Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Pneumatologika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pneumatologika. Tampilkan semua postingan

Gagal Paham Kitab Kejadian 1:1-2


Pelajaran kita kali ini, adalah mengulang lagi, dan lagi, gagal paham para pengikut setia Paulus mengartikan apa yang sesungguhnya sudah sangat jelas tertulis dalam Kejadian 1:1-2.

Perhatikan yang berikut ini.
Ini adalah penjelasan skematika Kejadian 1:1-2 berdasarkan tulisan dalam bahasa "aslinya" dari Hebrew OT: Westminster Leningrad Codex yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris versi NASB (New American Standard Bible) dan apa arti terjemah tsb menurut Kamus Merriam Webster dan pengertiannya dalam bahasa Indonesia.

Perhatikan!
Ada tiga kata sangat krusial pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam Bibel terjemah Indonesia bernama Alkitab yang selama ini menjadi bagian sangat penting dalam pembentukan iman kristen.

Ketiga kata tsb adalah:
1. Belum berbentuk, 
2. Kosong, dan 
3. Roh Allah.

Dalam skema kita; kata belum berbentuk (formless) dilingkari dengan tinta warna merah, kata kosong (void) dilingkari dengan tinta warna biru, dan kata Roh Allah (the spirit of God) dilingkari dengan tinta warna hijau.

Sekarang perhatikan baik baik apa arti sesungguhnya dari masing masing kata formlessvoid, dan the spirit of God menurut pengguna bahasa Inggris yang diterangkan dalam masing masing kotak berwarna merah, biru dan hijau dibawah ini.
Gambar ini menjelaskan dengan sangat "gamblang" bahwa Bibel terjemah Indonesia, atau yang selama ini mereka percaya sebagai kitab suci Kristen bernama Alkitab telah keliru  menterjemahkan ayat Kejadian 1:1-2.

Ayat ayat tsb sebenarnya menjelaskan bumi yang sama sekali belum ada, dan mustahilnya menerangkan bahwa diatas, atau pada bumi yang belum ada tsb sudah ada samudra!

Kata "samudra" dalam ayat ini seharusnya diartikan sebagai "air" atau "unsur air" yang meliputi alam raya sebelum terjadinya pembentukan bumi dan benda benda langit lainnya!

Artinya, air atau unsur air  dalam ayat ini mustahil berada pada bumi yang belum ada!

Lebih jauh lagi, kata Roh Allah dalam Alkitab yang mereka artikan sebagai personifikasi Allah itu sendiri, sebenarnya harus ditulis Roh Milik Allah  sehingga mudah dipahami bahwa arti sebenarnya  bukan Allah!
 
Sedangkan berdasar penjelasan Masoretic Text kitab Ibrani, bangsa Yahudi, penutur bahasa Ibrani yang digunakan dalam penulisan Torah dimana teks Kejadian 1:1-2 tsb tertulis tidak mengartikan Roh Allah -- ditulis wərûaḥ ’ĕlōhîm -- secara literal sebagai Roh Allah seperti pemahaman mayoritas umat Kristen tradisional, melainkan sebagai angin, nafas Allah, atau bentuk kekuasaan Allah lainnya dalam proses penciptaan alam semesta.   
 
Itu sebabnya kenapa umat Yahudi  tidak pernah mengalami kesulitan memahami ayat Kejadian 1:1-2 seperti ruwetnya cara berpikir umat Paulus yang coba menjelaskannya berdasar dogma melawan akal manusia pada umumnya. Umat Yahudi, sebagai pewaris kitab Torah Musa tidak pernah berpikir bahwa Roh Allah pada ayat Kejadian 1:2 merepresentasikan salahsatu dari Tuhan Ciptaan Paulus dan kroninya yang berjumlah TIGA!

Ini adalah FAKTA, dan dapat dimengerti jika rata-rata pengikut Paulus sangat sulit menerimanya karena sudah terlanjur mengimaninya sebagai sebuah kebenaran -- yang sesungguhnya tidak benar!
 
Padahal, salahsatu sumber studi Alkitab Indonesia sendiri, SABDA WEB, menjelaskan bahwa kata Roh Allah pada teks Kejadian 1:1-2 dalam Alkitab tidak dapat diartikan sebagai representasi dari salahsatu oknum Trinitas yang dikenal sebagai Roh Kudus sbb:
Dengan demikian, tentu saja aneh, bahkan sangat menggelikan bila ternyata masih ada saja umat Paulus yang demikian gigih memaksakan keyakinannya bahwa kata Roh Allah pada ayat  Kejadian 1:1-2 dalam kitab suci umat Yahudi -- yang mereka bajak lalu diklaim sebagai bagian dari kitab suci umat Kristen -- merupakan representasi dari Roh Allah dalam arti literal, sehingga dapat dimaknai sebagai sebuah pemahaman bahwa sama halnya seperti manusia, Allah juga memiliki roh untuk hidup! 
 
Dalam teologi umat Yahudi, pemahaman seperti ini adalah kesesatan yang nyata, sekaligus merupakan kutuk bagi setiap sendi keimanan berdasarkan Torah!  
 
Jadi, terlepas apa pun alasannya, selama umat Paulus masih memahami kata Roh Allah dalam Kejadian 1:1-2 berbeda dari yang dipahami oleh umat Yahudi, maka pemahaman tsb praktis tertolak, alias dinyatakan sebagai pemahaman yang sesat!   
 
Kendati demikian, jika umat Paulus merasa keyakinannya lebih benar dari keyakinan umat Yahudi sendiri dan masih ingin mati matian menyangkalnya, ya, silahkan saja. Tokh sudah jelas yang error pada ayat Kejadian 1:1-2 dalam terjemah  indonesia itu bukan apa yang seharusnya tertulis, tapi otak yang digunakan untuk menalarnya!

Bagaimana mungkin umat Paulus yang "sok akrab" mengaku-ngaku sebagai pengiman Torah juga, yang muncul 1.700 tahun setelah umat Yahudi memahami seluruh kandungan Torah, yang tidak mengerti seluk-beluk bahasa Ibrani, merasa lebih mengerti Torah daripada umat Yahudi sendiri?
Yang benar sajalah!
 
Mau tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan hal ini?
Silahkan simak uraian dan bukti-buktinya disini

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
 
 
[Bagus Pamungkas]

Perkara Perlakuan Hukum Yang Berbeda Bagi Para Penghujat Tuhan Trinitas!


Menyibak tabir di balik doktrin kristen

INI JUGA TERMASUK SALAHSATU DOKTRIN KRISTEN YANG PASTI AKAN MEMBUAT LIDAH LASKAR KRISTUS ODONG-ODONG LANGSUNG KERITING JIKA NEKAD COBA JELASIN!

Begini: 
Kita semua tentu sudah sering, bahkan sudah bosan, dijejali penjelasan "mbulet" perihal konsep ketuhanan Trinitas, atau yang oleh sebagian mereka disebut juga sebagai Tritunggal.

INTI penjelasan mereka adalah bahwa kita harus mengerti, dan tentu saja harus percaya pula bahwa sekalipun BAPA, YESUS, dan ROH KUDUS terdiri dari TIGA OKNUM yang BERBEDA, tapi sejatinya mereka adalah SATU!

Ya, ketiga oknum ini adalah SATU KESATUAN yang mereka sebut-sebut juga dengan kata "echad" dari bahasa bundanya Yesus, atau entah disebut apa lagi dalam bahasa yang lain pula.

Artinya, YESUS adalah BAPA yang juga adalah ROH KUDUS, atau kalau mau doibolak-balik, BAPA adalah ROH KUDUS yang juga adalah YESUS! 

Jadi, KESIMPULANNYA mereka ini SEHAKEKAT, sehingga tidak ada yang derajatnya lebih tinggi atau lebih rendah, lebih hebat atau lebih berkuasa dari yang lain, atau lebih begini atau begono dalam bentuk perbandingan apapun juga. 

Kenapa?
Karena sekali lagi, sejatinya mereka adalah SATU!

Lalu, entah kena sawan "ngacablag" dari mana, seorang APul Siba​rani tiba-tiba saja menyinggung perkara "menghujat yang diperbolehkan oleh ajaran kristen" seperti tertulis dalam kitab mereka begini:

[Matius 12:31] "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni."

Perhatikan baik-baik rangkaian kalimat di atas, terutama yang ini: 
"Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, ...."  

Kalimat ini jelas, dan secara eksplisit menyatakan sebuah PEMBENARAN bagi manusia bahwa selama TIDAK MENGHUJAT ROH KUDUS, maka MENGHUJAT APAPUN JUGA, termasuk tentu saja, MENGHUJAT BAPA dan YESUS menurut doktrin kristen diperbolehkan!

Sampai di sini, muncul pertanyaan sangat logis.

JIKA MENGHUJAT BAPA DAN YESUS PASTI DIAMPUNI, TAPI MENGHUJAT ROH KUDUS TIDAK AKAN DIAMPUNI, BAHKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA, LANTAS APA PERLUNYA YESUS BERSABDA SEPERTI DICATAT DALAM MATIUS 12:31?

Bukankah berdasarkan konsep Tritunggal yang "echad" tadi, menghujat Bapa atau menghujat Yesus SAMA SAJA artinya dengan menghujat Roh Kudus?

Di sebelah tadi ada yang nyeletuk begini: 

"Kalau begitu, sebetulnya Tuhan Tritunggal berkasta dong?" 

"Wah! Roh Kudus adalah Tuhan dengan kasta tertinggi?"

"Jadi benar dong, bahwa Tuhan Kristen sejatinya ada tiga?"

"Katanya tiga tapi satu? Kenapa kok perlakuan kepada mereka dibedakan antara satu dengan yang lainnya?"

Kesimpulannya?
DOKTRIN KOPLAK?
Entahlah! 

NOTE: Simak "eyel-eyelannya" di sini


Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen?

Ketika pertanyaan ini diajukan oleh QUORA kepada umat Yahudi, setidaknya ada 15 responden lain (hampir seluruhnya adalah umat Yahudi) di samping yang GM kutip tulisannya di bawah ini dengan tegas menolak mengimani ROH KUDUS sebagaimana umat Kristen mengimaninya sebagai unsur Tuhan Tritunggal.

Seperti penjelasan masing-masing responden yang dapat kita simak sendiri di sini, penolakan mereka pada umumnya berdasarkan pada pengertian, atau konsep tentang Roh Kudus sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh, alkitab Ibrani. Bukan seperti doktrin Kristen yang memaksa sosok Roh Kudus menjadi Tuhan!

Artinya, secara kolektif umat Yahudi menganggap umat Kristen terlanjur salah kaprah mengartikan eksistensi Roh Kudus yang sesungguhnya sebagaimana dimaksud dalam kitab Tanakh.

Simak contohnya seperti salahsatu jawaban di bawah ini:  


TERJEMAH BEBAS
Apakah Umat Yahudi Mengimani Roh Kudus Seperti Halnya Umat Kristen?

Pertanyaan Anda sebetulnya memiliki dua sisi: satu bersifat teologis, yang lainnya bersifat linguistik. Masalahnya, bahasa tidak dapat ditafsirkan secara satu-per-satu dalam semua kasus. Beberapa kata dalam suatu bahasa bisa jadi memiliki arti langsung dan tunggal dalam bahasa lain. Bahkan dalam bahasa Inggris, terutama bila Anda menganggapnya sebagai jargon, Anda dapat menemui kata-kata dengan banyak arti - bahkan dalam  pengucapannya - semisal "bow" yang bisa berarti bagian depan dari perahu, atau bisa juga berarti pita yang diikatkan pada rambut anak perempuan. Dua makna yang tidak ada hubungannya, dan dua cara pengucapan yang sama tapi tidak terkait apapun antara arti yang satu dengan lainnya.

Ketika menerjemahkan kata dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris, Anda terpaksa harus berurusan dengan ambivalensi transliterasi dari huruf Ibrani sampai Romawi - terkadang tanpa cara yang jelas untuk menuliskan suara (vocal) yang tidak ditemui dalam perbendaaraan kata bahasa Inggris.

Berbagai kata Ibrani yang bisa diartikan dalam bahasa Inggris sebagai "roh" adalah:

Shekinah, Shechinah, atau Schechinah (bahasa Ibrani: שְׁכִינָה) - secara teknis artinya "tinggal" atau "menetap", dan secara khusus adalah di mana hadirat Tuhan berada.

Ruach ha-kodesh (bahasa Ibrani: רוח הקודש, atau "roh kudus" juga diterjemahkan sebagai ruaḥ ha-qodesh) -- ini mungkin bahasa Ibrani yang paling mendekati arti kata "Roh Kudus" -- dan secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "Roh Kudus Yang Kudus."  Elke Weiss sudah menjelaskan konsep ini dengan sangat baik.

Nephesh (bahasa Ibrani נפש, secara harfiah berarti "makhluk hidup") - ini bisa dianggap sebagai jiwa seseorang, terkait dengan naluri alami.

Neshama (Ibrani: נשמה, harfiahnya "nafas") - berhubungan dengan intelek dan kesadaran akan Tuhan.

Chaya (Ibrani חיה, secara harfiah berarti "hidup") - dianggap sebagai bagian dari Tuhan.

Yechidah (Ibrani יחידה, secara harfiah berarti "singularitas") - juga disebut pintel Yid ("[batin] utama Yahudi").  

Aspek ini pada dasarnya adalah satu dengan Tuhan, Namun, ketika Anda mengacu pada konsep Kristen tentang Roh Kudus dalam Kekristenan - Anda menabrak konsep teologis yang dimaksud dalam Tanakh - atau Alkitab Ibrani. 

Yudaisme pada umumnya adalah monoteistik (itu karena ada konsep seperti nama Tuhan "Elohim" yang secara inheren merupakan kata jamak dan ada poin bahwa Yudaisme mengatakan bahwa Tuhan Yahudi lebih besar dari pada allah lain). Dengan demikian, Yudaisme melihat Tuhan sebagai Satu, dan tidak bisa menerima konsep Tritunggal tentang Tuhan. Dalam artian tertentu, Anda boleh mengatakan bahwa pendekatan Yudaisme terhadap Tuhan adalah sebagai Roh Kudus secara keseluruhan atau sebagai Tuhan/Bapa secara keseluruhan - namun tidak pernah keduanya sebagai kesatuan Tuhan, dan tentu saja bukan sama-sama sebagai Tuhan.

[Ted Exstein - Terlahir sebagai Yahudi]

Dari penjelasan ini tentu saja ganjil rasanya jika umat Kristen yang mendaulat kitab-kitab umat Yahudi bernama Taurat (5 kitab Tanakh, Alkitab Ibrani) dan Zabur termasuk bagian dari kitab suci Kristen -- yang dalam hal ini mereka anggap sebagai "kitab kadaluwarsa" dan karenanya disebut sebagai Perjanjian Lama -- secara suka-suka mengartikan ROH KUDUS sebagai bagian dari Tuhan Tritunggal, sementara umat Yahudi sendiri, yang masih berpegang teguh pada kitab-kitab tsb, tidak pernah menganggapnya demikian.

Lebih jauh lagi, umat Yahudi yang masih  berpegang teguh pada kitab Taurat tidak pernah mengenal konsep Tuhan Tritunggal yang pada prinsipnya sangat bertentangan dengan Konsep Monotheisme yang merka anut!

Dengan kata lain, doktrin Tuhan Tritunggal dalam Kekristenan sebenarnya tidak memiliki sumber pijakan yang jelas, melainkan hanya rekayasa para pendirinya saja yang memaksakan masuknya kepercayaan Pagan ke dalam ajaran murni Yesus yang sejatinya adalah Monotheisme. 

Jadi, jangan heran bila iman umat Kristen selalu terbentur keras bila coba dibandingkan dengan iman umat Yahudi, apalagi dengan iman umat Islam yang seperti halnya iman umat Yahudi, sama-sama tidak mengenal doktrin tuhan Tritunggal!

Karena "keganjilannya" yang menyempal jauh dari ajaran semua nabi terdahulu -- termasuk ajaran nabi Yesus as sendiri dan ajaran nabi Muhammad saw -- maka iman Kristen ini, dalam bahasa Jawa termasuk yang boleh disebut sebagai "nyeleneh" alias diciptakan sedemikian rupa supaya menjadi aneh sendiri!

Itu sebabnya kenapa rata-rata pengikutnya selalu bingung, lalu panik, dan ujungnya histeris, bila pengetahuan mereka tentang iman Kristen didesak terus dengan pertanyaan-pertanyaan serius yang berhubungan langsung dengan dalil-dalil dalam bundel beberapa kitab yang mereka namai sendiri sebagai alkitab!

Demikian.

Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!
Semoga Tuhannya Yesus memberkati,
- Amen!

Kehadiran "Si Penghibur" Dan Penggenapan Hukum Taurat

BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:
  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat
Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:
  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 
Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Kehadiran Si Penghibur Dan Penggenapan Hukum Taurat



BEGINILAH AKHIRNYA PENGGENAPAN HUKUM TAURAT

Ketika pertama kali Yesus berkhotbah si atas bukit, yang diucapkan terlebih dahulu adalah misinya untuk menggenapi Hukum Taurat yang terekam dalam Matius 5:1 hingga Matius 7:29

[Matius 5:17] “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[Matius 5:18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[Matius 5:19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[Matius 5:20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Semua yang dilakukan Yesus belum final alias belum tergenapi seluruhnya. MASIH BANYAK HAL YANG BELUM DIGENAPINYA karena umat Yahudi saat itu belum dapat menanggung ajarannya, hingga datangnya yang disebut sebagai ROH KEBENARAN

[Yohanes 16:12] Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

[Yohanes 16:13] Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan MEMIMPIN kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan BERKATA KATA dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang DIDENGARNYA itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan MEMBERITAKAN kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KEBENARAN belum datang pada masa Yesus. Maka ROH KEBENARAN bukanlah ROH KUDUS sebab Roh Kudus sudah datang bahkan sebelum Yesus lahir.

Deskrispsi ROH KEBENARAN yang diterangkan oleh Yesus adalah:
  1. Memimpin umat
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri
  3. Mendengar yang dikatakan
  4. Memberitakan kepada umat
Gambaran tsb jelas menunjukkan bahwa roh kebenaran yang dimaksud adalah sosok seorang NABI, bukan Roh dalam artian 'lelembut' yang tidak terlihat oleh kasat mata.


[1Yohanes 4:1] Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Karena Hukum Taurat belum tergenapi seluruhnya oleh Yesus, maka yang akan menggenapi adalah ROH KEBENARAN [NABI] yang akan datang sesudah Yesus.

Bukanlah suatu kebetulan jika kemudian ternyata ada seorang bernama Muhammad yang digelari oleh umat sebagai AL AMIN yang berarti YANG JUJUR [YANG BENAR] kemudian menjadi nabi di usia 40 tahun dan terbukti sebagai:
  1. Memimpin umat 
  2. Berkata kata tidak dari dirinya sendiri tetapi dari wahyu yang didengarnya 
  3. Mendengar wahyu yang dikatakan 
  4. Memberitakan wahyu kepada umat dan membukukannya sebuah kitab Al Qur’an yang hanya berisi Firman Firman Tuhan tanpa ada satupun perkataannnya 
  5. Mengakomodir seluruh Hukum Taurat dan menjadikannya sebagai bagian dari hukum syariat 
Dan semangat untuk menegakkan Hukum Syariat ternyata berlanjut hingga detik ini dalam dada setiap muslim di seluruh dunia sebagai fitrahnya untuk ditegakkan di seluruh dunia.

Tak ada umat manapun yang begitu besar estafet semangat menegakkan Hukum Syariat selain umat Muslim, dari satu genereasi ke generasi berikutnya tanpa batasan tempat, tanpa batasan waktu, hingga lenyapnya langit dan bumi.

Umat Kristen Menyembah Burung Merpati?


Sudah berapa lama fakta berikut ini luput dari perhatian kita?

KAPANKAH TERAKHIR KALI ANDA SEMPAT BERFIKIR BAHWA SEBENARNYA MAKHLUK INI SUDAH 18 ABAD LAMANYA DISEMBAH OLEH UMAT PAULUS? 

Dan bagi saudara-saudara jemaat rasul Paulus yang setia,

Terserah anda mau bilang apa, atau mau membangun argumentasi sehebat apa pun juga, tapi nyataya kitab anda sendiri sudah lama mengkonfirmasi bahwa salahsatu dari 3 sesembahan umat kristen adalah makhluk kecil, lemah, bau, dan berpotensi menyebarkan penyakit Kriptokokis dan Psitakosis bernama burung Merpati!

ARTINYA, UMAT KRISTEN ADALAH PENYEMBAH BURUNG MERPATI!

Nah, masih merasa perlu untuk membantah fakta ini?
Aneh, tapi, ya, monggo. Silahken saja!


[Sumber: Gus Mendem Bertanya]

Benarkah Roh Kebenaran Menurut Yohanes 14:26 Adalah Roh Kudus?


Sebagian besar Kristen menyebut Roh pada Yohanes di atas adalah Roh Kudus, degan berpatokan pada penterjemahan Alkitab yang merujuk pada kata πνεUμα [pneuma] yang kemudian diartikan Ghost, terkadang The spirit, atau Holy Ghost dalam KJV yang diartikan dalam LAI sebagai Roh Kudus.

Jika merujuk kepada Bahasa memang benar, kata πνεUμα [pneuma] dapat diartikan Roh Kudus. Tidak salah, namun dalam istilah tersebut bisa memiliki arti lain, dan kita sudah pernah bahas bahwa, salahsatunya adalah Roh Kebenaran, yaitu dengan merujuk ungkapan Yesus tentang Roh dan Kebenaran.

[Yohanes 4:23] Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

[Yohanes 14:17] yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Maka untuk itu ada baiknya kita lihat kemustahilan Roh Kebenaran ini adalah Roh Kudus.

PERTAMA: ROH KUDUS SUDAH DATANG KE DUNIA

[Yohanes 1:32] Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas-Nya

[Lukas 3:22] Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya

[Markus 1:10] Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya

[Matius 3:16] Setelah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun keatas-Nya

Keberadaan Roh Kudus yang telah muncul atau datang di saat Yesus dibabtis dan seterusnya bertolak belakang dengan keterangan Yesus yang menyebut Roh Kebenaran tersebut akan datang setelah Yesus pergi.

[Yohanes 16:7] Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Jadi bila Roh Kudus itu sudah datang, mengapa Yesus berkata bahwa ia harus pergi agar Roh Kudus itu datang kepada kita, toh walaupun Yesus tidak pergi, Roh Kudus itu sudah berada di dalam tubuh Yesus?

{jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu}

Kesimpulan dari bagian pertama adalah Roh Kebenaran dan Roh Kudus berbeda. Sebab, Roh Kebenaran atau Parakletos yang dimaksud akan datang Setelah Yesus pergi, dia tidak akan datang sebelum Yesus pergi.

Sementara Roh Kudus telah datang ketika Yesus sudah ada.

KEDUA: ROH KEBENARAN AKAN MELAKUKAN PEKERJAAN YANG LEBIH BESAR DARI PEKERJAAN YESUS

[Yohanes 14:12] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,  bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Pertanyaannya adalah; Jika Roh Kebenaran atau Parakletos yang dimaksud adalah Roh Kudus, maka Roh Kudus mana yang turun ke dunia dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus bahkan lebih besar dari Yesus?

Kita tahu pekerjaan Yesus sangat banyak, mengajarkan kebenaran, berdakwah dan lain sebagainya. Logikanya jika Yesus berdakwah hanya di sekitar Yerusalem, maka 'roh' ini akan berdakwah ke wilayah yang jauh lebih luas daripada sekedar Israel.

Siapakah yang dimaksud? Tidak pernah ada disebutkan Roh Kudus Turun ke dunia dan mengerjakan pekerjaan Yesus, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar.

Kesimpulan: Roh Kebenarna tidak sama, atau mustahil adalah Roh Kudus, sebab Roh Kudus tidak pernah disebutkan turun dan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti Yesus apa lagi lebih besar.

KETIGA: IA AKAN MENGAJARKAN SEGALA SESUATU

[Yohanes 14:26] tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa Roh Kebenaran akan melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan Yesus, nah yang ini ia akan mengajarkan segala sesuatu artinya, Yesus sebelumnya mengajarkan banyak hal namun belum semua hal, belum segala sesuatu, tetap Roh Kebenaran akan mengajarkan segala sesuatu. Maka sangat tepat ia akan mengajarkan hal-hal yang belum Yesus ajarkan. Sebab jika Yesus sudah mengajarkan segala hal maka Yesus tidak perlu menyebut [Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu] tidak perlu Roh kebenaran tersebut mengajarkan lagi segala hal sebab Yesus sudah mengajarkannya. Namun karena Yesus belum sempurna maka Roh Kebenaran ini akan mengajarkannya sampai sempurna, segala hal.

Pertanyaannya: apakah Roh Kudus sama dengan Roh Kebenaran? Roh kudus yang mana yang turun mengajarkan segala hal? TIDAK ADA!

Kesimpulannya di sini Roh Kebenaran bukanlah Roh Kudus. Tetapi ia adalah orang lain yang akan datang setelah Yesus dan mengajarkan segala hal, artinya menyempurnakan ajaran Yesus dan mungkin para Nabi terdahulu secara sempurna.

KEEMPAT: IA AKAN MENGINSAFKAN DUNIA

[Yohanes 16:8] Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Keberadaan Roh Kebenarna ini nanti akan datang dan menginsafkan, menyadarkan, meluruskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia, maka sangat berkaitan dengan apa yang dilakukan dua hal sebelumnya, ia akan mengerjakan pekerjaan Yesus bahkan lebih besar, kemudian menyempurnakan, serta yang sekarang adalah menginsafkan dunia.

Pertanyaanya: adakah Roh Kudus turun kedunia untuk menginsfakan atau meluruskan manusia yang tersesat atau jatuh kedalam Dosa?

Jika dikatakan, "Iya! Roh Kudus menginsafkan Dunia secara Rohani", maka jawabnya benar dan akan cocok! Akan tetapi jika dikaitkan dengan dua hal sebelumnya, maka menjadi tidak cocok.

Ia mengajarkan, melakukan pekerjaan seperti Yesus. Kita tahu di antara pekerjaan Yesus adalah menginsafkan manusia juga.

KESIMPULANNYA: Maka semakin mustahilah Roh Kebenaran atau Parakletos ini adalah Roh Kudus!


[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]

Injil Membantah Ketuhanan Roh Kudus


BEBERAPA keterangan Alkitab dalam Kitab Yohanes menyebut tentang "Roh Kebenaran." Interpretasi Kristen tradisional menyamakan "Roh Kebenaran" ini dengan "Roh Kudus."

Berikut petikan dari Kitab YOHANES:
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.  

15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  

Keterangan-keterangan Alkitab di atas dengan jelas mengaitkan Roh Kebenaran dengan penyampaian wahyu/pesan dan ilham dari Allah, dan dijelaskan bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Dengan kata lain, ayat-ayat dari Yohanes ini dengan jelas mengisyaratkan bahwa Roh Kebenaran, Roh Kudus, tunduk kepada Allah, dan bukan mitra yang sejajar dengan-Nya. Ini berarti bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Dijelaskan juga dalam ayat Yohanes di atas, bahwa "dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia". Ini berarti bahwa Roh Kebenaran tersebut adalah makhluk ghaib yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu pilihan Allah.

Roh Kebenaran melaksanakan tugas yang sama, menyampaikan wahyu/pesan, dengan Malaikat Gabriel. Oleh karenanya, diisyaratkan bahwa Gabriel adalah Roh Kebenaran, dan bahwa Roh Kebenaran adalah Roh Kudus. Jika Gabriel adalah penyampai wahyu, dan jika Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, maka Gabriel adalah Roh Kudus.  

Adapun maksud dari frasa "ia akan bersaksi tentang aku" dalam Yohanes 15:26 di atas adalah bahwa Roh Kebenaran/Roh Kudus/malaikat Gabriel akan memberikan wahyu kepada Yesus dan kepada Nabi Muhammad tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengutusan Yesus untuk Bani Israel.  

Identifikasi Roh Kudus/malaikat Gabriel dengan jelas bisa dilihat dalam Alkitab hanya dengan mengontraskan dua ayat dalam MATIUS dengan LUKAS yang masing-masing membahas penyampai pesan/berita gembira dari Allah kepada Maria. Dalam ayat Matius, Gabriel diidentifikasi dengan gelarnya, Roh Kudus, sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Dalam ayat Lukas, Gabriel diidentifikasi dengan namanya sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Berikut petikan MATIUS dan LUKAS:

MATIUS 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

LUKAS 1:26-27 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Lebih jelas, identifikasi tersebut dapat dilihat dalam Al-Qur'an dengan mengontraskan tiga ayat yang masing-masing membahas penyampai wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad. Dalam ayat pertama, Gabriel diidentifikasi dengan namanya sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. Dalam ayat kedua, Gabriel diidentifikasi dengan gelarnya, Roh Kudus, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. Dan dalam ayat ketiga, Gabriel diidentifikasi dengan julukannya, Roh Kebenaran, sebagai penyampai wahyu kepada Nabi Muhammad. Berikut petikan Al-Qur'an:

[QS. 2:97. Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Gabriel, maka Gabriel itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.]

[QS. 16:102. Katakanlah: "Roh Kudus (Gabriel) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".]

[QS. 26:192-193. Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Roh Kebenaran (Gabriel),]

Ringkasnya, Gabriel tidak lain adalah Roh Kudus. Sementara agama Kristen telah meninggikan derajat Gabriel, dengan gelar Roh Kudus, hingga memiliki hubungan kemitraan dengan Penciptanya, Allah, dalam konsep ketuhanan tritunggal. Islam meneguhkan kembali keesaan Allah yang secara tegas menentang segala bentuk ideologi politeistik, dan tetap melihat Gabriel atau Roh Kudus hanya sebagai malaikat Allah yang menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada umat manusia.

Lebih jauh, injil-injil kanonik sendiri secara implisit telah membantah ketuhanan Roh Kudus:

LUKAS:
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,   1:67. Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
2:25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,  

YOHANES:
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.  

MARKUS:
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus , ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."  
3:30 Ia (Yesus) berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat (lihat lagi QS. 2:97 di atas).

Bahkan, Yohanes Pembaptis memiliki keistimewaan tersendiri berkaitan dengan Roh Kudus ini:

LUKAS:
1:15 Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;  

Dijelaskan dalam ayat Lukas di atas, bahwa Yohanes Pembaptis akan dipenuhi oleh Roh Kudus "mulai dari rahim ibunya". Kita justru kasihan kepada Yesus yang harus menunggu selama 30 tahun untuk menerima Roh Kudus, yaitu ketika selesai dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Lihat: Matius 3:16-17, Markus 1:10-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32).


Wassalaam.

Cerita Yesus Tentang "Si Penghibur"


Berikut adalah kisah yang diriwayatkan oleh Yesus di hadapan murid-muridnya ketika meramalkan kedatangan 'Si Penghibur' yang tertulis di dalam alkitab:

YOHANES
14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.  
14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapalebih besar daripada Aku.  
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum ia terjadi, supaya kamu percaya, apabila ia terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.  
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."  

16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.   16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;  

LUKAS
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.  
24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."  

Umat Kristen berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan "Penghibur" dalam ayat-ayat Yohanes di atas adalah "Roh Kudus", salah satu unsur dari Trinitas. Mereka memahami ayat-ayat Yohanes di atas secara harfiah dan sepotong-sepotong oleh karena pola pikir mereka yang sudah terbius oleh "doktrin gereja".

Ayat-ayat Yohanes di atas tidak dapat ditafsirkan secara harfiah saja, tetapi harus ditafsirkan secara utuh dan menyeluruh, bahwa "Penghibur itu tidak akan datang" jika Yesus tidak pergi. Tetapi Penghibur itu akan datang "setelah Yesus pergi". Jika Penghibur itu datang, maka "ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman"!

Bahwa Penghibur itu juga "akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan akan semua yang telah dikatakan Yesus". Oleh karenanya, Yesus mengatakannya "sebelum ia terjadi, supaya percaya, apabila ia terjadi".

Adapun kata "Roh Kudus" sebagaimana tersebut dalam Yohanes 14:25 di atas, kemungkinan besar merupakan tambahan yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh Gereja Kristen Awal untuk memberikan persepsi bahwa seolah-olah Penghibur itu adalah Roh Kudus, meski hal ini sesungguhnya bertentangan dengan konsep Roh Kudus itu sendiri. Lebih jelasnya lihat uraian di bawah ini.

Siapakah "Penghibur" yang dimaksud ayat-ayat di atas?
Lebih dari satu ayat Alkitabiah merujuk pada Roh Kudus yang telah hadir di dunia selama zaman Raja Daud selama abad ke-11 dan 10 SM, serta menjadi sumber ilham dan wahyu Daud (Mazmur 51:11; Markus 12:36; Kisah Para Rasul 1:16; 4:25). Sama halnya, Roh Kuduslah yang konon menjadi sumber wahyu Yesaya (Kisah Para Rasul 28:25). Roh Kuduslah yang konon mencerahkan seluruh bangsa Israel sebelum ramalan-ramalan Yesaya dalam Perjanjian Lama (Yesaya 63:10-11). Roh Kuduslah yang konon memberikan wahyu kepada Simeon di Yerusalem selama abad2 pertama SM dan Masehi (Lukas 2:25-26). Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:15). Roh Kuduslah yang memberikan wahyu kepada Elizabet, Ibu Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:41). Roh Kuduslah yang memberi wahyu kepada Zakaria, ayah Yohanes sang Pembaptis (Lukas 1:67). Roh Kuduslah yang turun kepada Maria, ibu Yesus (Lukas 1:35). Roh Kuduslah yang memasukkan ilham dan wahyu ke dalam diri Yesus (Matius 1:20; 3:11; Markus 1:8; Lukas 3:16,22; 4:1; 10:21; Yohanes 1:33; Kisah Para Rasul 10:38).  

Jelasnya, Roh Kudus sudah bekerja di dunia umat manusia dengan melaksanakan perannya sebagai penyampai wahyu dan ilham jauh sebelum peristiwa pengangkatan Yesus!

Oleh karena sudah ditunjukkan bahwa Roh Kudus telah hadir dan aktif di dunia, yakni telah diutus oleh Allah, sebelum Yesus dilaporkan membicarakan sabda-sabda yang dikutip di atas, satu-satunya cara agar ayat-ayat di atas memiliki makna konseptual yang tepat adalah dengan menafsirkan "Penghibur" dan "Roh Kudus" sebagai dua entitas yang berbeda.

Siapakah yang dimaksud dengan "Penghibur" itu?
"Janji dari Bapa" adalah sang "Penghibur". Sang Penghibur akan diilhami oleh, dan menerima wahyu dari, Roh Kudus, dan wahyu itu akan dikenakan pada dia yang menerimanya dengan "kekuasaan dari tempat tinggi". Sayangnya, para pengikut Yesus ketika itu mungkin mengalami kesulitan dalam mengenali sang Penghibur. Oleh karenanya, Yesus harus memperingatkan para pengikutnya ini atas kedatangan sang Penghibur, yang juga akan menjadi "penguasa dunia ini". Saya mengusulkan kepada para pembaca Kristen bahwa satu-satunya pribadi setelah Yesus yang bahkan secara samar bisa cocok dengan identifikasi ini adalah Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, untuk kepentingan pembaca Kristen, mungkin sebaiknya dicatat bahwa ayat dalam Yohanes 14 menyatakan bahwa sang Penghibur adalah seseorang "yang dikirim Bapa dalam namaku"; dan Al-Qur'an berulang-ulang merujuk pada Yesus dan wahyu yang dikirimkan kepadanya (QS. 2:87,136,253; 3:45-59; 4:157-159,163,171-172; 5:17,46,72-75,78,110-118; 6:85; 9:30-31; 19:19-35,88,93; 21:91; 23:50; 33:7; 42:13; 43:57-65; 57:27; 61:6,14).

[QS. 2:87. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Roh Kudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?]

[Sumber: Islam Menjawab Fitnah]