Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kompilasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompilasi. Tampilkan semua postingan

Surat Para Rasul (Epistel)


Epistola (bahasa Inggris: epistle; bahasa Yunani: ἐπιστολήtranslit. epistolē) atau surat adalah suatu tulisan yang ditujukan atau dikirimkan kepada seseorang atau sekelompok orang, biasanya berupa surat didaktik yang elegan dan formal. Genre epistola untuk penulisan surat sudah umum pada zaman Mesir Kuno sebagai bagian kurikulum latihan menulis pada sekolah jurutulis. Surat-surat pada Perjanjian Baru yang ditulis oleh para rasul bagi jemaat Kristen mula-mula biasanya disebut "epistola".

Sedangkan yang ditulis oleh Paulus dikelompokkan sebagai surat-surat Paulus, sedangkan sisanya dikelompokkan sebagai surat-surat umum.

Lalu, apa yang perlu kita ketahui tentang surat-surat para rasul ini?
Simak yang berikut ini.

Surat Para Rasul (Epistel)

Yesus Kristus Rasul Allah



Ini cerita lama, bahkan lama banget, yakni dari masa-masa sekitar 10 tahun lalu, saat saya termasuk yang dianjurkan oleh salahseorang apologist sepuh Muslim -- yang juga menjadi satu dari sekian guru Kristologi GM -- berinisial Id Amor untuk memasukkan beberapa situs kristologi asuhan netter Muslim ke dalam daftar bacaan wajib guna dijadikan rujukan untuk menjawab atau sekedar menanggapi berbagai bentuk plesetan dan fitnah misionaris Kristen terhadap Islam. 

Salahsatu yang direkomendasikan adalah tulisan Ust. Abu Rifkah di media.isnet.org yang memuat serangkaian jawaban untuk publikasi ngawur Pdt. Suradi Ben Abraham di buletin Gereja Nehemia yang sempat bikin heboh beberapa kalangan Islam pada kisaran tahun 2000 - 2010  seperti antara lain diberitakan juga oleh Majalah Gatra dan dapat dilihat arsipnya di sini dan di sini.

Tulisan Ust. Abu Rifkah dimaksud adalah jawaban untuk sejumlah klaim Kristen tentang Ketuhanan Isa Almasih berdasarkan dalil-dalil Al-Quran, Hadits, dan Alkitab yang sebenarnya sudah terjawab tuntas.

Namun belakangan ini tulisan-tulisan ngawur semodel produk Pdt. Suradi Ben Abraham tadi, tampaknya didaur ulang oleh "pemain baru" dan muncul lagi dalam versi baru di beberapa situs web Kristen berkedok Islam seperti misalnya Isa dan Islam, Isa dan Quran, Isa dan Alfatiha, dan situs-situs serupa lainnya.

Senada dengan arsip GM di sini, berikut adalah arsip jawaban untuk klaim CENDOL BASI misionaris Kristen perihal KETUHANAN ISA ALMASIH MENURUT AL-QURAN, HADITS, DAN ALKITAB berbasis arsip lama tulisan Ust. Abu Rifkah yang sudah "diremajakan" untuk menjawab publikasi daur ulang situs-situs web di atas, sekaligus menjawab pula antusiasme debater Kristen pemula yang mengira sederet isu "menggelikan" yang dipublikasi oleh situs-situs web di atas  merupakan topik-topik dahsyat yang tak terbantahkan.

Semoga berguna!
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!

Yesus Kristus adalah Isa Almasih Sang Nabi

Yesus Kristus, Tuhan Bermasalah

Menurut doktrin Krsiten yang sepenuhnya diimani oleh umat Kristen Trinitarian, Yesus adalah salahsatu dari tiga oknum Tuhan Tritunggal. Bahkan dalam banyak situasi diposisikan sedemikian rupa sebagai Tuhan Yang Mahaesa atau Tuhan yang satu menggantikan kedudukan dua oknum Tuhan Tritunggal lainnya, yaitu Bapa dan Roh Kudus!

Tapi apakah memang benar Yesus adalah Tuhan?
Berikut beberapa catatan yang menyoroti doktrin ketuhanan Yesus dari perspektif para pemerhati di luar lingkar doktrin Kristen.

Problematika Biblika

Islam Bertanya

Ketika kita bicara tentang judul di atas ini, terutama bila merujuk pada apa yang selama ini diperoleh oleh kebanyakan netter Muslim dari para netter Kristen di forum-forum dialog lintas iman Islam-Kristen, maka boleh dibilang hampir seluruh pertanyaan menyangkut iman dan doktrin-doktrin pokok Kristen yang diajukan, pada umumnya tidak pernah terjawab dengan tegas, lugas, apalagi tuntas!

Artinya, sekalipun mereka klaim "sudah dijawab" tapi pada umumnya jawaban yang diberikan adalah jawaban "ngambang", tidak jelas, alias ngarang bebas berdasar asumsi masing-masing saja. Sangat jarang kita temui ada satu atau dua dari seabreg-abreg pejuang misi kristen Indonesia ini yang mampu menanggapi pertanyaan-pertanyaan serius tentang iman Kristren dengan dalil-dalil alkitab yang terang dan tak terbantahkan. Bahkan bukan cerita baru bahwa satu pertanyaan yang sama, misalnya, bila dijawab oleh 10 netter kristen, maka probabilitasnya hampir 100% akan dijawab dengan 10 model jawaban yang berbeda pula!

Tahukah anda kenapa bisa terjadi demikian?
Karena doktrin-doktrin keimanan dalam Kristen tidak memiliki standar baku, dan karenanya pemahaman jemaat atas isu-isu penting dalam iman Kristennya sangat tergantung pada bagaimana interpretasi dari para petinggi gerejanya saja.

Cara pandang umat Katolik atas suatu masalah bisa sangat berbeda dengan cara pandang umat lain yang juga mengaku sebagai Kristen tapi mendaulat diri mereka sebagai kelompok reformis yang dewasa ini sudah melahirkan ribuan denominasi dalam kekristenan yang masing-masing merasa paling benar dan tidak ragu-ragu pula untuk saling membidatkan antara satu sama lain!

Sebaliknya, apa yang didapat oleh netter Kristen dari netter Islam tiap kali mempersoalkan masalah-masalah dalam Islam -- terlepas berapa banyakpun yang ikut menjawab -- umumnya adalah jawaban yang stereotype, alias sama, karena sejak "pada mulanya", segala sesuatu menyangkut akidah dan iman dalam ajaran Islam sudah ada panduan standarnya. Inilah salahsatu fakta paling mencolok yang membedakan Islam dengan Kristen.

Berikut adalah sebagian dari arsip urusan "tanya-jawab" ini dengan catatan, bahwa Islam Bertanya di sini tidak secara "letterlijk" dimaksudkan sebagai sederet daftar pertanyaan tentang ini-itunya Kristen yang diakhiri dengan tanda baca tanya (?), melainkan perspektif Islam terhadap isu-isu penting dalam iman Kristen yang memerlukan tanggapan dan jawaban dari Kristen.

Islam Bertanya

Kontroversi Kristus dan Almasih


Kontroversi Kristus dan Almasih

Eskatologi Kristen menurut Alkitab, Al-Quran, dan Hadits


Kita sudah sama-sama baca penjelasan ringkas tentang Eskatologi Kristen berdasarkan doktrin Kristen di sini. Sepintas - atau jika ditelusuri berdasarkan ayat-ayat hasil imajinasi Paulus yang menerapkan ilmu cocokologi terhadap tulisan Nabi Yesaya dan Nabi Daniel yang mendasarinya - rasanya semua terdengar indah dan sangat menenangkan karena ada janji keselamatan kekal yang seakan-akan sudah pasti, dan hebatnya; dipersiapkan oleh Yesus hanya untuk umat Kristen saja.

Dari penjelasan itu pula kita tahu bahwa esensi Eskatologi Kristen sepenuhnya berpusat pada kedatangan "Tuhan Yesus" ke bumi untuk kedua kalinya, saat mana Yesus akan "menghakimi orang-orang tidak percaya" dan mengirim mereka ke Neraka, sementara untuk umat Kristen - dengan mendompleng keyakinan umat Yahudi dan atas nama Yesus - tanpa merinci lebih detil tentang bagaimana proses "berakhirnya keberadaan dunia yang fana ini", Paulus menjanjikan dunia baru dan Jerusalem Baru sebagai sorga bagi semua pengikutya.

Tapi bagaimana yang sesungguhnya akan terjadi bukan menurut angan-angan Paulus melainkan menurut Allah, Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhannya Yesus?

Yang pertama perlu kita garisbawahi di sini adalah keyakinan mayoritas pengikut Paulus yang percaya bahwa "Tuhan Yesus" akan turun ke bumi ... dan ... bla .. bla .. bla. Padahal kitab mereka sendiri sangat jelas mencatat bahwa pada waktunya nanti (jika memang benar akan terjadi sesuai versi Kristen) Yesus akan turun ke bumi bukan sebagai Tuhan, melainkan tetap sebagai anak manusia sebagaimana yang selalu ditegaskannya tiap kali berbicara tentang dirinya!

MATIUS
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 

24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang  di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Dalam konteks yang sangat berbeda, kembalinya Yesus ke bumi sebagai anak manusia ini dibenarkan oleh Allah melalui firman-Nya;

وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
"Sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah (petunjuk)-Ku. Ini adalah jalan yang lurus." (QS. Az-Zuhruf: 61)

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ
"Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka." (QS. An-Nisa: 159)
Menjelaskan perihal ini Rasulullah SAW bersabda;

"Demi Allah yang jiwaku berada di genggaman-Nya, Ibnu Maryam akan turun di tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta akan melimpah ruah sehingga tidak seorang pun menerimanya (karena tidak ada lagi yang miskin), sampai-sampai satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya." Selanjutnya Abu Hurairah berkata, "Kalau kalian mau, bacalah firman Allah, "Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." [HR Bukhari dan Muslim]

"(Dalam situasi seperti itu), Allah mengutus Isa bin Maryam. Dia turun di Menara Putih sebelah timur Kota Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup za'faraan sambil berpegangan pada sayap dua orang malaikat. Jika dia menganggukkan kepalanya, ada air yang menetes. Dan jika dia mengangkat kepalanya, ada bola-bola air bening seperti permata menggelinding turun. Setiap orang kafir yang mencium bau napasnya pasti mati. Dan napasnya mencapai jarak sejauh pandang matanya. Lalu dia memburu Dajjal hingga akhirnya dia menemukannya di Bab Lud. Di sana dia membunuhnya. Lalu Isa bin Maryam mendatangi sekelompok kaum yang telah dilindungi Allah. Lalu dia mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." [HR Muslim]

"Antara aku dan dia (Isa) tidak ada nabi. Dan dia akan turun. Jika kalian melihatnya, ketahuilah. Dia seorang lelaki yang postur tubuhnya sedang, warna kulitnya antara kemerah-merahan dan keputih-putihan, kepalanya seperti meneteskan air padahal tidak tersentuh air. Dia akan memerangi manusia dalam membela Islam. Dia mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Pada zamannya, Allah memusnahkan seluruh agama kecuali agama Islam, dan Dia membinasakan al-Masiih ad-Dajjal. Dia hidup di bumi selama empat puluh tahun, lalu meninggal dan dishalati kaum muslimin." [HR Abu Dawud, Hakim dan Ibnu Khuzaimah]

Ayat-ayat Alkitab, Al-Quran, dan Hadits di atas sudah cukup menjelaskan bahwa:

  1. Yesus bukan Tuhan, dan menurut pengakuannya sendiri, ia hanya seorang anak manusia.
  2. Yesus kembali ke bumi sebelum terjadinya kiamat sebagai salahsatu tanda akan segera berakhirnya semua bentuk kehidupan di seluruh jagad raya ini. Ia akan hidup di bumi selama beberapa tahun sebelum akhirnya wafat secara wajar dan dimakamkan di bumi sebagaimana lazimnya semua anak manusia.
  3. Kedatangannya kembali ke bumi adalah untuk menuntaskan seluruh tugas-tugas kenabiannya yang belum selesai. Di antaranya membuktikan keislamannya, menghancurkan seluruh atribut dan simbol-simbol kekristenan, membela umat Islam melawan Dajjal Almasih serta memulai masa-masa kemakmuran penuh keimanan sampai tiba saatnya kiamat terjadi. 
  4. Sebelum wafat, Yesus akan menjadi pemimpin umat yang adil.
  5. Pada hari penghakiman, saat mana seluruh umat manusia - termasuk Yesus - akan dibangkitkan oleh Allah dari kematian untuk menghadapi pengadilan Allah, Yesus akan menjadi "saksi memberatkan" bagi orang-orang kafir yang semasa hidupnya mendzalimi diri sendiri, khususnya mereka yang durhaka kepada Allah dengan cara menuhankan Yesus.

Lalu, bagaimanakah sebenarnya kiamat itu?
Berikut penjelasan tentang kiamat berdasarkan firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Kahfi:


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
“Dan (Ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (QS. Al-Kahfi: 47)

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ
“Dan (Ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung”

Dengan ayat ini Allah Ta’ala memberitahukan peristiwa besar, tentang dahsyat dan mengerikan hari kiamat. “Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang. Dan gunung benar-benar berjalan.” (QS. At-Thur: 9-10). “Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al-Qari’ah: 5), tercabut dari tempatnya sehingga dunia menjadi datar.

وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً
“dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar”

Artinya tidak ada tempat rendah dan tidak ada tempat tinggi. “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, Maka Katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya. Maka dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali. Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.” (QS. Thaha: 105-107), tak ada tempat untuk bersembunyi. Mujahid dan Qatadah berkata: “tidak ada bebatuan dan tidak ada lubang.” Qatadah juga berkata: “Tak ada bangunan dan juga tak ada pohon.”

وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
“dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka”

Yaitu Kami kumpulkan seluruh manusia, dari yang kecil sampai yang besar, dan tidak satupun yang Kami tinggalkan. Sebagaimana dalam (QS. Al-Waqi’ah: 49-50) Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, Benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” Dan dalam surat Hud ayat 103 “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).”

وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا
“Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada kami, sebagaimana kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian.” (QS. Al-Kahfi: 48)

وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا
“Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris.”

Firman Allah ini bermakna bahwa semua manusia berdiri menghadap Allah dalam satu barisan. “Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (QS. An-Naba’: 38). Bisa juga berarti bahwa semua manusia menghadap Allah dengan membetuk berisan-barisan, seperti disebutkan dalam (QS. Al-Fajr: 22) “Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.”

لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ
“Sesungguhnya kamu datang kepada kami, sebagaimana kami menciptakan kamu pada kali yang pertama.”

Inilah teguran dan kecaman bagi orang-orang yang mengingkari datangnya hari kiamat, yang menyangka bahwa kiamat tidak akan terjadi. بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا  (“bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu [memenuhi] perjanjian.”)

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. (QS. Al-Kahfi: 49)

وَوُضِعَ الْكِتَابُ
“Dan diletakkanlah kitab,”

Yaitu kitab catatan amal yang tercantum di dalamnya seluruh amal, baik amalan kecil maupun besar. Tidak ada sekecil apapun sebuah amal melainkan tercatat di dalamnya.

فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ
”kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya,”

Bahwa orang-orang yang bersalah itu merasakan ketakutan terhadap isi catatan dalam kitab mereka.

وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا
“dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;”

Tidak ada dosa besar kecil kecuali semua itu termaktub dengan detil dan teliti di dalam kitab catatan amal.
وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا
“dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis)”

Tercatat dalam catatan amal itu segala kebaikan dan kejelekan. “Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang Telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.” (QS. Al-Qiyamah: 13). “Pada hari dinampakkan segala rahasia,” (QS. Ath-Thariq: 9). Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap pengkhianat akan memiliki panji tersendiri pada hari kiamat, yang dengan panji itu dia akan dikenal.”

وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
“dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang pun”

Artinya bahwa Allah memutuskan perkara di antara hamba-hambaNya dan tidak mendzalimi seorangpun dalam putusanNya. Dia memaafkan, mengampuni, merahmati, dan Dia juga memberikan siksa kepada siapa yang Dia kehendaki dengan keadilanNya. Dia mengisi neraka dengan orang-orang kafir dan pelaku maksiat, kemudian Dia menyelamatkan (mengeluarkan) pelaku maksiat (dari neraka) dan mengekalkan orang-orang kafir di dalamnya. Dialah Yang Maha Adil, tidak melampaui batas, dan tidak menganiaya. 

Dalam firmanNya yang lain; “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (an-Nisa’: 40) dan juga “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47). 

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat (sedang mereka dalam keadaan) telanjang lagi tidak berkhitan, serta hanya membawa dua hal… yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruk.” 

Bahkan diriwayatkan dari ‘Utsman bin Affan: “Dan dengan keadilanNya, Hewan tidak bertandukpun akan mengqishash hewan bertanduk. (yang dahulu di dunia pernah menyakiti hewan lain dengan tanduknya)” Dalam al-An’am: 38 disebutkan “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”


[Gus Mendem | Sumber: Al-Mishbahul Munir fi Tahdzibi Tafsir Ibnu Katsir | Asy-Syaikh Shofiyurrohan Al-Mubarokfuri]

Dari penjelasan singkat di atas, kita diberitahu oleh Allah bahwa pada waktunya nanti kiamat akan mengahancurkan jagad raya ini berikut seluruh isinya, sehingga tidak akan ada lagi yang tersisa. Selanjutnya seluruh makhluk ciptaan Allah akan hidup di alam akhirat untuk selama-lamanya di salahsatu tempat yang menjadi pilihannya semasa hidup di dunia; yaitu Sorga atau Neraka. Dengan demikian, tidak akan ada yang namanya dunia baru, termasuk tentu saja Jerusalem baru!

Sampai di sini timbul pertanyaan logis; bagaimanakah sesungguhnya Eskatologi Kristen menurut Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhannya Yesus

Silahkan temukan sendiri jawabnya di bawah ini.

Eskatologi Kristen MENURUT Alkitab, Al-Quran, dan Hadits