Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi (Catatan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi (Catatan). Tampilkan semua postingan

Buat Admins Situs "Isa Dan Islam" CS

Tulisan serupa ini pernah saya sampaikan kepada seorang misionaris Kristen kenalan saya yang amat rajin mengutil terjemah Indonesia, saya ulangi; terjemah Indonesia ayat-ayat Al-Quran, ayat-ayat Hadits, dan kajian-kajian tafsir dari keduanya yang dia maknai sesui selera sendiri dalam upayanya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa doktrin ketuhanan Isa Almasih, atau yang diberi nama Yunani Yesus Kristus oleh para bapa gereja mereka, sejatinya sejalan dan diakui sebagai "ajaran yang benar" oleh Al-Quran dan hadits. 

Lucu memang!
Karena terlepas seberapa keraspun usaha para misionaris kristen yang coba mendiskreditkan ajaran Islam dalam upaya mereka menjajakan dogma nyeleneh paganisme Kristen ke tengah-tengah komunitas Islam -- agar umat Islam murtad menjadi kafir; beralih iman dari penyembah Allah SWT semata menjadi menyembah utusan-Nya -- sejak "pada mulanya" sudah sangat jelas tertolak, sebab ajaran Islam tidak akan pernah dapat menerima dalih apapun yang mereka gunakan untuk menjustifikasi klaim ngawur Kristen bahwa nabi Isa Almasih adalah tuhan!

Perhatikan usaha yang sama, misalnya saja oleh situs-situs web berlabel Isa dan Islam, Isa dan Al-Quran, Isa dan Al-Fatihah dan situs-situs sejenis yang demikian getol memplesetkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits dalam upaya mereka menjajakan "ajaran kasih" yang sebenarnya sangat patut untuk dikasihani ini.

Berikut ini adalah pesan moral saya khusus untuk para admin situs-situs dimaksud. 

Adik-adik admins,
Karena nampaknya kalian masih belum sadar juga bahwa segala upaya kalian selama ini yang sibuk mengutak-atik terjemah Al-Quran sebetulnya cuma pekerjaan yang sia-sia, maka demi ilmu, ada baiknya kubocorkan sedikit rahasia pada kalian.

Ketahuilah, bahwa setidaknya ada 20 s.d 30 cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seseorang bila ia sungguh-sunguh ingin memahami Al-Quran apalagi bila berniat pula untuk menyampaikannya kepada orang lain secara baik dan benar. 

Catat yang ini dulu: 
SECARA BAIK DAN BENAR!
BUKAN secara AMBURADUL DAN SUDAH PASTI SALAH!

Nah, cabang-cabang ilmu itu antara lain adalah:

1. Mawathin Al-Nuzul,
2. Tawarikh Al-Nuzul,
3. Asbab Al-Nuzul,
4. Lughat,
5. Nahwu,
6. Shorof
7. Ishtiqaq,
8. Ma'ani,
9. Bayaan,
10. Badi' Balaghah, 
11. Qira'at & Tajwid
12. Aqa'id,
13. Ushul Fiqh,
14. Fiqh,
15. Gharib Al-Quran,
16. I'rabil Qur'an,
17. Wujuh wa Al-Nazhair,
18. Ma'rifat Al-Muhkam wa Al-Mutasyabih,
19. Al-Nasikh wa Al-Mansukh,
20. Bada'i Al-Quran,
21. I'daza Al-Quran,
22. Tanasub Al-Quran,
23. Aqsam Al-Quran,
24. Amtsal Al-Quran,
25. Jidal Al-Quran,
26. Adab Al-Tilawah Al-Quran.

Tanpa pemahaman yang cukup tentang cabang-cabang ilmu di atas, maka menjadi mustahil bagi siapapun untuk bicara, apalagi sampai seenak jidat sendiri mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran dan menyampaikannya kepada orang lain sambil mengira bahwa semua ocehannya itu benar!

Artinya, jangan pernah berharap orang lain, khususnya muslim yang faham Adab Al-Tilawah Al-Quran, akan menerima, mengamini, apalagi sampai mengimani segala interpretasi ngawur kalian tentang ayat-ayat suci Al-Quran yang kalian pikir sudah kalian mengerti, sementara bisa dipastikan bahwa sesungguhnya kalian sama sekali tidak tahu apapun tentang ilmu-ilmu di atas! 

Mau bukti?
Cuma sebagai indikator saja, coba kalian jawab untuk diri sendiri sajalah dulu; cabang ilmu mana dari yang 26 itu yang kalian pikir sudah kalian fahami? 

Tak satupun, bukan? 
Nah, itulah alasan teratas, selain tentunya masih ada sederet alasan lain yang menjadi sebab kenapa semua copasan terjemah hasil comot sana comot sini yang kalian pikir "powerful" untuk bicara lantang tentang ayat-ayat Al-Quran itu langsung kena stempel ANALISIS TELEK! 

Kenapa?
Karena "KOSONG" dik!

Segala kicauan yang kalian pikir benar itu, seluruh kebenarannya cuma ada dalam angan-angan kalian sendiri saja, sedangkan kebenarannya yang hakiki hanya bisa sama-sama kita buktikan bila berpijak pada platform yang haq -- yaitu ilmu -- bukan yang bathil, seperti nafsu masturbasi rohani kalian yang terus berkobar untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia menuju neraka!

Kalian tahu kenapa nama-nama cabang ilmu itu dilafadzkan dalam bahasa Arab dan apa arti masing-masing sebutanya? 

Tidak juga, bukan?
Nah, bertanyalah pada guru atahu ustadz yang lebih paham akan ilmu-ilmu tsb!

Walau sambil lalu, sebenarnya diam-diam aku juga memperhatikan bagaimana sibuknya kalian meributkan soal "tafsir", 'asbabun nuzul", bahkan secara sembrono berani "menjual" nama-nama muffasir kondang yang kalian kutip terjemah tulisannya seolah-olah cuma kalian saja manusia di dunia ini yang faham betul apa yang mereka tulis.

Dengan itu pula tiap kali tulisan kalian ditertawai, maka kalian akan menuding muslim manapun yang mentertawainya sedang mentertawai para muffasir yang dimuliakan oleh umumnya umat Islam itu.

Ketahuilah dik, semua muslim yang ikut baca bisa langsung tahu bahwa justru dengan begitu sebetulnya semakin memperlihatkan bukti bahwa kalian sama sekali tidak tahu apa-apa tentang tafsir, apalagi asbabun nuzul, termasuk tentu saja siapa, latar belakang, dan bagaimana metode tafsir masing-masing muffasir yang meriwayatkan berbagai tafsir Al-Quran yang kalian sebut-sebut namanya itu, selain FAKTA, bahwa gaya sotoy kalian itu tidak banyak berbeda dengan anjing yang lehernya terikat tapi ribut menggonggong setiap orang yang lalu lalang di depan rumah majikannya!

Berapa kali sudah kalian diberitahu, bahwa tidak ada yang salah dengan tafsir mereka, tapi interpretasi sinting kalian yang coba mempelesetkan tafsir-tafsir mereka sesuai selera doktrin bodoh kristenlah yang salah?! 

Tahukah kalian apa sebetulnya arti "tafsir" yang kulihat sering ditanyakan oleh para pembaca muslim tapi tak pernah kalian jawab dengan benar? 

Atau pernahkah kalian berfikir kira-kira serumit apa sebenarnya "ilmu tafsir" yang pada waktu-waktu tertentu biasanya dipelajari dan dikaji secara amat serius di lingkungan terbatas, semisal oleh para santri dan ustadz mereka dengan kiyai sepuh di pondok-pondok pesantren? 

Tidak juga, bukan?
Jadi, ketika kalian pikir kalian sedang lebay bicara tentang terjemah ayat-ayat Al-Quran kepada umat islam, maka hal pertama yang harus kalian sadari sepenuhnya adalah bahwa terjemah Al-Quran BUKAN Al-Quran, dik!

Artinya, jika kalian pikir kalian sedang berbicara tentang Al-Quran apalagi secara maknawi, maka yang sebetulnya terjadi adalah kalian sedang mengigau!
Terjemah Al-Quran, atau disebut juga Ta'wil, tidak memerlukan ilmu dik!

Digital robotic modules bernama "google translate" pun mampu melakukannya. Apalagi kafir harbi dengan nafsu masturbasi rohani berkobar-kobar seperti kalian?
Tapi pernahkah terpikir oleh kalian bahwa jangankan menafsirkan Al-Quran, membaca tafsir Al-Quran pun sebenarnmya memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu tafsir Al-Quran bukan hal sederhana yang dapat dikuasai oleh siapa saja cukup dengan copas sana copas sini, terutama oleh kalian yang sejak dulu sudah dikenal cuma sekumpulan salesmen produk kadaluwarsa berlabel "ajaran Kasih" yang sangat patut untuk dikasihani saking menyedihkannya. 

Kita sama-sama tahu bahwa dalam Kristen tidak ada yang namanya "ilmu tafsir" seperti dan sebaik yang diajarkan dalam Islam, kecuali suka-suka saja mengartikan setiap ayat alkitab sesuai selera sendiri. Sebut saja misalnya situs rujukan utama kalian; "SARAPAN PAGI ROTI JELAI BUNDAR". 

Walau para admins atau pengasuhnya berlindung di balik istilah-istilah keren semisal eksegesse atau hermeneutika, atau entah istilah keren apa lagi yang mereka gadang-gadang, tetap saja tulisan mereka cuma berbasis pada interpretasi individual, bahkan cenderung ngarang bebas demi pembenaran untuk banyak hal yang tidak benar dalam doktrin kristen! 

Tidak sedikit tulisan mereka yang bersifat tidak universal sehingga tidak selalu "gathuk" dengan pemahaman individu-individu lain, bahkan di lingkungan kristen sendiri, terutama dengan interpretasi mereka yang berposisi sebagai rohaniawan gereja dari setidaknya 300 denominasi kristen yang tersebar di seluruh Indonesia, apalagi jika disodorkan pada rohaniawan gereja lebih dari 34.000 denominasi kristen yang tersebar di seluruh dunia!
Makanya perdebatan tentang teologi kristen akan terus berulang seperti KASET RUSAK dengan topik CENDOL BASI yang itu ke itu juga -- dan tidak pernah ada habisnya -- karena untuk SATU PERTANYAAN tentang iman kristen saja misalnya, akan dijawab dengan 10 atau 20 jawaban berbeda dari 10 atau 20 jemaat kristen dari denominasi yang berbeda!

Tidak demikian halnya dengan 10 atau 20 pertanyaan tentang iman Islam. Mau berapa banyakpun yang menjawab, pada prinsipnya mereka akan memberikan SATU jawaban yang SAMA untuk setiap pertanyaan!
Nah, kalian lihat sendiri bukan, betapa jauh bedanya doktrin Kristen yang semrawut dan melawan akal dengan ajaran Islam yang logis dan sangat masuk akal sehingga kami selalu punya jawaban yang stereotype untuk semua upaya plesetan kalian terhadap berbagai isu terkait ajaran Islam? 

Jadi, coba saja kalian pikirkan sendiri baik-baik deh, bagaimana mungkin ajaran tahuhid yang sejatinya berasal dari SATU orang guru bernama Isa Almasih -- setelah diobok-obok oleh manusia yang tidak jelas asal-usulnya tapi kemudian mengaku-ngaku sebagai "rasul" bernama Paulus -- di kemudian hari bisa diinterpretasikan secara suka-suka oleh pengikutnya sampai mencapai RIBUAN cara, bahkan sampai melahirkan RIBUAN sekte yang berbeda-beda dan saling membidatkan pula? 
Memangnya ada berapa ribu cara bertuhan sih yang diajarkan oleh Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus Kristus? Kitab kalian sendiri menjelaskan cuma SATU cara, dik!

SEMBAHLAH TUHAN ALLAH SAJA. TIDAK ADA TUHAN YANG LAIN KECUALI ALLAH!
Jadi, analogi sederhananya begini:
Jika seorang guru, kuulangi; SEORANG GURU, menjadi wali kelas dari 50 orang murid, lalu ketika tiba saatnya ujian akhir ternyata tak seorang muridpun yang menjawab soalan dari sang guru sesuai dengan apa yang diajarkannya, maka kalian pikir apa yang akan terjadi pada ke-50 murid itu? SUDAH PASTI SEMUANYA TIDAK LULUS! 

Nah, begitulah kalian!
Sadar atau tidak, sebetulnya kalian mengimani dan mempraktekkan ajaran yang menyimpang jauh dari ajaran asli Yesus akibat bercampurnya ajaran yang haq dengan yang bathil gara-gara ulah Paulus!

Cilakanya, rata-rata kalian lebih mengimani segala yang diajarkan oleh Paulus dan seluruh kroninya ketimbang ajaran yang berasal dari langit seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri! 

Akibatnya, tidak akan jauh berbeda dengan nasib ke-50 murid tadi; kelak saat mati, maka tidak satupun dari kalian yang akan diluluskan oleh Yesus untuk memasuki kerajaan langit! Percayalah!

Tentang ini dalam kitab kalian sendiri sudah sangat jelas ditegaskan oleh Tuhannya Yesus sejak jaman purbakala dulu!

Lihat lagi, 
  • [Ulangan 4:35 | 4:39 | 5:7 | 6:4 | 33:26] 
  • [2Samuel 7:22] 
  • [Keluaran 9:14 | 20:5] 
  • [Yesaya 43:11-13 | 46:9 | 48: 12 | 54:5 | 63:8-9] 
  • [Hosea 13:4]. 

Lalu berbekal amburadulnya konsep, atau memahami ayat-ayat Tuhan dalam bibel yang kalian beri nama alkitab -- yang sudah diobok-obok seperti di atas -- maka dengan cara mengemis, comot sana sini beberapa terjemah tafsir Al-Quran dari para muffasir sohor, kemudian seenak jidat pula mengartikan ayat-ayat tsb sesuai selera kristen, kalian coba menjustifikasi iman ngawur Kristen pada umat Islam bahwa tafsir-tafsir Al-Quran tsb mebenarkan semua doktrin pokok kristen? 

Duh! Kalau kata siswa Sekolah Minggu GMDKK sih; mimpi kalian terlalu tinggi, dik! 
Ajaran Islam tidak demikian adik-adik admins!
Islam adalah ajaran dari langit tentang KETERATURAN. Karenanya jangan heran jika segala sesuatu dalam Islam ada aturannya. Sebut saja misalnya hal yang tidak pernah kalian mengerti; kenapa sampai-sampai untuk pipispun ada aturannya?!

Apalagi untuk bicara lantang tentang kandungan kitab suci Islam yang menjadi induk dari seluruh peraturan dan hukum-hukum positif yang berlaku dalam peradaban manusia, khususnya islam, sejak jaman Nabi Muhammad saw sampai kiamat nanti?
Kalian pernah dengar kata "tafsir bil ma’tsur" dan hukum-hukumnya? 
Atau "tafsir bir Ro’yi" berikut hukum-hukumnya?

Tidak, bukan?

Kalian mengerti kenapa ada banyak metode tafsir Al-Quran yang wajib dipelajari oleh para sarjana Al-Quran di lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi lslam jaman modern ini sebelum mereka dinyatakan lulus uji, agar selanjutnya tidak diragukan lagi oleh para mentornya untuk bicara tentang hakikat maknawi ayat-ayat Al-Quran kepada orang lain secara baik dan benar? Sebut saja sebagai indikator misalnya metode Tahlili, Ijmali, Muqarran, atau Maudhui.

Tidak mengerti juga, kan?

Dengan demikian, maka ini menjadi sangat penting bagi kalian dik! 
Tahukah kalian metode mana dari semua metode tafsir Al-Quran yang menurut para muffasir itu sendiri dianggap paling baik dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan metode-metode lainnya! 

Tidak tahu juga, bukan?

Jadi, belajarlah lagi pada siapapun yang selama ini kalian anggap sebagai guru tentang Islam. Tanyakan padanya; kenapa Al-Quran disebut sebagai hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin?

Sayangnya, kalian memilih menjadi kafir harbi, sehingga dengan sendirinya tidak termasuk dalam kelompok manusia seperti yang dimaksud oleh kalimat "hudan-linnas dan hudan-lilmuttaqin."

Karena itu aku hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat betapa sibuknya kalian woro-woro di situs-situs web kalian mengklaim bahwa celotehan kalian yang berbasis terjemah Al-Quran dan tafsir dari para muffasir kondang dijawab ringan-ringan saja dalam banyak note yang kuberi judul; AL-QURAN MENJAWAB! 

Kenapa?
Catat juga yang satu ini ya?

Karena kalian terlalu bodoh mengira bahwa setiap penjelasan tentang Al-Quran dari seorang muslim yang seumur hidupnya wajib mempelajari Al-Quran harus berdasarkan tafsir Jalalain, atau Al-Maududi, atau Ibn kathir, atau Katadah, atau Ath-Tabhari atau nama-nama muffasir besar lainnya!

Jika Allah sudah jelas-jelas befirman dalam Al-Quran bahwa siapapun yang mengatakan, apalagi sampai meyakini -- dan celakanya, menyembah pula -- Nabi Isa Ibn Maryam sebagai Allah adalah KAFIR, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk menyatakan tanpa keraguan sedikitpun bahwa kalian, yang mati-matian cari pembenaran dari literatur Islam bahwa Isa Almasih yang kalian sebut sebagai Yesus dan kalian sembah itu adalah Allah, jelas adalah KAFIR! (lihat QS. 5:72) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa kitab-kitab terdahulu terlanjur dikotori oleh tangan-tangan jahil MANUSIA CELAKA dengan cara menuliskan ayat-ayat palsu yang mereka jadikan seolah-olah adalah firman Allah, maka aku tdak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa bundel buku tebal yang kalian klaim sebagai kitab-kitab terdahulu, kemudian kalian beri nama "Alkitab" itu sudah tidak asli lagi, dan para pemalsu ayat-ayat Allah di dalamnya adalah MANUSIA-MANUSIA CELAKA! (lihat QS. 2: 75 ; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41) 

Jika Allah sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Al-Quran -- disebut juga Al-Furqan -- diturunkan-NYA antara lain mebenarkan kitab-kitab terdahulu, maka aku tidak perlu tafsir dari siapapun untuk mengerti bahwa kitab-kitab terdahulu memang pernah diturunkan oleh Allah, dan Al-Quran adalah kitab yang datang kemudian untuk mengoreksi, membenarkan -- yang artinya adalah membuat jadi benar -- segala kesalahan, kepalsuan dan berbagai penyelewengan lain yang dilakukan oleh manusia-manusia celaka tadi terhadap ayat-ayat kitab terdahulu. (lihat lagi QS. 2: 75; QS. 2: 79 ; QS. 5: 41  dan  QS 2: 41 ; QS. 89, 97, 101 ; QS. 3: 3, 80 ; QS 4: 47 ; QS. 5: 48 ; QS. 10: 37 ; QS. 12: 111)

Kenapa aku tidak memerlukan tafsir dari nama-nama muffasir kondang yang selama ini kalian jadikan "tumbal" untuk membenarkan plesetan kalian terhadap ayat-ayat Al-Quran guna membenarkan kesalahan iman kristen menurut Al-Quran?

Karena Allah sendiri sudah menjelaskannya dengan terang benderang dalam firman-Nya terkait iman kristen kalian di dalam Al-Quran, dik! 

Tahukah kalian ayat favoritku sejak dulu? 
Silahkan lihat lagi QS. 10:100

Allah pasti akan melemparku dan semua umat Islam ke neraka jika kami tidak menggunakan seluruh kemampuan akal secara paripurna untuk belajar dari semua tanda-tanda kebesaran-NYA yang ada disekeliling kita, termasuk tentu saja dari ayat-ayat suci Al-Quran dan hadits-hadits penutup para Nabi dan Rasul-NYA!

Eloknya, Allah tidak cuma mengancam siapapun yang tidak mau menggunakan akalnya dengan baik, tapi sekaligus memberi manusia "tools" untuk mencerdaskan akalnya guna memahami kebenaran segala firman-NYA -- terutama untuk mereka yang bukan muffasir -- yaitu konsep BERPIKIR yang berpijak pada dalil Naqli dan Aqli.

Inipun, aku yakin kalian tidak tahu apa-apa tentangnya!
Nah, bagaimana mungkin kalian bisa demikian sinting menghayal sampai setinggi langit mengira pembaca tulisan-tulisan ngawur kalian akan percaya bahwa kalian lebih mengerti Al-Quran dan berbagai terjemah tafsirnya ketimbang umat Islam sendiri?
Makanya sudah lumayan lama kuberitahu bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun ini kalian mengira diri sebagai misionaris handal -- dan buatku tidak penting-penting amat sebesar apapun nafsu masturbasi rohani kalian untuk memurtadkan umat Islam  -- sebetulnya kelas kalian cuma sebatas level anak-anak asuh poro pinisepuh Sekolah Minggu GMDKK yang baru belajar teotolologi kristen dik!
Dan pada kenyataannya, terlepas apapun dalih kalian, jangankan dengan menggunakan Al-Quran, menggunakan bibel sekalipun pun sudah terbukti para cantrik ini sangat mampu untuk mematahkan setiap bualan dalam tulisan kalian!

Lalu apa yang bisa kalian lakukan?
Tidak banyak kecuali blokir atau tidak meluluskan komentar mereka. 

Lagipula, dari sananya situs-situs kalian itu terbukti sangat membatasi komentar pembaca, misalnya dengan kuota hanya boleh menulis sekian kata saja, atau menetapkan syarat-syarat yang pada prinsipnya dimaksudkan sebagai usaha preventif dari serangan balik pembaca!

KUNO dik. 
BASI BANGET!

Lihatlah situs ini. Ruang komentar pembaca terbuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin mengomentari arsip artikelnya, dan lazimnya, akan ditanggapi bila memang dipandang layak untuk dilayani! 
Nah, beranikah kalian berdolah-dalih tentang ketuhanan Isa Almasih di sini bersama kami? Mari sama-sama kita buktikan pembenaran yang kalian yakini itu dengan kebenaran hakiki yang berasal dari langit!
Sampai di sini, karena sudah kusampaikan apa yang perlu kalian ketahui supaya selanjutnya performa kalian sedikit lebih cerdas, maka nasehatku untuk kalian adalah, PELAJARILAH ISLAM DENGAN BENAR, adik-adik admins!

BELAJARLAH seperti layaknya manusia yang punya akal dan pikiran sehat!
Tinggalkan segala kebodohan yang cuma pantas dimiliki oleh domba betulan yang tidak akan pernah mampu berpikir seperti manusia!

Okeh?

Jika masih tersisa bagian-bagian dari otak kalian yang bisa digunakan untuk berfikir tidak seperti berfikirnya domba betulan, maka kalian akan mengerti kenapa aku lebih memilih membuat blog ini daripada ikut mengomentari tulisan-tulisan di situs-situs web kalian .

Kenapa?
Sebab itu sama saja artinya seperti membuang mutiara ke tumpukan kotoran ternak bernama babi dik!

So, SELAMAT BELAJAR LAGI, adik-adik admins!
Semoga cepat pinter, lalu sadar!

[Gus Mendem]

Misi Kristenisasi di Indonesia: Menyambut Impian 2020 sebagai Masa Panen

(An-najah) – Riwayat kristenisasi di Indonesia serentang dengan datangnya penjahat kolonial, selama lebih dari tiga abad Indonesia dijajah oleh Spanyol, Portugis, Belanda dan Inggris. Status sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah menjadikan Indonesia menjadi ladang subur dan target penting bagi misionaris dan kolonialis, ibaratnya Indonesia adalah bunga desa yang banyak dipuja yang menjadi rebutan.

VOC atau perusahaan Belanda di Hindia Timur yang dibentuk pada tahun1602 merupakan wakil imperialisme di Asia Tenggara. Latourette dalam “A History of Cristianity” mengakui,” prinsip dan kaidah Kristen dalam kebijakan-kebijakan imperialisme memerankan peranan yang sangat banyak “. Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda menuturkan bagaimana pada 1661 VOC melarang umat Islam untuk melaksanakan ibadah Haji, kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katholik ekstrim di parlemen Belanda. Bogart menilai para haji sangat berbahaya secara politis, karena itu melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

Dalam menjalankan misi kristenisasi, VOC meniru cara-cara yang dilakukan Spanyol dan Portugis yaitu cara memaksa, penjajah Belanda memaksa rakyat pribumi untuk menerima ajaran Kristen, sebaliknya jika ada belanda yang masuk Islam maka akan dihentikan segala pembelanjaannya dan orang itu akan ditangkap dan dikeluarkan dari wilayahnya. Perlindungan kaum imperialis kepada misionaris memiliki posisi penting dimasyarakat,Ketika Indonesia merdeka, orang orang Kristen menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik.

Perubahan dalam mukadimah UUD 45 dari ”Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”, merupakan contoh kuatnya pengaruh Kristen di Indonesia,. Selanjutnya setiap rancangan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dianggap menguntungkan kaum Muslimin selalu ditolak keras oleh kalangan Kristen, misal dalam rencana undang undang peradilan agama1989. Sebaliknya, yang dianggap dapat menjauhkan kaum Muslimin dari ajaran Islam selalu didukung penuh, seperti dalam perdebatan RUU perkawinan 1973. Juga berbagai konflik sejak dulu sampai sekarang yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen di Kalimantan , NTT, Poso, Maluku, Irian, Ambon, sebenarnya adalah buah dari aktivitas Kristenisasi yang tak kunjung padam dan dipadamkan. Lebih lagi ketika mereka mencanangkan untuk menguasai Indonesia menjadi Negara Kristen sebagai batas target tahun2020 dijadikan sebagai tahun tuaian(panenan) untuk menjadikan Indonesia menjadi 50% orang Kristen dan 50% orang Islam maka mereka mengupayakan pulau Kalimantan menjadi Island Christ (pulau Kristus), Manokrawi menjadi kota Injil, Papua atau Irian menjadi tanah Yesus. Bahkan dalam Jubelium memperingati 150 tahun Berdirinya HKBP pada hari Minggu tanggal 4 Desember 2011 di gelora senayan, yang juga di hadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Ephorius(pemimpin) HKBP meminta untuk menjadikan Tapanuli utara sebagai propinsi tersendiri yang akan dipimpin oleh orang suku batak yang Kristen.

Amanat Agung yang mereka jalankan
Dasar mereka menjalankan misi ini adalah didasari karena perintah agama sebagai mana termaktub dalam surat Matius pasal 28 ayat 19-20 : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapak, anak dan Roh kudus. Dan ajarlah mereka melakukan sesuatuyang telah kuperintahkan kepadamu,.”

Ayat ini dikenal sebagai “AMANAT AGUNG” (The Great Commandment) sebagai perintah yang sangat kuat, walaupun sebenarnya menurut pakar kristologi dari golongan mereka menyatakan ini adalah ayat palsu yang ditambahkan sebagai upaya melegitimasi apa yang mereka lakukan.

Karena itu mereka sangat ngotot menjalankan misi ini, tak mengherankan juga seluruh komponen dikerahkan merumuskan berbagai strategi cara untuk serta merta mengkristenkan dunia ini.

Seribu jalan kristenisasi Menuju Negara Kristen Republik Indonesia
Banyak jalan yang ditempuh misionaris guna dapat memuluskan target besar mereka untuk dapat menjadikan Indonesia ini Negara Kristen seperti yang diungkap Media Dakwah (edisi Juni 1990 ) yang memuat bocoran keputusan dewan gereja Indonesia di Jakarta Tanggal 31 September 1979 perihal program jangka panjang kristenisasi 50 tahun di Indonesia yang jatuh pada tahun 2020 nanti dan juga program kristenisasi di Indonesia yang disadur majalah Cresent terbitan Kanada yang intinya bertujuan untuk meningkatkan populasi umat Kristen agar sama dengan umat Islam di Indonesia. Ini dilakukan dengan mempropagandakan program keluarga berencana kepada kaum Muslimin dengan membatasi jumlah kelahiran dengan slogan “dua anak cukup”, “perempuan laki sama saja” dan mengharamkanya bagi kalangan Kristen, bahkan mereka dianjurkan untuk memperbanyak jumlah anak bahkan doktrin yang banyak tersebar dikalangan Kristen sendiri adalah barang siapa yang mempraktekkan KB akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja dan barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran dianggap sebagai pembunuh orang Kristen dan telah hilang kemuliaan ini sesuai dengan perintah bible kitab kejadian pasal 1 ayat 27 – 28. Sejalan dengan perkembangan waktu dan cara ini kemudian dirubah dengan cara halus dengan program “cesarisasi” bagi ibu-ibu muslim yang akan melahirkan dengan mengupayakan memperbanyak dokter- dokter sepesialis kebidanan dan kandungan dari golongan mereka,membangun klinik dan rumah sakit bersalin, bekerja sama dengan bidan-bidan untuk merujuk ke rumah bersalin dan klinik mereka dengan imbalan yang menggiurkan.

Sejalan dengan itu pula dibidang pemerintahan jabatan jabatan strategis harus dipegang oleh orang Kristen baik ditingkat Eksekutif ataupun Yudikatif, Gubernur, Bupati, Walikota ataupun jabatan-jabatan strategis lainnya sehingga mereka dengan mudah mengontrol seluruh jalanya pemerintahan, karena itu peran partai Kristen sangat diperlukan untuk usaha tersebut. Mereka mendirikan Partai Damai Sejaterah (PDS) yang sampai hari ini gagal mengikuti pemilu 2014 karena tdk masuk dalam klarifikasi partai peserta pemilu. Partai ini diketuai oleh seorang pendeta yaitu DR.Ruyandi Hutasoit yang pada tahun 2005 di Surabaya pernah mengatakan, “sudah saatnya umat Kristen harus menguasai struktur dan sistem walaupun kita tidak menguasai massa, tetapi kalau kita kuasai sistem itu, disini kita punya tantangan yang besar dan salah satu yang harus kita garap kuat adalah KPK(komisi Pemberantasan Korupsi) itu sudah jelas banyak orang yang beragama Kristen disitu dan kita punya target juga kita akan bongkar semua, khususnya para tokoh-tokoh pejabat Muslim ini, untuk bisa dibongkar semua kasus korupsinya hingga bisa rusak citra mereka dimata umum, jadi ini sekenario besar dan terselubung yang ….apa namanya harus dirancang secara sistematik ke depan buat kita, terus menyiapkan kader-kader PDS ke semua jajaran terutama di yudikatif itu adalah lembaga yang sangat pontensial dimana banyak SDM Kristen yang punya kekuatan punya kemampuan untuk didalam ini, sudah punya kekuatan yuridis juga melakukan judifikasi terhadap pejabat-pejabat yang sudah keluar dari jalur moral, etika ataupun sistem yang ada. Nah kita budayakan dan manfaatkan link kita di KPK supaya itu harus terus berlanjut semakin lama semakin hari juga akan menegakan eksistensi orang orang Kristen yang ada dipemerintahan, dengan memberikan negative tinking kepada pejabat-pejabat Muslim.” Dan lebih lanjut lagi DR Ruyandi Hutasoit mengemukakan : “Sudah saatnya istana Negara, terpampang lukisan Tuhan Yesus, atau lukisan perjamuan kudus, sudah saatnya di istana berkumandang lagu pujian dan penyembahan bagi sang raja disurga, sudah saatnya dari istana Negara dinaikan doa doa syukur ! sudah saatnya di istana merdeka diadakan kebaktian, ibadah, persekutuan doa dari orang-orang Kristen! Ingat ! kita adalah pemenang mari kita bersatu dan mari kita bergandeng tangan!.”

Dengan ambisi yang begitu besar ini, mereka ingin menguasai beberapa pulau seperti Kalimantan, Papua, dan juga Jawa. Mereka berusaha untuk memenangkan pilkada atau pilgub ditempat masing-masing dan ini terlihat banyak kekalahan mayoritas Islam disetiap pemilihan kepala daerah seperti di Kalimantan barat dan tengah yang mayoritas muslim, dapat dikalahkan oleh minoritas kristen karena memang Kalimantan adalah target untuk dikuasai dengan menjadikan sebagai pulau Kristus. Tak menutup kemungkinan pulau pulau lainnya seperti Jawa, Sumatra menjadi sasaran untuk mereka kuasai.

Rencana dan strategi baru
Pada tahun 2005 kaum Kristen telah merencanakan manuver baru dalam merealisasikan rencana tuaian 2020 dengan mempergunakan strategi Matius 10 ayat 16 “licik seperti ular santun bagai merpati” dengan menamakan gerakan penuaian jiwa dan transformasi sebagai proyek kristenisasi terbesar dengan melibatkan semua element baik Kristen protestan ataupun Kristen Khatolik dan di tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun keberhasilan sebagaimana disampaikan oleh pendeta DR Jeff Hammond dalam bukunya “Transformasi Indonesa”. Sejak peristiwa G30S PKI, terjadi masa Koiros (tuaian/panen) di Indonesia sehingga dalam enam tahun ada lebih dari 7 juta orang di pulau Jawa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan fokus tahun 2005 sebagai awal tahun tuaian atau masa panen dan tahun 2020 sebagai tahun penggenapan amanat agung.

Masa tuaian (panen)
Masa inilah yang dinantikan oleh umat Kristiani yang selalu memanfaatkan keadaan lemah dari suatu masyarakat, bangsa dan Negara dimanapun mereka berada. Ketika di Rusia komunis dalam keadaan goyah dan hampir runtuh, begitu pula yang terjadi di Berlin, Jerman, dengan jebolnya tembok Berlin serta juga peperangan yang terus-menerus di Afghanistan, Pakistan, Irak, Iran dan negara -negara Timur Tengah juga Afrika, maka daerah-daerah tersebut menjadi terbuka untuk Injil dan orang orang Kristen dari barat, mereka datang berduyun-duyun ke wilayah tersebut, tak terkecuali mereka datang ke Indonesia disaat bangsa ini dilanda keputusasaan ,penderitaan, krisis kepercayaan kepemimpinan, dan juga berbagai kondisi buruk lainnya. Mmembuat para misionaris percaya diri bahwa Indonesia menjadi lahan subur untuk siap tuai panenan, hal ini disampaikan oleh pendeta Gembala sidang (GBKP). Ia mengatakan : “Indonesia adalah ladang yang sedang menguning yang sangat besar tuaiannya dan Indonesia siap mengalami tansformasi yang besar hal ini bukan suatu kerinduaan yang hampa, namun suatu peryataan iman terhadap janji firman Tuhan dan Indonesia cocok bagi tuaian besar yang Tuhan rencanakan.”

Konsolidasi kaum Kristiani
Di berbagai belahan dunia kaum Nasrani melakukan berbagai konsolidasi do’a bersama dan puasa nasional dengan mendatangkan para tokoh-tokoh Kristen baik itu pendeta, misionaris, penginjil, zending ataupun sebangsanya dengan tujuan untuk menguatkan iman Kristen. Konsolidasi ini telah dilakukan pada tanggal 12 sampai 16 Mei tahun 2003 bertempat di gelora Bung Karno Senayan dengan tajuk pemulihan bangsa dengan mendatangkan para pendeta, evengelis dan juga tokoh-tokoh Kristen dunia dan dihadiri tidak kurang dari 80.000 orang Kristen dan 10.000 pemimpin Kristen dari berbagai Negara. Dan acara ini sempat menghebohkan umat Islam Indonesia dengan pemberkatan (pembaptisan) yang dilakukan kepada Gus Dur yang saat itu menjabat Presiden RI di mana dia juga memberikan sambutan, serta menyambut baik gerakan transformasi ini, dan pada tahun 2005 dicanangkan sebagai genderang awal gerakan transformasi dimulai. Kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya dan pada tanggal 25 -28 Oktober 2011 yang lalu bertempat di JHCC Sentul Bogor, diadakan acara serupa dengan menghadirkan 4000 para misionaris dan juga pendeta se-Asia yang juga dihadiri dihari terakhir acara 10.000 orang Kristiani untuk diberkati. Acara ini bertajuk sama dengan acara-acara sebelumnya yaitu konsolidasi dan pemberkatan keselamatan untuk bangsa- bangsa di dunia ini khususnya Indonesia yang menjadi lahan subur garapan mereka. Kerap kali mereka juga mengadakan pertemuan dan diskusi-diskusi tentang keagamaan dan juga lintas agama sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka dan juga tantangan dari umat lainya terhadap program yang mereka lakukan.

Persiapan SDM dan Infrastruktur
Untuk merealisasikan tahun tuaian dan NKRI( Negara Kristen Republik Indonesia) ini mereka melakukan berbagai persiapan-persiapan yang sangat matang, terencana dan sistematis, termasuk persiapan SDM dan juga infrastruktur seperti Gereja, sekolah tinggi teologi dan lain sebagainya. Sebagaimana yang dikatakan oleh pendeta Bambang Wijaya dalam bukuya “Transformasi Indonesia,” petani yang bijaksana saat melihat tuaian sudah diambang pintu, ia akan segera mempersiapkan tenaga penuai sebanyak-banyaknya, karena itu ia tidak akan menyia-nyiakan ladangnya, itulah sebabnya tidak mengherankan apaabila Tuhan Yesus Kristus bekata : ”Tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit, maka mintalah tuaian pada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Jika selama ini yang kita dengar hanya pendeta, misionaris, atau orang tertentu saja yang menjalankan misi pengkristenan maka dengan lahirnya gerakan transformasi banyak gereja harus secara aktif menjadikan semua jemaatnya menjadi tenaga penuai atau pengkabar baik.

Termasuk salah satu persiapan sumber daya manusia adalah dengan membangun dan mengaktifkan serta merekrut kembali para laskar-laskar Kristus yang selama ini berperan dalam menjaga dan mengamankankan aset-aset yang dimiliki oleh Kristen dan juga mereka selalu terjun didaerah- daerah konflik seperti, Poso, Ambon juga didaerah- daerah perseteruan gereja, seperti di Ciketing Bekasi dan gereja Yasmin di Bogor, Tanggerang Lippo bahkan mereka juga punya andil dalam menurunkan Suharto sebagai presiden RI waktu tahun1998.

Mereka juga mempersiapkan kader-kader gereja yang dipersiapkan dengan matang, handal dan bermental baja yang bisa masuk kemana saja baik di jajaran birokrasi, yudikatif atau pun eksekutif dan disemua lini karena mereka adalah sel tuaian besar abad 21.

Mendirikan Sekolah Tinggi International Harvest (HITS) yang bekerja sama dengan 2000 gereja se Indonesia guna untuk mendirikan sekolah Al- kitab di dalam gereja, dalam brosur yang disebarkan itu ada paket gratis dengan jaminan 2000 gereja lokal untuk mempersiapkan 200.000 pemimpin perintis gereja yang akan diterjukan kepada umat dalam menyambut tahun tuaian 2020 nanti.

Memperbanyak jumlah gereja sebagai sarana untuk menampung hasil tuaian, dan mereka menyadari bahwa transformasi tidak akan berjalan tanpa mengikuti master plant yang telah direncanakan maka pendirian gereja harus diperbanyak walaupun hanya satu orang yang mengisinya sebagaimana yang diungkapkan oleh pendeta DR Eddy Leo.Mth. Maka salah satu yang harus juga diperhatikan adalah gereja karena gereja adalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tubuh Kristus. Dan kita melihat sekarang ini tingkat pertumbuhan yang sangat tajam dari jumlah gereja diberbagai tempat yang meningkat hingga 300% dibanding dengan pertumbuhan masjid yang hanya 60% setiap tahunya menurut data Kementrian Agama, walaupun didalam pembangunan gereja yang mereka dirikan banyak timbul masalah dan tidak sesuai dengan aturan hingga pada akhirnya banyak timbul gesekan dimana gereja itu dibangun, seperti pemalsuan KTP, tidak ada IMB, menipu dan membohongi masyarakat dan lain sebagainya.

Mereka juga telah mempersiapkan buku panduan dan aturan dalam melaksanakan tuaian atau pengkristenan yang sudah di terjemahkan kedalam 20 bahasa berjudul ”The Final Sing” yang dikarang oleh pendeta DR. Peter Youngren asal Kanada yang berisi pelajaran mengenai tuaian akhir zaman dibagikan secara gratis yang pembagianya dalam pengawasan salah satu organisasi Kristen “World Impact Ministries and The Global Harvest Force” dibagikan kepada sekitar 10.000.000 pekerja tuaian dari berbagai Negara yang khusus untuk pelayanan akhir zaman.

Membentuk lembaga atau organisasi-organisasi, kepemudaan, sosial, bantuan-bantuan kemanusiaan, pendanaan, persekutuan gereja, pendidikan dan lain sebagainya diantaranya adalah:

1. BAMAG (badan musyawarah antar agama).
Suatu lembaga yang didirikan untuk memperluas jangkauan misi antar gereja sehingga di setiap gereja di kota dan wilayah melebur dengan lembaga yang sama, ini adalah elemen kekuatan gabungan Kristen yang mewadahi gereja-gereja di Indonesia.

2. FGBMFI (Full Gospel Business Men’s Fellowship International)
Gabungan dari pengusaha–pengusaha Kristen yang banyak membantu pendanaan untuk misi kristenisasi di Indonesia termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti Lippo Group, Ciputra, Intiland, Sumarecon, Sedayu Group dan dipimpim oleh James Riyadi (group Lippo).

3. NCFI (Nation Care For Indonesia)
Badan atau lembaga Kristen yang menaungi advokasi bantuan hukum dan investigasi bagi mereka yang tersandung masalah hukum yang berkait perseteruan dengan umat lainya.

4. YMCA ( Young Men’s Christian Asociation)
Gabungan para pemuda-pemudi Kristen dari semua elemen pemuda Kristen yang bergerak menangani dan mengurusi setiap kegiatan pemuda Kristen.

5. Yayasan Gideon Internasional
Lembaga yang dibentuk dari kalangan professional yang memfokuskan diri pada bidang percetakan dan penerbitanIinjil untuk dibagikan sebagai amunisi secara gratis ke sekolah, hotel, rumah sakit dan lain sebagainya.

Melihat kondisi ini apakah impian mereka untuk menjadikan tahun 2020 sebagai tahun tuaian bisa tercapai atau pada akhirnya Negara Kristen Indonesia terwujud? Maka umat Islam harus waspada dan bersatu mempersiapkan diri dan jangan terkecoh dengan apa yang mereka lakukan di negri ini. Ummat Islam harus selalu memahami agamanya dengan benar agar tidak terjebak masuk pada perangkap mereka dan selalu waspada untuk menghadang apa yang mereka rencanakan. Wallahua’lam bishawab.

Allah berfirman “Janganlah kalian terperdaya dengan gerak-gerik mereka (orang-orang kafir) di negeri kamu.” [hilal/arrahmah/annajah]



Oleh: Ustadz Bernard Abdul Jabbar, Mantan Misionaris, kini aktif sebagai da’i di Forum Umat Islam (FUI).

Program Jangka Panjang Kristenisasi Di Indonesia


KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA - DI JAKARTA

Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama dinegara-negara muslim. Dunia ini akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yang menjadi tujuan kita umat Kristen. Untuk tujuan tersebut kita umat Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha mengkristenkan orang Islam di Indonesia didukung oleh negara-negara yang kuat seperti Amerika, Inggeris dan lain-lain. Kita umat Kristen akan dengan mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika.

Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yang suci dan kita harus berhasil dalam melaksanakannya. Dan lagi yang penting bagi umat Kristen adalah kita bersatu dahulu. Kita umat Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati dan dilindungi oleh Yesus.

Konsep-konsep, Tujuan dan Kegiatan Kristenisasi di Indonesia

A. Mengurangi Jumlah Umat Islam di Indonesia

Sesuai dengan data statistik umat Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi umat Kristen harus sama dengan jumlah umat Islam dalam waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua anggota umat Kristen sebagai berikut :
  1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang untuk umat Kristen dan harus dipropagandakan bahwa setiap orang Kristen yang mempraktekkan keluarga berencana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sebagai pembunuh umat Kristen dan telah hilang kemuliaannya. Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dengan perlindungan kesehatan bagi orang Kristen tersebut yang dalam bahaya kematian.
  2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang Islam harus sangat intensif dilakukan dan didorong dengan berbagai cara. Diwilayah muslim plakat berisi slogan dan nasehat untuk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimanamana untuk mengingatkan orang Islam dan mempraktekkan hal tersebut. Tapi diwilayah Kristen propaganda ini harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak untuk mengelola kontrasepsi bagi orang muslim.
  3. Keinginan orang Kristen untuk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yang miskin harus diberi fasilitas baik secara materil maupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan kerja bagi orang Islam.
  4. Perintahkan kepada dokter dan perawat untuk merawat secara cepat dan khusus bagi pasien Kristen. Orang Kristen yang miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien umat Islam dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yang mahal.
  5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin untuk mencapai tujuan diatas.
  6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen untuk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumah-rumah, toko-toko bagi orang Islam. Mereka yang tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan umat Kristen baik penguasa tanah atau bukan, untuk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yang dimiliki orang Kristen. Dengan penerapan poin-poin ini ratio umat Kristen-Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam Indonesia akan berkurang sedang jumlah umat Kristen akan bertambah.
B. Rencana Kristenisasi di Bidang Ekonomi.

Kita umat Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup darmawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yang ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yang kaya harus membantu misi-misi kristenisasi yang dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sosial dari umat Kristen di Indonesia dan untuk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. MENURUT STATISTIK, LEBIH DARI 80% KESEIMBANGAN KEKUATAN INTERN TELAH BERADA PADA UMAT KRISTEN. Kita mementingkan ketaatan dari umat Kristen untuk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yang menguntungkan dimasa yang akan datang.

Dalam persoalan memperkuat pertahanan,masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita,
karena relatif lebih mudah untuk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus
dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orangorang Kristen, Oleh karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yang menjabat di kantor-kantor pemerintah untuk berhubungan baik dengan orang Cina dan orangorang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dengan orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.

C. Rencana Kristenisasi di Bidang Pendidikan

Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki dari sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki sistem dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dengan meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat, bahwa para guru dan para instruktur dibidang akademi militer, sekolah kedokteran dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan dikontrol 75% oleh orang Kristen.

Sistem yang diterapkan dari taman kanak-kanak sampai universitas harus dibawah kontrol orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yang mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1.

Orang orang Kristen harus membantu pemerintah untuk mengurangi dan membatasi pengadaan akademiakdemi Islam dan universitas-universitas Islam untuk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.

D. Rencana Kristenisasi di Bidang Politik

Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke Barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen untuk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dalam Pemilihan Umum. Semua orang Kristen harus tahu bahwa GOLKAR adalah partai orang Kristen dan partai inilah yang membuat kita umat Kristen berjaya di Indonesia.

E. Rencana Kristenisasi di Bidang Informasi

Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yang paling tajam untuk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tidak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa surat kabar, radio, dan TV selalu menulis, menyiarkan kejadiankejadian sedemikian rupa untuk memberi kesan buruk tentang Islam dan ummatnya serta untuk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada dipihak kita dan harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah.

F. Rencana Kristenisasi di Bidang Pembangunan, Penaikan dan Pengembangan

Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan didaerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian timur. Kita telah melihat bahwa pemerintahan pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan memberi kesempatan bagi perwira-perwira ABRI yang Kristen untuk menduduki jabatan dan posisi penting didaerah-daerah sebagai gubernur, bupati dan lain-lain, dan nama mereka berubah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitle "haji" untuk mengelabui umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima.

G. Rencana Kristenisasi di Bidang Hukum dan Undang-undang.

Umat Kristen tentu saja diperkenankan untuk bertingkah melawan hukum dengan dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/menduduki mayoritas hakim, jaksa dan sidang perorangan di Indonesia. Dengan ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam selalu dipersalahkan. Kalau perlu dihukum yang lebih berat, walaupun orang Kristen sebagai tertuduh. Keputusan Masalah Internal Dalam Pemerintahan
Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin didalam pemerintahan itu sendiri:
  1. Pemerintah harus bersedia mengakui status bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak untuk didengar oleh penguasa.
  2. Semua menteri yang penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen.
  3. Abri harus selalu dimanuver untuk selalu bermusuhan dengan Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yang demikian.
  4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer.
  5. 75% kepala dari departemen-departemen yang ada dipemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yang beragama Kristen.
  6. 75% Kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen.
  7. Sebagai orang yang menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen dipemerintahan baik menteri, gubernur atau yang umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.
  8. Umat Kristen harus punya radio transmitter nasional sebagai miliknya untuk propaganda yang ampuh.
  9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas harus ada orang Kristen yang diangkat secara konstan untuk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam.

Disadur dari majalah Crescent International, Toronto, Canada edisi 16-30 November 1988 hal 8.

Sumber: islamonline
Silahkan download versi PDF di sini.