Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yesus (Hermeneulogika). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus (Hermeneulogika). Tampilkan semua postingan

Sepenggal Cerita Yesus Tentang Tuhan Tritunggal


Suatu ketika, ...

"Maukah kalian kuberitahu bahwa injil mereka sendiri membuktikan bahwa ajaran tentang Tritunggal itu sebetulnya cuma dusta?" 

Para sahabat menjawab, "Ya, Rabi, ceritakan pada kami!" 

Dan sang Guru pun berujar, "Dalam kitab mereka yang diberi nama Markus, penulisnya mengutip perkataan yang konon katanya berasal dariku begini: 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Markus 3:28-29) 

Kemudian penulis kitab mereka yang lain, mengaku bernama Lukas, ikut pula mengutip ucapan yang sama dengan cara menjiplak dari Markus seperti ini:

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. (Lukas 12:10) 

"Ini hanya satu dari banyak bukti lain dalam kitab mereka bahwa ajaran Tritunggal itu adalah dusta. Tahukah kalian mengapa aku berkata demikian?" 

Para sahabat menjawab, "Hanya Allah dan Utusan-Nya yang paling mengetahui, maka beritahu kami, ya, Rabi!" 

Sang Guru pun melanjutkan, "Karena imam-imam mereka mengajarkan bahwa Bapa, Aku, dan Roh Kudus adalah tiga oknum berbeda tapi satu hakekat. Mereka mengimani bahwa Aku adalah Bapa, Bapa adalah Roh Kudus, atau Roh Kudus adalah Bapa dan Bapa adalah Aku. Intinya, menurut imam-imam mereka aku adalah Tuhan!

Ini tentu akan sangat sulit untuk kalian fahami,  sebab aku sendiri pun tidak faham, sama dengan mereka sendiri yang juga tidak faham bagaimana menjelaskan tuhan Tritunggal ini, karena sudah terbukti belum ada seorang pun dari mereka yang dapat menjelaskannya kepada orang banyak kecuali secara taqlid buta mengimaninya begitu saja. 

Jadi, cukuplah kalian ingat bahwa mereka percaya tidak ada perbedaan sedikit pun antara Bapa, Aku, dan Roh Kudus. Sebab menurut mereka, derajatku sama tingginya dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus yang dianggap sebagai kesatuan Tritunggal Yang Esa." 

Para sahabat berkata, "Selain mengatakan dirimu sebagai Tuhan dan meletakkan derajatmu sama tinggi dengan derajat Bapa dan derajat Roh Kudus adalah dusta yang nyata, maka dusta apa lagikah yang mereka lakukan, ya, Rabi?” 

[Matius 23:1] Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridnya, katanya:

“Markus dan Lukas dalam kitab mereka menuliskan bahwa semua dosa dan hujat anak manusia kepada siapa pun, termasuk kepada diriku dan kepada Bapa, akan diampuni kecuali, ingat, kecuali menghujat Roh Kudus. Dosa menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni untuk selama-lamanya! 
"Akan tetapi jika mereka mempercayai bahwa Aku, Bapa, dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu sama lain, mengapa hanya dosa menghujat Roh Kudus saja yang tidak diampuni? Bukankah menurut iman mereka sendiri sesungguhnya menghujat Aku dan menghujat Bapa sama saja artinya dengan menghujat Roh Kudus?" 
Dengan demikian, kitab mereka sendiri membuktikan secara terang benderang bahwa Tuhan Tritunggal itu tidak ada! Kitab mereka sendiri yang menunjukkan bukti bahwa Aku tidak sama dengan Bapa, Bapa tidak sama dengan Roh Kudus, demikian pula sebaliknya. 

Seperti kalian ketahui, sesungguhnya kami adalah tiga oknum yang terpisah. Aku hanya seorang Nabi, Roh Kudus hanya malaikat pengantar wahyu, sedangkan Bapa adalah Allah, satu-satunya Tuhan Semesta Alam yang sejati!” 

[Matius 26:1] Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

"Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa!" (Markus 12:29) 


[Sumber: Injil kanon Markus, Lukas, dan Matius]



Kesalahan Fatal Kekristenan Awal Melantik Yesus Sebagai Tuhan



KESALAHAN FATAL KEKRISTENAN AWAL MELANTIK YESUS SEBAGAI TUHAN! 

Dan ini adalah pembelaan klise dari seluruh pemujanya;
Mustahilkah Allah menjelma menjadi manusia?

Mari kita lihat.
Hampir semua pengikut Paulus siap bertegang tengkuk memaksa kita untuk percaya bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Tuhan, atau dengan kata lain, merupakan 1/3 dari oknum ketuhanan Tritunggal. 

Tapi umumnya akan berkelit jika dituntut untuk menjelaskan kebenaran doktrin ketuhanan ultra-membingungkan ini, dan lebih memilih untuk secepatnya "lompat indah" agar bisa langsung klaim bahwa Yesus adalah Allah.

Tahukah anda di mana letak "FATAL ERROR" doktrin ini? 

Begini:
Yesus adalah orang Yahudi yang patuh pada tradisi keagamaan dan hukum-hukum yang berlaku di kalangan umat Yahudi tanpa sedikitpun menunjukkan indikasi bermaksud untuk meninggalkannya guna membentuk dan memulai sebuah agama baru. Iman Yahudi yang juga menjadi iman Yesus tidak mungkin dapat menerima doktrin bahwa ada manusia yang menjelma menjadi tuhan, apalagi sebaliknya! 

Bagi umat Yahudi iman monoteis mereka adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Deskripsi paling sederhana dan terbaik tentang ini adalah kutipan dari Reza Aslan - salahseorang professor di University of California, Riverside - penulis buku ZEALOT:
"If you’re asking whether Jesus expected to be seen as God made flesh, as the living embodiment, the incarnation of God, then the answer to that is absolutely NO! Such a thing did not exist in Judaism. "
Jika Anda bertanya, apakah Yesus diharapkan akan terlihat sebagai Allah dalam kedagingan manusia, sebagai perwujudan hidup dan inkarnasi Allah, maka jawaban yang paling benar adalah; TIDAK! Hal seperti itu sama sekali tidak pernah ada dalam ajaran agama Yahudi.

Dalam sejarah 5.000 Tahun Pemikiran Yahudi, gagasan tentang Allah yang menjadi manusia benar-benar merupakan kutukan bagi apapun yang melandasi iman Yudaisme. 

Gagasan bahwa sosok Yesus bisa dipahami - atau pengikutnya bisa memahami - dirinya sebagai perwujudan ilahi, sangat bertentangan dengan segala hal dalam ajaran Yudaisme sebagai agama.

Kesimpulan yang paling jelas adalah bahwa kekristenan sudah terlanjur mengarang kontradiksi yang sangat fatal terkait tokoh sentral dalam iman dan ibadah mereka, yakni melukiskannya sebagai sosok yang mustahil sama dalam kehidupan sebenarnya, terutama dalam konteks misinya sendiri sebagai seorang guru, pengkhotbah, dan penerus ajaran Musa di tengah-tengah kaumnya!

Jika umat Paulus benar-benar menginginkan Allah yang manusia, atau manusia yang Allah, maka mereka harus mencari orang lain sebagai pengganti Yesus sang pengkhotbah di kalangan umat Yahudi, apalagi Isa Ibn Maryam sang Nabi Allah di kalangan umat Islam! 

Sehebat apapun usaha pengikut Paulus untuk menjelaskan macam-macam "teori tentang ketuhanan manusia" dalam posisinya yang sudah demikian jelas di tengah-tengah kedua umat ini, hasilnya sudah bisa dipapastikan; AKAN DITOLAK MENTAH-MENTAH OLEH KEDUANYA! 

Faham?

Nah, sampai di sini, pertanyaan kita sekarang adalah: 
SIAPAKAH SEBENARNYA TUHAN UMAT KRISTEN?

Monggo, dipikirkan saja sendiri!

CATATAN: Pernah dibahas di sini.

Perilaku Berdosa Yesus Yang Sangat Manusiawi


Catatan dibuang sayang ....
PERILAKU BERDOSA YESUS YANG SANGAT MANUSIAWI

Berikut adalah ayat-ayat alkitab yang sudah pasti tidak pernah dibacakan, apalagi dijelaskan dengan sukacita oleh para pendeta atau pastor mereka ketika khotbah di gereja. Sebab semua ini sangat nyata mencerminkan "sisi buruk" perilaku seorang Yesus sebagai manusia biasa -- dan karenanya tidak luput dari perbuatan dosa seperti kita semua -- namun tetap saja disembah sebagi tuhan oleh seluruh pengikut Paulus!

Umat islam, di sisi lain, pasti akan menolak keras bila perilaku seperti gambaran berikut ini dinisbatkan pada Nabi-Nabi Allah, termasuk tentu saja, kepada Nabi Isa Alaihissalam yang oleh pengikut Paulus diklaim sebagai Yesus.

Kenapa?
Sebab Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa seorang Nabi adalah manusia terbaik yang dipilih oleh Tuhan dari masing-masing jamannya untuk menjadi tauladan bagi masing-masing kaumnya. Oleh karena itu mustahil mereka berperilaku lain daripada akhlak mulia. Menurut Al-Qur'an seorang Nabi tidak mungkin memberi tauladan yang menyalahi hukum Tuhan kepada pengikutnya! 

Tapi bagaimana menurut alkitab? 
Mari sama-sama kita simak sedikit catatan di bawah ini:

YESUS GILA
[Markus 3 : 20-21] "Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia (Yesus) sebab kata mereka (keluarga Yesus) Ia (Yesus) tidak waras lagi."

YESUS SUKA BERDUSTA
Menurut [Yohanes 14:9] Yesus berkata: "Siapa yang melihat aku, dia telah melihat Bapa", akan tetapi dalam [Yohanes 5:37] Yesus berkata: "Rupa-Nya (Bapa) pun tidak pernah kamu lihat!".

Dalam [Yohanes 10:38 dan 14:11], Yesus berkata: "Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa (ini salahsatu alasan kenapa pengikut Paulus percaya Yesus = Tuhan)", tetapi dalam [Yohanes 14:28] Yesus berkata: "Bapa lebih besar dari aku!"

Yesus berdusta kepada saudara-saudaranya sendiri dalam [Yoh 7:8-10] ”Pergilah kamu ke pesta itu, Aku belum pergi kesitu, karena waktu-KU belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam!”

[Yohanes 8:14] Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi." Sedangkan dalam [Yohanes 5:31] dia berkata: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriKu, maka kesaksianKu tidak benar!”
Jika sudah begini, lantas ucapan Yesus yang mana yang dapat kita percaya?

YESUS MENYEBUT PARA NABI PENDAHULUNYA SEBAGAI PERAMPOK
[Yohanes 10:8] "Semua orang yang datang sebelum aku (para nabi terdahulu) adalah para pencuri dan perampok dan domba-domba tidak mendengar mereka." Padahal [2Tawarikh 36:16] mengatakan: "Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan!"

Masa' seh, Yesus tidak tahu bahwa siapa pun yang menghina nabi-nabi Tuhan akan membangkitkan Murka-Nya, dan dosa atas perbuatan itu tidak akan diampuni selama-lamanya?

YESUS PENCURI
[Matius 12:21] "Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, Yesus dan murid-murid-nya memetik (mengambil tanpa persetuan pemilik)
Kebiasaan ini nampaknya tidak terbatas hanya pada mencuri biji gandum saja, tapi sampai pula ke tingkat yang lebih serius, yaitu mencuri keledai.

[Matius 21:1-3] Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid Hamba Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: 
Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Kasus ini sudah pernah disidangkan secara terbuka di salahsatu grup yang kemudian "dibredel" oleh facebook karena ulah laskar kristus yang melaporkannya sebagai grup penghujat gara-gara sudah tidak kuat lagi menyaksikan imannya dicabik-cabik oleh kitabnya sendiri melalui presenter muslim.

YESUS ANAK DURHAKA YANG TERKUTUK
Diceritakan bagaimana tidak sopannya Yesus sebagai anak yang menyebut ibundanya sendiri dengan kata 'perempuan' dalam [Yohanes 2:3-4] Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba!"

Alkitab nampaknya mengajarkan kepada kita bahwa Yesus memang tidak menghargai ibudanya sendiri seperti diceritakan juga dalam [Matius 12:46-50] Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau. Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Yesus juga menetapkan aturan kepada siapa saja untuk membenci orangtua sendiri lebih dulu sebelum diterima menjadi muridnya. Ini diceritakan dalam [LUKAS 14:26] “Jikalau seseorang datang kepadaku dan ia tidak membenci ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku”.

Padahal jangankan sampai membenci, sedangkan bersikap tidak santun saja [Ulangan 27:16] sudah menegaskan: "Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"

YESUS TERORIS PENEBAR ANARKIS
[Matius 10:34] “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang!"

[Lukas 12:49] “AKU datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah AKU harapkan, api itu telah menyala!”
[Lukas 12:51] “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas Bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan!”

YESUS BODOH TAPI SADIS
[Markus 11:11-14] “Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Disana ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba disitu, ia tidak mendapatkan apa-apa, selain daun -daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya (Yesus) kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Maka menjadi layulah pohon ara itu.

[Wahyu 2: 23] “Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.”

Dua kisah di atas menunjukkan betapa Yesus tidak mampu menggunakan pertimbangan akalnya dengan baik benar.
Pertama, karena perutnya yang sedang lapar tak terpenuhi, pohon ara yang tidak bersalah menjadi sasaran kutuknya hingga mati kering merana.
Kedua, orangtua yang berbuat salah dipaksanya untuk bertaubat, sementara anak-anak mereka yang tidak tahu apa-apa justru dihukum mati! Apakah ini patut dianggap sebagai perbuatan orang cerdas?

YESUS PARANOID YANG HAUS DARAH
Mirip God Father dalam filem-filem Mafioso Itali, tidak perduli apakah orang-orang yang dimaksudkannya benar-benar membahayakan dirinya atau tidak, pokoknya sebelum dia yang dibunuh, Yesus menginginkan semua musuhnya dibunuh lebih dulu!

Ini ditegaskannya dalam [Lukas 19:27] “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mata-Ku!”

MENJELANG SAKARATUL MAUT YESUS MASIH MENGKONSUMSI ALKOHOL
[Yohanes 2:8] “Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain”, padahal [Imamat 10:9] tegas-tegas mengharamkannya seperti ada tertulis: "Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun!"

Kedekatan dengan alkohol ini rupanya masih berlanjut hingga ajal menjemput.
Menjelang sakaratul maut di tiang salib, Yesus masih sempat minum anggur dan menurut [Yohanes 19:30] Sesudah Yesus meminum anggur itu, berkatalah Ia; "Sudah selesai ...." kemudian matilah Yesus! ~ DEMIKIAN MENURUT ALKITAB.

PERTANYAAN:
Sekarang, coba mari sama-sama kita fikirkan sendiri. Apakah benar seperti di atas itu perangai Yesus yang selama 20 abad ini dituhankan oleh umat Paulus?

Jika memang benar, maka menurut ayat-ayat lain dalam alkitab sendiri, rasanya perilaku seperti di atas itu bahkan tidak pantas untuk menjadikannya sebagai seorang Nabi, apalagi sebagai Tuhan?!

Tapi jika anda anggap tidak benar, kenapa perilaku Yesus yang sedemikian rupa tidak pantas itu ada tertulis dalam alkitab?

Tidakkah anda sebagai umat kristen juga berfikir sama dengan orang-orang di luar kristen yang dengan akal sehatnya dapat merasakan adanya gelagat tidak beres bahkan berbau fitnah di sini?

Siapa sebenarnya yang tidak betul, Yesuskah, atau para pegarang dan poenggubah injil-injil kanonik?

Atau anda memang tidak mau ambil pusing, karena ingin tetap berpegang teguh pada mantera sakti gereja "IMANI SAJA!" itu?

Silahkan direnungkan dengan menggunakan segenap akal dan budi anda sendiri deh!

Semoga Tuhannya Yesus memberkati.
Amen!



[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]



Cerita Yesus Tentang Si Penghibur


Berikut ini adalah kisah yang diriwayatkan oleh Yesus di hadapan murid-muridnya ketika meramalkan kedatangan 'Si Penghibur' yang tertulis di dalam alkitab:

YOHANES
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.  
14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapalebih besar daripada Aku.  
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum ia terjadi, supaya kamu percaya, apabila ia terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."  

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;  

LUKAS
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.  
24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."  

Umat Kristen berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan "Penghibur" dalam ayat-ayat Yohanes di atas adalah "Roh Kudus", salah satu unsur dari Trinitas. Mereka memahami ayat-ayat Yohanes di atas secara harfiah dan sepotong-sepotong oleh karena pola pikir mereka yang sudah terbius oleh "doktrin gereja".

Ayat-ayat Yohanes di atas tidak dapat ditafsirkan secara harfiah saja, tetapi harus ditafsirkan secara utuh dan menyeluruh, bahwa "Penghibur itu tidak akan datang" jika Yesus tidak pergi. Tetapi Penghibur itu akan datang "setelah Yesus pergi". Jika Penghibur itu datang, maka "ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman"!

Bahwa Penghibur itu juga "akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus". Oleh karenanya, Yesus mengatakannya "sebelum ia terjadi, supaya percaya, apabila ia terjadi".

Adapun kata "Roh Kudus" sebagaimana tersebut dalam Yohanes 14:25 di atas, kemungkinan besar merupakan tambahan yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh Gereja Kristen Awal untuk memberikan persepsi bahwa seolah-olah Penghibur itu adalah Roh Kudus, meski hal ini sesungguhnya bertentangan dengan konsep Roh Kudus itu sendiri.

Lebih jelasnya perhatikan uraian di bawah ini.

Siapakah "Penghibur" yang dimaksud ayat-ayat di atas?

  • Lebih dari satu ayat Alkitab merujuk pada Roh Kudus yang telah hadir di dunia sejak zaman Raja Daud pada abad ke-11 dan 10 SM, serta menjadi sumber ilham dan wahyu Daud (Mazmur 51:11; Markus 12:36; Kisah Para Rasul 1:16; 4:25). 
  • Roh Kuduslah yang konon menjadi sumber wahyu Yesaya (Kisah Para Rasul 28:25). 
  • Roh Kuduslah yang konon pula mencerahkan seluruh bangsa Israel sebelum ramalan-ramalan Yesaya dalam Perjanjian Lama (Yesaya 63:10-11).
  • Roh Kuduslah yang katanya memberikan wahyu kepada Simeon di Yerusalem selama abad-abad pertama SM dan Masehi (Lukas 2:25-26).
  • Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:15). 
  • Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Elizabet, Ibu Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:41).
  • Roh Kuduslah yang memberi wahyu kepada Zakaria, ayah Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:67). 
  • Roh Kuduslah yang turun kepada Maria, ibu Yesus (Lukas 1:35). 
  • Roh Kuduslah yang memasukkan ilham dan wahyu ke dalam diri Yesus (Matius 1:20; 3:11; Markus 1:8; Lukas 3:16,22; 4:1; 10:21; Yohanes 1:33; Kisah Para Rasul 10:38).  

Jelasnya, Roh Kudus sudah bekerja di dunia umat manusia dengan melaksanakan perannya sebagai penyampai wahyu dan ilham, jauh sebelum peristiwa pengangkatan Yesus ke langit!

Oleh karena sudah ditunjukkan bahwa Roh Kudus telah hadir dan aktif di dunia, yakni telah diutus oleh Allah sebelum Yesus dilaporkan membicarakan sabda-sabda yang dikutip di atas, maka satu-satunya cara agar ayat-ayat di atas memiliki makna konseptual yang tepat adalah dengan menafsirkan "Penghibur" dan "Roh Kudus" sebagai dua entitas yang berbeda.

Siapakah yang dimaksud sebagai "Penghibur" itu?
"Janji dari Bapa" adalah sang "Penghibur". Sang Penghibur akan diilhami oleh, dan menerima wahyu dari Roh Kudus. Dan wahyu itu akan disampaikan padanya melalui "kekuasaan dari tempat tinggi". Sayangnya, para pengikut Yesus ketika itu mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali sang Penghibur dan menerima ajaran-ajaran yang lebih berat lagi. Oleh karenanya, Yesus harus memperingatkan mereka tentang kedatangan sang Penghibur, yang juga akan menjadi "penguasa dunia ini". Saya mengusulkan kepada para pembaca Kristen bahwa satu-satunya pribadi setelah Yesus yang bahkan secara samar bisa cocok dengan identifikasi ini adalah Nabi Muhammad SAW.

Dalam hal ini, untuk kepentingan pembaca Kristen, mungkin sebaiknya dicatat bahwa ayat dalam Yohanes 14 menyatakan bahwa sang Penghibur adalah seseorang "yang dikirim Bapa dalam namaku"; dan Al-Qur'an berulang-ulang merujuk pada Yesus dan wahyu yang dikirimkan kepadanya (QS. 2:87,136,253; 3:45-59; 4:157-159,163,171-172; 5:17,46,72-75,78,110-118; 6:85; 9:30-31; 19:19-35,88,93; 21:91; 23:50; 33:7; 42:13; 43:57-65; 57:27; 61:6,14).

[QS. 2:87. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Roh Kudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?]

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]