Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Sorga Perbandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sorga Perbandingan. Tampilkan semua postingan

Sorga Menurut Logika Seorang Muslim


Kita mulai dari sini:
Surga Islam penuh dengan pesta seks dan kemaksiatan?
Bagi umat islam, tudingan seperti ini adalah cerminan dari cacat logika umat kristen yang betul-betul sudah rusak berat alias tidak waras lagi sebagai akibat terlalu banyak menelan doktrin dan dogma gereja yang awalnya diciptakan salah oleh Paulus sehingga terpaksa terus menerus dimodifikasi oleh penererusnya.

Menurut anda sorga itu apa?
  • Tempat kerja paksa?
  • Tempat penyiksaan?
  • Kantor polisi?
  • Tempat beribadah?
  • Atau tempat yang paling menyenangkan?
Sebenarnya penjelasan 'tafsir' tentang sorga dan bidadari menurut Al-Qur'an dan hadits cukup banyak bertaburan di internet, namun bagi kebanyakan umat kristen yang hasratnya bukan untuk belajar melainkan hanya ingin 'mengolok-olok' ajaran Muhammad saw, tentu saja dianggap bacaan tidak menarik.

Karena itu secara ringkas akan saya simpulkan saja bahwa menurut pandangan muslim, setidaknya saya, sorga adalah sesuatu yang "tak terbayangkan" bentuknya oleh manusia yang masih hidup di dunia, dan sesuatu yang "tak terbayangkan" bentuknya itu dipersiapkan sebagai tempat yang dijanjikan oleh Allah bagi siapa saja yang "lulus ujian" selama hidup di dunia.

Dalam konteks ini, kita persempit lagi menjadi: bagi mereka yang terbukti telah berusaha semampunya untuk melaksanakan segala perintah Allah dan berusaha sekuatnya pula menghindarkan dirinya dari melakukan segala bentuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah, yakni perbuatan-perbuatan dosa yang sangat 'menggairahkan' dalam kehidupan dunia.

Di dunia, sebagai makhluk yang diberi "free will" oleh Allah kita bebas mendapatkan dan merasakan semua kenikmatan itu, namun di sisi lain, Allah juga menetapkan hukum-hukum yang jelas dalam mengaktualisasi kebebasan tsb sehingga kita juga menjadi tahu mana kenikmatan yang halal dan mana yang haram. Konsekuensinya, setiap muslim harus berjuang keras melawan dirinya sendiri (baca: godaan iblis) untuk tidak melakukan semua yang diharamkan oleh Allah baginya.

Sebagai manusia normal yang memiliki nafsu juga akal, larangan ini tentu saja sangat menyiksa sepanjang hidupnya. Tapi itulah yang namanya ujian!

[QS. 29:2] Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,"Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji? 

[QS. 18:7] Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

[QS. 4:124] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.

[QS. 98:6] Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Di sorga, segala kenikmatan itu kualitasnya beribu-ribu kali lipat lebih baik daripada di dunia!
Informasi tentang sorga dalam ajaran Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, dari mana manusia diberitahu bahwa sorga adalah tempat yang tak terbayangkan menyenangkannya, tempat yang penuh dengan kenikmatan sebagai balasan atas amal perbuatan baik di dunia.

Penghuninya akan mendapatkan kenikmatan sempurna, diberi kekekalan, disediakan makanan, minuman dan kehidupan yang serba nikmat berikut jutaan kesenangan lainnya. Keinginan apa pun yang mungkin terlintas di kepala, termasuk bila ingin bercengkrama dengan bidadari, misalnya, dalam sekejap segera tersedia!

Sampai di sini, hampir seluruh kristen luar biasa keblinger memahami informasi tentang bidadari di sorga! Bidadari itu sejatinya hanya satu dari jutaan kesenangan lain yang boleh jadi diinginkan oleh penghuni sorga (baca: meninggal seblum menikah), boleh jadi juga tidak.

Al-Qur'an dan hadits juga menginformasikan bahwa bagi para suami atau isteri penghuni sorga yang merindukan kelanjutan hidup bahagia keluarga mereka di dunia dulu (bila seluruh anggota keluarganya "lulus" ujian) akan dipertemukan kembali dengan anak-anak dan pasangannya masing-masing dalam bentuk dan rupa yang jauh lebih baik dibandingkan ketika hidup di dunia. Pasangan mereka ini bahkan digambarkan lebih cantik atau lebih tampan dari para bidadari! 

Artinya para pria (meninggal setelah menikah) mendapatkan bidadari yang adalah istrinya sendiri ketika hidup di dunia, atau (bila isterinya tidak "lulus"ujian) mendapat bidadari sorga sebagai penggantinya.

Para isteri ini akan menjadi ratu bagi bidadari yang akan menjadi istri-isteri dari suaminya (bila si suami berkehendak memiliki lebih dari satu pendamping di sorga) demikian juga sebaliknya.

Kehidupan di dunia tidak sama dengan di sorga, dan itulah sebabnya kenapa disebutkan juga bahwa para bidadari ini senantiasa perawan dan tetap bersih (tidak BAK atau BAB dan tidak mengalami menstruasi, tidak lagi hamil) dan lain sebagainya.

Jika surga difahami lain dari yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, seperti pemahaman kristen misalnya, di mana diajarkan bahwa sorga adalah tempat manusia hidup kekal seperti malaikat, tidak kawin mawin, tidak makan dan minum, tidak menikmati kesenangan sebagai imbalan segala susah-payahnya dalam usaha mengatasi ujian, dan setiap hari dalam kehidupannya yang kekal itu hanya melantunkan kidung puja-pujian bagi Allah semata, lalu buat apa harus masuk sorga?

Tokh di dunia hal itu sudah kita lakukan? Bukankah kehidupan di sorga yang seperti itu di dunia saja (baca: di mana kita hidup hanya sebentar) sudah terasa demikian sangat membosankan? Apalagi jika selama-lamanya kita hanya akan melakukan hal yang sama? Apakah itu patut dianggap sebagai nikmat dari Allah?

Bagi siapapun yang hari gini masih Kristen, cobalah praktekkan "gladi resik" ini mulai sekarang. Caranya mudah, begitu bangun pagi, jangan sarapan, tapi langsung menghadap tembok di mana tergantung gambar Yesus, atau bentuk-bentuk berhala kekristenan lainnya seperti misalnya replika palang salib. Kemudian, mulailah lantunkan kidung-kidung pujian selama yang anda sanggup sampai anda merasa letih, lalu beristirahatlah. Tapi jika anda merasa haus atau lapar, INGAT! Jangan minum apalagi makan!

Setelah cukup beristirahat, kembalilah lagi menghadap tembok di mana tadi anda melantunkan kudung-kidung pujian, lalu lanjutkan lagi puji-pujian anda sampai anda merasa letih dan perlu istirahat, tapi INGAT! Jangan minum dan makan! Esoknya, lakukan lagi hal yang sama, demikian juga pada hari-hari berikutnya.

Jika itu benar-benar anda lakukan, maka dijamin! Belum genap seminggu, anda sudah merasa seperti orang gila karena tidak sanggup lagi melawan rasa bosan yang luar biasa! Padahal, hal seperti itulah yang menurut doktrin Kristen sendiri kelak akan anda lakukan setiap hari, yang lama satu harinya sama dengan seribu tahun di dunia, untuk selama-lamanya!        
  
Islam agama yang fundamennya adalah logika, dan ajaran islam sendiri yang mengisyaratkan bahwa hanya logika orang tidak waras yang mau menerima begitu saja janji-janji sorga yang sedemikian "dingin" dan "tak menggairahkan" bagi siapa pun juga!

Sorga memang seharusnya menjadi tempat di mana segala bentuk hukum Allah di dunia (yang sifatnya sebagai ujian bagi manusia) dilepaskan dari seluruh ikatannya. Di sorgalah semua citarasa yang tidak pernah dirasakan oleh orang-orang shaleh selama hidupnya boleh mereka dapatkan, bahkan dengan kualitas yang beribu kali lipat lebih baik daripada yang pernah dinikmati  oleh para pembangkang di dunia, yang pada gilirannya harus menerima konsekuensinya menjadi pesakitan di neraka untuk selama-lamanya! 

Tapi masuk sorga kristen? 
Sama saja dengan masuk neraka!


[Sumber: Gus Mendem Menjawab Kristen]



Jaminan Sorga Umat Kristen Menurut Al-Quran

Ayat-ayat alkitab berikut ini merupakan tanggapan netters Kristen untuk membuktikan bahwa dalam alkitab terdapat jaminan keselamatan (diartikan masuk sorga) bagi yang percaya pada ketuhanan Yesus Kristus.
  • Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
  • Mereka yang mendengarnya, akan hidup.
  • Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
  • Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
  • Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
  • Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
  • Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan,
  • Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Ayat-ayat tersebut punya pola pengandaian, banyak menggunakan  kata ‘barangsiapa begini' maka  ‘akan begitu', yang artinya: JIKA anda percaya kepada Yesus, maka NANTI anda AKAN masuk sorga. 

Padanan untuk ayat-ayat tersebut sangat banyak di dalam Al-Qur’an, misalnya saja:

"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah: 82) 

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai;" (QS. An-Nisaa: 57) 

"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?" (QS. An Nisaa: 122) 

" .. dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al A’raaf: 42) 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh keni`matan." (QS.Yunus: 9) 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya." (QS. Huud: 23) 

"Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (QS. Ar-Ra’d 29) 

"Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “salaam” (QS. Ibrahim: 23) 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal," (QS. Al-Kahfi: 107) 

" .. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun," (QS. Maryam: 60) 

"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)," (QS. Thaahaa: 75) 

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Hajj: 14) 

"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai." (QS. Al-Hajj: 23) 

"Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh keni`matan." (QS. Al-Hajj 56) 

"Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Ankabuut: 7) 

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal," (QS. Al-Ankabut: 58) 

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira." (QS. Ar-Ruum 15) 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh keni`matan," (QS. Luqman: 8) 

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. As-Sajadah: 19) 

"Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar." (QS. Asy-Syuara: 22) 

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata." (QS. Al-Jatsiyah: 30) 

"(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. At Taghaabun: 9) 

"Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya." [QS. At-Thalaaq: 11) 


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Buruuj: 11)

Berbeda dengan ajaran Kristen yang mengaitkan soal masuk sorga cukup HANYA dengan percaya (sekalipun dalam beberapa diskusi netters Kristen disini mengatakan bahwa kalau sudah percaya maka perbuatannya sudah pasti merupakan amal saleh, ini perlu didiskusikan lebih lanjut. Sebab fakta yang ada membuktikan bahwa amal saleh dan perbuatan baik dapat dilakukan oleh semua orang, tidak peduli apapun agamanya, bahkan atheis sekalipun). Maka Al-Qur’an mengaitkan sorga dengan iman dan amal saleh, artinya beriman saja tidak akan membuat anda masuk sorga kalau tidak pernah beramal saleh. Sebaliknya, semua amal saleh anda akan sia-sia kalau tidak didasari iman kepada Allah.

Namun semua ayat Al-Qur’an tersebut tidak diartikan bahwa anda yang merasa telah beriman dan beramal saleh PASTI masuk sorga, karena selama anda menjalani hidup maka dipastikan iman dan amal saleh anda selalu berobah, kadang naik dan kadang turun, itu adalah hal yang manusiawi dan terjadi pada semua orang.

Kondisi keimanan dan amal saleh yang tidak stabil tersebut bisa disebabkan oleh ujian yang diberikan Allah kepada manusia yang punya kodrat memiliki kecenderungan ke arah baik dan buruk. Al-Qur’an sendiri menyampaikan:

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 142)

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabuut: 2)

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu." (QS. Ali-Imran: 186)

"Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al- Hujuurat: 3)

"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu." (QS. Al-An’aam: 145)

"Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?” (QS. Al-An’aam: 53) 

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa: 35)

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (QS. Muhammad: 31)

"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (QS. Al-Mulk: 2)

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS. Al-Insaan: 2)

Jadi menurut Al-Qur’an, hidup di dunia tidak lain hanyalah fase ujian terhadap keimanan dan perbuatan kita. Mengapa harus diuji? Karena hanya dengan ujianlah bisa dibuktikan apakah seorang manusia memang menjalankan hidupnya sesuai perintah Allah atau tidak. Dalam menjalani hidup sering kita tergelincir melakukan dosa, itu juga manusiawi karenanya tidak ada manusia yang tidak berdosa. 

Untuk itu Allah memberikan "free will" kepada setiap manusia  antara lain:

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (QS. Ali Imran: 135-136)

"Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa: 64)

"...  dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa: 106)

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisaa: 110)

"Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Maaidah: 39)

"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Maaidah: 73-74)

"Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-A’raaf: 153)

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu;" (QS. An-Anfaal: 39)

Itu adalah sebagian dari ayat Al-Qur’an tentang pengampunan Allah, masih banyak ayat yang lain lagi, terus terang, sangat banyak untuk dikutip di sini karena demikian banyaknya. Silahkan anda cari sendiri dalam Al-Qur’an.

Jadi, ayat alkitab memang tidak pernah menyatakan adanya jaminan anda masuk sorga karena percaya kepada Yesus. Sebab semua ayat yang dikutip diatas hanyalah kalimat pengandaian, dan itu sama saja dengan ayat yang ada dalam Al-Qur’an.

Lalu mengapa umat Kristen sampai bisa punya keyakinan SUDAH DIJAMIN dan PASTI MASUK SORGA, cukup hanya dengan syarat percaya saja?

Itu datangnya dari doktrin gereja yang dicekoki terus-menerus, menjadi ‘candu spriritual’, bikin mabok dan melayang-layang, lupa bahwa kita harus terus menjalani kehidupan dengan segala kemungkinan, bisa istiqomah (konsisten) dengan keimanan dan amal saleh kita, bisa juga terjerumus.

Al-Qur’an mengatakan:
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”. (QS. Al-Baqarah 111)

Tahu artinya angan-angan kosong?

Sesuatu yang belum ada ditangan, tapi pikiran kita menganggapnya sudah dalam genggaman. Padahal hal itu tidak akan pernah terjadi. Itulah yang namanya angan-angan kosong, dan Al-Qur’an telah memperingatkan anda dengan bahasa yang lugas dan jelas.






Sekarang silahkan pikir sendiri, di hadapan anda ada dua pilihan soal keselamatan dan jaminan masuk sorga. Mana yang akan anda pilih?

Mau ‘melayang-layang’ menikmati angan-angan kosong sendiri, atau kembali ke dunia nyata, menjalani sisa kehidupan anda sesuai ajaran semua Nabi, selalu berhati-hati agar tidak tergelincir, senantiasa memohon ampun kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang dapat memberi anda petunjuk yang terang jika merendahkan diri di hadapan-Nya, atau akan menyesatkan anda jika anda menghadap-Nya dengan sombong, prasangka buruk dan kedurhakaan?

Semuanya terserah anda!

[Sumber: Serangan Balik Untuk FFI | Islam Menjawab Fitnah]



Jaminan Sorga Versi Kristen vs Versi Islam


Pdt. Budi Asali: Kami orang Kristen tidak berkata: “Insya Allah kami masuk surga”! Kami juga tidak mengatakan “moga-moga kami masuk surga”! Kami yakin kapanpun kami mati, kami PASTI masuk surga! Bukan karena kami baik, tetapi karena dosa kami sudah dibereskan oleh Yesus Kristus!"

Admin Siaran Al Hayat - lebih tepat Siaran Darah dan Kematian!: "Dalam Al Kitab kita menemukan janji bahwa jikalau dosa-dosa kita dipercayakan/ diserahkan kepada Isa Al-Masih sebagai Juru Penebus (Juru Selamat) kita, dosa-dosa kita akan diampuni/ dibersihkan dan kita akan pasti masuk sorga pada waktu meninggal dunia.  Kita tidak perlu menunggu hari kiamat untuk tahu apakah kita akan masuk sorga atau tidak. Kebenaran kepastian akan keselamatan yang dimaksudkan pada ayat Allah sbb: Domba domba-Ku." (Yohanes 10:27-28)

Pdt. Jusuf Roni :Saya secara pribadi sangat terpikat dengan “kepastian keselamatan” yang diberikan oleh Yesus Kristus dalam ajaran-ajaranNya yang tertera di dalam Alkitab. Keselamatan yang pasti inilah yang membuat saya tertawan pada Yesus Kristus, dan saya seperti mendapat permata berlian yang tiada ternilai, sebab percumalah hidup kita di dunia ini senang, tanpa jaminan keselamatan yang pasti. Dan setelah saya beroleh keselamatan yang pasti ini maka hidup saya mendapat ketenangan, kedamaian. Hilang semua kekuatiran dan kegelisahan saya yang dahulu, apakah saya pasti masuk surga atau tidak. Tetapi sekarang dengan segala jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus, maka saya pasti bersama-sama Dia di sorga bila saya dipanggilNya kelak!

Klaim-klaim model di atas sebenarnya adalah klaim yang sama sekali tidak mengherankan umat muslim. Kenapa? Karena klaim tersebut bahkan sudah lahir dan sudah dijawab pula sejak ribuan tahun yang lalu. Bukan sekedar jawaban untuk klaim "jinak-jinak merpati" seperti di atas, tetapi bahkan jawaban atas klaim yang lebih "menantang." Bukan pula jawaban dari manusia, tetapi bahkan jawaban dari Sang Pencipta manusia. Karena Allah Ta'ala, satu-satunya Tuhan yang benar untuk diibadahi telah berfirman:

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani." Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (QS. Al-Baqarah 2:111).

Dan mereka berkata: "Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. "Katakanlah, "(Tidak!), melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang menyekutukan Tuhan." (QS. Al-Baqarah 2:135).  

Orang Yahudi dan Nasrani berkata, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah, "Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali." (QS. Al-Maa'idah 5:18).

Tidak ada dosa asal atau dosa waris
Sebelum diturunkan ke bumi, Adam 'alaihissallam telah diampuni. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat (ucapan untuk memohon ampunan) dari Tuhannya, lalu Allah pun menerima taubatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang. Kami berfirman, "Turunlah kamu semuanya dari surga. Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut atas diri mereka dan mereka pun tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah 2:37-38).

Dosa waris hanyalah pandangan pribadi Paulus dalam suratnya yang ditujukan – kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma: “Sebab itu sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu orang, dan dan dalam dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang karena semua telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Merujuk pada kitab Musa (Kejadian 2:8-25, 3:1-24) pun tak ada indikasi adanya dosa waris. Hanya ular yang dikisahkan dikutuk TUHAN sehingga tetap sebagai binatang melata seperti yang biasa kita lihat (Kejadian 3:14) dan tanah tempat Adam dan Hawa ditempatkan tidak sesubur taman Eden (Kejadian 3:17-19). Bahkan kutuk terhadap tanah/ bumi telah dicabut oleh TUHAN dengan berfirman dalam hati-Nya? (Kejadian 8:21). Adapun istrinya (Hawa) bahkan diberi bekal pengetahuan bahwasanya ia akan mengalami keterbatasan saat mengandung dan merasakan sakit saat bersalin (Kejadian 3:16).

Karena itu, buanglah jauh-jauh pikiran, semestinya saat ini kita semua manusia hidup di surga seandainya Adam tidak berbuat salah, dan dengan dalih (bukan dalil) itu pula ada “ajaran suci” yang menganggap Adam sebagai biangnya wabah dosa yang terus menular, menjalar, menginfeksi setiap -orok- yang baru -oek- dari zaman permulaan sampai akhir zaman.

Sungguh, ajaran yang sangat merendahkan nilai kemanusiaan, ajaran yang menjungkir balikkan moralitas, ajaran yang harus disingkirkan dari ranah kemanusiaan yang adil dan beradab. Ajaran yang dibuat hanya untuk memenuhi selera pembuat "ajaran suci" turunannya, yaitu doktrin penebusan dosa. Dan sungguh, ajaran tersebut juga sangat melecehkan Tuhan karena menganggap Tuhan tidak punya rancangan matang hingga mengalami kebingungan begitu panjang, dan akhirnya frustasi bahkan mengorbankan diri (*yang dibungkus rapat dan diikat erat untuk menyamarkan pelecehan terhadap Tuhan dengan slogan “ajaran kasih”).

Ajaran kasih, yang sangat perlu "dikasihani"
Yang benar adalah kita semua manusia hidup dibumi, bukanlah akibat ketidak taatan Adam, tetapi memang merupakan bagian dari "skenario prima" dari Yang Maha Sempurna.  

"Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk 50.000 th. sebelum Allah menciptakan langit dan bumi." [HR. Muslim no.2653; HR. Ahmad II/169].

Allah Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (al-Lauhul Mahfuzh)" (QS. Al-An'aam 6:59).

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (al-Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.  Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah (QS. Al-Hadiid 57:22).

Kehidupan manusia di bumi adalah murni kehendak Allah, yang telah menetapkan manusia sebagai khalifah didalamnya:  

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi" Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu"? Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah 2:30).

Hal senada juga terdapat dalam kitab Musa (Kejadian 1:26-29), bahwa Allah berkehendak menjadikan manusia sebagai penguasa dunia dan beranak cucu di dalamnya. Sayangnya ayat ini sengaja dilupakan para pewarta kristen untuk menolak adanya takdir (kecuali Kalvinis) sekaligus memuluskan dogma dosa warisan. Bahkan seringkali disalah gunakan untuk mendukung adanya indikasi kejamakan Tuhan.

Allah Ta'ala juga senantiasa memberi petunjuk pada anak cucu Adam, sebagai makhluk yang berakal dan berkehendak bebas (*yang tentunya dibatasi oleh norma/ aturan atau pun kebebasan orang lain) melalui para nabi dan rasul-Nya. Adapun seruan utama para nabi dan rasul sejak Adam 'alaihissallam  sampai yang terakhir yakni nabi Muhammad shalallaahu 'alaihi wa sallam adalah untuk – mentauhidkan – Allah.

Allah Ta'ala berfirman:
Dan sungguh, Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan):"Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut", maka di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl 16:36)

Juga firman Allah Ta'ala: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiyaa 21:25).

Tauhid Nabi Musa 'alaihissallam
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia (Ulangan 4:35). Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan 6:4). Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku (Ulangan 32:39).

Tauhid Nabi Daud 'alaihissallam
Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami (II Samuel 7:22). Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya (Mazmur 86:8-12).

Tauhid Nabi Sulaiman 'alaihissallam  
Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit, lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu (I Raja-raja 8:22-23).  

Tauhid Nabi Yesaya 'alaihissallam
"Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku (Yesaya 43:10-11). Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku (Yesaya 44:6). Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain(Yesaya 45:5-6). Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku (Yesaya 46:9).

Tauhid Nabi Yesus 'alaihissallam
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Markus 12:29). Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku (Yohanes 5:30).

Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa (Yohanes 10:29). Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3).

Firman Allah Ta'ala mengisahkan Al-Masih Isa putra Maryam:
Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus" (QS. Ali Imran 3:50-51).

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, adalah sungguh naif – merasa pasti – (bahkan bila pun hanya sekedar berkhayal) –  masuk surga dengan dalih bahwa dosa waris (yang jelas ngga ada!) dan segala dosa perbuatan (yang jelas sangat banyak!) telah ditebus dengan darah dan kematian Yesus Kristus.

Dalam hal ini juga secara tidak sadar (memang sengaja dihindarkan dalam pengajaran gereja supaya tetap tidak sadar) harus mensyukuri adanya tindakan barbar, pembunuhan secara biadab pada manusia mulia Yesus Kristus, Isa 'alaihissallam.

Bahkan selanjutnya (khususnya trinitarian) harus melakukan perbuatan yang paling dikutuk Allah Ta’ala, Tuhan seluruh alam, yaitu menyekutukan-Nya dengan mempertuhankan Yesus dan Roh Kudus. Dengan demikian tidak lagi beribadah/ menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi menyembah Tuhan Tritunggal. Tritheos yang dikemas dalam wadah “segitiga suci”made in Romawi, sehingga nampak seolah-olah atau pun dipaksakan sebagai monotheisme. Padahal sejatinya tritheisme paganisme.

Bahkan sebenarnya tidak cukup disebut hanya tritheisme karena tidak ada kesepakatan jumlah pribadi Tuhan Roh Kudus. Dalam kitab Wahyu (4: 5) disebutkan adanya 7 Roh Allah. Dalam Bilangan (11: 17) Roh TUHAN yang hinggap pada Musa, dibagi pada 72 panatua. Sementara pada setiap diri orang kristen mengaku “dirasuki” Roh Kudus. Dan belum lagi apabila setiap keluarga kristen melahirkan anak kristen, baik secara biologis maupun “memanen dari ladang yang telah menguning" milik tetangga, maka pada satu sisi menularkan virus dosa asal dan pada sisi lain punya andil menambah jumlah Roh Kudus.

Sungguh suatu keimanan, yang tidak menyehatkan!   
Terakhir menanggapi klaim - kepastian masuk surga dan mengkontraskan dengan moga-moga masuk surga - yang selalu menjadi jualan utama para pewarta kristen, maka ada dua sudut pandang jawaban.

Pertama: Dari sudut pandang kekristenan pun tertolak, karena Katolik mengakui adanya andil perbuatan baik dalam meraih tujuan utama yaitu surga, sehingga ada konsep api penyucian (neraka kecil dalam kubur). Jadi sangat tergantung kristennya siapa, apakah Katolik atau yang memprotesnya (Protestan).  

Menurut alur ini juga berarti surganya Protestan berbeda dengan Katolik, karena surga Protestan berisi campur baur orang-orang yang tidak sengaja berbuat baik dan para pembunuh/ penjahat aktif. Sedangkan surga Katolik berisi orang-orang yang benar-benar baik pada satu tingkat karena sewaktu di dunia ada niat/ motivasi berbuat kebaikan, dan pada tingkat dibawahnya berisi para mantan pembunuh/ penjahat yang benar-benar telah bertobat dan disucikan dalam api penyucian.

Yah, berharap saja semoga saudara tua yakni Kristen Katolik yang walaupun sering kali diprotes, mau membuka pintu surga bagi penduduk surga Protestan yang mengungsi karena ketakutan pada para pembunuh dan penjahat yang berkeliaran.

Benarkah mereka pasti masuk surga?
Padahal Yesus hanyalah jalan, atau utusan, hamba yang dimuliakan menjadi seorang Nabi, yang menyerukan kebenaran, yaitu untuk hanya menyembah Bapa yang mengutusnya, dan mengajarkan untuk hidup sesuai hukum Taurat supaya bisa masuk surga (lihat:Yohanes 14:6). Sedangkan mereka menjadikan Yesus sebagai tujuan utama, dengan menjadikan Yesus sebagai sembahan, sebagai tempat memohon, sebagai Tuhan.

Sungguh, suatu program yang tidak cukup hanya di update atau di upgrade, tetapi harus diganti dengan program dari langit berikutnya! "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukan jalan-Ku" demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9).

Kedua: Dari sudut pandang Islam, meyakini bahwa semua orang muslim telah dijamin pasti masuk surga. Bukan hanya orang muslim dari umat Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, tetapi juga seluruh orang muslim pengikut nabi dan rasul terdahulu, termasuk pengikut Nabi Isa 'alaihissallam.

Pengikut Nabi Isa 'alaihissallam, hanya pengikutnya - yakni yang taat mengikuti ajarannya untuk hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan hukum Taurat, bukan mereka yang menyembah Tuhan Tritunggal yang entah mengikuti “nabi” siapa dan dari mana asalnya.

Adapun kenapa umat muslim harus taat beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan harus berbuat baik kepada sesama manusia adalah sebagai konskuensi sekaligus ungkapan rasa syukur sebagai mukmin yang muslim. Karena dalam Islam, iman bukan sekedar percaya seperti dalam kekristenan, akan tetapi iman meliputi keyakinan yang kokoh dalam hati, melafazkan dengan lisan dan membuktikan dengan perbuatan. Semua itu diatur secara tegas, jelas dan gamblang sebagai rukun iman (6) dan rukun islam (5).

Bukan berarti pula banyaknya ibadah seseorang yang akan memasukkannya ke Surga, karena seberapa besar pun ibadah seseorang tidaklah akan sebanding dengan berbagai kenikmatan yang telah Allah Ta'ala berikan. Bahkan kemampuan untuk melaksanakan berbagai ibadah pun merupakan sebuah nikmat (hidayah taufik) dari Allah Ta'ala, setelah pada tahap sebelumnya telah diberi hidayah petunjuk, yakni memeluk agama Islam - sebagai nikmat terbesar bagi manusia.

Karena itu, muslim sungguh sangat bersyukur karena telah berada di atas jalan yang lurus, sehingga setiap hari minimal 17 kali memohon pada Allah Ta'ala agar senantiasa tetap berada di atas jalan lurus tersebut, yakni agama Islam. Dan sangat bersyukur pula diberikan kemampuan untuk melaksanakan berbagai ibadah yang diperintahkan. Karena itu, masuk Surga pada hakekatnya adalah rahmat dari Allah Ta'ala, bukan dari banyaknya ibadah yang dilakukan seseorang.

Dan sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan segalanya, termasuk takdir seorang muslim langsung masuk surga atau mampir dulu ke neraka. Tetapi tak seorang pun mengetahui dirinya langsung masuk surga atau mampir dulu ke neraka, kecuali yang telah diberitahukan oleh Allah dan dijelaskan oleh Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam. Yang jelas, Allah Ta'ala tidak menghendaki seorang pun muslim mampir dulu ke neraka karena Allah Ta'ala telah menunjukkan jalan ke Surga secara jelas, tegas dan terang-benderang, melalui perintah dan larangan-Nya.

Oleh karena itu, setiap muslim pada akhirnya pastilah akan masuk surga. Adapun kalimat Insya Allah masuk surga adalah sebuah harapan semoga langsung masuk surga, tanpa mampir dulu ke neraka. Dan ucapan Insya Allah adalah sunnah para nabi dan bukan hanya milik Islam.Bukankah Alkitab menuliskan: Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya(Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4: 15).

Dan kenapa masih ada neraka bagi muslim, adalah karena Allah Maha Adil sekaligus sebagai bukti kasih sayang Allah.

Bukankah sangat wajar bila surga hanya dihuni oleh orang-orang yang taat, dan neraka untuk orang yang khianat - orang yang tidak tahan uji?
Allah Ta'ala berfirman:    

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,"Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabut 29:2).

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. (QS. Al-Kahfi 18:7).

Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan (sebesar dzarrah), niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya (QS. An-Nisaa' 4: 40)

Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah 99:7-8).

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikit pun. (QS. An-Nisaa' 4:124).

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS. Al-Bayyinah 98:7-8).

Oleh karena itu, surga Islam hanya dihuni oleh orang-orang yang taat melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Adapun mereka yang kurang taat akan mampir dulu di neraka. Tidak seperti surga khayalan kristen (Protestan) yang berisi campur baur orang-orang yang tidak sengaja berbuat baik dan para pembunuh/penjahat aktif.

Yah, surga khayalan karena Allah, Tuhan seluruh manusia, telah berfirman:
Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk(QS. Al-Bayyinah 98:6)

Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (QS. An-Nisaa' 4: 41) 

Dan, bila dilanjutkan dengan sabda manusia mulia Yesus, Isa 'alaihissallam: "Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis; Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:10).

Sangat klop, alias PAS BANGET, bukan?!



Al-Quran Tentang Luas Surga Dan Luas Neraka



Berapakah kira-kira luas surga?

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran: 133)

“Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid: 21)

Subhaanallah! Surga itu luasnya seluas langit dan bumi? Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya? Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi sekitar tujuh milyar manusia saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.

Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah Swt, mari kita mencoba mengukurnya. Berdasarkan informasi dari Al-qur’an,  langit ini dicipta oleh Allah Swt sebanyak tujuh lapis.

Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan ayat Al-Qur’an yaitu Al-Isra’: 44, Al-Mukminuun: 17, Al-Mukminuun: 86, Al-Mulk: 3, Al-Baqarah: 29, At-Thalaq: 12, Nuh: 15 dan An-Naba’: 12

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44)

Langit diciptakan oleh Sang Pencipta sebanyak tujuh lapis, sementara untuk langit terdekat saja yang masih mampu dipandang teropong manusia yang tercanggih sekalipun sudah membuat manusia ‘takluk’ tidak dapat membayangkan. Maka bumi sungguh ibarat debu jika dibandingkan dengan luasnya surga. Demikian pula keindahan bumi beserta isinya, sungguh amat sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan keindahan Surga.

Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang menyatakan bahwa, keindahan surga yang diberikan Allah kepada para hambaNya, belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terlintas di dalam hati.

Sekedar sebagai ilustrasi matematis, mari kita bayangkan berapa luasnya jagad raya langit pertama itu. Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya ini diperkirakan sebesar 30 milyar tahun cahaya. Berarti garis tengah jagad raya kita ini sepanjang: 30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km = 279.936.000.000.000.000.000.000 km. Ini bukan luasnya langit, tetapi baru garis tengahnya saja.

Yang sedang kita hitung inipun masih luas langit terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh. Yang kesemuanya itu jauh lebih besar dibanding langit pertama. Lalu bisakah kita membayangkan luas surga? Bagaimana dengan keindahannya?
Subhaanallah!

Logika ilmu pengetahuan mungkin bakal terhenti, tinggal logika iman yang bisa mengukurnya.

Rasulullah pernah bersabda bahwa di surga sebuah pohon akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung ranting barat sejauh 100 tahun perjalanan. Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan, ternyata jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang bertambah lama bertambah besar dan tentu juga bertambah luas. Menurut penelitian Stephen Hawking setiap satu milyar tahun jagad raya mengembang sekitar sepuluh sampai dengan lima belas persen.

Surga memang luar biasa hebatnya. Luar biasa indahnya. Bahkan kita tidak bisa membayangkannya. Tetapi yang lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan para wali Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak terpesona dengan surga yang tidak terbayangkan keindahannya itu. Sebab mereka lebih terpesona dan lebih cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu Allah Swt.

Artinya keindahan Allah Swt, Kebesaran, dan kehebatannya, sungguh melebihi surga itu sendiri. Subhaanallah! Cuma kadang-kadang manusia ‘terperangkap’ dengan keindahan hadiahnya dan lupa kepada Dzat Yang Maha Pemberi hadiah.

Berapakah kira-kira luas neraka?
Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar. Nabi yang mulia mengatakan:

“Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab: hanya Allah dan rasulNya sajalah yang lebih mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi…” (HR.Muslim)

Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m/detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rums 1/2 gt2. Jika jatuhnya ke bumi kita sbb:

Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172.160.000 m = 23.228.686.172.160 km, Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km/12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi kita’.

Artinya bahwa, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi. Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas. Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali. Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh rasulullah saw tadi. Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali ‘tebal’nya bumi. Ah, betapa menggiriskan!

Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagaimana pula lebar horizontalnya. Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi. Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini. Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.

“Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa”. (QS. Ibrahim 14: 48)

Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravitasinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yg mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda”), maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan Secara matematis kedalaman itu menjadi: 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000.000 km

Sebagai gambaran, bila 1 trilyun atau 1000 milyar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka sekaligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 trilyun kilometer persegi. Sehingga kalau seseorang dimasukkan ke dalam neraka, jangan harap mudah menemukan teman ‘senasib dan sependeritaan’, apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan agar ‘tabah’.

Tulisan ini belum lagi membicarakan dahsyatnya suhu neraka serta ragam siksaan dan kualitas siksaannya. Sebagai gambaran singkat Rasulullah saw pernah berkata, andaikata dari dalam neraka yang dahsyat itu menerobos keluar apinya meskipun hanya sebesar lubang jarum saja, maka hancur binasalah bumi kita. Tulisan ini juga belum menggambarkan bahwa di neraka tubuh manusia tidak langsung gosong atau meleleh tapi memuai dahulu.

Rasulullah SAW pernah berkata bahwa ada gigi seorang kafir yang akan menjadi sebesar gunung Uhud di neraka. Hadits lain meriwayatkan bahwa tebal kulit manusia di neraka akan (memuai) hingga setebal 3 hari perjalanan, jauh lebih tebal dibanding kulit sapi yang digoreng dan memuai hingga setebal kerupuk kulit. Inilah mungkin hikmah kenapa jatah ruang neraka untuk setiap penghuninya diberi kapasitas yang sedemikian luasnya.

Setelah kita membayangkan keindahan surga yang ternyata tidak bisa dibayangkan saking dahsyatnya, dan setelah kita berhitung matematis tentang kedalaman neraka, yang ternyata juga tidak bisa kita bayangkan betapa mengerikan kedalaman neraka itu, masihkah kita mau menunda amal akhirat kita untuk suatu masalah dunia yang ternyata sangat kecil dan tidak abadi ini?

Ya Allah, berilah kami kebaikan di atas dunia ini, dan berilah kami kebaikan di akhirat nanti, hindarkanlah kami dari siksaMu yang amat pedih.
Amin.

[Sumber: Tausyah Wordpress