Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Doktrin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doktrin. Tampilkan semua postingan

Allah Sangat Membenci Korban Manusia


Perhatikan baik-baik apa yang tertulis dalam alkitab berikut ini.

KITAB ULANGAN
12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban .... dst.

18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Jadi, sekalipun Allah memerintah bangsa Israel untuk tetap melaksanakan kurban bakaran dan kurban sembelihan, namun ayat-ayat di atas cukup jelas menunjukkan betapa Allah sangat membenci praktek barbar manusia yang mengurbankan manusia sebagai persembahan atau penebus dosa, terlepas kepada Allah, kepada Dewa-Dewa, atau kepada Gendrewo, bahkan kepada Iblis sekalipun!

Bukan hanya benci, Allah juga tidak menunda-nunda waktu untuk "menghilangkan" kaum ini dari hadapan kita dengan cara-Nya sendiri - baca seluruh perikop Ulangan 12

Tentang konsekuensi kebencian Allah terhadap kurban manusia ini, maka seperti tercatat dalam kitab Musa, DIA memberi contoh melalui kisah keluarga Abraham, yakni ketika Allah menguji Abraham dengan perintah agar menyembelih putra yang sangat dikasihinya sebagai kurban. Kita sama-sama tahu bahwa karena kepatuhannya kepada Allah, maka walau dengan sangat berat hati namun Abraham tetap melaksanakan perintah tsb. Tapi pada detik-detik terakhir, ternyata Allah menukar putra Abraham dengan seekor domba! Kenapa?
Karena pelajaran dari peristiwa ini bukan tentang apa atau siapa yang dikurbankan, melainkan terpusat pada teladan yang dicontohkan oleh Abraham tentang kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya! Peristiwa ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa Allah tidak menerima kurban manusia!
YA! Allah menguji kepatuhan Abraham dengan memberinya ujian yang luar biasa berat bagi seorang ayah yang selama hampir satu abad lamanya memohon kepada Allah agar diberi keturunan, dan setelah pada akhirnya doanya dikabulkan dan sang anak lahir, justru kemudian Allah memintanya untuk dikurbankan. Bayangkanlah betapa beratnya ujian itu andaikata kita adalah Abraham!

Oleh karena itu, jika Allah telah demikian tegas menyatakan kebenciannya terhadap kurban manusia, bagaimana mungkin justru DIA sendiri yang mengorbankan "anak tunggal" yang sangat dikasihi-Nya sebagai kurban penebus "dosa asal" seluruh umat manusia yang sebenarnya tidak pernah ada?

Dogma gereja akan berdalih bahwa "anak manusia" bernama Yesus yang dikurbankan itu bukan manusia. Sebab tidak ada manusia yang sanggup menanggung beban dosa seluruh umat manusia, kecuali Allah sendiri. Tapi gereja lupa pada dogma "maksa" mereka lainnya, bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% tuhan!

Dengan kata lain, gereja akan berjibaku mati-matian mempertahankan dusta asal mereka tentang dosa asal bahwa sekalipun tidak ada bukti-bukti alkitabiyah yang mendukungnya, tapi Yesus harus diimani sebagai tuhan!

Ini NONSENSE!
Pertama, tidak ada satu ayat pun dalam alkitab yang dapat dijadikan dalil ketuhanan Yesus yang tidak langsung remuk dihantam oleh ayat-ayat lain dari alkitab sendiri!

Kedua, dalam Perjanjian Lama dijelaskan bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Mahapengampun, dan segala dosa manusia akan diampuni-Nya apabila manusia, sebagai hamba, benar-benar memohon ampun kepada-Nya dengan niat dan cara yang sungguh-sungguh, seperti diterangkan dalam Mazmur 51:3, Mazmur 86:5, dan Mazmur 103:11-12.

Bahkan dalam Perjanjian Baru sekalipun, hal serupa juga dijelaskan sebagaimana tercatat dalam Matius 6:14-15 dan 1Yohanes 1:9

Artinya, Allah bukan Tuhan yang haus darah seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam ajaran-ajarannya yang menyimpang jauh dari ajaran Yesus! Dan di atas semua itu, sesungguhnya tidak pernah ada apa yang disebut-sebut sebagai dosa asal, dan karenanya tentu saja tidak pernah ada pula ritual yang disebut-sebut sebagai penebusan dosa di tiang salib!

Itu sebabnya kenapa dalam kitab Kristen sendiri tidak ada satupun catatan tentang seluruh nabi dan rasul Alah yang pernah mengajarkan doktrin nyeleneh ini. Bahkan Yesus sendiri tidak pernah tahu apa itu dosa asal atau dosa waris dari Adam!

Mau bukti?
Buka 1Yohanes 4:1 dan ujilah iman Kristen sendiri!
Baca seluruh isi bible terjemah indonesia milik masing-masing dan carilah, di mana dapat ditemukan jawaban untuk pertanyaan mudah berikut ini?
  • Kapan Yesus pernah menyebut nama Adam?
  • Kapan Yesus pernah mengajarkan tentang dosa asal atau dosa waris?
  • Kapan Yesus pernah menyatakan bahwa dia dilahirkan untuk menebus dosa yang diwariskan oleh Adam?
Jika ada, maka iman Kristen benar, sebab itu berarti Yesus memang mengenal Adam dan mengerti bahwa kelahirannya adalah untuk mati konyol menjadi tumbal sebagai manusia terkutuk di tiang salib. Tapi jika tidak ada, maka cerita kita di sini yang benar, sedangkan iman Kristen salah!

Sederhana saja bukan?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem]

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:


[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Apakah "ALLAH" dan "TUHAN" dalam Alkitab adalah dua Deiti yang berbeda?


Pengikut Paulus tidak terima disebut menyembah TIGA TUHAN dan karenanya selalu berusaha untuk menjelaskan bahwa sejatinya mereka juga BERTAUHID yakni menyembah TUHAN YANG MAHAESA, yaitu SATU TUHAN, tapi dengan TIGA KEPRIBADIAN.

Untuk menegaskan "ketauhidan" ini, umumnya mereka mengutip tulisan rasul gadung Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus yang satu ini:

" .... namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." (1 Korintus 8:6)

Mencermati ayat di atas, kita yang berada di luar lingkar doktrin gereja-gereja kristen rasanya dapat dengan mudah melihat "ketidakberesan" di sini, karena apa yang kemudian menjadi dasar syahadat umat Kristen seperti tertulis dalam kredo (pengakuan iman) Rasuli misalnya, sebenarnya adalah kalimat akal-akalan saja.

Paulus coba memanipulasi pengikutnya bahwa sekalipun dia menyebut HANYA ADA SATU ALLAH yaitu Bapa di sorga, namun dia juga menyebut HANYA ADA SATU TUHAN, yaitu Yesus Kristus, yang dalam hal ini jelas menunjukkan adanya DUA DEITI yang sama-sama berstatus TUHAN! Ajarannya ini sangat bertentangan dengan ajaran semua nabi, termasuk ajaran Yesus sendiri! 

Kenapa?
Karena menurut alkitab, baik para nabi maupun Allah sendiri selalu menyandingkan kata ALLAH dan TUHAN sebagai oknum yang sama!

Perhatikan ayat-ayat alkitab berikut ini:

  • Ulangan 4:35 - Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANLAH ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia.
  • Ulangan 4:39 - Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANLAH ALLAH yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
  • Ulangan 6:4 - Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu ALLAH kita, TUHAN itu esa [Catatan: dalam Markus 12:28-34 Yesus dan seorang juru tulis Yahudi yang dia temui memahami teks ini dengan benar.]
  • 2Samuel 7:22 - Sebab itu Engkau besar, ya TUHAN ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
  • 1Raja-raja 8:60 - supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANLAH ALLAH, dan tidak ada yang lain.
  • 2Raja-raja 19:15 - Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • 1Tawarikh 17:20 - Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada ALLAH selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami
  • Mazmur 18:31 - Sebab siapakah ALLAH selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali ALLAH kita?
  • Yesaya 37:16 - "Ya TUHAN semesta alam, ALLAH Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah ALLAH segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
  • Yesaya 37:20 - Maka sekarang, ya TUHAN, ALLAH kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."
  • Yesaya 43:10-11 - Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada ALLAH dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
  • Yesaya 45:21 - Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada ALLAH selain dari pada-Ku! ALLAH yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa dalam alkitab yang membuktikan bahwa ALLAH adalah satu-satunya Tuhan!

Artinya, ALLAH dan TUHAN bukan BAPA dan YESUS seperti ajaran Paulus dalam 1 Korintus 8:6, melainkan hanya Bapa sendiri!

Jadi, mengaitkan Yesus, apalagi dengan tambahan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN, jelas bukan merupakan ajaran ALLAH dalam alkitab!

Dengan demikian, doktrin kristen yang mengklaim bahwa mereka juga bertauhid, alias hanya bertuhankan satu yaitu ALLAH saja, namun bersamaan dengan itu mengimani pula Yesus sebagai TUHAN dan Roh Kudus sebagai oknum TUHAN yang lain (lebih rinci, lihat penjelasannya di sini), jelas merupakan klaim yang bertentangan dengan ajaran nabi manapun juga, termasuk menentang ajaran Yesus sendiri! 

Perhatikan juga bagaimana jelasnya Yesus menyebut kata TUHAN dan ALLAH sebagai satu-satunya TUHAN dalam Markus 12: 29:

Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan ALLAH kita, Tuhan itu esa. Kasihilah TUHAN, ALLAHmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Jadi, membedakan ALLAH dengan TUHAN dalam pengakuan iman seperti tertulis dalam Kredo Rasuli yang menyebut-nyebut kata "Allah", "Yesus Kristus" dan "Roh Kudus" sebagai sesama tuhan sama artinya dengan secara sadar mengakui bahwa sejatinmya Tuhan umat Krisen memang ada TIGA! 

Dan Tuhan yang TIGA itu jelas bukan YHWH yang disembah oleh umat Yahudi, dan bukan pula ALLAH yang disembah oleh umat Islam. Karena bagi umat Yahudi dan umat Islam, baik YHWH maupun ALLAH adalah Tuhan yang sama-sama tidak bersekutu dengan apapun juga, apalagi sampai punya anak bernama Yesus Kristus!


Kisah Penangkapan Yesus Yang Luput Dari Perhatian Pengikut Paulus


Ini memang agak panjang, tapi kalau kalian malas bacanya, maka selamanya akan tetap bodoh seperti domba betulan!

Perhatikan!
Ini menurut "kabar burung" dari injil-injil kanonik. 

Baca lagi Lukas 22:35-36
Ketika mencoba untuk menghindari kejaran tentara Romawi yang dalam skenario para bapa gereja nantinya akan dikisahkan sebagai peristiwa heroik luar biasa Yesus yang rela mengorbankan dirinya untuk mati terkutuk di tiang salib, maka di tengah malam buta, dengan sangat tergesa-gesa Yesus mengajak 11 muridnya (Yudas tidak ikut dalam rombongan "lari malam" ini karena nanti akan menyusul bersama tentara Romawi dan para imam Taurat) untuk bersembunyi di taman Getsemani.

Lukas 22:35-36 ini menceritakan bahwa Yesus dan sebelas murid setianya sedang mempersiapkan strategi penyelamatan diri mereka dari kejaran tentara Romawi, bahkan "siap" untuk melawan mati-matian meski hanya bersenjatakan seadanya, yaitu beberapa batang tongkat dan dua bilah pedang(?).

[22:35] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?" 
[22:36] Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.

Perhatikanlah bagaimana suasana kepanikan mereka yang di satu sisi harus segera melarikan diri, sementara di sisi lain perbekalan mereka, terutama senjata, benar-benar sangat minim.

Dalam adegan di taman Getsmanilah kemudian kita bisa membaca sendiri dari injil-injil kanon kalian bagaimana paniknya Yesus -- anak manusia yang kalian anggap sebagai tuhan itu -- hingga mengungkapkan perasaannya seperti lazimnya makhluk lemah tak berdaya dengan berkata "ingin mati rasanya" saking takut kepada besarnya ancaman yang sedang mendatangi dirinya. Pada situasi genting ini, Yesus masih mengandalkan perlindungan dari 3 muridnya yang gagah; Petrus dan dua anak Zebedeus. Baca lagi Matius 26:36-38 di bawah ini,

[26:36] Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 
[26:37] Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 
[26:38] lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. "

Coba pikir sendiri, mungkinkah tuhan mengandalkan keselamatan dirinya pada perlindungan dari makhluk ciptaannya sendiri? Tentu saja TIDAK!

Itu sebabnya sebagai hamba Allah yang taat, Yesus kemudian menggantungkan nasibnya kepada kemahakuasaan Allah, seperti dapat disimak dalam permohonannya kepada Allah yang dengan jelas mengungkapkan penyerahan diri secara total (sesuai definsi "Muslim" menurut terminologi dalam ajaran Islam) kepada kehendak Allah. Bukan kepada kehendaknya sendiri yang tentu saja lebih pilih melarikan diri sejauh-jauhnya dari kejaran tentara Romawi daripada mati konyol di tiang salib!

Teks lengkap doa Yesus bisa kalian simak dalam Lukas 22:42 ini,

"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Lalu apa yang terjadi?
Laporan selanjutnya tertulis dalam Lukas 22:43-44 begini:

"Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah."

Sampai di sini, kita stop dulu sejenak. Kalian bacalah sekali lagi penggalan cerita ini mulai dari awal sampai ke bagian ini.

Kenapa?
Supaya kalian bisa lihat sendiri bahwa sama saja seperti kita semua, Yesus juga makhluk ciptaan Allah yang lemah, punya rasa gentar dan sangat takut pada ancaman terhadap keselamatan jiwanya, bahkan bisa demikian panik sampai ingin mati (maksudnya jelas: bunuh diri) daripada mati terhina di tiang salib!
Sampai di sini, cukup jelas ya?
YESUS TAKUT DAN TIDAK SUDI MATI SECARA HINA DINA DI TIANG SALIB!
Nah, sekarang catat yang lebih penting untuk kalian ingat baik-baik dalam benak kalian, yaitu berita dari kitab kalian sendiri yang mengabarkan bahwa di atas semua rasa gentar dan takutnya itu, ternyata Yesus lebih takut lagi melihat wujud malaikat Allah!

Coba kalian PIKIR SAJA SENDIRI deh; 
Masa sih ada tuhan yang takut pada makhluk ciptaannya sendiri?

Jika kalian angap itu wajar dalam apa yang kalian yakini sebagai "dwinatur" Yesus, maka persoalannya akan semakin ruwet! Bukankah doktrin dwinatur ini yang melahirkan jargon Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan?

Kalian tahu bagaimana seharusnya memahami jargon konyol tsb?
Pada saat yang sama ketika Yesus adalah 100% manusia, saat itu juga dia adalah 100% Tuhan! Artinya, kapanpun juga, di manapun juga, dalam situasi seperti apapun juga, Yesus yang 100% manusia itu adalah adalah 100% Tuhan!

Tapi pada kenyataannya, kuulangi, pada kenyataannya tokh selama hidupnya Yesus adalah manusia biasa seperti kita-kita ini, dan tak ada secuilpun natur ilahi pada dirinya seperti sudah sama-sama kita buktikan di atas tadi. Jadi, wajar saja jika dia bisa sampai demikian takutnya melihat Malaikat Allah!

Kalian bayangkanlah sendiri betapa dahsyatnya wujud Malaikat Allah yang datang untuk memberi Yesus kekuatan ini dibandingkan dengan iblis yang pernah seenak perut menenteng-nenteng anak manusia yang kalian jadikan tuhan itu dari satu tempat ke tempat lainnya, bahkan begitu kurang ajarnya menaruh Yesus di atap Bait Allah lalu menyuruhnya melompat ke tanah supaya seluruh tulang belulangnya remuk redam! 

Kepada Iblis yang pasti wujudnya menyeramkan saja Yesus tidak takut, tapi kenapa kepada malaikat Allah dia demikian takut sampai keringatnya menetes deras bagai darah yang tercurah ke bumi?

Ini kan sudah lebih dari cukup sebagai bukti bahwa Yesus bukan tuhan? 
Jika benar dia adalah tuhan, tentu iblis tidak akan berani sekurang ajar itu terhadap dirinya, dan yang pasti Malaikat tidak perlu datang untuk memberinya kekuatan, bukan?!

Kita lanjutkan sedikit lagi.
Setelah malaikat Allah memberinya kekuatan, maka cerita ketakutan Yesus tadi berobah menjadi keberanian yang luar biasa!

Tentang ini bisa kalian ikuti kisahnya dalam Markus 42:32-50, di mana ketika akhirnya Yesus ditawan oleh tentara Romawi, semua muridnya langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri masing-masing!

Makanya, kisah selanjutnya menjadi "mbulet", karena kebenaran peristiwa penyaliban Yesus itu tidak dapat dipercaya sepenuhnya dan TERBUKTI tetap menjadi MISTERI hingga hari ini.

Kenapa misteri?
Sebab segala cerita yang tertulis dalam kitab kalian tentang apa yang terjadi setelah Yesus ditawan oleh tentara Romawi jelas tidak bisa diterima sebagai kebenaran absolut sebab dikarang oleh penulis injil yang tidak jelas identitasnya, bukan saksi mata kejadian sebenarnya, bukan pula murid Yesus, bahkan baru mulai direka-reka supaya sesuai dengan kehendak para bapa gereja sekitar 50 s.d 100 tahun setelah Yesus "raib" entah ke mana! 

Sampai di sini, harap kalian GARISBAWAHI dan INGAT BAIK-BAIK!
Bagi umumnya umat Islam, atau paling tidak bagi GM sendirilah dulu, kisah di atas itu tidak penting karena pada prinsipnya tidak ada urgensinya dengan iman umat Islam. Tapi di lain pihak menjadi sangat penting untuk kalian ketahui karena jika pendeta kalian tidak pernah menceritakannya seperti yang GM suguhkan ini, setidaknya kitab kalian sendiri sudah membuktikan bahwa dari sepotong cerita di atas saja, sudah bisa ditarik kesimpulan sangat logik; MUSTAHIL Yesus adalah Tuhan!
Sedangkan tentang keyakinan kalian bahwa Yesus mati di tiang salib guna menebus dosa umat manusia sesuai nubuat para nabi terdahulu, juga tidak kalah mustahilnya. Sebab sekalipun sudah "di-othak-athik-gathuk" oleh para Bapa Gereja supaya Yesaya 52 dan 53 menjadi cocok untuk nubuat penyaliban Yesus, nyatanya cerita itu adalah nubuat yang salah alamat! Ini membuktikan bahwa hanya dari sepotong kisah di atas saja sudah tampak jelas bahwa Yesus tidak sudi disalib bahkan lebih pilih bunuh diri daripada mati konyol di tiang salib!

Itu sebabnya kenapa Gus Mendem "Sitopap Salimbubu" ini (tanya artinya pada orang batak​) memilih untuk jadi "penghalang" alias "batu sandungan" buat siapapun dari kalian yang coba memaksakan iman "bodong" kristen (layaknya motor bebek tahun 70-an tanpa surat-surat) kepada sodara-sodara muslimku di manapun juga!

Lalu, apakah cuma itu alasannya kenapa tiba-tiba saja GM mengupas serba sedikti kisah tentang penangkapan dan penyaliban Yesus di atas? 
Jawabnya TIDAK JUGA!

Alasan lainnya adalah karena aku sempat membaca TS tolol dari kawan kalian  yang sudah lama terbukti selalu berpikir menggunakan otak domba betulan dalam salahsatu lapaknya menulis begini:
Re-Quote:
"Jika kau berkeras maka jibril akan susah payah hidup dalam diri Isa almasih.
---> jiwanya Almasih diperkuat oleh RK (QS 5:110).
Kecuali kau bilang Jibril berinkarnasi dalam tubuh Isa."
(Lihat selengkapnya di sini) 
Ini bukti bahwa kawan kalian itu sama tidak tahunya dengan kalian bahwa QS. 5:110 sebetulnya sudah sejak lama dijelaskan oleh kitab kalian sendiri!

Yang dimaksud dalam QS 5:110 sudah ditunjukkan oleh Lukas 22:43 di mana diceritakan Allah mengirim Malaikat untuk memberi nabi-Nya kekuatan dalam menghadapi detik-detik akhir menjelang peristiwa penyaliban yang hingga detik ini sampai datangnya kiamat nanti akan tetap tinggal sebagai teka-teki, khususnya bagi kalian.

Jadi, arti QS 5:110 itu bukan menjadikan penghulu para Malaikat bernama Jibril alayhi salam untuk selamanya berada di sisi, apalagi sampai berinkarnasi ke dalam wujud nabi Isa alaihissalam, cuma sekedar untuk pemberi kekuatan doang! 

Ini jelas menyalahi kodratnya sebagai Malaikat pembawa wahyu Allah kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun di seantero jagad raya ini sejak awal penciptaan alam semesta hingga kiamat nanti!

Lantas, kenapa Yesus diceritakan demikian takut melihat Malaikat Jibril?

Jawabnya, jelas saja takut! Sebab wujud Malaikat yang selanjutnya dikisahkan dalam Lukas 22:44 memang luar biasa dahsyat sebagaimana digambarkan dalam beberapa hadits, antara lain yang "soft" saja deh, misalnya dalam kitab tafsir Sowi halaman 176 Jilid 4.

Dikisahkan Nabi Muhammad melihat Malaikat Jibril menampakan diri (untuk yang pertama kali) yang tingginya telah ada di ufuk (melewati batas penglihatan).

Maka bertanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam

"Wahai Jibril aku tidak mengira bahwa Allah menciptakan makhluk (yang sangat besar) seperti bentuk mu ini.

Malaikat Jibril menjawab: "Wahai Muhammad. "Aku (hanya) membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat."

"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata: "Sesungguhnya penciptaanmu sangat Besar"

Malaikat Jibril berkata: "Dan tidaklah aku disamping ciptaan-ciptaan Allah hanyalah sesuatu yang kecil. Dan Allah telah menciptakan Israfil, dia lebih besar dan memiliki 600 sayap, dan setiap sayapnya seukuran seluruh sayapku. Sesungguhnya dia melipat sayapnya karena takut kepada Allah, sampai-sampai dia melipatnya sekecil mungkin."

Sedangkan pada saat-saat lain bertemu dengan Nabi dalam wujud manusia, Malaikat Jibril biasanya selalu mengenakan busana kebesarannya, putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Kalian mau tau juga seberapa besar malaikat Isrofil sang peniup terompet kematian seluruh makhluk Allah pada hari kiamat nanti?

Baca catatan lama GM di sini

Nah, sekarang kalian sudah tau bukan, kenapa bagi umumnya umat Islam Mustahil Yesus adalah tuhan?

Kenapa, coba?
Karena jangankan Al-Quran, sedangkan kitab kalian sendiri juga membuktikan bahwa dia memang BUKAN Tuhan!

NGERTI ya?

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem | Orat-oret akhir pekan kedua Januari 2018]

Sepenggal Cerita Yesus Tentang Tuhan Tritunggal


Suatu ketika, ...

"Maukah kalian kuberitahu bahwa injil mereka sendiri membuktikan bahwa ajaran tentang Tritunggal itu sebetulnya cuma dusta?" 

Para sahabat menjawab, "Ya, Rabi, ceritakan pada kami!" 

Dan sang Guru pun berujar, "Dalam kitab mereka yang diberi nama Markus, penulisnya mengutip perkataan yang konon katanya berasal dariku begini: 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Markus 3:28-29) 

Kemudian penulis kitab mereka yang lain, mengaku bernama Lukas, ikut pula mengutip ucapan yang sama dengan cara menjiplak dari Markus seperti ini:

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. (Lukas 12:10) 

"Ini hanya satu dari banyak bukti lain dalam kitab mereka bahwa ajaran Tritunggal itu adalah dusta. Tahukah kalian mengapa aku berkata demikian?" 

Para sahabat menjawab, "Hanya Allah dan Utusan-Nya yang paling mengetahui, maka beritahu kami, ya, Rabi!" 

Sang Guru pun melanjutkan, "Karena imam-imam mereka mengajarkan bahwa Bapa, Aku, dan Roh Kudus adalah tiga oknum berbeda tapi satu hakekat. Mereka mengimani bahwa Aku adalah Bapa, Bapa adalah Roh Kudus, atau Roh Kudus adalah Bapa dan Bapa adalah Aku. Intinya, menurut imam-imam mereka aku adalah Tuhan!

Ini tentu akan sangat sulit untuk kalian fahami,  sebab aku sendiri pun tidak faham, sama dengan mereka sendiri yang juga tidak faham bagaimana menjelaskan tuhan Tritunggal ini, karena sudah terbukti belum ada seorang pun dari mereka yang dapat menjelaskannya kepada orang banyak kecuali secara taqlid buta mengimaninya begitu saja. 

Jadi, cukuplah kalian ingat bahwa mereka percaya tidak ada perbedaan sedikit pun antara Bapa, Aku, dan Roh Kudus. Sebab menurut mereka, derajatku sama tingginya dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus yang dianggap sebagai kesatuan Tritunggal Yang Esa." 

Para sahabat berkata, "Selain mengatakan dirimu sebagai Tuhan dan meletakkan derajatmu sama tinggi dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus adalah dusta yang nyata, maka dusta apa lagikah yang mereka lakukan, ya, Rabi?” 

[Matius 23:1] Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridnya, katanya:

“Markus dan Lukas dalam kitab mereka menuliskan bahwa semua dosa dan hujat anak manusia kepada siapa pun, termasuk kepada diriku dan kepada Bapa, akan diampuni kecuali, ingat, kecuali menghujat Roh Kudus. Dosa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni untuk selama-lamanya! 
"Akan tetapi jika mereka mempercayai bahwa Aku, Bapa, dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu sama lain, mengapa hanya dosa menghujat Roh Kudus saja yang tidak diampuni? Bukankah menurut iman mereka sendiri sesungguhnya menghujat Aku dan menghujat Bapa sama saja artinya dengan menghujat Roh Kudus?" 
Dengan demikian, kitab mereka sendiri membuktikan secara terang benderang bahwa Tuhan Tritunggal itu tidak ada! Kitab mereka sendiri yang menunjukkan bukti bahwa Aku tidak sama dengan Bapa, Bapa tidak sama dengan Roh Kudus, demikian pula sebaliknya. 

Seperti kalian ketahui, sesungguhnya kami adalah tiga oknum yang terpisah. Aku hanya seorang Nabi, Roh Kudus hanya malaikat pengantar wahyu, sedangkan Bapa adalah Allah, satu-satunya Tuhan Semesta Alam yang sejati!” 

[Matius 26:1] Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

"Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" (Markus 12:29) 


[Sumber: Injil kanon Markus, Lukas, dan Matius]



Tragedi Jambu Kluthuk!


Saya punya satu cerita menarik dengan 2 versi.


VERSI PERTAMA

Begini:
Lurah kampung kami terkenal sebagai orang tua yang tegas, namun arif lagi bijaksana dalam segala hal.

Suatu ketika, beliau memergoki 2 orang anak tetangga mencuri sebiji jambu kluthuk di halaman belakang rumahnya. Karuan saja anak-anak ini langsung dia tangkap, kemudian ditegur dan dinasehati bahwa mengambil buah jambu kluthuk di halaman orang lain secara diam-diam itu salah.

Karena sadar akan kesalahannya, anak-anak ini kemudian memohon maaf kepada pak Lurah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

Sebagai orangtua yang arif, tentu saja pak Lurah menerima permohonan maaf anak-anak itu dengan penuh welas asih. Namun sebagai Lurah, dengan tujuan pembelajaran, beliau kemudian tidak memperbolehkan anak-anak ini untuk masuk lagi ke halaman belakang rumahnya secara diam-diam.

Sejak kejadian itu, anak-anak tadi pun tidak pernah lagi terlihat berada di dekat rumah pak Lurah.

Cerita pun TAMAT sampai di di situ.




VERSI KEDUA

Ceritanya persis sama seperti versi pertama. Cuma ada tambahan sedikit begini:
Beberapa tahun setelah kejadian itu, entah dari mana asalnya, seorang penderita gangguan ingatan masuk ke kampung kami dan berkeliling kampung mengabarkan berita kepada setiap orang yang ditemuinya bahwa dirinya adalah seorang Carik (jurutulis di kantor pak Lurah) yang diangkat langsung oleh pak Lurah dan diperintah untuk mengabarkan berita bahwa peristiwa pencurian sebiji jambu kluthuk oleh 2 anak tetangga beberapa tahun silam itu telah membuat pak Lurah sedemikian murka, sehingga untuk melampiaskan kemurkaannya kepada 2 anak tetangga yang sudah minta maaf tsb, pak Lurah menggantung anak tunggalnya sendiri sampai mati!

Menurut cerita si Carik dari negeri antah barantah ini, membunuh satu-satunya anak kandung kesayangannya itu dilakukan oleh pak Lurah sebagai penebus kesalahan yang dilakukan oleh 2 anak tetangganya!



Sampai di sini, menurut anda cerita versi mana yang 
lebih masuk akal dan lebih bisa dipercaya?  
Versi pertama, atau versi kedua?
Alasannya?




[Sumber: Gus Mendem, bermain antara iman & logika]





** Pernah diperdebatkan juga di sini

Firman Menjadi Manusia?


Kita sama-sama tahu bahwa umat kristen memahami sosok pribadi Yesus tidak terlepas dari dogtrin Tritunggal, yaitu: keberadaan Allah yang satu dalam substansi, dan tiga dalam Pribadi (keesa-jamakan).

Ini karena Sang Firman (anak) adalah Pribadi kedua dari Tritunggal (Yoh 1:1; 10:30) yang menjelma atau mengambil rupa manusia (Yoh 1:14; Flp 2:6-11), demi perwujudan keselamatan bagi manusia berdosa (Ef 1:7).

Doktrin inilah yang mendarah daging dalam kekristenan sehingga dijadikan sebagai landasan penginjilan oleh para evangelist.

KUNCI DOKTRIN kristen ini berasal dari kitab Yohanes. Karena itu, coba mari sama-sama kita fokus ke ayat Yohanes 1:1-18 saja dulu. Lihat selengkapnya di sini.

Sekarang, mari kita review kitab Yohanes ini dari 2 perspektif.
dari asal usul ayat pembuka injil Yohanes menurut kajian para pakar Alkitab,
dari arti firman itu sendiri.

1. ASAL USUL YOHANES 1:1-18
Ayat ini berasal dari Hymne Platonis yang diperkenalkan oleh cendekiawan Yahudi bernama Philo yang lahir 20 tahunleih dulu daripada Yesus kepada bangsanya, yang terjemah bebasnya begini:

“Pada mulanya adalah Logos (Firman). Logos (Firman) itu bersama-sama dengan Allah dan Logos (Firman) itu berasal dari Allah.” (pelajari selengkapnya di sini)

Penyalin Kitab Yohanes kemudian mengadopsi hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes, lalu merubah kalimat: “Logos itu berasal dari Tuhan” menjadi “Logos itu adalah Tuhan.”

Pencaplokan ajaran Platonis oleh penyalin Injil Yohanes ini, dijelaskan oleh bapa gereja Santo Agustinus begini:

“Book of the Platonis that had been translated out of Greek into Latin. In then I read, not indeed in these words but much the same thought, enforced by many varied arguments that: In the beginning was the word, and the word was with God and the word was God. All things were made by him, and without him nothing was made.”

[Buku filsafat Platonis yang diterjemahkan dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. walaupun tidak sarna persis tetapi jalan pikirannya sama, didukung oleh berbagai argumen bahwa: Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Tuhan, dan firman itu adalah (dari) dari Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh dia (firman) dan tanpa dia (firman) tidak ada yang dijadikan.]

Catatan kaki The New Testament of the New American Bible, menyatakan bahwa Yohanes 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian disisipkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut:

“John 1:1-18; “The prologue is a hymn, formally poetic in style - perhaps originally an independent composition and only later adapted and edited to serve as an overture to the Gospel.”

[Yohanes 1:1-18; prolognya berbentuk hymne bergaya puitis - kemungkinan berasal dari komposisi karya lepas yang berdiri sendiri, tapi kemudian dikutip dan diedit untuk berperan sebagai pembuka Injil.]

Jadi seharusnya, injil Yohanes 1 berawal dari ayat 19!

Demikianlah isi buku tebal yang dipercaya sebagai kitab suci oleh umat kristen, selalu saja diwarnai oleh tambal sulam yang semata-mata hanya untuk memenuhi kehendak para pendirinya yang "dari sononya" memang sudah terlalu kental dengan kepercayaan Polytheisme nenek moyang mereka sehingga dibuatlah ayat-ayat tambahan dan sisipan agar ajaran pagan yang bertuhan banyak masuk menjadi bagian dari kitab suci Kristen - lalu dinyatakan bahwa semua itu adalah - atau berasal dari firman Tuhan. Akibatnya, terjadilah penyimpangan dari ajaran Yesus yang bertuhan Esa, alias satu, menjadi bertuhan trinitas alias tiga!

2. MAKNA FIRMAN
Sekarang mari kita cermati pula, apa sih sebenarnya makna FIRMAN dalam alkitab, terutama dalam Yohanes 1:1-2?

Perhatikan alkitab kuno Klinkert Tahun 1863 (lihat di sini)

1 (KL1863) 
Maka pada† (Amsal 8:22; 1Johanes 1:1) moelanja Kalam itoe ada, maka Kalam itoe beserta† (1johanes 1:2) dengan Allah, dan Kalam itoelah Allah.

Dari alkitab klinkert kita mendapat petunjuk tentang arti firman atau kalam dalam kitab Yohanes ini yakni mengacu kepada ayat Amsal 8:22 dan 1Yohanes 1:1-2.

Mari kita simak ayatnya satu persatu, dan cermatilah yang ditulis dalam huruf tebal berikut ini:
AMSAL 8:22

22 (TB) Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

Artinya, firman adalah permulaan pekerjaan Allah dan juga sebagai hasil perbuatan Allah. Jadi semua benda dan mahluk yang ada di alam semesta ini (termasuk tentu saja Yesus sendiri - lihat Yoh 1:1-2) ada karena kehendak dan rancangan perbuatan (firman) Allah.

Sejak pada mulanya, dan dari ayat ini, posisi Yesus sudah jelas; beliau terlahir ke dunia ini atas rancangan perbuatan dan kehendak Allah. Sangat sesuai dengan pendapat Philo dengan konsep "logos" nya di atas tadi

Sekarang perhatikan ayat berikutnya:
Sejak pada mulanya, dan dari ayat ini, posisi Yesus sudah jelas; beliau terlahir ke dunia ini atas rancangan perbuatan dan kehendak Allah. Sangat sesuai dengan pendapat Philo dengan konsep "logos" nya di atas tadi (lihat lagi catatan lama GM di sini).

1YOHANNES 1:2
1 (TB) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

2 (TB) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

2 (AV) For the life was manifested, and we have seen it, and bear witness, and shew unto you that eternal life, which was with the Father, and was manifested unto us;

WAHYU 3:14
14 (TB) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah FIRMAN dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

14 (AV) And unto the angel of the church of the Laodiceans WRITE These things saith the Amen, the faithful and true witness, the beginning of the creation of God

14 (IGNT) και {AND} τω {TO THE} αγγελω {ANGEL} της {OF THE} εκκλησιας {ASSEMBLY} λαοδικεων {OF THE LAODICEANS} γραψον {WRITE:} ταδε {THESE THINGS} λεγει {SAYS} ο {THE} αμην {AMEN,} ο {THE} μαρτυς {WITNESS} ο {THE} πιστος {FAITHFUL} και {AND} αληθινος {TRUE,} η {THE} αρχη {BEGINNING} της {OF THE} κτισεως του {CREATION} θεου {OF GOD.}

Ayat-ayat ini semakin memperjelas bukti bahwa semua manifestasi dari firman adalah hidup! (Rancangan Allah yang hidup, makhluk hidup maupun benda-benda mati yang tidak bergerak dlsb) itu sudah dituliskan/dirancang oleh Allah bahkan jauh sebelum awal mula penciptaan.

Yesus memiliki pengetahuan yang baik tentang ini, dan karena itulah dia pernah berkata bahwa " .... sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada."

Coba cermati lagi dan cerna dengan baik ayat-ayat berikut:

MATIUS 4:4
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

YESAYA 44:24
"Beginilah firman Tuhan, Juruselamatmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan: Akulah Tuhan Yang Menjadikan segala sesuatu, Yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi - Siapakah yang mendampingi Aku?"

YOHANES 3:34
Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

YOHANES 12:50
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

YOHANES 14:24
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah daripada-ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

YOHANES 17:8
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

YAKOBUS 1
21 (TB) Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

22 (TB) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

23 (TB) Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

PENGERTIAN FIRMAN DALAM KITAB KEJADIAN 1
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

🔥Berfirmalah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
🔥Berfirmalah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
🔥Berfirmalah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
🔥Berfirmalah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.
🔥Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
🔥Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
🔥Berfirmalah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
🔥Allah memberkati mereka, lalu Allah Berfirmanlah kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
🔥Berfirmalah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

KESIMPULAN
Jadi sangat jelas dari ayat-ayat di atas bahwa firman adalah perwujudan dari rencana, rancangan, kehendak dan perbuatan awal Allah sendiri (tanpa campur tangan siapapun juga) yang sudah dirancang semenjak dini bagi seluruh mahluk ciptaan-Nya.

Firman adalah kalam yang berasal dari Allah. Apa pun yang ingin DIA ciptakan, maka cukup bagi-Nya berfirman; "JADI!" maka JADILAH ia! (Lihat lagi Kejadian 1 di atas)

Begitu pula halnya dengan Maria; "Hamilah Engkau!", maka hamilah Maria yang mengandung jabang bayi Yesus!

Ini sekaligus membantah bahwa Yesus berasal dari Roh Allah yang menjelma jadi manusia, dari firman, dan lain sebagainya, karena sangat tidak mungkin Allah yang mahasuci menghinakan diri menjadi mahluk ciptaan-nya sendiri.

Allah adalah Deiti Yang Mahatinggi, tidak ada satupun yang menyerupai-Nya seperti ditegaskan dalam alkitab sendiri di antaranya sebagai berikut:

[2Samuel 7:22] "Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan Allah, Sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan Tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami."

[Yesaya 43:11] Aku, Akulah Tuhan dan Tidak ada Jurselamat selan daripada-Ku.

[43:12] Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman Tuhan, "dan Akulah Allah."

[Yesaya 48:12] "Dengarlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah Yang Tetap Sama, Akulah Yang Terdahulu, Aku juga Yang Terkemudian!

[Yesaya 63:9] dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang Duta atau Utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasihNya dan belas kasihanNya. Ia mengangkat dan menggendong mereka sejak zaman dahulu kala.

[Mazmur 24:1] Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya."

[Mazmur 104:27] Dan sebagai Pemilik satu-satunya atas alam semesta, maka Dialah juga Sang Pemelihara satu-satunya atas alam semesta dan semua yang hidup di dalamnya. Dan hanya kepada-Nya saja semua makhluk berhajat dan berharap: SEMUANYA MENANTIKAN ENGKAU, supaya diberikan makanan pada waktunya."

Lagipula, jika segala sesuatu yang kemudian menjadi segala sesuatu yang berasal dari firman Tuhan dianggap sebagai Tuhan itu sendiri, maka di samping Yesus, menurut Kejadian 1 di atas, masih ada berapa banyak lagi yang harus dituhankan dan disembah oleh seluruh umat Kristen?

Coba pikirkan itu!

Nah, bagaimana?
Sudah lebih mengerti sekarang?


[Sumber: Arsip Lawas GM | William Stev | Fakultas Mendemologi - ITKK​]