Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus (Silsilah). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus (Silsilah). Tampilkan semua postingan

Silsilah Bermasalah


SILSILAH YESUS MENURUT PANDANGAN KAUM SEHAT JASMANI DAN ROHANI

Tidak usah 'sinau' sampai mendapat gelar akademis 'master of degree' sekalipun, setiap orang pasti sudah sama-sama faham bahwa yang namanya SILSILAH artinya adalah garis keturunan (berdasar hubungan darah) dari seseorang ke atas; terhadap ayah, kakek, sampai nenek moyangnya, dan ke bawah terhadap anak, cucu, sampai ke cicit buyutnya.

Dalam menggambarkan sislisilah ini, ada dua garis keturunan yang umumnya didokumentasikan orang, yaitu (1) mengikuti garis keturunan ayahnya dan (2) mengikuti garis keturunan ibunya.

Adapun dalam tradisi patriakat (di dunia mungkin Indonesia adalah satu-satunya negara yang masih memiliki tradisi matriakat dan 'relatif' masih eksis, berdasarkan adat-sitiadat masyarakat Minangkabau), biasanya orang lebih mengedepankan silsilah menurut garis keturunan ayahnya.

Sampai di sini, mari kita "intip" juga salahsatu dari banyak sekali yang aneh-aneh dalam alkitab -- khususnya dalam injil kanon -- yaitu SILSILAH Yesus!

Jika dikaitkan dengan 'status' Yesus sebagai anak Allah (yang menurut teori Pdt. Esra Soru, atinya cuma beda-beda tipis dengan 'status' anak monyet), maka baru dimulai dari kata "SISILAH YESUS" saja, sebetulnya segalanya sudah SALAH KAPRAH!

Konon pula diteruskan dengan mengaitkan garis keturunan dan hubungan darahnya kepada Yusuf yang menurut 'kabar baik' dari injil sendiri, sepanjang hayatnya cuma berperan sebagai 'ayah asuh' bagi Yesus!

Kenapa GM anggap salah kaprah?
karena orang yang sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang disiplin ilmu Genealogi pun bisa melihat jelas bahwa bicara tentang silsilah Yesus, maka jika harus disusun berdasarkan tradisi patriakat, seharusnya cukup dibuatkan satu garis lurus saja ke atas (tanpa perantara nama-nama lain) yang langsung terhubung kepada Allah!

Kenapa?
Lha? Bukankah menurut iman Kristen sendiri Yesus adalah anak Allah?

Atau jika dipaksakan juga memasukkan nama-nama ayah, kakek, mbah buyut dlsb di atas nama Yesus, maka karena Yesus dianggap sebagai Anak Allah, ujungnya juga harus sampai kepada Allah sebagai satu-satunya nenek moyang mereka bersama.

Artinya, nama orang-orang yang ditaruh di atas nama Yesus dalam garis silsilah itu juga harus diakui sebagai sesama 'keturunan' Allah!

Tapi jika itu dianggap 'ngawur', dan sejatine memang ngawur tenan, sebab kita semua tahu bahwa Yesus lahir bukan sebagai hasil proses reproduksi biologis sepasang suami isteri, maka yang tinggal dan seharusnya menjadi satu-satunya yang dapat dibuat dan diterima sebagai silsilah yang benar untuk Yesus adalah berdasarkan garis keturunan ibunya.

Dengan demikian, apa pun bentuk dolah-dalih umat kristen yang menganggap silsilah Yesus tersambung ke atas melalui Yusuf merupakan sebuah keniscayaan, jelas tidak dapat diterima, terutama oleh 'disiplin ilmu' genealogi yang melahirkan pengetahuan tentang silsilah itu sendiri!

Oleh karena itu pula, apa pun alasannya, SILSILAH YESUS melalui Yususf patut dinyatakan TERTOLAK demi ilmu pengetahuan dan martabat akal budi seluruh umat manusia!

Adapun tentang silsilah Yesus menurut garis keturunan ibundanya -- yang juga dibuatkan menurut versi injil seperti disinggung-singgung dalam tautan di bawah ini -- silahkan saja dilihat sendiri, dan seandainya dianggap menyalahi kaidah-kaidah ilmu tentang SILSILAH dari perspektif mana pun juga, maka tentu tidak ada salahnya jika dipertanyakan atau bahkan diperdebatkan dengan mereka yang senantiasa bertegar tengkuk menyatakan bahwa SILSILAH TUHAN mereka, Yesus, yang tertulis dalam injil 'SUDAH BENAR' adanya. Monggo, silahken!

Sekarang coba perhatikan juga ini:

DISINFORMASI SILSILAH YESUS
[Lukas 1:5] “Pada jaman Herodes, Raja Yudea ada seorang Imam bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elizabet.
Ini berarti, Elizabet adalah wanita keturunan Harun dan menikah dengan Zakharia yang juga keturunan Harun. Maria adalah kerabat Elizabet (Lukas 1: 36).

[Lukas 1: 36] Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 

Oleh karena itu, Maria (dan Yesus, putranya) adalah juga berasal dari suku yang sama, yakni suku Lewi.

Berkontradiksi dengan itu adalah, Lukas 1: 32, Ibrani 7:14, dan Lukas 1-3 menunjukkan bahwa Maria itu suku Yehuda.

[Lukas 1: 32] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah Yang Mahatinggi. Allah, Tuhan kita, akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.

[Ibrani 7: 14] Sudah sangat jelas bahwa Junjungan kita yang hakikatnya Ilahi itu berasal dari suku Yehuda, sedangkan tentang suku ini Musa tidak pernah mengatakan sesuatu pun mengenai imam-imam. 

YANG SEBENARNYA
Maria bersuku Yahudi mengikuti kesukuan ayahnya yang Yahudi, bukan mengikuti kesukuan ibunya yang Lewi. Sebab, masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal, yaitu: menarik garis keturunan dari pihak ayah.

Tentang kesukuan Maria yang mengikuti kesukuan ayah (patrilineal) itu tercakup dalam ayat Ibrani 7:14 yang menyatakan bahwa YesusAl-Masih bersuku Yehuda/Yahudi dan juga dalam Lukas 1: 32 yang menyatakan bahwa Yesusitu keturunan Daud serta disiratkan sepanjang Lukas 1-3.

[Ibrani 7: 14] Sudah sangat jelas bahwa Junjungan kita yang hakikatnya Ilahi itu berasal dari suku Yehuda, sedangkan tentang suku ini Musa tidak pernah mengatakan sesuatu pun mengenai imam-imam. 

[Lukas 1: 32] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah Yang Mahatinggi. Allah, Tuhan kita, akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.

Kekerabatan Maria dan Elisabet itu dari pihak ibu Maria dan dengan orangtua Elisabet. Ibu Elisabet bukan pemegang pusaka keluarga penerus klan, ditandai dengan dapat menikah dengan orang di luar sukunya. Maka, Maria tidak meneruskan klan ibunya yang Lewi, melainkan meneruskan klan bapaknya yang Yehuda/Yahudi. 

Kenapa? Kembali lagi ke awal: sebab masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal, yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah.

Kekerabatan Maria-Elisabet 
Maria meneruskan klan Daud dari ayahnya yang bersuku Yahudi, bukan klan ibunya dari klan yang bersuku Lewi.

Jangan lupa, orang Majus mencari Isa, raja Yahudi yang baru lahir, bukan raja Lewi.

[Matius 2:2] dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

TEKNIK PRODUKSI DISINFORMASI
Disinformasi tersebut diproduksi dengan cara mengabaikan latar sosial, tempat, dan waktu; dan teknik ini sangat cocok untuk mempengaruhi sasaran yang nol hingga minim pengetahuan tentang masyarakat Ibrani kuno.

KESIMPULAN
Maria meneruskan silsilah klan bapaknya yang Yahudi - tapi pengarang alkitab sama sekali buta dari yahudi klan mana - bukan meneruskan sisilah ibunya yang Lewi, sebab masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal dan ibu Maria bukan pemegang pusaka keluarga penerus klan.

** Teknik produksi disinformasi: mengabaikan konteks latar sosial, tempat, dan waktu.


CATATAN: Masih ada juga yang nekad bantah, contohnya di sini 


Yesus Bukan Keturunan Daud Dari Suku Yehuda


Hanya dua dari empat pengarang injil yang nekad "mengarang" silsilah Yesus, dan kedua Injil tsb; Matus dan Lukas terbukti menjelaskan silsilah Yesus Kristus yang tidak sama.

Injil Matius, yang target pembacanya adalah bangsa Yahudi, menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Raja, Mesias keturunan raja Israel yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Abraham, bapa orang Yahudi. Karangannya pun penuh dengan simbol-simbol dan pemenuhan nubuatan-nubuatan nabi zaman dulu yang mengatakan bahwa Mesias akan muncul dari keturunan Daud. Dalam silsilah Yesus versi Matius disebutkan ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Raja Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.

Injil Lukas, yang target pembacanya adalah bangsa bukan Yahudi, menitik-beratkan pribadi Yesus sebagai Anak Manusia sekaligus sebagai Anak Allah, Allah semua bangsa, bukan hanya bagi orang Yahudi. Oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Adam, bapa semua umat manusia, bahkan hingga kepada Allah, bapa Adam, pencipta seluruh manusia. 

Sebagai salah satu fans berat Paulus, Lukas juga mungkin pada saat menulis ini memikirkan Yesus sebagai Adam baru atau Adam kedua (Roma 5:12).

Lukas menempuh jalur berbeda dalam silsilah yang disusunnya. Menurut Lukas, Yesus bukan keturunan Solomon bin Daud seperti kata Matius, tetapi keturunan Nathan bin Daud, abang Nabi Sulaiman yang tercantum dalam Dibre Hayyamim 3:5. Nama-nama dari Daud ke bawah yang disusun Lukas hampir semuanya berlainan dengan yang disusun Matius. Jumlah generasi pun tidak sama. Dari Daud sampai Yesus, Lukas mencatatkan 42 generasi, sedangkan Matius cuma 27 generasi.

Tetapi kedua penulis Injil ini bertujuan sama: intinya Jesus Kristus adalah keturunan Daud! 

Injil Matius 1:1-17 menelusuri silsilah secara menurun dari Nabi Ibrahim a.s. sampai Yesus, sedangkan Injil Lukas 3:23-38 menelusuri silsilah secara mendaki dari Yesus sampai Nabi Adam a.s.

Baik Matius maupun Lukas berusaha menjelaskan bahwa Yesus adalah keturunan Nabi Daud a.s. Matius menguraikan silsilah Nabi Daud ke bawah dengan menempuh jalur Solomon bin Daud (Nabi Sulaiman a.s.). Silsilah yang dimulai dari Nabi Ibrahim itu dikelompokkan Matius menjadi tiga bagian, masing-masing mencakup 14 generasi. Angka 14 yang ditetapkan Matius ini sudah pasti diambil dari nama “Daud” (dalam huruf Ibrani menggunakan tiga konsonan D-W-D atau daleth-waw-daleth), yang dalam numerologi Ibrani (dan juga Arab) bernilai: daleth(4) + waw(6) + daleth(4) = 14.

Apa boleh bua! Banyak nama keturunan Nabi Sulaiman dalam kitab umat Yahudi (Perjanjian Lama, kata umat Nasrani), yaitu Dibre Hayyamim (Chronicles; Tawarikh) 3:10-20, yang terpaksa dibuang alias "dihilangkan"oleh Matius agar tidak melebihi angka 14.

Ternyata silsilah yang disusun oleh Matius dan Lukas tidak bersambung kepada Yesus!
Mereka berdua menguraikan silsilah yang menurunkan Yusuf suami bunda Maria, bukan silsilah bunda Maria sendiri!

Padahal Yesus adalah putra suci bunda Maria yang perawan -- lahir dengan kekuasaan Allah! -- dan sama sekali tidak ada hubungan darah dengan Yusuf. Meskipun Yusuf suami bunda Maria, namun menurut keyakinan lkristen, Yusuf sama sekali tidak melakukan hubungan badaniah dengan istrinya sampai utusan Allah yang mulia itu lahir!

Matius sendiri mengakui hal ini (1:25): Et non cognoscebat eam donec peperit filium suum primogenitum [“Dan tidaklah dia ‘menyatu’ dengannya sampai melahirkan putra laki-lakinya yang sulung itu”].

Menurut Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 33-35, Nabi Isa Al-Masih dan ibunda beliau, Maryam adalah keturunan Imran, ayahanda Nabi Musa dan Nabi Harun, yang jelas merupakan keluarga Lewi, bukan keluarga Yehuda. Hal ini tercatat dalam Kitab We’elleh Shemoth (Exodus, Keluaran) 2:1. 

Juga dalam Al-Quran Surat Maryam ayat 28, Maryam dikenal sebagai perempuan keluarga Harun (ukhta Harun).

Jelaslah bahwa Nabi Isa Ibn Maryam yang diaksa menjadi Yesus oleh doktrin Kristen bukan keturunan Nabi Daud as, meskipun Matius dan Lukas sudah berusaha keras untuk menjelaskan hal itu dengan silsilah yang berbeda-beda. 

Dengan kata lain, Isa Ibn Maryam atau Yesus bukan Bani Israil suku Yehuda (Judah), malainkan bani Israil suku Lewi, sesuai dengan garis keturunan ibundanya yang serumpun dengan Nabi Musa as dan Nabi Harun as. Ini sesuai dengan sejarah bahwa imam-imam Bani Israil umumnya memang berasal dari suku Lewi.

Tentang ini sebetulnya diam-diam Lukas pun sudah mengakui bahwa Maria dan putranya, Yesus, adalah suku Lewi. 
  • Dalam Lukas 1:5 tertulis bahwa Elisabeth istri Nabi Zakaria (ibunda Nabi Yahya) adalah keturunan Nabi Harun (filiabus Aaron). 
  • Sedangkan dalam Lukas 1:36 dijelaskan bahwa Elisabeth dan Maryam adalah sekeluarga (cognatus). 
  • Juga estimasi Lukas (3:23) bahwa usia Jesus “kira-kira 30 tahun” (quasi annorum triginta) ketika memulai tugas kerasulan merupakan indikasi bahwa Nabi Isa Al-Masih memang suku Lewi, sebab menurut Kitab Bemidbar (Numbers, Bilangan) 4:47 para imam dari suku Lewi baru wajib melakukan tugas imamatnya setelah berusia 30 tahun.
Dengan demikian, jika kristen tetap menginginkan silsilah Yesus "tersambung" ke Daud melalui garis keturunan Yusuf, maka konsekuensinya mereka harus mengakui bahwa Yesus adalah anak biologis Yusuf!

Atau mereka boleh melupakan MIMPI DI SIANG BOLONG BERJAMAAH KRISTEN yang seenak perut sendiri mengklaim bahwa Yesus adalah anak Tuhan, kecuali, tentu saja, jika mereka juga mengakui bahwa Tuhan yang dimaksd dalam konteks ini adalah Yusuf!

Jadi, berdasarkan sedikit catatan ini saja sudah sangat jelas bahwa Yesus yang dikira oleh adik-adik kristen kita adalah suku Yehuda, terbukti bukan keturunan Nabi Daud a.s. yang suku Yehuda.
Putra suci Maria itu JELAS merupakan SUKU LEWI, dan tidak ada urusannya dengan nubuat tentang Mesias yang konon katanya berasal dari keturunan Daud!
Nah, apakah kalian masih memilih tetap bodoh dengan percaya begitu saja pada dongeng dalam injil-injil kanon kitab kalian yang dari sononya rata-rata sudah diberi label strandar REVISED VERSION ini dan itu?

Hadeeeuuuhhhhhh ............... SADAR dik!



[Gus Mendem | Islam Islami



Silsilah Yesus, Siapa Yang berdusta, Tuhan, Penulis Injil, Atau Editor Alkitab?

Menurut saya, Matius 1:1 dan Roma 1:3 adalah dua ayat dalam alkitab yang merupakan 'kesalahan paling memalukan' sepanjang abad Masehi. Sungguh kasihan Matius, yang namanya dicatut sebagai penulis Injil yang tidak pernah ditulisnya itu.

Bagaimana mungkin umat Kristen dapat menerima begitu saja Yesus yang mereka percaya sebagai 'Anak Allah' (terlahir dari roh Allah) dan sangat dibanggakan karena bukan hasil pembuahan dari hubungan pasutri ayah bundanya, tapi sekali lagi, dari roh Allah, dibuatkan silsilahnya dari garis keturunan ayah asuhnya, Yusuf?

Semua literatur di seluruh dunia berkaitan dengan Yesus (Isa Ibn Maryam) nampaknya sudah sepakat bahwa Yesus terlahir dari seorang perawan suci bernama Maria. Akan tetapi demi memenuhi 'gagasan cemerlang' gereja, maka mereka pun tidak malu-malu untuk menarik garis keturunan Yesus melalui Yusuf, suami Maria.

Ini, tentu saja, adalah sebuah kebodohan yang luar biasa. Sebab bagaimana kita dapat menerima 'akte kelahiran' Yesus yang bukan darah daging Yusuf tapi "dipaksa" mengikuti garis keturunannya demi menyambung tali keturunannya dari Daud hingga Abraham? Ada apa sebenarnya di balik silsilah 'rudapaksa' Yesus ini?

Benarkah karena kebodohan, atau justru karena kelicikan, tapi tetap saja bodoh?
Mengapa mereka menggunakan standar ganda untuk menjelaskan silsilah Yesus yang di satu sisi mati-matian dipertahankan sebagai 'anak Allah' tapi di sisi lain memaksakan pula agar Yesus disebut sebagai anak Daud anak Abaraham?    

Yang paling dekat urusannya dengan silsilah Yesus ini adalah kandungan Kitab Ulangan 18:18 yang juga sudah 'diubah-suai' oleh gereja dari bunyi aslinya yang ada menyebut kata “Saudara Bangsa Mereka” disulap menjadi “Bangsa Mereka Sendiri”

Tidak percaya? Silahkan cross-check di sini:
 (KJV) I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.

Bandingkanlah dengan berikut ini:
(GNB) I will send them a prophet like you from among their own people; I will tell him what to say, and he will tell the people everything I command.

(BIS) Dari bangsa mereka sendiri Aku akan mengutus kepada mereka seorang nabi seperti engkau. Aku akan mengatakan kepadanya apa yang harus dikatakannya, lalu ia akan menyampaikan kepada bangsa itu segala yang Kuperintahkan.

Ternyata ayat Kitab Ulangan 18:18 Ini ada hubungannya dengan nubuat akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa (as), sebagaimana disebutkan dalam ayat ke-18 s.d ayat ke-20:

[18:18] seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

[18:19] Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

[18:20] Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims & New Century Version).

Untuk memenuhi ramalan tersebut dan 'gagasan cemerlang' tadi, maka gereja yang mencatut nama Matius, dengan menjadikan Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai salah satu sumber inspirasi penulisan kitab Matius, berusaha meyakinkan pembaca dengan melakukan manipulasi dalam kitab Matius yang dimulai dengan kata kunci ini:

[Matius 1:1] Inilah silsilah Yesus anak Daud anak Abraham.

Sekarang coba kita buka Kitab Matius 1 dan perhatikanlah ayat ke-17:
"Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus."

Sang penulis berulang-ulang menekankan 3 rangkaian yang masing-masing terdiri dari 14 keturunan. Jika nama-nama tersebut dijumlahkan, maka jumlahnya adalah 41 keturunan. Padahal jika mengacu pada Matius 1:17 (salah satu rangkaian tersebut berjumlah 13 keturunan), jumlah seharusnya adalah 42 keturunan. Dari sini saja si penulis Matius sudah keliru menuangkan gagasan cemerlang gereja itu.

Mengapa mereka membuat 3 rangkaian kalimat yang masing-masing berjumlah 14 keturunan? Jawabannya mudah saja, yaitu untuk menyesuaikan sandi numerologi huruf-huruf bahasa Ibrani pada abad pertama Masehi. Sandi numerologinya terletak pada kata "DAWUD" atau "DAVID".

Mengingat huruf Ibrani tidak mengenal vokal, tetapi hanya konsonan, maka kata "DAVID" dalam teks Ibraninya adalah "DVD". Dari sini diperoleh rangkaian huruf DVD dan dapat dipecah berdasarkan numerologi mereka. Huruf "D" adalah huruf ke-4 dalam urutan abjad Ibrani, sedangkan huruf "V" adalah huruf ke-6, sehingga kata "DVD" berarti 4 + 6 + 4 = 14. Jadi, angka 14 inilah yang menjadi inspirasi 'gagasan cemerlang' mereka untuk penyebutan '14 keturunan' dalam Matius 1:17.

Padahal, seperti dapat dibaca sendiri, Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa keturunan Daud yang menjadi raja adalah: (1) Salomo, (2) Rehabeam, (3) Abia, (4) Asa, (5) Yosafat, (6) Yoram, (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, (10) Azarya (Uzia), (11) Yotam, (12) Ahas, (13) Hizkia, (14) Manasye, (15) Amon, (16) Yosia, (17) Yoyakim, dan (18) Yekhonya.
Jadi, ada 18 keturunan sebelum pembuangan orang-orang Yehuda ke Babel. Bukan 14 keturunan. Namun demikian, demi memenuhi gagasannya sebagaimana dijelaskan di atas, pengarang Matius menghilangkan 4 nama: (7) Ahazia, (8) Yoas, (9) Amazia, dan (17) Yoyakim agar berjumlah "14 keturunan", sehingga sesuai dengan gagasan si penulis Matius.
Dan inilah yang disebut kelicikan tapi tetap bodoh tadi. Sebab jelas sekali si penulis Matius ingin menanamkan pemahaman di benak pembaca -- bahwa oleh karena keyakinan umat Yahudi tentang "mesias" yang diidam-idamkan itu akan datang dari keturunan Daud -- maka si penulis pun  membuat daftar "silsilah Yesus" dengan "memaksakan" garis keturunan Yesus melalui ayah asuhnya, Yusuf, guna menyambung tali keturunan hingga Daud!

Oleh karena itu, secara vulgar dan tanpa malu-malu mereka pun membuat "Injil Matius" dengan permulaan ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah anak Daud!

Sangat boleh jadi tidak semua umat Kristen sempat atau berani 'mengorek-ngorek' isi alkitabnya sampai sejauh ini. Tapi umat Muslim belajar dari Al-Qur'an bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen yang melakukan 'ubah-suai' terhadap ayat-ayat wahyu Allah dalam alkitab ini sesungguhnya mengetahui dengan terang benderang bahwa nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-20 itu dimaksudakan untuk 'saudara mereka' dari tanah Arab yang semua rinciannya mengarah pada sosok Nabi Muhammad (saw). Tapi mereka tidak sudi menerimanya dan berusaha untuk mengalihkan ciri-ciri itu kepada Yesus. Padahal ciri-ciri seperti yang digambarkan dalam nubuat itu sama sekali tidak cocok dengan Yesus. Dengan demikian, kemudian timbullah pertanyaan yang sangat mengganggu umat Kristen: Siapakah Nabi yang mirip dengan Nabi Musa? Jawabnya adalah seperti yang diterangkan di sini.



Baca juga:

Bukti Kepalsuan Silsilah Yesus


Tidak usah 'sinau' sampai mendapat gelar akademis 'master of degree' sekalipun, setiap orang pasti sudah sama-sama faham bahwa yang namanya SILSILAH artinya adalah garis keturunan (berdasar hubungan darah) dari seseorang ke atas; terhadap ayah, kakek, sampai nenek moyangnya, dan ke bawah terhadap anak, cucu, sampai ke cicit buyutnya.

Dalam menggambarkan sislisilah ini, ada dua garis keturunan yang umumnya didokumentasikan orang, yaitu (1) mengikuti garis keturunan ayahnya dan (2) mengikuti garis keturunan ibunya.

Adapun dalam tradisi patriakat (di dunia mungkin Indonesia adalah satu-satunya negara yang masih memiliki tradisi matriakat dan relatif masih eksis, berdasarkan adat-sitiadat masyarakat Minangkabau), biasanya orang lebih mengedepankan silsilah menurut garis keturunan ayahnya.

Sampai di sini, mari kita "intip" juga salahsatu dari banyak sekali yang aneh-aneh dalam alkitab -- khususnya dalam injil-injil kanon -- yaitu silsilah Yesus!

Jika dikaitkan dengan "status Yesus" sebagai anak Allah (yang menurut teori Pdt. Esra Soru, atinya cuma beda-beda tipis dengan "status anak monyet" ciptaannya), maka baru dimulai dari kata "silsilah Yesus" saja, sebetulnya segalanya sudah salah kaprah!

Konon pula diteruskan dengan mengaitkan garis keturunan dan hubungan darahnya kepada Yusuf yang menurut 'kabar baik' dari injil sendiri, sepanjang hayatnya cuma berperan sebagai 'ayah asuh' bagi Yesus!

Kenapa saya anggap salah kaprah?
Karena menurut hemat saya yang sama sekali tidak mengerti apa-apa perkara disiplin ilmu Genealogi pun bisa melihat jelas bahwa bicara tentang silsilah Yesus, maka jika harus disusun berdasarkan tradisi patriakat, seharusnya cukup dibuatkan satu garis lurus saja ke atas (tanpa perantara nama-nama lain) yang langsung terhubung kepada Allah!

Kenapa harus demikian? 
Lha? Bukankah menurut iman Kristen sendiri Yesus adalah anak Allah?
Atau jika dipaksakan juga memasukkan nama-nama ayah, kakek, mbah buyut dlsb di atas nama Yesus, maka karena Yesus dianggap sebagai Anak Allah, ujungnya juga harus sampai kepada Allah sebagai satu-satunya nenek moyang mereka bersama.

Artinya, nama orang-orang yang ditaruh di atas nama Yesus dalam garis silsilah itu juga harus diakui juga sebagai sesama 'keturunan' Allah!

Tapi jika itu dianggap 'ngawur', dan memang sejatine ngawur tenan!, sebab kita semua tahu bahwa Yesus lahir bukan sebagai hasil proses reproduksi biologis sepasang suami isteri, maka yang tinggal dan seharusnya dibuat dan diterima sebagai silsilah yang benar untuk Yesus adalah berdasarkan garis keturunan ibunya.

Dengan demikian, apa pun bentuk dolah-dalih umat kristen yang menganggap silsilah Yesus tersambung ke atas melalui Yusuf merupakan sebuah keniscayaan, jelas tidak dapat diterima, terutama oleh disiplin ilmu genealogi yang melahirkan pengetahuan tentang silsilah itu sendiri!

Oleh karena itu pula, apa pun alasannya, maka silsilah Yesus melalui Yususf patut dinyatakan TERTOLAK demi ilmu pengetahuan dan martabat akal budi seluruh umat manusia!

Adapun tentang silsilah Yesus menurut garis keturunan ibundanya -- yang juga dibuatkan menurut versi injil seperti di bawah ini -- silahkan saja dicermati sendiri, dan seandainya dianggap menyalahi kaidah-kaidah ilmu tentang "silsilah" dari perspektif mana pun juga, maka tentu tidak ada salahnya jika dipertanyakan, atau bahkan diperdebatkan, dengan mereka yang senantiasa bertegang tengkuk menyatakan bahwa "silsilah Tuhan" mereka, Yesus, yang tertulis dalam injil sudah benar adanya!

Monggo, silahken saja.
Tapi inilah yang lebih dulu harus difahami dengan benar.

Disinformasi Silsilah Yesus
[Lukas 1:5] “Pada jaman Herodes, Raja Yudea ada seorang Imam bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elizabet

Ini berarti, Elizabet adalah wanita keturunan Harun dan menikah dengan Zakharia yang juga keturunan Harun. Maria adalah kerabat Elizabet (Lukas 1: 36).

[Lukas 1: 36] Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Oleh karena itu, Maria (dan Yesus, putranya) adalah juga berasal dari suku yang sama, yakni suku Lewi.

Berkontradiksi dengan itu adalah, Lukas 1: 32, Ibrani 7:14, dan Lukas 1-3 menunjukkan bahwa Maria itu suku Yehuda.

[Lukas 1: 32] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah Yang Mahatinggi. Allah, Tuhan kita, akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.

[Ibrani 7: 14] Sudah sangat jelas bahwa Junjungan kita yang hakikatnya Ilahi itu berasal dari suku Yehuda, sedangkan tentang suku ini Musa tidak pernah mengatakan sesuatu pun mengenai imam-imam.

Yang Sebenarnya

Maria bersuku Yahudi mengikuti kesukuan ayahnya yang Yahudi, bukan mengikuti kesukuan ibunya yang Lewi. Sebab, masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal, yaitu: menarik garis keturunan dari pihak ayah.

Tentang kesukuan Maria yang mengikuti kesukuan ayah (patrilineal) itu tercakup dalam ayat Ibrani 7:14 yang menyatakan bahwa YesusAl-Masih bersuku Yehuda/Yahudi dan juga dalam Lukas 1: 32 yang menyatakan bahwa Yesusitu keturunan Daud serta disiratkan sepanjang Lukas 1-3.

[Ibrani 7: 14] Sudah sangat jelas bahwa Junjungan kita yang hakikatnya Ilahi itu berasal dari suku Yehuda, sedangkan tentang suku ini Musa tidak pernah mengatakan sesuatu pun mengenai imam-imam.

[Lukas 1: 32] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Sang Anak yang datang dari Allah Yang Mahatinggi. Allah, Tuhan kita, akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.

Kekerabatan Maria dan Elisabet itu dari pihak ibu Maria dan dengan orangtua Elisabet. Ibu Elisabet bukan pemegang pusaka keluarga penerus klan, ditandai dengan dapat menikah dengan orang di luar sukunya. Maka, Maria tidak meneruskan klan ibunya yang Lewi, melainkan meneruskan klan bapaknya yang Yehuda/Yahudi.

Kenapa? Kembali lagi ke awal: sebab masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal, yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah.



Kekerabatan Maria-Elisabet 
Maria meneruskan klan Daud dari ayahnya yang bersuku Yahudi, bukan klan ibunya dari klan yang bersuku Lewi.

Jangan lupa, orang Majus mencari Yesus, raja Yahudi yang baru lahir, bukan raja Lewi.

[Matius 2:2] dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

Teknik produksi disinformasi
Disinformasi tersebut diproduksi dengan cara mengabaikan latar belakang sosial budaya, tempat, dan waktu; dan teknik ini sangat cocok untuk mempengaruhi sasaran yang nol hingga minim pengetahuan tentang masyarakat Ibrani kuno.

Kesimpulan

Maria meneruskan silsilah klan bapaknya yang Yahudi, bukan meneruskan sisilah ibunya yang Lewi, sebab masyarakat Ibrani kuno itu patrilineal dan ibu Maria bukan pemegang pusaka keluarga penerus klan.

Teknik produksi disinformasi: mengabaikan konteks latar sosial, tempat, dan waktu.




Masih Seputar Ngawurnya Silsilah Yesus


Mari kita telusuri sekali lagi silsilah Yesus melalui jalur keturunan ibundanya, Maria.

Μαρια, Maria; Bahasa Arab: Maryam, مريم) adalah ibunda Yesus dan tunangan Yusuf dalam Kekristenan. Menurut sumber-sumber non-kanonik, orangtuanya bernama Yoakhim dan Anna (Hana). Sebuah teori mengatakan bahwa nama ayahnya adalah Heli, yang disebutkan dalam silsilah menurut Lukas. Maria, yang saat itu seorang perawan, mengetahui dari malaikat Gabriel, utusan Allah, bahwa ia akan mengandung Yesus, anak dari Allah yang hidup, melalui mukjizat dari Roh Kudus. Karena Lukas 1:48 ("mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia"), Maria banyak diagungkan di kalangan orang Kristen, khususnya di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Umat Muslim pun sangat menghormatinya. Bidang teologi Kristen yang berhubungan dengannya disebut Mariologi. Pesta kelahiran Maria dirayakan di kalangan Gereja Ortodoks, Katolik Roma, dan Anglikan pada 8 September. Gereja Ortodoks dan Katolik Roma juga mempunyai banyak hari perayaan lainnya untuk menghormati Maria.

Untuk memenuhi kriteria dalam ayat ini:
Ibrani 7:14 Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.
Umat kristen mengklaim silsilah Yesus versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria. Sehingga didapatlah sebuah teori cocokologi Maria berasal dari suku Yehuda


MATIUS 1:1-16

  1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
  2. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 
  3. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 
  4. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 
  5. Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 
  6. Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 
  7. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 
  8. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 
  9. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 
  10. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 
  11. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
  12. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 
  13. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 
  14. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 
  15. Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 
  16. Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.


SEDANGKAN MENURUT LUKAS 3:23-34
Lukas 3: 23 “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”

Ayat selanjutnya:
Anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, …. dst hingga ada nama “…. anak Natan, anak Daud” (pada Lukas 3:31) …. dst hingga ada nama “…. anak Peres, anak Yehuda (pada Lukas 3:33), anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham (pada Lukas 3:34)

ANGGAPAN BAHWA SILSILAH YESUS DALAM INJIL LUKAS DISUSUN BERDASAR SILSILAH MARIA TERNYATA BUKAN PANDANGAN KRISTEN ABAD PERTAMA, TETAPI ABAD KELIMABELAS

“Nevertheless, the genealogy does not actually mention Mary: making it her genealogy is therefore a “daring” interpretation. More problematically, the Early Christians preserve no tradition identifying Luke’s genealogy as Mary’s. It was not until the 15th century AD, when Annius of Viterbo first suggested this reassignment of the genealogy to Mary.”

Source: Wikipedia, Genealogy of Jesus

Walau bagaimanapun, silsilah tsb yidak benar-benar menyebut nama Maria: menyusunnya menurut garis keturunan Maria adalah sebuah interpretasi “nekad”.  Lebih bermasalah lagi, umat Kristen Awal tidak memiliki tradisi yang mengidentifikasi silsilah buatan Lukas sebagai silsilah Maria. Hal itu baru tejadi pada abad 15 M, manakala Annius dari Viterbo mennyarankan pengalihan silsilah Yesus kepada Maria.

“According to Patrizi, the view that St. Luke gives the genealogy of Mary began to be advocated only towards the end of the fifteenth century by Annius of Viterbo, and acquired adherents in the sixteenth. St. Hilary mentions the opinion as adopted by many, but he himself rejects it” 

Source Catholic Encyclopedia, Genealogy of Christ

Menurut Patrizi, pandangan bahwa St. Lukas menyajikan silsilah Maria mulai teradvokasi hanya menjelang akhir abad ke 15 oleh Annius dari Viterbo, dan mendapatkan pengikut di abad ke 16. Santo Hillary menyebutkan opini ini diterima oleh banyak kalangan, sementara dia sendiri menolaknya.

Berdasarkan ini kita dapat menyimpulkan bahwa apology Kristen yang mengalamatkan Injil Lukas sebagai silsilah untuk Maria baru dimulai pada abad ke 15, atau 1500 tahun setelah Yesus tiada. 

Lalu bagaimana silsilah Yesus menurut tradisi atau pandangan umat Kristen generasi awal? simak dibawah ini.

Injil Lukas Dalam Pandangan Umat Kristen Generasi Awal
Catatan Tradisi Kristen Generasi Awal benar-benar kompleks karena mencakup tradisi Yahudi Levirate marriage 

Augustine mempelajari tradisi ini dari Julius Africanus dan menerima tradisi ini sebagai authoritative. (Eusebius dari Caesaria, Church History 1:7, 6:31; Augustine dari Hippo, De Consensu Evangelistarum 2.)

Tradisi Kristen mengidentifikasi seorang wanita bernama Estha sebagai nenek dari Yusuf. Estha menikah dengan Matan, keturunan Salomo (Sulaiman) bin Daud, dan menjadi ibu dari Yakub.

Tetapi setelah Matan mati, Estha menikah lagi dengan Matat, keturunan Natan bin Daud, dan menjadi ibu dari Eli.

Jadi, Yakub dan Eli adalah saudara tiri yang memiliki ibu kandung yang sama.

Eli menikah, tetapi mati tanpa mempunyai anak, jadi jandanya memikul tanggung jawab terhadap tradisi kuno levirate marriage, dan menikah dengan Yakub sehingga memperoleh anak bernama Yusuf.

Jadi, Yusuf adalah anak biologis dari Yakub keturunan Salomo bin Daud maupun anak legal dari Eli keturunan Natan bin Daud. Jadi ada dua silsilah yang diabadikan.

Meskipun secara legal adalah anak Eli, Yusuf dan ibunya tetap berada dalam keluarga Yakub, menurut tradisi, dan Yusuf secara legal mendapat waris dari Yakub (Likat di sini

Jadi tradisi umat Kristen generasi awal memandang silsilah Yesus versi Lukas adalah silsilah Yusuf, bukan Maria. Bahwa umat Kristen memberitahu kita bahwa silsilah buatan Lukas secara tradisi adalah silsilah Maria sesungguhnya merupakan dusta yang nyata Kristen. Yang sangat disayangkan adalah bahwa kebohongan Kristen ini sudah tersosialiasi dengan baik, sehingga kita sebagai muslim harus mensosialisasikan kebenaran yang sesungguhnya mengenai pandangan umat Kristen generasi awal dalam hal silsilah Yesus versi Injil Lukas.

Pandangan Injil-injil Apokripa
Injil-injil apokrip (yang ditolak oleh Gereja Katholik) seperti Injil Kelahiran Maria (the Gospel of Nativity of Mary) dan Injil Yakobus (The Gospel of James atau the Infancy Gospel of James) mengatakan bahwa ayah kandung Maria adalah Joachim (Ioacim) dan ibu kandung Maria adalah Anna (Anne).

Di bawah ini adalah website Injil Kelahiran Maria dan Injil Yakobus :

Banyak yang salah memahami silsilah Yesus di dalam Bible
Silsilah yang terdapat di dalam Matius 1:1-16 dan Lukas 3:23-38, lebih tepat disebut silsilahnya Yusuf bin Yakub (Matius 1:16) atau Yusuf bin Eli (Lukas 3:23).

Dan Yusuf sendiri, bukanlah bapak biologis dari Yesus, ia hanyalah bapak menurut anggapan orang (Lukas 3:23). Secara Biologis Yesus adalah anak Maria, jadi jika Maria adalah keturunan Lewi, maka Yesus juga keturunan Lewi.
Dalam Alkitab juga kita temukan:

[Lukas 1:5] 
“Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zacharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.”

[Lukas 1:36] 
“Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.”

Kemudian Maria pergi mengunjungi Zacharia dan Elisabet (Lukas 1 : 39-40). Hal ini menunjukkan mereka adalah keluarga dekat, umumnya kekerabatan ini terjadi pada generasi nenek ke generasi cucu (3 generasi). Bisa jadi nasab mereka bertemu di kakek Maria.

Maria besaudara συγγενης suggenis dengan Elizabeth keturunan Harun, jadi tidak tertutup kemungkinan bahwa ia adalah suku Levite/Lewi

Maria bukanlah keturunan Yehuda tetapi keturunan Lewi, masuk akalkah jika Yesus (anak Maria) disebut SINGA YEHUDA seperti dalam Ibrani 7:14
NAH, JIKA MEMANG SILSILAH YESUS DALAM INJIL LUKAS DIAMBIL DARI SILSILAH MARIA, MAKA SILAHKAN BERIKAN BUKTI - DARI KITAB MANA SAJA - BAHWA AYAH MARIA ADALAH ELI YANG NASABNYA TERHUBUNG HINGGA KE YEHUDA!   
Jika kalian tidak sanggup, dan hampir dapat dipastikan tidak akan sanggup, maka daripada terus menerus berdusta demi kemuliyaan Tuhan yang justru sangat dibencii-Nya, sebaiknya mengaku sajalah bahwa kitab kalian memang penuh dengan cerita-cerita dusta!

Beres kan?
Mau berdusta bagaimana lagi, coba?


[Sumber: Hanina Syahida]



Dusta Silsilah Yesus Hasil Hayalan Para Editor Alkitab


Allah berfirman di dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Kun" (seorang manusia), maka jadilah ia." (QS. 3:59)

Berdasarkan ayat Al-Qur'an di atas, maka Isa/Yesus adalah manusia yang tidak memiliki silsilah!

SILSILAH KETURUNAN YESUS MENURUT INJIL KRISTEN
Injil-Injil hanya mengandung sedikit sekali kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan pertentangan dengan hasil-hasil Sains modern. Banyak hikayat dalam Injil yang menggambarkan mukjizat tidak mendapat penafsiran ilmiah. Mukjizat-mukjizat itu ada yang berhubungan dengan orang seperti penyembuhan orang sakit (gila, buta, lumpuh, lepra, menghidupkan Lazarus yang sudah mati), dan ada pula yang mengenai fenomena material, di pinggir batas hukum alam (Yesus berjalan di atas air, Yesus mengganti air jadi anggur). Hal-hal tersebut mungkin hanya merupakan fenomena yang wajar tetapi dengan aspek yang luar biasa oleh karena terjadi dalam waktu yang sangat singkat seperti angin topan yang berhenti seketika, pohon tien yang kering mendadak, atau seperti mencari ikan secara ajaib, seakan-akan seluruh ikan yang ada dalam danau itu berkumpul di tempat di mana jala dilempar.

Dalam kejadian-kejadian tersebut, Tuhan campur tangan dengan kekuasaanNya. Kita tidak usah keheran-heranan bahwa Tuhan itu dapat berbuat hal yang mengherankan bagi manusia, tetapi bagi Tuhan merupakan hal biasa. Ini tidak berarti bahwa seorang yang percaya tidak memerlukan berhubungan dengan Sains. Percaya kepada mukjizat dan percaya kepada Sains adalah tidak bertentangan. Yang pertama adalah tahap ketuhanan yang kedua adalah tahap kemanusiaan.

Secara pribadi saya dengan senang hati dapat percaya bahwa Yesus menyembuhkan orang sakit lepra, tetapi saya tidak dapat menerima suatu teks yang dikatakan autentik dan diwahyukan Tuhan sedangkan dalam teks tersebut saya dapatkan bahwa antara manusia pertama dengan Abraham hanya berselisih waktu 20 generasi, seperti yang dikatakan Injil Lukas (3, 23-28). Kita akan lihat sebentar lagi sebab-sebab yang membuktikan bahwa teks Lukas, seperti juga teks Perjanjian Lama tentang hal yang sama, telah disusun menurut imajinasi manusia.

Injil (seperti Al Qur-an) memberikan kita riwayat yang sama mengenai asal-usul biologis Yesus. Membesarnya Yesus dalam kandungan ibunya di luar hukum-hukum alam yang umum bagi seluruh manusia. Biji telor dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoid bapak untuk membentuk suatu embryo yang kemudian menjadi bayi. Fenomena yang berakhir dengan dilahirkannya seorang yang normal, tidak dengan campuran dan unsur lelaki, dinamakan parthenogenese.

Dalam alam binatang parthenogenese dapat terjadi dengan syarat-syarat tertentu. Seperti halnya serangga, beberapa hewan invertebrata, dan secara sangat jarang, dalam jenis-jenis burung tertentu. Di antara binatang yang menyusui, orang dapat mengadakan percobaan dengan kelinci yang memperoleh perkembangan biji telor tanpa campur tangan spermatozoid dan menjadi embryo yang sederhana tetapi orang tidak dapat menemukan kelinci yang menunjukkan parthenogenese sempurna, secara eksperimental atau secara natural. Tetapi Yesus merupakan kasus parthenogenese. Ibunya adalah perawan dan tetap perawan serta tidak mempunyai anak selain Yesus: Yesus adalah kekecualian biologik.[PS]

SILSILAH KETURUNAN YESUS
Dua silsilah keturunan yang terdapat dalam Injil Matius dan Injil Lukas menimbulkan persoalan tentang kebenaran, persesuaian dengan hasil-hasil ilmiah dan juga persoalan "autentik atau tidak." Problema-problema ini sangat menyulitkan ahli-ahli tafsir Kristen oleh karena mereka menolak untuk melihatnya sebagai hasil imajinasi manusia; Imajinasi manusia ini telah memberikan inspirasi kepada para pengarang-pengarang Sakerdotal (pendeta-pendeta) daripada Kitab Kejadian di abad VI S.M. untuk silsilah keturunan manusia-manusia pertama. Imajinasi manusia itu pulalah yang memberi inspirasi kepada Matius dan Lukas dalam hal-hal yang kedua pengarang Injil itu tidak mengambil dari Perjanjian Lama.

Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa silsilah keturunan laki-laki tidak ada artinya sama sekali bagi Yesus. Jika orang ingin memberikan silsilah keturunan kepada Yesus, anak tunggal daripada Maryam, tanpa bapa, maka silsilah keturunan itu harus silsilah keturunan Maryam, ibunya. Di bawah ini adalah teks menurut Terjemahan Ekumenik terhadap Bibel, Perjanjian Baru.

Silsilah keturunan menurut Matius terdapat pada permulaan Injilnya (Matius 1:1-17).

KITAB ASAL-USUL YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK ABRAHAM
Abraham mempunyai anak Ishak Ishak mempunyai anak Yakub Yakub mempunyai anak Yuda dan saudara-saudaranya Yuda mempunyai anak Phares dan Zara daripada Thamar Phares mempunyai anak Esrom Esrom mempunyai anak Aram Aram mempunyai anak Aminabad Aminabad mempunyai anak Naasson Naasson mempunyai anak Salmon Salmon mempunyai anak Booz daripada Rahad Booz mempunyai anak Yobed daripada Ruth Yobed mempunyai anak Yesse Yesse mempunyai anak Daud Daud mempunyai anak Suleman (dari istri Urie) Suleman mempunyai anak Roboam Roboam mempunyai anak Abia Abia mempunyai anak Asa Asa mempunyai anak Yosaphat Yosaphat mempunyai anak Yoram Yoram mempunyai anak Ozias Ozias mempunyai anak Yoathan Yoathan mempunyai anak Achaz Achaz mempunyai anak Ezechias Ezechias mempunyai anak Manasse Manasse mempunyai anak Amon Amon mempunyai anak Yosias Yosias mempunyai anak Yechonias dan saudara-saudaranya. Kemudian terjadi pengasingan di Babylon. Dan sesudah Pengasingan:

Yechonias mempunyai anak Salathiel Salathiel mempunyai anak Zorobabel Zorobabel mempunyai anak Abioud Abioud mempunyai anak Eliakim Eliakim mempunyai anak Azor Azor mempunyai anak Sadok Sadok mempunyai anak Akhim Akhim mempunyai anak Elioud Elioud mempunyai anak Eleazar Eleazar mempunyai anak Mathan Mathan mempunyai anak Yacob Yacob mempunyai anak Yusuf, suami Maryam, yang melahirkan Isa yang dinamakan Al Masih.

Jumlah generasi adalah 14 dari Abraham ke Daud, 14 dari Daud hingga pengasingan di Babylon, 14 dari pengasingan sampai Isa Al Masih.

Lukas (3:23-38) memberikan silsilah keturunan yang berlainan dari silsilah Matius.

Kita kutipkan di bawah ini dari Terjemahan Ekumenik:
"Yesus pada permulaannya berumur kira-kira 30 tahun. Ia adalah anak Yoseph, anak Heli anak Matthat, anak Levis, anak Melechi, anak Iannai, anak Yoseph, anak Matthatias, anak Amos, anak Naaum, anak Hesti, anak Naggai, anak Maath, anak Mattathias, anak Semein, anak Yosech, anak Ioda, anak Ionam, anak Resa, anak Zorobabel, anak Salathiel, anak Neri, anak Melchi, anak Addi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, anak Yesus, anak Elieser, anak Yorim, anak Matthat, anak Levi, anak Symeon, anak Yuda, anak Yoseph, anak Ionam, anak Eliakim, anak Melea, anak Menna, anak Mattalha, anak Natham,anak David, anak Yesse, anak Iobed, anak Boos, anak Sola, anak Naasson, anak Aminabad, anak Admin, anak Arni, anak Esrom, anak Phares, anak Yuda, anak Yacob, anak Isaac, anak Abraham, anak Thara, anak Nachor, anak Serauch, anak Ragau, anak Phalek, anak Eber, anak Sala, anak Kainam, anak Arphaxad, anak Sem, anak Noe, anak Lamech, anak Mathausala, anak Enoch, anak Iaret, anak Maleleel, anak Kainam, anak Enos, anak Seth, anak Adam, anak Allah."

Silsilah-silsilah tersebut akan kelihatan lebih terang jika kita gambarkan dua daftar yang satu menggambarkan silsilah sebelum David, dan yang satu lagi menggambarkan silsilah sesudah David.

SILSILAH YESUS SEBELUM DAVID

Menurut  Matius                                                                        Menurut Lukas
Matius tidak menyebutkan satu 
nama pun sebelum Abraham





















1. Abraham
2. Isaac
3. Yacob
4. Yuda
5. Phares
6. Erom
7. Aram
8. Aminabad
9. Naasson
10. Salmon
11. Booz
12. Yobed
13. Yesse
14. David

SILSILAH YESUS SETELAH DAVID

15. Salomon
16. Roboam
17. Abia
18. Asa
19. Yosaphat
20. Yoram
21. Azias
22. Yoathan
23. Achaz
24. Ezechias
25. Manasse
26. Amon
27. Yosias
28. Yechonias

PENGASINGAN DI BABYLONIA
    29. Salathiel
    30. Zorobabel
    31. Abioud
    32. Eliakim
    33. Azor
    34. Sadok
    35. Akhim
    36. Eliaud
    37. Eleazar
    38. Mathan
    39. Yacob
    40. Yoseph
    41. Yesus


    1. Adam
    2. Seth
    3. Enos
    4. Kainam
    5. Maleleel
    6. Zaret
    7. Enoch
    8. Mathausala
    9. Lamech
    10. Nae
    11. Sem
    12. Arphaxad
    13. Kainam
    14. Sala
    15. Eber
    16. Phalek
    17. Ragau
    18. Serauch
    19. Nachor
    20. Thara
    21. Abraham
    22. Isaac
    23. Yacob
    24. Yuda
    25. Phares
    26. Esrom
    27. Arni
    28. Aminabad
    29. Nasson
    30. Sala
    31. Booz
    32. Yobed
    33. Yesse
    34. David



    35. Natham
    36. Matlatha
    37. Menna
    38. Melea
    39. Eliakim
    40. Ionam
    41. Yoseph
    42. Yoda
    43. Symeon
    44. Levi
    45. Matthat
    46. Iorim
    47. Elieser
    48. Yesus
    49. Er
    50. Elmadam
    51. Kosam
    52. Addi
    53. Melchi
    54. Neri
    55. Salathiel
    56. Zorobabel
    57. Resa
    58. Ionan
    59. Ioda
    60. Iosech
    61. Semein
    62. Malthatheas 
    63. Maalh
    64. Naggar
    65. Hesle
    66. Naaum
    67. Amos
    68. Mattatheas
    69. Yoseph
    70. Iannai
    71. Melchi
    72. Levi
    73. Matthat
    74. Heli
    75. Yoseph
    76. Yesus

















































































    Perbedaan-Perbedaan Menurut Manuskrip dan dalam Hubungannya dengan Perjanjian Lama.
    Dengan mengenyampingkan perbedaan tulisan (orthographiq), kita sebutkan:

    (a). Injil Matius
    Silsilah keturunan telah hilang dari Codex Bezae Cantabrigiensis, suatu manuskrip yang sangat penting dari abad VI dalam dua bahasa, Yunani dan Latin. Yang hilang dari teks Yunani adalah seluruh silsilah, sedang yang hilang dari teks Latin hanya sebagian besar. Tetapi hal ini mungkin hanya disebabkan oleh hilangnya halaman-halaman pertama.

    Perlu kita sebutkan kebebasan yang sangat besar yang ditunjukkan oleh Matius dalam sikapnya terhadap Perjanjian Lama yang ia potong silsilahnya untuk keperluan penyajian dengan angka (yang pada akhirnya tidak ia lakukan seperti yang akan kita lihat).

    (b). Injil Lukas
    1. Sebelum Abraham, Lukas menyebutkan 20 nama. Perjanjian Lama hanya menyebutkan 19 nama (silahkan lihat tabel keturunan Adam dalam bagian yang khusus untuk Perjanjian Lama), Lukas menambah sesudah Arphaxad (no. 12) nama Kainam (no. 13) yang tak tersebut dalam Kitab Kejadian sebagai anak Arphaxad.
    2. Dari Abraham sampai Daud kita dapatkan 14-16 nama menurut manuskrip.
    3. Dari Daud sampai Yesus.
    Perbedaan yang sangat penting adalah perbedaan yang terdapat dalam Codex Bezae Cantabrigiensis yang menisbatkan suatu silsilah khayalan kepada Lukas dan silsilah itu terdiri dari silsilah Matius yang sudah ditambah oleh orang yang bikin naskah dengan lima nama. Sayang, silsilah Injil Matius dalam manuskrip tersebut telah hilang, sehingga kita tak dapat mengadakan perbandingan.

    TINJAUAN KRITIS TERHADAP TEKS
    Di sini kita berhadapan dengan dua silsilah yang mempunyai sifat yang sama, yakni mulai dari Abraham dan Daud. Untuk memudahkan penyelidikan ini, kita akan menjadikan silsilah tersebut menjadi tiga bagian:

    1. dari Adam sampai Abraham,
    2. dan Abraham sampai Daud,
    3. dari Daud sampai Yesus.

    1. PERIODE DARI ADAM SAMPAI ABRAHAM
    Matius yang memulai silsilahnya dari Abraham tidak ada hubungannya dengan periode ini. Lukas memberi keterangan tentang nenek moyang Abraham sehingga Adam; 20 nama, diantaranya 19 nama terdapat dalam Kitab Kejadian (fasal 4, 5 dan 11). Dapatkah kita gambarkan bahwa sebelum Abraham hanya ada 19 atau 20 generasi manusia?

    Soal ini telah kita selidiki ketika kita membahas Perjanjian Lama. Jika kita ingin mendasarkan penyelidikan kita kepada tabel keturunan Adam seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian dan menerima angka waktu yang ditunjukkan oleh teks Bibel, kita akan mendapat kesimpulan bahwa antara munculnya manusia pertama di atas bumi dengan lahirnya Abraham terdapat 19 abad. Orang memperkirakan bahwa Abraham hidup sekitar tahun 1850 S.M.

    Dengan begitu maka petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Perjanjian Lama menerangkan bahwa munculnya manusia di atas bumi terjadi pada 38 abad sebelum Yesus. Nampak sekali bahwa Lukas memakai bahan-bahan ini untuk Injilnya. Ia menyebutkan suatu kekeliruan besar untuk menerangkan mengapa ia memakai bahan-bahan tersebut. Kita telah membaca argumentasi sejarah yang meyakinkan yang mendorong kepada pikiran ini.

    Hal-hal yang tersebut dalam Perjanjian lama tak dapat diterima lagi pada waktu ini. Bahan-bahan tersebut termasuk dalam golongan "Caduc" (lemah) yang dinyatakan oleh Konsili Vatikan II. Akan tetapi anggapan bahwa para pengarang Injil memakai bahan-bahan yang tidak sesuai dengan Sains modern, merupakan suatu keterangan yang sangat berbahaya bagi mereka yang mempertahankan faham bahwa teks Injil adalah sesuai dengan sejarah.

    Para ahli tafsir merasakan bahaya ini. Mereka berusaha untuk mengelakkan kesulitan dengan mengatakan bahwa persoalannya bukan persoalan silsilah yang sempurna, bahwa ada nama-nama yang ditinggalkan oleh penulis Injil dengan sengaja, dan persoalan yang pokok adalah untuk membuktikan dalam garis-garis besar atau dalam unsur-unsurnya yang penting suatu garis yang didasarkan atas realistis sejarah.

    Disebutkan oleh A. Tricot dalam bukunya: Kamus Kecil tentang Perjanjian Baru, (Petit Dictionnaire du Noaveau Testament). Dalam teks Injil tak ada yang memungkinkan penafsiran semacam itu, karena teks itu teliti; A punya anak B, B punya anak C adalah anaknya B, dan B adalah anaknya A. Dan lagi mengenai periode sebelum Abraham, para penulis Injil mengambil bahan dari Perjanjian Lama, di mana silsilah itu diterangkan sebagai berikut: X pada umur sekian mempunyai anak Y, Y hidup sekian tahun dan mempunyai anak Z. Jadi tak terdapat hal-hal yang putus.

    Bagian sebelum Abraham dalam silsilah Yesus menurut Lukas tidak dapat diterima atas dasar pengetahuan modern.

    2. PERIODE DARI ABRAHAM SAMPAI DAVID
    Di sini, dua silsilah itu cocok atau hampir cocok, kecuali dalam satu atau dua nama. Kesalahan yang tidak disengaja daripada tukang-tukang naskah dapat dijadikan alasan. Apakah para penulis Injil benar mengenai periode ini? Daud dikatakan hidup sekitar tahun 1000 S.M., Abraham di sekitar tahun 1800-1850 S.M.

    Apakah 14-16 generasi dapat hidup selama 8 abad? Tapi baiklah kita katakan saja bahwa teks Injil, mengenai periode ini, masih dalam batas hal-hal yang dapat diterima.

    3. PERIODE SESUDAH DAVID
    Sayang, teks tidak mungkin lagi membuktikan bahwa Yoseph itu keturunan David. Tapi kita tinggalkan saja pemalsuan yang terang daripada Codex Bezae Cantabrigiensis yang mengenai Lukas, dan marilah mengadakan perbandingan tentang hal-hal yang diriwayatkan oleh dua manuskrip yang sangat terhormat, yakni Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus.

    Dalam silsilah Lukas, kita dapatkan 42 nama sesudah David (no. 35) sampai Yesus (no. 77). Dalam silsilah Matius kita dapatkan 27 nama sesudah David (no. 14) sehingga Yesus (no. 41). Dengan begitu maka jumlah nenek moyang Yesus (fiktif) sesudah David dalam dua manuskrip terhormat tersebut berlainan. Nama-nama dalam silsilah tersebut juga berlainan.

    Tetapi ada lagi yang ajaib. Matius mengatakan bahwa silsilah Yesus semenjak Abraham terdiri dari tiga kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 14 nama. Kelompok pertama, dari Abraham sampai Daud. Kelompok kedua, dari Daud sampai pengasingan. Sedang kelompok ketiga, dari pengasingan di Babylon sampai Yesus. Teks Matius memang memuat 14 nama dalam kelompok pertama dan kedua, akan tetapi dalam kelompok ketiga (dari pengasingan di Babylon sampai Yesus) kita hanya mendapatkan 13 nama dan bukan 14 seperti yang kita harapkan, oleh karena tabel yang dikemukakan menunjukkan bahwa Salathiel adalah nomer 29 dan Yesus nomor 41.

    Tidak ada riwayat yang berbeda dengan Matius yang menyebutkan 14 nama untuk kelompok ketiga.

    Akhirnya agar berhasil mendapatkan 14 nama dalam kelompok kedua, Matius mempergunakan kebebasan terhadap teks Perjanjian Lama. Nama-nama daripada 6 keturunan David yang pertama (no. 15 sampai 20) sesuai dengan apa yang tersebut dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi tiga keturunan Ioram (no. 20) yang dikatakan dalam bab dua daripada kitab Tawarikh dalam Bibel sebagai Achazia, Yoas dan Amalsia, telah dihapuskan oleh Matius. Begitu juga, Yechonias (no. 28) disebutkan oleh Injil Matius sebagai anak Yosias (no. 27), padahal dalam kitab Raja-raja yang pertama daripada Perjanjian Lama terdapat nama Eliakim diantara Yosias dan Yechonias.

    Dengan ini telah terbukti bahwa Matius telah merubah urutan silsilah yang terdapat dalam Perjanjian Lama untuk menonjolkan suatu kelompok buat-buatan yang terdiri daripada 14 nama, antara Nabi Daud dan pengasingan ke Babylon.

    Sesungguhnya kita tidak begitu heran mendapatkan bahwa dalam kelompok ketiga yang disajikan oleh Matius terdapat satu nama yang kurang, sehingga tak ada teks Injil Matius yang menyebutkan 42 nama seperti yang Matius umumkan, hal ini dapat saja dijelaskan dengan mengatakan bahwa seorang tukang naskah membuat kesalahan. Akan tetapi kita sangat heran karena para ahli tafsir Injil bersikap tutup mulut mengenai hal ini.

    W. Trilling, berbeda dari para ahli tafsir Injil, menulis satu baris mengenai hal tersebut dalam bukunya: Injil Matius. "Sesungguhnya persoalan ini tidak boleh diabaikan begitu saja oleh karena para ahli tafsir Injil, termasuk pengarang-pengarang Terjemahan Ekumenik dan Kardinal Danielou telah menunjukkan pentingnya simbol 3 kali 14 yang telah disebut oleh Matius. Untuk menonjolkan hal tersebut, bukanlah Matius sendiri telah menghilangkan beberapa nama yang tersebut dalam Bibel agar berhasil pembuktiannya tentang angka yang keramat itu."

    Nanti akan kita lihat bahwa para ahli tafsir Injil akan membentuk suatu apologetik (cara mempertahankan agama) dengan membenarkan dihapuskannya beberapa nama, tetapi mereka tergelincir mengenai kekurangan-kekurangan nama sehingga mereka tidak berhasil mencapai hal yang diinginkan oleh Matius, si pengarang Injil.

    4. TAFSIRAN PARA AHLI TAFSIR MODERN
    Kardinal Danielou, dalam karangannya Les Evangiles de l'enfance (Injil Masa Kanak-kanak, terbit tahun 1967), setuju dengan daftar angka yang dibuat oleh Matius dan mengatakan bahwa daftar tersebut mempunyai nilai yang sangat tinggi, karena daftar itu menunjukkan silsilah asal usul Yesus, yang juga diterangkan oleh Lukas. Bagi Kardinal Danielou, "Lukas dan Matius adalah ahli sejarah yang telah mengadakan penyelidikan sejarah, dan silsilah keturunan telah dikutip dari arsip keluarga Yesus."

    Perlu diterangkan di sini bahwa arsip tersebut tak pernah ditemukan orang.

    Kardinal Danielou, menyerang orang-orang yang mengkritik pendiriannya dengan kata-kata: "itu adalah mental orang Barat, kebodohan tentang agama Yahudi Kristen, ketidakadanya perasaan Semitik, yang telah menyesatkan beberapa ahli tafsir dalam memberi interpretasi kepada Injil.

    Mereka itu telah mempergunakan kategori Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger. Memang ada suatu yang keruh dalam pikiran mereka." Sudah terang bahwa Plato, Descartes, Hegel dan Heidegger tidak ada hubungannya dengan sikap kritik terhadap silsilah keturunan yang bersifat khayalan.

    Pengarang (Kardinal Danielou) menyelidiki arti 3 x 14 yang disebutkan Matius, dan membuat hipotesa-hipotesa seperti berikut: "Mungkin ada hubungannya dengan 10 minggu yang terkenal dalam hal-hal rahasia dari agama Yahudi, tiga minggu pertama yang mirip dengan periode dari Adam sampai Abraham, harus dihilangkan. Tinggal 7 minggu; enam minggu pertama merupakan tiga grup yang masing-masing terdiri dari 14 nama, dan minggu yang terakhir dimulai oleh Kristus yang memulai periode ke 7 daripada Dunia." Penjelasan semacam itu tak perlu diberi komentar.

    Ahli-ahli tafsir "Terjemahan Ekumenik Bibel" -Perjanjian Baru- memberikan pembelaan dengan angka yang tidak kita sangka.

    Untuk angka 3 x 14 yang dikemukakan oleh Matius:

    Angka 14, mungkin merupakan jumlah nilai huruf yang membentuk nama Daud dalam bahasa Ibrani D = 4, V = 6. Jadi jumlahnya 4+6+4 = 14.

    Bagi Lukas, Terjemahan Ekumenik memberikan 77 nama. Hal ini memberi peluang untuk mengatakan bahwa angka 7 itu dasar untuk 7 x 11 = 77. Padahal kita sudah tahu bahwa bagi Lukas yang main hapus dan tambah saja, daftar yang memuat 77 nama itu sama sekali hanya dibuat-buat.

    Silsilah Yesus dalam Injil-lnjil merupakan masalah yang menimbulkan permainan kata-kata yang sangat menyolok di antara para ahli tafsir Kristen, dan memang hal tersebut adalah sesuai dengan khayalan Lukas dan Matius.  

    KETERANGAN:
    [PS] Injil-injil menyebutkan saudara-saudara 'sedarah' Yesus (Matius 13:46-50; Markus 6:1-6; Yahya 7:3 & 2:12). Kata Yunani yang dipakai adalah Adelphai dan memang berarti saudara lelaki atau perempuan dalam arti biologik. Tentu saja di sini telah terjadi terjemahan yang salah daripada kata Semit yang berarti dekat (familiar), dan tidak lebih. Barangkali yang dimaksudkan di sini adalah saudara-saudara sepupu.

    BIBEL, QUR'AN, dan Sains Modern
    Dr. Maurice Bucaille
    Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
    Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
    Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta