Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Sorga Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sorga Kristen. Tampilkan semua postingan

Luas Sorga Umat Kristen Bernama Kota Jerusalem Baru


Bukalah kitab Wahyu 21 dan perhatikan ayat 15 dst.

Untuk mengetahui seberapa besar atau seberapa luas sorga yang satu ini, kita merujuk pada Kitab Wahyu 21:15 sebagai dasar perhitungan di mana disebutkan,  "Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama."

Nah, kita mulai dari sini ...

SEBERAPA BESAR KOTA ITU?
Menurut ayat tadi adalah 12.000 stadia panjang dan lebar, di mana panjang 1 stadia = 607 feet, sehingga 12.000 strada setara dengan 1.400 mil, atau 2.253 kilometer. Ini berarti panjang dan lebarnya 2.253 kilometer, berbentuk empat persegi dan pastinya lebih besar dari India. Pengukuran ini boleh diambil secara literal karena digambarkan sebagai pengukuran manusia (Wahyu 21:17).

Bahkan yang lebih mencengangkan lagi adalah tingginya yang juga setidaknya 1.400 mil (Wahyu 21:16). Ini melampaui atmosfer bumi dan sampai ke ruang angkasa. Jika merupakan sebuah gedung bertingkat dengan tinggi 3.5 m per-lantai, maka gedung itu akan memiliki lebih dari 600.000 lantai!

Karena panjang, lebar, dan tinggi kota ini setidaknya sama-sama 1.400 mil, maka bisa berbentuk seperti kubus atau piramida. Tapi bentuk kubus sepertinya lebih tepat karena seperti tempat Maha Kudus di bait Salomo (1 Raja-raja 6:20) berbentuk kubus.

Untuk memberikan gambaran yang lebih baik seberapa besar Yerusalem Baru akan terlihat dari Bumi dengan bentuknya yang seperti kubus, lihat ilustrasinya di samping ini. Jika posisi kita cuma 1.5 km jauhnya dari kota, kita tidak akan bisa melihat bagian atasnya, tapi dimungkinkan jika berada 150 km dari kota. Pada jarak 8.000 km, maka akan tampak kota itu 130x lebih besar dari bulan. Agar tampak seukuran bulan, kita harus berada pada posisi 258.000 km jauhnya.

Sebelum disalibkan, Yesus memberitahu Petrus:

"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu." (Yohanes 14:2)

BERAPA BANYAK PENGHUNINYA?
Wahyu 7:09 menyebutkan jumlahnya tak terhitung!
Dalam ayat ini Yesus juga mengatakan tempat yang akan disiapkan untuk pengikutnya. Tentunya kita semua memiliki bayangan tentang sebuah rumah yang ideal, bukan? Sebagian dari kita ingin rumah yang besar. Sebagian lainnya mungkin cukup puas dengan tipe kondominium atau townhouse saja. Pastinya kita akan menerima tempat yang cocok, sesuai selera kita.

DETILNYA SEPERTI APA?
Suatu harta di Surga yang abadi (1Petrus 1:4). Ini berlaku untuk rumah kita. Di Bumi Baru tidak akan ada lagi kutuk, sehingga rumah kitapun tidak akan tunduk terhadap keausan. Ini termasuk tidak adanya pelapukan atau kerusakan cat pada dindingnya.

BAGAIMANA DENGAN RUANGANNYA?
Alkitab mengatakan bahwa kita akan memiliki teman-teman yg mengunjungi tempat tinggal kekal kita (Lukas 16:9). Jadi kita mungkin akan punya ruangan khusus untuk ini, semacam guest room, gitulah!

BAGAIMANA DENGAN KAMAR TIDUR UNTUK ISTIRAHAT?
Istirahat tersirat dalam (Ibrani 4:1-11 dan Wahyu 14:13). Sebuah ruang makan untuk makan buah dari kebun-kebun anggur (Yesaya 65:21) juga dimungkinkan.

Yerusalem Baru adalah sebuah kota, dan kota memiliki rumah dan fasilitas umum. Banyak rumah akan berada di kota ini.

AKAN ADA BERAPA BANYAK RUMAH?
Dengan luas Yerusalem Baru yang 1.400 x 1.400 mil itu diperkirakan akan dapat memuat 10 milyar lebih rumah dengan jalan-jalan dan tempat-tempat lain.

Yerusalem Baru juga terbuat dari emas yang transparan (Wahyu 21:18). Apakah kita masih memiliki privasi jika dinding rumah kita transparan? Kitab Wahyu mengatakan kita akan diberi batu putih dengan nama masing-masing (Wahyu 2:17) yang hanya diketahui oleh Tuhan dan penerima tanpa harus diketahui oleh umum. Ini menyiratkan sebuah hunian eksklusif yg tetap menjaga privasi kita.

APAKAH AKAN ADA RUMAH DI LUAR JERUSALEM BARU?
Alkitab mengatakan kemuliaan dan hormat akan dibawa ke Yerusalem Baru dari bangsa-bangsa (Wahyu 21:26). Bangsa-bangsa membutuhkan tempat untuk tinggal. Alkitab juga mengatakan bahwa kita akan membangun rumah (Yesaya 65:21). Jadi sepertinya kita akan bisa membangun rumah di luar Yerusalem Baru (atau bahkan di planet lain).

KEREN, bukan?

Nah, sekarang coba bandingkan seluruh ayat-ayat dalam penjelasan di atas cukup dengan satu firman Allah saja dalam Al-Quran ini berikut ini: 
"Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas Langit dan Bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya." (QS. Al-Hadiid : 21)
Tahukah anda apa arti seluas langit dan bumi dalam firman Allah di atas?

Begini:
Kita, seluruh umat manusia yang hidup lalu mati di atas permukaan bumi ini, tidak ada satupun yang akan menyangkal jika ada yang mengatakan bahwa bumi yang kita tinggali ini adalah planet ciptaan Allah yang sangat luas, bukan?

Padahal menurut perhitungan matematikal manusia sendiri, diameter bumi kita ini kurang lebih cuma 12.757 km, dan panjang lingkarannya kurang lebih cuma 45.750 km!

Sesungguhnya luar biasa kecil, bahkan tidak terlihat sama sekali ketika dibandingkan dengan ukuran dan luas bermilyar-milyar benda langit ciptaan Allah lainnya yang ukurannya bermilyar-milyar kali lebih besar pula dari Bumi! Lihat penjelasan singkatnya di sini. 

Dan seluruh benda-benda langit itu, termasuk, tentu saja Bumi, berada dalam ruangan teramat luas bernama Langit yang sejak alam semesta diciptakan hingga hari ini, belum ada satu manusiapun yang dapat mengukur luasnya secara akurat!

Luas Langit betul-betul berada di luar seluruh kemampuan manusia untuk mengukurnya! Sementara Allah memberitahu kita bahwa ukuran sorga-Nya seluas Langit dan Bumi!

Jadi, bayangkanlah sendiri, seluas apa kira-kira sorga yang diciptakan oleh Allah?
Mungkin sedikit penjelasan di sini atau di sini dapat membantu kita mengembangkan imajinasi.

Nah, seluas itulah sorga yang diciptakan oleh Allah untuk umat manusia, khususnya mereka yang bertaqwa kepada Allah dan beriman kepada semua Rasul-Nya!

Subhanallah!

Dengan demikian, kita menjadi mengerti sekarang bahwa sorga orang-orang mukmin yang bertaqwa dan beriman kepada ajaran semua Rasul Allah bukan hanya seluas kota angan-angan dengan bangunan utama berbentuk kubus lalu diberi nama Jerusalam Baru yang luasnya cuma 2.253 km persegi, atau kurang lebih cuma seluas pulau Morotai doang! 


Janji Sorga Kristen vs Janji Sorga Yesus


Pernahkah anda mendengar propaganda para misionaris yang mengatakan bahwa: Barangsiapa percaya akan Yesus kristus, maka ia akan masuk sorga?

Maksud "jargon" ini adalah; barangsiapa mengakui Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia, dan mengakui Yesus adalah Tuhan, maka ia akan masuk sorga. Atau tegasnya, barangsiapa bersedia dibaptis untuk menjadi pengikut Yesus, maka ia akan selamat dan dijamin masuk sorga.

Padahal sesungguhnya Yesus tidak pernah disalib, belum mati, dan tidak pernah menyebut dirinya adalah Tuhan. Ia justru berulangkali mengatakan bahwa "Aku adalah anak manusia yang diutus oleh Tuhan."

Dalil, atau ayat-ayat yang membuktikan ini ada berpuluh-puluh jumlahnya, baik di dalam Al-Qur'an maupun di dalam Alkitab sendiri. Tetapi untuk sementara waktu, mari kita kesampingkan dulu dalil atau ayat-ayat dimaksud dan marilah kita sama-sama mencoba fokus pada 5 ayat saja dari Kitab Perjanjian Baru, yakni Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8 (Wahyu 7:4-8)

Alkitab menyebutkan bahwa kelak, pengikut Yesus yang masuk sorga hanya 144.000 orang, dan itupun hanya dari kalangan 12 suku bangsa Israel saja. Artinya, selain atas bangsa Israel, Yesus tidak akan bersedia mempertanggung jawabkan "hasil akhir" dari tugas-tugas kerasulannya kepada Tuhan. Demikian menurut Alkitab.

Merujuk angka 144.000 ini, timbullah sebuah pertanyaan sangat serius di benak kita; bagaimana dengan nasib umat Kristen bukan bangsa Israel yang jumlahnya sedemikian banyak di muka bumi ini? Akankah mereka masuk sorga seperti apa yang mereka yakini selama ini?

Menurut Alkitab yang setidaknya mereka baca sekali dalam seminggu saat dibawa ke gereja itu, ternyata tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan adanya pintu sorga bagi mereka! Sebab 12 pintu sorga yang dikisahkan di dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku bangsa Israel saja. Bahkan di pintu-pintu itu telah tertulis dengan jelas nama-nama mereka. Lantas, bagaimana nasib pengikut Yesus yang bukan bangsa Israel tetapi, tentu saja, ingin masuk sorga juga?

YESUS HANYA UNTUK BANGSA ISRAEL
Al-Qur'an mengisahkan bahwa Nabi Isa alaihissalam, atau Yesus dalam konteks ini, pernah berkata kepada kaumnya: "Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira ....... " (QS. Ash-Shaaf[61]:6)

Seruan Yesus ini tegas-tegas menjelaskan bahwa ia diutus oleh Allah Subhanahu Wata'ala hanya untuk bangsa Israel saja. Beliau tidak pernah menyeru, "Hai manusia," yang boleh diartikan sebagai seruan kepada seluruh umat manusia. Dan kisah dalam Al-Qur'an ini dibuktikan sendiri oleh fakta sejarah bahwa selama masa kerasulannya, pengikutnya hanya dari bangsa bangsa Israel saja. Tidak satupun pengikut beliau yang berasal dari bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Ajaibnya lagi, tidak hanya sejarah yang mendukung kisah dalam Al-Qur'an tersebut, tetapi banyak sekali ayat-ayat di dalam Alkitab (Injil) sendiri yang menguatkannya. Yang pertama, perhatikanlah ayat ini:

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)

Tidak hanya itu, Alkitab juga mengisahkan bagaimana Yesus "menolak" mendo'akan orang-orang di luar bangsa Israel seperti di antaranya:

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu." (Yohanes 17:9)

Yang dimaksud dengan "mereka" pada ayat di atas tentunya cukup jelas, yaitu bangsa Israel. Sementara yang dimaksud dengan "dunia" tentu saja adalah bangsa-bangsa lain yang bukan bangsa Israel. Sebab sebagaimana disebutkan dalam Matius 15:24, tidaklah ia diutus oleh Allah kecuali hanya untuk "menyelamatkan" domba-domba yang tersesat dari kalangan bangsa Israel saja.

NUBUAT UNTUK BANGSA ISRAEL
Sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria (Maryam), telah ada nubuat yang menyebutkan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menyelamatkan umatnya, yaitu bangsa Israel. Nubuat ini dapat kita jumpali di dalam Alkitab sebagai berikut:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 15:24).

Menunjuk Matius 15:24 yang sudah demikian terang, maka yang dimaksud dengan "umat-Nya" di sini tentu saja adalah bangsa Israel. Bukan bangsa Arab, Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Indonesia, atau bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.

HANYA 144.000 ORANG SAJA PENGIKUT YESUS YANG AKAN MASUK SORGA
Al-Qur'an menyebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar." (QS. [7]:160).

Dalam Alkitab juga disebutkan bahwa bangsa Israel terdiri dari 12 suku: "Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya." (Kejadian 49:28).

Alkitab pun menyebutkan bahwa Yesus mengangkat 12 orang murid yang dipilihnya dari dua belas suku bangsa Israel guna membantunya menyebarkan ajaran Tauhid yang damanatkan oleh Allah kepadanya di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel itu sendiri. Inilah nama keduabelas murid (yang dalam kepercayaan Kristem disebut rasul) itu: Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang di belakang hari ternyata berlaku khianat pada gurunya sendiri. (Matius 10:2-4)

Masih dari Alkitab, kita juga mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus dan murid-muridnya hanya berdakwah di tengah-tengah 12 suku bangsa Israel saja. Yesus nyata-nyata melarang murid-nuridnya untuk berdakwah kepada bangsa-bangsa selain bangsa Israel. Perhatikanlah amanat Yesus kepada kedua belas orang muridnya itu:

"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil." (Matius 10:5-6)

Bahkan disebutkan juga di dalam Alkitab, ada nubuat yang mengindikasikan bahwa kelak setelah hari kiamat, atau pada hari penghakiman, keduabelas murid Yesus itu akan ikut bersamanya untuk menghakimi keduabelas suku bangsa Israel. Perhatikanlah ayat ini:

"Sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." (Matius 19:28)

Sampai di sini, semakin bertambah jelas bagi kita bahwa tidak diragukan lagi bahwa pada hari pembalasan nanti niscaya Yesus akan kembali ke tengah-tengah umat manusia sebagai seorang hakim yang adil. Kendati demikian, jangan buru-buru bersukacita dulu. Sebab seperti apa yang disebutkan oleh Alkitab sendiri, kedatangan beliau kali ini bukan untuk menghakimi seluruh umat manusia, melainkan hanya 12 suku bangsa Israel saja!

Yesus tidak akan bertanggungjawab atas bangsa-bangsa di luar bangsa Israel sebagaimana sudah "diisyaratkan" olehnya jauh-jauh hari semasa hidupnya dulu. Untuk mendoakan mereka saja beliau tegas-tegas mengatakan "Tidak!" kepada Bapanya (Yohanes 17:9), konon pula diminta untuk menjamin mereka masuk sorga?

HARI PEMBALASAN ALLAH ADALAH NYATA
Dengan demikian, maka berlakulah ketetapan dan janji Allah tentang hari pembalasan bagi seluruh umat manusia. Tak satu pun dari kita yang akan lolos dari pembalasan Allah walau mungkin dosa yang diperbuat hanya sebesar biji sawi! Tak seorangpun yang mampu menolong kita kecuali diri sendiri. Allah Maha Perkasa dan IA mempunyai segala cara yang tidak pernah dapat kita bayangkan semasa hidup ini untuk membuktikan pembalasan yang dijanjikan-Nya kepada kita, termasuk pada akhirnya melemparkan orang-orang berdosa ke dalam kobaran api neraka! Dan ketahuilah, siksa neraka Allah itu teramat sangat pedih untuk kita jalani sepanjang masa. Bayangkan, sebagai siksa yang abadi!

"Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah pula anak dihukum mati karena ayahnya; Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." (Ulangan 24:16)

Lantas, bagaimana dengan mereka yang mengaku pengikut Yesus tapi menolak mengimani dan melaksanakan semua ajaran beliau? Terutama mereka yang secara sadar, atau tidak sadar, telah mengambil resiko menerima pembalasan atas perbuatan dosa sangat besar di sisi Allah, yaitu kufur, menolak mengimani bahwa satu-satunya Tuhan adalah Allah Yang Maha Esa seperti yang diajarkan oleh Yesus sendiri?

"Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung diatasnya." (Yehezkiel 18:20).

Untuk ini, bukalah Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8. Kita akan menemui rangkaian ayat-ayat berikut ini:

[4] Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
[5] Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
[6] dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
[7] dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
[8] dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Dari ayat-ayat di atas, kian bertambah jelas bagi kita bahwa yang dijamin (diberi materai) untuk masuk sorga melalui Yesus hanya ada sebanyak 144.000 orang, dan itu pun seluruhnya berasal hanya dari duabelas suku bangsa Israel saja. Tidak ada bangsa lain! Jika kemudian kita bertanya, atau sangat boleh jadi malah protes keras; mengapa demikian? Maka jawabnya adalah, karena Alkitab sendiri yang mengatakannya!

Duabelas suku bangsa Israel tersebut adalah pengertian secara lahiriah, betul-betul manusia Israel secara fisik, bukan Israel secara rohani atau kiasan-kiasan theologis lainnya. Mereka adalah kaum-kaum yang terpilih di antara sekian juta manusia Israel lainnya yang kelak akan diadili sendiri oleh Yesus. Artinya, sekalipun mereka bangsa Israel, namun jika nama-nama mereka tidak termasuk dalam 144.000 orang yang dijamin masuk sorga itu, maka kebinasaan besarlah yang akan menimpa mereka. Ingatlah, bahwa ada tertulis:

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30)

Jika Allah Yang Maha Esa tidak berkehendak, maka sudah dapat dipastikan bahwa Yesus tidak berkuasa untuk menyelamatkan siapapun dari pembalasan Allah, kecuali menghakiminya secara adil sesuai dengan Ilmu Allah. Dan apakah Ilmu Allah itu? Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk yang dilakukan oleh setiap manusia, baik lahir maupun bathin.

Tidakkah ini menunjukkan bahwa sesungguhnya umat Kristus yang kelak akan mendapat keselamatan akhirat adalah mereka yang dalam hidupnya bertaqwa kepada Allah dan taat kepada ajaran Yesus? Mereka inilah yang menjalankan ajaran Tauhid - mengakui hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah Yang Esa, dan mengakui bahwa Yesus adalah utusan Allah - serta memelihara hukum Taurat sebagaimana yang dituntunkan oleh Yesus sendiri.

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:7-19)

“Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.” (Markus 12:28-29).

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39).

ALLAH ITU ESA, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG ESA
Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berkuasa di langit dan di bumi. Allah itu Esa, tidak berbilang, dan tidak mungkin pula bersekutu dengan apa pun! Demikian yang diajarkan oleh Yesus kepada seluruh pengikutnya. Namun sepeninggal beliau, dunia mengatakan lain. Allah itu Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang menjadi satu dalam tiga, atau tiga dalam satu! 

Lantas, bagaimanakah kira-kira Allah Yang Esa akan menyikapi "pembangkangan" pengikut Yesus ini?

"Kejahatanmu sendiri menghukum dirimu, kau tersiksa karena menolak Aku, Allahmu. Sekarang rasakan betapa pahit dan pedih bila Aku kaubelakangi dan tidak kauhormati. Aku, TUHAN Allahmu telah berbicara; Akulah TUHAN Yang Mahatinggi dan Mahakuasa." (Yeremia 2:19)

Sementara itu, Yesus bersabda;
"Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26).

Karena itu, ada baiknya bila dari sekarang kita bersiap-siap untuk menerima kenyataan bahwa pada hari pembalasan nanti Yesus akan berkata: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23)

Maka tidak ada keraguan bagi kita semua bahwa seperti dinubuatkan dalam Alkitab, pada hari pembalasan nanti Yesus akan datang untuk menghakimi bangsa Israel. Dan bagi orang-orang Israel yang beruntung, maka Yesus sendirilah yang akan membimbing mereka memasuki kerajaan sorga seperti yang dijanjikannya atas kuasa dari Bapa:

"Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang." (Wahyu 21:12-13)

Inilah pintu-pintu gerbang sorga yang dijanjikan oleh Yesus bagi 144.000 orang Israel yang "selamat" memasuki sorga karena mentaati Yesus, yang mengenal Allah satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus sebagai utusan-Nya (Yohanes 17:3). Sedangkan bagi bangsa-bangsa bukan Israel, sebut saja; Arab, Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu-pintu sorga bagi mereka. Dengan demikian, untuk masuk sorga yang kita dambakan itu tentu saja setiap manusia bukan bangsa Israel harus kembali kepada ajaran agamanya masing-masing. Harus memenuhi dalil-dalil yang bersumber dari Sang Pencipta sorga itu sendiri, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Sedangkan bagi umat pengikut Yesus yang bersaksi menurut Credo Nicea, yakni kesaksian hasil rumusan Konsili Nicea 325M yang tidak sama dengan kesaksian yang diajarkan oleh Yesus sendiri, ada baiknya untuk kembali memeriksa Alkitab masing-masing. Siapakah yang sepatutnya lebih benar; Yesuskah, atau para uskup yang merumuskan credo (syahadat) Nicea bukan demi ajaran Yesus, tetapi demi kepentingan politik kerajaan Romawi pada masa itu? Dan ingatlah, bahwa ada tertulis:

"Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus." (Kisah Para Rasul 13:23)

"Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:8)

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Yohanes 13:16-17).

Dalil-dalil alkitab ini, jika diperhatikan, sungguh bertentangan dengan keyakinan pada umumnya umat Kristen di seluruh dunia dewasa ini. Mereka telah "menuhankan" Yesus yang sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa dirinya hanya sebagai utusan Allah. Sedangkan lebih jauh lagi, menurut ayat-ayat dalam kitab Wahyu Pasal 7 di atas, Allah hanya akan membuka pintu sorga bagi 144.000 pengikut Yesus dari bangsa Israel saja. Sementara dari kitab Wahyu Pasal 7 pula kita mendapat pelajaran bahwa tidak ada jaminan bahwa iman dari orang-orang bukan Israel terhadap ajaran Yesus akan diterima demi Yesus.

DAPATKAH CREDO NICEA MENJAMIN KESELAMATAN UMAT YESUS DI AKHIRAT?
Lantas, timbullah pertanyaan serius berikutnya; pengikut siapakah sebenarnya umat kristen yang bersaksi menurut Credo Nicea? Jika ternyata iman mereka di akhirat nanti tertolak karena nyata-nyata menyelisihi ajaran Yesus, dapatkah para uskup yang telah merumuskan, sekaligus mengajarkan Credo Nicea itu menyelamatkan mereka? Adakah jaminan dari Allah untuk itu? Jika ada, jaminan yang bagaimana? Akan tapi jika ternyata tidak ada, kepada siapakah nantinya mereka dapat mengharapkan pertolongan?

Jawabnya, tentu saja, ada di dalam hati nurani dan keyakinan masing-masing. Alkitab, dengan segala kontroversi yang dipertentangkan manusia atasnya, walau bagaimanapun masih menyimpan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan prinsip menyangkut ajaran murni Yesus.

Dan kembali kepada hati nurani tadi, kita semua berbas untuk percaya atau tidak, bahwa sesungguhnya kebenaran dari sisi Allah hanya akan diperoleh bila kita mau membuka hati dan jujur kepada diri sendiri.

Wallahualam Bissawab!

CATATAN

Bunyi credo (syahadat, pengakuan, kesaksian) Nicea adalah sebagai berikut;
Pengakuan Iman Nicea berbunyi: "Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang diperanakkan dari Bapa, yang dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah sejati dari Allah sejati, yang diperanakkan, bukan dijadikan, sehakikat (homoousios) dengan Bapa, yang oleh-Nya segala sesuatu ada, yaitu apa yang di surga dan yang di bumi. Yang demi kita manusia dan demi keselamatan kita, turun dan menjadi daging, menjelma menjadi manusia, menderita sengsara dan bangkit pula pada hari yang ketiga, naik ke surga, dan akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Dan kepada Roh Kudus."
Bandingkan dengan syahadat, pengakuan, kesaksian para Nabi dan Rasul Allah menurut Injil berikut ini:
Syahadat Nabi Musa
"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia." (Ulangan 4:35)

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!" (Ulangan 6:4)

Syahadat Nabi Daud
"Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami." (II Samuel 7:22)

"Tidak ada seperti Engkau di antara para Allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kau buat." (Mazmur 86:8)

Syahadat Nabi Sulaiman
"Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu." (I Raja-Raja 8:23)

Syahadat Nabi Yesaya
Saksikanlah: "Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku." (Yesaya 43:11)

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6)

Saksikanlah: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain." (Yesaya 45:5-6)

Syahadat Nabi Yesus
"Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa." (Markus 12:29)

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain." (Ulangan 4:39)

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)

Bandingkan pula dengan syahadat, pengakuan, kesaksian umat Muslim menurut Al-Quran berikut ini:
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas [112]:1-4)

Syahadat Nabi Muhammad
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain)

Syahadat umat Muslim
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." (Kalimat Syahadatain)


Baca juga Menurut Alkitab, Inilah Yang Akan Terjadi Di Sorga!

Menurut Alkitab, Inilah Yang Akan Terjadi Di Sorga!


Dari syarat dan kondisi yang tercantum pada Matius 19:18-21; Lukas 18:20-21 dan Markus 10:19-21 maka penegasan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan keselamatan tertulis jelas dalam KITAB WAHYU, sebuah kitab yang disusun oleh Yohanes di usia tuanya, tepatnya seperti yang tercantum dalam Wahyu 6, 7, 14 dan 20.

"Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Matius 19:16)

"Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17)

"Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta," (Matius 19:18)

"Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 19:19)

"Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” (Matius 19:20)

"Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21)

"Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Lukas 18:18)

"Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Lukas 18:19)

"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.” (Lukas 18:20)

"Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” (Lukas 18:21)

"Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Lukas 18:22)

"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Markus 10:17)

"Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja." (Markus 10:18)

"Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” (Markus 10:19)

"Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” (Markus 10:20)

"Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Markus 10:21)

Mereka yang berhak masuk surga tercantum di Wahyu 6 dengan kata ‘dimateraikan’. Terdapat 7 (tujuh) Materai yang dibagi-bagikan hanya kepada penduduk surga, atau mereka yang diselamatkan dengan perincian sebagai berikut:

  1. Materai ke-1, Penunggang seekor kuda putih, yang memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota.
  2. Materai ke-2, Penunggang seekor kuda merah padam, kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar dan dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh,.
  3. Materai ke-3, Penunggang seekor kuda hitam, yang memegang sebuah timbangan di tangannya.
  4. Materai ke-4, Penunggang seekor kuda hijau kuning, yang bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Wahyu 6:1-8)
  5. Materai ke-5, Di anugarehkan kepada jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Mereka ini kemudian diberikan baju putih dan disuruh menunggu sampai genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.(Wahyu 6:9-11), keterangan dengan bentuk yang sama disebutkan di Wahyu 20:4, Yaitu ‘jiwa-jiwa, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; (maksudnya adalah tanda 666 sebagai mana di maksud di Wahyu 13:16)
  6. Materai ke-6, Malaikat HANYA memberikannya untuk 12 suku israel yaitu suku yehuda, ruben, Gad, Asyer, Naftali, Manasye, Simeon, Lewi, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin dan masing-masing suku banyaknya 12.000 orang, jadi jumlah totalnya 144.000 (Wahyu 7:4-8) dan di MATERAIKAN DI DAHI mereka.(Wahyu 7:3)
  7. Materai ke-7, Tidak diberikan kepada siapapun lagi. (Wahyu 8:1)

Dalam kitab Wahyu, Yohanes hanya melihat Materai ke-7 dibuka (Wahyu 8:1), namun sampai dengan Wahyu 10:5-7, tidak ada ayat-ayat yang menyatakan materai tersebut di gunakan untuk apa dan, atau untuk siapa. Hanya dikatakan waktunya sudah habis. Kemudian penggunaan kata materai sampai dengan selesainya kitab Wahyu, hanya muncul dua kali lagi yaitu dalam:

  • Wahyu 10:1-4, Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: “Meteraikanlah (rahasiakanlah) apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!”
  • Wahyu 20:1-3, Lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan Malaikat memeteraikannya di atasnya, supaya jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

Dalam Wahyu 19:11-21, Pintu Sorga terbuka, ada seseorang bernama ‘Firman Allah’, (ini adalah kode nama untuk Yesus, anak Domba) dari mulutnya keluar Pedang, yang akan memukul segala bangsa, menggembalakan dengan Gada besi dan murka Allah, yang mengakibatkan semua yang melawannya dibunuh dengan PEDANG.

Dan pada Wahyu 20:1-3, Materai itu digunakan untuk menutup jurang maut.

Apakah sama sekali tidak disinggung tentang adanya bangsa-bangsa lain yang di materaikan di dalam Kitab Wahyu? Jawabnya cukup jelas, Tidak ada!

Kalimat-kalimat yang ada adalah setelah peristiwa pembukaan Materai ke-6 dan kemudian dimateraikan di dahi hanya kepada Suku Israel saja, maka Wahyu 7:9 hanya menuliskan bahwa Yohanes melihat suatu kumpulan besar orang banyak (tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa, suku kaum dan bahasa) berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba (Yesus) dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Namun, sampai dengan habisnya Kitab Wahyu TIDAK ADA SATU PETUNJUK PUN yang mengindikasikan bahwa Yohanes Melihat, Mendengar, atau mengetahui bahwa sekumpulan bangsa lain ikut dimateraikan juga. Pada Wahyu 7:13-17 detailnya adalah sebagai berikut:

"Yohanes melihat sekumpulan bangsa lain dengan memakai baju putih."

Tidak ada laporan Yohanes yang mengatakan bahwa sekumpulan bangsa lain dari segala bahasa dan suku lain, dimana mereka memakai baju putih adalah merupakan baju yang diberikan Allah seperti pada peristiwa jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (dimaterai ke-5, Wahyu 6:9-11)

Yohanes ditanya oleh salah seorang dari tetua itu: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?” (Ini adalah pertanyaan ganjil yang menunjukkan bahwa seorang penghuni surga tidak mengetahuinya!)

Yohanes mengatakan; Tetua yang lebih tahu, kemudian Tetua yang sama itu berkata: ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Setelah jawaban Tetua tersebut, sampai dengan Kitab Wahyu selesai, sama sekali tidak ada keterangan mengenai keputusan Allah bahwa ada bangsa lain juga diselamatkan, apalagi boleh masuk surga! (Wahyu 7:13-17).

Sementara itu, walau Tetua itu sebenarnya tidak tahu siapa mereka yang barusan saja ditanyakannya sendiri tadi, dengan yakin kemudian membuat sebuah pernyataan yang (seolah-olah sudah) pasti! Andaikata ia sudah sangat mengetahui sekalipun, maka catatlah ini baik-baik, kalimat di atas adalah pernyataan sang Tetua. Kalimat itu bukan perkataan atau janji Yesus, apalagi Janji Allah. Ingat juga Matius 7:12 yang menuliskan kata Hukum Taurat, yang sudah jelas diperuntukan bagi orang Yahudi. Kemudian dalam Matius 7:21-23 dikatakan:

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Juga dalam Matius 25:31-34, 41:

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan…Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."

Kita dapat melihat penegasannya ada pada 2 (dua) pasal terakhir Kitab Wahyu, yaitu Wahyu 21: 12 -14 dinyatakan bahwa di 12 (duabelas) gerbang surga tertulis nama 12 (duabelas) suku Israel dan juga tertulis 12 (duabelas) rasul anak Domba (Paulus dan Matius tidak termasuk dalam kelompok duabelas Rasul).

Kemudian dalam Wahyu 21:24-27 disebutkan lebih tegas lagi:

"Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu."

Bangsa-bangsa yang tertulis di dalam kitab kehidupan tersebut tertulis jelas pada Pasal terakhir Kitab Wahyu, yaitu Wahyu 22:23-24:

"Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis DI DAHI mereka."
(Dalam Wahyu 7:3, tertulis dimateraikan di Dahi Mereka, yakni keduabelas Suku Israel (Wahyu 7:4-8, 14-15)

Ini merupakan pengulangan sebagaimana yang tercantum dalam Wahyu 14:1-5:

"Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu."


Mereka ini adalah:
  1. Orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
  2. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
  3. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. (Wahyu 14:4)
Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Wahyu 14:5)
Dari keterangan di atas, maka dapat diketahui:
  • Mereka yang di materaikan dengan materai ke-5 adalah orang Israel! (Wahyu 14:4).
  • Orang yang tidak menikah, tidak berzina, orang yang mengikuti kemana saja Yesus selama hidupnya, orang yang tidak berdusta dan tercela, semuanya adalah orang Israel.
  • Tidak ada bangsa lain kecuali hanya bangsa Israel yang jumlahnya hanya 144.000 orang saja!
Jadi, sudah sangat jelas bahwa tidak ada GARANSI keselamatan apapun yang tertulis di Alkitab untuk Bangsa lain selain Bangsa Israel.
Perlu diketahui bahwa Yohanes adalah satu-satunya rasul yang mati di usia tua. Konon ia pernah direbus hidup-hidup namun tetap selamat (tapi tidak ada referensi yang sah mengenai kisah ini), disuruh kerja paksa sampai akhirnya menjadi uskup di turki dan meninggal dalam usia 102 tahun.

Sedangkan semua rasul lainnya, termasuk rasul-rasul tambahan seperti Paulus, mati dengan cara yang tidak benar (dihukum pancung oleh Kaisar Nero). Ia tentu telah banyak merenungi semua perilakunya sendiri dan rasul-rasul lainnya sepanjang hidupnya, terutama setelah bergaul dengan rasul baru bernama Paulus. Maka, berdasarkan seluruh pengalaman hidupnya, akhirnya pada usia 90 tahun Yohanes pun mulai menulis Kitab wahyu.

[Dari Blog E.S.A]

Baca juga Sorga yang dijanjikan oleh Kristen atas nama Yesus