Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Paulus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paulus. Tampilkan semua postingan

Yesus tidak pernah menjadikan Paulus sebagai Rasul


Paulus mengaku sebagai salahsatu rasul Kristus. Tetapi faktanya, bukan!

Yesus berkata jika seseorang bersaksi tentang dirinya sendiri, kesaksiannya tidak boleh dipercaya: "Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya." (Yohanes 7: 18).

Namun, sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang Paulus adalah apa yang dia nyatakan sendiri  tentang dirinya. Misalnya, Paulus berkata tentang murid-murid Yesus: “Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut." (2 Korintus 11: 23).

Yesus berkata, ”Jika Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku tidak benar." (Yohanes 5:31). Sementara Paulus berulang kali bersaksi tentang dirinya sendiri. Karena itu, dia tidak dapat dipercaya. Misalnya, dia mengaku sebagai salahsatu rasul Kristus. (Galatia 1:1). Padahal sejatinya bukan!

MENGAPA HANYA DUABELAS RASUL?
Yesus hanya memiliki duabelas rasul, dan pastinya, Paulus bukan salahsatu dari mereka: “Ketika hari siang, Ia (Yesus) memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.” (Lukas 6: 13-16).
Secara khusus keduabelas murid inilah yang dinyatakan oleh Yesus sebagai rasul. Bagi Yesus, hanya ada duabelas rasul sebab hanya ada duabelas suku Israel. Selain itu, hanya akan tersedia duabelas takhta penghakiman.
Begini penjelasan Yesus kepada murid-muridnya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” (Matius 19: 28).

Kota suci Yerusalem Baru pun hanya memiliki dua belas fondasi. Seperti yang diungkapkan Yesus kepada Yohanes: “Tembok kota itu mempunyai duabelas batu dasar dan di atasnya tertulis keduabelas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.” (Wahyu 21:14). Jelas, dalam ayat ini Paulus tidak termasuk dalam kelompok  “duabelas rasul anak domba” yang dimaksud oleh Yesus!

SAKSI PALSU
Para Rasul Yesus dipilih dari orang-orang yang telah bersamanya sejak awal pelayanannya dan oleh karena itu mereka terdidik dengan baik berdasarkan pokok-pokok ajaran Yesus. Yesus berkata kepada mereka: "Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yohanes 15:27).

Paulus tidak memenuhi syarat. Sebab dia tidak pernah bersama Yesus sejak awal dan tidak akrab dengan pokok-pokok ajaran Yesus. Tidak ada dalam surat-surat Paulus yang mana pun tentang prinsip-prinsip utama ajaran Yesus; tidak ada tentang ajaran Khotbah di Bukit; dan tidak ada tentang berbagai perumpamaan Yesus yang mencerahkan seperti yang dipertanyakan oleh teolog Ferdinand Christian Baur: “Otoritas macam apa yang boleh dimiliki seorang "rasul" yang tidak seperti rasul-rasul lainnya, tidak pernah dipersiapkan untuk jabatan kerasulan oleh Yesus sendiri tetapi baru setelah ketiadaan Yesus mengklaim jabatan kerasulan untuk dirinya berdasarkan pengakuannya sendiri?”

Karena jumlah rasul yang dibutuhkan adalah duabelas, setelah Yudas bunuh diri, sebelas rasul yang tersisa memutuskan untuk memilih rasul keduabelas yang baru. Beginilah Petrus menetapkan kriteria untuk membuat pilihan itu: “Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” (Kisah 1: 21-22).

Paul sama sekali tidak memenuhi persyaratan ini. Dia bukan saksi kebangkitan Yesus. Setelah Matias dipilih, Lukas mengatakan tidak ada lagi rasul yang dipilih. Mereka tetap menjadi kelompok eksklusif: “Tidak ada dari yang lainnya memberanikan diri untuk bergabung dengan mereka, tetapi orang-orang sangat memuliakan mereka” (Kisah 5:13). Secara signifikan, setelah kematian Yakobus, rasul lain tidak dipilih untuk menggantikannya karena, tidak seperti Yudas, status Yakobus tetap sebagai salahsatu dari duabelas rasul Yesus.

RASUL PALSU
Paulus adalah seorang rasul gadung yang mendaulat dirinya sendiri. Ini dijelaskan oleh banyak kesalahannya. Sebagai contoh, Paulus berkata tentang kebangkitan Yesus: “Ia dilihat oleh Kefas, kemudian oleh kedua belas murid itu.” (1Korintus 15: 5). Padahal Yesus menampakkan diri hanya kepada sebelas murid, karena Yudas sudah lebih dulu mati bunuh diri . (Lukas 24:33-34). Ketika Yesus bangkit, jumlah murid Yesus pada hari Pentakosta adalah 120. (Kisah 1: 15). Namun Paulus mengatakan Yesus menampakkan diri kepada 500 orang. (1Korintus 15: 5-6).

Yesus memuji orang Efesus karena menolak rasul palsu seperti Paulus: “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.” (Wahyu 2: 2).

Paulus adalah satu-satunya orang dalam Alkitab yang mengatakan kepada orang-orang Efesus bahwa dia adalah seorang rasul, padahal bukan. (Efesus 1:1). Menurut Lukas, orang-orang Efesus menolak keras kesaksiannya: “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. Tetapi ada beberapa orang  yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan  di depan orang banyak ..... ” (Kisah 19: 8-9).

Efesus berada di Asia dan, seperti yang diakui Paulus kepada Timotius; Paulus ditolak oleh semua orang Kristen di Asia: “Kamu tahu, bahwa semua orang di Asia telah berpaling dariku.” (2Timotius 1: 15). Faktanya, mereka bahkan menjatuhkan "hukuman mati" padanya. (2Korintus 1:8-9).

Itulah sebabnya mengapa Paulus merasa perlu untuk berpaling dari Asia dan memohon kepada orang-orang Korintus di Eropa: “Jika bagi orang lain aku bukan rasul, paling tidak aku adalah rasul bagimu. Sebab, kamu adalah meterai kerasulanku dalam Tuhan.” (1Korintus 9:2). Permohoan untuk mendapatkan pengakuan publik ini menyedihkan, terutama bila mengingat kebanggaan Paulus sebelumnya yang bermegah-megah mengaku sebagai rasul Yesus: "Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus  dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati," (Galatia 1:1). 

PARA RASUL TIDAK DIPILIH OLEH ANGGOTA GEREJA TAPI SECARA EKSKLUSIF OLEH YESUS
Jika segala bualannya mengaku bertemu Yesus dalam perjalanan ke Damsyik  (Kisah 9: 5-7) memang benar, maka catatlah ini: Yesus memanggil Paulus sebagai pelayan, bukan sebagai rasul! "Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti." (Kisah 26:16). 
Ketika Ananias pergi menemui Paulus, dia tidak memanggilnya Rasul Saulus tetapi “Saudara Saulus.” (Kisah 9:17). Ketika penulis epistel ke-2 Petrus juga menyebut Paulus, dia tidak menulis "Rasul Paulus" tetapi “saudara Paulus.” (2Petrus 3:15).

Yohanes berkata kita harus menguji roh apakah mereka berasal dari Allah. (1Yohanes 4:1). Mari kita melakukannya pada Paulus. Dia berkata kepada orang-orang Galatia: “Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Galatia 1:10). Tetapi kemudian dia mengaku kepada jemaat di Korintus: "aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal" (1Korintus 10:33).

Dengan demikian Paulus dijerat oleh kata-katanya sendiri. (Amsal 6: 2). Sekalipun dia mengatakan tidak, tapi nyatanya dia masih berusaha untuk menyenangkan manusia. Jadi, menurut ukurannya sendiri, Paulus bukanlah seorang hamba Kristus!

Begitulah cara Roh Tipu Daya menyingkapkan kelakuan para pendusta!

[Femi Aribisala | vanguardngr.com]


Umat ini menolak disebut sebagai Pengikut Paulus


Hampir seluruh umat Kristen - yang mengaku sebagai pengikut Kristus - sebenarnya tidak tahu, atau tidak mau tahu bahwa sejatinya mereka bukan pengikut Kristus tapi pengikut Paulus!

Karenanya, ketika disebut sebagai umat Paulus, umumnya orang-orang bernasib malang ini tidak ambil pusing karena "haqul yakin" bahwa mereka adalah pengikut Kristus. Namun ada juga di antaranya yang benar-benar merasa terusik dijuluki sebagai Pengikut Paulus dan bereaksi keras menolak sebutan itu, bahkan menuntut pembuktian untuk ditunjukkan dalilnya dari kitab mereka.

Jadi, mari kita penuhi tuntutan mereka.
Kita mulai dari sini.

Paulus berkata;
"Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun." (1Korintus 6:12)

Paulus tegas-tegas menyatakan bahwa dia tidak sudi diperhamba oleh apa pun, termasuk tentu saja oleh Allah, apalagi oleh Yesus Krtistus!

"Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah." (2Korintus 11:17)

Perhatikan juga bagaimana dia bermegah-megah menyatakan bahwa apa yang diajarkannya bukan berasal dari firman Allah, tapi sepenuhnya dari pemikirannya sendiri, yang diakuinya pula sebagai pemikiran orang bodoh! 

Bandingkan dengan pegakuan Yesus Kristus yang dengan amat tegas menyatakan bahwa apa yang diajarkannya bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Allah yang mengutusnya.

"Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan." (Yohanes 12:49)

Kendati sudah demikian jelas perbedaan antara ajaran Yesus Kristus yang berasal dari Allah dengan ajaran Paulus yang berasal dari hawa nafsu dan kebodohannya sendiri, tapi dengan penuh percaya diri Paulus menegaskan bahwa kalian, umat yang hari gini masih mengaku Kristen, harus menjadi pengikut Paulus - bukan pengikut Yesus Kristus!

Alasannya?
Paulus mengklaim bahwa dirinya tidak kalah hebat dibandingkan dengan semua murid-murid Yesus Kristus yang dilarang keras oleh guru mereka untuk mengabarkan Injil kepada bangsa manapun selain bangsa Israel! 

"Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu" (2Korintus 12:11)

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus." (1Korintus 10: 34)

Nah, ini menarik! Sebab sejak lahir hingga digossipin ngapung ke sorga, Yesus tidak pernah mengenal kata "Kristen", apalagi sampai menyebut pengikutnya sebagai orang Kristen! Artinya, Kristen adalah hal yang sangat asing bagi Kristus sendiri, begitu juga bagi seluruh pengikut sejati Yesus Kristus!

Sebutan, atau kata "kristen" muncul jauh setelah Yesus Kristus tidak ada, sebagai ejekan yang dutujukan kepada Paulus dan pengikutnya pada masa-masa dia mulai "menjual nama Yesus Kristus" untuk kepentingannya sendiri terhadap kaum gentile Goyim (non-Yahudi) di Antiokhia (Lihat Kisah Para Rasul 11:26) 

Jadi, kalian yang hari gini masih mengaku sebagai umat Kristen jelas bukan pengikut Kristus, melainkan pengikut Paulus, alias umat Paulus! 

Lalu, tahukah kalian hal apa yang menyedihkan dari kepatuhan kalian kepada Paulus? 
Ketika Paulus berkata, "Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus", dia menginginkan agar kalian melakukan segala hal yang dia perbuat, sementara dia sendiri sama sekali tidak melakukan apapun yang Kristus perbuat!

Yesus menyerukan; "Sembahlah hanya Allah saja!"
Paulus mengajarkan; "Sembahlah Yesus!"

Yesus menegaskan; "Tuhan, Allah kita, adalah satu"
Artinya Kristus mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah, dan Allah adalah satu-satunya Tuhan, sementara Paulus mengarang cerita bahwa "Allah adalah Bapa, sedangkan Yesus adalah Tuhan"

Yesus mengingatkan; "Setiap orang menanggung dosanya masing-masing"
Paulus membual; "Yesus menanggung dosa orang-orang yang percaya bahwa beliau adalah tuhan!"

Yesus selalu menyebut dirinya sebagai "anak manusia"
Paulus menipu kalian dengan mengatakan bahwa Yesus adalah "anak Allah"

Dan masih ada segerobak pasir lagi ajaran "Paulus yang dipenuhi oleh roh tipu daya", yang sampai hari ini benar-benar kalian jadikan teladan!

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)

Jadi, seperti sudah terbukti selama berabad-abad sejak Konsili Nicea 325M hingga hari ini, hanya pengikut Pauluslah yang setiap hari kerjanya cuma berdusta demi kemuliaan Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Paulus!

Padahal Yesus sudah mengingatkan;  JANGAN PERNAH BERDUSTA DEMI APAPUN!

"Jika ya hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, sebab apa yang lebih dari itu berasal dari si jahat." (Matius 5:37).

Kalian tentu tau siapa yang dmaksud oleh Yesus sebagai "si Jahat", bukan?
YA! Dia adalah IBLIS, yang karena demikian besar hasratnya untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya anak manusia untuk menjadi penghuni neraka, telah turun ke bumi dengan mengambil rupa anak manusia bernama Paulus -- sang Rasul Utusan Neraka!

Jadi sekali lagi, ketahuilah!
Kalian bukan pengikut Kristus, melainkan pengikut Iblis yang mengambil rupa anak manusia bernama Paulus! 

Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Nubuat Yesus Tentang Paulus


Perhatikanlah ucapan Yesus Kristus dalam catatan Matius 23:15 ini:

"Celakalah kamu, hai [1] ahli-ahli Taurat dan [2] orang-orang Farisi, hai kamu [3] orang-orang munafik, sebab kamu [4] mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk [5] mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu [6] dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang [7] dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri."

Dalam satu ayat saja, peringatan keras Yesus dan semua nubuat beliau tentang Paulus tergenapi.

1. Paulus mengaku sebagai Ahli Taurat

Paulus sesumbar; "tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat!" (Filipi 3:6)

2. Paulus mengaku sebagai orang Farisi

"Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati." (Kisah Para Rasul 23:6)

3. Paulus adalah orang munafik

"Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat" (1Korintus 9:20-21)

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?" (Roma 3:7)

4. Paulus mengarungi lautan untuk menyebarkan ajaran menyimpangnya

" ..... ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. (Kisah Para Rasul 16: 4-10)

5. Paulus mengajak non-Israel menjadi penganut agama ciptaannya

Dalam bahasa Yunani, gentiles atau orang-orang non-Israel yang beralih keyakinan ke dalam keyakinan bangsa Yahudi disebut prosēlüton (προσήλυτον). Dan Pauluslah orang yang paling terang-terangan melawan sekaligus melanggar larangan keras Yesus Kristus agar seluruh pengikutnya tidak menyampaikan Injil -- yang sangat khusus hanya untuk bangsa Israel saja -- kepada bangsa manapun di dunia ini dengan cara menciptakan agama baru bernama Kristen atas  nama Yesus Kristus! (lihat Matius 15:24, 10:5 dan Kisah Para Rasul 11:26)

Dengan jumawa dia sesumbar:

"Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku," (Roma 11:13)

6. Paulus menjadikan pengikutnya sebagai penghuni neraka

Karena dianggap menyimpang dari ajaran para imamnya, dalam kitab Talmud yang diimani oleh umat Yahudi sebagai bagian dari kitab suci mereka, Yesus sendiri digambarkan sebagai penghuni neraka. Apalagi Paulus yang tidak hanya menyimpang dari ajaran para imam Yahudi, bahkan menyimpang jauh dari ajaran Yesus Kristus yang orang Yahudi, tentu saja akan menjadi bahan bakar api neraka!

Maka pikirkanlah sendiri; jika Paulus menjadi bahan bakar api neraka, bagaimana dengan seluruh pengikutnya?

Jadi, cukup dengan satu ayat saja, sesungguhnya Yesus telah lebih dulu membuktikan kepada kita bahwa Pauluslah sang penyesat sejati yang dipastikan akan menyeret seluruh pengikutnya menjadi penghuni kekal neraka!

7. Paulus menjadikan pengikutnya dua kali lebih jahat dari dia sendiri

Dan kebenaran ucapan Yesus tsb dibuktikan pula oleh sejarah bahwa penyebaran ajaran Paulus oleh kroni dan pengikutnya telah menyebabkan jatuhnya ribuan, bahkan jutaan korban manusia dalam berbagai bentuk pembantaian massal sejak dimulai pada abad ke-3 Masehi hingga hari ini!


[Dari catatan Abu Ihsan]


Yesus Yang Lain Dan Injil Yang Lain



PERNAH DENGAR BERITA TENTANG ADANYA 
"YESUS YANG LAIN DAN INJIL YANG LAIN?"

Ya! Yesus yang lain dan Injil yang lain!
Itulah Yesus YANG BENAR dan Injil YANG BENAR!

Paulus sangat mengetahui hal ini, dan karena itu dia wanti-wanti berpesan agar pengikutnya jangan sekali-kali percaya pada Yesus yang lain dan Injil yang lain ini, sebab menurut Paulus, baik Yesus yang lain maupun Injil yang lain tsb sudah dinyatakannya sebagai TERKUTUK!

2 Korintus 11:4 
"Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima."

Galatia 1:8
"Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!" 

Mau lebih komplit?
Baca lagi di sini.

Dan tahukah anda SIAPA Yesus yang lain dan MANA Injil yang lain itu?
Dia adalah NABI ALLAH bernama Isa Almasih dengan KITAB SUCINYA sendiri, yaitu Injil yang banyak diceritakan dalam Al-Quran! 

Jadi, Injil Yesus bukan keempat injil kanon dalam alkitab seperti yang diakui oleh Paulus sebagai injilnya tsb. 

CATATAN: Nampaknya ini terlalu berat buat laskar Paulus di sini.


https://web.facebook.com/groups/1374667833014969/posts/1654140875067662

Supaya Menjadi Tuhan, Yesus Harus Mati Lebih Dulu



Menurut Paulus,

SEUMUR HIDUPNYA YESUS TIDAK PERNAH JADI TUHAN KECUALI CUMA SATU HARI, ITUPUN DALAM ANGAN-ANGAN PAULUS, SETELAH KONON KATANYA, DIA DIBANGKITKAN OLEH ALLAH DARI KEMATIAN.

Kalian yang hari gini masih kristen dan setiap hari mati-matian coba meyakinkan umat lain bahwa Yesus adalah Tuhan, memang benar-benar tidak tau diri, tidak pernah baca kitab sendiri!
Bukalah kitab kalian dik, lalu baca baik-baik apa yang ditulis oleh Paulus rasul gadung kalian itu dalam Roma 14:9
"Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya ia menjadi tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup"
Kalian tau apa arti kalimat di atas?
YA! Menurut kitab dan rasul gadung kalian sendiri, sebelum mati di tiang salib dan bangkit di hari ketiga, jelas Yesus BUKAN TUHAN!
Kenapa?
Karena menurut Paulus, agar bisa menjadi tuhan, Yesus harus mati lebih dulu. 
Jadi, sesuai ajaran ngawur Paulus, maka CATAT INI!
Selama hidup, yaitu sejak lahir sampai digossipin mati di tiang salib, jelas Yesus bukan tuhan, bukan?
Nah, teori asbun Paulus ternyata ditolak mentah-mentah oleh Kefas dalam perbantahannya dengan penguasa setelah timbul gonjang-ganjing di bumi Yudea sejak Yesus "menghilang", tapi tidak jelas entah ke mana.
Begini panatua dari keduabelas murid utama Yesus itu menjelaskannya seperti tercatat dalam Kisah Para Rasul:
"Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu," (KPR 3:26)
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi." (KPR 2:32)
”Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita, telah memuliakan hamba-Nya, Yesus.” (KPR 3:13).
Nah, menurut murid sejati Yesus -- jadi bukan menurut yang mengaku-ngaku sebagai murid Yesus, alias murid gadung bernama Paulus -- Yesus memang dibangkitkan oleh Allah. Tapi bukan untuk menjadi tuhan seperti hayalan tingkat dewa Paulus, melainkan sebagai HAMBA yang dimuliakan-Nya!
Artinya apa, adik-adik?
Setelah bangkitpun ternyata  fakta tertulis dari kitab kalian sendiri juga tegas-tegas menyatakan bahwa Yesus BUKAN TUHAN, melainkan hanya HAMBA TUHAN!
Bualan Paulus dalam Roma 14:9 sungguh terlalu amat dangkal, sama sekali jauh dari cerdas! Sebab orang-orang yang hidup sejaman dengannya sekalipun, jika benar-benar menggunakan akalnya dengan baik tentu akan meludahinya karena takut tertular tulah Paulus! (dalam tradisi kuno umat Yahudi, praktek meludah ini dimaksudkan untuk mrenghindari tulah dari pengidap morbus insputatus seperti yang menjangkiti Paulus!)
Apalagi orang-orang jaman now?
Orang gila sekalipun tau bahwa tidak ada yang pantas dianggap sebagai tuhan jika dia pernah mati, lalu dibangkitkan pula dari kematiannya oleh Tuhan lain!
Yang menganggap teori ngawur Paulus itu sebagai sebuah keniscayaan tentu lebih gila dari orang gila!
Jelas ya?
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!





Dosa Waris atau Dusta Waris?


Tela'ah sambil lalu .....
CATATAN TERCECER TENTANG DOSA ASAL 

MASIH MENURUT PAULUS, tatkala Adam dan Hawa memakan buah dari pohon terlarang di taman eden, maka seketika itu juga dosa (asal) mereka diyakini menjalar ke setiap tubuh anak cucu mereka.

Begini dia menjelaskannya:
[Roma 5:12] Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Salahsatu "kutuk" dari dosa asal tsb, (konon) ditegaskan pula oleh Tuhan begini:
[Kejadian 3:16] Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
Artinya, karena dosa Adam dan Hawa tadi, maka sejak dahulu kala hingga hari ini seluruh perempuan keturunan mereka yang pernah lahir ke dunia pasti merasakan birahi kepada suaminya, dan sama pastinya, akan mengalami kesakitan (luar biasa) ketika melahirkan!

Ini menarik!
Kendati kata "dosa asal" atau "dosa waris" tidak akan pernah kita temui dalam keseluruhan isi alkitab, namun pengikut Paulus meyakini sepenuhnya bahwa "kematian" Yesus di tiang salib adalah bagian dari proses penebusan "kutuk dosa asal" dari Adam dan Hawa tadi.

Adapun satu-satunya dalil terkuat yang paling sering disebut-sebut untuk mendukung doktrin ini adalah omongan Paulus yang ini:
[Galatia 3:13] "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Artinya, Paulus meyakinkan pengikutnya bahwa "kutuk dosa asal" atas setiap keturunan Adam dan Hawa tadi -- khususnya bagi mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan -- dengan sendirinya sudah DITEBUS atau DIHAPUSKAN oleh Tuhan melalui peristiwa penyaliban Yesus!

Sampai di sini, ceritanya tambah menarik. 
Kenapa?

Begini:
Bila omongan Paulus itu BENAR, bahwa dosa asal sudah ditebus, maka konsekuensi logis yang HARUS DIBUKTIKAN KEBENARANNYA oleh seluruh pengikut Paulus sendiri adalah, bahwa setelah peristiwa penyaliban Yesus, maka SEHARUSNYA "kutuk" yang tertulis dalam Kejadian 3:16 SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI, alias GUGUR dari diri semua orang percaya! 

Benar atau salah?
Coba mari kita tanya mereka; 
"Kenyataannya bagaimana, pakbro dan makbro?"

Sampai hari ini ternyata semua perempuan bersuami, tidak perduli dia percaya Yesus adalah Tuhan atau tidak, secara kodrati tetap memiliki rasa birahi pada suaminya masing-masing! 

Sedangkan fakta lain yang lebih pasti dan tidak bisa dibantah adalah, terlepas dia percaya Yesus adalah tuhan atau bukan, secara alamiah, semua perempuan yang melahirkan sama-sama merasakan sakit yang amat sangat dan sulit dijelaskan!

Nah, sampai di sini, tahukah kalian apa arti semua ini? 
Tulisan Editor Alkitab dan bualan Paulus tentang dosa asal atau dosa waris terbukti cuma GOMBAL MUKIYO yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, alias HOAX!
Dengan demikian, maka pertanyaan kunci kita adalah:
SIAPA YANG BERDUSTA DALAM CERITA INI?

  • TUHANKAH?
  •  EDITOR ALKITABKAH? 
  •  PAULUSKAH? atau .... 
  •  PENGIKUT PAULUS?
Monggo, silahken diwolak-walik dewe iman lan akalmu bro! 

CATATAN: Simak dolah-dalih sebelumnya di sini.