Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus (Kebangkitan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus (Kebangkitan). Tampilkan semua postingan

Yesus Tidak Pernah Bangkit Dari Kematian


Tomas Terksesima, dan saking takjub, secara naluriah ia berujar, "Oh, My GOD!", persis seperti kebanyakan orang bila mengalami peristiwa menakjubkan serupa tatkala ia membuktikan sendiri bahwa Yesus yang berdiri di hadapannya ternyata bukan Hantu, apalagi Tuhan!

Ini cakep! Dan jujur saja, GM suka!

Merespons TS-GM di sini, dan mengomentari bantahan amburadul dik Agus Sholah untuk TS yang sama di sini, adik kita Sukirman menulis begini:

RESPONS PERTAMA
Re-Quote:

Masuk akal Tsnya ... tapi anehnya kalau Yesus memiliki pemahaman "Tuhan, Allahmu = Tuhan, Allah Kita (termasuk Yesus)..
Trus kok Yesus meneng wae Gus waktu Tomas menyebut Yesus sebagai Tuhanku dan Allahku?
Mbok ya Yesus protes kek, bilang kek..
"Eh Tomas... jangan kurang ajar lo.. !!
Ingat.. jargon "Tuhan, Allahku" bukan untuk Gue.. itu untuk Tuhan dan Allah yg tidak berbeda entitas yaitu Bapa.. sembarang lu... Gue kan juga sama kayak lu.. manusia biasa... "
Alih2 bilang begitu.. yuk kita lihat kronologis natsnya...
Yohanes 20:27-29 (TB)
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Bisa bantah Gus Mendem?
Jangan klaim sekedar aklamasi ya..

TANGGAPAN PERTAMA
Untuk mendapatkan gambaran utuh tentang cerita kita di lapak ini, ada baiknya jika dicermati sebentar argumen yang sama di sini, karena di bawahnya ada percakapan menarik antara dik Sukirman dengan dik Yuhana Al Dimaschi yang menganggap cuma orang indonesia saja yang berseru "OH, MY GOD!" ketika mengalami peristiwa menakjubkan seperti yang dialami oleh Tomas!

Menurutnya, ekspresi model begini tidak ditemui dalam keseharian masyarakat Yahudi.

Mungkin dik Yuhana ini adalah orang Yahudi yang lagi nyaru jadi orang Indonesia, atau orang Indonesia yang selama hidupnya tinggal di Yerusalem sehingga lebih ngerti keseharian masyarakat Yahudi ketimbang orang Yahudi sendiri! 😂

Tapi, ah sudahlah! Namanya juga kepengen dianggap keren, kan?

Menurut GM sih, rasanya akan lebih mendekati benar jika pernyataannya itu kita asumsikan saja dimaksudkannya sebagai komentar untuk penjelasan Syaikh Ahmad Deedat yang sudah terlanjur mendunia sejak lk. 15 tahun lalu, ketika debat terbuka dengan Anis Shorosh di Inggris, khususnya pada rekaman video momen ini.



Ya! Hampir semua orang bertuhan, di manapun di belahan bumi ini, dengan bahasanya sendiri-sendiri, secara naluriah akan bereaksi serupa seperti Tomas ketika diperlihatkan padanya hal-hal luar biasa yang membentur nalarnya, apalagi jika itu dianggapnya sebagai bukti kekuasaan Allah!

Dan entah sejak kapan tapi sampai sekarang; ekspresi seperti ini lazim dikenal oleh "English speaking people" dengan singkatan OMG!

Sampe di sini, perhatikan lagi TANTANGAN dik Sukirman yang GM quote dengan huruf tebal di atas; "Bisa bantah Gus Mendem?"

Seperti sudah ditulis sejak awal, ini cakep dan GM suka.

Kenapa?
Karena argumen ini memiliki dua potensi yang sama besarnya, yakni mematahkan TS-GM sampai berkeping-keping, atau justru sebaliknya!

Tapi karena masih setengah mateng, nyuwun sewu, rasanya belum waktunya untuk langsung dibantah. 

Cerita kita di lapak ini akan tambah menarik - khususnya bagi para pencari kebenaran yang mengharapkan bergulirnya dialog elegan - jika argumen diatas disajikan tuntas sehingga betul-betul "full loaded" untuk menghadirkan kekuatannya sebagai sebuah produk apologetika kristen yang berbobot.

Jadi, buat dik Sukirman,
Tolong lanjutkan cerita dari Yohanes 20:27-29 di atas sampai selesai dengan dukungan sebanyak-banyaknya bukti terkait berdasarkan ayat-ayat alkitab yang valid untuk menjelaskan dua hal ini saja:

  1. Setelah peristiwa Tomas menyebut kata "OH MY GOD!" di hadapan 10 sahabatnya sesama murid Yesus tsb, apakah kemudian dia, atau salahsatu, atau seluruh murid-murid Yesus menganggap Yesus sebagai "GOD" betulan, untuk selanjutnya menyembah sang guru sebagaimana hari ini kalian menuhankan dan menyembah guru mereka?
  2. Apakah Yohanes, orang yang namanya dinisbatkan pada injil Yohanes dan menulis secara detail percakapan dalam Yohanes 20: 27-29 tsb adalah saksi mata yang ikut menyaksikan sendiri peristiwa di mana Tomas berkata "OH MY GOD!" tadi?

SEKEDAR CATATAN
  • Kita sama-sama tau bahwa sampai hari ini autentikasi penulis injil Yohanes yang konon katanya adalah Yohanes putra Zebedeus masih menjadi perdebatan seru di antara para sarjana alkitab di seluruh dunia, dan ironisnya lebih banyak yang meragukannya ketimbang yang mendukung - tapi cuma dengan argumen ngambang - semisal; diperkirakan, diduga, lebih cocok, kemungkinan besar, dll serupa itu, sementara satu-satunya clue yang menyebutkan penulis injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus tidak sepenuhnya klop ditujukan untuk Yohanes! 
  • Alkitab sendiri menyebutkan bahwa murid yang dikasihi Yesus adalah Lazarus, sementara injil apokripa yang disebut-sebut sebagai injil Filipus memberikan informasi yang lebih masuk akal, yakni bahwa yang patut dianggap sebagai murid yang dikasihi oleh Yesus adalah Maria Magdalena, perempuan cantik yang senantiasa berada di samping Yesus dan seringkali dicium oleh Yesus, khususnya di mulut!
Monggo, Silahken!

RESPONS KEDUA
Re-Quote:

Begini ya Mas Gus Mendem yg terhormat.. perkataan itu kan diucapkan Tomas kepada Yesus ketika Yesus menampakkan diriNya yg kedua kali kepada semua murid2 Yesus dalam satu ruangan yg terkunci rapat...

Ketika itu Yesus mempersilahkan Tomas yg tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, untuk menaruhkan jarinya ke tangan Yesus bekas dipaku di salib, dan mencucukkan sekalian jarinya ke lambung Yesus yg tertembus tombak Prajurit Romawi...

Tomas tidak sanggup menyambut tantangan itu, melainkan segera mengakui Yesus yg hidup sebagai Tuhannya dan Allahnya.. !!

Jadi di sini tidak ada sama sekali kondisi kaget buat Tomas yg menjadikannya latah ...
Atas pengakuan ini Mas berdalih mengatakan bahwa itu bukanlah pengakuan, melainkan hanyalah seruan kaget (aklamasi) seperti halnya "Oh, My God !"

Ini pendalihan yg kurang bisa saya hormati (maaf)..., karena sesungguhnya Mas tau bahwa seruan "Oh, My God" justru tidak pernah tercatat sebagai suatu tradisi Yahudi Purba yg begitu mengkuduskan nama Allah...

Justru aklamasi "OMG" itu dalam bahasa Inggris... Muncul di Barat belakangan hari sebagai akibat dari sumber2 yg tersedia dalam Alkitab..

Disamping itu Mas juga sesungguhnya tau tetapi sengaja tidak menyentuh bagian dimana reaksi Yesus sebegitu menerima pengakuan dari Tomas ini..

Saya ulangi..
Yohanes 20:29 (TB)
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah Mas masih beranggapan bahwa seruan "Ya, Tuhanku dan Allahku" sama dengan "Oh My God" ?

Di sini tampak bahwa Yesus mengidentikkan seruan Tomas itu sebagai SERUAN KEPERCAYAAN, yg dihasilkan oleh apa yg dilihat Tomas.. jadi bukan suatu seruan kaget: "Ya, Allah..!"

Lalu mengenai permintaan Mas adanya bukti murid2 lain setelah peristiwa itu yg beranggapan sama seperti Tomas bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah Mereka bisa kita sinyalir sekilas melalui adanya tindakan penyembahan mereka ketika Yesus naik ke Surga..

Lukas 24:50-52 (TB)
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Dan terakhir...
Mengenai keotentikan penulis Injil Yohanes adalah Rasul Yohanes sendiri memang saya akui agak sulit membuktikannya kepada Mas.. namun setidaknya hal tersebut sudah dipercayai pada masa Irenaeus 150 M, orang2 mengakui bahwa Injil ini ditulis oleh Rasul Yohanes.. dan tidaklah mudah memastikan sejarah Yohanes sebelum Irenaeus..
Ok itu saja bantahan2 saya.. silahkan..


TANGGAPAN KEDUA
Bagaimanapun harus diakui bahwa GM menghargai respons dan sportifitas dik Sukirman untuk menuntaskan argumennya sebelum ini, sehingga sekarang kita punya satu set argumen komplit yang tentunya patut dianggap dan dipercaya sebagai argumen sangat berdasar untuk mematahkan TS-GM di atas.
Baik, kita persingkat saja!
Karena tantangan buat GM adalah seperti sudah ditulis sejak awal, "Bisa bantah Gus Mendem?, maka selanjutnya kita hanya akan fokus pada bantahannya saja.

Begini:
Untuk mengetahui secara detail kisah Tomas yang kagetan ini, sebenarnya kita harus membaca satu perikop penuh Yohanes 20:1-31. Tapi karena sudah sama-sama tau, maka cukup kita cermati lima ayat terkait saja, yaitu Yohanes 20:24-29.

BANTAHAN PERTAMA
Dalam ayat 24 diceritakan bahwa Tomas yang kebetulan tidak bersama sahabat-sahabatnya ketika untuk pertama kalinya Yesus  "menampakkan diri"   kepada murid-muridnya, menolak percaya cerita sahabat-sahabatnya bahwa mereka telah bertemu dengan sang guru. Ini sangat bisa dimaklumi, sebab seperti dikisahkan dalam Markus 14:50 & Matius 26:56; Tomas dan semua murid Yesus memilih lari tunggang langgang menjauhi Taman Getsemani guna menyelamatkan diri masing-masing, ketimbang menolong sang guru yang akhirnya digelandang oleh Pasukan Garnisun Romawi dari tempat persembunyian mereka  untuk selanjutnya menjalani prosesi apa yang diduga sebagai peristiwa penyaliban Yesus. Sama seperti murid-murid yang lain, dalam pelarian mereka, Tomas juga tidak menyaksikan peristiwa penyaliban tsb, sehingga apa yang kemudian mereka ketahui cuma berdasarkan "kabar burung"  yang beredar bahwa Yesus, guru mereka, mati disalib! 

Jadi, Tomas lebih percaya pada "kabar burung" yang didengarnya ketimbang cerita sahabat-sahabatnya sendiri. Sama seperti dalam cerita Lukas 24:36 di mana ketika didatangi oleh Yesus setelah beredarnya kabar burung tentang penyalibannya, sahabat-sahabatnya  mengira tengah melihat Hantu,  diam-diam sebenarnya Tomas juga mengira yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu bukan sang guru, tapi memang benar-benar hantu!

Itu sebabnya kenapa ia berkeras baru akan percaya bahwa Yesus masih hidup jika melihat dengan mata kepalanya sendiri kehadiran sang guru di hadapannya dan menyentuh dengan tangannya sendiri tubuh Yesus untuk memastikan bahwa yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu memang benar-benar Yesus yang masih hidup, alias bukan hantu!

Kesempatan itu datang seminggu kemudian, saat mana Tomas sedang berumpul bersama sahabat-sahabatnya, tiba-tiba saja Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan langsung menyuruhnya untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya untuk membuktikan bahwa sang guru masih hidup (baca: mencolok dengan tangannya sendiri bekas-bekas luka di tubuh Yesus).

Tidak dijelaskan apakah kemudian Tomas benar-benar melaksanakan perintah gurunya tsb atau tidak, tapi yang pasti, menyaksikan kehadiran sang guru di tengah-tengah mereka dan mendengar sendiri suara sang guru yang sangat dikenalnya itu berkata-kata padanya benar-benar membuatnya terkesima, soak, tidak tau harus berbuat apa kecuali takjub penuh syukur sehingga tanpa disadarinya ia pun bergumam, "Ya, Tuanku" (ternyata engkau masih hidup), dan "Ya Allahku" (terima kasih atas karuniamu yang sangat besar kepada kami). 

Bayangkanlah sendiri jika kita berada dalam posisi Tomas, apakah reaksi kita akan berbeda jauh dibandingkan dengan reaksi Tomas seperti di atas?
Nah, dari illustrasi logik Yohanes 20:24-28 ini, maka ucapan Yesus dalam Yohanes 20:29 pun tentu saja tidak dapat diartikan lain kecuali sebagai respons langsung atas segala perkataan dan keinginan Tomas seperti tercatat dalam Yohanes 20:25!
Dalam terjemah bebas bahasa kita sehari-hari, kira-kira Yesus menegaskan kepada Tomas begini:
Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, sekarang engkau percaya bahwa aku masih hidup, bukan? Makanya engkau harus bersyukur, sebab yang tidak melihatku saja bisa percaya bahwa aku masih hidup, bagaimana mungkin justru engkau, sahabatku sendiri, malah tidak percaya?
BANTAHAN KEDUA
Sepakat! Memang benar dalam tradisi keagamaan umat Yahudi ada larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan (lihat Keluaran 20:7). Dan sebagai keturunan Yahudi, tentu saja sejak kecil Tomas mengetahui dan mematuhi larangan ini. Jadi, agak ganjil rasanya membaca cerita pengarang injil Yohanes yang menggambarkan keadaan di mana Tomas demikian lancang melanggar larangan tsb yang dia sendiri tau akan menyebabkan dirinya berdosa besar, demikian pula Yesus, yang dalam konteks ini  sebagai guru, tapi sama sekali tidak menegurnya.

Timbul pertanyaan serius, benarkah Tomas memang mengucapkan kalimat, "Ya Tuanku, dan Allahku" seperti  tercatat dalam Yohanes 20:28, atau sebenarnya kata lain dalam bahasa Ibrani yang sudah tidak mungkin lagi diketahui secara pasti mengingat demikian berlapisnya proses terjemaham kitab Bible dari bukan bahasa aslinya Yunani ke berbagai bahasa lain di dunia.  

Artinya, sekalipun coba ditelusuri lewat codex ini atau codex itu, tetap saja sudah tidak dapat dipastikan lagi karena baik injil-injil kanon maupun semua codexnya - sebut saja misalnya codex sinaiticus - ditulis antara 50 s.d 350 tahun setelah peristiwa yang diceritakan oleh pengarang injil Yohanes tsb terjadi. 

Tapi karena yang tertulis dalam berbagai terjemahannya sudah demikian, maka mari kita ikuti saja maunya sang pengarang!

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terlepas apapun kebangsaannya, reaksi naluriah rata-rata orang bertuhan jika dihadapkan pada situasi seperti yang dialami oleh Tomas biasanya tanpa sadar akan mengucapkan kata-kata semisal, "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!", atau kata lain serupa itu,  maka demikian pula halnya dengan bangsa Yahudi. Hanya saja karena mereka terikat, dan mengikatkan diri, pada seluruh ketentuan hukum Tuhan dalam kitab Taurat, maka untuk tetap menghormati dan mematuhi larangan seperti tertulis dalam Keluaran 20:7 tadi, sejak kanak-kanak mereka sudah dibiasakan untuk mengucapkan kata atau kalimat lain guna mengekspresikan perasaan yang sama artinya dengan OMG! Dan kata yang paling populer adalah "Hashem Yishmor!"  (silahkan pelajari sendiri penjelasan panjang lebarnya dari berbagai literatur Yahudi yang tersedia di ranah publik, atau cermati penjelasan ringkasnya di sini atau di sini).
Artinya, anggapan sementara orang bahwa mustahil umat Yahudi mengucapkan kata semisal "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!" memang ada benarnya. Tapi bukan berarti bahwa mereka tidak dapat mengekspresikan perasaan takjub dan takzim kepada Tuhan dengan menggunakan kata lain yang maksudnya persis sama dengan OMG!

BANTAHAN KETIGA
Lukas 24:50-52. sebagai dalil pembenar untuk menjawab pertanyaan konfirmasi apakah setelah peristiwa Tomas mengucapkan kata "Oh, My GOD" (pengarang Yohanes 20:28 menuliskan redaksinya dalam format yang asing bagi umumnya penutur bahasa-bahasa semitik; "Ya Tuhanku dan Allahku!") di hadapan Yesus lantas Tomas sendiri, atau salahsatu murid Yesus, atau seluruh murid beliau menganggap sang guru sebagai Tuhan dan selanjutnya menyembahnya sebagaimana yang dilakukan oleh umat Kristen sekarang ini, tidak dapat diterima.

Penelusuran ke dalam Bibel menunjukkan bahwa sekalipun Yesus sudah tidak bersama mereka lagi, hampir 30 tahun lamanya murid-murid beliau tetap melaksanakan perintah sang guru untuk mewartakan injil ke seluruh wilayah permukiman bangsa Israel dengan pesan utama, "shema Yisrael" sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus sendiri dan tercatat dalam Markus 12:29:

Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Perhatikan kalimat "Tuhan Allah Kita" dan kata "esa" dalam seruan Yesus yang juga merupakan seruan yang sama dari murid-murid beliau kepada seluruh bangsa Israel. Kata "kita" dalam kalimat tsb sangat jelas menunjukkan bahwa kedudukan Yesus dan murid-murid beliau, termasuk kedudukan seluruh bangsa Israel yang mereka seru, adalah sama. Yakni sama-sama hamba yang harus mendengarkan - dan tentu saja  mematuhi - segala kehendak Allah yang dinyatakan oleh Yesus sebagai "Tuhan Kita Yang Esa", alias sebagai satu-satunya Tuhan bagi seluruh bangsa Israel di mana Yesus sendiri termasuk di dalamnya!

Siapapun yang merasa tidak sependapat dengan seruan tsb boleh mengganti sebutan Allah dalam teks terjemah Indonesia di atas dengan kata atau nama lain yang dianggap lebih benar, namun hal itu sama sekali tidak akan merobah arti dari seruan sekaligus pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau bukan Allah, tapi hamba Allah yang diutus untuk menyeru bangsa Israel agar menyembah Allah !

Seluruh murid Yesus yang berjalan berdampingan bersama beliau selama 3,5 tahun tentu mengetahui lebih banyak hal tentang guru mereka dibandingkan dengan kita semua. Itu sebabnya kenapa  di dalam injil-injil kanonik  tidak pernah kita temukan informasi dari mereka, bahkan sekedar indikasi sekalipun, bahwa ada di antara murid-murid Yesus yang menuhankan dan menyembah sang guru. Sampai semua murid-murid Yesus tutup usia, tidak pernah ditemukan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ada di antara mereka yang menuhankan Yesus seperti halnya umat kristen sekarang ini.
Jadi, cerita pengarang injil Lukas dalam Lukas 24:50-52 yang menyebutkan bahwa, konon katanya, sesaat setelah Yesus terangkat ke sorga semua murid-murid Yesus sujud menyembahnya, sangat diragukan kebenarannya. Sebab seperti pengakuan sang pengarang sendiri dalam Lukas 1:1-4, apa yang dia tulis dalam bukunya itu sepenuhnya berasal dari hasil nguping kanan kiri, alias cuma kabar burung!

Bagaimana mungkin dia dapat mengisahkan secara detil gossip tentang kenaikan Yesus ke sorga, padahal dia sendiri tidak berada di lokasi kejadian sebagai saksi mata peristiwa mahadahsyat tsb?
Keterangan para Bapa Gereja awal yang menyatakan bahwa semua tulisan pengarang Bible - termasuk pengarang injil-injil kanonik - diilhami oleh Roh Kudus juga sama tertolaknya; sebab di dalam Bible sendiri tidak pernah ditemui keterangan yang sama, baik yang dinyatakan oleh para pengarang dimaksud, apalagi pernyataan dari Roh Kudus yang dicatat oleh para pengarang Bible!

BANTAHAN KEEMPAT
Tentang siapa sebenarnya pengarang injil Yohanes, khususnya yang berkisah dalam Yohanes 20 di atas, sama-sama kita ketahui sangat sulit untuk dipastikan, bukan hanya sebelum masa Iranaeus (150M) saja, tapi bahkan sampai sekarang, karena terbukti bahwa sampai hari ini pun para sarjana alkitab di seluruh dunia masih saling silang pendapat tentangnya!

Dalam konteks ucapan Tomas pada Yohanes 20:28 yang oleh umat Kristen dijadikan sebagai salahsatu dalil pembenar ketuhanan Yesus, nyatanya autentisitas sang pengarang ini meninggalkan beberapa pertanyaan serius yang sangat prinsipil dan berakhir di jalan buntu.

Tidak ada otoritas gereja manapun yang dapat membuktikan secara pasti bahwa sang pengarang berada di tempat kejadian dan merupakan salahsatu saksi mata peristiwa dramatis pertemuan antara Tomas dan Yesus seperti yang diceritakannya sendiri itu. Hal ini, sekali lagi, membawa kita kembali ke pernyataan pengarang injil Lukas dalam Lukas 1:1-4, bahwa apa yang kita baca dalam Yohanes 20: 24-29 sebenarnya hanyalah cerita berdasarkan kabar burung, atau lebih buruk lagi; cuma hasil imajinasi sang pengarang saja!
Hal luar biasa aneh yang sama tidak terjawabnya adalah, jika dia dapat bertutur secara detail tentang Yesus setelah "bangkit dari antara orang mati", berbincang dengan Maria Magdalena, bertemu dengan murid-muridnya dll, kenapa pengarang ini tidak melanjutkan ceritanya sampai ke peristiwa kenaikan Yesus ke sorga seperti yang dikisahkan secara sangat ceroboh oleh Paulus dan pengarang injil  Markus maupun pengarang injil Lukas? 
Jawaban logiknya adalah karena peristiwa kenaikan Yesus ke sorga versi Paulus, Markus, dan Lukas itu memang tidak pernah terjadi!

Bukan hanya itu, Yesus yang dipercaya oleh umumnya umat kristen pernah mati di tiang salib dan bangkit dari kematian juga tidak pernah terjadi!

Silahkan dicermati lagi semua links yang GM tautkan dalam cerita kita di atas. Bila dirasa masih ada yang perlu diperdebatkan lebih jauh, monggo dilanjut lewat pilihan kolom komentar yang disediakan oleh facebook atau oleh blogger di bawah ini.

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



[GM | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]


Yesus Tidak Pernah Bangkit Dari Kematian Dan Tidak Pernah Jadi Tuhan


Lewat "pesan rahasia" kisah nabi Yunus, Yesus memastikan bahwa dirinya TIDAK AKAN MATI di tiang salib! Dan secara kitabiah maupun logika hal itu memang terbukti, BENAR adanya!

Kenapa?
Karena alkitab membuktikan bahwa nabi Yunus tidak pernah mati selama berada di perut ikan besar, semantara kita semua tau bahwa hanya orang sehat yang masih hidup sajalah yang dapat "bangun sendiri" lalu meninggalkan pembaringannya tanpa perlu bantuan orang lain!

Sedangkan orang mati tentu saja MUSTAHIL dapat "bangun sendiri", lalu meningalkan makamnya tanpa bantuan orang lain, atau kuasa dari kekuatan supranatural lain.

Adapun BANGKIT DARI KEMATIAN hanya dapat terjadi bila ada campur tangan dari yang mahakuasa atas roh dan nyawa setiap makhluk hidup, yaitu Allah, Tuhannya Yesus!

Dan ternyata cerita dalam injil-injil "Conan The Barbarian" versi gereja (lihat lagi Kredo Rasuli) yang mengisahkan kebangkitan Yesus menyebut adanya campur tangan dari Tuhannya Yesus (baca kesaksian Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:32), maka dengan sendirinya MEMBUKTIKAN bahwa:

  1. Yesus tidak pernah bangkit dari kematian, sehingga kebangkitannya pun TIDAK PERNAH DAPAT DIJADIKAN DALIL bahwa dia "sukses" melawan maut,
  2. Yang sesungguhnya terjadi adalah; dia "bangun sendiri" dari semaputnya (akibat babak belur dihajar pulang pergi oleh serdadu Romawi), kemudian merasa haus dan lapar seperti manusia manapun yang baru siuman dari semaput selama lebih dari 2 hari, lalu bergegas menuju rumah yang dia ketahui selalu tersedia makanan - yakni salahsatu rumah muridnya - untuk minta makan!
  3. Karena ketika terjadi penangkapan terhadap sang guru semua muridnya kabur tunggang langgang menyelamatkan diri masing-masing (Markus 14:50), maka tidak ada satupun dari mereka yang hadir menyaksikan dengan mata kepala sendiri seluruh proses yang disebut-sebut sebagai penyaliban dan kematian Yesus, selain cuma mendengar kabar burung bahwa "YESUS MATI DISALIB", maka wajar saja jika ketika Yesus muncul di hadapan mereka (Lukas 24:37), semuanya mengira yang muncul itu adalah HANTU!
  4. Tapi kemudian Yesus berhasil meyakinkan mereka bahwa dirinya bukan HANTU, apalagi TUHAN! Selanjutnya, setelah Yesus kenyang menyantap ikan goreng, merekapun bersukacita menemani sang guru berjalan ke luar kota, di mana mereka mendapatkan gagasan untuk mengarang sebuah cerita ajaib, dan tentu saja kebenarannya mereka rahasiakan, kemudian kembali ke desa dan menyebarkan kabar bahwa Yesus "ngapung" ke langit lalu duduk disampiung Bapa (Lukas 24:50-53).
  5. Secara taktis-strategis, seperti sudah mereka praktekkan ketika beramai-ramai kabur dari kejaran serdadu Romawi ke taman Getsmani sebelum peristiwa penyaliban,  penyebaran berita HOAX itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan sang guru dari kejaran para imam Taurat dan serdadu Romawi berikutnya. Karena bila yang disebut belakangan ini mengetahui bahwa ternyata sang guru tidak mati disalib, tentu akan terjadi peristiwa penyaliban jilid dua!
  6. Di kemudian hari, dua dari empat pengarang injil kanonik yang disebut-sebut sebagai Matius dan Lukas dengan lugunya menuliskan kisah kenaikan Yesus ke langit ini dalam buku karangan mereka, sementara dua pengarang lainnya; yakni Markus dan Yohanes yang mengetahui cerita tsb cuma akal-akalan para murid Yesus saja memilih untuk tutup mulut karena tidak ingin ketahuan bo'ongnya!

Logis, bukan?

Oleh karena itu, bualan Paulus yang terus saja MENIPU semua pengikutnya dengan jargon hebat; YESUS HARUS MATI DULU SUPAYA MENJADI TUHAN, dengan sendirinya TIDAK PERNAH TERWUJUD!

Dan karena sampai detik ini tidak ada satu manusiapun yang mengetahui di mana sesungguhnya keberadaan Yesus yang TIDAK MATI disalib itu, maka sampai kapanpun YESUS TIDAK PERNAH MENJADI TUHAN!

Jelas ya dik?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

[Gus Mendem]

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:


[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Mana Bukti Shahih Kenaikan Yesus ke Sorga?

Kita langsung saja.
AYAT-AYAT 'MISTERIUS' DALAM ALKITAB

Berikut ini adalah Injil Markus 16:9-20 yang mengisahkan peristiwa kebangkitan hingga terangkatnya Yesus ke sorga sebagaimana tertulis dalam alkitab.

MARKUS 16
[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Ayat ayat di atas adalah landasan pembaptisan dan penginjilan umat kristen. Tapi SILAHKAN BELALAKKAN MATA ANDA untuk MENCARI ayat ayat tersebut pada KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!

Bagi yang penasaran ingin menelusuri sendiri sampai ke sumbernya, silahkan berkunjung ke alamat ini:

TERNYATA MARKUS 16:9-20 TIDAK DIJUMPAI DALAM KANON ALKITAB CODEX SINAITICUS!
Artinya, satu lagi bukti ayat-ayat palsu dalam alkitab!

Dan secara alkitabiah ternyata cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga tidak dapat dibuktikan!
Benar?

Simak penjelasan "ketidakjelasan" mitos kenaikan Yesus ke sorga di bawah ini. 

Cerita Fiksi Alkitab Tentang Kenaikan Yesus Ke Sorga


Setiap Kristen baik Katolik, Protestan, bahkan Ortodoks sekalipun pasti pernah mengucapkan pengakuan iman (kredo/syahadat) yang menyatakan kepercayaan mereka atas kenaikan Yesus ke sorga.

Artinya, seseorang belum dikatakan kristen kalau tidak pernah mengikrarkan kredo pengakuan iman di mana dengan jelas disebutkan bahwa Yesus naik ke sorga!

Kisah Yesus naik ke sorga ini bahkan diperingati setiap tahunnya oleh umat kristen sedunia yang di indonesia diberi label "KENAIKAN ISA ALMASIH" sebagai bukti bahwa setelah 2000 tahun lebih, ternyata sampai hari inipun umat Kristen masih belum percaya diri untuk melabeli hari besar mereka sendiri dengan menggunakan nama Yesus Kristus sesuai alkitab, tapi tetap pilih "ndompleng", alias numpang beken nama Isa Al Masih dari Al-Qur’an.

Tapi, ah, sudahlah!
Namanya juga mental pengemis, mau diapain lagi?

Kita lanjutkan!
Alkitab mencatat cerita tentang kenaikan Yesus ke surga sbb: 

[Markus 16:19] 
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

[Lukas 24:51] 
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Tapi apakah Markus dan Lukas yang mengisahkan cerita ini adalah murid-murid Yesus yang ke sana ke mari selalu bersama sang guru? Jawabnya, BUKAN! 

Tidak ada murid Yesus yang bernama Markus dan Lukas. Jadi, cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga bukan merupakan kesaksian langsung dari murid-murid Yesus sendiri, melainkan cuma cerita fiksi karya para pengarang tsb yang kemudian "dipatenkan" dalam buku berlabel Injil Markus dan injil Lukas.

Tentang Markus 16:19, kita sudah melihat sendiri bukti kepalsuan ayat tsb mulai dari ayat 9 s.d 20 karena tidak ditemui dalam kanon resmi alkitab tertua Codex Sinaiticus, juga pada Codex Vaticanus 
Lihat lagi di sini.

Lalu, bagaimana dengan cerita dalam injil Lukas? 
Wah! Kalau yang ini malah gamblang banget terbukti HOAX ketika dicross-check dengan tulisannya sendiri dalam Kisah Para Rasul 1:3

Di bawah ini adalah bukti bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga cuma karangan model sains fiksi versi Lukas:

[Lukas 21:29] 
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Diceritakan pada ayat ayat berikutnya bahwa Yesus menemui kesebelas muridnya menjelang petang di hari yang sama dengan hari kebangkitannya (hari Minggu), dan peristiwa kenaikannya pun terjadi pada hari itu juga setelah ia puas menyantap ikan goreng lalu memberkati kesebelas muridnya.

Sementara pada tulisan Lukas dalam Kisah Para Rasul ceritanya lain lagi. Ia menulis bahwa Yesus berulangkali menampakkan diri kepada kesebelas muridnya selama empat puluh hari. 

Artinya, Lukas mengisahkan kenaikan Yesus ini dalam 2 VERSI BERBEDA!

Versi pertama terjadi pada hari yang sama dengan hari kebangkitannya, sementara versi kedua terjadi sesudah 40 hari sejak kebangkitannya. Dan berdasar cerita "ngarang bebas" versi kedua inilah kemudian kenaikan Yesus dirayakan setiap tahunnya oleh pengikut Paulus secara salah alamat sebagai hari "KENAIKAN ISA ALMASIH", nabinya umat Islam! 

[Kisah Rasul 1:3] 
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari  Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Dari kontradiksi kedua tulisan Lukas sendiri tentang peristiwa kebangkitan hingga kenaikan Yesus ke sorga, maka hanya ada satu kesimpulan, yaitu bahwa semuanya adalah karya tulis “tidak cerdas“ alias mudah terdeteksi bohongnya!

Perihal kebohongan kebangkitan dan Kenaikan Yesus ini semakin parah dengan adanya blunder tambahan versi Paulus yang menerangkan bahwa kenaikan Yesus terjadi setelah Yesus menampakkan diri kepada 12 muridnya!

[1Kor 15:5] 
bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Padahal dalam semua kitab Injil dikisahkan bahwa setelah peristiwa penyaliban, murid Yesus hanya tinggal sebelas orang, karena Yudas Iskariot, salahsatu muridnya, dikabarkan mati gantung diri setelah mengetahui beratnya hukuman yang dijatuhkan kepada sang guru!

[Matius 27:3-5] 
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri."

UNTUK DICATAT
Dari sedikit keterangan di atas terbukti bahwa kredo, atau syahadat pengakuan iman yang diikrarkan oleh setiap pengikut Paulus sesungguhnya cuma bersandar pada dongeng pengarang injil Markus dan Lukas, yang celakanya, tidak pernah menjadi murid Yesus pula! 

Dengan kata lain, umat kristen beriman kepada sesuatu yang sangat sulit untuk dipercaya memang benar-benar pernah terjadi! 

Tapi hebatnya, hingga hari ini pepesan kosong ini berhasil dipertahankan oleh kroni Paulus sampai lebih dari 2000 tahun lamanya! 

Sampai di sini, rasanya ada yang lebih aneh lagi tidak?
Jawabnya, ADA!

Yaitu, apa kata pengarang injil kanon lainnya -- yakni Matius dan Yohanes -- tentang kenaikan Yesus ke sorga ini? 

Ternyata kedua pengarang injil Matius dan Yohanes sama-sama bungkam. Mereka benar-benar diam seribu bahasa, karena nampaknya tidak pernah mendengar cerita "aneh bin ajaib" tsb, atau sangat boleh jadi justru sangat mengetahui bahwa cerita itu sebenarnya tidak pernah terjadi!

Itulah sebabnya kenapa mereka sama-sama memilih untuk tidak menuliskan barang satu katapun "dongeng sebelum bobo" tentang kenaikan Yesus ke sorga! 

Dari sini timbul pertanyaan serius, bukankah konon katanya para pengarang injil kanonik dibimbing langsung oleh Roh kudus, atau oleh Tuhan sendiri, sehingga mustahil bisa salah dalam memberikan ilham?

Sek .... sek .... sebentar dulu! 
Ilham? 
Ilham apaan?

Jika benar Roh Kudus adalah pembimbing dan sumber ilham keempat pengarang injil, kenapa dalam urusan kenaikan Yesus ke sorga ini dia cuma mengilhami Markus dan Lukas saja? 

Itupun nyatanya informasi kepada Lukas terbukti salah, sebab sama sekali berbeda antara yang ditulisnya dalam injil Lukas dan yang ditulisnya dalam Kisah Para Rasul sehingga menjadi berita yang simpang siur! 

Ini menunjukkan indikasi kuat bahwa sebenarnya Roh Kudus itu tidak pernah ada, atau kalaupun ada, pasti sudah sangat tua dan pikun! 

Sedangkan berdasarkan fatal error yang dilakukan oleh Lukas dalam kedua tulisannya tadi, cerita hebat tentang para pengarang injil dibimbing oleh Roh Kudus pun menjadi tidak lebih greget daripada sekedar pepesan kosong! 

Tentang kenapa Lukas selalu saja ngaco dalam memberikan informasi terkait isu-isu penting dalam doktrin kekristenan yang kerapkali bertubrukan dengan tulisan pengarang injil-injil kanon lainnya, sebetulnya tidak perlu diherankan. 

Sejak baris pertama yang ditulisnya dalan injil bernama Lukas, si pangarang sudah mengaku bahwa seluruh cerita yang ada di dalam bukunya cuma hasil nguping kabar burung dari kanan kiri!
Begini pengakuannya sendiri:

[Lukas 1:1-4] "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar."

Kalimat di atas jelas mengindikasikan tidak adanya campur tangan Roh Kudus dalam karya tulisnya kecuali cuma hasil nguping cerita-cerita kabar burung dari kanan kiri yang didengarnya dari orang-orang yang dia sebut sebagai saksi mata.

Jadi tidak perlu heran pula jika di belakang hari Al-Quran menginformasikan kepada kita bahwa dalam urusan iman, khususnya iman kepada penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga, umat kristen sebenarnya hanya mengikuti prasangka yang dikarang-karang oleh kalangan mereka sendiri.

"Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti PERSANGKAAN belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (QS. An-Nisa:157)

Dengan demikian, maka cerita tentang kenaikan Yesus ke sorgapun tidak salah-salah banget jika disebut sebagai HOAX!

Bukan begitu?


[Bocoran dari Master xucinxgaronx]

Simak penjelasan "ketidakjelasan" mitos kenaikan Yesus ke sorga di bawah ini. 


Baca juga:



Kebangkitan HOAX!

Sejarawan Yunani dan Romawi

Sangat sedikit orang Kristen yang tahu bahwa sejarawan bukan Yahudi TIDAK PERNAH menyebutkan kebangkitan Yesus. Filsuf Yahudi Philo (50 M) sama sekali tidak merujuk pada penyaliban Yesus. Orang Kristen merasa malu karena Philo hidup selama masa hidup Yesus dan tidak pernah menyebutkan kebangkitannya.

Setelah kepergian Yesus, ajarannya menyebar ke Afrika Utara dan Mesir, tetapi dia tidak populer atau dikenal luas.

Para penulis berikut tidak menyebut kebangkitan Yesus:

  1. Philo-Judaeus
  2. Martial
  3. Arrian
  4. Appian
  5. Theon of Smyrna
  6. Lucanus
  7. Aulus Gellius
  8. Seneca
  9. Plutarch
  10. Apollonius
  11. Epictetus
  12. Silius Italicus
  13. Ptolemy

    Kami menantang orang Kristen untuk membuktikan kebangkitannya. Tak satu pun dari penulis ini menyebutkan kebangkitan Yesus. ( Sumber )

    Dalam keinginannya yang tidak pernah terpuaskan untuk menyerang Alkitab, Smith sekali lagi mengabaikan bahwa argumen ini juga menghancurkan Alquran. Bagaimana? Yesus terhubung tidak hanya dengan kebangkitannya sendiri tetapi juga dengan beberapa orang yang dibangkitkannya dari kematian kembali ke kehidupan duniawi ini. Misalnya, Yesus membesarkan setidaknya tiga orang: anak perempuan Yairus yang berusia 12 tahun (Markus 5: 21-43, Lukas 8: 40-56), seorang pemuda di Nain, yang merupakan satu-satunya putra seorang janda ( Lukas 7: 11-17), Lazarus, saudara laki-laki Maria dan Marta (Yohanes 11).

    Meskipun Alquran tidak memberikan rincian apapun tentang kebangkitan-kebangkitan tersebut, ia mengklaim bahwa Yesus memang membangkitkan orang dari kematian:

    Dan akan menjadikannya ['Iesa (Yesus)] sebagai Utusan untuk Bani Israel (mengatakan): "Aku telah datang kepadamu dengan tanda dari Tuhanmu, yang Aku rancang untukmu dari tanah liat, seolah-olah, sosok itu dari seekor burung, dan bernafas ke dalamnya, dan itu menjadi burung dengan Izin Allah; dan aku menyembuhkan dia yang lahir buta, dan penderita kusta, dan aku menghidupkan orang mati dengan Izin Allah. Dan aku memberi tahu kamu tentang apa yang kamu makan , dan apa yang Anda simpan di rumah Anda. Sesungguhnya di situ ada tanda untuk Anda, jika Anda percaya. S. 3:49 Al-Hilali & Khan

    (Ingat) kapan Allah akan berfirman (pada hari kiamat). "O 'Iesa (Yesus), putra Maryam (Maria)! Ingatlah Nikmat-Ku untukmu dan ibumu ketika aku mendukungmu dengan RuhulQudus [Jibrael (Jibril)] sehingga kamu berbicara kepada orang-orang di buaian dan dalam kedewasaan; dan ketika saya mengajari Anda menulis, Al-Hikmah (kekuatan pemahaman), Taurat (Torah) dan Injil (Injil); dan ketika Anda membuat dari tanah liat, seolah-olah, sosok burung, oleh-Ku Izin, dan kamu menghirupnya, dan itu menjadi burung dengan Izin-Ku, dan kamu menyembuhkan mereka yang lahir buta, dan penderita kusta dengan Izin-Ku, dan ketika kamu melahirkan yang mati dengan Izin-Ku; dan ketika Aku menahan Bani Israel dari Anda (ketika mereka memutuskan untuk membunuh Anda) karena Anda datang kepada mereka dengan bukti yang jelas, dan orang-orang kafir di antara mereka berkata: ' Ini hanyalah sihir yang terbukti. ' S 5: 110 Al-Hilali & Khan

    TANGGAPAN
    Berikut adalah daftar lengkap penulis Yunani dan Romawi yang tidak menyebutkan kebangkitan Yesus.

    1. Apollonius
    2. Appian
    3. Arrian
    4. Aulus Gellius
    5. Columella
    6. Sial
    7. Dio Chrysostom
    8. Dion Pruseus
    9. Epictetus
    10. Favorinus
    11. Florus Lucius
    12. Hermogones
    13. Josephus
    14. Justus dari Tiberius
    15. Remaja
    16. Lucanus
    17. Lucian
    18. Lysias
    19. Bela diri
    20. Paterculus
    21. Pausanias
    22. Persius
    23. Petronius
    24. Phaedrus
    25. Philo-Judaeus
    26. Phlegon
    27. Pliny the Elder
    28. Pliny the Younger
    29. Plutarch
    30. Pompon Mela
    31. Ptolemy
    32. Quintilian
    33. Quintius Curtius
    34. Seneca
    35. Silius Italicus
    36. Statius
    37. Suetonius
    38. Tacitus
    39. Theon dari Smyran
    40. Valerius Flaccus
    41. Valerius Maximus

    Umat ​​Kristen telah memberikan alasan paling menggelikan mengapa para penulis ini TIDAK menyebut kematian Yesus. Aku tertawa pada beberapa tanggapan oleh Tektonics,  sebuah  perasaan yang baik  situs Kristen. (mereka menyedihkan).

    Daftar sejarawan berikut tidak menyebutkan kebangkitan Yesus:

    1. Appian
    2. Arrian
    3. Dio_Chrysostom
    4. Florus
    5. Paterculus (Marcus Velleius Paterculus)
    6. Phlegon

    Para sejarawan di atas hidup dalam beberapa dekade setelah kepergian Yesus.

    Beberapa penulis di atas adalah penyair yang berakar kuat dalam filsafat Yunani dan Kebijaksanaan Kuno. Mereka berada dalam posisi merekam "kegelapan dan gempa bumi" saat kematian Yesus.

    Philo masih hidup ketika Yesus "bangkit dari kematian". Dia memimpin kedutaan orang Yahudi ke pengadilan Kaisar Gaius Caligula (39-40 M). Namun Philo tidak menyebutkan kematian, dan kebangkitan Yesus.

    Dia ada di sana ketika penyaliban dengan gempa bumi yang menyertainya, kegelapan supernatural, dan kebangkitan orang mati terjadi - ketika Kristus sendiri bangkit dari kematian, dan di hadapan banyak saksi naik ke surga. Peristiwa luar biasa ini yang pasti telah memenuhi dunia dengan keheranan, seandainya benar-benar terjadi, tidak diketahui olehnya. (John Remsburg,  The  Christ )

    Katz menerapkan argumen saya pada Alquran dengan mengatakan bahwa Alquran "terbukti salah" karena para penulis ini tidak menyebutkan mukjizat Yesus. (Al-Quran 3:49, 5: 110). Ada penjelasan yang logis.

    Pertama, mari kita periksa penyaliban. Al-Qur'an mengatakan Yesus telah diselamatkan (Mazmur 20: 6, Al-Quran 3:55), dan orang lain disalibkan (4: 157), tetapi para penulis ini tidak menyebutkan penampakan  penyaliban, karena itu biasa. "Kegelapan, gempa bumi, dan orang-orang kudus yang bangkit" adalah legenda yang melekat pada kisah Injil.

    Injil Barnabas (diterima oleh Irenaeus) menggambarkan penyaliban Yudas sebagai hal biasa
    Jadi mereka membawanya ke Gunung Kalvari, di mana mereka biasa menggantung penjahat, dan di sana mereka menyalibnya telanjang;, untuk aib yang lebih besar. * Yudas benar-benar tidak melakukan apa-apa selain berseru: 'Tuhan, mengapa Engkau meninggalkan saya ,  melihat penjahat telah melarikan diri dan saya mati dengan tidak adil?' * Sungguh saya katakan bahwa suara, wajah, dan pribadi Yudas sangat mirip dengan Yesus, sehingga para murid dan orang percaya sepenuhnya percaya bahwa dia adalah Yesus; karenanya beberapa menyimpang dari ajaran Yesus, percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi palsu, dan bahwa melalui sihir seni dia telah melakukan mukjizat yang dia lakukan: karena Yesus telah berfirman bahwa dia hendaknya tidak mati sampai menjelang akhir dunia; untuk itu pada saat itu dia harus diambil dari dunia.

    Tetapi mereka yang berdiri teguh dalam doktrin Yesus begitu diliputi kesedihan, melihat Dia mati yang sepenuhnya serupa dengan Yesus, sehingga mereka tidak ingat apa yang telah Yesus katakan. Maka bersama ibu Yesus mereka pergi ke Gunung Kalvari, dan tidak hanya hadir pada saat kematian Yudas, menangis terus menerus, tetapi melalui Nikodemus dan Yusuf dari Abarimathia; mereka memperoleh tubuh Yudas dari gubernur untuk menguburkannya. Kemudian, mereka menurunkannya dari kayu salib dengan tangisan yang pasti tidak ada yang akan percaya, dan menguburkannya di kuburan baru Yusuf; membungkusnya dengan ratusan pon salep yang berharga . (Injil Barnabas)

    Paulus tidak menyebut Yesus sebagai tokoh sejarah, dia hanya berkata “Sebab Aku bertekad untuk tidak mengetahui apapun di antara kamu, kecuali Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan” (1 Korintus 2: 2).

    Tekad untuk tidak mengetahui apa-apa selain penyaliban Yesus Kristus mempersempit pengetahuan menjadi kompas yang agak kecil. Rupanya para petobat di Korintus mempertanyakan, dan Paulus mulai dengan menetapkan bahwa pertanyaan tidak diperbolehkan bagi orang Kristen. Paulus harus mencaci orang bijak dan memuji orang bodoh dalam surat ini. Tuhan memilih hal-hal bodoh di dunia bukan yang bijak. Dan begitulah yang selalu terjadi — cara paling menakjubkan untuk menipu orang yang percaya diri. Bagaimanapun, di tahun 50-an abad pertama beberapa orang mengajukan pertanyaan dan salah satu pertanyaannya adalah apakah Yesus benar-benar disalibkan.

    Irenaeus, salah satu penulis Kristen yang paling sering dikutip dari para uskup kuno, menyatakan atas otoritas martir Polycarp, yang mengaku telah mendapatkannya dari S John dan semua tua-tua Asia, bahwa Yesus Kristus hidup sampai sekitar lima puluh tahun . Pasti ada margin untuk tidak mempercayai fakta penyaliban. Namun, jika Yesus adalah seorang Juruselamat, kemungkinan besar dia pasti telah disalibkan karena Juruselamat lain yang sejenis juga. Penistaan! Orang Kristen Paulus, yang terlatih dalam kebodohan, menangis. "Yesus Kristus adalah satu-satunya penyelamat yang disalibkan!" Maaf, penyelamat lain dicurigai disalibkan, dan tentunya banyak yang dihukum kejam karena menyelamatkan umat manusia. Irenaeus mungkin merasa itu politis untuk menyangkal penyaliban untuk membedakan Juruselamat Kristen dari yang lain! (Peringatan: Situs web Atheist :

    Misionaris Kristen tidak dapat mengajari kita apa pun kecuali "Kristus yang disalibkan". Tidak heran orang Kristen mula-mula begitu bodoh. Kiasan Mesias (Islam) membebaskan tanah Palestina setelah begitu banyak Mesias yang gagal.

    Paulus menganggap penyaliban sebagai simbol
    Jelaslah bahwa umat Kristen Gnostik awal mempraktikkan ritual kematian simbolis dengan penyaliban. Itu dimaksudkan untuk menghancurkan identifikasi seseorang dengan tubuh dan menyadari jati diri yang sebenarnya. Kaum Gnostik menganggap Kristus sebagai kiasan dan bukan sebagai seorang tokoh sejarah. Paulus, seorang Gnostik yang kemudian diambil alih oleh Gereja, menyatakan, “Rahasianya adalah ini: Kristus di dalam kamu (Kolose 1: 25-28.)” Paulus menjelaskan bahwa Yesus hanyalah sebuah alegori ketika dia menyatakan, “Jika Yesus telah di bumi, dia tidak akan menjadi seorang imam. (Ibrani 8: 4) "Seperti yang Freke dan Gandy tunjukkan, seandainya Paulus menganggap Yesus sebagai sejarah, dia akan berkata," Ketika Yesus ada di bumi, dia bukanlah seorang imam. ” Ini menjelaskan mengapa Paulus tidak pernah mengutip kata-kata Yesus yang seharusnya dia miliki jika ada Yesus historis.

    Paulus lebih jauh menegaskan bahwa dia menganggap penyaliban Yesus sebagai simbol di mana dia menyatakan, “Saya telah berbagi penyaliban Kristus. Orang kita dulu telah disalibkan dengan Kristus. (Kolose 1:24, Galatia 2:20, Roma 6: 7) ”Ia juga memberitahu Galatia, sebuah komunitas yang tinggal ratusan mil jauhnya dari Palestina, bahwa mereka juga menyaksikan penyaliban Yesus (Galatia 3: 1). Karena Paulus tidak pernah bertemu Yesus, penyaliban yang disaksikan oleh para pendengarnya di Galatia tidak mungkin menjadi peristiwa sejarah. Itu harus alegoris. Ptolemeus (~ 140 M), murid Valentinus, mengungkapkan bahwa Pilatus hanya membuat patung Yesus dan menyalibkannya alih-alih menyalibkan Yesus sendiri. [Vii] Basilides (116-161 M), seorang suci Gnostik, menulis bahwa mereka yang percaya Yesus secara fisik disalibkan diperbudak oleh mitos, dan mereka yang memperlakukannya sebagai simbol dibebaskan. Membungkam The Da Vinci Code .

    Saya akan menunjukkan nanti bahwa beberapa versi mitos Osiris memang mengajarkan bahwa dia tetap di bumi untuk beberapa waktu setelah "kebangkitannya kembali", tetapi demi argumen, mari kita asumsikan kebenaran klaim McFall bahwa mitos Mesir tentang Osiris mengajarkan hal itu dia hanya mengalami kebangkitan "spiritual". Itu tetap tidak akan membuat mitos Yesus "unik", karena versi paling awal dari mitos ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus hanya bersifat spiritual. Untuk melihat ini, kita hanya perlu membahas pembelaan Paulus tentang kebangkitan dalam 1 Korintus 15. Penafsiran nilai nominal dari pasal ini, yang tidak mengasumsikan kebenaran dari catatan Injil yang ditulis lama kemudian, akan menunjukkan bahwa Paulus mengklaim bahwa Yesus tidak secara jasmani tetapi secara rohani dibangkitkan. (Peringatan: situs Ateis)

    Umat ​​Kristen percaya bahwa Yesus mati untuk dosa dunia. Di Yunani kuno ada tradisi menjadikan individu tertentu sebagai 'kambing hitam', yang secara simbolis menanggung dosa orang-orang dan diusir dari kota atau dihukum mati. Orang seperti itu disebut pharmakos, yang berarti 'manusia ajaib'. Penganiayaannya jelas merupakan peristiwa religius, karena sebelum kematiannya ia diberi makan dengan biaya publik terutama makanan murni dan dibalut pakaian suci dan dilingkari dengan sakral. Melalui pengorbanan sucinya, dosa-dosa kota dibuang. (Timothy Freke,  The Jesus Mysteries , hal 53)

    Paulus merusak Injil dan mengangkat Yesus ke status ilahi
    Sepintas lalu, doktrin Paulus tentang Yesus adalah penyimpangan yang berani dari Yudaisme. Paulus menganjurkan doktrin yang tampaknya jauh lebih mirip dengan mitos pagan daripada dengan Yudaisme: bahwa Yesus adalah pribadi ilahi-manusia yang turun ke bumi dari surga dan mengalami kematian dengan tujuan yang jelas untuk menyelamatkan umat manusia. Fakta bahwa orang-orang Yahudi menganggap doktrin ini baru dan mengejutkan menunjukkan bahwa doktrin ini tidak berperan dalam kitab suci Yahudi, setidaknya tidak dengan cara apa pun dapat dengan mudah dilihat… Ada orang-orang yang menerima doktrin Paulus, tetapi menganggapnya sebagai keberangkatan baru yang radikal, dengan tidak ada apapun dalam kitab suci Yahudi yang menggambarkannya. (Hyam Maccoby,  The Myth-Maker: Paul and the Invention of Christianity, hal.12)

    Paulus bertanggung jawab untuk membuang Hukum Yahudi, mendewakan Yesus, dan menciptakan agamanya sendiri
    Yesus bukanlah pendiri agama Kristen seperti yang kita kenal sekarang. Sebagian besar Perjanjian Baru bahkan tidak membahas sejarah Yesus sementara pengaruh utamanya adalah Paulus dan melalui gereja yang ia dirikan di Efesus seorang petobat Yunani bernama Yohanes. Paulus tidak pernah bertemu Yesus secara langsung, dia hanya mengklaim beberapa penglihatan aneh dan melanjutkan untuk mengafir ajaran Yesus (yang mengkhotbahkan bentuk Yudaisme yang tercerahkan), sampai dia menciptakan Kekristenan Paulus. Karena tidak ada tulisan yang diketahui dari Yesus, para Rasul yang sebenarnya, atau siapa pun yang benar-benar mengenal Dia dalam daging (selain mungkin Yakobus), sebagian besar dari apa yang Dia ajarkan hilang selamanya.

    Terbukti dari tulisan suci bahwa Paulus menolak untuk berada di bawah otoritas Gereja di Yerusalem. Dan ini membuatnya berkonflik dengan mereka. Kekristenan Paulus menjadi Kristen tanpa Yudaisme Yesus dan ditambah Hellenisasi yang pada akhirnya menyebabkan perpecahan sejarah besar dalam agama Kristen antara Kristen Paulus yang didirikan di Roma dan Kekristenan Yerusalem yang didirikan oleh Yesus dan kedua belas murid. Pengaruh asing yang diperkenalkan Paulus ke dalam ajaran Yesus begitu besar sehingga dikatakan oleh para ahli bahwa Paulus membajak agama Kristen dari para rasul Yesus. Namun, untuk memberikan penghargaan kepada Paul, saya ragu dia pernah bermaksud agar surat-suratnya menjadi "Firman Tuhan" dan agama Kristen didasarkan padanya.

    Bias dan pengaruh Helenistik Paulus tentunya merupakan hasil dari kelahiran dan dibesarkan di Tarsus - salah satu pusat utama filsafat Helenistik di Asia Kecil. Kemungkinan besar Paulus diajar tentang kebangkitan tubuh di sana. Paulus menulis dalam bahasa Yunani dan mengutip Septuaginta (bentuk Yunani dari Kitab Suci) daripada menggunakan bahasa Ibrani - bahasa orang Yahudi di Yerusalem. Filsafat Helenistik lebih cocok dengan budaya Romawi daripada Yudaisme Yerusalem. Ketika Roma mulai mengerahkan lebih banyak kuasa, Kekristenan versi pagan Paulus berkembang di Roma dan menjadi pemenang atas Kekristenan yang didirikan oleh Petrus. Perpecahan antara Kekristenan versi paganisasi Paulus dan Kekristenan Yahudi Petrus berarti bahwa hanya satu versi yang bisa menang. Ketika Roma benar-benar menghancurkan budaya Yahudi di Israel pada tahun 70 M, jelas versi agama Kristen mana yang masih bertahan. Umat ​​Kristen Yahudi di Yerusalem jelas membenci kemenangan pengaruh Romawi atas Yudaisme. Mereka percaya bahwa kemenangan Roma dicapai dengan mengorbankan ajaran Yesus dengan filosofi dan budaya Helenistik Roma.

    Ide penyelamat yang dikorbankan adalah Mithraist, begitu juga simbolisme lembu jantan, domba jantan, domba, darah penyelamat yang ditransformasikan, membasuh dosa dan memberikan kehidupan kekal, 7 sakramen, mengusir hosti jahat dari surga, akhir apokaliptik waktu ketika Tuhan/Ormuzd mengirim orang jahat ke neraka dan membangun perdamaian. Kaisar Romawi, Mithraist lalu Kristen, mencampurkan ritual dan hukum kedua agama menjadi satu. Kaisar Constantine menetapkan 25 Desember, tanggal lahir Mithras, menjadi tanggal lahir Yesus juga. Hari utama ibadah orang Yahudi, Sabat, digantikan oleh Hari Matahari Mithraistic sebagai hari suci umat Kristen. Gereja Katolik, yang berbasis di Roma dan didirikan di atas kuil Mithraist yang paling dihormati, menghapus semua agama putra-dewa yang bersaing dalam Kekaisaran Romawi, memberi kita agama Kristen literalis modern." 

    Para penulis di atas tidak menyebut  setiap  penyaliban. Tapi bukan berarti penyaliban tidak pernah terjadi! Setidaknya 2.000 orang Zelot disalibkan oleh orang Romawi. Namun penyaliban Yesus dianggap unik. 

    Matius memberi tahu kita (xxvii. 31) bahwa ketika Kristus disalibkan, ada kegelapan di seluruh negeri selama tiga jam, dan "bumi berguncang, dan bebatuan robek, dan banyak orang kudus keluar dari kuburan mereka." Di sini kita memiliki serangkaian peristiwa yang dibicarakan begitu aneh, sangat tidak biasa dan begitu luar biasa sehingga, jika terjadi, pasti telah menarik perhatian seluruh dunia  - terutama pemandangan menakjubkan matahari yang menarik cahayanya dan berhenti bersinar, dan dengan demikian menyebabkan kegelapan hampir total di dekat tengah hari. Bahkan Seneca dan Pliny yang lebih tua, yang dengan cermat mencatat peristiwa-peristiwa pada masa itu, diam tentang peristiwa terbesar dalam sejarah. Masing-masing filsuf ini, dalam karyanya yang mendetail, mencatat semua fenomena alam gempa bumi, meteor dan gerhana, yang bisa ia kumpulkan. Dan, meskipun Markus secara tidak sengaja menyinggung kegelapan, dalam Injil mereka baik Lukas maupun Yohanes, tidak tahu tentang peristiwa-peristiwa indah ini. Orang Kristen memberi tahu kita bahwa Tuhan dengan sengaja datang ke bumi untuk mati karena dia ingin menyelamatkan umat manusia yang jahat — lalu dia lupa memastikan semua orang mengetahuinya! (Peringatan: situs Ateis  [1])

    Mengejutkan untuk menemukan tidak adanya kebangkitan Yesus dalam penulis-penulis ini. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa Paulus tidak merujuk pada pengadilan dan penangkapan Yesus. Katz pagan tahu bahwa dia terjebak, jadi dia resor untuk menyerang Quran dengan menggunakan argumen saya. Bodoh sekali, saya tidak tahu kata lain untuk menggambarkan Jochen Katz.

    Ada penjelasan yang baik untuk menyelesaikan “masalah keheningan” yang berlaku untuk setiap tokoh sejarah ini. Biografi setiap orang hebat selalu disusun setelah kematiannya. Hadis disusun  setelah  kematian Nabi, Injil disusun  setelah  kepergian Yesus, dan Taurat disusun  setelah  kematian Musa. Bahkan biografi paling awal dari Alexander Agung dibuat beberapa dekade  setelah kematiannya!

    Injil adalah dokumen kontemporer bagi para penulis ini (50-150 M), jadi mereka seharusnya mengakui kematian Yesus, tetapi sayangnya tidak. Al-Qur'an diturunkan 600 tahun kemudian di Gurun Arab, ratusan mil jauhnya dari Palestina. Beban ada pada Injil karena mereka  sezaman  dengan para penulis ini. Sangat tidak masuk akal untuk memaksa Quran ke dalam diskusi ini. Alquran adalah Firman Tuhan dengan keajaiban ilmiah, jadi mukjizat Yesus (3:49, 5: 110) tidak diragukan lagi benar.

    Al-Qur'an mencatat Mukjizat Sejati dan menghindari mukjizat palsu yang ada dalam mitos pagan
    Mukjizat Yesus yang sebenarnya dibuktikan dalam Al Qur'an (menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan menyembuhkan orang buta) yang dikonfirmasi oleh Injil (Mat 12:22, Mrk 5:21).

    Al-Qur'an tidak mencatat Transfigurasi, berjalan di atas air, dan mengubah air menjadi anggur karena mukjizat ini disalin dari orang-orang kafir.
    Injil adalah kosmologi yang menyimpang… Ini adalah Transfigurasi, sebuah peristiwa dalam kehidupan Prinsip Penciptaan, dan oleh karena itu Yesus hanya sebagai personifikasi ini. Bukan hal baru dalam kosmologi okultisme:  Buddha diubah rupa di gunung di Ceylon;  Nuh dan Musa juga diubah rupa, saat lahir, terang mereka memenuhi seluruh rumah — bukan manusia tetapi kuil matahari Allah. Mendeskripsikan Nuh, Apocryphal Book of Enoch mengatakan, “Tubuh seputih salju, rambut seputih wol dan mata yang seperti sinar matahari (Lloyd Graham,  Deceptions and Myths of the Bible,  hlm. 333)

    Sang Buddha mengalami transfigurasi ketika dia mendaki gunung Sri Lanka yang disebut Pandava , atau Kuning-putih. “Di sana langit terbuka dan terang besar datang dengan banjir penuh di sekelilingnya dan kemuliaan pribadi-Nya bersinar dengan 'kekuatan ganda'. Dia bersinar seperti terangnya Matahari dan Bulan ”. Ini benar-benar paralel — tetapi ada enam abad sebelumnya — kisah Injil tentang transfigurasi Yesus di Gunung. Tambur kecil. (Tom Harper,  The Pagan Christ,  hal.31)

    Sang Buddha menceritakan kisah ini di Vihara Jetavana tentang seorang pengikut awam yang saleh. Suatu malam, ketika siswa yang setia ini datang ke tepi Sungai Aciravati dalam perjalanannya ke Jetavana untuk mendengarkan Sang Buddha, tidak ada perahu di tempat pendaratan. Para tukang perahu telah menarik perahu mereka ke pantai seberang dan pergi sendiri untuk mendengarkan Sang Buddha. Pikiran sang murid dipenuhi dengan pikiran-pikiran menyenangkan dari Sang Buddha, namun, meskipun dia berjalan ke sungai,  kakinya tidak tenggelam ke bawah permukaan dan dia berjalan melintasi air seolah-olah dia berada di tanah kering.. Namun, ketika dia melihat ombak mencapai tengah sungai, ekstasinya mereda dan kakinya mulai tenggelam. Tetapi segera setelah dia kembali memfokuskan pikirannya pada kualitas-kualitas Buddha, kakinya terangkat dan dia dapat melanjutkan berjalan dengan gembira di atas air. Ketika dia tiba di Jetavana, dia memberi hormat kepada Guru dan duduk di satu sisi. ”
    "Orang awam yang baik," kata Sang Buddha, menyapa muridnya, "Saya harap Anda tidak mengalami kecelakaan dalam perjalanan Anda."
    "Yang Mulia," sang murid menjawab, "saat datang ke sini, saya begitu asyik dengan pikiran Buddha sehingga, ketika saya datang ke sungai, saya bisa berjalan menyeberanginya seolah-olah sungai itu kokoh."
    "Temanku," Sang Bhagavā berkata, "kau bukanlah satu-satunya yang dilindungi dengan cara ini. Di masa lalu, orang awam yang saleh karam di tengah lautan dan menyelamatkan diri mereka sendiri dengan mengingat kebajikan Buddha." [1] [2]

    "Kisah Yohanes tentang Yesus yang mengubah air menjadi anggur (2.1-11)  dimodelkan pada mitos tentang Dionysus yang diceritakan dalam festival Dionysiac yang  dirayakan di Sidon [Fenisia]. Laporan abad pertama atau kedua M tentang festival tersebut menunjukkan kesamaan yang mencolok , bahkan dalam perkataan, untuk materi Injil dan membuat tujuan polemiknya menjadi jelas. " - Morton Smith,  Jesus the Magician: Charlatan atau Son of God?  (1978) hal. 158

    Ada kemungkinan bahwa mitologi Dionysian nantinya akan menemukan jalannya ke dalam agama Kristen. Ada banyak kesamaan antara Dionysus dan Yesus; keduanya dikatakan telah lahir dari seorang wanita fana tetapi ayah oleh dewa, telah kembali dari kematian,  dan telah mengubah air menjadi anggur. 

    Para sejarawan tidak pernah keberatan dengan mukjizat Yesus (3:49, 5: 110) karena itu didukung oleh Injil (Mat 12:22, Mrk 5:21). Saya berbicara tentang sejarawan yang hidup setelah Alquran diturunkan. Juga, para ilmuwan telah mengkonfirmasi keajaiban dalam Quran.

    Allah berbicara tentang bagaimana orang Kristen meminjam mitos pagan
    Tetapi ada, di antara manusia,  mereka yang membeli dongeng-dongeng kosong,  tanpa pengetahuan (atau makna), menyesatkan (laki-laki) dari Jalan Allah dan melontarkan ejekan (di Jalan): karena itu akan ada Hukuman yang Memalukan. (Al-Quran 31: 6)

    Orang Yahudi menyebut 'Uzair anak Allah, dan orang Kristen menyebut Kristus anak Allah. Itu adalah pepatah dari mulut mereka; (dalam hal ini)  mereka meniru apa yang biasa dikatakan oleh orang-orang kafir di masa lalu . Kutukan Allah atas mereka: bagaimana mereka tertipu dari Kebenaran! (Al-Quran 9:30)

    [Sumber: Abdullah Smith dan perangnya melawan Penyaliban, oleh Abdullah Kareem ]