Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus (Nubuat). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus (Nubuat). Tampilkan semua postingan

Nubuat Yesus Tentang Paulus


Perhatikanlah ucapan Yesus Kristus dalam catatan Matius 23:15 ini:

"Celakalah kamu, hai [1] ahli-ahli Taurat dan [2] orang-orang Farisi, hai kamu [3] orang-orang munafik, sebab kamu [4] mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk [5] mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu [6] dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang [7] dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri."

Dalam satu ayat saja, peringatan keras Yesus dan semua nubuat beliau tentang Paulus tergenapi.

1. Paulus mengaku sebagai Ahli Taurat

Paulus sesumbar; "tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat!" (Filipi 3:6)

2. Paulus mengaku sebagai orang Farisi

"Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati." (Kisah Para Rasul 23:6)

3. Paulus adalah orang munafik

"Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat" (1Korintus 9:20-21)

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)

4. Paulus mengarungi lautan untuk menyebarkan ajaran menyimpangnya

" ..... ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. (Kisah Para Rasul 16: 4-10)

5. Paulus mengajak non-Israel menjadi penganut agama ciptaannya

Dalam bahasa Yunani, gentiles atau orang-orang non-Israel yang beralih keyakinan ke dalam keyakinan bangsa Yahudi disebut prosēlüton (προσήλυτον). Dan Pauluslah orang yang paling terang-terangan melawan sekaligus melanggar larangan keras Yesus Kristus agar seluruh pengikutnya tidak menyampaikan Injil -- yang sangat khusus hanya untuk bangsa Israel saja -- kepada bangsa manapun di dunia ini dengan cara menciptakan agama baru bernama Kristen atas  nama Yesus Kristus! (lihat Matius 15:24, 10:5 dan Kisah Para Rasul 11:26)

Dengan jumawa dia sesumbar:

"Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku," (Roma 11:13)

6. Paulus menjadikan pengikutnya sebagai penghuni neraka

Karena dianggap menyimpang dari ajaran para imamnya, dalam kitab Talmud yang diimani oleh umat Yahudi sebagai bagian dari kitab suci mereka, Yesus sendiri digambarkan sebagai penghuni neraka. Apalagi Paulus yang tidak hanya menyimpang dari ajaran para imam Yahudi, bahkan menyimpang jauh dari ajaran Yesus Kristus yang orang Yahudi, tentu saja akan menjadi bahan bakar api neraka!

Maka pikirkanlah sendiri; jika Paulus menjadi bahan bakar api neraka, bagaimana dengan seluruh pengikutnya?

Jadi, cukup dengan satu ayat saja, sesungguhnya Yesus telah lebih dulu membuktikan kepada kita bahwa Pauluslah sang penyesat sejati yang dipastikan akan menyeret seluruh pengikutnya menjadi penghuni kekal neraka!

7. Paulus menjadikan pengikutnya dua kali lebih jahat dari dia sendiri

Dan kebenaran ucapan Yesus tsb dibuktikan pula oleh sejarah bahwa penyebaran ajaran Paulus oleh kroni dan pengikutnya telah menyebabkan jatuhnya ribuan, bahkan jutaan korban manusia dalam berbagai bentuk pembantaian massal sejak dimulai pada abad ke-3 Masehi hingga hari ini!


[Dari catatan Abu Ihsan]


Dahsyatnya kabar kelahiran Yesus bagi bocah sekolah minggu


MUDAHNYA MENULIS NUBUAT VERSI PERJANJIAN BARU

Bagi pengikut Paulus, bahkan bagi Lukas sendiri yang dikabarkan punya "hubungan dekat" dengan Paulus dan banyak menulis cerita-cerita yang didiktekan oleh Paulus, kalimat yang tertulis dalam injil Lukas berikut ini sungguh luar biasa menggetarkan jiwa:
"Hari ini telah lahir bagimu juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud" (Lukas 2:11)
Tapi tidak demikian halnya bagi siapa pun yang masih dapat dan mau menggunakan akal sehatnya untuk berpikir dengan baik.

Tuhan dilahirkan, dan sejak bayi hingga dewasa diasuh oleh manusia, persis seperti kita semua? Disusui, disuapi, diceboki, dinina bobokkan, dididik, dijewer, disekolahkan, didampingi, dilindungi, dinikahkan, sampai konon katanya;  akhirnya mati sebagai manusia terkutuk yang tergantung di tiang salib? 

Seperti itukah Tuhan seluruh umat manusia?
Akal sehat tentu akan berkata, "TIDAK!"

Jika Lukas 2: 11 ditulis sebelum, atau paling tidak pada hari Yesus dilahirkan, kedahsyatannya sebagai sebuah nubuat atau bukti nubuat tentang "ketuhanan" Yesus, mungkin masih pantas untuk diperhitungkan. Tapi karena ditulis hampir 100 tahun setelah kelahiran Yesus, atau 80-85 tahun setelah Yesus sendiri tidak ada, apa istimewanya?

Itu sama saja artinya dengan jika hari ini saya menulis dan mengklaim bukti sebuah "nubuat", bahkan lebih lengkap dan sangat spesifik misalnya begini:
"Hari ini, kamis tanggal 6 Jun 1901 telah ahir bagimu juruselamat, yaitu Soekarno. Penduduk sebuah pulau di negerinya percaya bahwa dia adalah titisan Dewa yang setelah dewasa kelak akan membebaskan bangsanya dari penjajahan dua bangsa asing lalu menjadi pemimpin negeri besar bernama Indonesia. Bersama sahabatnya Muhammad Hatta, Soekarno dengan gagah berani akan mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia kepada dunia, tepatnya pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945." (Gus Mendem 2:11)
Apakah akal sehat anda akan menerima kabar itu sebagai sebuah nubuat?
Tentu saja tidak, bukan?

Kenapa?
Karena kelahiran Ir. Soekarno sudah terjadi lebih dari 100 tahun lalu, sedangkan peristiwa Proklamasi kemerdekaan Indonesia pun sudah terjadi lebih dari 70 tahun lalu. 

Artinya, merujuk pada catatan sejarah, saya bebas menulis apapun tentang tokoh besar ini sesuai dengan permintaan gereja, misalnya.    
Dari contoh ini, jika pengikut Paulus mau berpikir sedikit saja, maka seharusnya mereka dapat melihat sendiri bagaimana mudahnya bagi siapapun untuk mengarang ratusan nubuat versi Perjanjian Baru cukup dengan sedkit ilmu "othak-athik-gathuk" dari kisah-kisah yang sudah lebih dulu tertulis dalam Perjanjian Lama.
Dengan kata lain, "kabar baik" dalam Lukas 2:11 dan dalam Pamungkas 2:11 di atas sebenarnya cuma Gombal Mukiyo!  

Tidak lebih, tidak kurang!
Jelas ya?


[Gus Mendem]

Nubuat Penyaliban Yesus Yang Salah Alamat


Dari penggalan salahsatu catatan om Gus Mendem yang ada di sini lalu dijadikan TS di sini, seorang ngeyeler kristen, entah dimana nyambungnya, coba menepis informasi dari bibel sendiri yang menyiratkan bahwa "Yesus Bukan Tuhan", dengan enteng tapi penuh percaya diri berkomentar bahwa penyaliban Yesus sudah dinubuatkan.

Sepanjang yang saya amati, ini adalah typical jawaban stereotype dari hampir semua netter kristen tiap kali dihadapkan pada isu penyaliban Yesus yang dari waktu ke waktu terus berulang sehingga tidak henti menelorkan puluhan, mungkin ratusan komentar yang sejatinya cuma omong kosong!

Kenapa?
Karena hampir dapat dipastikan mereka akan merujuk pada ayat-ayat dari kitab Yesaya, khususnya Bab 52 & 53 yang -- menurut iman kristen -- merupakan nubuat tentang akan terjadinya peristiwa penyaliban atas diri seorang Mesias "Sang Penebus Kesalahan", yang dalam hal ini mereka yakini adalah Yesus Kristus!

Padahal tidak sedikit tela'ah tentang Yesaya 52 & 53 ditulis orang dalam berbagai bahasa dan pada umumnya "mentog", lalu menyimpulkan bahwa Yesaya 52, lebih spesifik lagi Yesaya 53, adalah sebuah nubuat yang misterius! 

Mereka kategorikan sebagai miserius karena memang tidak jelas siapa sebenarnya sosok "sangat buruk rupa" yang dimaksud disana. Dan berdasarkan penelitian terhadap ayat demi ayat Yesaya 53, tidak dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud adalah Yesus Kristus!

Dialog berikut ini adalah "sempalan" dari TS om Gus diatas yang saya dokumentasikan bukan karena muatan dialognya berkualitas, apalagi netter kristen yang mengusung nubuat Yesaya 53-nya, tapi untuk dijadikan catatan bagi netter kristen lain supaya lain kali jangan suka "Waton Jeplak", seenaknya bicara tentang Yesaya 53 sebagai nubuat penyaliban Yesus, karena merasa lebih memahami Bibel ketimbang orang lain!

Menurut saya ini adalah TS inisiatif mang Bontot Tubagus Alit khusus untuk Dawnee Yale guna menegaskan lagi informasi yang sama-sama kami peroleh dalam proses belajar "Theologika Kristen" dari para pinisepuh gmdkk sebagaimana diterangkan secara ringkas diatas.
   







Sampai disini, seperti celetukan saya diakhir sessi dialog antara mang Tubagus Alit dan Dawnee Yale, maka yang tersisa memang tinggal "eyel-eyelannya" saja, sebab sekalipun tidak secara terang benderang -- sehingga patut disebut telak -- mematahkan argumen Dawnee Yale, namun apa yang diungkapkan oleh mang Tubagus Alit rasanya sudah cukup untuk mengakhiri dialog.

Namun jika ada yang penasaran ingin mengetahui bagaimana kelanjutan "eyel-eyelan" yang dengan sekuat tenaga diupayakan oleh Dawnee Yale, silahkan simak disini.

Sedangkan untuk mendapatkan uraian yang lebih jelas tentang mustahilnya Yesaya 53 sebagai Nubuat Penyaliban Yesus, silahkan simak disini.

Demikian, semoga bermanfaat!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!


[Bagus Pamungkas


Baca juga:

Imanuel Dan Cocokologi Yesaya 7:14 & Matius 1:23



Dalam banyak perdebatan kristologi dengan umat kristen, pada umumnya mereka demikian yakin ketika menegaskan bahwa kedatangan Yesus sebagai Allah sudah dinubuatkan di dalam PL.

Nubuat ini bisa dilihat dari beberapa ayat yang ada dalam PL yang sekilas mirip dengan ayat-ayat yang ada didalam PB. Salahsatunya adalah yang tetulis dalam kitab Yesaya 7:14, yang kemudian di "othak-athik-gathuk-in" dengan tulisan dalam Matius 1:23 berikut ini:

[Yesaya 7: 14] 
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Ayat ini tampak "pas banget" dengan berita kedatangan Yesus dalam PB ini:

[Matius 1: 23]
Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.

Karena dianggap memiliki kisah yang sealur, maka diyakinilah bahwa Yesaya 7:14 ini merupakan nubuat untuk Matius 1:23 yang tertuju kepada Yesus.

Imanuel ini diartikan sebagai Yesus yang bersama dengan Allah (imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah bersama kita”.)

Yesaya 7:14 ini kemudian "di-othak-athik-gathuk-in" lagi dengan Yesaya 9: 6 yang tertulis begini:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Karena Yesus dianggap sebagai penjelmaan Allah oleh umat Kristen, maka mereka meyakini bahwa kitab Yesaya adalah benar berisi nubuat tentang Yesus, sebab dalam Yesaya 9:6 misalnya, diterangkan anak yang lahir tsb  sebagai Allah yang perkasa!
Tapi sepertinya para pengikut Paulus ini sangat kemproh (ceroboh) dalam mencermati kandungan kitabnya sendiri, apalagi jika mengira sudah sangat piawai dalam memainkan “othak-athik-gathuk” alias cocokologi a'la kristen ini, karena luput memperhatikan bahwa sejatinya ayat-ayat Yesaya tsb tidak pernah menyentuh sampai ke jaman Yesus seperti sudah wanti-wanti dijelaskan lebih dulu pada ayat pertamanya begini:

[Yesaya 1:1] Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Jadi, lingkup ayat-ayat Yesaya hanya berpusat pada cerita di jaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni para raja-raja Yehuda, jauh sebelum kelahiran Yesus!

Lalu bagaimana dengan Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 tadi?
Kenapa penggambarannya sama? Bukankah imanuel itu hanya tertuju pada Yesus?

Untuk menjawab ini, pertanyaan harus dirobah menjadi begini:
Benarkah nama atau panggilan "Imanuel" itu hanya untuk Yesus seorang?

Ternyata jawabannya adalah TIDAK!

Imanuel dalam bahasa Ibrani artinya adalah "Allah bersama kita". Dengan demikian, yang dimaksud sebagai Imanuel adalah orang yang selalu disertai oleh Allah, bisa siapa saja, tapi yang paling mendekati dan selalu benar adalah para nabi Allah. Kesimpulan ini bisa dibuktikan dengan menunjukkan teks PL dimana Yesaya yang seorang Nabi ternyata dipanggil juga sebagai "Imanuel" oleh Allah.

[Yesaya 8: 8] serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!”

Jika demikian, lalu siapakah imanuel dalam Yesaya 7:14?

Merujuk pada Yesaya 1:1, imanuel yang dimaksud tentu saja Nabi yang lahir pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia yaitu anak yang telah lahir pada Yesaya 9:6.

Lalu, bagaimana dengan kalimat “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” dalam Yesaya 9:6 tsb?

Jawabnya, itu adalah kalimat metafora yang Hiperbolik untuk menyanjung seorang Nabi yang lahir di kalangan mereka.

Lalu, bagaimana dengan kalimat “Allah yang perkasa”, bukankah Allah yang perkasa hanya merujuk kepada Allah saja?

Ternyata dalam PL, titel “Allah” bisa disematkan kepada siapa saja yang menerima wahyu Allah. Ini sesuai dengan ucapan Yesus dalam kitab Yohanes.

[Yohanes 10:34-35] Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,"

Musa pun dalam kitab Keluaran ternyata mendapat tittle “Allah” dari Allah.

[Keluaran 7:1] Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu."

Kemudian akan ada pertanyaan lagi, bukankah dalam Yesaya 9:6 kata “Allah memakai huruf besar sedangkan dalam Yohanes 10:35 kata “allah” memakai huruf kecil?

Supaya anda tahu saja; dalam bahasa Ibrani tidak pernah dikenal adanya huruf besar dan huruf kecil bung!

Munculnya kata “Allah” dan “allah” itu hanyalah sebuah bentuk eisegese dari para penterjemah bibel untuk membedakan mana “Allah” yang mereka sembah, mana “allah” yang tidak mereka sembah. Karena mengangap Yesaya 9:6 ini tertuju kepada Yesus yang mereka sembah, maka kata “Allah” tentu harus diterjemahkan dengan huruf besar.

Jadi, begitulah ilmu "othak-athik-gathuk" yang diamalkan oleh para "pemikir" di balik pintu rumah-rumah produksi doktrin Kristen guna merekayasa dalil-dalil pendukung teori ketuhanan Yesus!

Lihat juga tulisan terkait topik "cocokologi" doktrin kristen ini di sini.

Agar lebih jelas siapa sesungguhnya Imanuel yang dimaksud oleh Yesaya, perhatikan penjelasan Rabbi Yahudi; Tovia Singer, pemilik sah kitab PL berikut ini:

Arti nubuat dalam teologi Kristen


Dalam bahasa paling sederhana, nubuat (bahasa Inggris: prophecy) artinya adalah menyatakan lebih dahulu peristiwa-peristiwa yang belum, tapi akan terjadi. Biasanya disampaikan melalui perantaraan seorang nabi.

Sedangkan orang yang mendapat anugerah dari Allah untuk melihat peristiwa-peristiwa yang belum terjadi lalu menyampaikannya kepada orang lain tsb, boleh mengaku atau diakui sebagai seorang nabi.

Jadi, nubuat berkaitan sangat erat dengan seorang nabi, karena memang hanya para nabi saja yang bernubuat. Itu sebabnya kenapa gelar orang yang bernubuat adalah nabi, karena asal kata nubuat itu sendiri adalah nabi (definisi versi "mengacaukan nalar" kristen)

Lalu, apa arti nubuat bagi kebanyakan pengikut Paulus?
Begini: bagi umat ini kata "nubuat" selalu dan selamanya dimaksudkan sebagai apa yang tetulis dalam kitab umat Yahudi (yang mereka serobot kemudian mereka bundel ke dalam kitab mereka lalu diberi nama Perjanjian Lama), khususnya tulisan nabi Yesaya yang dihubung-hubungkan dengan apa yang tertulis dalam injil-injil kanonik (hasil karangan para penulis yang tidak jelas identitasnya tapi disebut-sebut bernama: Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes dalam bundel lain kitab mereka yang diberi nama Perjanjian Baru).

Nah, sampai di sini, cermatilah baik-baik fakta berikut ini dengan benar-benar menggunakan akal sehat!

Nabi Yesaya bin Amos, sebagai contoh; yang hidup pada jaman raja-raja Yehuda dinasti Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, yakni antara tahun 700-800 SM, menulis kalimat berikut ini dalam salahsatu lembaran kitabnya:
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9: 6)
Sesuai dengan arti nubuat, ayat di atas ini tidak berbicara tentang peristiwa kelahiran yang akan terjadi di masa depan, tapi justru dengan sangat tegas menyebut kata "telah lahir" yang menjelaskan dengan sendirinya bahwa peristiwa tsb sudah terjadi! 

Lalu, sekitar 700 tahun kemudian, di desa kecil bernama Nazaret dekat Judea lahirlah seorang nabi Allah bernama Isa Almasih yang di kemudian hari menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mewartakan "kabar baik" dari Allah khusus kepada bangsa Israel di seputaran kota Jerusalem sampai usianya mencapai 33 tahun, saat mana secara ajaib dia menghilang dari tengah-tengah umat yang mempercayainya sebagai seorang nabi.

Pada masa kerasulannya, nabi Allah yang sejak lahir diberi nama Isa Ibn Maryam oleh ibundanya ini dikenal oleh bangsa Romawi dan Yunani sebagai "manusia ajaib" yang entah bagaimana ceritanya, kemudian mereka beri nama baru sebagai Yesus Kristus.

Karena keajaibannya -- yang sebetulnya tidak perlu diherankan karena semua nabi Allah sudah pasti ajaib -- sekelompok orang yang dekat dengan penguasa Romawi yang kala itu menjajah negeri mereka, percaya bahwa nabi Yesus adalah putra Allah, bahkan saking besarnya kekaguman orang-orang ini pada keajaiban sang nabi, mereka pun meyakini bahwa sang nabi adalah Allah itu sendiri!

Celakanya, pemahaman yang 100% berbasis pagan ini -- yang percaya bahwa Tuhan mempunyai anak dan Istri -- kemudian mereka paksakan kepada semua orang di negeri-negeri jajahan bangsa Romawi masa itu, sehingga tentu saja menimbulkan pertentangan keras di antara orang-orang yang dengan sangat tegas menolak ide sinting itu dengan orang-orang yang percaya begitu saja!

Akibatnya terjadilah konflik berkepanjangan yang mengakibatkan terpecahnya pengikut sang nabi menjadi dua golongan besar, yakni mereka yang percaya bahwa Yesus adalah tuhan, dan golongan yang tetap berpegang teguh pada ajaran keimanan dari sang nabi bahwa Yesus adalah nabi Allah.

Untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan ini, akhirnya pada tahun 325M golongan yang menuhankan Yesus dan kebetulan dekat dengan penguasa Romawi tadi, merekayasa sebuah konsili atas nama Imperium Romawi yang ketika itu di bawah pemerintahan Kaisar Konstatin, agar selanjutnya atas nama penguasa secara resmi menetapkan bahwa Yesus adalah tuhan!

Sementara itu, entah kapan persisnya, tapi dibuat seolah-olah hasil kerja tahun 50-60 Masehi, yakni pada masa berlangsungnya pertikaian antara golongan yang mengakui dan tidak mengakui Yesus sebagai tuhan tadi, atau sekitar 30 tahun setelah secara ajaib nabi Yesus menghilang dari Jerusalem, atau CATAT INI: lebih kurang 7-8 abad setelah nabi Yesaya menuliskan kalimat dalam Yesaya 9:6 di atas; seseorang yang disebut-sebut sebagai Lukas yang namanya kemudian dinisbatkan sebagai nama salahsartu dari empat injil kanonik dalam Bible menulis begini:
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)
Perhatikan "cocokologi" ayat Lukas tsb dengan ayat Yesaya ini: 
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9: 6)
Mudah dipahami bahwa ide menuliskan kalimat nyeleneh Lukas ini sebenarnya berasal dari hasil kerja kelompok orang-orang yang meyakini Yesus sebagai tuhan tadi melalui penelitian mereka ke dalam kitab-kitab umat Yahudi yang seenaknya mereka comot, lalu mereka klaim sebagai kitab Perjanjian Lama dalam kitab mereka.

Tujuan penulisan Lukas 2:11 itu juga mudah dipahami, yakni untuk meyakinkan pembacanya bahwa kelahiran nabi Yesus yang kala itu sudah menghilang entah ke mana, sebenarnya sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai kelahiran "seorang" tuhan!

Padahal antara tulisan nabi Yesaya dalam Yesaya 9: 6 dengan tulisan entah siapa dalam Lukas 2: 11 ini sebetulnya tidak ada hubungannya sama sekali!

Kenapa?
Karena dalam pembukaan kitabnya, nabi Yesaya sendiri sudah lebih dulu menjelaskan bahwa segala yang tertulis dalam kitabnya adalah peristiwa-peristiwa yang sepenuhnya terjadi pada masa raja-raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia memimpin Yudea, atau menurut catatan sejarah sekitar 700-800 tahun sebelum nabi Yesus lahir.

Perhatikan huruf KAPITAL pada ayat pertama kitab Yesaya ini:
"Penglihatan yang TELAH DILIHAT Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem DALAM ZAMAN Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda." (Yesaya 1;1)
Sangat jelas tertulis "telah dilihat" yang artinya sudah terjadi, dan terjadinya pada, atau "dalam jaman" raja-raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, memimpin Yudea."

Cocokologi di atas akan semakin jelas terlihat sebagai 100% kelanjutan dari Comotolgi para editor alkitab dari Perjanjian Lama jika kita perhatikan pula ayat-ayat pembuka injil Lukas ini:
"Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar." (Lukas 1;1-4)
Ayat-ayat pertama dalam injil Lukas ini patut diduga kuat ditujukan pada seorang bangsawan Romawi pada jaman pendudukan Imperium Romawi atas tanah Judea, dan secara keseluruhan dapat diartikan sebagai pengakuan bahwa segala yang ditulis oleh pengarang injil Lukas ini bersumber dari hasil nguping kabar burung dari kanan kiri. Sedangkan selebihnya hanya hasil karangan belaka!

Dalam telaah lebih lanjut, kita akan menemukan banyak sekali tulisan Lukas yang kontradiktif atau menyimpang jauh dari tulisan dalam tiga injil kanonik lainnya dalam mengisahkan peristiwa yang sama, terutama dengan injil Markus dan Matius. Ini adalah bukti bahwa siapapun yang menggunakan nama Lukas dalam injil Lukas cuma pengarang cerita-cerita imajinatif belaka.

Sampai di sini, kita bisa melihat sendiri bahwa apa yang diklaim oleh pengikut Paulus dewasa ini sebagai nubuat -- khususnya tentang berbagai peristiwa yang lekat dengan Yesus Kristus -- sebetulnya cuma hasil karangan berbasis ilmu COMOTOLOGI ayat-ayat dalam Perjanjian Lama untuk diaplikasikan sebagai ilmu COCOKOLOGI dalam Perjanjian Baru.

Ada puluhan ayat-ayat jenis ini dalam Perjanjian Baru hasil kerja kolektif Markus, Matius, Lukas, Paulus, dan Yohanes yang membuktikan bahwa selama ini gereja telah merekayasa hubungan antara ayat-ayat dalam Peranjian Lama dengan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru dengan metode COCOKOLOGI guna "membenarkan" ketidakbenaran doktrin-doktrin pokok kristen, terutama tentang ketuhanan Yesus!

Perhatikanlah, bagaimana anehnya tulisan dari masa 28 abad silam diothak-athik pada 20 abad silam, kemudian digathuk-gathukin menjadi satu kitab pada 16 abad silam -- kemudian diimani begitu saja dan dibela mati-matian pada abad ini -- tanpa pengetahuan yang cukup tentang perjalanan sejarahnya.


YA! Begitulah repotnya jika coba merekayasa akal-akalan sendiri yang diklaim sebagai firman Tuhan!

[Catatan Lama GM]

Satu-Satunya Nubuat Yesus Pun Dianulir Oleh Umat Kristen!


Ini cerita menarik!
Tahukah anda bahwa sebagai Nabi Allah, sepanjang hidupnya dulu Yesus pernah membuat SATU-NUBUAT?

Dan tahu pulakah anda bahwa SATU-SATUNYA nubuat Yesus tsb telah DIANULIR, alias dibatalkan secara sepihak oleh pengikut Paulus?

Perhatikan, beginilah NUBUAT Yesus:

[Matius 12:39-40] "Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

[Lukas 11:29-30] Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini."

Nubuat yang dimaksud oleh Yesus tsb merujuk pada peristiwa Yunus di bawah ini, yang pada diri Yesus akan terjadi dalam peristiwa penyalibannya.

[Yunus 1:17] Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

[Yunus 2:1, 10] Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat [dalam keadaan hidup - tentu saja]

Lalu, kenapa saya katakan bahwa nubuat Yesus tsb DIANULIR oleh pengikut Paulus?

Begini:
Dalam salahsatu surat-suratnya, Paulus menulis seperti berikut:
[1 Korintus 15:14,17] "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu."

Kata "bangkit" di sini ternyata kemudian menjadi doktrin hebat yang wajib diartikan oleh seluruh pengikutnya bahwa Yesus HARUS MATI dulu sebelum "dibangkitkan", ENTAH OLEH SIAPA!

Itulah sebabnya kenapa sampai hari ini pun kita masih terus saja bertemu dengan pengikut Paulus, yang seperti orang-orang terhipnotis permanen, tetap bersikeras menyatakan bahwa YESUS MATI DISALIB tanpa sedikitpun PERDULI pada SATU-SATUNYA NUBUAT YESUS di atas!

Padahal kita semua dapat melihat dengan SANGAT JELAS isyarat dari Yesus sendiri, bahwa sama seperti Yunus yang tidak mati di dalam perut ikan [1], maka sesungguhnya YESUS JUGA TIDAK AKAN MATI disalib!
Ini artinya apa?
Mereka lebih memilih untuk mengimani "angan-angan" Paulus dengan menolak Nubuat Yesus, daripada mempercayai isyarat-isyarat dalam kitabnya sendiri bahwa Yesus tidak mati seperti yang mereka harapkan! Eh, aneh juga ya? Kok kematian Yesus malah menjadi harapan?
[Tapi seperti biasa, lihat saja di sini bagaimana mereka ribut sendiri berdolah-dalih menolak sabda Nabi Allah yang mereka tuhankan tsb dengan berbagai alasan yang tidak jelas].

SUNGGUH IRONIS!

Orang-orang ini mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi terang-terangan mengabaikan sabda-sabda Yesus sendiri demi kepercayaan mereka pada semua bualan Paulus!

[Sumber: Gus Mendem Bertanya]

[1] Lihat juga Tiga Hari Di Perut Ikan, Matikah Yunus?