Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label QA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label QA. Tampilkan semua postingan
QA

Kritik Sejarah


Kritik terhadap sejarah Al-Quran sering kali justru mengabaikan konteks sejarah dan budaya pada masa dan di mana teks-teks suci ini diturunkan. Al-Quran adalah produk dari konteks sosial dan sejarah yang unik. Mengabaikan konteks ini dapat menyebabkan pemahaman yang terdistorsi terhadap ayat-ayat Alquran dan .....
Kritik Sejarah
QA

Kritik Otentitas


Problem otentisitas kitab suci menjadi persoalan yang cukup mendasar bagi kalangan sarjana barat, mulai dari problem kepengarangan (autorship), redaksi teks (redaction) problem makna (meaning) hingga kesejarahan teks yang dianggap masih menyisakan persoalan penting. Menyikapi hal itu mereka melakukan studi krisis dengan menerapkan pendekatan kritik-historis ....
Kritik Otentitas
QA

Kontradiksi Ayat


SEJAK JAMAN BATU, para "musuh Islam" tidak henti-hentinya membual tentang macam-macam kesalahan dalam ajaran Islam. Salahsatu bualan mereka adalah KONTRADIKSI ayat-ayat Al-Qur'an. Dan herannya, tidak sedikit pendukung mereka yang dengan demikian percaya diri kemudian ikut pula menyebarkan produk "ngarang bebas" tsb ke berbagai forum diskusi (atau debat) lintas agama karena mengira apa yang dikarang-karang tsb merupakan keniscayaan ng tak terbantah .....
Kontradiksi Ayat
QA

Kritik Mushaf


Para orientalis dan simpatisannya begitu getol "menyerang" Al-Quran, karena tidak rela melihat kenyataan demikian kuatnya keyakinan kaum muslimin terhadap keotentikan Al-Quran. Sedang kenyataan yang terjadi pada mereka, Injil terbukti bermasalah, yang membuat mereka kecewa. Sehingga dengan segala upaya, mereka juga ingin menjatuhkan Al-Qur’an. ....
Kritik Mushaf
QA

Kritik Sains


Bicara soal Sains dalam Al-Quran memang menarik, bukan melulu karena keajaibannya yang sudah bicara berbagai informasi tentang sains modern sejak 14 abad lalu - dan baru "disadari" kebenarannya oleh para ilmuan dalam beberapa dekade belakangan ini saja - tapi khusus dalam konteks ini adalah karena kerasnya respons penduduk kampung sebelah....
Kritik Sains
QA

Tentang Kitab Kitab Terdahulu


Rasulullah SAW bersabda: "Aku telah diberikan tujuh buah surat panjang (Sab'ul Ath Thiwal) sebagai pengganti Taurat. Dan aku juga telah diberikan beberapa surat yang ayatnya berjumlah seratus lebih (Al-Miani) sebagai pengganti Zabur. Dan aku telah diberikan beberapa surat yang jumlah ayatnya kurang...
Tentang Kitab Kitab Terdahulu
QA

Tentang Ruh




Dalam filsafat dan tasawuf Islam, di samping istilah an-nafs dan ruh, juga ditemukan istilah al-qalb (kalbu) dan al-‘aql (akal). Empat istilah tersebut mempunyai hubungan yang erat sekali. Perbedaannya terletak pada penggunaan arti.

Para sufi mengartikan an-nafs sebagai sumber moral yang tercela, sedangkan ruh adalah sumber kehidupan dan sumber moral yang baik. Ruh juga sesuatu yang halus, bersih, dan bebas dari pengaruh hawa nafsu yang merupakan rahasia Allah SWT yang hanya bisa diketahui oleh manusia tertentu setelah Allah SWT memberikan kasyf (gambar yang terbayang) kepadanya.

Al-qalb atau kalbu diartikan sebagai wadah untuk makrifat, suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang bersifat Ilahiah. Ini dimungkinkan jika hati telah bersih sebersih-bersihnya dari hawa nafsu, melalui pola hidup yang zuhud, warak, dan zikir secara terus-menerus.

Sedangkan, al-aql atau akal diartikan sebagai alat untuk mengetahui ilmu yang diamati dari pancaindra atau dari hal-hal yang zahir (lahir). Karena itu, tingkatnya berada di bawah tingkatan al-qalb.

Para cendekiawan Muslim banyak yang memilih diam dalam mempelajari asal-usul ruh. Mereka mengemukakan alasan bahwa jiwa atau ruh itu adalah urusan Allah SWT yang tidak diketahui oleh siapa pun kecuali hanya Allah SWT (QS al-Isra’ [17]: 85).

Hubungan ruh dengan jasad dikemukakan oleh filsuf Islam, al-Farabi dan al-Gazali. Al-Farabi mengatakan bahwa jiwa atau ruh merupakan bentuk bagi jasad di satu pihak dan jauhar ruhani di lain pihak. Ruh selalu bekerja melalui jasad dan jasad membentuk sasaran ruh. Ruh atau jiwa tidak akan ada jika jasad tidak bersedia menerimanya.

Dalam hal kerja ruh atau jiwa ini, al-Gazali membaginya ke dalam dua macam arti. Pertama, dalam arti materiil (ruh hewani), dan kedua, dalam arti imateriil (ruh insani). Dalam arti pertama adalah organ jasad yang bekerja sebagai daya penggerak maupun daya yang mengetahui.

Arti kedua, jiwa adalah nafs natiqah, dengan daya praktik dan teori. Hubungan kedua macam jiwa ini dapat diketahui dengan ilham (ilmu mukasyaf), yang merupakan pembuka tabir hakikat hubungan keduanya karena kesulitan terletak pada perbedaan hakikat antara jiwa dan jasad.

Jiwa sebagai jauhar ruhani berasal dari alam Ilahi (alam malakut), sedangkan jasad berasal dari alam kejadian (khalq). Namun, yang jelas, menurut al-Gazali, jasad bukan tempat ruh karena tidak mendiami tempat tertentu. Jasad hanyalah merupakan alat. Ruh mendatangi jasad sebagai substansi yang juga diperlukan oleh jasad bantuannya.

Ruh mengatur dan bertasaruf (bertindak) pada jasad sebagaimana halnya raja dengan kerajaannya. Keperluan jiwa terhadap badan dapat diumpamakan dengan perlunya bekal bagi musafir. Seseorang tidak akan sampai kepada Tuhan kalau ruh tidak mendiami jasadnya selama di dunia. Tingkat yang lebih rendah harus dilalui untuk sampai pada tingkat yang lebih tinggi.

Al-Gazali berkesimpulan bahwa hubungan ruh dengan jasad merupakan hubungan yang saling memengaruhi. Di sini al-Gazali mengemukakan hubungan dari segi maknawi karena wujud hubungan itu tidak begitu jelas. Lagi pula ajaran Islam tidak membagi manusia dalam kenyataan hidupnya pada aspek jasad, akal, atau ruh, tetapi merupakan suatu kerangka yang saling membutuhkan dan mengikat. Itulah yang dinamakan manusia. ~ Dialog Jumat Republika

Berikut beberapa catatan tentang ruh menurut ajaran islam.

Yang perlu anda ketahui tentang tentang Ruh