Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kristen (Doktrin). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristen (Doktrin). Tampilkan semua postingan

Pemurtad Yang Murtad!

Published on Facebook January 10, 2014 at 2:47 AM

PENGAKUAN PELAYAN “tuhan” YESUS YG BERTOBAT, LALU MASUK ISLAM

[Oleh: Rachmat Hidayat - Dahulu bernama Paulus F. Tengker]

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala “tuhan”. 

Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih “tuhan” Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan “tuhan” di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: Hamba “tuhan” yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen dsb. 

Kisah-kisah kesaksian PALSU karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Quran dan Hadis, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi PALSU, ijazah PALSU dan foto-foto PALSU, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Quran yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami. 

Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme di desa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar).Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.

Tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dancanggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Quran, Hadis dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.

Bahkan saya juga pernah berPURA-PURA belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar mengaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk “tuhan” Berkabar di Malam Hari.Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay.

Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala “tuhan” di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. 

Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta dan sulit diberantas.Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! 

Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam! Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala “tuhan”pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya.Narkoba itu digunakan agar para Gembala “tuhan” bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. 

Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebu”tuhan” para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ecstasy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala “tuhan” dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala “tuhan” bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten.Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping! Setelah itu kami dating dengan mereka, mandi suci bersama istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat dan pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala “tuhan” mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus. 

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini.

Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ke”tuhan”an Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya, lalu PURA-PURA disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. 

Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?! Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercayai, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: 
SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL; GEREJA BETHANY; GEREJA NEHEMIA; GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA; GEREJA ABDIEL. 
Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan “tuhan” pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI! Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.Mengapa saya masuk Islam? Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. 

Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu dan jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala “tuhan”, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.

Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati. Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jumat tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar “tuhan” Yesus di suatu gereja yang sangat megah, lalu datanglah “tuhan” Yesus menemui saya, dengan senyuman-Nya yang agung. Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya! Saya pun lalu memandangi “”tuhan”" Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto dan gambar “tuhan” Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: Kalian ini siapa? 

Saya menjawab: Saya seorang domba yang sedang bertemu “tuhan”nya! Dia bertanya lagi: Mana “tuhan”nya? “tuhan” Yesus menyela: Akulah “tuhan” Yesus, Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia! Siapakah engkau wahai pria asing?Pria Yahudi itu berkata: Akulah Isa Al-Masih dan engkau bukanlah diriku!Saya menyela: Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan “tuhan”ku!Pria Yahudi itu berkata: Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya! “tuhan” Yesus berkata: Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina “tuhan”mu! Lalu “tuhan” Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina “tuhan” Yesus! 

Keajaiban kedua pun terjadi, pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-Masih itu tak kurang apa pun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada “tuhan” Yesus, lalu “tuhan” Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah! Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan! Lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu”tuhan” YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS!!! Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, “tuhan” Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit! Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget dan tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini:Siapakah engkau sebenarnya?

Pria itu menjawab: Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke-24, yang oleh engkau berserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai “tuhan” Yesus.

Saya berkata: Bukankah engkau telah mati di kayu salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?Nabi Isa Al-Masih menjawab: Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia telah terlihat wujud aslinyaSaya berkata: Maksud tuan, Iblis tadi ... itu jadi selama ini ... ??? 

Nabi Isa Al-Masih menukas: Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?Saya menjawab: Jika itu ada saya bersedia.Nabi Isa Al-Masih menjawab: Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?Saya menjawab: emmmmm .... (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al-Masih berkata: Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan! Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam, kemudian pergi.

Saya pun lalu terbangun, hari telah pagi, saya merenung mimpi apa itu tadi? Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jumat tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jumat pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan tapi saya belum yakin betul. 

Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad – Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?! Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul! Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya. Belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya! Saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah masjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ. 

Orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30, mendekati jamnya shalat Jumat, saya perhatikan sekitar saya orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jumat..saya ini ada di mesjid mimpi saya pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu.Saya bingung lalu saya tak sadarkan diri. Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan mesjid rupanya dan ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan. Saya lalu berdiri, tiba-tiba hati ini ingin menangis menjerit Ya “tuhan”! Engkau telah menunjukkan jalan bagiku! 

Pak Tua itu kaget dan bertanya: ada apa nak?, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya danapa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi dan memperdaya agama Islam beserta umatnya. Bapak Tua itu berkata: Itu suatu petunjuk dari “tuhan” bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik.sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang.Sayapun lalu pulang, menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, Pak Tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk dan berkata: pak tolong yakinkan saya. Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!

Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke mesjid tersebut dan kami berdiskusi Islam – Kristen.Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Pak Tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah dan Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh Pak Tua dan beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa Pak Tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para misionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. 

Saya jadi ragu dan bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun? Terlebih setelah Pak Tua menunjukkan dan memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh Lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi? Yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tatabahasa saja, akan tetapi juga merubah makna dan arti ayat Alkitab itu sendiri? 

Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap itu.Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati “tuhan” Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Quran, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Quran, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak Tua dan jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. 

Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang! Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap Pak Tua dan jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, saya harus segera mengambil keputusan. Setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam.
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH - SAYA BERSAKSI TIADA “tuhan” SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.
Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam.

Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu, papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada “tuhan” Yesus. Naudzubillah! Ya Allah, maafkan keluarga saya ini. Mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ke”tuhan”an-Mu yang sesungguhnya.


CATATAN:
Bagi yang menganggap kisah di atas adalah HOAX, silahkan download pembuktiannya di sini.


Paulus, Rasul Palsu!


Kita sudah sering membahas demikian banyak bukti bahwa konsep ketuhanan versi Paulus dan doktrin-doktrinnya tidak ditemui dalam ajaran Yesus, apalagi dalam kitab-kitab suci umat Yahudi, tapi justru menjadi pertentangan di antara keduanya. Fakta ini tentu saja merupakan bagian penting untuk djadikan alasan menolak klaim kerasulan Paulus.

Kendati tidak semua bukti yang ada bertentangan dengan kebenaran, namun ada lebih dari cukup bukti lain yang menunjukkan bahwa Paulus bukan rasul sejati Yesus, konon pula rasul terhebat yang pernah ada, seperti yang selalu didengung-dengungkannya.

Ada sejumlah fakta sejarah, termasuk hal-hal yang diucapkan oleh Yesus dan Paulus sendiri sebagaimana tercatat dalam alkitab yang membuat kita yakin bahwa kerasulan Paulus sama sekali tidak diakui oleh kerajaan langit!

Beberapa fakta menarik seputar kasus ini yang menarik untuk diperhatikan dan dicatat adalah:

TIDAK ADA ORANG LAIN YANG MENGAKUI KERASULANNYA
Dari 22 kali pernyataan eksplisit ditambah 3 kali pernyataan implisit - total  25 kali pernyataan  - dalam Alkitab di mana Paulus disebut-sebut sebagai "rasul", hanya dua pernyataan yang berasal dari orang lain selain dirinya sendiri! Adapun kedua pernyataan tsb berasal dari orang yang sama. Bukan dari Yesus atau dari murid Yesus yang mana pun juga, tetapi dari teman seperjalanan Paulus yang paling dekat, sekaligus sekretaris pribadinya, yaitu Lukas.

Kedua kisah itu ditemukan pada catatan Lukas dalam Kisah Para Rasul 14: 4, 14. Dalam dua ayat ini Paulus disebut sebagai rasul bersama Barnabas. Pada saat hal tsb ditulis, Lukas nampaknya sudah sangat terbiasa dan demikian akrab dengan Paulus sepanjang perjalanan mereka, dan kerap menyebut idolanya tsb sebagai rasul. Dasarnya tentu saja karena Lukas setuju pada anggapan dan penilaian Paulus terhadap dirinya sendiri yang dia pikir adalah seorang rasul.

Dari sini kita melihat dengan sangat jelas bahwa Paulus adalah fans terberat kerasulannya sendiri, sementara Lukas, sebagai satu-satunya orang terdekatnya, adalah penggemar nomor dua. Selebihnya, kita tidak akan menemukan siapapun di dalam alkitab yang pernah mengakui kerasulan Paulus!

"AKU SUKA BICARA TENTANG AKU!"
Tidak ada penulis surat-surat Epistel dalam Alkitab yang menulis suratnya seperti Paulus. Beberapa bagian tulisannya mungkin saja benar, akan tetapi ada satu aspek yang menarik ketika kita memperhatikan bagaimana Paulus memposisikan dan memandang dirinya sendiri. Dia memiliki cara untuk menarik perhatian pembaca agar fokus pada dirinya dengan penggunaan kata ganti pribadinya. Ketika sampai pada seberapa sering dia menggunakan kata-kata seperti, "Aku", "diriku", "milikku", atau "yang kumiliki" dan ungkapan-ungkapan lain semisal itu, rating dalam keseluruhan surat-suratnya hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari siapapun yang coba bersaing dengannya.

Itu sebabnya sekalipun dalam beberapa literatur kristen nama Paulus disebut-sebut sebagai penulis kitab Ibrani, tapi ada sejumlah alasan mengapa dewasa ini banyak sarjana alkitab yang meyakini Paulus bukan penulis kitab tsb. Salahsatu alasan yang jelas adalah, dalam surat-surat lain yang dipercaya merupakan buah karyanya, Paulus tidak pernah ragu untuk mengidentifikasi dirinya berikut atribut yang direkayasanya sendiri. Sementara penulis kitab Ibrani, anehnya, tutup mulut dalam urusan ini. Banyak sarjana percaya bahwa Barnabaslah penulis kitab Ibrani, tetapi ada juga yang memperkirakan Apolos sebagai kandidat yang sama memungkinkannya. Tapi ini topik yang berbeda. Intinya, tidak ada yang tahu secara pasti siapa sebenarnya penulis kitab Ibrani.

Sementara para bapa gereja berspekulasi mengindikasikan bahwa Paulus adalah sang penulis kitab Ibrani, Paulus sendiri jelas tidak pas didudukkan dalam posisi ini manakala kita juga mempertimbangkan tingkat statistik penggunaan kata ganti diri di dalamnya. Penulis Ibrani hanya menyebut dirinya sebanyak 9 kali, yaitu sekitar 1,3 kata ganti orang per seribu kata. Dan ini tidak menggambarkan kebiasaan Paulus!

Untuk membantu anda menempatkan ini dalam perspektif yang benar, mari kita bandingkan kitab Ibrani dengan kitab Roma. Keduanya adalah kitab yang relatif besar dengan paparan hampir sama panjang, masing-masing dibagi menjadi 13 dan 16 bab. Namun hanya dalam paruh pertama dari pasal pertama surat Roma yang berjumlah 16 ayat saja, Paulus sudah menggunakan kata ganti diri dua kali lebih banyak daripada yang digunakan oleh penulis Ibrani dalam seluruh kitab tsb!

Sedangkan dalam kitab Roma, Paulus menyebut dirinya sendiri sebanyak 103 kali, yaitu sekitar 18,2 per seribu kata! Itu 13x lebih besar dari kitab Ibrani. Dalam 1Korintus, Paulus menyebut dirinya sebanyak 175 kali, dalam 2Korintus, 103 kali lagi, dan dalam Galatia yang relatif singkat sekalipun, ia menyebut dirinya sebanyak 69 kali, atau sama dengan 25 kata ganti orang per 1000 kata!

Seharusnya Paulus sama herannya dengan kita semua tiap kali membuat pernyataan tentang dirinya sendiri seperti yang luar biasa sering ia lakukan dalam mengkomunikasikan apa yang menurutnya sebagai kebenaran dari Tuhan.

KLAIM KERASULANNYA BERDIRI SENDIRI
Selain dua belas murid yang menghabiskan tiga setengah tahun bersama Yesus, tidak ada satupun selain Paulus yang teridentifikasi sebagai orang yang luar biasa sering mengklaim diri sendiri sebagai "rasul". Hanya Petrus yang pernah menyebut dirinya sebagai rasul dalam pembukaan 2 suratnya yaitu 1Petrus dan 2Petrus. Tapi di belakang hari, para sarjana menemukan alasan untuk menduga kuat bahwa sebenarnya Pauluslah yang menulis Epistel 1&2Petrus dengan menggunakan nama Petrus. Sementara Barnabas disebut sebagai rasul bersama dengan Paulus oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul 14:14. Selebihnya tidak ditemui catatan tentang Barnabas atau murid-murid Yesus lainnya yang mengklaim gelar itu untuk diri mereka sendiri.

PANDANGAN KITA TERHADAP GEREJA AWAL TERPOLARISASI
Siapapun yang coba mengevaluasi Perjanjian Baru, dipastikan akan segera menyadari bahwa Paulus adalah kontributor terbesar pada paruh bagian dari buku tebal yang di indonesia diberi nama alkitab ini. Ketika membaca Kisah Para Rasul, misalnya, tidak bisa tidak kita akan mendapat kesan bahwa sebagian besar dari perbuatan-perbuatan Allah untuk gereja awal terjadi melalui Paulus. Dan sesungguhnya ini menyesatkan, karena Kisah Para Rasul ditulis menurut sudut pandang, atau berdasarkan perspektif dari satu orang saja, yaitu Lukas.

Lukas mendampingi Paulus dalam perjalanan misionarinya, dan sebagian besar muatan Kisah Para Rasul yang konon katanya tulisan Lukas itu sepenuhnya berbasis pada kisah perjalanan ini. Dengan demikian apa yang kemudian kita ketahui dari Kisah Para Rasul sebetulnya hanya cerita karangan yang berasal dari bagaimana Lukas menginterpretasikan apa yang dilihat, dialami, dan didengarnya sendiri dari Paulus dalam perjalanan tsb, mirip dengan sebuah jurnal pribadi yang sebenarnya hanya untuk diri sendiri. Karenanya tidak mengherankan jika kisah tentang Paulus di sana pun seolah bagaikan digelar di atas panggung utama yang gemerlapan!



Sepertinya ada alasan khusus mengapa Lukas memilih untuk mengikuti Paulus dan mencatat kisahnya sejak awal. Seperti kita ketahui, meski ini sangat bertentangan dengan ajaran Yesus sebagaimana dapat kita buktikan melalui catatan Matius 15:24 dan Matius 10:5, tapi Paulus berhasil meyakinkan orang banyak bahwa ia adalah rasul Kristus bagi bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Dan Lukas, sebagai seorang non-Yahudi yang ingin mengenal dan mendekati Tuhan sejati, melihat Paulus adalah mediator yang memungkinkan keinginannya tsb dapat terwujud baginya.

Perhatikan tulisan Paulus dalam Roma 10:12 ini;

"Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya." 

Pada masa itu, non-Yahudi mana yang ingin dekat dengan Allah Israel yang tidak akan benar-benar "jatuh hati" kepada Paulus?

Padahal sudah sangat jelas, bahkan pada awal-awal pengabaran injilnya, Yesus sudah mengatakan dengan bahasa yang tidak memerlukan penafsiran macam-macam bahwa dia adalah utusan Allah khusus dan sangat terbatas hanya untuk bangsa Israel saja, seperti tercatat dalam Matius 15:24, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."  

Kendati pandangan kita terhadap Kisah Para Rasul terpolarisasi dan bias, tulisan itu sendiri masih sangat penting untuk membantu kita memahami apa yang terjadi pada masa itu. Tanpanya kita tidak akan memiliki alternatif pemikiran lain sama sekali. Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Paulus sebagaimana dicatat oleh Lukas tetap berharga, dan kita tidak mempunyai alasan untuk mempersoalkan apa yang ditulis oleh Lukas berdasarkan apa yang dilihat dan didengarnya selama dalam perjalanan misionarinya bersama Paulus itu.

Pemikiran pribadi Lukas sendiri yang kadang-kadang menyela dalam tulisannya mungkin perlu dipertanyakan, tetapi hanya sedikit dan itupun jarang. Paling tidak, begitu menurut kalangan internal Jristen sendiri. Karenanya kita tidak didorong untuk mencari-cari alasan guna menuduh Lukas bermaksud jahat. Namun yang sangat penting untuk diingat dan dicatat di sini adalah bahwa Kisah Para Rasul sebenarnya ditulis berdasarkan sudut pandang pribadi Lukas sendiri, sehingga tidak dapat diartikan sebagai ajaran yang berasal dari murid-murid Yesus, atau dari Yesus, apalagi dari Tuhannya Yesus!

Tidak diragukan, sebenarnya Tuhan sendiri melakukan banyak hal besar lain pada saat perjalanan Paulus dan Lukas itu dilakukan. Kita memang tidak memiliki catatan rinci tentang itu, tetapi tentunya memiliki banyak petunjuk. Tuhan pasti bekerja melalui para murid Yesus sejati, dan beberapa dari hal tsb dicatat pada bagian awal Kisah Para Rasul. Yohanes bekerja keras untuk Tuhannya, tetapi hanya sedikit yang kita dengar tentangnya hingga tiba saatnya ketika kita membaca surat-surat Yohanes dan kitab Wahyu pada bagian akhir Perjanjian Baru.

KLAIM KERASULAN PAULUS


KETERANGAN SECARA EKSPLISIT
  1. Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, (Titus 1:1)
  2. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, (1Timotius 1:1)
  3. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul--yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta--dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (1Timotius 2:7)
  4. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, (2Timotius 1:1)
  5. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. (Timotius 1:11)
  6. juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. (1Tesalonika 2:6)
  7. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, (Kolose 1:1)
  8. Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. (Efesus 1:1)
  9. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (Roma 1:1)
  10. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. (Roma 1:5)
  11. Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, (Roma 11:13)
  12. Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. (Roma 16:7)
  13. Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, (1Korintus 1:1)
  14. Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. (1Korintus 4:9)
  15. Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan? (1Korintus 9:1)
  16. Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. (1Korintus 9:2)
  17. Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (2Korintus 1:1)
  18. Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa. (2Korintus 12:12)
  19. Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, (Galatia 1:1)
  20. juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. (Galatia 1:17)
KETERANGAN SECARA IMPLISIT
  1. Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. (2Korintus 12:11)
  2. Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. (2Korintus 11:5)
  3. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. (1Korintus 15:9)
KETERANGAN LUKAS
  1. Tetapi setelah hal itu didengar oleh kedua rasul itu, yaitu Barnabas dan Paulus, lalu dikoyakkannya pakaiannya sendiri sambil berlari masuk ke dalam orang banyak serta berteriak, (Kisah Para Rasul 14:142)
  2. Tetapi penduduk kota itu bertentangan satu dengan yang lain; ada yang berpihak kepada orang-orang Yahudi dan ada yang berpihak kepada rasul-rasul itu. (Kisah Para Rasul 14:4)
Dari pernyatan-pernyataan di atas, timbul pertanyaan: Haruskah kita percaya begitu saja pada kesaksian seseorang yang membuat klaim luar biasa hebat tentang dirinya sendiri, sementara apa yang kita miliki untuk membuktikan kebenaran klaimnya itu sama sekali tidak ada selain pengakuan sepihak darinya saja, plus satu atau dua pernyataan serupa dari satu-satunya pengagum beratnya yang sekaligus juga adalah asistennya sendiri?

Jika demikian, maka kita juga harus mengakui kebenaran klaim Jim Jones dan David Koresh yang sudah sangat jelas tidak dapat diterima oleh setiap orang yang sehat akal budinya!

Artinya, seluruh klaim Paulus dan pernyataan Lukas diatas juga sama saja bohongnya dengan pengakuan dua orang aneh yang mendadak masyhur karena klaim "serupa tapi tak sama" dengan klaim Paulus!

Kecuali jika ada bukti sangat kuat yang dapat dijadikan pendukung klaim sehebat "self-proclaim" Paulus di atas, maka apapun cerita selanjutnya menjadi tidak labih dari sekedar membuang garam ke laut saja!

Tidak seperti Paulus, seorang nabi atau rasul sejati tidak perlu bersusah payah untuk meyakinkan siapapun bahwa mereka adalah siapa mereka yang sebenarnya. Bahkan dalam Yohanes 5:31 Yesus mengatakan bahwa jika dia sendiri yang memberikan kesaksian tentang dirinya, maka kesaksiannya itu pasti tidak benar. Tapi dalam konteks ini, jika ditanya siapakah dari sekian banyak nabi, yang sudah tentu adalah manusia, yang tidak memerlukan siapapun untuk bersaksi tentang siapa dirinya, maka jawabnya adalah Yesus!

Kitab-kitab Allah membuktikan bahwa Yesus adalah pengikut ajaran Musa, menaruh hormat kepada para nabi terdahulu dan terkemudian, memahami dengan sempurna kandungan Mazmur dan Taurat, mengajarkan konsep ketuhanan monotheisme yang jelas, membimbing pengikutnya ke jalan sorga, bersedia dibaptis oleh saudara kesayangannya; Yohanes Pembaptis, memukau banyak orang dengan berbagai mukjizat dari Allah, dan masih sederet panjang lagi hal-hal luar biasa lainnya yang tidak dimiliki oleh Paulus, sekalipun dalam kesombongannya, Paulus memposisikan dirinya setara dengan Yesus sebagai utusan khusus Allah kepada bangsa-bangsa lain (non-Yahudi) yang disebut oleh Yesus sebagai Goyim, dengan mengklaim bagi dirinya sendiri sebuah nubuat yang dikabarkan secara eksklusif kepada nabi Yesaya dalam kitab Yesaya 49: 6 yang kemudian dikutip oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul 13:47 sbb:

"Karena demikianlah Tuhan telah memerintahkan kita: 'Aku telah menetapkan kamu menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain supaya kamu menjadi keselamatan bagi ujung-ujung bumi."

Perlu dicatat, ayat ini hanyalah klaim sepihak dari Paulus yang tidak banyak diketahui orang sebenarnya berasal dari hasil mencontek tidak sedikit tulisan-tulisan hebat dalam kitab suci umat Yahudi untuk bermegah-megah, agar klaim kerasulannya dipercaya oleh orang-orang yang membaca tulisannya sebagai sebuah kebenaran berdasarkan "dekrit surgawi."

PAULUS RASUL TERHEBAT!
Anggapan Paulus tentang dirinya sendiri tidak berhenti hanya sampai mengaku sebagai rasul Kristus saja. Dia juga melakukan semua yang dapat dilakukannya untuk dipahami oleh seluruh pengikutnya bahwa kedudukannya lebih tinggi dari siapapun juga. Paulus bahkan berani meremehkan murid-murid Yesus yang diangkat dan digembleng sendiri selama tiga setengah tahun oleh sang guru untuk menjadi saksinya!

Dari sekian banyak kutipan keblinger menyanjung diri sendiri Paulus, di antaranya adalah sebagai berikut:

"Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. .... Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya." (2 Korintus 11: 5,10)

Adakalanya, seolah-olah dia juga sadar harus punya rasa malu membandingkan statusnya dengan status keduabelas murid Yesus, sehingga dia akan mengawali kesombongannya dengan pernyataan yang tidak layak, yang menistakan dirinya sendiri. Tidak diragukan lagi, harapannya tentu saja agar orang-orang akan memeluknya sebagai rasul terhebat karena dia sangat rendah hati.

Perhatikan misalnya ini,
Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia  Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku  tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;  tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."  (1Korintus 15: 9,10)

Terlepas dari dustanya bahwa ajaran Yesus telah terpecah menjadi dua - yang artinya menyelisihi, atau menentang pernyataan Yesus dalam Matius 15:24 tadi - yaitu untuk orang Yahudi dan orang-orang non-Yahudi, faktanya ia seolah-olah memiliki hak sangat eksklusif atas orang-orang non-Yahudi, sementara keduabelas murid Yesus dianggapnya harus tetap tinggal bersama orang-orang Yahudi saja. Paulus bahkan memiliki lidah pahit untuk secara khusus merendahkan Petrus, Yakobus, dan Yohanes ketika ia meremehkan mereka di hadapan orang-orang Galatia.

"Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka  --bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu  yang lain kepadaku. Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat,  sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus,  Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru  jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; " (Galatia 2: 6,7,9)

Ini tidak lain hanyalah dusta yang arogan. Beberapa ayat kemudian, Paulus melakukan serangan murahan lagi kepada Petrus. Manakala Petrus tidak memiliki kesempatan untuk membela diri, Paulus menyombongkan diri kepada orang-orang Galatia bagaimana ia menuding Petrus sebagai orang munafik, dan bagaimana ia menempatkannya di hadapan seluruh jemaat Antiokhia.

"Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.  Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi? " (Galatia 2: 11-14)

Sebelumnya, dalam Galatia 1: 8,9, Paulus memerintah semua pengikutnya untuk "mengutuk" siapa saja yang memberitakan Injil yang berbeda dari Injilnya. Ada kecenderungan bahwa Paulus ingin orang-orang Galatia berpikir seperti itu terhadap Petrus, kalau bukan terhadap Yakobus, atau  terhadap Yohanes. Jelas bagi siapa pun yang membaca kitab Galatia bahwa Paulus menuntut gereja Galatia untuk tidak mengikuti siapa pun kecuali hanya dia, bahkan murid-murid sejati Yesus di Yerusalem sekalipun.

Di samping kesombongan Paulus yang luar biasa, kita juga dapat dengan mudah melihat bahwa Paulus sendiri sebetulnya adalah biangnya orang munafik yang mengutuk Petrus sebagai orang munafik karena menampung orang-orang bukan Yahudi, sementara dia  sendiri berada di antara orang-orang bukan Yahudi dan bertindak seperti orang Yahudi di sekitar orang Yahudi. Inilah yang dianjurkannya supaya dilakukan, sebagaimana dia memerintahkan jemaat Korintus untuk mempraktekannya.

"Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka." (1Korintus 9: 19-22)

"Karena itu, apakah kamu makan atau minum, atau apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Tuhan. Jangan tersinggung, baik kepada orang-orang Yahudi atau orang-orang Yunani atau ke gereja Allah, sama seperti aku juga menyenangkan semua orang dalam semua hal-hal , tidak mencari keuntungan saya sendiri, tetapi keuntungan banyak orang, agar mereka dapat diselamatkan. Tirulah aku, sama seperti aku juga meniru Kristus."  (1Korintus 10: 31-33)

Bandingkan dengan tuduhannya kepada Petrus dalam Galatia 2: 11-14 di atas!

Artinya, ketika Paulus berkata, "Tirulah aku, sama seperti aku juga meniru Kristus!", pengikutnya harus melakukan apa yang dia perbuat, sementara dia sendiri sama sekali tidak meniru Yesus! Adakah yang bisa membayangkan Yesus bersikap seperti bunglon dengan mengatakan sesuatu seperti "Aku telah menjadi segalanya bagi semua orang" atau "Aku menyenangkan semua orang dalam segala hal"?

Jadi, Paulus, sosok yang mengaku lebih besar dan lebih hebat daripada keduabelas murid Yesus, yang meremehkan Petrus, Yakobus, dan Yohanes dengan mengatakan bahwa mereka hanya "tampak" sebagai pilar gereja, dan bahwa mereka "tidak punya nilai tambah" baginya, sebenarnya tidak lain daripada seorang pembual besar!

Paulus yang membual tentang bagaimana dia menegur Petrus, menyebutnya sebagai orang munafik, dan secara halus mengutuk para murid Yesus dengan memprovokasi orang-orang Galatia untuk menganggap siapa pun yang yang berbeda dengannya adalah terkutuk, sebenarnya adalah manusia paling munafik di antara semua orang munafik!

Keyakinan pengikutnya bahwa kata-kata Paulus sangat sempurna sehingga orang tidak dapat melihat kesalahan di dalamnya adalah keyakinan yang membuta, alias sama gilanya dengan hayalan Paulus sendiri yang membayangkan dirinya adalah seorang rasul! Siapapun yang berperilaku sesuai dengan ajaran Paulus, mengikuti gayanya yang arogan, tentu saja mudah ditengarai sebagai orang yang amat sombong namun sekaligus bodoh luar biasa!

 Apa yang diucapkan oleh Solomo ini rasanya cukup relevans.

"Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.." (Amsal 27: 2)

Sementara itu, bandingkanlah seluruh "self-proclaim kerasulan" Paulus di atas dengan peringatan dari Yesus berikut ini:

"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga."  (Matius 24:24)

"Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang." (Matius 24:5)

Ya! Menyesatkan banyak orang dengan menggunakan nama Yesus!
Itulah Paulus!

Masih belum cukupkah bukti dari alkitab sendiri bahwa sesungguhnya Paulus adalah rasul palsu?
Jika belum, silahkan cermati pula pembuktian lainnya di sini



[Sumber: Scott Nelson | Jesus and Judaism vs Paul and Christianity]

Doktrin Tampar Menampar Sebagai Essensi Ajaran Kasih

AJARAN KASIH YANG PERLU DIKASIHANI

Sementara melalui ajaran islam, ALLAH, Tuhan semesta alam berfirman kepada setiap manusia agar tegas dan realistis dalam menyikapi siapa saja yang memusuhi, apalagi sampai melakukan tindak agresi terhadap dirinya seperti di antaranya tertulis;

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. 2:190) 

Maka entah roh dari Kudus atau mungkin juga dari Kediri, atau mungkin dari Solo yang mengilhaminya, Matius nekad menulis ajaran yang bertentangan dengan ajaran ALLAH di atas,  yang konon katanya adalah ajaran  Yesus, sebagai berikut: 
  
[Matius 5:39] Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 

Lalu, dari hasil nguping kanan-kiri, Lukas "si tukang copas kabar burung" pun mengutil tulisan Matius tsb. Dengan menambah sedikit "bumbu penyedap rasa" supaya terdengar lebih cetar membahana di telinga jemaat ketika para pendeta mereka mebacakannya di atas mimbar, iapun kemudian latah ikut-ikutan menulis dalam kitabnya begini: 

[Lukas 6: 29] Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu." 

Inilah yang selama berabad-abad digadang-gadang oleh hampir semua pengikut Paulus sebagai landasan utama AJARAN KASIH kristen yang dalam konteks serupa, mereka klaim sebagai ajaran yang jauh lebih mulia, dan dalam angan-angan mereka, tentu saja lebih  unggul dibandikangkan dengan ajaran REALISTIS Islam yang mendorong SIKAP TEGAS kepada manusia manapun yang melakukan tindak kekerasan terhadap sesamanya!

Dan hebatnya, AJARAN KASIH yang sesungguhnya sangat perlu DIKASIHANI ini "diamini dan diimani" oleh semua pengikut paulus dengan cara menukar seluruh kemampuan intelktual mereka dengan kemampuan berfikir otak dan nalar domba yang sudah tentu tidak akan pernah "gathuk" tiap kali disejajarkan dengan kemampuan bernalar manusia yang sehat jasmani dan rohaninya!   

Kenapa "Ajaran Kasih" ini saya sebut sebagai ajaran yang patut dikasihani? 
Sebab tulisan matius yang dicopas pula oleh Lukas di atas sama sekali TIDAK SESUAI dengan sikap Yesus, dan celakanya, TIDAK SEDIKITPUN MENCERMINKAN sikap Paulus!

Tidak percaya?
Mari kita "intip" dan kita "sibak" lagi rahasia doktrin kristen yang dari waktu ke waktu terus saja dijejalkan ke kepala para domba pengikut Paulus!

Yohanes mencatat suatu peristiwa di mana Yesus, anak manusia yang dipaksa menjadi tuhan oleh Paulus,  ditempeleng oleh seorang penjaga sbb:

[Yohanes 18: 22] “Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ MENAMPAR muka-Nya sambil berkata: Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?” 

Tahukah anda bagaimana sikap Yesus menerima perlakuan tsb? 
Apakah Yesus kemudian memberikan pipinya yang sebelah lagi untuk ditampar pula?

Perhatikan reaksi REALISTIS Yesus ini,

[Yohanes 18: 23] Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” 

TERNYATA Yesus PROTES KERAS! 
Ia tidak terima pipinya seenaknya saja digampar orang!  

Artinya, jika tulisan Matius yang dicopas oleh Lukas di atas memang benar ajaran Yesus, tentu saja ia akan bereaksi goblog begini:

[Yohanes 18: 23] “Jikalau kata-Ku itu salah, maka tamparlah lagi pipi-Ku yang satunya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, maka tampar lagilah pipiKu ini.” 

Jadi, AJARAN KASIH lewat cerita "tempeleng-menempeleng" ini sudah jelas NGAWUR dan BUKAN ajaran Yesus!  

Bagaimana pula versi Paulus?
Perhatikan seperti apa Lukas "si tukang copas kabar burung" menggambarkan sikap Paulus ketika mulutnya juga digampar orang!

[Kisah Para Rasul 23: 2-3] “Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus untk menampar mulut Paulus. Membalas itu Paulus berkata: ALLAH AKAN MENAMPAR ENGKAU, hai tembok yang dikapur putih-putih!”

TERBUKTI Paulus tidak menyodorkan wajahnya seraya bersikap manis dan berkata; "Dengarlah hai kalian yang baru saja menampar mulutku, Allah akan bersukacita jika kalian tampar pula wajahku ini!" 

Yang justru terjadi adalah Paulus MARAH BESAR ketika mulutnya digampar orang, bahkan sampai MEYUMPAHI Imam besar yang memberi perintah agar ada orang yang menabok mulutnya yang memang penuh dengan dusta itu!

Untuk diketahui saja, kenapa Imam besar Ananias menyuruh orang untuk menggampar mulut Paulus adalah karena sang imam MARAH BESAR ketika rasul palsu ini menggunakan namanya  sebagai saksi untuk mendukung cerita dustanya bertemu Yesus dalam Kisah Para Rasul 9 yang dikarangnya bersama Lukas! 

Nah, sampai di sini, masih percayakah kalian pada doktrin NGAWUR yang secara sangat bodoh digambarkan oleh Matius dan dicopas oleh Lukas seperti di atas?

Selamat merenungi iman sendiri!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk

[Sumber: Catatan GM]

Syahadat Nicea, Doktrin Bingung Lagi Membingungkan

DOKTRIN YANG MELAHIRKAN UMAT SESAT LAGI MENYESATKAN! 

Ketuhan Yesus ditetapkan pada konsili di Nicea tanggal 20 Mei 325M. Kaisar Romawi Constantine, menghimpun 220 uskup di Nicea tahun 325. Sebagian besar mereka berasal dari Gereja bagian Timur yang mendukung Athanasius. 

Kosili memutuskan mengutuk paham tauhid Arius dan mengumumkan kredo (creed) anti Arian yang dikenal dengan nama "the Creed of Nicea"

Dalam konsili inilah diterbitkan S.K. Ketuhan Yesus dan sejak saat itu Yesus diresmikan sebagai Tuhan, malah sekaligus ditetapkan sebagai Tuhan yang sesungguhnya (true God), 300 tahun setelah Yesus tiada. Dalam konsili inilah Kaisar Romawi menetapkan bahwa Yesus satu zat dengan Allah (Homoousios).

"He (Jesus) is God from God, Light from Light and true God from true God" 

(Dia [Yesus] adalah Tuhan yang berasal dari Tuhan, Cahaya yang berasal dari Cahaya, dan Tuhan Sesungguhnya yang berasal dari Tuhan yang sesungguhnya)

Sejak saat itulah Tuhan menjadi dua yakni Tuhan Allah dan Tuhan Yesus yang harus dipercayai bahwa keduanya bersatu padu dalam satu zat (homoousios) sebagaimana yang diputuskan oleh Kaisar Romawi. 

Apakah ada ketetapan resmi untuk menyembah Yesus sebelum abad ke IV? Belum ada! Dalam kitab "Shepherd of Hermes" nama Yesus sama sekali tidak disebut-sebut.

"First of all belive that God is one, who has made all thing, bringing them out of nothing into being". 

(Pertama-tama percayalah bahwa Tuhan itu Esa, yang menciptakan segala makhluk, dari tidak ada menjadi ada) 

Selanjutnya dalam Apostle Creed yang menurut Gereja diperkirakan ditulis oleh para rasul pada akhir abad ke II, ada menyebut nama Yesus, tetapi bukan sebagai Tuhan yang disembah.

"And in Jesus Christ, his onl y Son, our Lord..." 

(Dan di dalam Yesus Kristus, anaknya yang tunggal, tuan kita)

Kredo ini telah mengalami beberapa kali tambahan dan perubahan sepanjang abad ke IV dan ke-V untuk disesuaikan dengan perkembangan ajaran kristen. Kesulitan apakah yang dihadapi Gereja sehingga dibutuhkan waktu sekian ratus tahun untuk mengangkat status Yesus dari sekedar Nabi menjadi "Tuhan penguasa alam semesta"?

Pertama, di abad pertama perkembangan agama Kristen, persoalan yang cukup berat muncul di permukaan. Bagaimana caranya agar Tuhan Filsafat Yunani yang Mulia, dan sempurna, dapat menyelamatkan manusia yang berdosa dan tidak sempurna. Untuk mengatasi hal ini, logos filsafat Yunani digunakan sebagai perantara Tuhan dan manusia. Beberapa ahli pikir Yunani yang memeluk agama kristen memandang Yesus sebagai Logos filsafat Yunani (Frost, 1989). "Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita..." (Yohanes 1:14)

"... Kristus Yesus yanq walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, itu sebaqai milik yanq harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seoranq hamba dan menjadi sama denqan manusia" (Filipi 2:5-7) Tetapi karena Logos bukan Tuhan sehingga otomatis Yesus pun bukan Tuhan.

Ketika Gereja mulai berusaha mengangkat status Yesus menjadi Tuhan, problem lain tampil ke permukaan. Bagaimana caranya mengangkat status Logos yang lebih rendah dari Tuhan ini menjadi setara dengan Tuhan? Untuk mengatasi hal ini, Gereja memperkenalkan ide Logos (Firman) adalah Tuhan Allah. 

"Pada mulanya adalah Firman Logos Firman Logos itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman Logos itu adalah (dari) Allah. la Logos pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia Logos dan tanpa Dia (Logos) tidak ada sesuatu pun yanq telah jadi dari seqala yanq telah dijadiakan" (Yohanes 1:1-3) 

Paham penyembah berhala ini digunakan sebagai senjata pamungkas oleh para penginjil (termasuk Hamran Ambrie) untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan dengan menempatkan Yesus sebagai Logos penyembah berahala. 

Dengan demikian, tuhan Allah (yang "katanya" adalah Logos) yang berada di sorga sudah turun ke bumi mengambil bentuk manusia dalam diri Yesus. Dalam buku "Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal", hal 94, 

Hamran Ambrie mengatakan: 
"Dulu wahyu melalui mimpi etc. disebut Firman, tetapi kemudian (setelah ajaran Kristen dicemari filsafat Yunani), Firman itu sendiri menjadi daging kehiduopan melalui kelahiran seorang manusia Maria, maka penyebutan firman itu pun berubah menjadi "Anak Allah". 

Catatan: tambahan dalam kurung dimaksudnya untuk memperjelas. Konsep penyembahan berhala sudah ranum ini, akhirnya tersaji dalam SK Ketuhanan Yesus yang disponsori bersama oleh Kaisar Romawi, Constantine dan para pemimpin Gereja pada Konsili di Nicea 20 Mei 325 M.

Dapatkah kita menganggap the Creed of Nicea sebagai formulasi dan definisi Trinitas?

Tidak! 
Karena Konsili tidak pernah menganggap Roh Kudus sebagai Tuhan atau sesuatu yang harus disembah. Dalam konsili tersebut tidak pernah dibahas tentang Roh Kudus. Nanti belakangan, Gereja kemudian menambahkan kalimat tentang Roh Kudus dalam kredo tersebut (Karen Armstrong 1993). "And in the holy Spirit" (Dan dalam Roh Kudus).

Lalu siapa yang pertama memberikan perhatian serius terhadap status Roh Kodus? 

Athanasius! 
Sampai dengan pertengahan abad ke IV perhatian Gereja dicurahkan pada bagaimana bentuk dan corak hubungan antara Bapa (Tuhan) dan Anak (Yesus). Kalimat yang baru ditambahkan dalam Kredo: dan dalam Roh Kudus, memperlihatkan betapa kecilnya perhatian yang diberikan terhadap status Roh Kudus. Dalam tulisannya "Oration Aqainst the Arians 2:24, 33", athanasius mempromosikan ketuhanan Yesus tanpa menyinggung-nyinggung Roh Kudus. Selanjutnya pada suratnya kepada Serapion berubahlah dia berbicara tentang status Roh Kudus.

S.K. untuk menyembah Roh Kudus di tetapkan? 

Pada Konsili di Konstantinople yang didelenggarakan dari bulan Mei s/d Juli 381M. Konsili ini dapat dikatakan Konsili para pemimpin Capadocian yang mendukung Trinitas. Gregory dari Nazianzus (329-389M), yang merupakan tokoh Capadocian memperkenalkan formula Trinitas dalam bukunya "Five Theological Oration", hal. 39:

"Godhead is one in three and the three are one.... " 

(Kesatuan Tuhan itu adalah satu dalam tiga dan ketiganya adalah satu) 

Dia memainkan peranan penting dalam menggolkan ajaran Trinitas dalam konsili. Kaisar Theodorius yang merupakan pendukung Ketuhanan Yesus ingin sekaligus menghabisi paham Tauhid Arius. Dalam konsili inilah untuk pertama kali dinyatakan bahwa Roh Kudus harus disembah. 

"And in the Holy Spirit, the Lord and life giver, who proceeds from the Father. Toqether with the Father and the son he is worshipped and glorified". 

(Dan dalam Roh Kudus, Tuan dan pemberi hidup, yang datang dari bapa. Bersama dengan Bapa dan Anak dia disembah dan dimuliakan).

Jadi, apakah Konsili di Constantinople memutuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan? 

Tidak! 
Walaupun dalam Konsili ini Roh Kudus dinyatakan sebagai obyek yang disembah, tetapi belum dinyatakan sebagai Tuhan.

Konsili ini juga dihadiri oleh 36 Uskup Macedonia yang menentang keras segala bentuk penyenbahan terhadap Roh Kudus. Mereka berpendirian bahwa Roh Kudus hanyalah makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu dia bukan Tuhan, sehingga tidak perlu disembah. Namun karena para uskup Capadocia jumlahnya lebih banyak sehingga para uskup Macedonia kalah. Dalam penentuan apakah Roh Kudus adalah Tuhan atau tidak, bantahan mereka masih didengar. Namun ketika para uskup Capadocia ngotot untuk menyembah Roh Kudus, akhirnya para uskup Macedonia menyerah dan meninggalkan ruangan konsili (walk out). 

Lalu kapan ide lengkap tentang Trinitas pertama kali dijelaskan oleh Athanasius?

Antara tahun 359-360M ketika Athanasius didesak untuk menghadapi kelompok Tropici dari Mesir yang mengajarkan bahwa Roh Kudus hanya sekedar makhluk yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Uskup mereka, Serapion, yang tidak mampu menghadapi mereka meminta tolong pada Athanasius. Dalam suratnya "Letter to Serapion", Atahnasius untuk pertama kalinya menjelaskan secara detail tentang Teologi Trinitas.

Apakah Athanasian Creed merupakan formulasi yang ditampilkan oleh Athanasius kepada Serapion? 

Tidak! 
Athanasian Creed bukanlah sebuah kredo dan juga tidak ditulis oleh Athanasius. Gereja yang tidak tahu siapa penulis Athanasian Creed, menganggapnya di tulis oleh Athanasius hanya karena dia dianggap sebagai pencipta ajaran Trinitas.

Athanasian Creed yang diperkirakan ditulis pada abad ke VI menetapkan sesuatu yang dapat dianggap sebagai formulasi dan fefinisi akhir dari Trinitas. Ketetapan penting yang tercantum dalam Kredo ini adalah diumumkannya S.K. Ketuhanan Roh Kudus.

"Thus the Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God. Yet there are not three God but only one God". 

(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan tetapi hanya satu Tuhan.) 

Yesus sama sekali tidak dapat menerima mereka yang menyembahnya, dengan mengikuti ajaran penyembah berhala yang di ajarkan manusia (Plato dan Zeno). Sementara Yesus sendiri mengajarkan pada umat Israel untuk hanya menyembah Allah.

"Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaku. Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan a jaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Matius 15:8-9) 

Berbagai kredo yang dihasilkan oleh konsili bukan merupakan penjelasan atau konfirmasi dari Allah atau Yesus tentang siapa Tuhan sebenarnya, melainkan sekedar pertarungan antar pendapat yang selalu dimenangkan oleh kelompok yang didukung Kaisar. Hal ini dijelaskan oleh Uskup John Shelby Spong dalam bukunya: Why Christian must Change or Die, 1998, hal 18.

"The purpose of every written creed historically was not to clari f y the truth o f God. It was, rather, to rule out some contending point o f view." 

(Tujuan dari setiap kredo (yang dihasilkan di setiap konsili) bukan untuk menjelaskan siapa sesungguhnya Tuhan, tetapi sekedar untuk menyingkirkan pendapat yang tidak sejalan (dengan yang dianut Kerajaan dan Gereja) 

Oleh karena itu Yesus tidak punya urusan dengan ajaran maupun definisi Trinitas sebagaimana yang dianut oleh umat Kristiani saat ini. Yesus tidak pernah mengajarkan Trinitas kepada murid-muridnya, apalagi bermimpi bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas. Hal ini ditegaskan oleh A.N.Wilson dalam bukunya Jesus A Live, 1992, hal XIV:

"I had to admin that I found it impossible to believe that a f irst century Galilean holy man (Jesus) had at any time of his life believed himself to be the Second Person of the Trinity. " 

(Saya harus mengakui bahwa memang musthahil untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galilea di abad ke-I (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas) 

Gerejalah yang menciptakan Matius 28:19 dan menyuapkannya kepada Yesus untuk diucapkan. "Karena itu pergilah, jadikanlah senua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus".

Apa yang diajarkan oleh Yesus adalah tauhid (Ke-Esa-an Allah). Filsafat Platonis dan Stoic yang diajarkan Plato (?-347 SM) dan Zeno (?-263 SM) tentang Logos menjadi jembatan untuk mempertuhankan Yesus menuju konsep Trinitas yang dinanti-nantikan para penyembah berhala untuk dikawinkan dengan ajaran Kristen. Ajaran tiga Tuhan dalam satu yang dianut para penyembah berhala inilah yang menginspirasi para pemimpin Gereja unutk mengembangkan ajaran tersebut dalam Kristen. Upaya para pemimpin Gereja yang saat itu dikenal dengan golongan Apologis untuk mengawinkan ajaran filsafat Yunani dengan ajaran Kristen dijelaskan oleh Paul Tilich dalam bukunya A History of Christian Thought sebagai berikut:

"The Apologist arose to attempt a joining of Christianity dan Greek thought" 

(Para pemimpin Gereja yang umumnya Aplogis - mereka yang ingin mengawinkan filsafat Yunani dengan ajaran Kristen) bangkit untuk mencoba mengawinkan ajaran Kristen dengan filsafat Yunani) 

Di satu pihak umat Kristen memiliki Yesus yang diambil dari Yahudi, sememtara dipihak lain, para pengikut ajaran Platonis dan Stoic memiliki Logos yang diambil dari Plato (?-347 SM) dan zeno (?-263 SM). Hasil akhir dari perpaduan keduanaya yang diterima oleh umat Krsistiani adalah Logos Yesus. Yesus bukan lagi sekedar seorang Nabi Isa untuk bani Israel, tetapi sudah berubah menjadi Yesus baru yang penuh dengan embel-embel Platonis dan Stoic- Yesus Kristus anak Allah, perantara antara Tuhan dan manusia, Tuhan dan juru selamat.

Athanasius kemudian menambahkan satu Tuhan lagi yakni Roh Kudus untuk melengkapi Ketuhanan Kristen menjadi Tiga dalam Satu (Trinitas), persis seperti ajaran Ketuhanan Agama Mesir, dimana Athanasius berdomisili. Pengaruh agama Mesir terhadap Kristen dijelaskan oleh Cave sebagai berikut: 

"The Trinity was a major preoccupation of Egytian theologians.... Three gods are combined and treated as single being, addressed in the singular. In this way the spiritual force of Egyptian religion shows a direct link with Christian theology" 

(Trinitas merupakan paham utama para penganut agama Mesir.... Tiga Tuhan bersatu dan diperlakukan sebagai satu, yang disebut esa. Dalam hal ini nampak kekuatan spiritual agama Mesir yang langsung mempengaruhi agama Kristen)

Apa saja yang ditetapkan oleh Kaisar Romawi dan para pemimpin Gereja dianggap benar, sah dan berlaku untuk umat pada saat itu. Kebenaran dalam Kristen berubah dari satu konsili ke konsili lainnya. Kebenaran sangat tergantung kepada golongan mana yang mayoritas dalam konsili, atau golongan mana yang didukung oleh Kaisar Romawi. 

Oleh karena itu, kutuk mengutuk dalam setiap konsili merupakan hal yang lumrah. Ignatius dalam suratnya kepada orang-orang Smyrna mengatakan: 

"Where the bishop is, there the congregation should be Prophets who appear may be riqht or wrong, but the bishop is right, because the bishop were the representative of the true doctrine" 

(Apa saja pendapat sikap uskup, jemaat harus mengikutinya. Para Nabi boleh benar atau salah, tetapi uskup selalu benar, karena uskup adalah yang mewakili ajaran yang benar)

Keputusan-keputusan Gereja yang di luar ajaran Yesus dilindungi oleh hukum keimanan (regulafidei). Apa yang sudah diyakini dan diucapkan oleh pemimpin Gereja menjadi hokum yang mutlak berlaku, walaupun tidak ada dasarnya atau tidak sejalan dengan Alkitab. Alhasil ajaran Trinitas tumbuh subur dan berkembang dari satu konsili ke konsili lainnya, bukan karan ajaran Trinitas merupakan ajaran yang dipetik dari ajaran murni Yesus, tetapi karena kaisar Romawi mendukung ajaran ini menjadi ajaran resmi kerajaan.

Mereka hidup siang malam dengan Yesus. Saudara-saudaranya, ibunya, familinya melihat Yesus lahir dan tumbuh sebagai seorang bayi. Dalam kenyataan seperti itu, mereka tentu tidak mungkin membayangkan bahwa yang menangis dalam ayunan atau basah guritanya adalah Tuhan yang pernah berpartisipasi dalam penciptaan jagat raya atau penguasa alam semesta. Begitu pula murid-murid seta para pengikutnya. Mereka melihat Yesus sebagai seorang Rabi (guru) mengajarkan Taurat dan berkhotbah di rumah ibadat setiap hari sabtu. Dari berbagai sumber yang dapat diperolah, tidak satu pun pertanda bahwa Yesus pernah disembah sebagai Tuhan di Rumah Ibadat. Murid dan pengikutnya mengenal dirinya sebagai pemimpin mereka, sebagai tuan mereka, malah sebagai nabi, tetapi sama sekali mereka tidak akan pernah menganggap bahwa yang naik berkhotbah di mimbar adalah "Tuhan penguasa alam semesta."

"Dan mereka berusaha menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada oranq banyak karena orang banyak itu menganggap dia nabi". (Matius 21:46) 

Yesus telah mengajarkan syahadah sebagai pegangan bagi murid-murid dan pengikutnya agar tidak tercampak ke neraka. 

"Inilah hidup yang kekal itu (masuk sorga), yaitu bahwa mereka menqenal Engkau (Allah) satu-satunya Tuhan yang benar. Dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus". (Yohanes 17:3)

Benarkah Yesus bukan Tuhan? 

Ya, benar!
1. Yesus mengajari umatnya agar hanya menyembah Allah. Dia tidak pernah memerintahkan murid-muridnya untuk menyembah dirinya dengan alasan bahwa Allah berada di dalam dirinya. "Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti" (Matius 4:10) " Karena itu berdoalah demikian:'Bapa kami yang di sorga"'(Matius 6:9) 

2. Yesus adalah guru Yahudi yang mengajarkan Taurat untuk hanya menyembah Tuhan Allah. "Denqarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa".(Markus 12:29) Kata "Tuhan itu Esa" berarti Tuhan tidak ada dalam diri Yesus. Andaikata Tuhan itu adalah dirinya, atau ada dalam dirinya, maka dengan tegas beliau akan mengatakan "Tuhan ini" sambil menunjuk dirinya.

3. Ketika Yesus akan ditangkap di taman Getsemani semua muridnya lari meninggalkan beliau. "Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Markus 14:50)

Coba bayangkan! Ketika "Tuhan" dalam keadaan genting, mereka justru lari tunggang langgang meninggalkan dia. Kepada siapa murid-muridnya mencari perlingdungan? Kepada setan? Bukankah yang mereka tinggalkan adalah Tuhan? Padahal "katanya" segala kuasa di sorga dan di bumi telah diserahkan oleh Tuhan Allah kepada "Tuhan" Yesus? (Matius 28:18)

Jika memang murid-murid Yesus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta, dimana segala kuasa disorga dan di bumi sudah diberikan kepada beliau, untuk apa mereka lari? Ini ikut membuktikan bahwa Matius 28:18 adalah ayat palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Yesus. 

Di sinilah akal sehat yang dianugrahkan Allah perlu digunkan untuk menyaring mana yang masuk akal, mana yang tidak. Jika Tuhan berkehendak, cukup sekali tiup saja, tentara Romawi sudah pasti akan berterbangan seperti potongan kertas dihempas badai!

Tetapi tidak! Mereka menyadari bahwa Yesus adalah pemimpin mereka. Namun mereka tidak pernah menganggap Yesus sebagai Tuhan yang mereka sembah. Buktinya dalam keadaan kepepet, mereka lebih memilih menyelamatkan diri masing-masing dan membiarkan "Tuhan" mereka ditangkap dan dihukum salib oleh tentara Romawi!

Sekarang, perhatikan ini:

Syahadat Nicea: 

Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem 
Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, 

factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium. 
Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan 

Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum, 
Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, 

Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine, 
Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang. 

Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri 
Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa 

per quem omnia facta sunt. 
segala sesuatu dijadikan olehnya. 

Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis. 
Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. 

Et incarnatus est de Spiritu Sancto 
dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus 

ex Maria virgine et homo factus est. 
dari Perawan Maria dan menjadi manusia. 

Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato, 
Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus 

passus et sepultus est. 
Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan. 

Et resurrexit tertia die secundum Scripturas. 
Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. 

et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris. 
Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa 

Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos, 
Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; 

cuius regni non erit finis. 
KerajaanNya takkan berakhir. 

Et in Spiritum Sanctum, Dominum et vivificantem, 
Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; 

qui ex Patre (Filioque)* procedit. 
Ia berasal dari Bapa (dan Putra)* 

Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur: 
Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan. 

qui locutus est per prophetas. 
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi 

Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam. 
Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katholik* dan apostolik. 

Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum. 
Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. 

Et expecto resurrectionem mortuorum, 
Aku menantikan kebangkitan orang mati, 

et vitam venturi saeculi. Amen. 
dan kehidupan di akhirat. Amin. 

Sungguh ribet dan membingungkan bukan?


[Sumber: Bigaku​ | Kompasiana​]