Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan

Sejarah Pemurtadan Dan Kristenisasi Di Indonesia


Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16.

Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.

Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi.

Berbeda dengan di atas, terdapat analisa lain yang menganggap bahwa orang Kristen pertama yang sampai ke Nusantara adalah pada abad 12 masehi. Yang mana, ia singgah di Sumatra Utara. Setelah itu missionaris yang bernama Fransiskan Ordorikus menyusul dan berusaha mengelilingi pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kemudian datang setelahnya missionaris Katolik yang sangat mashur yang bernama Fransiskus Oksafiarus pada tahun 1546 masehi.

Ia memulai missinya di Ambon kemudian memperluasnya hingga mencakup Maluku Utara. Kemudian setelahnya datanglah orang-orang Belanda yang beragama Protestan ke pulau ini dan berusah menyaingi penganut Katolik. Namun kemudian perkembangan agama Protestan banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal ini terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18 masehi. Pada tahun 1904 M tibalah Fan Leis ke Yogyakarta dan berusaha mendirikan sekolah Kanisius yang berpusat di da’erah Muntilan dan Mendut.

Keterkaitan antara kolonialisme dengan kristenisasi sebetulnya sangat sulit untuk dinafikan. Namun demikian tokoh-tokoh Kristen di Indonesia seperti TB Simatupang biasanya tidak setuju tentang adanya keterkaitan tersebut. Mereka menganggap bahwa misionaris sema sekali tidak terkait dengan ambisi duniawi para kolonialis. Penyebaran Kristen lebih disebabkan oleh kuasa Alkitab dan bukan semata-mata disebabkan oleh orang-orang Kristen. Namun anggapan semcam itu sulit diterima mengingat fakta-fakta sejarah bantuan dan sikap politik kaum kolonialis terhadap misi Kristen sangatlah nyata.

Setelah Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi sasaran misi Kristen dari segenap penjuru dunia. Beragam media digunakan seperti film, kaset, buku-buku, kapal-kapal penginjil yang mengitari pantai-pantai dan kepulauan seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. Di daerah luar Jawa seperti NTT dan Kalimantan misi Kristen telah memiliki pemancar radio dan pesawat terbang cesna. Bahkan pada wilayah-wilayah tertentu, mereka mendirikan landasan pesawat khusus dengan izin dari Depertemen Perhubungan.

Demikianlah sehingga agama Kristen berkembang di Indonesia terutama pada momen jatuhnya Sukarno pada peristiwa pemberontkan G 30 S PKI pada tahun 1965. Orang-orang Kristen memanpaatkan kesempatan ini dengan memasukkan para tawanan komunis ke dalam agama Kristen dengan beralasan bahwa para pelaku penyembelihan adalah orang-orang Islam. Sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri kecuali dengan beralih keyakinan. []

Mari sama-sama kita bongkar dan cegah aksi pemurtadan, kristenisasi, aliran sesat dan pendangkalan aqidah. Dengan cara menyebarkan artikel ini ke sahabat-sahabat anda sebagai bentuk Jihad untuk menggagalkan misi-misi mereka (missionaris). Dan juga bentuk Jihad yang dapat anda lakukan adalah dengan cara memberikan informasi-informasi, kabar, dan artkel seputar misi-misi pemurtadan (kristenisasi) ataupun aliran sesat (pendangkalan aqidah) dengan membantu share artikel ini melalui sosial media (Baerdakwah)

Bagaimanakah sebenarnya seluk beluk Pemurtadan dan Kristenisasi di Indonesia sejak jaman dahulu hingga hari ini? Berikut adalah daftar berbagai catatan terkait Kristenisasi yang dihimpunan dari berbagai sumber.

Misi Kristenisasi di Indonesia: Menyambut Impian 2020 sebagai Masa Panen

(An-najah) – Riwayat kristenisasi di Indonesia serentang dengan datangnya penjahat kolonial, selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia menjadi ladang subur dan target penting bagi misionaris dan kolonialis, ibaratnya Indonesia adalah bunga desa yang banyak dipuja yang menjadi rebutan.

VOC atau perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk pada tahun1602 merupakan wakil imperialisme di Asia Tenggara. Latourette dalam “A History of Cristianity” mengakui,” prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme memerankan peranan yang sangat banyak “. Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda menuturkan bagaimana pada 1661 VOC melarang umat Islam untuk melaksanakan ibadah Haji, kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katholik ekstrim di parlemen Belanda. Bogart menilai para haji sangat berbahaya secara politis, karena itu melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

Dalam menjalankan misi kristenisasi, VOC meniru cara-cara yang dilakukan Spanyol dan Portugis yaitu cara memaksa, penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran Kristen, sebaliknya jika ada belanda yang masuk Islam maka akan dihentikan segala pembelanjaannya dan orang itu akan ditangkap dan dikeluarkan dari wilayahnya. Perlindungan kaum imperialis kepada misionaris memiliki posisi penting dimasyarakat,Ketika Indonesia merdeka, orang orang Kristen menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik.

Perubahan dalam mukadimah UUD 45 dari ”Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”, merupakan contoh kuatnya pengaruh Kristen di Indonesia,. Selanjutnya setiap rancangan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dianggap menguntungkan kaum Muslimin selalu ditolak keras oleh kalangan Kristen, misal dalam rencana undang undang peradilan agama1989. Sebaliknya, yang dianggap dapat menjauhkan kaum Muslimin dari ajaran Islam selalu didukung penuh, seperti dalam perdebatan RUU perkawinan 1973. Juga berbagai konflik sejak dulu sampai sekarang yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalimantan , NTT, Poso, Maluku, Irian, Ambon, sebenarnya adalah buah dari aktivitas Kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan. Lebih lagi ketika mereka mencanangkan untuk menguasai Indonesia menjadi Negara Kristen sebagai batas target tahun2020 dijadikan sebagai tahun tuaian(panenan) untuk menjadikan Indonesia menjadi 50% orang Kristen dan 50% orang Islam maka mereka mengupayakan pulau Kalimantan menjadi Island Christ (pulau Kristus), Manokrawi menjadi kota Injil, Papua atau Irian menjadi tanah Yesus. Bahkan dalam Jubelium memperingati 150 tahun Berdirinya HKBP pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2011 di gelora senayan, yang juga di hadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Ephorius(pemimpin) HKBP meminta untuk menjadikan Tapanuli utara sebagai propinsi tersendiri yang akan dipimpin oleh orang suku batak yang Kristen.

Amanat Agung yang mereka jalankan
Dasar mereka menjalankan misi ini adalah didasari karena perintah agama sebagai mana termaktub dalam surat Matius pasal 28 ayat 19-20 : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapak, anak dan Roh kudus. Dan ajarlah mereka melakukan sesuatuyang telah kuperintahkan kepadamu,.”

Ayat ini dikenal sebagai “AMANAT AGUNG” (The Great Commandment) sebagai perintah yang sangat kuat, walaupun sebenarnya menurut pakar kristologi dari golongan mereka menyatakan ini adalah ayat palsu yang ditambahkan sebagai upaya melegitimasi apa yang mereka lakukan.

Karena itu mereka sangat ngotot menjalankan misi ini, tak mengherankan juga seluruh komponen dikerahkan merumuskan berbagai strategi cara untuk serta merta mengkristenkan dunia ini.

Seribu jalan kristenisasi Menuju Negara Kristen Republik Indonesia
Banyak jalan yang ditempuh misionaris guna dapat memuluskan target besar mereka untuk dapat menjadikan Indonesia ini Negara Kristen seperti yang diungkap Media Dakwah (edisi Juni 1990 ) yang memuat bocoran keputusan dewan gereja Indonesia di Jakarta Tanggal 31 September 1979 perihal program jangka panjang kristenisasi 50 tahun di Indonesia yang jatuh pada tahun 2020 nanti dan juga program kristenisasi di Indonesia yang disadur majalah Cresent terbitan Kanada yang intinya bertujuan untuk meningkatkan populasi umat Kristen agar sama dengan umat Islam di Indonesia. Ini dilakukan dengan mempropagandakan program keluarga berencana kepada kaum Muslimin dengan membatasi jumlah kelahiran dengan slogan “dua anak cukup”, “perempuan laki sama saja” dan mengharamkanya bagi kalangan Kristen, bahkan mereka dianjurkan untuk memperbanyak jumlah anak bahkan doktrin yang banyak tersebar dikalangan Kristen sendiri adalah barang siapa yang mempraktekkan KB akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja dan barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran dianggap sebagai pembunuh orang Kristen dan telah hilang kemuliaan ini sesuai dengan perintah bible kitab kejadian pasal 1 ayat 27 – 28. Sejalan dengan perkembangan waktu dan cara ini kemudian dirubah dengan cara halus dengan program “cesarisasi” bagi ibu-ibu muslim yang akan melahirkan dengan mengupayakan memperbanyak dokter- dokter sepesialis kebidanan dan kandungan dari golongan mereka,membangun klinik dan rumah sakit bersalin, bekerja sama dengan bidan-bidan untuk merujuk ke rumah bersalin dan klinik mereka dengan imbalan yang menggiurkan.

Sejalan dengan itu pula dibidang pemerintahan jabatan jabatan strategis harus dipegang oleh orang Kristen baik ditingkat Eksekutif ataupun Yudikatif, Gubernur, Bupati, Walikota ataupun jabatan-jabatan strategis lainnya sehingga mereka dengan mudah mengontrol seluruh jalanya pemerintahan, karena itu peran partai Kristen sangat diperlukan untuk usaha tersebut. Mereka mendirikan Partai Damai Sejaterah (PDS) yang sampai hari ini gagal mengikuti pemilu 2014 karena tdk masuk dalam klarifikasi partai peserta pemilu. Partai ini diketuai oleh seorang pendeta yaitu DR.Ruyandi Hutasoit yang pada tahun 2005 di Surabaya pernah mengatakan, “sudah saatnya umat Kristen harus menguasai struktur dan sistem walaupun kita tidak menguasai massa, tetapi kalau kita kuasai sistem itu, disini kita punya tantangan yang besar dan salah satu yang harus kita garap kuat adalah KPK(komisi Pemberantasan Korupsi) itu sudah jelas banyak orang yang beragama Kristen disitu dan kita punya target juga kita akan bongkar semua, khususnya para tokoh-tokoh pejabat Muslim ini, untuk bisa dibongkar semua kasus korupsinya hingga bisa rusak citra mereka dimata umum, jadi ini sekenario besar dan terselubung yang ….apa namanya harus dirancang secara sistematik ke depan buat kita, terus menyiapkan kader-kader PDS ke semua jajaran terutama di yudikatif itu adalah lembaga yang sangat pontensial dimana banyak SDM Kristen yang punya kekuatan punya kemampuan untuk didalam ini, sudah punya kekuatan yuridis juga melakukan judifikasi terhadap pejabat-pejabat yang sudah keluar dari jalur moral, etika ataupun sistem yang ada. Nah kita budayakan dan manfaatkan link kita di KPK supaya itu harus terus berlanjut semakin lama semakin hari juga akan menegakan eksistensi orang orang Kristen yang ada dipemerintahan, dengan memberikan negative tinking kepada pejabat-pejabat Muslim.” Dan lebih lanjut lagi DR Ruyandi Hutasoit mengemukakan : “Sudah saatnya istana Negara, terpampang lukisan Tuhan Yesus, atau lukisan perjamuan kudus, sudah saatnya di istana berkumandang lagu pujian dan penyembahan bagi sang raja disurga, sudah saatnya dari istana Negara dinaikan doa doa syukur ! sudah saatnya di istana merdeka diadakan kebaktian, ibadah, persekutuan doa dari orang-orang Kristen! Ingat ! kita adalah pemenang mari kita bersatu dan mari kita bergandeng tangan!.”

Dengan ambisi yang begitu besar ini, mereka ingin menguasai beberapa pulau seperti Kalimantan, Papua, dan juga Jawa. Mereka berusaha untuk memenangkan pilkada atau pilgub ditempat masing-masing dan ini terlihat banyak kekalahan mayoritas Islam disetiap pemilihan kepala daerah seperti di Kalimantan barat dan tengah yang mayoritas muslim, dapat dikalahkan oleh minoritas kristen karena memang Kalimantan adalah target untuk dikuasai dengan menjadikan sebagai pulau Kristus. Tak menutup kemungkinan pulau pulau lainnya seperti Jawa, Sumatra menjadi sasaran untuk mereka kuasai.

Rencana dan strategi baru
Pada tahun 2005 kaum Kristen telah merencanakan manuver baru dalam merealisasikan rencana tuaian 2020 dengan mempergunakan strategi Matius 10 ayat 16 “licik seperti ular santun bagai merpati” dengan menamakan gerakan penuaian jiwa dan transformasi sebagai proyek kristenisasi terbesar dengan melibatkan semua element baik Kristen protestan ataupun Kristen Khatolik dan di tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun keberhasilan sebagaimana disampaikan oleh pendeta DR Jeff Hammond dalam bukunya “Transformasi Indonesa”. Sejak peristiwa G30S PKI, terjadi masa Koiros (tuaian/panen) di Indonesia sehingga dalam enam tahun ada lebih dari 7 juta orang di pulau Jawa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan fokus tahun 2005 sebagai awal tahun tuaian atau masa panen dan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan amanat agung.

Masa tuaian (panen)
Masa inilah yang dinantikan oleh umat Kristiani yang selalu memanfaatkan keadaan lemah dari suatu masyarakat, bangsa dan Negara dimanapun mereka berada. Ketika di Rusia komunis dalam keadaan goyah dan hampir runtuh, begitu pula yang terjadi di Berlin, Jerman, dengan jebolnya tembok Berlin serta juga peperangan yang terus-menerus di Afghanistan, Pakistan, Irak, Iran dan negara -negara Timur Tengah juga Afrika, maka daerah-daerah tersebut menjadi terbuka untuk Injil dan orang orang Kristen dari barat, mereka datang berduyun-duyun ke wilayah tersebut, tak terkecuali mereka datang ke Indonesia disaat bangsa ini dilanda keputusasaan ,penderitaan, krisis kepercayaan kepemimpinan, dan juga berbagai kondisi buruk lainnya. Mmembuat para misionaris percaya diri bahwa Indonesia menjadi lahan subur untuk siap tuai panenan, hal ini disampaikan oleh pendeta Gembala sidang (GBKP). Ia mengatakan : “Indonesia adalah ladang yang sedang menguning yang sangat besar tuaiannya dan Indonesia siap mengalami tansformasi yang besar hal ini bukan suatu kerinduaan yang hampa, namun suatu peryataan iman terhadap janji firman Tuhan dan Indonesia cocok bagi tuaian besar yang Tuhan rencanakan.”

Konsolidasi kaum Kristiani
Di berbagai belahan dunia kaum Nasrani melakukan berbagai konsolidasi do’a bersama dan puasa nasional dengan mendatangkan para tokoh-tokoh Kristen baik itu pendeta, misionaris, penginjil, zending ataupun sebangsanya dengan tujuan untuk menguatkan iman Kristen. Konsolidasi ini telah dilakukan pada tanggal 12 sampai 16 Mei tahun 2003 bertempat di gelora Bung Karno Senayan dengan tajuk pemulihan bangsa dengan mendatangkan para pendeta, evengelis dan juga tokoh-tokoh Kristen dunia dan dihadiri tidak kurang dari 80.000 orang Kristen dan 10.000 pemimpin Kristen dari berbagai Negara. Dan acara ini sempat menghebohkan umat Islam Indonesia dengan pemberkatan (pembaptisan) yang dilakukan kepada Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI di mana dia juga memberikan sambutan, serta menyambut baik gerakan transformasi ini, dan pada tahun 2005 dicanangkan sebagai genderang awal gerakan transformasi dimulai. Kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya dan pada tanggal 25 -28 Oktober 2011 yang lalu bertempat di JHCC Sentul Bogor, diadakan acara serupa dengan menghadirkan 4000 para misionaris dan juga pendeta se-Asia yang juga dihadiri dihari terakhir acara 10.000 orang Kristiani untuk diberkati. Acara ini bertajuk sama dengan acara-acara sebelumnya yaitu konsolidasi dan pemberkatan keselamatan untuk bangsa- bangsa di dunia ini khususnya Indonesia yang menjadi lahan subur garapan mereka. Kerap kali mereka juga mengadakan pertemuan dan diskusi-diskusi tentang keagamaan dan juga lintas agama sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka dan juga tantangan dari umat lainya terhadap program yang mereka lakukan.

Persiapan SDM dan Infrastruktur
Untuk merealisasikan tahun tuaian dan NKRI( Negara Kristen Republik Indonesia) ini mereka melakukan berbagai persiapan-persiapan yang sangat matang, terencana dan sistematis, termasuk persiapan SDM dan juga infrastruktur seperti Gereja, sekolah tinggi teologi dan lain sebagainya. Sebagaimana yang dikatakan oleh pendeta Bambang Wijaya dalam bukuya “Transformasi Indonesia,” petani yang bijaksana saat melihat tuaian sudah diambang pintu, ia akan segera mempersiapkan tenaga penuai sebanyak-banyaknya, karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan ladangnya, itulah sebabnya tidak mengherankan apaabila Tuhan Yesus Kristus bekata : ”Tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit, maka mintalah tuaian pada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Jika selama ini yang kita dengar hanya pendeta, misionaris, atau orang tertentu saja yang menjalankan misi pengkristenan maka dengan lahirnya gerakan transformasi banyak gereja harus secara aktif menjadikan semua jemaatnya menjadi tenaga penuai atau pengkabar baik.

Termasuk salah satu persiapan sumber daya manusia adalah dengan membangun dan mengaktifkan serta merekrut kembali para laskar-laskar Kristus yang selama ini berperan dalam menjaga dan mengamankankan aset-aset yang dimiliki oleh Kristen dan juga mereka selalu terjun didaerah- daerah konflik seperti, Poso, Ambon juga didaerah- daerah perseteruan gereja, seperti di Ciketing Bekasi dan gereja Yasmin di Bogor, Tanggerang Lippo bahkan mereka juga punya andil dalam menurunkan Suharto sebagai presiden RI waktu tahun1998.

Mereka juga mempersiapkan kader-kader gereja yang dipersiapkan dengan matang, handal dan bermental baja yang bisa masuk kemana saja baik di jajaran birokrasi, yudikatif atau pun eksekutif dan disemua lini karena mereka adalah sel tuaian besar abad 21.

Mendirikan Sekolah Tinggi International Harvest (HITS) yang bekerja sama dengan 2000 gereja se Indonesia guna untuk mendirikan sekolah Al- kitab di dalam gereja, dalam brosur yang disebarkan itu ada paket gratis dengan jaminan 2000 gereja lokal untuk mempersiapkan 200.000 pemimpin perintis gereja yang akan diterjukan kepada umat dalam menyambut tahun tuaian 2020 nanti.

Memperbanyak jumlah gereja sebagai sarana untuk menampung hasil tuaian, dan mereka menyadari bahwa transformasi tidak akan berjalan tanpa mengikuti master plant yang telah direncanakan maka pendirian gereja harus diperbanyak walaupun hanya satu orang yang mengisinya sebagaimana yang diungkapkan oleh pendeta DR Eddy Leo.Mth. Maka salah satu yang harus juga diperhatikan adalah gereja karena gereja adalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tubuh Kristus. Dan kita melihat sekarang ini tingkat pertumbuhan yang sangat tajam dari jumlah gereja diberbagai tempat yang meningkat hingga 300% dibanding dengan pertumbuhan masjid yang hanya 60% setiap tahunya menurut data Kementrian Agama, walaupun didalam pembangunan gereja yang mereka dirikan banyak timbul masalah dan tidak sesuai dengan aturan hingga pada akhirnya banyak timbul gesekan dimana gereja itu dibangun, seperti pemalsuan KTP, tidak ada IMB, menipu dan membohongi masyarakat dan lain sebagainya.

Mereka juga telah mempersiapkan buku panduan dan aturan dalam melaksanakan tuaian atau pengkristenan yang sudah di terjemahkan kedalam 20 bahasa berjudul ”The Final Sing” yang dikarang oleh pendeta DR. Peter Youngren asal Kanada yang berisi pelajaran mengenai tuaian akhir zaman dibagikan secara gratis yang pembagianya dalam pengawasan salah satu organisasi Kristen “World Impact Ministries and The Global Harvest Force” dibagikan kepada sekitar 10.000.000 pekerja tuaian dari berbagai Negara yang khusus untuk pelayanan akhir zaman.

Membentuk lembaga atau organisasi-organisasi, kepemudaan, sosial, bantuan-bantuan kemanusiaan, pendanaan, persekutuan gereja, pendidikan dan lain sebagainya diantaranya adalah:

1. BAMAG (badan musyawarah antar agama).
Suatu lembaga yang didirikan untuk memperluas jangkauan misi antar gereja sehingga di setiap gereja di kota dan wilayah melebur dengan lembaga yang sama, ini adalah elemen kekuatan gabungan Kristen yang mewadahi gereja-gereja di Indonesia.

2. FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International)
Gabungan dari pengusaha–pengusaha Kristen yang banyak membantu pendanaan untuk misi kristenisasi di Indonesia termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti Lippo Group, Ciputra, Intiland, Sumarecon, Sedayu Group dan dipimpim oleh James Riyadi (group Lippo).

3. NCFI (Nation Care For Indonesia)
Badan atau lembaga Kristen yang menaungi advokasi bantuan hukum dan investigasi bagi mereka yang tersandung masalah hukum yang berkait perseteruan dengan umat lainya.

4. YMCA ( Young Men’s Christian Asociation)
Gabungan para pemuda-pemudi Kristen dari semua elemen pemuda Kristen yang bergerak menangani dan mengurusi setiap kegiatan pemuda Kristen.

5. Yayasan Gideon Internasional
Lembaga yang dibentuk dari kalangan professional yang memfokuskan diri pada bidang percetakan dan penerbitanIinjil untuk dibagikan sebagai amunisi secara gratis ke sekolah, hotel, rumah sakit dan lain sebagainya.

Melihat kondisi ini apakah impian mereka untuk menjadikan tahun 2020 sebagai tahun tuaian bisa tercapai atau pada akhirnya Negara Kristen Indonesia terwujud? Maka umat Islam harus waspada dan bersatu mempersiapkan diri dan jangan terkecoh dengan apa yang mereka lakukan di negri ini. Ummat Islam harus selalu memahami agamanya dengan benar agar tidak terjebak masuk pada perangkap mereka dan selalu waspada untuk menghadang apa yang mereka rencanakan. Wallahua’lam bishawab.

Allah berfirman “Janganlah kalian terperdaya dengan gerak-gerik mereka (orang-orang kafir) di negeri kamu.” [hilal/arrahmah/annajah]



Oleh: Ustadz Bernard Abdul Jabbar, Mantan Misionaris, kini aktif sebagai da’i di Forum Umat Islam (FUI).

Ringkasan Sisi Gelap Penyebaran "Ajaran Kasih" Kristen


Banyak dari kita, termasuk para penganut agama Kristen sendiri, yang tidak mengetahui bagaimana sesungguhnya seluk-beluk dan sejarah perkembangan agama Kristen sejak awal didirikannya dulu sampai hari ini. Di antara catatan yang ada, berikut ini adalah sepotong RINGKASAN SEJARAH KELAM perkembangan agama kristen:    
  • Kaisar Karl (Charlemagne) tahun 782 memerintahkan 4500 orang Saxon dipenggal kepalanya karena menolak masuk Krsiten (DO30)
  • 27/5/1234, Sekitar 5000 sampai 11.000 Petani Steding (Jerman) Pria, Wanita dan anak-anak dibunuh karena menolak membayar pajak Gereja yang mencekik leher ( WW223)
  • Pertempuran  Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh (DO235)
  • Perang Salib (1095-1291)
  • Perang Salib pertama : 1095 atas perintah Paus Urban II (WW11-41)
  • Semlin/Hongaria 24/6/96 Ribuan orang dibunuh.
  • (9/9/96 - 26/96 Nikaia, Xerigordon (dahulu wilayah Turki) Ribuan orang dibunuh (WW25-27)
  • Setelah Antiocia ditaklukan antara 10.000 - 60.000 pria-wanita dan anak-anak dibunuh-
  • Marra (Maraat an-numan) 11/12/1098 ribuan orang dibunuh. Karena kelaparan berkepanjangan , mayat musuh yang sudah membusuk dimakan oleh orang Kristen menurut Albert Aquensis (WW36)
  • Jerusalem ditaklukan 15/7/1099. 60.000 orang dibunuh - Yahudi, Muslim , laki-laki, perempuan dan anak-anak. (dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat - Kami harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki)
  • Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:
"It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished." (G79)
  • Bahkan sampai musim panas tahun berikutnya diseluruh Palestina udara tercemar oleh bau busuk mayat. Satu Juta orang dibunuh dalam perang salib I. (WW41)
  • Pertempuran Askalon -12/08/1204 200,000 orang dibunuh atas nama Tuhan kita Yesus Kristus (WW45)
  • Abad ke 4 dan ke 5 Kuil-kuil Yahudi di bakar oleh orang Kristen. Jumlah orang yahudi yang terbunuh tidak diketahui.
  • Dalam pertengahan abad ke 4 kuil pertama Yahudi dihancurkan atas perintah Bishop Innocentious dari Dertona di Utara Itali. Juga kuil pertama di dekat sungai Euprath dihancurkan atas perintah Bishop Kallinikon pada tahun 388 (DA454)
  •  Dewan Toledo 694. Orang Yahudi dijadikan budak, harta mereka disita dan anak-anak mereka dibaptis secara paksa. (DA454)
  • Bishop Limoges (Perancis) pada tahun 1010 memaksa orang Yahudi untuk masuk Kristen. Kalau tidak dibunuh atau diusir (DA453)
  • Perang Salib pertama - Ribuan orang Yahudi dibunuh di kota Worm - 18/5/1906, Mainz 27/5/1906 (1100 orang) juga orang-orang yahudi di kota - kota Cologne,Moers, Dortmunt, Kerpen,Trier,Metz,Regensburg, Dll.
  • Perang Salib kedua - 1147 Ratusan Yahudi dibunuh di Ham, Sully, Carentan dan Rameru di Perancis (WW57)
  • Perang Salib ke tiga - Komunitas Yahudi di seluruh Inggris dibasmi (Do40)
  • 1349 - Di lebih 350 kota Jerman semua Yahudi bibunuh, kebanyakan dibakar hidup-hidup (dalam satu tahun ini saja jumlah orang Yahudi yang dibunuh melebihi jumlah orang Kristen yang dibunuh selama penindasan orang Roma terhadap orang Kristen) (DO42)
  • 1492- Ketika Colombus berlayar keliling dunia - Ribuan Orang Yahudi di bunuh atau diusir dari Spanyol - Banyak yang tewas dalam perjalanan. ( MM470-476)
  • Setiap Colombus menginjakan kakinya dinegri asing, ia menancapkan Salib. Membuat deklarasi yang diperlukan - Requerimento - untuk mengklaim tanah bagi bos katoliknya di spanyol. Deklarasi itu berbunyi sbb:
"I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter your country and shall make war against you. And shall subject you to the yoke and obedience of the church..and shall do you all mischief that we can, as to the vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist and contradict him."  (SH66)

Demikian, semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat!

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Beginilah Buruknya Kristenisasi

Dalam rangka memurtadkan Islam Madura, Pendeta Edhie Sapto dan Pendeta Yosua Adhie mengimbau kepada umat Kristiani agar penginjilan dilakukan dengan metode perbandingan Alkitab (Bibel) bahasa Arab dan Al-Qur‘an.

Alkitab bahasa Arab diperlukan dalam penginjilan karena orang Madura akan mengakui bahwa Alkitab bahasa Arab adalah kitab asli. Ini belum cukup, tapi harus ditunjang dengan lagu-lagu qasidah bahasa Arab dengan irama padang pasir yang syairnya dikutip dari ayat-ayat Alkitab.

Qasidah ini diperlukan karena orang Madura senang mendengarnya. “Mereka senang mendengarnya dan akhirnya berita Injil tersebar, banyak jiwa-jiwa bertobat dan nama Tuhan dipermuliakan,” tulisnya.

Dalam rangka perbandingan Alkitab dan Al-Qur‘an itulah, majalah Midrash Talmiddim banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur‘an. Kutipannya terkadang tepat, tapi metode pemahamannya dirusak, bahkan tak jarang pengertiannya diselewengkan untuk melecehkan Allah dan Rasulullah. Setelah terkesan bahwa ayat Al-Qur‘an itu lemah, Edhie dan Yosua memberikan solusi berupa ayat-ayat Alkitab. Kesimpulannya, Alkitab jauh lebih hebat daripada Al-Qur‘an; Kristen jauh lebih unggul daripada Islam.

Nabi Muhammad Dituduh Pernah Kafir
Nabi Muhammad difitnah sebagai orang yang pernah bergabung dalam ibadah orang kafir. Buktinya Nabi Muhammad pernah ibadah dengan cara semedi di goa (edisi 3 hal. 25).

Penghujatan ini sama sekali tidak berdasar dan tidak didukung oleh data yang akurat. Karena sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad sepanjang hayatnya selalu berlaku jujur, tak pernah berbohong, tak pernah mengikuti adat-istiadat masyarakat jahiliyah baik minum-minuman keras, main perempuan maupun menyembah berhala. Semua itu dijauhi oleh Muhammad sampai akhir hayatnya.

Dalam kondisi masyarakat jahiliyah itu, Muhammad SAW bertahanuts (mempersiapkan diri) di tempat yang tenang yaitu gua Hira yang terletak di Jabal Nur (bukit cahaya). Di tempat ini, dengan pikiran yang jernih dan tenang, beliau merenungkan tentang pencipta alam raya. Langkah ini pun dituntun oleh wahyu Allah. Karena sebelum diangkat sebagai Nabi, beliau sudah diberi wahyu berupa ruh Al-Qur‘an. (QS. As-Syura:52 dan Ad-Dhuha: 7).

Muhammad adalah Nabi yang dipuji oleh Allah SWT sebagai pribadi yang benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. Al-Qalam:4); diberi pahala yang besar yang tidak putus-putusnya” (QS. Al-Qalam:3); ditinggikan derajatnya” (QS. Alam Nasyrah: 4); Nabi pamungkas (QS. Ali Imran:144, At-Taubah:33, Al-Ahzab:40); dan Nabi yang diutus untuk seluruh umat manusia (QS. Al-Anbiya‘ 107).

Nabi Muhammad Dituduh Pemarah
Selanjutnya, kedua pendeta itu memfitnah Nabi Muhammad sebagai orang pemarah yang membuat ayat Al-Qur‘an untuk melampiaskan kemarahan kepada orang Yahudi lantaran mereka tidak mau mengakui kenabiannya.

Mereka menulis: “Setelah Muhammad meyakinkan dirinya menerima wahyu dan menjadi seorang Nabi, maka mulailah secara serius menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada orang-orang Yahudi yang menguasai tempat-tempat ibadah. Tetapi cerita Muhammad tidak ditanggapi dengan baik, malahan menjadi cemo'ohan. Muhammad menjadi marah dan gusar kepada orang Yahudi dan mulai memusuhi mereka. Muhammad memusuhi orang Yahudi karena kenabiannya diragukan dan tidak diterima. Untuk mengantisipasi ejekan Yahudi ini, maka Muhammad menerapkan strategi dengan mengatakan Yahudi itu musuh yang harus dimusnahkan” (Qur’an surat 2:89)” (edisi 4 hal. 22).

Itulah teologi khayalan Pendeta Madura. Darimana dia bisa menyimpulkan bahwa surat Al-Baqarah 89 menyatakan Yahudi sebagai musuh yang harus dimusnahkan? Padahal pada ayat tersebut tidak ada kata “memusnahkan.” Perhatikan kutipan ayat selengkapnya:


وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

“Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.”


Soal permusuhan kepada Yahudi, juh sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, mereka telah dilaknat oleh Allah SWT melalui lisan Nabi Daud dan Isa AS karena perilaku yang durhaka dan melampaui batas” (QS. Al-Ma‘idah:78). Bani Israel memang layak dilaknat karena mereka sangat durhaka, sampai-sampai mereka berani membunuh Nabi utusan Allah (QS. Al-Baqarah:61).

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
لَعْنَةُ اللهِ عَلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى

“Laknat Allah kepada Yahudi dan Nasrani” (Muttafaqun ‘alaihi).

Seharusnya Pendeta Edhie Sapto ingat, dan tidak jangan melupakan betapa durhakanya Yahudi, sehingga mereka pun ingin membunuh Nabi Isa AS yang oleh orang Kristen disebut Yesus Kristus dan dianggap sebagai tuhan (QS. An-Nisa:157). Dalam Injil pun Yesus mencela mereka dengan panggilan “Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak!” (Matius 23:33).

Allah Dikatakan Tidak Maha Pengampun
Dalam artikel 6 halaman berjudul “Mengapa Allah Menyesatkan Orang?” Edhie mengutip ayat-ayat Al-Qur’an secara parsial lalu disimpulkan bahwa Allah dalam Al-Qur’an itu tidak Maha Pengampun karena tidak memberikan ampunan-Nya.

Dalam sub judul “Allah Maha Pengampun, tidak memberi ampunan,” Edhie Sapto mengutip Al-Qur’an surat An-Nisa 106, Muhammad 19 dan Al-Mu`minun 109. Selanjutnya ia menulis: “Namun sayang Allah tidak memberi ampun. QS. At-Taubah:80: Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (Edisi 4 hal. 17).

Pendeta Madura yang satu ini benar-benar licik. Ketika membaca ayat, perhatiannya hanya tertuju kepada kalimat “namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka.” Sehingga dengan seenaknya dia simpulkan bahwa Allah dalam konsep Al-Qur’an itu tidak Maha Pengampun. Padahal jika dipahami secara utuh, sambungan ayat tersebut jelas menyatakan bahwa orang yang tidak diampuni adalah orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tidak ada masalah sedikit pun dalam ayat tersebut. Allah tidak mengampuni orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan berarti Allah tidak Maha Pengampun, melainkan satu kewajaran yang sudah demikian semestinya. Justru tidak adil jika Allah mengampuni orang kafir yang tidak bertaubat. Dalam kitab-kitab suci, Tuhan memang Maha Pengampun, tapi tidak semua orang diampuni karena ada sebab-sebab yang menolak ampunan Tuhan. Salah satu hal yang menolak ampunan Allah adalah kekafiran dan kemusyrikan (QS. Muhammad: 34, An-Nisa: 48, 116).

Jika realita bahwa Tuhan tidak mengampuni orang kafir lalu disimpulkan bahwa Tuhan tidak Maha Pengampun, betapa cerobohnya penafsiran ini. Seharusnya Edhie Sapto malu menyelewengkan kitab suci orang dengan analisa miring bahwa Tuhan tidak Maha Pengampun. Sebab jika pisau analisa itu diterapkan kepada Alkitab (Bibel), kitab suci kristiani, maka hal serupa pun akan terjadi. Karena Bibel pun menyebutkan adanya orang yang tidak diampuni oleh Tuhan:

“Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31, Lukas 12:10). Dalam ayat yang lain, dosa manusia yang tak diampuni itu disebut sebagai “dosa kekal” (Markus 3:29).

Tuhan juga tidak mengampuni orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang (Matius 6:15). Dalam Perjanjian Lama, Nabi Yeremia berdoa kepada Tuhan agar tidak mengampuni kesalahan orang yang akan membunuhnya (Yeremia 18:23).

Jika metode berpikir Pendeta Edhie Sapto dipakai untuk menafsirkan Bibel, maka kesimpulannya adalah Tuhan yang disembah orang Kristen dalam Bibel tidak Maha Pengampun karena tidak mengampuni orang.

Umat Islam meyakini sepenuhnya bahwa Allah itu Maha Pengampun.


قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az-Zumar: 53).

Rasulullah SAW bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Hai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh jagad, sedangkan kamu ketika mati berada dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh jagad pula” [HR. At-Tirmidzi].

Betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT sesuai dengan nama-Nya “Al-Ghaffaar” dan (Maha Pemberi Ampunan) dan “Al-Ghafuur” (Maha Pengampun). Inilah yang belum dipahami oleh Edhie Sapto.

Allah SWT Dilecehkan sebagai Penyesat
Sebelum memulai artikel enam halaman berjudul “Mengapa Allah Menyesatkan Orang?”, Edhie Sapto membuat ilustrasi sbb:

“Pernahkah anda pergi ke suatu rumah teman dan hanya mempunyai alamat yang kurang jelas, lalu anda bertanya kepada orang tentang alamat tersebut. Dan anda yakin akan orang itu. Ternyata informasi itu salah dan membuat tersesat karena orang itu telah menyesatkan anda… Bagaimana seandainya yang menyesatkan dan tidak mau mengampuni itu Allah? Benarkah Allah menyesatkan dan tidak mau mengampuni?” (Edisi 4 hal. 15).

Kedua pertanyaan tersebut dijawab sendiri dengan kutipan empat buah ayat Al-Qur‘an, antara lain:


وَمَنْ يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ وَتَرَى الظَّالِمِيْنَ لَمَّا رَأَوُاْ الْعَذَابَ يَقُوْلُوْنَ هَلْ إِلَى مَرَدٍ مِنْ سَبِيْلٍ

“Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (QS. Asy-Syura:44).

Dengan tata letak tulisan seperti ini, Pendeta Edhie Sapto ingin menyatakan bahwa Allah yang disembah setiap hari oleh umat Islam itu menyesatkan manusia.

Analisa ini jelas batil dan menyimpang jauh dari konteks karena ketika membaca ayat tersebut, mata Edhie Sapto hanya terpaku pada kalimat “Dan siapa yang disesatkan Allah.” Padahal bila dibaca utuh, ayat tersebut berbicara tentang keadaan orang yang zalim. Dan pada ayat berikutnya (ayat 45) disebutkan bahwa orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal (fii ‘adzaabin muqiim).

Kenyataan bahwa Allah menyesatkan dan menyiksa orang-orang yang zalim dengan azab yang kekal, bukanlah suatu hal yang musykil. Dan tidak boleh dipahami bahwa Allah itu tidak Maha Pengasih dan Penyayang, seperti ajaran Edhie Sapto.

Dalam Al-Qur‘an secara tegas Allah menyatakan bahwa Dia menyesatkan orang-orang yang zalim” (QS. Ibrahim:27) dan tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al-An’am:144, Al-Qashash:50, Ali Imran:86, At-Taubah:19, Ash-Shaff:7) serta melaknat (mengutuk) orang-orang zalim (QS. Al-A’raf:44, Hud:18). Akibatnya, kelak di hari Akhirat orang zalim itu dimasukkan ke neraka (QS. An-Nisa: 30).

Predikat buruk itu disandang karena mereka memang berada dalam kesesatan yang nyata” (QS. Maryam:38, Luqman:11). Beberapa karakteristik kaum zalim antara lain: membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia (QS. Al-An’am:144), berbuat fasik (QS. Al-Baqarah 59, Al-A’raf:165), menghalang-halangi manusia dari menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya (QS. Al-Baqarah 114), membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya (QS. Al-An’am 21, Hud 18). Prototipe zalim ini digambarkan dalam sosok Firaun dan pengikut-pengikutnya. Mereka orang-orang yang zalim yang dibinasakan Allah karena mendustakan ayat-ayat Ilahi (QS. Al-Anfal 54).

Jadi, Allah memasukkan orang zalim ke dalam neraka, bukan karena Allah tidak Maha Pengasih, melainkan karena Allah Maha Adil dengan membalas manusia sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Orang zalim harus mendapat siksa di neraka karena tindakan mereka yang merugikan dirinya sendiri dengan selalu menzalimi (mengingkari) ayat-ayat Kami” (QS. Al-A’raf 9).

Selain itu, masih banyak golongan manusia yang disesatkan oleh Allah, antara lain:

Pertama, Orang fasik, sesuai dengan firman-Nya:


وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِيْنَ

“…Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” (QS. Al-Baqarah:26).

Orang-orang fasik itu memutuskan perkara tidak berdasarkan hukum Allah (QS. Al-Ma‘idah: 47), melanggar perjanjian Allah dan membuat kerusakan di muka bumi (QS. Al-Baqarah:27).

Kedua, Orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu, sesuai dengan nas Al-Qur‘an:


كَذَلِكَ يُضِلُّ اللهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُرْتَابٌ

“...Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu” (QS. Al-Mukmin: 34).

Ketiga, Allah menyesatkan orang-orang kafir, berdasarkan firman-Nya:


كَذَلِكَ يُضِلُّ اللهُ اْلكَافِرِيْنَ

“…Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir” (QS. Al-Mu`min: 74).

Orang kafir mengikuti yang batil dan menghalangi manusia dari jalan Allah (QS. Muhammad 1-3), serta benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur‘an) (QS. Muhammad:9). Umat Nasrani disebut kafir karena mempertuhankan Nabi Isa (Al-Ma‘idah: 17 dan 72).

Jelaslah bahwa Allah menyesatkan golongan orang-orang zalim, fasik, kafir dan orang yang melampaui batas karena mereka sendiri telah menolak dan menentang kebenaran ayat-ayat Allah.


وَمَا ظَلَمَهُمُ اللهُ وَلَكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

“... Allah tidak menzalimi (menganiaya) mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi (menganiaya) diri mereka sendiri” (QS. Ali Imran:117).

Seharusnya kedua pendeta radikal itu tidak merasa musykil terhadap ayat-ayat Al-Qur‘an yang menyatakan kesesatan kaum yang zalim, fasik dan kafir. Karena dalam Alkitab (Bibel) sendiri terdapat banyak ayat-ayat yang musykil. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyuruh Nabi-Nya untuk menikahi seorang pelacur:

“Ketika Tuhan pertama kali berbicara kepada bangsa Israel dengan perantaraanku, Tuhan berkata, “Hosea, kawinilah seorang yang suka melacur, dan anak-anakmu juga akan menjadi seperti dia. Umat-Ku sama seperti istrimu itu; mereka tidak setia kepada-Ku, dan meninggalkan Aku” (Hosea 1:2, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).

“Seorang imam tak boleh kawin dengan seorang wanita bekas pelacur atau seorang wanita yang bukan perawan atau yang sudah bercerai, karena imam adalah milik-Ku” (Imamat 21:7).

Kemusykilan ayat ini sudah diakui pula oleh teolog Kristen sendiri. Walter C Kaiser Jr, dekan dan wakil presiden pendidikan di Trinity Evangelical Divinity School meletakkan ayat musykil ini dalam satu bab khusus dalam bukunya “Hard Sayings of the Old Testament.”

Pendeta Jahil Murakkab
Kelancangan Edhie dan Yosua yang sangat naif adalah pendirian Pusat Pelatihan Bahasa Arab Gratis Metode Pesantren. Ilmu bahasa mereka sungguh miskin, tapi berani mendirikan pusat bahasa. Ini bukan mencerahkan tapi pembodohan. Hampir semua pelajaran bahasa Arab dalam majalah mengandung kesalahan, baik salah penulisan maupun kaidah bahasa. Misalnya, dalam salah satu percakapan bahasa Arab disebutkan: “Roujatii tufaddhilu al-majallah asy-sya’biyyah rohaani katsibron” yang diterjemahkan: “istri saya lebih suka majalah Rohani.” Bahasa Arab ini bukan metode Pesantren, melainkan metode bahlul pendeta yang awam bahasa. Seharusnya bahasa Arab yang benar adalah, “Zaujatii tufaddhilu al-majallah ad-diiniyyah katsiiron.”

Qasidah kristiani pun tak kalah ngawurnya. Kata “al-qudrotu” dan “al-hayatu” yang seharusnya ditulis dengan huruf ta’ marbuthoh (tertutup) justru ditulis dengan huruf ta’ maftuhah (terbuka). Kata “almasiihu” ditulis tanpa memakai huruf “ya”. Kata “ath-thoriiqu” yang seharusnya “ma’rifah” (definite) ditulis “nakirah” (indefinite). Kata “al-hayaatu” yang sudah jelas ma’rifat, dijadikan mudhof (disandarkan) pada dhomir (kata ganti) “hu” (dia).

Kedua pendeta radikal itu menganggap, umat islam akan tertipu dengan hal-hal yang berbau Arab. Padahal, umat Islam tak sebodoh itu. Umat Islam justru akan tertawa, mencibir lantunan sang penginjil ini.

Dengan ilmu yang dijajakan, kedua pendeta radikal itu tidak akan memajukan umat. Karena mereka adalah “pendeta buduh ngakoh alem.” [sabili/mai, mag]

[Sumber : Majalah Tabligh]

Program Jangka Panjang Kristenisasi Di Indonesia


KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA - DI JAKARTA

Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama dinegara-negara muslim. Dunia ini akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yang menjadi tujuan kita umat Kristen. Untuk tujuan tersebut kita umat Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha mengkristenkan orang Islam di Indonesia didukung oleh negara-negara yang kuat seperti Amerika, Inggeris dan lain-lain. Kita umat Kristen akan dengan mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika.

Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yang suci dan kita harus berhasil dalam melaksanakannya. Dan lagi yang penting bagi umat Kristen adalah kita bersatu dahulu. Kita umat Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati dan dilindungi oleh Yesus.

Konsep-konsep, Tujuan dan Kegiatan Kristenisasi di Indonesia

A. Mengurangi Jumlah Umat Islam di Indonesia

Sesuai dengan data statistik umat Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi umat Kristen harus sama dengan jumlah umat Islam dalam waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua anggota umat Kristen sebagai berikut :
  1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang untuk umat Kristen dan harus dipropagandakan bahwa setiap orang Kristen yang mempraktekkan keluarga berencana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sebagai pembunuh umat Kristen dan telah hilang kemuliaannya. Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dengan perlindungan kesehatan bagi orang Kristen tersebut yang dalam bahaya kematian.
  2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang Islam harus sangat intensif dilakukan dan didorong dengan berbagai cara. Diwilayah muslim plakat berisi slogan dan nasehat untuk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimanamana untuk mengingatkan orang Islam dan mempraktekkan hal tersebut. Tapi diwilayah Kristen propaganda ini harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak untuk mengelola kontrasepsi bagi orang muslim.
  3. Keinginan orang Kristen untuk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yang miskin harus diberi fasilitas baik secara materil maupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan kerja bagi orang Islam.
  4. Perintahkan kepada dokter dan perawat untuk merawat secara cepat dan khusus bagi pasien Kristen. Orang Kristen yang miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien umat Islam dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yang mahal.
  5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin untuk mencapai tujuan diatas.
  6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen untuk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumah-rumah, toko-toko bagi orang Islam. Mereka yang tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan umat Kristen baik penguasa tanah atau bukan, untuk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yang dimiliki orang Kristen. Dengan penerapan poin-poin ini ratio umat Kristen-Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam Indonesia akan berkurang sedang jumlah umat Kristen akan bertambah.
B. Rencana Kristenisasi di Bidang Ekonomi.

Kita umat Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup darmawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yang ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yang kaya harus membantu misi-misi kristenisasi yang dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sosial dari umat Kristen di Indonesia dan untuk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. MENURUT STATISTIK, LEBIH DARI 80% KESEIMBANGAN KEKUATAN INTERN TELAH BERADA PADA UMAT KRISTEN. Kita mementingkan ketaatan dari umat Kristen untuk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yang menguntungkan dimasa yang akan datang.

Dalam persoalan memperkuat pertahanan,masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita,
karena relatif lebih mudah untuk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus
dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orangorang Kristen, Oleh karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yang menjabat di kantor-kantor pemerintah untuk berhubungan baik dengan orang Cina dan orangorang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dengan orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.

C. Rencana Kristenisasi di Bidang Pendidikan

Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki dari sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki sistem dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dengan meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat, bahwa para guru dan para instruktur dibidang akademi militer, sekolah kedokteran dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan dikontrol 75% oleh orang Kristen.

Sistem yang diterapkan dari taman kanak-kanak sampai universitas harus dibawah kontrol orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yang mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1.

Orang orang Kristen harus membantu pemerintah untuk mengurangi dan membatasi pengadaan akademiakdemi Islam dan universitas-universitas Islam untuk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.

D. Rencana Kristenisasi di Bidang Politik

Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke Barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen untuk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dalam Pemilihan Umum. Semua orang Kristen harus tahu bahwa GOLKAR adalah partai orang Kristen dan partai inilah yang membuat kita umat Kristen berjaya di Indonesia.

E. Rencana Kristenisasi di Bidang Informasi

Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yang paling tajam untuk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tidak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa surat kabar, radio, dan TV selalu menulis, menyiarkan kejadiankejadian sedemikian rupa untuk memberi kesan buruk tentang Islam dan ummatnya serta untuk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada dipihak kita dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah.

F. Rencana Kristenisasi di Bidang Pembangunan, Penaikan dan Pengembangan

Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan didaerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian timur. Kita telah melihat bahwa pemerintahan pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan memberi kesempatan bagi perwira-perwira ABRI yang Kristen untuk menduduki jabatan dan posisi penting didaerah-daerah sebagai gubernur, bupati dan lain-lain, dan nama mereka berubah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitle "haji" untuk mengelabui umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima.

G. Rencana Kristenisasi di Bidang Hukum dan Undang-undang.

Umat Kristen tentu saja diperkenankan untuk bertingkah melawan hukum dengan dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/menduduki mayoritas hakim, jaksa dan sidang perorangan di Indonesia. Dengan ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam selalu dipersalahkan. Kalau perlu dihukum yang lebih berat, walaupun orang Kristen sebagai tertuduh. Keputusan Masalah Internal Dalam Pemerintahan
Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin didalam pemerintahan itu sendiri:
  1. Pemerintah harus bersedia mengakui status bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak untuk didengar oleh penguasa.
  2. Semua menteri yang penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen.
  3. Abri harus selalu dimanuver untuk selalu bermusuhan dengan Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yang demikian.
  4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer.
  5. 75% kepala dari departemen-departemen yang ada dipemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yang beragama Kristen.
  6. 75% Kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen.
  7. Sebagai orang yang menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen dipemerintahan baik menteri, gubernur atau yang umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.
  8. Umat Kristen harus punya radio transmitter nasional sebagai miliknya untuk propaganda yang ampuh.
  9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas harus ada orang Kristen yang diangkat secara konstan untuk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam.

Disadur dari majalah Crescent International, Toronto, Canada edisi 16-30 November 1988 hal 8.

Sumber: islamonline
Silahkan download versi PDF di sini.

Strategi Kristenisasi Indonesia


Pada dasarnya setiap komunitas memiliki keinginan kuat untuk memperbanyak jumlah keanggotaan dan pengikut selama keberadaannya dalam kancah kehidupan. Keinginan ini sebetulnya merupakan insting yang tertanam pada kedalaman jiwa masing-masing individu, mengigat bahwa manusia memang merupakan mahluk dengan naluri sosial yang tinggi. Jumlah yang banyak merupakan bagian dari wujud eksistensi dan merupakan data dan fakta tentang keberadaan dan hak-hak untuk memiliki kehidupan yang layak ditengah masyarakat manusia. Maka tak heran jika agama sebagai identitas yang melekat pada manusia juga berusaha keras untuk mengumpulkan sesama dalam ruang lingkup keyakinan dan kepercayaan.

Islam sendiri menganggap bahwa missi untuk mengajak orang lain menuju pintu gerbang Islam adalah merupakan perintah Tuhan yang berlandaskan semangat kitab suci. Pandangan ini berdasarkan pada asumsi bahwa Islam adalah jalan keselamatan terakhir menuju Allah swt. Hanya saja, jika dibandingkan dengan seksama, missi dalam Islam hanyalah sebatas menawarkan dan tidak memiliki hak pemaksaan dan intimidasi.

Penawaran di sini sebagai bukti bahwa kebenaran yang diyakini oleh seorang Muslim telah disampaikan kepada orang lain. Output berupa ketertarikan dan pemilihan Islam sebagai agama tidaklah menjadi target utama dalam Islam. Sementara dalam Kristen, missi tidak sekedar menawarkan ajaran Kristen kepada pihak lain, tetapi juga mengandung keharusan agar objek missi benar-benar dapat dikatakan sebagai penganut Kristen secara formal. Dengan demikian, beban di pundak missonaris lebih berat dibanding beban da’i dalam Islam. Maka tidaklah mengherankan jika missi Kristen terkadang terkesan melalui cara-cara yang tidak lazim dilakukan oleh missionaris terhadap agama-agama lain.

Makalah ini berusaha menelusuri missi Kristen di Indonesia dengan berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana bentuk missi Kristen di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan keberagamaan.

KRISTENISASI
Kata kristenisasi adalah padanan kata islamisasi. Keduanya mengadung upaya-upaya sistemis untuk mengajak pihak lain, baik kalangan internal maupun eksternal untuk menganut cara hidup masing-masing agama yang dipropagandakan. Namun, dari segi istilah, kristenisasi merupakan sebuah gerakan keagamaan yang yang bernuansa politik yang muncul setelah berakhirnya perang salib dengan tujuan menyebarkan agama Nasrani kepada semua komunitas manusia yang ada di dunia ketiga secara umum dan kepada kaum Muslim secara khusus, dengan harapan dapat menegaskan kekuasaan mereka terhadap bangsa-bangsa yang ada.

Kaum Kristen biasanya merujuk sejumlah ayat dalam Bibel sebagai legitimasi kewajiban menjalankan misi Kristen kepada bangsa-nagsa non-Kristen. Kitab markus, 16 : 15 misalnya, menyerukan, “pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala mahluk.” Maka baik kaum Kristen Protestan maupun Katolik sama menegaskan pentingnya misi dalam agama Kristen.

Yang pertama kali melakukan aktifitas Kristenisasi secara resmi adalah seorang warga Jerman bernama Raimon Lull (1890 M) setelah perang salib mengalami kegagalan. Raimon telah belajar bahasa Arab dan berkunjung ke beberapa Negara Arab sambil berdiskusi dengan beberapa kalangan ulama. Pada tahun 1924, Raymond Lull berhasil menemui Paulus V. Dia mengajukan dua buku yang mencakup dua rancangan Lull untuk mengkristenkan umat Islam.Pertama, menjadikan ilmu dan sekolahan sebagai sarana kristenisasi. Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus.

Semenjak itulah missionaris Kristen mengarahkan perhatiannya untuk menyebarkan agama Kristen kepada negara-negara ketiga yang mayoritas beragama Islam. Aktifitas Kristenisasi ini mengalamai momentum yang cukup baik karena ketika itu negara-negara Muslim masih diliputi oleh kebodohan dan kemiskinan. Belum lagi masalah kesehatan dan kelemahan penguasa negeri Muslim dalam mengatasi problem interen mereka.

Jika diperhatikan dengan seksama, sebenarnya negara-negara barat banyak mengutus missonaris ke seluruh dunia dengan alasan untuk pengembangan kehidupan kerohanian dan sebagai upaya menciptakan keselamatan dunia, sebagaimana tampak di Perancis. Perancis secara terbuka memerangi missionaris dalam konteks negaranya tetapi berusaha memanfaatkan dan melindungi missionaris yang berada di Negara lain. Demikian pula Italia yang menampakkan permusuhannya terhadap Gereja tetapi memperkuat politik imprealisme mereka dengan bantuan para missionaris. Bahkan banyak kalangan militer di Inggris yang menasehati negaranya untuk mengutus missonaris ke seluruh dunia.

Dalam aktifitas ini, missionaris sangat menyadari bahwa kaum Muslim memiliki keteguhan yang tinggi dalam memegang keyakinan yang mereka anut. Dengan demikian beragam kedala mereka temui di lapangan. Dengan adanya kenyataan demikian, upaya dan segala yang dimiliki berupa kekuatan rohani dan jasmani mereka persiapakan untuk melancarkan aktifitas ini. Hal ini tampak dalam upaya missionaris untuk menaklukkan Indonesia dan Negara-negara Afrika.

SEJARAH KRISTENISASI DI INDONESIA
Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16. Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.

Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu. C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi.

Berbeda dengan di atas, terdapat analisa lain yang menganggap bahwa orang Kristen pertama yang sampai ke Nusantara adalah pada abad 12 masehi. Yang mana, ia singgah di Sumatra Utara. Setelah itu missionaris yang bernama Fransiskan Ordorikus menyusul dan berusaha mengelilingi pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Kemudian datang setelahnya missionaris Katolik yang sangat mashur yang bernama Fransiskus Oksafiarus pada tahun 1546 masehi. Ia memulai missinya di Ambon kemudian memperluasnya hingga mencakup Maluku Utara. Kemudian setelahnya datanglah orang-orang Belanda yang beragama Protestan ke pulau ini dan berusah menyaingi penganut Katolik. Namun kemudian perkembangan agama Protestan banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hal ini terjadi pada abad ke-17 hingga abad ke-18 masehi. Pada tahun 1904 M tibalah Fan Leis ke Yogyakarta dan berusaha mendirikan sekolah Kanisius yang berpusat di da’erah Muntilan dan Mendut.

Keterkaitan antara kolonialisme dengan kristenisasi sebetulnya sangat sulit untuk dinafikan. Namun demikian tokoh-tokoh Kristen di Indonesia seperti TB Simatupang biasanya tidak setuju tentang adanya keterkaitan tersebut. Mereka menganggap bahwa misionaris sema sekali tidak terkait dengan ambisi duniawi para kolonialis. Penyebaran Kristen lebih disebabkan oleh kuasa Alkitab dan bukan semata-mata disebabkan oleh orang-orang Kristen. Namun anggapan semcam itu sulit diterima mengingat fakta-fakta sejarah bantuan dan sikap politik kaum kolonialis terhadap misi Kristen sangatlah nyata.

Setelah Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi sasaran misi Kristen dari segenap penjuru dunia. Beragam media digunakan seperti film, kaset, buku-buku, kapal-kapal penginjil yang mengitari pantai-pantai dan kepulauan seperti Lombok, Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan. Di daerah luar Jawa seperti NTT dan Kalimantan misi Kristen telah memiliki pemancar radio dan pesawat terbang cesna. Bahkan pada wilayah-wilayah tertentu , mereka mendirikan landasan pesawat khusus dengan izin dari Depertemen Perhubungan.

Demikianlah sehingga agama Kristen berkembang di Indonesia terutama pada momen jatuhnya Sukarno pada peristiwa pemberontkan G 30 S PKI pada tahun 1965. Orang-orang Kristen memanpaatkan kesempatan ini dengan memasukkan para tawanan komunis ke dalam agama Kristen dengan beralasan bahwa para pelaku penyembelihan adalah orang-orang Islam. Sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri kecuali dengan beralih keyakinan.

TARGET KRISTENISASI
Tujuan utama Kristenisasi sebenarnya adalah membongkar keyakinan yang dianut oleh kaum Muslim dan berusaha mengalihkan mereka dari sikap tegas dalam memegang keyakinan Islam sebagai pola hidup dan pola keyakinan. Jalan yang ditempuh untuk maksud tersebut berupa Kristenisasi dan penjajahan. Tetapi kemudian mendapatkan penetangan yang luar biasa dari pihak Muslim sehingga Samuel Zwemer menegaskan kepada missonaris untuk menguatkan semangat mereka dengan megatakan, “Tujuan Kristenisai di negara-negara Muslim yang ditugaskan kepada kalian oleh Negara-negara Kristen bukanlah bermaksud untuk memasukkan kaum Muslim ke dalam agama Kristen. Karena hal demikian merupakan kehormatan dan hidayah buat mereka. Tetapi tugas kalian adalah mengeluarkan mereka dari Islam sehingga mereka menjadi mahluk yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan dan tidak memiliki afiliasi terhadap nilai-nilai etika yang menjadi landasan utama kehidupan berbagai bangsa.

SARANA DAN METODE KRISTENISASI
Sarana dan metode yang dijalankan missionaris di Indonesia sangatlah beragam. Di antara media dan metode yang digunakan di banyak Negara adalah:

1. Pendidikan dengan beragam bentuknya mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
2. Seminar, ceramah dan kegiatan olah raga.
3. Penerbitan buku-buku dan pendirian percetakan modern.
4. Koran, majalah dan terbitan khusus.
5. Pendirian rumah sakit, tempat-tempat hiburan dan pondokan anak yatim.
6. Bantuan kemanusian dan hadiah, utamanya ketika terjadi bencana alam dan krisis ekonomi.
7. Gerakan politik.

Untuk mengenal program Kristenisasi di Indonesia, yang pertama dilakukan adalah mengenal lembaga Kristenisasi yang memiliki peranan utama dalam memperluas cakupan missinya di Indonesia. Doulus World Mission Indonesia adalah sebuah lembaga yang berusaha memperluas cakupan penganut Kristen kepada lebih dari 125 kelompok mayarakat terbelakang di pedalaman. Berangkat dari program ini, Doulus berusaha mendirikan sekolah tinggi bernama Sekolah Tinggi Teologi Doulus yang dijadikan sebagai sarana untuk menyiapkan sebanyak 2.500 missionaris Kristen. Berdasarkan pada program yang direncanakan, Doulus berharap dapat menyelesaikan missi ini pada tahun 2000 M. Tetapi pada kenyataannya, masyarakat Indonesia makin terlihat bersemangat mepelajari Islam, terutama pasca jatuhnya soeharto dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998.

Berdasarkan penelitian lembaga ini, di Indonesia terdapat lebih dari 250 suku terasing yang belum tersentuh oleh Kasih Yesus dan nilai-nilai Kristen. Karena itulah, lembaga ini menyiapkan program khusus bagi masing-masing suku terasing tersebut, di antaranya:

• Proyek Yeriko 2000 untuk Jawa Barat.
• Proyek Karapan 2000 untuk Madura dan Jawa Timur secara umum.
• Proyek andalas 2000 untuk Sumatra Utara.
• Proyek Mandau 2000 untuk Kalimantan.
• Proyek Baju Bungku 2000 untuk Sulawesi Tenggara.
• Proyek Cenderawasih 2000 untuk Irian Jaya.
• Proyek Sriwijaya 2000 untuk Riau, Sumatra.

METODOLOGI KRISTENISASI DI INDONESIA
Beragam cara yang dilakukan oleh missionaris dalam rangka menarik hati pemeluk Islam di Indonesia. Di antara metode yang digunakan dalam missi ini berdasarkan sejumlah penelusuran adalah:

1. Membagun Gereja di Lingkungan Muslim
Langkah ini merupakan cara lama yang masih dipraktekkan oleh missonaris untuk proyek Kristenisasi di Indonesia. Hanya saja resistensi yang ditampakkan oleh warga sekitar terhadap proyek pendirian Gereja menjadi masalah setiap kali hal ini dilakukan. Salah satu contoh adalah proyek pendirian Gereja terbesar di Asia Tenggara yang direncanakan oleh Jems Riyadi di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Gereja ini dinamakan Gereja Pembaharuan Injil. Setelah bangunan Gereja mulai tampak, kelompok Muslim di Kemayoran mengadakan pertemuan khusus dan menyapakati beberapa langkah untuk menyetop pembangunan Gereja. Salah satunya adalah mengirim surat kepada Gubernur sebanyak tiga kali, tetapi hal tersebut tidak mendapatkan respon dari pemerintah setempat. Melihat sikap warga yang menolak proyek, pihak Kristen berusaha mendekati warga dengan membagikan alat perlengkapan shalat dan hewan kurban ketika tiba hari Idul Adha serta kunjungan ke beberapa pesantren. Hanya saja warga merasakan bahwa itu merupakan bentuk sogokan agar mereka tidak menolak kehadiran Gereja, sehingga cara ini tidaklah berhasil menghadang langkah warga untuk menolak pembangunan Gereja tersebut.

Hal serupa juga terjadi di Depok, Jawa Barat ketika Gereja Sallom berhasil didirikan. Panitia berusaha mendatangkan jamaah dari da’erah lain untuk mengadakan acara di Gereja Sallom. Setiap minggu berbagai kegiatan ramai di adakan di Gereja sehingga beberapa warga sekitar mulai tertarik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Keberadaan Gereja pun lambat laun mulai menimbulkan sikap antipati warga sehingga mereka melakukan sikap yang tidak baik terhadap Gereja tersebut di kemudian hari.

2. Menciderai Kehormatan Wanita Muslimah
Metode ini merupkan cara terbaru yang dilakukan oleh pihak missionaris di Indonesia. Pada awalanya cara ini ditujukan kepada putri-putri dari tokoh-tokoh keagamaan yang disegani oleh masyarakat. Sebagai contoh, seorang da’i bernama H Kasep dinodai kehormatan putrinya oleh salah seorang missionaris yang mengaku telah beragama Islam. Sehingga pada akhirnya sang gadis bunuh diri karena tidak bisa menaggung rasa malu akibat kejadian tersebut.

Kejadian berwal dari tahun 1420 H ketika seorang pemuda sering bertandan ke rumah sang gadis. Sejak itu kebersamaan keduanya makin terlihat mesra. Sang gadis beserta ayahnya tidak mengetahui kalau sang pemuda adalah seorang Kristen. Satu hari sang ayah menawarkan kepada pemuda tersebut agar hubungan dengan putrinya diresmikan melalui pernikahan. Tetapi sang pemuda mengajukan syarat agar acara pernikahan dilakukan di Gereja. Sejak saat itulah sang gadis kecewa dan hanya mengurung diri di kamar, hingga suatu ketika ia ditemukan meningal di ruang kamarnya dengan sebotol racun serangga. Di tempat lain, seorang missionaris mengaku telah menjadi Muslim lalu mempersunting seorang gadis Muslimah yang berjilbab. Pada malam pertama perkawinannya, ia menugaskan salah seorang sahabatnya untuk mengambil gambar hubungan suami istri yang dilakukan pada malam itu. Setelah usia perkawinan berjalan beberapa bulan, sang suami meminta istrinya memilih antara masuk Kristen atau foto-foto hasil hubungannya pada malam pertama tersebut disebarkan ke halayak ramai. Sang istri pun tidak memiliki pilihan lain kecuali masuk Kristen demi menjaga kehormatannya.

Kejadian serupa juga terjadi di Jakarta Timur. Seorang missionaris menikahi seorang gadis yang bernama Fatma. Setelah keduanya mendapatkan dua momongan, sang missionaris membuka kedoknya dan memaksa istrinya untuk memeluk agama Kristen. Setelah beberapa hari kejadian tersebut berlalu, sang missionaris ketahuan kedoknya. Ia ternyata salah satu alumni dari sekolah tinggi teologi yangberpusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

3. Menyebarkan Narkoba
Penyebaran narkoba merupakan cara baru yang ditampilkan missionaris dalam menjaring pengikut baru. Cara ini mulai ditemukan hampir bersamaan dengan cara sebelumnya, menodai kehormatan Muslimah. Cara ini terbilang ampuh, karena pengguna narkoba memiliki tingkat ketergantungan yang sangat besar terhadap obat-obatan yang mereka komsumsi dan berefek pada pelemahan jiwa. Sehingga pengguna dipastikan tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan orang lain. Efek ini manarik perhatian missonaris sehingga secara tidak langsung, mereka mensuplai narkotika ke tempat nongkrong para pemuda pengangguran. Jika di masyarakat mulai muncul orang-orang yang memiliki tingkat ketergantungan obat yang tinggi, tempat-tempat rehabilitasi narkoba pun didirikan dengan berupaya menyusupkan nilai-nilai Kristen selama proses penyembuhan berlangsung. Setelah kesembuhan pasien, banyak di antara mereka yang telah menjadi pengikut Kristen.

Hal demikian ditemukan oleh Harian Republika di Bandung, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Teologi Doulus berusaha melakukan missi dengan penyebaran narkotika kepada siswa yang berumur antara 15 hingga 18 tahun. Ketika terjadi ketergantunga obat, pusat-pusat rehabilitasi mental pengguna narkoba didirikan sekaligus menawarkan agama Kristen kepada para pasien.

Demikan pula dengan peristiwa yang dialami oleh salah seorang siswa sekolah Muhammadiyah di Semarang. Pada awalnya ia disuguhi narkoba oleh salah seorang oknum sehingga ia menjadi pengguna. Setelah keadaannya demikian, ia diobati di salah satu rumah sakit Kristen. Beberapa hari kemudian tampilan sang siswa mulai berubah dari sebelumnya sering memakai baju koko,
dengan tampilan yang lebih gaul dan dengan tanda salib di lehernya.

4. Mengkristenkan Pasien Muslim
Di antara metode ampuh yang dikembangkan oleh missionaris adalah mendirikan rumah sakit Kristen di berbagai belahan dunia Muslim. Rumah sakit seperti ini telah mencapai 213 buah pada tahun 1421 H. pendirian rumash sakit demikian memang atas nama missi kemanusiaan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ia terkadang menjadi tempat terjadinya missi terselubung kepada pasien non Kristen. Betapa banyak kita dengar pasien dari kalangan ekonomi lemah direhabilitasi di rumah sakit-rumah sakit Kristen lalu dikemudian hari mereka berganti identitas keagamaan. Bahkan tidak cukup dengan pendirian rumah sakit-rumah sakit, missionaris juga berusaha membagikan brosur-brosur yang berisi ajaran ajaran Kristen serta adab-adab dalam Kristen bagi orang sakit kepada pasien Muslim. Hal demikian terjadi di rumah sakit Advent di Bandung. Missionaris mengumpulkan pasien Muslim lalu mengadakan do’a bersama atas kesembuhan mereka kepada tuhan yesus. Di samping itu, mereka juga memberikan layanan gratis bagi mereka yang telah meninggal dunia keluarganya, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar beban biaya rumah sakit. Cara seperti ini juga pernah dialami oleh seoraang tokoh Islam papan atas, Bapak Muhammad Natsir. Ketika menjelang kedatangan ajalnya, ia didtangi oleh missionaris dan menawarkan agama Kristen kepadanya. Padahal sang missinaris sangat mengetahui bahwa Natsir adalah seorang tokoh yang sangat kuat menentang uapaya Kristenisasi di Indonesia. Tetapi mereka berpura-pura tidak tahu dan berusaha melakukan kegiatan mereka.

5. Kesaksian Palsu yang Dilakukan oleh Oknum yang Mengaku Murtad dari Islam
Penomena menarik yang banyak terjadi dikalangan intelektuan non Muslim adalah ketertarikan mereka terhadap Islam yang diawali dengan rasa keingintahuan tentang makna kehidupan. Pengembaraan intelektual pun mereka lakukan dengan mencari jawaban dari berbagai agama, termasuk agama-agama abrahamaik selain Islam. Mereka menghindari Islam karena stigma media massa yang seolah telah menenmpatkan Islam sebagai agama kekerasan dan anti perempuan. Tetapi karena jawaban yang mereka temui selama pencarian tidaklah memuaskan dahaga intelektual mereka, sehingga Islam pun dilirik. Ketika mereka mulai banyak membaca literatul Islam, terutama terjemahan al-Qur’an, umumnya mereka tersadar bahwa ternyata Islam adalah jawaban dari berbagai kegelisahan yang mereka alami selama ini. Setelah mereka menemukan jawaban, pengakuan tentang proses yang mereka lalui hingga menemukan Islam mereka tulis atau umumkan kepada media Islam sehingga tidak sedikit menginspirasi non Muslim lainnya, bahkan termasuk orang Muslim sendiri untuk lebih mendalami Islam. Hal ini menimbulkan efek yang luar biasa kepada masyrakat.

Melihat cara demikian banyak menarik perhatian masyarakat kaum beragama, terutama non Muslim, oknum dari pihak Kristen pun berusaha melakukan hal serupa. Sekali pun hal demikian sering kali didesain sendiri dan tidak mereperesentasikan keadaan sebenarnya. Mereka kemudian menulis kisah serupa pada beberapa majalah atau selebaran atau pada buku-buku tertentu dengan harapan dapat melakukan upaya tandingan terhadap apa yang terjadi pada intelektual non Muslim ketika memutuskan Islam sebagai pilihan.

Cara demikian mulai ditemukan di Indonesia pada tahun1974. Yang pertama melakukannya adalah seseorang yang bernama Kemas Abu Bakar. Pada awalnya, ia mengaku sebagai jebolan universitas Islam di Bandung dan pernah tercatat sebagai salah satu dewan juri pada penyelenggaraan MTQ tingkat Internasional. Ia berusaha menafsirkan al-qur’an berdasarkan kehendaknya semata kemudian menyebarkannya ke masyarakat dalam bentuk kaset. Tetapi setelah diadakan investigasi oleh kalangan Muslim ternyata terbukti ia melakukan kebohongan karena tidak mampu mendemonstrasikan kekmampuannya membaca al-qur’an. Karena tindakan ini ia dipenjara di Surabaya selama 8 tahun.

Di Jakarta pun kasus serupa ditemukan. Seseong bernama Yusuf Maulana mengaku murtad dari Islam dan masuk ke agama Kristen. Ia mengaku anak dari seorang dai terkenal, Qasim Nurseha. Karena pengakuan demikian, khotbah-khotbahnya di Gereja cepat beredar dengan menceritakan sebab-sebab ia memilih Kristen sebagai agamanya. Setelah dilakukan investigasi oleh kalangan Muslim terbukti bahwa ia bukanlah anak dari Qasim Nurseha, sebagaimana pengakuannya selama ini.

Setelah itu, kasus di Bandung dengan motif yag sama juga ditemukan. Ada seseorang mengaku saudara kandung dari Buya Hamka (Haji Abdul Karim Wadud Amrullah). Ia mengaku bernama Wili Abdul Wadud Karim Amrullah. Setelah pengakuannya tersebut, ia menjadi orang yang sangat terkenl di Bandung. Bahkan banyak dari kalangan kaum Muslim mulai terpropokasi dengan pengakuannya. Tetapi setelah investigasi dilakukan dengan seksama oleh kalangan Muslim terbukti ia hanya pembual layaknya pendahulu-pendahulunya. Beberapa orang yang terhitung menyatakan diri murtad dari Islam dan beralih profesi sebagai missinaris Kristen di antaranya adalah:

• Purnama Winangun yang dijuluki sebagai haji Amos.
• Hajjah Kristina Fatimah yang disebut Tini Rustini.
• Rudi Muhammad Nurdin.
• Matius.
• Muhammad Sholihin.

6. Missi Kristen Atas Nama Bantun Kemanusiaan
Sebenarnya hal ini merupakan cara lama yang selalu digunakan oleh missonaris untuk malakukan missinya. Cara ini dianggap cocok untuk negeri-negeri Muslim mengingat kemiskinan menjadi penomena umum di banyak Negara Muslim. Jika dipetakan secara kasar, benua afrika yang nota bene banyak berpenduduk Muslim, banyak menjadi target utama cara ini. Kelaparan yang terjadi di mana-mana akibat perang yang berkanjangan menjadi lahan subur bagi missionaries untuk menjalankan aksinya. Analisa bahwa kemiskinan menjadi penyebab utama keberhasilan missi Kristen sangatlah relevan. Apalagi jika dibuktikan dengan temuan-temuan lapangan, terutama ketika terjadi bencana alam pada level tinggi sehingga mengundang keterlibatan donor asing. Biasanya, mengalirnya dana kemanusian selalu dibarengi dengan missi sampingan yang melibatkan kepercayaan tertentu.

Cara seperti ini misalnya ditemukan di Tangerang. Yaitu sebuah pemberian beasiswa kepada 6 desa yang bertetangga dengan Lippo Karawaci, sebuah kawasan mewah di Tangerang. Sponsor utama beasiswa ini adalah Jems Riyadi, pemiliki bank Lippo. Pada ke-6 desa tersebut terdapat 26 SD dengan jumlah total siswa sebanyak kurang lebih 10.000. Semuan murid-murid tersebut diberikan beasiswa sebagai wujud bantuan kemanusiaan. Berdasarkan temuan Majalah Media Da’wah, salah satu media Islam yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan missi Kristen di Indonesi, bahwa para murid yang berada antara kelas 1 hingga kelas 3 masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1.179.000 per tahun. Adapun murid-murid yang berada dalam bimbingan khusus mereka tentu mendapatkan lebih dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 1.539.000 per siswa per tahun. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa masyarakat miskin yang berada pad ke-6 desa tersebut merasa sangat terbantu dengan program demikian. Sekali pun, pada kenyataannya terdapat sekitar 500 lebih siswa yang aktif mengikuti berbagai kegitan di Gereja. Sementara di pihak lain, orang tua mereka tidak memiliki kemampuan untuk mencegah praktek demikian karena telah merasakan bantuan besar tersebut.

Pada lingkup lebih luas, terjadinya Tsunami di Aceh menjadi momen penting bagi kaum missionaries untuk melakukan aksi mereka.

7. Kristenisasi Dengan Menggunakan Simbol-Simbol Islam
Metode ini merupakan cara terbaru yang dipraktekkan missonaris di Indonesia. Bahkan cara ini dilakukan secara masif dan agresif. Media yang digunakan seperti pelaksanaan ritual Kristen dengan dengan tampilan yang Islami. Misalnya perayaan natal dengan menampilkan pakaian adat betawi yang sangat kental nuansa Islamnya. Selain itu, missionaries juga melakukan penyebaran bulletin-bulletin yang mirip dengan bulletin da’wah yang memuat ayat-ayat al-qur’an disertai dengan ayat-ayat bible serta analisa yang mengunggulkan ajaran Kristen atas pandangan Islam tentang masalah-masalah tertentu. Hal lain yang juga tidak luput dari penyebaran missi denga cara ini adalah penerbitan buku-buku yang menampilkan judul-judul yang sangat bernuansa Islam.

Orang Muslim banyak tertipu dengan cara-cara sperti ini, karena ketidakmampuan mereka membedakan antara Islam sebagai aksesoris dengan ritual keagamaan yang murni Kristen. Cara ini makin membingungkan masyarakat dengan adanya terjemahan bible yang berbahasa Arab dan kajian yang dilakukan di Gereja yang mirip bentuk masjid. Sementara para peserta kajian memakai pakaian layaknya seorang santri dan para peserta membaca kitab bible berbahasa Arab layaknya orang yang sedang membaca al-qur’an dengan cara tartil.

PERAYAAN NATAL DENGAN TAMPILAN ISLAMI
Cara seperti ini pernah dilakukan oleh pihak Kristen pada hari sabtu, 25 desember 2003. Mereka melakukan perayaan natal di Gereja ortodoks yang bernama Santovatius di Jakarta. Dalam perayaan ini mereka menampilkan peserta yang berbusana Islami mulai dari laki-laki, perempuan dan anak kecil. Bahkan acara ini dissirkan secara langsung oleh salah satu televise swasta terkemuka di negeri ini dan disaksikan oleh banyak pemirsa di seluruh tanah air. Seperti yang diduga oleh pihak pelaksana sendiri, acara ini menui protes keras dari banyak pemirsa. Bahkan protes yang berbentuk ancaman dan terror sempat beredar sebagai wujud resitensi ummat Muslim di Indonesia terhadap acara-acara yang berpotensi mengancam hubungan antar ummat beragama di negeri ini. Cara-cara demikian sebenarnya tida hanya terjadi sekali dan dua kali saja. Bahkan adanya upaya pembacaan bible berbahasa Arab dengan mengikuti metode tilawatil Qur’an dengan nada tertentu juga masuk dalam kategori ini. Belum lagi tata cara ibadah yang dipereaktekkan oleh Kristen Syria dengan meniru tata cara shalat dalam Islam. Semua fenomena tersebut merupakan metode penyebaran agama yang kurang menghargai aspek toleransi yang dibangun dalam lingkup keindonesiaan dan keragaman.

PENYEBARAN BUKU-BUK KRISTEN BERPENAMPILAN ISLAMI
Para penulis beserta judul-judul yang sempat beredar di tengah masyarakat adalah sebagai berikut:

1. Karangan Purnama Winangun yang dikenal dengan nama Haji Amos
Beberapa tulisan Purnama yang ditemukan beredar di tengah masyakat di antaranya adalah,
Upacara lbadah Haji, Ayat-ayat Al Qur’an Yang Menyelamatkan, Isa Alaihis Salam Dalam Pandangan Islam, dan Riwayat Singkat Pustaka Peninggalan Nabi Muhammad saw.

2. Karangan Danu Kholildinata yang dikenal dengan nama Amin Barkah
Kristus dan Kristen di Dalam Al-Qur’an (Al Masih Wal Masihiyun Fil Quur’an).

3. Karangan Hamran Amri
Allah Sudah Pilihkan Saya Kasih Buat Hidup Baru Dalam Yesus Kristus, Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal Yang Esa, Dengan Kasih Kita Jawab, Jawaban Atas Buku Bible Qur’an dan Science, Dialog Tertulis Islam-Kristen, Surat bari Mesir, Siap Sedia Menjawab Tantangan Benteng Islam, Sebuah Memori Yang Tak Terlupakan, dll.

4. Karangan Muhammad Nurdin
Ayat-Ayat Penting Di Dalam Al-Qur’an, Keselamatan Di Dalam Islam, Selamat Natal Menurut Al Qur’an, Kebenaran Yang Benar (As Shodiqul Mashduuq), Rahasia Allah Yang Paling Besar (Sirrullahil Akbar), Telah Kutemukan Rahasia Allah Yang Paling Besar, Ya Allah Ya Ruhul Qudus Aku Selamat Dunia dan Akhirat, Wahyu Tentang Neraka, Wahyu Keselamatan Allah, dll.

5. Terbitan Yayasan Pusat Kristen Nehemia
Kerudung Yang Dikoyak, oleh Gulshan Ester; Seorang Gadis Kristen Mempertanggung jawabkan Imannya, oleh Nita; Apakah Al Qur’an Benar-benar Wahyu Allah, oleh Ev. J. Litik; Kebenaran Firman Allah, oleh Pdt. M. Matheus; Lima Alasan Pokok Tentang Isi Al Qur’an Yang Menyebabkan Saya Beralih Dari Islam ke Kristen, oleh Ev. J. Litik; dll.

6. Cetakan Yayasan Jalan Rahmat
Sejarah Naskah Al Qur’an dan Alkitab, oleh John Gilchrist; Sulitkah Menjadi Orang Kristen, oleh Abdul Masih; Siapakah Kristus Selayaknya Menurut Anda, oleh Abdul Masih; Sudah Kutemukan, oleh Iskandar Jadeed; Benarkah Al kitab Dipalsukan, oleh Iskandar Jadeed; Injil Barnabas Suatu Kesaksian Palsu, oleh Iskandar Jadeed; Kesempurnaan Taurat dan Injil, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Supaya Dosa Diampuni, oleh Iskandar Jadeed; Bagaimana Kita Berdoa, oleh Iskandar Jadeed; Kri stus Menurut Islam dan Kristen, oleh John Gilchrist, Benarkah Nabi Isa Disalib, oleh John Gilchrist; Allah Itu Esa di Dalam Tritunggal Yang Kudus, oleh Zachariah Butrus; Selidikilah, Anda Pasti Selamat, oleh Sultan Muhammad Paul.

7. Brosur, kaset dan kaligrafi
Brosur-brosur sperti: Brosur Dakwah Ukhuwah, Brosur Shirathal Mustaqim, Brosur Jalan Al Rachmat, dll. Kaligrafi dan kalender tulisan Arab yang berisikan ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus. Kaset: Kaset tilawatul Injil, Dzat dan Sirat Allah (ceramah Pendeta Kemas Abubakar Mashur Yusuf Roni), Kesaksian murtadin Muhammad Imran, Kesaksian murtadin Ikhwan Luqman, Kesaksian murtadin Pdt. Akmal Sani, Kesaksian murtadin Lies Saodah, Kesaksian murt adin Haji Ahmad Maulana yang mengaku-ngaku putera KH. Kosim Nurzeha, dll.


PENGARUH KRISTENISASI DI INDONESIA
Melihat penetrasi yang dilakukan oleh missonaris maka bisa dipastikan bahwa efek yang ditimbulkan dalam rangka perluasan dukungan dan pemeluk di Nusantara mengalami kenaikan secara signifikan dalam berbagai sektor kehidupan. Beberapa aspek yang hendak dipaparkan di sini adalah:

• Aspek Politik
Aspek penting yang menjadi fokus utama missi Kristen pada banyak Negara Islam adalah aspek perpolitikan. Aspek ini menjadi penting mengingat beragam bentuk aturan lahir melalui mekanisme politik. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hasil Muktamar Nasional Wali Gereja di Jakarta pada tahun 1976 M. Dalam hasil keputusan muktamar tersebut tercatat: Adalah merupakan kewajiban bagi kita komunitas Kristen untuk memastikan bahwa arah perpolitikan Negara tetap mengarah dan berkiblat ke Barat, terutama kepada Amerika Serikat. Kalian harus mengetahui bahwa Golkar dan pemerintahannya berkiblat ke Amerika. Inilah alasan mengapa kita mengarahkan para pengikut Kristen agar berafiliasi kepada Golkar dan berupaya untuk memenangkannya pada setiap Pemilu. Selayaknyalah para pengikut Kristen mengetahui bahwa Golkar adalah partai Kristen. Dialah yang bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan missi Kristen hingga batas-batas yang kita saksikan sekarang di Indonesia. Kita juga harus terus dapat memastikan bahwa media cetak Indonesia, siaran radio, dan Televisi menyiarkan tentang hal-hal yang kontroversi seputar Islam dan menyebarkan beragam fitnah terhadap barisan kaum Muslim agar mereka terpropokasi untuk melakukan pertengkaran sesama mereka. Adu dombalah, cerai beraikan, kuasai dan aturlah mereka sedemikian rupa. Itulah strategi dan taktik kita untuk dapat menundukkan kaum Muslim di Indonesia.

Kita harus memanfaatkan beragam Koran dan media lainnya yang berada di bawah kendali kita untuk menyebarkan propaganda yang dapat mengoyak kesatuan kaum Muslim di Indonesia. Hal ini sebanarnya sangat jelas mengingat peran politik mereka sangat kuat dalam bentangan sejarah Negara Indonesia. Salah satu peran politik kaum Kristen di Indonesia adalah masalah sila pertama dalam Pancasila. Pada awal pembentukannya, bunyi sila pertama adalah ketuhanan yang Maha Esa dengan kewajiban melaksanakan syari’at Islam bagi pemeluknya. Namun karena resistensi dari warga Indonesia bagian timur yang merupakan reperesentasi agama Kristen, penghapusan kata yang mengadung kewajiban melaksanaan syari’ah bagi pemeluk agama Islam pun dihapus. Yang menjadi masalah di sini bukanlah terkait penghapusan tersebut, tetapi terkait tentang betapa jangkaun politis kaum Kristen di Indonesia memang kuat.

Di sisi lain, terelpasnya Timor Timur dari wilyah kesatuan Republik Indonesia juga berindikasi kuatnya peran politik kaum Kristen di Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari peranan penting yang dimainkan oleh Uskup Belo dalam upaya penyebaran informasi subyektif tentang upaya-upaya licik ABRI untuk mengislamkan penduduk Timur Timor. Propaganda Uskup Belo tentang kondisi Kristen yang mengalami degradasi akibat upaya islamisasi yang dipelopori oleh ABRI tersebut berlangsung cukup lama. Sekali pun bukti lapangan menegaskan kondisi sebaliknya. Selama Timor Timur berada dalam wilayah NKRI pertumbuhan penduduk Kristen mengalami kenaikan secara signifikan. Hal tersebut terbukti karena sensus penduduk pada tahun 1972 menunjukkan jumlah penganut Kristen berjumlah sekitar 187.540 jiwa dari jumlah total penduduk setempat yang mencapai 674.550 jiwa. Yakni bahwa persentase mereka pada tahun 1972 adalah 27,8 %. Lalu pada tahun 1994 jumlah penganut Kristen mencapai 722.789 jiwa dari jumlah total penduduk sekitar 783.086 jiwa. Ini berarti bahwa prosentase ummat Kristen berada pada kisaran 92,3 % sementara kaum Muslim hanya berjumlah 3,1 % saja.

• Aspek Kemasyarakatan
Dalam aspek ini, pertumbuhan jumalah kaum Kristen di Indonesia dan terjadinya penurunan persentase penganut agama Islam secara umum merupakan bukti nyata. Ada sebuah analisayang menganggap bahwa hal tersebut terjadi sebagai akibat dari keberhasilan KB yang digencarkan oleh pemerintah terhadap masyarakat. Di sisi lain, menguatnya missionaries dalam menjalankan aktifitasnya juga ditengaraisebagai factor lain. Kedua alasan tersebut adalah sisi pandang yang dikemukakan oleh MUI dan sebagai temuan yang juga diperkuat oleh Deperetemen Agama. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang pernah dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 1990 ditemukan fakta bahwa ddari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, prosentase umat Islam mencapai 87, 3 %. Sementara ummat Kristen berjumlah 9,6 % (Portestan 6 % dan Katolik 3,6 %), Hindu 1,8 %, Budha 1% dan agama lain 0,3%.

Selain hal di atas, fenomena libur Nasional pekanan bagi semua aktifitas formal yang ditetapkan pada hari Minggu juga dianggap sebagai bagian dari pengaruh Kristen di Indonesia. Tetapi asumsi demikian dianggap berlebihan mengingat perkembangan jumlah masjid terutama di wilyah perkantoran dan di kota-kota besar di Indonesia banyak diilhami oleh kebutuhan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu dan terutama shalat jum’at di tempat kerja. Jika kemudian libur nasional dikaji ulang dan disepakati pada harui jum’at, lalu karena pertimbangan yang sama kaum Kristen di Indonesia meminta permbangunan gereja di lingkungan kerja tentu juga akan menjadi permsalahan baru. Belum lagi jika kita melihat fenomena perkembagan keislaman yang kini tumbuh dengan baik di kalangan professional perkantoran yang mengandalkan sisa-sisa waktu yang ada untuk melakukan kajian keislaman pekanan dengan mendatangkan nara sumber ahli.

Tetapi jika pada kenyataannya bahwa ummat Kristen memanfaatkan media televise dalam rangka penyampaian nilai-nilai kristiani kepada pemirsa yang baisanya dilakukan pada hari Minggu mungkin sedikit memiliki relevansi. Menginagat hari minggu sebagai hari liburan biasanya dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk duduk di depan tv. Tetapi sebagaimana kita saksikan setelah terjadinya reformasi, tampilnya ustadz kondang, terutama KH Gymnastiar juga mengambil bentuk yang sama. Sehingga penomena demikian sesungguhnya tidaklah bisa dipandang bias hanya karena adanya kemiripan semata.

• Aspek Pendidikan
Salah seorang missionaries pernah berkata, sebagimana dikutip oleh Kholidi dari buku Re-Thingking Mission “sekolah-sekolah yang dikelola oleh missi Kristen di seluruh Negara haruslah memiliki tujuan yang sama. Yag paling pokok adalah sekolah-sekolah haruslahberfungsi sebagai sarana utuk menciptakan pendeta-pendeta gereja. Sehingga materi-materisekuler yang diambil dari buku-buku Barat dan diajarkan langsung oleh guru-guru dari Barat, harus membawa pola pemikiran Kristen.”

KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas, kristenisasi sebagai lawan kata dari islamisasi adalah merupakan upaya untuk mengembangkan ajaran Kristen terhadap kalangan internal maupun kalangan eksternal. Dalam batasan demikian, missi Kristen dainggap tidak bermasalah karena itu merupakan perwujudan dari hak masing-masing agama untuk mengekspresikan dirinya kepada mayskarakar luas. Permasalahan terjadi ketika missi tersebut disertai dengan cara-cara yang tidak lazim, sebagaimana ditunjukkan dalam makalah, seperti pendirian gereja di kawasan yang tidak memiliki jumlah pengikut hingga jumlah tertentu, sebagimana telah disepakati bersama.

Cara-cara seperti menciderai kehormatan muslimah, bantuam kemanusian yang disertai missi terselubung, penyebaran narkoba, pelaksanaan ibadah Kristen dengan tampilan yang berwajah islami merupakan bagian dari tata cara yang berada di luar etika keagamaan yang disandang oleh masing-masing agama. Jika dirunut lebih jauh maka akar permaslahan sesungguhnya terkait denga toleransi adalah adanya pihak tertentu dari kalangan beragama yang melanggar kode etik penyiaran agama sehingga menimbulkan reaksi dari pihak lain.

Sedangkan terkait dengan pengaruh missi Kristen di Indonesia maka aspek politik memiliki sisi yang kuat di tambah dengan efek yang besar terhadap aspek pendidikan dan kemasyarakatan.
Wallahu a’lam.