Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan

Yesus Tidak Pernah Bangkit Dari Kematian


Tomas Terksesima, dan saking takjub, secara naluriah ia berujar, "Oh, My GOD!", persis seperti kebanyakan orang bila mengalami peristiwa menakjubkan serupa tatkala ia membuktikan sendiri bahwa Yesus yang berdiri di hadapannya ternyata bukan Hantu, apalagi Tuhan!

Ini cakep! Dan jujur saja, GM suka!

Merespons TS-GM di sini, dan mengomentari bantahan amburadul dik Agus Sholah untuk TS yang sama di sini, adik kita Sukirman menulis begini:

RESPONS PERTAMA
Re-Quote:

Masuk akal Tsnya ... tapi anehnya kalau Yesus memiliki pemahaman "Tuhan, Allahmu = Tuhan, Allah Kita (termasuk Yesus)..
Trus kok Yesus meneng wae Gus waktu Tomas menyebut Yesus sebagai Tuhanku dan Allahku?
Mbok ya Yesus protes kek, bilang kek..
"Eh Tomas... jangan kurang ajar lo.. !!
Ingat.. jargon "Tuhan, Allahku" bukan untuk Gue.. itu untuk Tuhan dan Allah yg tidak berbeda entitas yaitu Bapa.. sembarang lu... Gue kan juga sama kayak lu.. manusia biasa... "
Alih2 bilang begitu.. yuk kita lihat kronologis natsnya...
Yohanes 20:27-29 (TB)
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Bisa bantah Gus Mendem?
Jangan klaim sekedar aklamasi ya..

TANGGAPAN PERTAMA
Untuk mendapatkan gambaran utuh tentang cerita kita di lapak ini, ada baiknya jika dicermati sebentar argumen yang sama di sini, karena di bawahnya ada percakapan menarik antara dik Sukirman dengan dik Yuhana Al Dimaschi yang menganggap cuma orang indonesia saja yang berseru "OH, MY GOD!" ketika mengalami peristiwa menakjubkan seperti yang dialami oleh Tomas!

Menurutnya, ekspresi model begini tidak ditemui dalam keseharian masyarakat Yahudi.

Mungkin dik Yuhana ini adalah orang Yahudi yang lagi nyaru jadi orang Indonesia, atau orang Indonesia yang selama hidupnya tinggal di Yerusalem sehingga lebih ngerti keseharian masyarakat Yahudi ketimbang orang Yahudi sendiri! 😂

Tapi, ah sudahlah! Namanya juga kepengen dianggap keren, kan?

Menurut GM sih, rasanya akan lebih mendekati benar jika pernyataannya itu kita asumsikan saja dimaksudkannya sebagai komentar untuk penjelasan Syaikh Ahmad Deedat yang sudah terlanjur mendunia sejak lk. 15 tahun lalu, ketika debat terbuka dengan Anis Shorosh di Inggris, khususnya pada rekaman video momen ini.



Ya! Hampir semua orang bertuhan, di manapun di belahan bumi ini, dengan bahasanya sendiri-sendiri, secara naluriah akan bereaksi serupa seperti Tomas ketika diperlihatkan padanya hal-hal luar biasa yang membentur nalarnya, apalagi jika itu dianggapnya sebagai bukti kekuasaan Allah!

Dan entah sejak kapan tapi sampai sekarang; ekspresi seperti ini lazim dikenal oleh "English speaking people" dengan singkatan OMG!

Sampe di sini, perhatikan lagi TANTANGAN dik Sukirman yang GM quote dengan huruf tebal di atas; "Bisa bantah Gus Mendem?"

Seperti sudah ditulis sejak awal, ini cakep dan GM suka.

Kenapa?
Karena argumen ini memiliki dua potensi yang sama besarnya, yakni mematahkan TS-GM sampai berkeping-keping, atau justru sebaliknya!

Tapi karena masih setengah mateng, nyuwun sewu, rasanya belum waktunya untuk langsung dibantah. 

Cerita kita di lapak ini akan tambah menarik - khususnya bagi para pencari kebenaran yang mengharapkan bergulirnya dialog elegan - jika argumen diatas disajikan tuntas sehingga betul-betul "full loaded" untuk menghadirkan kekuatannya sebagai sebuah produk apologetika kristen yang berbobot.

Jadi, buat dik Sukirman,
Tolong lanjutkan cerita dari Yohanes 20:27-29 di atas sampai selesai dengan dukungan sebanyak-banyaknya bukti terkait berdasarkan ayat-ayat alkitab yang valid untuk menjelaskan dua hal ini saja:

  1. Setelah peristiwa Tomas menyebut kata "OH MY GOD!" di hadapan 10 sahabatnya sesama murid Yesus tsb, apakah kemudian dia, atau salahsatu, atau seluruh murid-murid Yesus menganggap Yesus sebagai "GOD" betulan, untuk selanjutnya menyembah sang guru sebagaimana hari ini kalian menuhankan dan menyembah guru mereka?
  2. Apakah Yohanes, orang yang namanya dinisbatkan pada injil Yohanes dan menulis secara detail percakapan dalam Yohanes 20: 27-29 tsb adalah saksi mata yang ikut menyaksikan sendiri peristiwa di mana Tomas berkata "OH MY GOD!" tadi?

SEKEDAR CATATAN
  • Kita sama-sama tau bahwa sampai hari ini autentikasi penulis injil Yohanes yang konon katanya adalah Yohanes putra Zebedeus masih menjadi perdebatan seru di antara para sarjana alkitab di seluruh dunia, dan ironisnya lebih banyak yang meragukannya ketimbang yang mendukung - tapi cuma dengan argumen ngambang - semisal; diperkirakan, diduga, lebih cocok, kemungkinan besar, dll serupa itu, sementara satu-satunya clue yang menyebutkan penulis injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus tidak sepenuhnya klop ditujukan untuk Yohanes! 
  • Alkitab sendiri menyebutkan bahwa murid yang dikasihi Yesus adalah Lazarus, sementara injil apokripa yang disebut-sebut sebagai injil Filipus memberikan informasi yang lebih masuk akal, yakni bahwa yang patut dianggap sebagai murid yang dikasihi oleh Yesus adalah Maria Magdalena, perempuan cantik yang senantiasa berada di samping Yesus dan seringkali dicium oleh Yesus, khususnya di mulut!
Monggo, Silahken!

RESPONS KEDUA
Re-Quote:

Begini ya Mas Gus Mendem yg terhormat.. perkataan itu kan diucapkan Tomas kepada Yesus ketika Yesus menampakkan diriNya yg kedua kali kepada semua murid2 Yesus dalam satu ruangan yg terkunci rapat...

Ketika itu Yesus mempersilahkan Tomas yg tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, untuk menaruhkan jarinya ke tangan Yesus bekas dipaku di salib, dan mencucukkan sekalian jarinya ke lambung Yesus yg tertembus tombak Prajurit Romawi...

Tomas tidak sanggup menyambut tantangan itu, melainkan segera mengakui Yesus yg hidup sebagai Tuhannya dan Allahnya.. !!

Jadi di sini tidak ada sama sekali kondisi kaget buat Tomas yg menjadikannya latah ...
Atas pengakuan ini Mas berdalih mengatakan bahwa itu bukanlah pengakuan, melainkan hanyalah seruan kaget (aklamasi) seperti halnya "Oh, My God !"

Ini pendalihan yg kurang bisa saya hormati (maaf)..., karena sesungguhnya Mas tau bahwa seruan "Oh, My God" justru tidak pernah tercatat sebagai suatu tradisi Yahudi Purba yg begitu mengkuduskan nama Allah...

Justru aklamasi "OMG" itu dalam bahasa Inggris... Muncul di Barat belakangan hari sebagai akibat dari sumber2 yg tersedia dalam Alkitab..

Disamping itu Mas juga sesungguhnya tau tetapi sengaja tidak menyentuh bagian dimana reaksi Yesus sebegitu menerima pengakuan dari Tomas ini..

Saya ulangi..
Yohanes 20:29 (TB)
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah Mas masih beranggapan bahwa seruan "Ya, Tuhanku dan Allahku" sama dengan "Oh My God" ?

Di sini tampak bahwa Yesus mengidentikkan seruan Tomas itu sebagai SERUAN KEPERCAYAAN, yg dihasilkan oleh apa yg dilihat Tomas.. jadi bukan suatu seruan kaget: "Ya, Allah..!"

Lalu mengenai permintaan Mas adanya bukti murid2 lain setelah peristiwa itu yg beranggapan sama seperti Tomas bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah Mereka bisa kita sinyalir sekilas melalui adanya tindakan penyembahan mereka ketika Yesus naik ke Surga..

Lukas 24:50-52 (TB)
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Dan terakhir...
Mengenai keotentikan penulis Injil Yohanes adalah Rasul Yohanes sendiri memang saya akui agak sulit membuktikannya kepada Mas.. namun setidaknya hal tersebut sudah dipercayai pada masa Irenaeus 150 M, orang2 mengakui bahwa Injil ini ditulis oleh Rasul Yohanes.. dan tidaklah mudah memastikan sejarah Yohanes sebelum Irenaeus..
Ok itu saja bantahan2 saya.. silahkan..


TANGGAPAN KEDUA
Bagaimanapun harus diakui bahwa GM menghargai respons dan sportifitas dik Sukirman untuk menuntaskan argumennya sebelum ini, sehingga sekarang kita punya satu set argumen komplit yang tentunya patut dianggap dan dipercaya sebagai argumen sangat berdasar untuk mematahkan TS-GM di atas.
Baik, kita persingkat saja!
Karena tantangan buat GM adalah seperti sudah ditulis sejak awal, "Bisa bantah Gus Mendem?, maka selanjutnya kita hanya akan fokus pada bantahannya saja.

Begini:
Untuk mengetahui secara detail kisah Tomas yang kagetan ini, sebenarnya kita harus membaca satu perikop penuh Yohanes 20:1-31. Tapi karena sudah sama-sama tau, maka cukup kita cermati lima ayat terkait saja, yaitu Yohanes 20:24-29.

BANTAHAN PERTAMA
Dalam ayat 24 diceritakan bahwa Tomas yang kebetulan tidak bersama sahabat-sahabatnya ketika untuk pertama kalinya Yesus  "menampakkan diri"   kepada murid-muridnya, menolak percaya cerita sahabat-sahabatnya bahwa mereka telah bertemu dengan sang guru. Ini sangat bisa dimaklumi, sebab seperti dikisahkan dalam Markus 14:50 & Matius 26:56; Tomas dan semua murid Yesus memilih lari tunggang langgang menjauhi Taman Getsemani guna menyelamatkan diri masing-masing, ketimbang menolong sang guru yang akhirnya digelandang oleh Pasukan Garnisun Romawi dari tempat persembunyian mereka  untuk selanjutnya menjalani prosesi apa yang diduga sebagai peristiwa penyaliban Yesus. Sama seperti murid-murid yang lain, dalam pelarian mereka, Tomas juga tidak menyaksikan peristiwa penyaliban tsb, sehingga apa yang kemudian mereka ketahui cuma berdasarkan "kabar burung"  yang beredar bahwa Yesus, guru mereka, mati disalib! 

Jadi, Tomas lebih percaya pada "kabar burung" yang didengarnya ketimbang cerita sahabat-sahabatnya sendiri. Sama seperti dalam cerita Lukas 24:36 di mana ketika didatangi oleh Yesus setelah beredarnya kabar burung tentang penyalibannya, sahabat-sahabatnya  mengira tengah melihat Hantu,  diam-diam sebenarnya Tomas juga mengira yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu bukan sang guru, tapi memang benar-benar hantu!

Itu sebabnya kenapa ia berkeras baru akan percaya bahwa Yesus masih hidup jika melihat dengan mata kepalanya sendiri kehadiran sang guru di hadapannya dan menyentuh dengan tangannya sendiri tubuh Yesus untuk memastikan bahwa yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu memang benar-benar Yesus yang masih hidup, alias bukan hantu!

Kesempatan itu datang seminggu kemudian, saat mana Tomas sedang berumpul bersama sahabat-sahabatnya, tiba-tiba saja Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan langsung menyuruhnya untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya untuk membuktikan bahwa sang guru masih hidup (baca: mencolok dengan tangannya sendiri bekas-bekas luka di tubuh Yesus).

Tidak dijelaskan apakah kemudian Tomas benar-benar melaksanakan perintah gurunya tsb atau tidak, tapi yang pasti, menyaksikan kehadiran sang guru di tengah-tengah mereka dan mendengar sendiri suara sang guru yang sangat dikenalnya itu berkata-kata padanya benar-benar membuatnya terkesima, soak, tidak tau harus berbuat apa kecuali takjub penuh syukur sehingga tanpa disadarinya ia pun bergumam, "Ya, Tuanku" (ternyata engkau masih hidup), dan "Ya Allahku" (terima kasih atas karuniamu yang sangat besar kepada kami). 

Bayangkanlah sendiri jika kita berada dalam posisi Tomas, apakah reaksi kita akan berbeda jauh dibandingkan dengan reaksi Tomas seperti di atas?
Nah, dari illustrasi logik Yohanes 20:24-28 ini, maka ucapan Yesus dalam Yohanes 20:29 pun tentu saja tidak dapat diartikan lain kecuali sebagai respons langsung atas segala perkataan dan keinginan Tomas seperti tercatat dalam Yohanes 20:25!
Dalam terjemah bebas bahasa kita sehari-hari, kira-kira Yesus menegaskan kepada Tomas begini:
Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, sekarang engkau percaya bahwa aku masih hidup, bukan? Makanya engkau harus bersyukur, sebab yang tidak melihatku saja bisa percaya bahwa aku masih hidup, bagaimana mungkin justru engkau, sahabatku sendiri, malah tidak percaya?
BANTAHAN KEDUA
Sepakat! Memang benar dalam tradisi keagamaan umat Yahudi ada larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan (lihat Keluaran 20:7). Dan sebagai keturunan Yahudi, tentu saja sejak kecil Tomas mengetahui dan mematuhi larangan ini. Jadi, agak ganjil rasanya membaca cerita pengarang injil Yohanes yang menggambarkan keadaan di mana Tomas demikian lancang melanggar larangan tsb yang dia sendiri tau akan menyebabkan dirinya berdosa besar, demikian pula Yesus, yang dalam konteks ini  sebagai guru, tapi sama sekali tidak menegurnya.

Timbul pertanyaan serius, benarkah Tomas memang mengucapkan kalimat, "Ya Tuanku, dan Allahku" seperti  tercatat dalam Yohanes 20:28, atau sebenarnya kata lain dalam bahasa Ibrani yang sudah tidak mungkin lagi diketahui secara pasti mengingat demikian berlapisnya proses terjemaham kitab Bible dari bukan bahasa aslinya Yunani ke berbagai bahasa lain di dunia.  

Artinya, sekalipun coba ditelusuri lewat codex ini atau codex itu, tetap saja sudah tidak dapat dipastikan lagi karena baik injil-injil kanon maupun semua codexnya - sebut saja misalnya codex sinaiticus - ditulis antara 50 s.d 350 tahun setelah peristiwa yang diceritakan oleh pengarang injil Yohanes tsb terjadi. 

Tapi karena yang tertulis dalam berbagai terjemahannya sudah demikian, maka mari kita ikuti saja maunya sang pengarang!

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terlepas apapun kebangsaannya, reaksi naluriah rata-rata orang bertuhan jika dihadapkan pada situasi seperti yang dialami oleh Tomas biasanya tanpa sadar akan mengucapkan kata-kata semisal, "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!", atau kata lain serupa itu,  maka demikian pula halnya dengan bangsa Yahudi. Hanya saja karena mereka terikat, dan mengikatkan diri, pada seluruh ketentuan hukum Tuhan dalam kitab Taurat, maka untuk tetap menghormati dan mematuhi larangan seperti tertulis dalam Keluaran 20:7 tadi, sejak kanak-kanak mereka sudah dibiasakan untuk mengucapkan kata atau kalimat lain guna mengekspresikan perasaan yang sama artinya dengan OMG! Dan kata yang paling populer adalah "Hashem Yishmor!"  (silahkan pelajari sendiri penjelasan panjang lebarnya dari berbagai literatur Yahudi yang tersedia di ranah publik, atau cermati penjelasan ringkasnya di sini atau di sini).
Artinya, anggapan sementara orang bahwa mustahil umat Yahudi mengucapkan kata semisal "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!" memang ada benarnya. Tapi bukan berarti bahwa mereka tidak dapat mengekspresikan perasaan takjub dan takzim kepada Tuhan dengan menggunakan kata lain yang maksudnya persis sama dengan OMG!

BANTAHAN KETIGA
Lukas 24:50-52. sebagai dalil pembenar untuk menjawab pertanyaan konfirmasi apakah setelah peristiwa Tomas mengucapkan kata "Oh, My GOD" (pengarang Yohanes 20:28 menuliskan redaksinya dalam format yang asing bagi umumnya penutur bahasa-bahasa semitik; "Ya Tuhanku dan Allahku!") di hadapan Yesus lantas Tomas sendiri, atau salahsatu murid Yesus, atau seluruh murid beliau menganggap sang guru sebagai Tuhan dan selanjutnya menyembahnya sebagaimana yang dilakukan oleh umat Kristen sekarang ini, tidak dapat diterima.

Penelusuran ke dalam Bibel menunjukkan bahwa sekalipun Yesus sudah tidak bersama mereka lagi, hampir 30 tahun lamanya murid-murid beliau tetap melaksanakan perintah sang guru untuk mewartakan injil ke seluruh wilayah permukiman bangsa Israel dengan pesan utama, "shema Yisrael" sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus sendiri dan tercatat dalam Markus 12:29:

Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Perhatikan kalimat "Tuhan Allah Kita" dan kata "esa" dalam seruan Yesus yang juga merupakan seruan yang sama dari murid-murid beliau kepada seluruh bangsa Israel. Kata "kita" dalam kalimat tsb sangat jelas menunjukkan bahwa kedudukan Yesus dan murid-murid beliau, termasuk kedudukan seluruh bangsa Israel yang mereka seru, adalah sama. Yakni sama-sama hamba yang harus mendengarkan - dan tentu saja  mematuhi - segala kehendak Allah yang dinyatakan oleh Yesus sebagai "Tuhan Kita Yang Esa", alias sebagai satu-satunya Tuhan bagi seluruh bangsa Israel di mana Yesus sendiri termasuk di dalamnya!

Siapapun yang merasa tidak sependapat dengan seruan tsb boleh mengganti sebutan Allah dalam teks terjemah Indonesia di atas dengan kata atau nama lain yang dianggap lebih benar, namun hal itu sama sekali tidak akan merobah arti dari seruan sekaligus pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau bukan Allah, tapi hamba Allah yang diutus untuk menyeru bangsa Israel agar menyembah Allah !

Seluruh murid Yesus yang berjalan berdampingan bersama beliau selama 3,5 tahun tentu mengetahui lebih banyak hal tentang guru mereka dibandingkan dengan kita semua. Itu sebabnya kenapa  di dalam injil-injil kanonik  tidak pernah kita temukan informasi dari mereka, bahkan sekedar indikasi sekalipun, bahwa ada di antara murid-murid Yesus yang menuhankan dan menyembah sang guru. Sampai semua murid-murid Yesus tutup usia, tidak pernah ditemukan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ada di antara mereka yang menuhankan Yesus seperti halnya umat kristen sekarang ini.
Jadi, cerita pengarang injil Lukas dalam Lukas 24:50-52 yang menyebutkan bahwa, konon katanya, sesaat setelah Yesus terangkat ke sorga semua murid-murid Yesus sujud menyembahnya, sangat diragukan kebenarannya. Sebab seperti pengakuan sang pengarang sendiri dalam Lukas 1:1-4, apa yang dia tulis dalam bukunya itu sepenuhnya berasal dari hasil nguping kanan kiri, alias cuma kabar burung!

Bagaimana mungkin dia dapat mengisahkan secara detil gossip tentang kenaikan Yesus ke sorga, padahal dia sendiri tidak berada di lokasi kejadian sebagai saksi mata peristiwa mahadahsyat tsb?
Keterangan para Bapa Gereja awal yang menyatakan bahwa semua tulisan pengarang Bible - termasuk pengarang injil-injil kanonik - diilhami oleh Roh Kudus juga sama tertolaknya; sebab di dalam Bible sendiri tidak pernah ditemui keterangan yang sama, baik yang dinyatakan oleh para pengarang dimaksud, apalagi pernyataan dari Roh Kudus yang dicatat oleh para pengarang Bible!

BANTAHAN KEEMPAT
Tentang siapa sebenarnya pengarang injil Yohanes, khususnya yang berkisah dalam Yohanes 20 di atas, sama-sama kita ketahui sangat sulit untuk dipastikan, bukan hanya sebelum masa Iranaeus (150M) saja, tapi bahkan sampai sekarang, karena terbukti bahwa sampai hari ini pun para sarjana alkitab di seluruh dunia masih saling silang pendapat tentangnya!

Dalam konteks ucapan Tomas pada Yohanes 20:28 yang oleh umat Kristen dijadikan sebagai salahsatu dalil pembenar ketuhanan Yesus, nyatanya autentisitas sang pengarang ini meninggalkan beberapa pertanyaan serius yang sangat prinsipil dan berakhir di jalan buntu.

Tidak ada otoritas gereja manapun yang dapat membuktikan secara pasti bahwa sang pengarang berada di tempat kejadian dan merupakan salahsatu saksi mata peristiwa dramatis pertemuan antara Tomas dan Yesus seperti yang diceritakannya sendiri itu. Hal ini, sekali lagi, membawa kita kembali ke pernyataan pengarang injil Lukas dalam Lukas 1:1-4, bahwa apa yang kita baca dalam Yohanes 20: 24-29 sebenarnya hanyalah cerita berdasarkan kabar burung, atau lebih buruk lagi; cuma hasil imajinasi sang pengarang saja!
Hal luar biasa aneh yang sama tidak terjawabnya adalah, jika dia dapat bertutur secara detail tentang Yesus setelah "bangkit dari antara orang mati", berbincang dengan Maria Magdalena, bertemu dengan murid-muridnya dll, kenapa pengarang ini tidak melanjutkan ceritanya sampai ke peristiwa kenaikan Yesus ke sorga seperti yang dikisahkan secara sangat ceroboh oleh Paulus dan pengarang injil  Markus maupun pengarang injil Lukas? 
Jawaban logiknya adalah karena peristiwa kenaikan Yesus ke sorga versi Paulus, Markus, dan Lukas itu memang tidak pernah terjadi!

Bukan hanya itu, Yesus yang dipercaya oleh umumnya umat kristen pernah mati di tiang salib dan bangkit dari kematian juga tidak pernah terjadi!

Silahkan dicermati lagi semua links yang GM tautkan dalam cerita kita di atas. Bila dirasa masih ada yang perlu diperdebatkan lebih jauh, monggo dilanjut lewat pilihan kolom komentar yang disediakan oleh facebook atau oleh blogger di bawah ini.

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



[GM | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]


Allah Sangat Membenci Korban Manusia


Perhatikan baik-baik apa yang tertulis dalam alkitab berikut ini.

KITAB ULANGAN
12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban .... dst.

18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Jadi, sekalipun Allah memerintah bangsa Israel untuk tetap melaksanakan kurban bakaran dan kurban sembelihan, namun ayat-ayat di atas cukup jelas menunjukkan betapa Allah sangat membenci praktek barbar manusia yang mengurbankan manusia sebagai persembahan atau penebus dosa, terlepas kepada Allah, kepada Dewa-Dewa, atau kepada Gendrewo, bahkan kepada Iblis sekalipun!

Bukan hanya benci, Allah juga tidak menunda-nunda waktu untuk "menghilangkan" kaum ini dari hadapan kita dengan cara-Nya sendiri - baca seluruh perikop Ulangan 12

Tentang konsekuensi kebencian Allah terhadap kurban manusia ini, maka seperti tercatat dalam kitab Musa, DIA memberi contoh melalui kisah keluarga Abraham, yakni ketika Allah menguji Abraham dengan perintah agar menyembelih putra yang sangat dikasihinya sebagai kurban. Kita sama-sama tahu bahwa karena kepatuhannya kepada Allah, maka walau dengan sangat berat hati namun Abraham tetap melaksanakan perintah tsb. Tapi pada detik-detik terakhir, ternyata Allah menukar putra Abraham dengan seekor domba! Kenapa?
Karena pelajaran dari peristiwa ini bukan tentang apa atau siapa yang dikurbankan, melainkan terpusat pada teladan yang dicontohkan oleh Abraham tentang kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya! Peristiwa ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa Allah tidak menerima kurban manusia!
YA! Allah menguji kepatuhan Abraham dengan memberinya ujian yang luar biasa berat bagi seorang ayah yang selama hampir satu abad lamanya memohon kepada Allah agar diberi keturunan, dan setelah pada akhirnya doanya dikabulkan dan sang anak lahir, justru kemudian Allah memintanya untuk dikurbankan. Bayangkanlah betapa beratnya ujian itu andaikata kita adalah Abraham!

Oleh karena itu, jika Allah telah demikian tegas menyatakan kebenciannya terhadap kurban manusia, bagaimana mungkin justru DIA sendiri yang mengorbankan "anak tunggal" yang sangat dikasihi-Nya sebagai kurban penebus "dosa asal" seluruh umat manusia yang sebenarnya tidak pernah ada?

Dogma gereja akan berdalih bahwa "anak manusia" bernama Yesus yang dikurbankan itu bukan manusia. Sebab tidak ada manusia yang sanggup menanggung beban dosa seluruh umat manusia, kecuali Allah sendiri. Tapi gereja lupa pada dogma "maksa" mereka lainnya, bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% tuhan!

Dengan kata lain, gereja akan berjibaku mati-matian mempertahankan dusta asal mereka tentang dosa asal bahwa sekalipun tidak ada bukti-bukti alkitabiyah yang mendukungnya, tapi Yesus harus diimani sebagai tuhan!

Ini NONSENSE!
Pertama, tidak ada satu ayat pun dalam alkitab yang dapat dijadikan dalil ketuhanan Yesus yang tidak langsung remuk dihantam oleh ayat-ayat lain dari alkitab sendiri!

Kedua, dalam Perjanjian Lama dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Mahapengampun, dan segala dosa manusia akan diampuni-Nya apabila manusia, sebagai hamba, benar-benar memohon ampun kepada-Nya dengan niat dan cara yang sungguh-sungguh, seperti diterangkan dalam Mazmur 51:3, Mazmur 86:5, dan Mazmur 103:11-12.

Bahkan dalam Perjanjian Baru sekalipun, hal serupa juga dijelaskan sebagaimana tercatat dalam Matius 6:14-15 dan 1Yohanes 1:9

Artinya, Allah bukan Tuhan yang haus darah seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam ajaran-ajarannya yang menyimpang jauh dari ajaran Yesus! Dan di atas semua itu, sesungguhnya tidak pernah ada apa yang disebut-sebut sebagai dosa asal, dan karenanya tentu saja tidak pernah ada pula ritual yang disebut-sebut sebagai penebusan dosa di tiang salib!

Itu sebabnya kenapa dalam kitab Kristen sendiri tidak ada satupun catatan tentang seluruh nabi dan rasul Alah yang pernah mengajarkan doktrin nyeleneh ini. Bahkan Yesus sendiri tidak pernah tahu apa itu dosa asal atau dosa waris dari Adam!

Mau bukti?
Buka 1Yohanes 4:1 dan ujilah iman Kristen sendiri!
Baca seluruh isi bible terjemah indonesia milik masing-masing dan carilah, di mana dapat ditemukan jawaban untuk pertanyaan mudah berikut ini?
  • Kapan Yesus pernah menyebut nama Adam?
  • Kapan Yesus pernah mengajarkan tentang dosa asal atau dosa waris?
  • Kapan Yesus pernah menyatakan bahwa dia dilahirkan untuk menebus dosa yang diwariskan oleh Adam?
Jika ada, maka iman Kristen benar, sebab itu berarti Yesus memang mengenal Adam dan mengerti bahwa kelahirannya adalah untuk mati konyol menjadi tumbal sebagai manusia terkutuk di tiang salib. Tapi jika tidak ada, maka cerita kita di sini yang benar, sedangkan iman Kristen salah!

Sederhana saja bukan?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem]

Sama Seperti Kita, Yesus Juga Diciptakan Oleh Allah!


Mari sekali-sekali kita bedah Bibel dengan menggunakan kacamata dan doktrin kristen sendiri, dan kita mulai dari sini:

Mana yang lebih benar untuk menterjemahkan kata dari bibel bahasa Yunani ἀρχὴ = archē?
Sumber atau permulaan?

WAHYU 3:14
“Inilah Firman dari Amin (Yesus), Saksi yang setia dan benar, permulaan (arche) dari ciptaan Allah”

Unitarian yakin betul bahwa ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, sementara kaum Trinitarian berbeda pandang.

KLAIM TRINITARIAN
Kata ‘permulaan’ dalam Wahyu 3:14 berasal dari bahasa Yunani "arche" yang seharusnya diterjemahkan sebagai sumber, karena “arche” selain berarti permulaan juga bisa berarti kepala, atau pemerintah.

Kepala merupakan sumber. Jadi, Amin saksi yang setia dan benar itu adalah kepala atau sumber ciptaan Allah. Artinya Yesus bukan ciptaan tapi Yesuslah Allah pencipta yang sejati.

JAWAB
Begitu banyak ahli bahasa Yunani yang memahami kata “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai permulaan atau the beginning. Bahkan para pakar Alkitab penganut Tritunggal pun jelas-jelas menerjemahkan kata “arche” sebagai permulaan (the beginning) dalam berbagai versi Alkitab mereka, termasuk Lembaga Alkitab Indonesia.

Tapi memang ada juga beberapa orang - yang demi mengklaim bukti Yesus adalah Allah – ngotot bahwa“arche” dalam Wahyu 3:14 harus diterjemahkan sebagai sumber atau source.

Jadi, terjemahan yang manakah yang benar?
The beginning atau The Source?

Penulis kitab Wahyu adalah Yohanes. Tulisan Yohanes memakai kata “arche” cukup banyak di dalam surat-suratnya, dan pada umumnya berarti permulaan atau awal (menunjuk pada keterangan waktu).

Sebagai perbandingan bisa kita lihat pemakaian kata “arche” dalam Yohanes 1:1 yang tertulis “en arche en ho logos …” yang artinya: “pada mulanya adalah firman …”

Kita semua sepakat bahwa kata “arche” dalam ayat tersebut diterjemahkan dengan tepat sebagai “mulanya” (awalnya). Dan tampaknya tidak seorangpun sarjana Alkitab yang paham bahasa Yunani akan menterjemahkan kata “arche” dalam Yohanes 1:1 sebagai “sumbernya”.

Nah, kata “mulanya” pada Yohanes 1:1 dalam bahasa Indonesia berasal dari kata dasar mula. Demikian pula kata permulaan pada Wahyu 3:14 berasal dari kata dasar mula.

Jadi kata “arche”, baik dalam Yohanes 1:1 maupun Wahyu 3:14 sama-sama menunjuk pada keterangan waktu mula (the beginning). Samasekali bukan berasal dari kata sumber.

Jika penganut Tritunggal setuju dengan terjemahan “arche” pada Yohanes 1:1 sebagai “mulanya”, maka akan tampak tidak jujur jika demi membenarkan doktrin “Yesus adalah Allah sejati” sekaligus menghilangkan pula kesan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah, kemudian mereka kekeuh memaksa menerjemahkan kata “arche” pada Wahyu 3:14 sebagai “sumbernya”,

Beberapa contoh tulisan Yohanes selain Wahyu 3:14 yang menggunakan kata “arche” yang berarti “mulanya”, permulaan, the beginning (menunjuk keterangan waktu) di antaranya adalah sbb:

  • “Pada mulanya (arche) adalah firman.” (Yoh1:1)
  • “Hal itu dibuat Yesus di Kana Galilea, sebagai yang pertama (arche) .. ” (Yoh 2:11)
  • “ .. karena kamu dari semula (arche) bersama-sama aku.”  (Yoh 15:27)  
  • “Apa yang telah ada sejak semula (arche).” (1Yoh 1:1)
  • “ .. perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya (arche).” (1Yoh 2:7)     
  • “ .. karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya (arche).” (Yoh 2:13)
  • “ .. yang ada dari mulanya (arche)" (1Yoh  2:14)   
  • “ .. apa yang telah kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yoh 2:24)
  • “ .. sebab iblis berbuat dosa dari mulanya (arche)"  (1Yoh 3:8)     
  • “ .. berita yang kamu dengar dari mulanya (arche)” (1Yoh 3:11)   
  • “ .. menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya (arche)" (2Yoh 1:5)     
  • “ .. sebagaimana kamu dengar dari mulanya (arche)” (2Yoh 1:6)     

Jelas kata “arche” dalam ayat-ayat tulisan Yohanes tsb berarti “mulanya” atau “the beginning” (keterangan waktu) dan sama sekali tidak ada yang berarti sumber. Dengan demikian maka akan terlihat terlalu sembrono jika penganut Tritunggal - demi berupaya keras menegakkan doktrinya - kemudian memaksa menerjemahkan “arche” dalam Wahyu 3:14 sebagai “sumber”

Sekarang mari kita lihat pula ini:

קָ֭נָנִי = Qa-na-ni atau "Qanah" artinya memiliki atau menciptakan?

AMSAL 8: 22, 23, 25, 26, 30
“Yahweh telah menciptakan aku (hikmat, Yesus bergelar “hikmat” –1Korintus 1:24) sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama dahulu kala. Pada zaman purbakala, aku (pra-eksistensi Yesus) dibentuk, sebelum bumi ada. Sebelum samudera, gunung-gunung, bukit-bukit ada, Aku (praeksistensi Yesus) telah lahir, sebelum Ia (Yahweh) membuat bumi, Aku (praeksistensi Yesus) ada sertanya sebagai anak kesayanaganNya”

Unitarian yakin, dalam Amsal 8:22, jika dihubungkan pada Yesus, jelas merupakan bukti Alkitabiah bahwa Yesus (praeksistensinya) adalah ciptaan Allah. Tetapi kaum Trinitarian membantahnya dengan berdalih bahwa dalam ayat tersebut tidak ada kata yang berarti “menciptakan”.

KLAIM TRINITARIAN
Kata “menciptakan” (Ibrani: Qanah) pada ayat 22 tersebut tidak benar. Kata “qanah” harus diartikan sebagai memiliki dan bukan mencipta. Artinya harus dipahami sebagai: Yahweh memiliki Yesus, bukan menciptakan Yesus!

JAWAB
Jika Trinitarian mengklaim bahwa kata “menciptakan” di ayat 22 tersebut salah, lalu bagaimana dengan terjemahan pada frase: “Permulaan pekerjaannya (ayat 22)”; “Perbuatannya yang pertama dahulu kala”; “Aku dibentuk (ayat 23)”; “sebelum gunung-gunung ada, aku [praeksistensi Yesus] telah lahir[1] (ayat 24,25) sebelum Ia [Yahweh] membuat dataran bumi (ayat 26)”; sebagai Anak[2] kesayanganNya (ayat 30)”.

Dari ayat-ayat tersebut jelas sekali bisa kita pahami bahwa Yesus (sang hikmat) adalah: 

  1. CIPTAAN
  2. HASIL KERJA
  3. PERBUATAN ALLAH
  4. DIBENTUK
  5. DILAHIRKAN
  6. DIPERANAKKAN.

CATATAN: 
[1] Istilah “lahir” dalam Alkitab mengacu pada arti diciptakan. 
Lihat Mazmur 90:1-2 “gunung-gunung dilahirkan.” 
Gunung dilahirkan = gunung diciptakan atau dibuat!

[2] Istilah “Anak” (mengandung arti diperanakkan) juga mengacu pada makna diciptakan. 
Lihat : Mazmur 90:1-2 “bumi dan dunia diperanakkan.” 
Bumi dan dunia diperanakkan = diciptakan atau dibuat!

Nah, jelas sekali Amsal 8: 22-30 banyak berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai mahluk ciptaan Yahweh, yang juga diistilahkan lahir, dibentuk, permulaan pekerjaan Yahweh, perbuatan Yahweh yang pertama dan anak kesayangan (yang diperanakkan).

Lantas apakah terjemahan ayat 22-30 (yang membuktikan dengan akurat bahwa “hikmat” (praeksistensi Yesus) sebagai ciptaan dan hasil pekerjaan  atau karya Yahweh yang pertama tersebut salah semua? 

Bukankah sangat jelas dari ikatan kalimat pada rangkaian ayat 22-30 tersebut dapat dipahami bahwa Sang hikmat (praeksistensi Yesus) adalah HASIL KARYA atau CIPTAAN atau PEKERJAAN YANG PERTAMA dari Bapa (Yahweh)?

Artinya jelas "sang hikmat" (praeksistensi Yesus) adalah mahluk ciptaan, buatan, atau HASIL KARYA Yahweh! 

Sekalipun oleh kaum Trinitarian ngotot kata “qanah” dalam ayat 22a  tetap mati-matian mau diartikan sebagai “memiliki”, hal itu tentu tidak bisa lari dari ayat 22b-30-nya yang dengan tegas membuktikan bahwa Sang Hikmat (praeksistensi Yesus) jelas-jelas adalah Permulaan Pekerjaan Allah, Dibentuk, yang berarti DICIPTAKAN!

Kemudian jika kaum Trinitarian mengklaim pula bahwa kata “qanah” tidak tepat diartikan sebagai “mencipta”, klaim tersebut adalah suatu dusta besar! 

Kata “qanah” dalam Alkitab jelas juga memiliki arti menciptakan. 
Hal itu bisa kita simak dari contoh beberapa ayat berikut:

KEJADIAN 14:19, 22: 
“Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pemcipta (qanah) langit dan bumi, kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: Aku bersumpah demi Yahweh, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (qanah) langit dan bumi”.

Kata Ibrani “qanah” memang juga bisa berarti “memiliki atau memperoleh”, namun, dari ayat-ayat tersebut (juga menurut kamus Ibrani) bisa dipahami bahwa dalam bahasa Ibrani bukan hanya kata “bara” saja yang berarti mencipta, kata “qanah” terbukti akurat: juga bermakna mencipta! 

Tetapi, sekali lagi, andaikata kaum Trinitarian masih ngotot mengatakan bahwa “qanah” dalam Amsal 8:22 harus diartikan sebagai memiliki atau memperoleh, maka klaim tersebut tidak bisa lepas dari rangkaian ayat 23-30nya yang mengungkap jelas bahwa sesungguhnya ‘sang hikmat’ adalah: 

  1. Hasil Karya,
  2. Pekerjaan Allah Yang Pertama-Tama,
  3. Dibentuk, dan
  4. Diciptakan Oleh Allah!
KESIMPULAN
Wahyu 3:14 dan Amsal 8:22-30 adalah ayat-ayat yang semakin kokoh menguatkan fakta-fakta Alkitabiah bahwa Yesus Bukan Allah.

Sebaliknya ayat-ayat tersebut menjadi bukti akurat bahwa secara Alkitabiah pula Yesus adalah CIPTAAN ALLAH!


[Sumber: Lee Hercules]

Kisah Penangkapan Yesus Yang Luput Dari Perhatian Pengikut Paulus


Ini memang agak panjang, tapi kalau kalian malas bacanya, maka selamanya akan tetap bodoh seperti domba betulan!

Perhatikan!
Ini menurut "kabar burung" dari injil-injil kanonik. 

Baca lagi Lukas 22:35-36
Ketika mencoba untuk menghindari kejaran tentara Romawi yang dalam skenario para bapa gereja nantinya akan dikisahkan sebagai peristiwa heroik luar biasa Yesus yang rela mengorbankan dirinya untuk mati terkutuk di tiang salib, maka di tengah malam buta, dengan sangat tergesa-gesa Yesus mengajak 11 muridnya (Yudas tidak ikut dalam rombongan "lari malam" ini karena nanti akan menyusul bersama tentara Romawi dan para imam Taurat) untuk bersembunyi di taman Getsemani.

Lukas 22:35-36 ini menceritakan bahwa Yesus dan sebelas murid setianya sedang mempersiapkan strategi penyelamatan diri mereka dari kejaran tentara Romawi, bahkan "siap" untuk melawan mati-matian meski hanya bersenjatakan seadanya, yaitu beberapa batang tongkat dan dua bilah pedang(?).

[22:35] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?" 
[22:36] Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Perhatikanlah bagaimana suasana kepanikan mereka yang di satu sisi harus segera melarikan diri, sementara di sisi lain perbekalan mereka, terutama senjata, benar-benar sangat minim.

Dalam adegan di taman Getsmanilah kemudian kita bisa membaca sendiri dari injil-injil kanon kalian bagaimana paniknya Yesus -- anak manusia yang kalian anggap sebagai tuhan itu -- hingga mengungkapkan perasaannya seperti lazimnya makhluk lemah tak berdaya dengan berkata "ingin mati rasanya" saking takut kepada besarnya ancaman yang sedang mendatangi dirinya. Pada situasi genting ini, Yesus masih mengandalkan perlindungan dari 3 muridnya yang gagah; Petrus dan dua anak Zebedeus. Baca lagi Matius 26:36-38 di bawah ini,

[26:36] Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 
[26:37] Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 
[26:38] lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. "

Coba pikir sendiri, mungkinkah tuhan mengandalkan keselamatan dirinya pada perlindungan dari makhluk ciptaannya sendiri? Tentu saja TIDAK!

Itu sebabnya sebagai hamba Allah yang taat, Yesus kemudian menggantungkan nasibnya kepada kemahakuasaan Allah, seperti dapat disimak dalam permohonannya kepada Allah yang dengan jelas mengungkapkan penyerahan diri secara total (sesuai definsi "Muslim" menurut terminologi dalam ajaran Islam) kepada kehendak Allah. Bukan kepada kehendaknya sendiri yang tentu saja lebih pilih melarikan diri sejauh-jauhnya dari kejaran tentara Romawi daripada mati konyol di tiang salib!

Teks lengkap doa Yesus bisa kalian simak dalam Lukas 22:42 ini,

"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Lalu apa yang terjadi?
Laporan selanjutnya tertulis dalam Lukas 22:43-44 begini:

"Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah."

Sampai di sini, kita stop dulu sejenak. Kalian bacalah sekali lagi penggalan cerita ini mulai dari awal sampai ke bagian ini.

Kenapa?
Supaya kalian bisa lihat sendiri bahwa sama saja seperti kita semua, Yesus juga makhluk ciptaan Allah yang lemah, punya rasa gentar dan sangat takut pada ancaman terhadap keselamatan jiwanya, bahkan bisa demikian panik sampai ingin mati (maksudnya jelas: bunuh diri) daripada mati terhina di tiang salib!
Sampai di sini, cukup jelas ya?
YESUS TAKUT DAN TIDAK SUDI MATI SECARA HINA DINA DI TIANG SALIB!
Nah, sekarang catat yang lebih penting untuk kalian ingat baik-baik dalam benak kalian, yaitu berita dari kitab kalian sendiri yang mengabarkan bahwa di atas semua rasa gentar dan takutnya itu, ternyata Yesus lebih takut lagi melihat wujud malaikat Allah!

Coba kalian PIKIR SAJA SENDIRI deh; 
Masa sih ada tuhan yang takut pada makhluk ciptaannya sendiri?

Jika kalian angap itu wajar dalam apa yang kalian yakini sebagai "dwinatur" Yesus, maka persoalannya akan semakin ruwet! Bukankah doktrin dwinatur ini yang melahirkan jargon Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan?

Kalian tahu bagaimana seharusnya memahami jargon konyol tsb?
Pada saat yang sama ketika Yesus adalah 100% manusia, saat itu juga dia adalah 100% Tuhan! Artinya, kapanpun juga, di manapun juga, dalam situasi seperti apapun juga, Yesus yang 100% manusia itu adalah adalah 100% Tuhan!

Tapi pada kenyataannya, kuulangi, pada kenyataannya tokh selama hidupnya Yesus adalah manusia biasa seperti kita-kita ini, dan tak ada secuilpun natur ilahi pada dirinya seperti sudah sama-sama kita buktikan di atas tadi. Jadi, wajar saja jika dia bisa sampai demikian takutnya melihat Malaikat Allah!

Kalian bayangkanlah sendiri betapa dahsyatnya wujud Malaikat Allah yang datang untuk memberi Yesus kekuatan ini dibandingkan dengan iblis yang pernah seenak perut menenteng-nenteng anak manusia yang kalian jadikan tuhan itu dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan begitu kurang ajarnya menaruh Yesus di atap Bait Allah lalu menyuruhnya melompat ke tanah supaya seluruh tulang belulangnya remuk redam! 

Kepada Iblis yang pasti wujudnya menyeramkan saja Yesus tidak takut, tapi kenapa kepada malaikat Allah dia demikian takut sampai keringatnya menetes deras bagai darah yang tercurah ke bumi?

Ini kan sudah lebih dari cukup sebagai bukti bahwa Yesus bukan tuhan? 
Jika benar dia adalah tuhan, tentu iblis tidak akan berani sekurang ajar itu terhadap dirinya, dan yang pasti Malaikat tidak perlu datang untuk memberinya kekuatan, bukan?!

Kita lanjutkan sedikit lagi.
Setelah malaikat Allah memberinya kekuatan, maka cerita ketakutan Yesus tadi berobah menjadi keberanian yang luar biasa!

Tentang ini bisa kalian ikuti kisahnya dalam Markus 42:32-50, di mana ketika akhirnya Yesus ditawan oleh tentara Romawi, semua muridnya langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri masing-masing!

Makanya, kisah selanjutnya menjadi "mbulet", karena kebenaran peristiwa penyaliban Yesus itu tidak dapat dipercaya sepenuhnya dan TERBUKTI tetap menjadi MISTERI hingga hari ini.

Kenapa misteri?
Sebab segala cerita yang tertulis dalam kitab kalian tentang apa yang terjadi setelah Yesus ditawan oleh tentara Romawi jelas tidak bisa diterima sebagai kebenaran absolut sebab dikarang oleh penulis injil yang tidak jelas identitasnya, bukan saksi mata kejadian sebenarnya, bukan pula murid Yesus, bahkan baru mulai direka-reka supaya sesuai dengan kehendak para bapa gereja sekitar 50 s.d 100 tahun setelah Yesus "raib" entah ke mana! 

Sampai di sini, harap kalian GARISBAWAHI dan INGAT BAIK-BAIK!
Bagi umumnya umat Islam, atau paling tidak bagi GM sendirilah dulu, kisah di atas itu tidak penting karena pada prinsipnya tidak ada urgensinya dengan iman umat Islam. Tapi di lain pihak menjadi sangat penting untuk kalian ketahui karena jika pendeta kalian tidak pernah menceritakannya seperti yang GM suguhkan ini, setidaknya kitab kalian sendiri sudah membuktikan bahwa dari sepotong cerita di atas saja, sudah bisa ditarik kesimpulan sangat logik; MUSTAHIL Yesus adalah Tuhan!
Sedangkan tentang keyakinan kalian bahwa Yesus mati di tiang salib guna menebus dosa umat manusia sesuai nubuat para nabi terdahulu, juga tidak kalah mustahilnya. Sebab sekalipun sudah "di-othak-athik-gathuk" oleh para Bapa Gereja supaya Yesaya 52 dan 53 menjadi cocok untuk nubuat penyaliban Yesus, nyatanya cerita itu adalah nubuat yang salah alamat! Ini membuktikan bahwa hanya dari sepotong kisah di atas saja sudah tampak jelas bahwa Yesus tidak sudi disalib bahkan lebih pilih bunuh diri daripada mati konyol di tiang salib!

Itu sebabnya kenapa Gus Mendem "Sitopap Salimbubu" ini (tanya artinya pada orang batak​) memilih untuk jadi "penghalang" alias "batu sandungan" buat siapapun dari kalian yang coba memaksakan iman "bodong" kristen (layaknya motor bebek tahun 70-an tanpa surat-surat) kepada sodara-sodara muslimku di manapun juga!

Lalu, apakah cuma itu alasannya kenapa tiba-tiba saja GM mengupas serba sedikti kisah tentang penangkapan dan penyaliban Yesus di atas? 
Jawabnya TIDAK JUGA!

Alasan lainnya adalah karena aku sempat membaca TS tolol dari kawan kalian  yang sudah lama terbukti selalu berpikir menggunakan otak domba betulan dalam salahsatu lapaknya menulis begini:
Re-Quote:
"Jika kau berkeras maka jibril akan susah payah hidup dalam diri Isa almasih.
---> jiwanya Almasih diperkuat oleh RK (QS 5:110).
Kecuali kau bilang Jibril berinkarnasi dalam tubuh Isa."
(Lihat selengkapnya di sini) 
Ini bukti bahwa kawan kalian itu sama tidak tahunya dengan kalian bahwa QS. 5:110 sebetulnya sudah sejak lama dijelaskan oleh kitab kalian sendiri!

Yang dimaksud dalam QS 5:110 sudah ditunjukkan oleh Lukas 22:43 di mana diceritakan Allah mengirim Malaikat untuk memberi nabi-Nya kekuatan dalam menghadapi detik-detik akhir menjelang peristiwa penyaliban yang hingga detik ini sampai datangnya kiamat nanti akan tetap tinggal sebagai teka-teki, khususnya bagi kalian.

Jadi, arti QS 5:110 itu bukan menjadikan penghulu para Malaikat bernama Jibril alayhi salam untuk selamanya berada di sisi, apalagi sampai berinkarnasi ke dalam wujud nabi Isa alaihissalam, cuma sekedar untuk pemberi kekuatan doang! 

Ini jelas menyalahi kodratnya sebagai Malaikat pembawa wahyu Allah kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun di seantero jagad raya ini sejak awal penciptaan alam semesta hingga kiamat nanti!

Lantas, kenapa Yesus diceritakan demikian takut melihat Malaikat Jibril?

Jawabnya, jelas saja takut! Sebab wujud Malaikat yang selanjutnya dikisahkan dalam Lukas 22:44 memang luar biasa dahsyat sebagaimana digambarkan dalam beberapa hadits, antara lain yang "soft" saja deh, misalnya dalam kitab tafsir Sowi halaman 176 Jilid 4.

Dikisahkan Nabi Muhammad melihat Malaikat Jibril menampakan diri (untuk yang pertama kali) yang tingginya telah ada di ufuk (melewati batas penglihatan).

Maka bertanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam

"Wahai Jibril aku tidak mengira bahwa Allah menciptakan makhluk (yang sangat besar) seperti bentuk mu ini.

Malaikat Jibril menjawab: "Wahai Muhammad. "Aku (hanya) membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat."

"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata: "Sesungguhnya penciptaanmu sangat Besar"

Malaikat Jibril berkata: "Dan tidaklah aku disamping ciptaan-ciptaan Allah hanyalah sesuatu yang kecil. Dan Allah telah menciptakan Israfil, dia lebih besar dan memiliki 600 sayap, dan setiap sayapnya seukuran seluruh sayapku. Sesungguhnya dia melipat sayapnya karena takut kepada Allah, sampai-sampai dia melipatnya sekecil mungkin."

Sedangkan pada saat-saat lain bertemu dengan Nabi dalam wujud manusia, Malaikat Jibril biasanya selalu mengenakan busana kebesarannya, putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Kalian mau tau juga seberapa besar malaikat Isrofil sang peniup terompet kematian seluruh makhluk Allah pada hari kiamat nanti?

Baca catatan lama GM di sini

Nah, sekarang kalian sudah tau bukan, kenapa bagi umumnya umat Islam Mustahil Yesus adalah tuhan?

Kenapa, coba?
Karena jangankan Al-Quran, sedangkan kitab kalian sendiri juga membuktikan bahwa dia memang BUKAN Tuhan!

NGERTI ya?

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem | Orat-oret akhir pekan kedua Januari 2018]