bahwa tidak ada keterputusan dalam perkembangan kebudayaan umat manusia, jadi tidak ada pemusnahan ras manusia seperti yang dihayalkan oleh para pengarang dan editor Bibel.

C. Banjir Nuh versi Bibel Dan Kritik Yang Ditimbulkannya

Penyelidikan tentang riwayat Banjir menurut Perjanjian Lama dalam paparan ini telah membawa kita pada pernyataan-pernyataan seperti berikut:

Dalam Bibel tidak hanya terdapat satu riwayat tentang banjir ini, akan tetapi ada dua riwayat yang disusun dalam waktu yang berbeda:

Riwayat Yahwist dibuat pada abad ke-9 SM, sedangkan riwayat para pendeta (Sakerdotal), dibuat pada abad  ke-6  SM. Riwayat ini dinamakan “Sakerdotal” karena dibuat oleh pendeta-pendeta pada waktu itu. Dua riwayat tersebut tidak disusun terpisah akan tetapi bercampur; unsur-unsur riwayat yang satu dicampur dengan unsur-unsur riwayat yang lain, dalam paragraf-paragraf yang sebagian berasal dari riwayat yang satu dan sebagian lagi berasal dari riwayat yang lain.

Tafsiran Terjemahan kitab Kejadian karangan R.P. de Vaux, Guru Besar Sekolah Bible di Yerusalem menunjukkan pembagian daripada paragraf-paragraf antara dua sumber tersebut secara sempurna. 

Riwayat Banjir ini dimulai dan diakhiri dengan paragraf Yahwist. Dalam riwayat itu ada 10 paragraf Yahwist. Di antara tiap paragraf dengan lainnya, diselipkan sebuah paragraf Sakerdotal. Jadi jumlah paragraf Sakerdotal adalah sembilan. Mosaik teks tersebut tidak menunjukkan keserasian kecuali dari segi urutan riwayat, oleh karenanya terdapat kontradiksi-kontradiksi besar antara dua sumber tersebut. RP. de Vaux menulis: “itu adalah dua sejarah tentang Banjir.” 

Banjir dalam dua riwayat tersebut penyebabnya adalah faktor-faktor yang berlainan, dan lamanya waktu kejadian juga berlainan. Nuh dalam dua riwayat itu juga memuat ke dalam bahteranya beberapa jenis hewan yang jumlahnya juga berlainan.

Menurut pengetahuan modern, dalam keseluruhan riwayat banjir yang tertulis dalam Bibel tidak dapat diterima, karena dua alasan:

Perjanjian Lama melukiskan banjir itu melanda seluruh dunia. Tapi  paragraf-paragraf dari sumber-sumber Yahwist tidak menyebutkan waktu terjadinya banjir, sedangkan riwayat Sakerdotal menyebutkan suatu waktu yang menurut sejarah, banjir yang melanda seluruh permukaan bumi semacam itu tidak mungkin bisa terjadi.

Argumentasi yang menguatkan pendapat tersebut adalah seperti berikut: 
Riwayat Sakerdotal mengatakan bahwa Banjir terjadi ketika Nuh berumur 600 tahun. Kita mengetahui bahwa menurut silsilah keturunan dalam fasal 5 dari kitab Kejadian (juga menurut sumber Sakerdotal seperti disebutkan sebelumnya), Nuh lahir 1.056 tahun sesudah Adam. Dengan begitu maka Banjir itu terjadi pada tahun 1.656 sesudah penciptaan Adam. Di lain pihak, silsilah keturunan Abraham dalam kitab Kejadian (11, 10-32) menurut sumber yang sama memberi kesan kepada kita bahwa Abraham lahir 292 tahun sesudah banjir. Kita juga mengetahui bahwa Abraham hidup sampai kira-kira tahun 1850 S.M. Dengan begitu maka Banjir terjadi pada abad ke-21 atau ke-22 SM.
Lalu, bagaimana kita dapat mebayangkan Banjir luar biasa besar yang menenggelamkan dan membinasakan seluruh penghidupan di atas permukaan bumi (kecuali penumpang bahtera Nuh) terjadi pada abad ke-21 atau abad ke -22 SM, sedangkan menurut catatan sejarah justru pada waktu itu di beberapa bagian bumi ini tengah bekembang berbagai peradaban manusia yang bekas-bekasnya msih dapat kita lihat sampai sekarang. 

Bagi Mesir, umpamanya, waktu itu adalah zaman yang menyaksikan berakhirnya Kerajaan lama dan dimulainya Kerajaan Baru. Jika kita kembali ke catatan sejarah, tentu saja aneh sekali rasanya untuk mengatakan bahwa pada masa itu segala peradaban manusia telah dimusnahkan oleh Banjir. 

Dengan begitu maka dari segi sejarah, kita dapat mengatakan bahwa riwayat Banjir dalam Bibel sangat bertentangan dengan pengetahuan modern. Adanya dua riwayat berbeda untuk peristiwa yang sama adalah bukti yang nyata tentang manipulasi manusia terhadap Bibel.


Riwayat Al-Quran Tentang Banjir Nuh

Al-Qur’an menyajikan versi keseluruhan yang berlainan dan tidak menimbulkan kritik dari segi sejarah. Al-Qur’an tidak memberikan riwayat Banjir yang kontinyu/berkepanjangan. Beberapa ayat membicarakan hukuman yang diberikan kepada umat Nabi Nuh. Riwayat yang paling lengkap adalah: Surat 11 ayat 25 s/d 49, Surat 71 yang dinamakan surat Nuh mencerita-kan Nuh memberi nasehat kepada umatnya, begitu juga terhadap Surat 26 ayat 105 s/d 112.

Tetapi sebelum menyelidiki kejadian itu, kita perlu menempatkan Banjir yang diriwayatkan oleh Al-Qur’an dalam hubungannya dengan hukuman-hukuman Tuhan yang ditimpakan kepada kelompok-kelompok yang salah karena menyalahi perintah-Nya.

Jika Bibel menceritakan banjir dunia untuk menghukum seluruh kemanusiaan yang tidak patuh, sebaliknya Al-Qur’an menceritakan bermacam-macam hukuman yang dikenakan kepada kelompok-kelompok tertentu. Surat 25 ayat 35 s/d 39 sebagai contoh;

Allah berfirman,

“Dan sesungguhnya Kami telah memberikan al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai pembantu. Kemudian kami berfirman kepada keduanya: “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat kami.” Lalu Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya. Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (ceritera) mereka itu pelajaran bagi munusia dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih. Dan (begitu pula Kami binasakan) kaum ‘Ad dan Tsamud dan penduduk Rass* dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.” (QS. Al Furqaan: 35-39)

Surat 7 ayat 59 s/d 93 mengingatkan kepada hukum-hukum Tuhan yang menimpa kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, Lut, dan Madyan, secara terpisah.

Dengan begitu maka Al-Qur’an menggambarkan Banjir sebagai suatu hukuman yang khusus untuk kaumnya Nuh. Ini merupakan perbedaan pertama yang pokok antara kedua riwayat.

Perbedaan pokok kedua adalah bahwa Al-Qur’an tidak menempatkan Banjir dalam suatu waktu dan tidak menerangkan berapa lama Banjir itu berlangsung. Sebab-musabab Banjir yang di hikayatkan Bibel dan Al-Qur’an hampir sama.

Riwayat Sakerdotal (Kejadian 7, 11) menyebutkan dua hal: sumber-sumber air memancarkan air banyak sekali, dan langit mencurahkan air yang kemudian bertemu dengan air lautan dimana Al-Qur’an menyebutkannya dalam Surat 54 ayat 11 dan 12, sebagai berikut:

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air maka bertemulah air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.” (QS. Al-Qamar: 11-12)

Al-Qur’an sangat jelas dalam menyebutkan isi perahu; Allah memberi perintah kepada Nuh dan perintah itu dilaksanakan secara tepat dengan menempatkan dalam perahu beberapa jenis binatang yang akan berlangsung kehidupannya. 

Allah berfirman,

“Hingga bila perintah Kami datang dan dapur (permukaan bumi) telah memancarkan air, Kami berfirman: Muatkanlah kedalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan Kami terhadapnya dan (muatkanlah) pula orang-orang yang beriman. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Huud: 40)

Seorang anak Nuh yang mendapat laknat Tuhan telah dikecualikan. Dalam hal ini ayat 45 s/d 46 dari surat tersebut menceritakan bahwa permohonan Nuh kepada Allah tidak dapat merubah keputusan Tuhan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa di atas perahu, di samping keluarga Nuh minus anaknya, terdapat pula beberapa penumpang yang percaya kepada Tuhan.

Bibel tidak menyebutkan orang-orang itu di antara para penumpang-penumpang perahu. Menurut riwayat Sakerdotal: Nuh, keluarganya sendiri dengan tak ada kecualian, dan sepasang dari tiap-tiap jenis binatang. Riwayat Yahwist membedakan antara binatang-binatang suci dan burung di satu pihak dan di lain pihak binatang-binatang yang tidak suci. (terkait binatang suci, bahtera itu memuat 7 dari tiap jenis jantan dan betina, dan yang tidak suci hanya satu pasang). Menurut ayat Yahwist yang sudah dirobah (Keluaran 7, 8), sepasang dari tiap-tiap jenis, baik yang suci maupun yang tidak suci.

Riwayat banjir itu sendiri dimuat dalam Al-Qur’an surat 11 ayat 25 s/d 49, dan surat 23 ayat 23 s/d 30. Riwayat Bibel tidak menunjukkan perbedaan yang berarti tentang tempat perahu itu berhenti, menurut Bibel adalah di gunung Ararat (Kejadian 8, 4), sementara menurut Al-Qur’an tempat itu adalah Joudi 

Allah berfirman,

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Joudi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang
yang zalim .” (QS. Huud: 44)

Gunung Joudi ini adalah puncak tertinggi dari gugusan gunung Ararat di Armenia; tetapi tak dapat dijamin bahwa tak ada perubahan nama-nama untuk menyesuaikan antara kedua riwayat. 

R. Blachere berpendapat seperti itu. Menurut dia, banyak nama Joudi di Arabia, jadi persamaan nama mungkin buat-buatan. 

Secara definitif, terdapat perbedaan antara riwayat Quran dan riwayat Bibel.
Perbedaan-perbedaan itu ada yang tak dapat diselidiki secara ilmiah karena tak ada data-data positif, sementara jika kita harus menyelidiki riwayat Bibel dengan perantaraan data-data yang jelas, kita dapat menyatakan bahwa dalam meriwayatkan banjir dalam waktu dan tempat riwayat, Bibel sudah jelas tidak sesuai dengan hasil-hasil penyelidikan pengetahuan modern , sebaliknya, riwayat Al-Qur’an bersih dari segala unsur yang menimbulkan kritik secara objektif. 

dalam kurun waktu antara riwayat Perjanjian Baru dengan kurun waktu riwayat Al-Qur’an apakah manusia secara umum pernah memperoleh informasi yang menyajikan penjelasan yang benar tentang peristiwa banjir tsb? 

Jawaban atas pertanyaan itu adalah “Tidak!” 
Mereka menjawab demikian karena selama ini hanya bergantung pada informasi yang tertulis dalam Perjanjian Lama, karena satu-satunya dokumentasi yang dimiliki oleh umat ini tentang sejarah kuno hanya terdapat pada Perjanjian Lama.

Oleh karenanya, jika faktor manusia tidak dapat menjelaskan perubahan dalam riwayat ini, yakni perubahan yang sesuai dengan pengetahuan modern, maka kita harus menerima penjelasan lain, yaitu: faktor itu adalah wahyu yang datang kemudian, setelah wahyu sebelumnya yang sudah ditulis dalam Bibel mengalami perobahan di sana-sini oleh tangan-tangan jahil para penyesat yang tidak bertanggungjawab!


[Sumber: Amar Ma'ruf Nahi Munkar | Diperbaharui 3 Januari 2021]


Tuhan Menjelma Menjadi Manusia?


PIKIR DULU SEBELUM BICARA SEENAK PERUT
TENTANG EKSISTENSI TUHAN!

Gambar di atas ini adalah salahsatu teori "pembenar" yang dijadikan dalil oleh kebanyakan umat Kristen dalam upaya mereka mempertahankan doktrin nyeleneh melawan alkitabnya sendiri.
Mereka percaya adalah sah sah saja bagi Tuhan alkitab untuk menjelma menjadi apapun juga, khususnya menjadi anak manusia bernama Yesus!
Dalam gambar tsb tertulis kata "KONSEP" yang menawarkan probabilitas "dapat diterima akal", atau "tidak dapat diterima akal" jika manusia menjelma menjadi tuhan, atau sebaliknya.

Ini menarik!

Terlepas bagaimanapun indah dan dibuat masuk akalnya KONSEP "tuhan yang manusia" ini, tampaknya ada hal prinsipil yang betul betul luput dari penalaran para pengusung teori nyeleneh tsb, yakni bahwa selama hanya sebagai KONSEP; artinya hanya pemikiran berdasar asumsi yang tidak didukung oleh dalil-dalil alkitab, ajaran para nabi - apalagi minus firman Tuhan - maka yang namanya KONSEP tadi akan tetap tinggal sebagai KONSEP saja!

Dengan kata lain, KONSEP "memanusiakan tuhan" atau "menuhankan manusia" sebagaimana yang menjadi iman pokok umat Kristen selama ini (berdasar klaim "bisa diterima akal" atau "tidak bisa diterima akal" tadi), sesungguhnya sama sekali tidak dapat diterima akal, karena tidak ada dasar pijakannya yang benar-benar patut dianggap masuk akal.

Lain halnya jika KONSEP ini terbukti secara alkitabiah dan secara meyakinkan pula memang didukung oleh dalil dalil alkitab yang masuk akal!

Teofani misalnya, sebut saja dalam Kejadian 12:7-9, 18:1-33, 32:22-30 , Keluaran 3:2, 4:17, 24:9-11, Ulangan 31:14-15, dan Ayub 38-42 sebenarnya hanya penafsiran para bapa gereja awal saja dalam usaha mereka meyakinkan jemaatnya bahwa Tuhan benar-benar menjelma menjadi ini atau itu semata-mata hanya untuk berinteraksi secara langsung dengan ciptaan-Nya yang bernama manusia.

Bayangkan saja, betapa rendahnya teori teofani ini menempatkan posisi Tuhan, Sang Pencipta jagad raya berikut segenap isinya ini. Tuhan Yang Mahaperkasa, dalam Kejadian 32:22-30 diceritakan mendatangi manusia bernama Ayub, lalu disebut-sebut sepanjang malam "bergelut" dengannya, dan tragisnya, kalah pula!
Padahal jangankan sampai bergelut dengan manusia, kitab mereka sendiri menuliskan dengan sangat jelas dalam Keluaran 33:20 bahwa TIDAK ADA SATU MANUSIAPUN yang sanggup melihat Tuhan kecuali langsung MATI!
Jadi, seperti sudah disebutkan di atas tadi, teori teofani adalah pemikiran manusia melawan firman Tuhan, dan karena ini betul-betul luar biasa kurang ajar, tentu saja TIDAK VALID!

Karena itu, demi masa, demi pengetahuan, dan demi iman kristen sendiri; saya mengundang semua member kristen grup ini yang masih dapat menggunakan akalnya dengan baik dan benar untuk sama-sama bantu menunjukkan kepada pembaca semua, dalil alkitab manakah yang dianggap paling beralasan untuk mewakili KONSEP KETUHANAN MANUSIA yang sejak awal tadi sudah saya nyatakan nyeleneh?
Di bagian mana dari alkitabkah ada tertulis informasi bahwa suatu hari kelak Tuhan akan menjelma menjadi seorang manusia, atau menjelmakan seorang manusia untuk menjadi Tuhan seperti disebutkan dalam gambar di atas? 
Jika tidak ada, dan saya tahu memang tidak ada, maka seperti kata Paulus, sang rasul gadung; "SIA-SIALAH IMAN KRISTEN SELAMA 20 ABAD TERAKHIR INI!" 😭



Maap, Kitab Anda Bukan "Al Kitab" Yang Dimaksud Oleh Al-Quran

Catatan dari grup dialog lintas iman di sebalah

Ini bukan kali pertama, tapi sudah lumayan sering kita memergoki tidak sedikit umat Paulus yang demikian yakin bahwa Bible yang dibentuk oleh Paulus dan kroninya dengan cara; mencomot kitab suci umat Yahudi, membuat kitab kitab injil versi sendiri, dan dari menghimpun berbagai karangan orang orang yang tidak jelas indentitasnya -- termasuk memalsukan ayat-ayat yang dicontek dari kitab-kitab umat Yahudi hasil comotan tadi -- sebagai kitab suci yang dikenal dan diakui eksistensinya oleh Al-Quran!

Dasarnya adalah karena mereka menemukan, atau paling tidak, diberitahu oleh pengikut Paulus sok tau lainnya bahwa kata "alkitab" disebut sebut sampai sebanyak 74 kali dalam terjemahan bahasa Indonesia Al-Quran. Salahsatu contoh, misalnya, bisa disimak disini.

Padahal tidak satupun dari semua sebutan itu yang merujuk pada kitab buatan Paulus dkk yang diberi nama "Biblios" dalam bahasa aslinya; Yunani, atau diubahsuai menjadi "Bible" oleh para pengguna bahasa Inggrisnya.

Sesuai dengan konteks periwayatannya, kata "alkitab" dalam Al-Quran sebenarnya merujuk secara khusus -- dan berdiri sendiri sendiri -- masing-masing untuk
  • Ummu alkitab (di lauh mahfuz), 
  • Shuhuf Ibrahim, 
  • Shuhuf Musa, 
  • Taurat, 
  • Mazmur, 
  • Injil, dan 
  • Al-Quran.

Kata "alkitab" dalam Al-Quran sama sekali tidak ada urusannya dengan kumpulan atau klipping campursari kitab-kitab karangan manusia yang diberi nama:  injil-injil, comotan duplikat kitab Taurat dan Mazmur, dan aneka ragam tulisan lain yang dipaksakan menjadi bagian integral dalam "Biblios" atau "Bible" yang entah bagaimana ceritanya, di indonesia malah diberi nama "alkitab" dengan cara mencomot pula perbendaharaan kata dari Al-Quran!

Jadi, semakin jelas bahwa kata 'alkitab' dalam Al-Quran tidak ada secuilpun kaitannya dengan bible yang di Indonesia diganti namanya menjadi 'alkitab' itu.

Kenapa?
Karena di negara lain, namanya bukan 'alkitab' melainkan tetap Bible.
Dengan demikian, maka sempurnalah ketololan kristen manapun yang hari gini masih GR mengira Al-Quran mengakui Bible yang berubah nama menjadi alkitab!

Jika memang Al-Quran berbicara tentang Bible, tentu yang tertulis adalah 'Bible' supaya manusia di seluruh dunia mengerti bahwa yang dibicarakan adalah Bible. Karena jika yang dimaksud sebagai alkitab dalam Al-Quran adalah Bible, tentu cuma kristen Indonesia saja yang mengerti, sedangkan kristen lain di seluruh muka bumi ini cuma bisa plonga plongo doang. Allahnya Yesus sudah pasti tidak akan membiarkan hal sebodoh itu terjadi. Percayalah!

Celakanya, dan ini seharusnya membuat semua pengikut Paulus pantas merasa malu, adalah fakta keblinger dimana hampir semua pengiman kitab tidak jelas buatan Paulus dkk ini kerap menuduh Al-Quran menyontek, khususnya ayat ayat Taurat dan Mazmur, dari Bible mereka!

Bagaimana orang-orang ini bisa demikian tidak tahu diri sembarangan saja menuduh Al-Quran menyontek ayat ayat dari kitab kitab yang sebenarnya mereka bajak dari umat Yahudi? Sementara apa yang mereka lakukan bukan hanya sekedar mencontek, tapi sudah amat jelas sebagai perbuatan maling!

Sedangkan di sisi lain, Al-Quran secara jelas menegaskan bahwa kitab-kitab suci bernama Shuhuf Ibrahim, Shuhuf Musa, Taurat, Mazmur, Injil, dan Al-Quran berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah, satu-satunya Tuhan semua nabi yang mewariskan kitab-kitab tsb kepada masing-masing umatnya, sehingga kemiripan, kesamaan, atau keterkaitan antar narasi pada ayat ayat dalam semua kitab suci tsb tentu bukan hal yang aneh, karena selain menerangkan bahwa kitab-kitab tsb berasal dari Allah yang sama, Al-Quran -- sebagai kitab suci terakhir dari Allah untuk seluruh umat manusia -- juga mengindikasikan bahwa ajaran Tauhid yang dibawa oleh para nabi tsb bersifat progresif, alias berkembang mengikuti kondisi jaman dari masing masing nabi yang mewariskan kitab-kitab suci tsb, sampai pada akhirnya ajaran monotheis seluruh nabi tsb menjadi sempurna saat firman terakhir Allah diabadikan di dalam Al-Quran.

Sedangkan Bible, yang mereka kira adalah "alkitab" sebagaimana disebut-sebut dalam Al-Quran jelas bukan kitab suci warisan nabi manapun juga (karena memang tidak ada satu nabipun yang mewariskannya kepada umat bernasib malang ini), melainkan hanya kitab buatan manusia yang diinisiasi oleh rasul gadung Paulus dkk, yang secara sembarangan mencomot isinya dari sana sini, lalu megklaim klipping seluruh hasil comot tsb sebagai sebuah kitab suci.

Bagaimana mungkin kitab tidak jelas yang direkayasa oleh rasul gadungan bisa disebut sebagai kitab suci -- yang difahami oleh umumnya orang orang beriman sebagai kitab yang berisi firman Allah melalui salahsatu nabi-Nya -- sedangkan sang rasul gadung sendiri tidak pernah terbukti sebagai seorang nabi, apalagi rasul, kecuali cuma dari pengakuan, atau self-proclaim-nya sendirian saja?

Sungguh Aneh!
Setelah 19 abad lebih berlalu, tapi umat ini masih belum sadar juga bahwa sesungguhnya para pendahulu merekalah yang paling pantas disebut sebagai biangnya tukang nyontek sejati, bahkan tidak keliru bila disebut sebagai maling kitab suci umat lain!

Dan itulah yang mereka wariskan kepada umat bernasib malang tapi tidak sadar diri ini hingga hari ini!


[Dari catatan lama GM]

ALLAH Adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Benar!

Sekalipun Disebut Dengan Nama Yang Berbeda, ALLAH Adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Benar!


Screenshot di atas ini hanya sebagian dari contoh penulisan ayat pertama Kitab Kejadian 1:1 Bibel versi pararel dalam berbagai bahasa (lebih lengkap, lihat di sini), di mana menurut Smith & Van Dyke, kata "ELOHIM" dalam ayat berbahasa Ibraninya, atau "GOD" dalam terjemah Inggrisnya, tidak bisa tidak, tetap diartikan sebagai "ALLAH" dalam terjemah bahasa Arabnya.

Kita bisa lihat pula dalam alkitab online Ortodoks Koptik bahwa kata ELOHIM tsb juga diartikan sebagai ALLAH oleh umat kristen sekte ini (lihat di sini). Sementara dalam Bibel terjemah Indonesia, LAI juga mengartikan "ELOHIM" dalam Kitab Kejadian 1:1 sebagai "ALLAH" (lihat di sini).

Artinya, terlepas ditulis dalam bahasa apa dan disebut dengan lafadz apapun, kata ganti TUHAN dalam Kitab Kejadian 1:1 itu tetap dimaksudkan sebagai ALLAH dalam bahasa Arab!

Ini membuktikan kepada umat kristen bahwa:

Pertama: Nama ALLAH sudah ada dan dikenal oleh manusia, bahkan jauh sebelum manusia itu sendiri diciptakan!  [1] 

Ingat! Kitab Kejadian 1:1 dalam Bibel anda adalah ayat yang menceritakan awal proses penciptaan alam semesta saat mana manusia sendiri belum tercipta, akan tetapi nama ALLAH sudah disebut!

Kedua: Disebut dengan nama apapun, khususnya dalam kitab-kitab suci agama Samawi atau dalam Bibel anda sendiri, misalnya saja menurut terminologi yang dikenal oleh bangsa Yahudi sebagai Adonai, El, Elohim, Elyon, Elohe Yisrael, El Olam, El Roi, El Shaddai, Immanuel, YHWH, Ehyeh-Asher-Ehyeh, Eloah dst, sekali lagi, di dalam Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab, tetap saja sama artinya dengan ALLAH!

Sementara itu, dengan merujuk pada kitab-kitab yang dipercaya oleh umat Kristen sebagai Taurat, Zabur dan Injil, maka Bibel -- yang dianggap sebagai gabungan dari ketiga kitab tadi -- memperkenalkan ALLAH sebagai YHWH, dengan tambahan 10 "nama pribadi" dan 7 "nama gelar" yang kesemuanya akan kembali lagi kepada YHWH yang menurut alkitab adalah sebagai pemilik nama pribadi & gelar tsb (lihat di sini), atau kepada ALLAH menurut Al-Quran. (lihat di sini). 

Tentang ini kita kerapkali melihat umat Kristen langsung kalang kabut tatkala diminta untuk menjelaskan nama pribadi dan gelar YHWH ini secara gamblang alias tidak "mbulet" seperti pada umumnya tiap kali coba menjelaskan doktrin-doktrin Kristen lainnya kepada umat Islam.

FAKTANYA; jangankan menjelaskan nama pribadi dan gelar YHWH, sedangkan menjelaskan perbedaan (jika memang berbeda) antara Allah dan Tuhan menurut pengakuan iman mereka sendiri saja, tidak ada satu kristenpun yang mampu dengan cerdas membuat pendengarnya mengerti, kecuali cuma melawak ngalor ngidul ngarang bebas mengikuti asumsi sendiri!

Sebut saja contoh paling sederhana ini misalnya;
Siapa yang dimaksud sebagai Tuhan dan siapa pula yang dimaksud sebagai Allah dalam ayat-ayat alkitab berikut ini?

[Yesaya 45:21]
" ..... Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku!  Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!"

[Markus 12:29]
" ........ Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah, Tuhan itu esa."

Sementara di lain pihak, Al-Quran memperkenalkan ALLAH dengan 98 "nama indah lainnya" yang dikenal dengan sebutan "asmaul husna" sebagai nama-nama yang menjelaskan sifat-sifat utama-Nya sebagai Sang Khalik (lihat di sini). 

Nama-nama ini jauh lebih banyak dan tentunya lebih sempurna merepresentasikan ALLAH dengan segala sifat-sifat utama-Nya yang perlu diketahui oleh manusia dibandingkan dengan 17 "nama pribadi dn gelar" YHWH menurut alkitab.

Kebalikan dari umumnya umat Kristen, tentang "Asmaul Husna" ini umat Islam tidak pernah bingung apalagi sampai kalang kabut untuk menjelaskannya satu demi satu, mengingat keterangan tentangnya lebih dari cukup di dalam literatur Islam.



Wallahu a'lam bisyawwab....

CATATAN KAKI

[1] Ketika masih di dalam kandungan, seorang janin mengadakan perjanjian dengan Allah Ta'ala. Janin yang menyanggupi perjanjian itu akan lahir ke dunia. Sedangkan yang tidak sanggup dengan perjanjian tersebut tidak akan hidup, atau mati saat setelah dilahirkan.

Mengenai perjanjian Allah Ta'ala dengan janin itu sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan terdapat dalam Al Qur'an Surat Al A'raaf ayat 172 yang artinya, 

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka dan Allah Ta'ala mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" merka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan)".

Janji janin kepada Allah Ta'ala adalah Keesaan terhadap Allah Ta'ala. Hal ini disaksikan oleh Adam dan penduduk langit. Namun setelah terlahir ke dunia, kita tidak mengingat perjanjian itu karena fitrah manusia yang pelupa.

Sebenarnya, bayi yang berada di dalam rahim semuanya beragama Islam dan berada di jalan Allah Ta'ala. Hanya orang tua merekalah yang menjadikan mereka beragama selain Islam dan melupakan Allah Ta'ala.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah Shallalhu alayhu wasalam telah bersabda: 

"Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga)?”

Hadits diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa` [No. 507]; Al-Imam Ahmad  dalam Musnad-nya [No. 8739]; Al-Imam Al-Bukhari  dalam Kitabul Jana`iz [No. 1358, 1359, 1385], Kitabut Tafsir (No. 4775], Kitabul Qadar [No. 6599]; Al-Imam Muslim dalam Kitabul Qadar [No. 2658].


Wallahu a'lam bisyawwab....


Hal Ikhwal Roh Menurut Keyakinan Umat Kristen

Perhatikan SS di bawah ini. 
Ini adalah "rebuttal" dik Marek Andrzej Rejniak terhadap salahsatu TS GM yang mempertanyakan ROH menurut doktrin kristen di sini.  Menurutnya, GM harus baca penjelasannya ini supaya mengerti "ilmu tingkat tinggi" kristen tentang ROH, dan supaya GM jangan bego terus kalau sudah bicara tentang ROH yang sangat dipahami seluk-beluknya oleh semua umat Krsiten. 

Lihat TS aslinya di sini, atau klik nama pemilik TS di bawah ini.


Tanpa perlu mempersoalkan penggunaan bahasa dan pilihan kata sebagai ungkapan rasa frustrasi yang sarat dengan ad-hominem kepada GM -- sebab itu adalah bukti betapa "halusnya" AJARAN KASIH Kristen -- maka membaca tulisan ini komentar pertama saya adalah, PENJELASAN YANG LUAR BIASA!

Tapi sayangnya masih mengundang banyak tanya, paling tidak pertanyaan kofirmasi untuk setiap paparannya, sebab dik Marek sudah terlanjur menganggapnya sebagai dalil-dalil shahih tentang definisi berbagai Roh berdasarkan informasi dari kitabnya.

Dalam TS bahkan disebutkannya bahwa Al-Quran "menyontek" informasi tentang Roh dari alkitab.  Jujur saja, saya kagum dan inilah sebabnya kenapa sejak awal tadi saya sudah tidak ragu untuk menybut penjelasannya tsb sebagai hal yang luar biasa!

Dik Marek memulai penjelasannya dengan menyatakan -- jadi ini pernyataan -- bahwa Roh adalah kehidupan.  Sebelum Tuhan memulai penciptaan yang melengkapi langit dan bumi, maka yang ada hanyalah ROH ALLAH sendiri di atas air. Tidak menyebutkan dalil kitabnya, tapi kita semua bisa langsung faham yang dimaksud tentulah Kejadian 1:2 yang sudah puluhan kali dibahas di banyak grup debat dan selalu saja berakhir dengan penuh gelak tawa karena TERBUKTI merupakan ayat ERROR!

Tapi kali ini kita tidak sedang mentertawai ayat ini, melainkan lebih fokus pada pembuktian klaim "pintar" dik Marek bahwa ROH ALLAH yang melayang-layang di atas permukaan samudra itu adalah ALLAH.

Bagaimana rata-rata pengikut Paulus mengartikan ROH ALLAH adalah ALLAH?
Salahsatu dalil yang masih sangat kuat mereka imani adalah ayat Kejadian 1:2 tadi.

Di sana tertulis begini: 

Bumi belum berbentuk dan kosong ; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kita bisa melihat dengan jelas bahwa rangkaian kata ROH ALLAH itu terdiri dari 2 suku kata, dan masing-masing kata sebetulnya menerangkan dirinya sendiri-sendiri sebagai dua objek yang berbeda. Yang satu adalah ROH dan yang lainnya adalah ALLAH. Artinya ROH dan ALLAH bukan ALLAH. Tapi pengikut Paulus tidak mau perduli. Pokoknya ROH ALLAH adalah ALLAH, titik!

Jadi kalau misalnya kita ganti kata ROH dalam kalimat itu dengan SENDAL JEPIT,  sehingga susunannya menjadi;

" ....... dan SENDAL JEPIT ALLAH melayang-layang di atas permukaan air",

maka umat tersesat ini akan tetap meyakini bahwa SENDAL JEPIT adalah ALLAH!

Dengan demikian, demi menjunjung tinggi nalar semua orang waras di muka bumi ini, klaim dik Marek bahwa ALLAH adalah ROH dalam "preambule" penjelasannya yang menggebu-gebu tentang ROH, terpaksa dinyatakan langsung ROBOH alias NYUNGSEP, cuma oleh sepasang sendal jepit!

Selanjutnya dik Marek menjelaskan bahwa "ternyata" ROH itu ada DUA. Yaitu ROH ALLAH dan ROH SEGALA MAKHLUK HIDUP.  Sedangkan dalam konteks ini, ROH ALLAH adalah "sumber segala roh mahluk hidup." 

Untuk menguatkan penejelasannya dia merujuk Bilangan 16:22 dan Bilangan 27:16 dalam  kitabnya sbb:

Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini? " 

"Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang .. "

Memperhatikan dua ayat ini, maka seandainya kita tanya (sekedar untuk konfirmasi saja) bagaimanakah kitab adik kita ini mendefinisikan MAKHLUK? 

Saya yakin dia akan bingung sendiri, sebab kitabnya tidak pernah mejelaskan definisi "makhluk" seperti yang dipahami oleh umat manusia pada umumnya. Apalagi jika  kita minta kepastian, apakah Bilangan 16:22 dan 27:16 itu termasuk bicara tentang maklhluk-makhluk di sekitar kita, misalnya saja tumbuhan? 

Tumbuhan yang jelas-jelas adalah makhluk hidup, apakah menurut kitabnya juga memiliki roh?

Atau jika kita minta dia untuk menyebutkan objek-objek apa sajakah yang dimaksud sebagai "makhluk" menurut Bilangan 16:22 dan 27:16? Saya yakin dia akan ngarang bebas sebebas-bebasnya!

Sekedar referensi, umat di luar lingkar doktrin kristen mengenal definisi "makhluk" antara lain sbb:

Makhluk [makh·luk]  adalah sesuatu yang dijadikan atau yang diciptakan oleh Tuhan, seperti manusia, binatang, tumbuhan dlsb.

Contoh: 

  • Makhluk Dini (makhluk beragama): yaitu makhluk religius yang menjelaskan seorang anak manusia bukan saja makhluk jasadi, makhluk akhlaki, tetapi juga makhluk dini, 
  • Makhluk Halus: yaitu makhluk yang dianggap hidup di alam gaib yang berada di luar alam fisik, misalnya setan, jin, iblis dlsb, 
  • Makhluk  Ijtimaiah (makhluk sosial):  Makhluk  ijtimaiah berkewajiban membantu tetangga yang sedang mendapat musibah, 
  • Makhluk Rohaniah: yaitu makhluk yang tidak mempunyai nafsu, tidak memerlukan makan dan minum, bukan laki-laki dan bukan perempuan; contohnya malaikat, 
  • Makhluk Sosial: yaitu manusia yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain, 
  • Makhluk Syahsiah (makhluk individu):  yang menegaskan bahwa sebagai individu, setiap orang mempunyai kewajibannya sendiri-sendiri  terhadap Allah.

CATATAN: Jadi, untuk mengerti apa itu "makhluk" dalam konteks ini tidak perlulah melihat berbagai definisi terkait "Makhluk"  menurut ajaran Islam yang jauh lebih kompleks, tapi cukup lihat definisi "MAKHLUK" menurut KBBI saja dulu.

Nah, kembali ke masalah ROH, dik Marek menyebutkan bahwa ROH CIPTAAN mudah sekali diketahui karena dapat rusak. Segala yang dapat rusak pasti ciptaan, demikian dia menjelaskan.

Membaca ini, tentu saja pembaca terdorong untuk segera bertanya, bagaimanakah caranya kau mengetahui mana yang ROH ALLAH dan mana ROH CIPTAAN?

Jika untuk membedakan kedua Roh ini saja tidak ada satu pengikut Paulus pun yang mampu, lalu bagaimana pula caranya kau dapat membuktikan bahwa ada roh ciptaan yang rusak?

Dengan penuh percaya diri dia "mencontek" apa yang dia pikir adalah ajaran Islam, bahwa Roh yang bisa rusak ini adalah Nyawa. Ya! Dia mengartikan Roh Ciptaan Allah sebagai nyawa! Artinya, harap dicatat! Paparannya tentang roh sudah bergeser menjadi nyawa!

Dan hebatnya, merujuk ayat Imamat berikut ini dia menegaskan BUKTI bahwa nyawa manusia ada dalam darahnya.

Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. 

Ini dikuatkannya dengan penjelasan lebih pede lagi, bahwa untuk membuktikannya, dia menyarankan; "cobalah habiskan darahmu!"  karena jika manusia kehabisan darah, maka dipastikan dia akan mati!

Tentu saja! Dan tentang "mati kehabisan darah" ini tidak perlu alkitab untuk menjelaskannya, sebab setiap paramedis, apalagi Medikal Dokter, pasti dapat menjelaskannya dengan sangat rinci!

Rupanya adik kita ini sama sekali tidak menyadari FAKTA bahwa di atas penjelasannya itu, sejak jaman Adam dulu hingga hari ini, ada jutaan, bahkan milyaran manusia yang mati tanpa perlu mengeluarkan setetes darahpun dari tubuhnya. Artinya, manusia-manusia ini mati karena menurut Allah, Sang Penciptanya, memang sudah saatnya mereka harus mati!

Dan kalau dik Marek mengira penjelasannya tentang "Roh yang bergeser menjadi Nyawa" tadi berasal dari ajaran Islam, maka berbeda dengan angan-angannya, sesungguhnya Islam punya "logical explanation" tersendiri kenapa dan bagaimana prosesnya sehingga seorang manusia yang tadinya hidup kemudian mati. Sama sekali berbeda dengan apa yang diimani oleh umat Paulus!

Ini membuktikan bahwa "bergesernya" penjelasan adik kita tentang Roh yang berobah menjadi nyawa tadi, apalagi dengan mengandalkan dalil Imamat 17:11, praktis JEBOL, alias NYUNGSEP, karena tidak sesuai dengan kenyataan!

Kita lanjut ke wilayah yang lebih menakjubkan lagi, yaitu dimensi dunia ghaib, di mana semua jenis "makhluk halus" seperti Malaikat, Iblis, Jin, Setan, dan "hantu belau" lainnya hidup dan menjalankan segala aktifitasnya sehari-hari.

Dik Marek menjelaskan bahwa karena "makhluk halus" ini tidak memiliki darah, daging, dan tubuh sebagai wadah, maka yang tinggal ya, cuma rohnya doang! Artinya, semua makhluk halus ini dipastikannya BERWUJUD ROH! Itu sebabnya kenapa tidak dapat dilihat oleh manusia.

Sekali lagi adik kita luput memperhitungkan bahwa penjelasannya ini pasti mengundang pertanyaan sangat krusial seperti yang sejak awal tadi sebetulnya sudah ditanyakan oleh pemirsa;

"Jika kau tak kuasa melihat wujud masing-masing makhluk halus ini, lantas bagaimana pula caranya kau bisa membedakan mana Iblis, mana Malaikat, mana Jin, mana Setan, dan mana hantu belau lainnya?"  

Jelas ini akan sangat sulit untuk dijawab, bukan saja oleh dik marek, tapi oleh 10 orang pendeta sekalipun! Kenapa? Karena kitab mereka tidak menjelaskan apa-apa tentang ini!

Sekali lagi, sangat jauh berbeda dengan Al-Quran yang membekali umat Islam dengan pengetahuan cukup tentang ini.

Dengan demikian, penjelasan dik Marek tentang wujud "maklhluk halus" bergenre Malaikat, Iblis, Jin, Setan, dan "hantu belau" lainnya dianggap GAGAL TOTAL, alias NYUNGSEP, karena tidak dapat bergeser lebih jauh lagi dari stigma konyol bahwa wujud mereka adalah Roh!

Masih berbekal segala dalil NYUNGSEP tadi, adik kita ini nekad melanjutkan penjelasannya dengan "promosi gila" bahwa kalau kita menerima Yesus sebagai Tuhan, maka Roh kita yang konon katanya tercemar akan dibersihkan, tapi entah oleh siapa!

Jadi ceritanya balik lagi dari yang tadinya sempat locat ke Nyawa, sekarang kembai ke Roh, dan kali ini dia bicara tentang wadah Roh pengikut Paulus yang mati, yang katanya kelak akan diganti dengan tubuh baru yang 100% anti rusak.

Sekalipun  tentang "tubuh baru" itu tidak disebutkan dalil kitabnya, tapi kita langsung mengerti bahwa maksudnya tentulah doktrin tentang "tubuh baru" yang akan digunakan oleh pengikut Paulus, termasuk rombongan dari Indonesia, kelak di sorga. Tapi sekedar info saja, sori nih, tidak jelas entah di sorga yang mana! 

Kenapa? 
Karena sepanjang yang diajarkan oleh Yesus dalam seluruh khidmatnya, jelas sorga yang beliau maksud hanya untuk bangsa Israel, dan itupun jumlahnya sangat terbatas hanya untuk 144.000 orang saja!

Adapun tentang "tubuh baru" dan hidup di sorga ini, junjungan umat Kristen sendiri, yakni Paulus; dan pengarang injil mereka, Matius; menjelaskannya begini:

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 

Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Tahukah anda di mana letak CACAT NALAR penjelasan dik Marek tentang ini?

Begini:
Di awal cerita tadi dik Marek sudah menjelaskan dengan demikian menggebu-gebu bahwa karena tidak ada wadahnya, alias tidak ada tubuhnya, maka wujud makhluk halus bergenre Malaikat itu adalah seperti Roh yang notabene: tidak dapat dilihat oleh manusia.

Sedangkan dalam salahsatu doktrinnya Paulus menegaskan bahwa tubuh kedagingan manusia tidak akan mendapat tempat di sorga!

CATAT!
Menurut adik kita ini malaikat itu TIDAK MEMILIKI TUBUH!
Tapi kemudian dia bercerita bahwa kelak pengikut Paulus yang menuhankan Yesus akan dibangkitkan dengan "tubuh baru" guna menjalani hidup SEPERTI MALAIKAT di sorga! 

Nah, bayangkanlah dengan segenap kemampuan olah pikir akal sehat anda; bagaimanakah bentuk "tubuh baru" seperti milik Malaikat yang "tidak ada tubuhnya" itu?

Jadi DUA MIMPI INDAH dik Marek mewakili umat kristen seluruh Indonesia tentang "tubuh baru" dan hidup "happily ever after" di Sorga sekaligus AMBROL alias NYUNGSEP, sebab terbukti melawan dalil kitabnya sendiri!

Puncaknya, dik Marek menantang GM untuk debat melawan keyakinanya bahwa ALLAH ADALAH ROH!

Guna memuaskan nafsunya yang sejak dulu memang demikian besar untuk membuat GM rersungkur dalam debat,  maka saya ikuti kemauannya dengan cara megajaknya mencari dalil paling shahih dari ALLAH sendiri dalam kitabnya, di bagaian mana Bibelkah ALLAH pernah berfirman bahwa wujud-Nya adalah ROH?

Seperti semua pengikut Paulus tiap kali diminta untuk menunjukkan dalil alkitab terkait iman mereka yang langsung berputar-putar seperti anak anjing mengejar ekor sendiri, maka adik kita ini juga melakukan aksi serupa! (Lihat selengkapnya di sini)

Terlepas bagaimana keras pun dik Marek berdolah-dalih, bahkan sampai nekad menuding GM kehabisan amunisi dan karenanya keok dalam debat, namun semua aksi "menghibur diri sendirinya" itu sama sekali tidak merobah kenyataan bahwa tetap saja dia tidak mampu menunjukkan BUKTI bahwa ALLAH pernah menyatakan DIRI-NYA sebagai ROH!

Dan untuk mengakhiri omong kosong dengannya sekaligus membuktikan bahwa sejatinya ALLAH BUKAN ROH seperti yang selama ini diimaninya, GM hanya menunjukkan 3 dalil saja dari kitabnya sendiri, yaitu:

Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. 

Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. 

Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 

Jadi jika sejak awalnya dik Marek sudah menjelaskan dengan mulut sampai berbusa-busa bahwa Malaikat, Iblis, Jin, Setan, dan "hantu belau" lainnya adalah Roh, maka di akhir cerita tentu menjadi MUSTAHIL baginya untuk menyatakan bahwa ALLAH adalah ROH.

Sebab selain ALLAH TIDAK PERNAH MENYATAKAN DIRI-NYA SEBAGAI ROH, Apa yang justru ALLAH jelaskan ternyata demikian sangat terang benderang bahwa TIDAK ADA YANG SEPERTI DIA!

Artinya, ALLAH TIDAK SAMA DENGAN SEGALA CIPTAAN-NYA YANG DAPAT KALIAN BAYANGKAN, TERMASUK TENTU SAJA TIDAK SAMA DENGAN APA YANG KALIAN SEBUT-SEBUT SEBAGAI ROH!

TEGASNYA: Jika ada ciptaan-Nya yang berbentuk ROH, maka dengan sendirinya ALLAH BUKAN ROH!

Sudah faham sekarang?

Kalau sudah, coba hitung sendiri, ditambah penutup cerita ini, sudah berapa banyak kau NYUNGSEP di lapak sendiri seperti kebiasaan Laskar Bakul Jamu yang kau wakili, dik Marek Andrzej Rejniak?

Jadi nasehatku, PELAJARILAH KITABMU LEBIH SERIUS DAN LEBIH GIAT LAGI!
Okeh?


[Catatan Ringan Gus Mendem] 

Bibel Memastikan Bahwa Bentuk Bumi Adalah Datar


Seberapa sering anda berfikir serius, atau mencermati secara lebih serius lagi informasi-informasi berbasis sains tentang bentuk bumi ini, atau bahkan mungkin sudah sempat memperdebatkannya dengan sesama pemerhati isu tentang bentuk bumi dalam forum-forum debat lintas iman berdasarkan informasi dari Al-Qur'an dan Bibel?

Tentunya, anda yang lebih tahu!

Belakangan ini, setidak-tidaknya saat catatan ini ditulis, sepertinya kontroversi tentang FE (Flat Earth) sedang trend di beberapa forum debat lintas iman -- misalnya saja di fesbuk, dimunculkan oleh beberapa simpatisan kelompok yang menamakan diri mereka sebagai Flat Earth Society -- dan tentu saja menuai perdebatan pro-kontra yang lumayan seru.

Di tengah-tengah perdebatan itu, khususnya yang terjadi antara sesama netter muslim, ada sebagian oportunis kristen yang mengambil posisi di tengah-tengah sambil menunggu siapa yang lebih unggul dan lebih dominan di antara kelompok muslim yang pro FE dan yang kontra.

Jika yang unggul kelompok FE, praktis mereka condong berpihak ke kelompok ini karena secara natur patut dianggap sebagai pendukung informasi bibel yang menyiratkan bahwa bentuk bumi adalah datar. Lihat lagi Matius 24:31; Markus 13:27; Wahyu 7:1; Wahyu 20:8; Matius 12:42; Matius 4:8; Lukas 4:5; Daniel 4:10.

Tapi jika sebaliknya, sekalipun agak ragu-ragu dan karenanya perlu ekstra hati-hati dalam menuliskan komentarnya, mereka coba condong ke sini dengan membawa satu-satunya dalil pamungkas yang mereka anggap sebagai argumen paling kuat untuk membela kebenaran informasi dari Bibel bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola berdasarkan tulisan nabi Yesaya dalam Yesaya 40:22.

Tapi benarkah demikian?
Perhatikan ini.

"Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!"  -- Yesaya 40:22

Lalu perhatikan pula yang berikut ini.
Kata ḥūḡ, atau ditulis ח֣וּג dalam bahasa ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "the circle". ► Lihat selengkapnya di sini.

Dalam Bibel terjemah Inggris versi King James (KJV); Yesaya 40:22 juga menterjemahkan kata ḥūḡ tsb sebagai the circle, atau secara utuh tertulis begini:

“It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:”
► Lihat selengkapnya di sini


Dan menurut Kamus Inggris-Inggris versi Merriem Webster, arti dari kata "circle" adalah lingkaran berbentuk cincin, atau jari-jari (ring) yang tidak memiliki ketinggian, alias ceper, atau datar (flat).
► Lihat selengkapnya di sini.

Dengan demikian, arti sebenarnya dari kata "bulatan" dalam Yesaya 40:22 terjemah Indonesia bukan bundar seperti bola, melainkan lingkaran ceper menyerupai koin seperti illustrasi di atas, atau di samping ini.



Artinya, satu-satunya kata yang mengindikasikan makna "bulat" terkait bentuk bumi menurut Bibel - yang selama ini diklaim oleh umat kristen sebagai pembenar bahwa bentuk bumi adalah bundar seperti bola - ternyata TIDAK BENAR! Dan karenanya, gugurlah segala argumen mereka untuk menolak tudingan bahwa informasi dalam Bibel tidak sejalan dengan sains modern!

Semoga bermanfaat!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


[Gus Mendem | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]

Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga?

Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?

Simak penjelasan "ketidakjelasan" mitos kenaikan Yesus ke sorga di bawah ini. 

Trinitas, Satu Tuhan Yang Menjadi Tiga, Atau Tiga Tuhan Yang Menjadi Satu?


Terinspirasi dari TS mang Tubagus Alit yang diposting disini, maka saya buatkan trit lain disini  seperti yang kemudian saya salin dibawah ini. 

Saya melihat banyak absurditas iman pengikut Paulus diantaranya juga dari sisi ini:
UMAT KRISTEN MENOLAK KERAS DISEBUT MENYEMBAH TIGA TUHAN KARENA PERCAYA BAHWA TUHAN YANG MEREKA SEMBAH HANYA SATU, YAITU TUHAN YANG MEREKA NAMAI SENDIRI DENGAN SEBUTAN TRITUNGGAL, TRINITAS, ATAU TRINITY.
Namun di sisi lain, mereka tidak mampu menjelaskan kenapa ada kata "TRI" menempel pada kata "TUNGGAL" dalam entitas tuhan "TRITUNGGAL" yang selama ini mereka sembah?

TRI, siapapun pasti tahu artinya adalah TIGA dalam bahasa Sanskrit yang sudah diadopsi ke dalam bahasa Indonesia dengan arti yang sama.

Dengan demikian, jika umat Kristen bersikukuh bahwa tuhan yang mereka sembah sebenarnya hanya SATU alias TUNGGAL, lalu untuk keperluan apa mereka masih merasa perlu meletakkan kata "TRI" di depan kata "TUNGGAL" sehingga menurut penamaannya sendiri, tuhan mereka menjadi "TRITUNGGAL", alias TIGA menjadi SATU?

Lebih jauh lagi, jika menurut doktrin Kristen tambahan DUA "ekstra" tuhan itu sebetulnya dimaksudkan untuk menegaskan entitas tuhan yang hanya SATU, yaitu mewakili FIRMAN dan ROH-Nya, maka masih menurut doktrin kristen sendiri, bukankah tanpa perlu menambahkan DUA "extra" tuhan tsb, tuhan yang SATU tetap saja berupa ROH dan tetap pula BERFIRMAN?

Bukankah doktrin kristen sendiri yang menyebut Allah adalah ROH?

Lalu buat apa Allah yang diimani oleh umat Kristen sebagai ROH itu harus mebelah diri-Nya menjadi DUA ROH, yaitu Allah yang ROH ALLAH dan Allah yang ROH KUDUS?

Tokh tanpa perlu membelah diri menjadi DUA ROH sekalipun, Allah yang konon katanya adalah ROH itu sudah jelas adalah ROH yang KUDUS, sehingga tentu saja dapat berbuat apapun yang selama ini tercatat dalam kitab mereka pernah dilakukan oleh ROH KUDUS dalam kapasitasnya sebgai "ekstra" tuhan?

Menurut hemat saya, ini betul betul merupakan pemborosan ide ketuhanan, sekaligus juga pembodohan terhadap intelektualitas umat manusia!

Sementara itu, ekstra tuhan lainnya, yaitu FIRMAN yang mereka representasikan dalam wujud manusia bernama Yesus hanya karena kitab mereka menyebut FIRMAN itu telah menjadi MANUSIA ditengah tengah kita (lihat Yohanes 1:14), malah lebih absurd lagi!

Kenapa?
Karena "FIRMAN telah menjadi MANUSIA Yesus" pada prinsipnya tidak sedikitpun berbeda dengan:
  • FIRMAN telah menjadi TERANG, 
  • FIRMAN telah menjadi CAKRAWALA, 
  • FIRMAN telah menjadi DARATAN, 
  • FIRMAN telah menjadi TUMBUHAN, 
  • FIRMAN telah menjadi SIANG DAN MALAM, 
  • FIRMAN telah menjadi SEGALA JENIS HEWAN, 
  • FIRMAN telah menjadi HUJAN DERAS dlsb
      (lihat Kejadian 1:3,6,9,11,14, 24; Ayub 37:6)

Jadi, jika dasar iman untuk menjadikan manusia Yesus sebagai "ekstra" tuhan lalu disembah sebagai tuhan, tentu saja tidak kredibel mengingat status Yesus dalam hal ini tidak ada bedanya dengan TERANG, CAKRAWALA, DARATAN, TUMBUHAN, SIANG DAN MALAM, SEGALA JENIS HEWAN, atau HUJAN DERAS seperti tertulis dengan sangat jelas dalam kitab Kejadian dan Kitab Ayub di atas!

Artinya, jika Yesus adalah FIRMAN yang menjadi MANUSIA lalu diimani dan disembah sebagai Allah itu sendiri atas dasar argumen bahwa FIRMAN yang menjadi Yesus itu berasal dari Allah, maka tidak boleh tidak, umat ini juga harus memperlakukan semua yang disebut dalam Kitab Kejadian 1:3,6,9,11,14, 24; dan Kitab Ayub 37:6 di atas tadi SAMA PERSIS seperti mereka memperlakukan Yesus!

Dengan kata lain, sebenarnya TERANG, CAKRAWALA, DARATAN, TUMBUHAN, SIANG DAN MALAM, SEGALA JENIS HEWAN, HUJAN DERAS dan YESUS, adalah Tuhan Kristen! 

Bukankah menurut kitab mereka sendiri masing masing objek tsb juga merupakan FIRMAN Allah yang MENJADI seperti wujudnya sekarang ini?

Jadi, kembali ke topik;

● Penyangkalan umat kristen terhadap tudingan bahwa mereka menyembah TIGA TUHAN justru gugur oleh pengakuan mereka sendiri bahwa tuhan yang mereka sembah adalah tuhan TRITUNGGAL yang artinya adalah TIGA menjadi SATU.

●● Menyatakan pengakuan iman bahwa Allah adalah ROH lalu mengimani pula bahwa Allah yang ROH ini membelah diri-Nya menjadi ALLAH yang ROH dan Allah yang ROH KUDUS jelas merupakan KESIA-SIAAN ABSOLUT sebab dengan atau tanpa membelah diri sekalipun Allah yang ROH sudah tentu KUDUS dan mahakuasa melakukan apapun yang dapat dilakukan oleh ROH KUDUS tanpa perlu bantuan ROH KUDUS!

●●● Meyakini Yesus adalah jelmaan Allah hanya karena Allah BERFIRMAN, "Jadilah Yesus!" MAKA YESUSPUN JADI, sama artinya dengan meyakini TERANG, atau SEGALA JENIS HEWAN dan ciptaan Allah lainnya sebagai jelmaan Allah pula karena KEJADIAN mereka sama dengan kejadian Yesus yang berasal dari FIRMAN Allah.



Gagal Paham Kitab Kejadian 1:1-2


Pelajaran kita kali ini, adalah mengulang lagi, dan lagi, gagal paham para pengikut setia Paulus mengartikan apa yang sesungguhnya sudah sangat jelas tertulis dalam Kejadian 1:1-2.

Perhatikan yang berikut ini.
Ini adalah penjelasan skematika Kejadian 1:1-2 berdasarkan tulisan dalam bahasa "aslinya" dari Hebrew OT: Westminster Leningrad Codex yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris versi NASB (New American Standard Bible) dan apa arti terjemah tsb menurut Kamus Merriam Webster dan pengertiannya dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan!
Ada tiga kata sangat krusial pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam Bibel terjemah Indonesia bernama Alkitab yang selama ini menjadi bagian sangat penting dalam pembentukan iman kristen.

Ketiga kata tsb adalah:
1. Belum berbentuk, 
2. Kosong, dan 
3. Roh Allah.

Dalam skema kita; kata belum berbentuk (formless) dilingkari dengan tinta warna merah, kata kosong (void) dilingkari dengan tinta warna biru, dan kata Roh Allah (the spirit of God) dilingkari dengan tinta warna hijau.

Sekarang perhatikan baik baik apa arti sesungguhnya dari masing masing kata formless, void, dan the spirit of God menurut pengguna bahasa Inggris yang diterangkan dalam masing masing kotak berwarna merah, biru dan hijau dibawah ini.
Gambar ini menjelaskan dengan sangat "gamblang" bahwa Bibel terjemah Indonesia, atau yang selama ini mereka percaya sebagai kitab suci Kristen bernama Alkitab telah keliru  menterjemahkan ayat Kejadian 1:1-2.

Ayat ayat tsb sebenarnya menjelaskan bumi yang sama sekali belum ada, dan mustahilnya menerangkan bahwa diatas, atau pada bumi yang belum ada tsb sudah ada samudra!

Kata "samudra" dalam ayat ini seharusnya diartikan sebagai "air" atau "unsur air" yang meliputi alam raya sebelum terjadinya pembentukan bumi dan benda benda langit lainnya!

Artinya, air atau unsur air  dalam ayat ini mustahil berada pada bumi yang belum ada!

Lebih jauh lagi, kata Roh Allah dalam Alkitab yang mereka artikan sebagai personifikasi Allah itu sendiri, sebenarnya harus ditulis Roh Milik Allah  sehingga mudah dipahami bahwa arti sebenarnya  bukan Allah!
 
Sedangkan berdasar penjelasan Masoretic Text kitab Ibrani, bangsa Yahudi, penutur bahasa Ibrani yang digunakan dalam penulisan Torah dimana teks Kejadian 1:1-2 tsb tertulis tidak mengartikan Roh Allah -- ditulis wərûaḥ ’ĕlōhîm -- secara literal sebagai Roh Allah seperti pemahaman mayoritas umat Kristen tradisional, melainkan sebagai angin, nafas Allah, atau bentuk kekuasaan Allah lainnya dalam proses penciptaan alam semesta.   
 
Itu sebabnya kenapa umat Yahudi  tidak pernah mengalami kesulitan memahami ayat Kejadian 1:1-2 seperti ruwetnya cara berpikir umat Paulus yang coba menjelaskannya berdasar dogma melawan akal manusia pada umumnya. Umat Yahudi, sebagai pewaris kitab Torah Musa tidak pernah berpikir bahwa Roh Allah pada ayat Kejadian 1:2 merepresentasikan salahsatu dari Tuhan Ciptaan Paulus dan kroninya yang berjumlah TIGA!

Ini adalah FAKTA, dan dapat dimengerti jika rata-rata pengikut Paulus sangat sulit menerimanya karena sudah terlanjur mengimaninya sebagai sebuah kebenaran -- yang sesungguhnya tidak benar!
 
Padahal, salahsatu sumber studi Alkitab Indonesia sendiri, SABDA WEB, menjelaskan bahwa kata Roh Allah pada teks Kejadian 1:1-2 dalam Alkitab tidak dapat diartikan sebagai representasi dari salahsatu oknum Trinitas yang dikenal sebagai Roh Kudus sbb:
Dengan demikian, tentu saja aneh, bahkan sangat menggelikan bila ternyata masih ada saja umat Paulus yang demikian gigih memaksakan keyakinannya bahwa kata Roh Allah pada ayat  Kejadian 1:1-2 dalam kitab suci umat Yahudi -- yang mereka bajak lalu diklaim sebagai bagian dari kitab suci umat Kristen -- merupakan representasi dari Roh Allah dalam arti literal, sehingga dapat dimaknai sebagai sebuah pemahaman bahwa sama halnya seperti manusia, Allah juga memiliki roh untuk hidup! 
 
Dalam teologi umat Yahudi, pemahaman seperti ini adalah kesesatan yang nyata, sekaligus merupakan kutuk bagi setiap sendi keimanan berdasarkan Torah!  
 
Jadi, terlepas apa pun alasannya, selama umat Paulus masih memahami kata Roh Allah dalam Kejadian 1:1-2 berbeda dari yang dipahami oleh umat Yahudi, maka pemahaman tsb praktis tertolak, alias dinyatakan sebagai pemahaman yang sesat!   
 
Kendati demikian, jika umat Paulus merasa keyakinannya lebih benar dari keyakinan umat Yahudi sendiri dan masih ingin mati matian menyangkalnya, ya, silahkan saja. Tokh sudah jelas yang error pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam terjemah  indonesia itu bukan apa yang seharusnya tertulis, tapi otak yang digunakan untuk menalarnya!

Bagaimana mungkin umat Paulus yang "sok akrab" mengaku-ngaku sebagai pengiman Torah juga, yang muncul 1.700 tahun setelah umat Yahudi memahami seluruh kandungan Torah, yang tidak mengerti seluk-beluk bahasa Ibrani, merasa lebih mengerti Torah daripada umat Yahudi sendiri?
Yang benar sajalah!
 
Mau tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan hal ini?
Silahkan simak uraian dan bukti-buktinya disini

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
 
[Bagus Pamungkas]