Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Pneumatologika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pneumatologika. Tampilkan semua postingan

Gagal Paham Kitab Kejadian 1:1-2


Pelajaran kita kali ini, adalah mengulang lagi, dan lagi, gagal paham para pengikut setia Paulus mengartikan apa yang sesungguhnya sudah sangat jelas tertulis dalam Kejadian 1:1-2.

Perhatikan yang berikut ini.
Ini adalah penjelasan skematika Kejadian 1:1-2 berdasarkan tulisan dalam bahasa "aslinya" dari Hebrew OT: Westminster Leningrad Codex yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris versi NASB (New American Standard Bible) dan apa arti terjemah tsb menurut Kamus Merriam Webster dan pengertiannya dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan!
Ada tiga kata sangat krusial pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam Bibel terjemah Indonesia bernama Alkitab yang selama ini menjadi bagian sangat penting dalam pembentukan iman kristen.

Ketiga kata tsb adalah:
1. Belum berbentuk, 
2. Kosong, dan 
3. Roh Allah.

Dalam skema kita; kata belum berbentuk (formless) dilingkari dengan tinta warna merah, kata kosong (void) dilingkari dengan tinta warna biru, dan kata Roh Allah (the spirit of God) dilingkari dengan tinta warna hijau.

Sekarang perhatikan baik baik apa arti sesungguhnya dari masing masing kata formlessvoid, dan the spirit of God menurut pengguna bahasa Inggris yang diterangkan dalam masing masing kotak berwarna merah, biru dan hijau dibawah ini.
Gambar ini menjelaskan dengan sangat "gamblang" bahwa Bibel terjemah Indonesia, atau yang selama ini mereka percaya sebagai kitab suci Kristen bernama Alkitab telah keliru  menterjemahkan ayat Kejadian 1:1-2.

Ayat ayat tsb sebenarnya menjelaskan bumi yang sama sekali belum ada, dan mustahilnya menerangkan bahwa diatas, atau pada bumi yang belum ada tsb sudah ada samudra!

Kata "samudra" dalam ayat ini seharusnya diartikan sebagai "air" atau "unsur air" yang meliputi alam raya sebelum terjadinya pembentukan bumi dan benda benda langit lainnya!

Artinya, air atau unsur air  dalam ayat ini mustahil berada pada bumi yang belum ada!

Lebih jauh lagi, kata Roh Allah dalam Alkitab yang mereka artikan sebagai personifikasi Allah itu sendiri, sebenarnya harus ditulis Roh Milik Allah  sehingga mudah dipahami bahwa arti sebenarnya  bukan Allah!
 
Sedangkan berdasar penjelasan Masoretic Text kitab Ibrani, bangsa Yahudi, penutur bahasa Ibrani yang digunakan dalam penulisan Torah dimana teks Kejadian 1:1-2 tsb tertulis tidak mengartikan Roh Allah -- ditulis wərûaḥ ’ĕlōhîm -- secara literal sebagai Roh Allah seperti pemahaman mayoritas umat Kristen tradisional, melainkan sebagai angin, nafas Allah, atau bentuk kekuasaan Allah lainnya dalam proses penciptaan alam semesta.   
 
Itu sebabnya kenapa umat Yahudi  tidak pernah mengalami kesulitan memahami ayat Kejadian 1:1-2 seperti ruwetnya cara berpikir umat Paulus yang coba menjelaskannya berdasar dogma melawan akal manusia pada umumnya. Umat Yahudi, sebagai pewaris kitab Torah Musa tidak pernah berpikir bahwa Roh Allah pada ayat Kejadian 1:2 merepresentasikan salahsatu dari Tuhan Ciptaan Paulus dan kroninya yang berjumlah TIGA!

Ini adalah FAKTA, dan dapat dimengerti jika rata-rata pengikut Paulus sangat sulit menerimanya karena sudah terlanjur mengimaninya sebagai sebuah kebenaran -- yang sesungguhnya tidak benar!
 
Padahal, salahsatu sumber studi Alkitab Indonesia sendiri, SABDA WEB, menjelaskan bahwa kata Roh Allah pada teks Kejadian 1:1-2 dalam Alkitab tidak dapat diartikan sebagai representasi dari salahsatu oknum Trinitas yang dikenal sebagai Roh Kudus sbb:
Dengan demikian, tentu saja aneh, bahkan sangat menggelikan bila ternyata masih ada saja umat Paulus yang demikian gigih memaksakan keyakinannya bahwa kata Roh Allah pada ayat  Kejadian 1:1-2 dalam kitab suci umat Yahudi -- yang mereka bajak lalu diklaim sebagai bagian dari kitab suci umat Kristen -- merupakan representasi dari Roh Allah dalam arti literal, sehingga dapat dimaknai sebagai sebuah pemahaman bahwa sama halnya seperti manusia, Allah juga memiliki roh untuk hidup! 
 
Dalam teologi umat Yahudi, pemahaman seperti ini adalah kesesatan yang nyata, sekaligus merupakan kutuk bagi setiap sendi keimanan berdasarkan Torah!  
 
Jadi, terlepas apa pun alasannya, selama umat Paulus masih memahami kata Roh Allah dalam Kejadian 1:1-2 berbeda dari yang dipahami oleh umat Yahudi, maka pemahaman tsb praktis tertolak, alias dinyatakan sebagai pemahaman yang sesat!   
 
Kendati demikian, jika umat Paulus merasa keyakinannya lebih benar dari keyakinan umat Yahudi sendiri dan masih ingin mati matian menyangkalnya, ya, silahkan saja. Tokh sudah jelas yang error pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam terjemah  indonesia itu bukan apa yang seharusnya tertulis, tapi otak yang digunakan untuk menalarnya!

Bagaimana mungkin umat Paulus yang "sok akrab" mengaku-ngaku sebagai pengiman Torah juga, yang muncul 1.700 tahun setelah umat Yahudi memahami seluruh kandungan Torah, yang tidak mengerti seluk-beluk bahasa Ibrani, merasa lebih mengerti Torah daripada umat Yahudi sendiri?
Yang benar sajalah!
 
Mau tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan hal ini?
Silahkan simak uraian dan bukti-buktinya disini

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
 
[Bagus Pamungkas]

Perkara Perlakuan Hukum Yang Berbeda Bagi Para Penghujat Tuhan Trinitas!


Menyibak tabir di balik doktrin kristen

INI JUGA TERMASUK SALAHSATU DOKTRIN KRISTEN YANG PASTI AKAN MEMBUAT LIDAH LASKAR KRISTUS ODONG-ODONG LANGSUNG KERITING JIKA NEKAD COBA JELASIN!

Begini: 
Kita semua tentu sudah sering, bahkan sudah bosan, dijejali penjelasan "mbulet" perihal konsep ketuhanan Trinitas, atau yang oleh sebagian mereka disebut juga sebagai Tritunggal.

INTI penjelasan mereka adalah bahwa kita harus mengerti, dan tentu saja harus percaya pula bahwa sekalipun BAPA, YESUS, dan ROH KUDUS terdiri dari TIGA OKNUM yang BERBEDA, tapi sejatinya mereka adalah SATU!

Ya, ketiga oknum ini adalah SATU KESATUAN yang mereka sebut-sebut juga dengan kata "echad" dari bahasa bundanya Yesus, atau entah disebut apa lagi dalam bahasa yang lain pula.

Artinya, YESUS adalah BAPA yang juga adalah ROH KUDUS, atau kalau mau doibolak-balik, BAPA adalah ROH KUDUS yang juga adalah YESUS! 

Jadi, KESIMPULANNYA mereka ini SEHAKEKAT, sehingga tidak ada yang derajatnya lebih tinggi atau lebih rendah, lebih hebat atau lebih berkuasa dari yang lain, atau lebih begini atau begono dalam bentuk perbandingan apapun juga. 

Kenapa?
Karena sekali lagi, sejatinya mereka adalah SATU!

Lalu, entah kena sawan "ngacablag" dari mana, seorang APul Siba​rani tiba-tiba saja menyinggung perkara "menghujat yang diperbolehkan oleh ajaran kristen" seperti tertulis dalam kitab mereka begini:

[Matius 12:31] "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni."

Perhatikan baik-baik rangkaian kalimat di atas, terutama yang ini: 
"Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, ...."  

Kalimat ini jelas, dan secara eksplisit menyatakan sebuah PEMBENARAN bagi manusia bahwa selama TIDAK MENGHUJAT ROH KUDUS, maka MENGHUJAT APAPUN JUGA, termasuk tentu saja, MENGHUJAT BAPA dan YESUS menurut doktrin kristen diperbolehkan!

Sampai di sini, muncul pertanyaan sangat logis.

JIKA MENGHUJAT BAPA DAN YESUS PASTI DIAMPUNI, TAPI MENGHUJAT ROH KUDUS TIDAK AKAN DIAMPUNI, BAHKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA, LANTAS APA PERLUNYA YESUS BERSABDA SEPERTI DICATAT DALAM MATIUS 12:31?

Bukankah berdasarkan konsep Tritunggal yang "echad" tadi, menghujat Bapa atau menghujat Yesus SAMA SAJA artinya dengan menghujat Roh Kudus?

Di sebelah tadi ada yang nyeletuk begini: 

"Kalau begitu, sebetulnya Tuhan Tritunggal berkasta dong?" 

"Wah! Roh Kudus adalah Tuhan dengan kasta tertinggi?"

"Jadi benar dong, bahwa Tuhan Kristen sejatinya ada tiga?"

"Katanya tiga tapi satu? Kenapa kok perlakuan kepada mereka dibedakan antara satu dengan yang lainnya?"

Kesimpulannya?
DOKTRIN KOPLAK?
Entahlah! 

NOTE: Simak "eyel-eyelannya" di sini


Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen?

Ketika pertanyaan ini diajukan oleh QUORA kepada umat Yahudi, setidaknya ada 15 responden lain (hampir seluruhnya adalah umat Yahudi) di samping yang GM kutip tulisannya di bawah ini dengan tegas menolak mengimani ROH KUDUS sebagaimana umat Kristen mengimaninya sebagai unsur Tuhan Tritunggal.

Seperti penjelasan masing-masing responden yang dapat kita simak sendiri di sini, penolakan mereka pada umumnya berdasarkan pada pengertian, atau konsep tentang Roh Kudus sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh, alkitab Ibrani. Bukan seperti doktrin Kristen yang memaksa sosok Roh Kudus menjadi Tuhan!

Artinya, secara kolektif umat Yahudi menganggap umat Kristen terlanjur salah kaprah mengartikan eksistensi Roh Kudus yang sesungguhnya sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh.

Simak contohnya seperti salahsatu jawaban di bawah ini:  


TERJEMAH BEBAS
Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen?

Pertanyaan Anda sebetulnya memiliki dua sisi: satu bersifat teologis, yang lainnya bersifat linguistik. Masalahnya, bahasa tidak dapat ditafsirkan secara satu-per-satu dalam semua kasus. Beberapa kata dalam suatu bahasa bisa jadi memiliki arti langsung dan tunggal dalam bahasa lain. Bahkan dalam bahasa Inggris, terutama bila Anda menganggapnya sebagai jargon, Anda dapat menemui kata-kata dengan banyak arti - bahkan dalam  pengucapannya - semisal "bow" yang bisa berarti bagian depan dari perahu, atau bisa juga berarti pita yang diikatkan pada rambut anak perempuan. Dua makna yang tidak ada hubungannya, dan dua cara pengucapan yang sama tapi tidak terkait apapun antara arti yang satu dengan lainnya.

Ketika menerjemahkan kata dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris, Anda terpaksa harus berurusan dengan ambivalensi transliterasi dari huruf Ibrani sampai Romawi - terkadang tanpa cara yang jelas untuk menuliskan suara (vocal) yang tidak ditemui dalam perbendaaraan kata bahasa Inggris.

Berbagai kata Ibrani yang bisa diartikan dalam bahasa Inggris sebagai "roh" adalah:

Shekinah, Shechinah, atau Schechinah (bahasa Ibrani: שְׁכִינָה) - secara teknis artinya "tinggal" atau "menetap", dan secara khusus adalah di mana hadirat Tuhan berada.

Ruach ha-kodesh (bahasa Ibrani: רוח הקודש, atau "roh kudus" juga diterjemahkan sebagai ruaḥ ha-qodesh) -- ini mungkin bahasa Ibrani yang paling mendekati arti kata "Roh Kudus" -- dan secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "Roh Kudus Yang Kudus."  Elke Weiss sudah menjelaskan konsep ini dengan sangat baik.

Nephesh (bahasa Ibrani נפש, secara harfiah berarti "makhluk hidup") - ini bisa dianggap sebagai jiwa seseorang, terkait dengan naluri alami.

Neshama (Ibrani: נשמה, harfiahnya "nafas") - berhubungan dengan intelek dan kesadaran akan Tuhan.

Chaya (Ibrani חיה, secara harfiah berarti "hidup") - dianggap sebagai bagian dari Tuhan.

Yechidah (Ibrani יחידה, secara harfiah berarti "singularitas") - juga disebut pintel Yid ("[batin] utama Yahudi").  

Aspek ini pada dasarnya adalah satu dengan Tuhan, Namun, ketika Anda mengacu pada konsep Kristen tentang Roh Kudus dalam Kekristenan - Anda menabrak konsep teologis yang dimaksud dalam Tanakh - atau Alkitab Ibrani. 

Yudaisme pada umumnya adalah monoteistik (itu karena ada konsep seperti nama Tuhan "Elohim" yang secara inheren merupakan kata jamak dan ada poin bahwa Yudaisme mengatakan bahwa Tuhan Yahudi lebih besar dari pada allah lain). Dengan demikian, Yudaisme melihat Tuhan sebagai Satu, dan tidak bisa menerima konsep Tritunggal tentang Tuhan. Dalam artian tertentu, Anda boleh mengatakan bahwa pendekatan Yudaisme terhadap Tuhan adalah sebagai Roh Kudus secara keseluruhan atau sebagai Tuhan/Bapa secara keseluruhan - namun tidak pernah keduanya sebagai kesatuan Tuhan, dan tentu saja bukan sama-sama sebagai Tuhan.

[Ted Exstein - Terlahir sebagai Yahudi]

Dari penjelasan ini tentu saja ganjil rasanya jika umat Kristen yang mendaulat kitab-kitab umat Yahudi bernama Taurat (5 kitab Tanakh, Alkitab Ibrani) dan Zabur termasuk bagian dari kitab suci Kristen -- yang dalam hal ini mereka anggap sebagai "kitab kadaluwarsa" dan karenanya disebut sebagai Perjanjian Lama -- secara suka-suka mengartikan ROH KUDUS sebagai bagian dari Tuhan Tritunggal, sementara umat Yahudi sendiri, yang masih berpegang teguh pada kitab-kitab tsb, tidak pernah menganggapnya demikian.

Lebih jauh lagi, umat Yahudi yang masih  berpegang teguh pada kitab Taurat tidak pernah mengenal konsep Tuhan Tritunggal yang pada prinsipnya sangat bertentangan dengan Konsep Monotheisme yang merka anut!

Dengan kata lain, doktrin Tuhan Tritunggal dalam Kekristenan sebenarnya tidak memiliki sumber pijakan yang jelas, melainkan hanya rekayasa para pendirinya saja yang memaksakan masuknya kepercayaan Pagan ke dalam ajaran murni Yesus yang sejatinya adalah Monotheisme. 

Jadi, jangan heran bila iman umat Kristen selalu terbentur keras bila coba dibandingkan dengan iman umat Yahudi, apalagi dengan iman umat Islam yang seperti halnya iman umat Yahudi, sama-sama tidak mengenal doktrin tuhan Tritunggal!

Karena "keganjilannya" yang menyempal jauh dari ajaran semua nabi terdahulu -- termasuk ajaran nabi Yesus as sendiri dan ajaran nabi Muhammad saw -- maka iman Kristen ini, dalam bahasa Jawa termasuk yang boleh disebut sebagai "nyeleneh" alias diciptakan sedemikian rupa supaya menjadi aneh sendiri!

Itu sebabnya kenapa rata-rata pengikutnya selalu bingung, lalu panik, dan ujungnya histeris, bila pengetahuan mereka tentang iman Kristen didesak terus dengan pertanyaan-pertanyaan serius yang berhubungan langsung dengan dalil-dalil dalam bundel beberapa kitab yang mereka namai sendiri sebagai alkitab!

Demikian.

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
Semoga Tuhannya Yesus memberkati,
- Amen!

Kehadiran "Si Penghibur" Dan Penggenapan Hukum Taurat

BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:
  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat
Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:
  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 
Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Kehadiran Si Penghibur Dan Penggenapan Hukum Taurat



BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:
  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat
Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:
  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 
Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Umat Kristen Menyembah Burung Merpati?


Sudah berapa lama fakta berikut ini luput dari perhatian kita?

KAPANKAH TERAKHIR KALI ANDA SEMPAT BERFIKIR BAHWA SEBENARNYA MAKHLUK INI SUDAH 18 ABAD LAMANYA DISEMBAH OLEH UMAT PAULUS? 

Dan bagi saudara-saudara jemaat rasul Paulus yang setia,

Terserah anda mau bilang apa, atau mau membangun argumentasi sehebat apa pun juga, tapi nyataya kitab anda sendiri sudah lama mengkonfirmasi bahwa salahsatu dari 3 sesembahan umat kristen adalah makhluk kecil, lemah, bau, dan berpotensi menyebarkan penyakit Kriptokokis dan Psitakosis bernama burung Merpati!

ARTINYA, UMAT KRISTEN ADALAH PENYEMBAH BURUNG MERPATI!

Nah, masih merasa perlu untuk membantah fakta ini?
Aneh, tapi, ya, monggo. Silahken saja!


[Sumber: Gus Mendem Bertanya]