Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Echad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Echad. Tampilkan semua postingan

Distorsi Trinitarian atas Kata “Echad”


Kata Ibrani untuk “dengar” ialah shema. Karena itu, kata Shema dipakai umat Yahudi sebagai nama kepada proklamasi sakral di Ulangan 6:4: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” [1] Ini sebenarnya sebuah terjemahan yang salah karena ia mengaburkan fakta bahwa “TUHAN” dalam naskah Ibrani asli adalah “Yahweh”. Ayat ini secara harfiah menyatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: Yahweh itu Allah kita, Yahweh itu esa!” New Jerusalem Bible memberikan terjemahan yang sangat baik: “Listen, Israel: Yahweh our God is the one, the only Yahweh”.

Ada sebuah artikel [2] yang beredar luas di Internet oleh seorang penulis yang tesisnya didasarkan pada tulisan penulis kedua, seorang yang bernama Nick Norelli, yang berpendapat bahwa “satu” dalam Ulangan 6:4 harus ditafsirkan menurut jalur pikir trinitaris. Untuk lebih spesifik, ada dua artikel: artikel yang pertama mengutip Norelli, dan yang kedua oleh Norelli sendiri. Meskipun pembahasan kita berpusat pada dua artikel tersebut, dimulai dengan yang pertama dan dilanjutkan dengan yang kedua, kita sebenarnya menyinggung banyak buku dan artikel yang menyampaikan argumentasi-argumentasi yang kurang lebih sama.

Artikel yang pertama (yang mengutip Norelli) agak pelik karena salah mengeja kata Ibrani untuk “satu” menjadi “eschad” (transliterasi yang benar adalah “echad” atau “eḥad”). Kesalahan ini (yang memperlihatkan ketidaktahuan akan alfabet Ibrani dengan memasukkan “s” yang non-eksisten) tampak konsisten di sepanjang artikel kecuali saat ia mengutip sumber-sumber lain. Hal ini disebut supaya ketika salah ejaan ini muncul dalam pembahasan kita, pembaca tidak akan menganggapnya sebagai salah ketik atau salah kutipan. [3]

Artikel yang pertama, di bagian yang berjudul “The Argument”, dimulai dengan mengutip sebuah pernyataan yang dibuat oleh seorang rabi (yang tidak diberi nama): “Kata echad dalam bahasa Ibrani berfungsi dengan cara yang persis sama dengan kata ‘one’ dalam bahasa Inggris.” Artikel ini selanjutnya mengatakan bahwa rabi itu “lalai menyebutkan, bahwa ada dua kata untuk ‘satu’ dalam bahasa Ibrani”.

Singkatnya, artikel ini menuduh rabi ini telah menutupi bukti penting yang membenarkan kasus trinitarian. Artikel itu melanjutkan: “ketika hal ini menjadi jelas Anda akan melihat bahwa seluruh maksud dari kata Eschad menjadi sangat jelas.” Dengan kata lain, rabi ini dituduh telah menggelapkan perkara dengan menahan informasi penting bahwa ada dua kata Ibrani untuk “satu”. Ini merupakan tuduhan yang amat berani dari seseorang yang bahkan tidak dapat mentransliterasikan kata Ibrani untuk “satu”.

Bertentangan dengan apa yang dituduhkan terhadap rabi itu, saya menyatakan tanpa kekhawatiran akan kontradiksi faktual bahwa rabi itu justru benar ketika ia berkata, “Kata echad dalam bahasa Ibrani berfungsi dengan cara yang persis sama dengan kata ‘one’ dalam bahasa Inggris.” Atau dalam hal ini bahasa Cina, Jerman, dan Perancis. Dan bertentangan dengan tuduhan yang ditujukan terhadap sang rabi, rabi itu tidak lalai menyebutkan bahwa ada kata lain untuk “satu” dalam bahasa Ibrani, karena memang tidak ada kata lain untuk “satu” selain echad! Namun pengkritik rabi dengan membabi buta mengikut seseorang yang bernama Nick Norelli, yang di dalam apa yang kita sebut “artikel kedua” tampaknya tidak lebih berpengetahuan tentang bahasa Ibrani dan dasar eksegesis Alkitabiah dibandingkan dengan pengkritik ini, tetapi tetap menulis sebuah artikel atas subjek ini yang memiliki “bentuk” ilmiah (penuh dengan catatan kaki) tetapi kurang berbobot.

Dalam artikel kedua yang ditulis Norelli,[4] Norelli tampaknya tidak memahami makna dasar dari kata Ibrani yachid yang ia sendiri timbulkan untuk dibahas. Mengenai kata ini ia mengatakan dengan tepat:

JPS Tanach 1917 menerjemahkan yachid sebagai only sebanyak 10 dari 12 kali kata itu muncul dalam teks Ibrani, dua kali yang lainnya diterjemahkan sebagai, solitary, dan 8 dari 10 kali itu kata itu dipakai untuk merujuk pada seorang anak tunggal.

Mari kita jelaskan apa yang dikatakan Norelli: Kata Ibrani yachid muncul 12 kali dalam Alkitab Ibrani; terjemahan JPS 1917 menerjemahkan yachid sebagai only (“hanya, saja”) sebanyak 10 kali, dan sebagai solitary (“tersendiri, tunggal”) sebanyak dua kali. Ini tepat.

Ini berarti menurut observasi Norelli sendiri, tidak satu kali pun kata yachid diterjemahkan sebagai “satu” dalam JPS Tanakh! Dengan kata lain, Norelli sendiri mengakui bahwa tidak sekali pun kata yachid pernah berfungsi sebagai kata Ibrani yang kedua untuk “satu”! Ia tampaknya tidak sadar bahwa ia sedang menyangkal tesisnya sendiri ketika ia mengakui (dengan tepat) bahwa makna dasar dari yachid adalah only (“hanya, saja”) alih-alih “satu”. Kata ini biasanya dipakai dalam konteks seperti only son (“anak tunggal”), tetapi “satu” bukanlah salah satu dari definisinya.

Sama membingungkannya, Norelli lalu menyediakan sebuah daftar yang berisi semua kata yachid yang dipakai dalam Alkitab. Berikut daftarnya, yang saya kumpulkan dari program Bibleworks. Nomor ayat sesuai dengan Alkitab Indonesia, bukan Alkitab Ibrani):
  • Kejadian 22:2 Ambillah anakmu yang tunggal itu
  • Kejadian 22:12 menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku
  • Kejadian 22:16 menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku
  • Hakim 11:34 Dialah anaknya yang tunggal
  • Mazmur 22:21 dan milikku satu-satunya (MILT)
  • Mazmur 25:16 aku sendirian dan tertindas (MILT)
  • Mazmur 35:17 dan satu-satunya milikku (MILT)
  • Mazmur 68:7 tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara
  • Amsal 4:3 sebagai anak tunggal bagi ibuku
  • Yeremia 6:26 seperti menangisi seorang anak tunggal
  • Amsal 8:10 perkabungan karena kematian anak tunggal
  • Zakaria 12:10 seperti orang meratapi anak tunggal

Andai saja Norelli menyimak sekilas daftar ini, ia akan melihat bahwa kata “satu” tidak pernah muncul. Dalam Alkitab-alkitab Inggris, yachid secara konsisten diterjemahkan sebagai only (kecuali dua kali diterjemahkan sebagai lonely, atau “sendirian”, “sebatang kara” yang dalam bahasa Ibrani didasarkan pada konsep only). Meskipun dengan bukti di hadapan mata yang dikumpulkannya sendiri, Norelli tidak dapat melihat bahwa yachid berarti only(“hanya”, “saja”) dan bukan “satu”! Apa masalahnya? Permasalahannya merupakan sesuatu yang pernah saya alami sebelumnya: kebutaan yang disebabkan oleh trinitarianisme; kita menolak untuk melihat apa yang sudah jelas. Ini benar-benar mengerikan, dan kiranya Allah berbelas kasihan atas kita.

Jika Anda mengambil daftar 12 ayat ini ke sebuah kelas Alkitab, dan meminta setiap orang dalam kelas untuk membacakan ayat-ayat tersebut dalam berbagai versi Alkitab (Inggris atau Indonesia) sebanyak yang dapat mereka temukan, dan lihat apakah mereka dapat menemukan bahkan satu versi yang menerjemahkan yachid sebagai “satu”.

Apa yang “lalai disebutkan” Norelli (menggunakan ungkapan yang secara tidak adil dikenakan kepada sang rabi) adalah fakta ini: Sementara Norelli dengan tepat mencatat bahwa yachid muncul 12 kali dalam Alkitab Ibrani, ia gagal menyebutkan fakta krusial bahwa echad muncul 977 kali! Sebuah kekhilafan kecil? Atau apakah ini sebuah tindakan yang disengaja untuk menutupi bukti penting dalam memahami arti “satu”?

Anda tentu ingat bahwa di artikel yang pertama, pengkritik rabi dengan yakin menegaskan bahwa ada dua kata Ibrani untuk “satu”, sambil memberi kesan bahwa kedua kata itu begitu erat terkait sehingga tidak dapat dibedakan secara semantik, berbeda hanya dalam satu hal, yaitu yachid adalah “satu” dalam arti tunggal sedangkan echad bisa jadi tunggal atau gabungan, sehingga memberi dukungan kepada trinitarianisme. Jika ini memang benar, kita akan melihat distribusi yang luas dari kedua kata itu di sepanjang Alkitab Ibrani. Namun statistik menunjukkan bahwa ini sepenuhnya palsu (977 versus 12).

Hanya echad ditemukan di sepanjang Alkitab sedangkan yachid muncul hanya dalam konteks-konteks terbatas. Sebagai contoh, yachid muncul 3 kali di Kejadian 22 untuk merujuk kepada anak “tunggal” Abraham Ishak, dan hal ini sendiri merupakan seperempat dari semua kemunculan yachid di dalam Alkitab! Dari 12 kali kemunculan yachid, 8 merujuk kepada seorang anak tunggal, dan ini sendiri merupakan dua pertiga dari semua referensi. [5]

Dengan perbedaan statistik sebesar 977 versus 12, perbedaan semantiknya dikaburkan oleh kontras numerikal ini. Penulis kedua artikel ini telah “membodohi” (“taken us for a ride”) kita. Atau barangkali mereka sendiri terlebih dulu telah dibodohi orang lain. Artikel-artikel yang ditulis berdasarkan premis yang sama yang termotivasi oleh doktrin seperti ini, banyak sekali beredar di Internet dan di beberapa buku.

Biarlah dinyatakan dengan tegas bahwa echad merupakan satu-satunya kata untuk “satu” dalam bahasa Ibrani, dan bahwa kata yachid (only) tidak akan pernah dapat menggantikan “satu” di dalam Shema (Ul.6:4). Coba baca ayat itu dengan menggantikan kata “satu” dengan only! Namun Norelli berargumentasi bahwa yachid adalah “satu” secara tunggal sedangkan echad bisa jadi tunggal atau gabungan untuk membuat Allah menjadi sebuah trinitas. Anda dapat merancang kemenangan dangkal dengan membuat aturan sendiri, atau dalam kasus ini mengarang-ngarang definisi sendiri, tetapi pada akhirnya Anda hanya menipu diri sendiri dan orang lain, dan ini bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan karena melibatkan firman Allah. Pada akhirnya kepada Allah yang hiduplah kita harus mempertanggung-jawabkan diri kita.

Berkenaan dengan fakta bahwa angka “satu” bisa memiliki makna tunggal atau gabungan, bukankah ini juga berlaku untuk semua bahasa utama yang lain? Kita dapat berbicara tentang satu pribadi atau satu keluarga, jadi bagaimana “satu” harus dimengerti dalam bahasa apa pun ditentukan dari kalimat itu secara keseluruhan, dan bukan dari kata “satu” itu sendiri. Dengan sendirinya kata “satu” tidak dapat dipakai untuk membuktikan bahwa Allah itu sebuah trinitas hanya karena “satu” bisa mengambil makna kesatuan. Arti kata “satu” dalam Ulangan 6:4 hanya dapat ditentukan dari ayat itu atau dari konteksnya, dan keduanya sama sekali tidak memberikan indikasi adanya Allah tritunggal, atau dalam kasus ini “Yahweh” yang tritunggal.

Untuk mengilustrasikan hal tersebut, pernyataan “tidak ada satu belalangpun yang tinggal di seluruh daerah Mesir” (Kel.10:19) mengacu kepada belalang tunggal secara numerik, bukan dua atau tiga belalang menyatu menjadi satu. Di sisi lain, “one man” bisa mengacu kepada seorang manusia secara numerik (“Abraham was only one man, yet he got possess­ion of the land”, Yeh.33:24) atau satu kesatuan dari sekelompok orang (“they came out as one man”, 1Sam.11:7). Jadi makna dari “one man”—apakah tunggal numerik atau gabungan—ditentukan oleh konteks, baik oleh kata he tunggal (Abraham) atau kata they jamak (orang Israel). Catatan: echad (“satu”) dipakai dalam semua ayat tersebut.

Tampaknya Norelli berusaha memperoleh semacam pengaruh psikologis atas para pembacanya, dengan meninggalkan sebuah tanda tanya dalam pikiran mereka: Barangkali, barangkali saja, kata “satu” (“Yahweh Allahmu itu satu”) harus dimengerti sebagai sebuah “satu” gabungan dan dengan demikian sebagai sebuah rujukan kepada Trinitas. Jika Norelli berhasil meninggalkan tanda tanya ini dalam benak para pembacanya, ia sudah mencapai objektifnya sekalipun ia tahu persis bahwa argumentasinya tidak membuktikan apa-apa.

Namun siapa saja yang mengizinkan tanda tanya itu mengendap di pikirannya akan menjadi korban yang mudah bagi kesalahan politeisme trinitarian yang merusak iman biblika. Alkitab Ibrani bersifat monoteistis ketat tanpa kompromi, sebuah fakta yang tidak akan diperdebatkan oleh sarjana Alkitab yang bertanggung jawab. Mengingat Shema dari Ulangan 6:4 dikutip dalam kedua artikel tersebut, mari kita melihatnya sekali lagi: “Dengarlah, hai orang Israel: Yahweh itu Allah kita, Yahweh itu esa (satu)!”

Penulis kedua artikel tersebut sebenarnya lebih berani dari kebanyakan trinitarian yang lain karena mereka menerapkan arti “satu” gabungan kepada Yahweh alih-alih kepada Allah. Dalam ayat ini, “satu” merujuk secara spesifik kepada Yahweh, yang segera merobohkan argumentasi mereka. Mengapa? Kata “Yahweh” muncul 6,828 kali dalam Alkitab Ibrani. Kata ganti tunggal “aku” dan bukan kata ganti jamak “kami” dipakai setiap kali Yahweh merujuk kepada Diri-Nya Sendiri sebagai orang pertama. Demikian pula, ketika Yahweh dibicarakan sebagai orang ketiga, kata ganti tunggal “ia” atau “dia” selalu dipakai, bukan “mereka”. Melawan bukti yang berlimpahan ini, Norelli berusaha memperjuangkan kemungkinan kata “satu” memiliki arti gabungan di Ulangan 6:4.

Jika pronomina tunggal orang pertama dan ketiga (“Aku” dan “Ia”) yang muncul ribuan kali itu tidak cukup bukti bagi Norelli dan yang lain yang sepandangan dengannya, bagaimana dengan ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yahweh adalah Allah dan “tidak ada yang lain” (misalnya Yes.45:5, “Akulah Yahweh dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah”)? Perhatikan sekali lagi pronomina orang pertama tunggal (“Aku”).

Akan tetapi mereka yang menutup matanya kepada kebenaran tidak akan dapat dibujuk dengan bukti Alkitabiah sebanyak apa pun. Apakah mungkin sebenarnya trinitarianisme-lah yang sebenarnya mereka pedulikan, dan bukan kebenaran Alkitab? Tidak mengherankan rabi yang dikutip dalam artikel yang pertama mengungkapkan rasa frustasi terhadap argumentasi trinitarian yang didasari oleh penjelasan echad yang palsu itu. Ia bisa saja menyatakan terus-terang bahwa argumentasi ini nonsens, tetapi cukup sopan untuk tidak mengatakan demikian.

Dan apakah mungkin kedua penulis itu tidak tahu bahwa “Yahweh” bukanlah sebuah nama umum untuk Allah tetapi sebuah nama pribadi untuk Allah Israel? Bagaimana mungkin sebuah nama pribadi mempunyai referensi multi-pribadi? Bagaimana mungkin sebuah nama pribadi seperti Yahweh atau Yesus Kristus atau William Shakespeare, ketika digunakan secara referensial, merujuk kepada lebih dari satu pribadi tertentu? Di bidang kesarjanaan biblika, sudah terkenal bahwa “Yahweh” bukanlah satu cara umum untuk merujuk kepada Allah. “Yahweh” juga bukan sinonim untuk “Allah”. Zondervan Encyclopedia of the Bible, “Names of God”, mencatat:
Jika El (allah) adalah sebuah istilah umum untuk keilahian dalam pikiran orang-orang di daerah-daerah Alkitab dan Timur Dekat Kuno, nama Yahweh adalah nama Ibrani yang spesifik untuk Allah … Adalah signifikan bahwa pemakaian nama ini [Yahweh] untuk Allah merupakan sesuatu yang unik kepada bangsa Israel. Bangsa-bangsa Semit yang lain tampaknya tidak mengetahuinya atau setidaknya tidak memakainya untuk merujuk kepada Yang Ilahi kecuali melalui kontak dengan orang Ibrani yang membawanya kepada perhatian mereka. Nama itu adalah milik khusus umat perjanjian.
Sebagai nama Allah Israel yang dinyatakan secara khusus (Kel.3:14), “Yahweh” bukanlah sebuah referensi multi-pribadi. Nama itu merujuk kepada Dia saja, dan Ia telah menyatakan bahwa “tidak ada Allah kecuali Aku” (Ul.32:39; bdk. Yes.44:8; 45:5, dll.). Hal ini sudah dinyatakan dalam Perintah yang Pertama: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel.20:3; Ul.5:7). Pada Hari itu dapatkah kedua penulis artikel tersebut berharap untuk lolos dari tuduhan serius karena telah melanggar Perintah Pertama?

Saya telah merespon dengan nada keras kepada kedua penulis artikel yang eksposisinya begitu kurang bermutu sehingga tidak layak untuk sebuah studi firman Allah. Karena firman Allah adalah “firman kehidupan”, mereka yang tidak berhati-hati “membagikannya dengan tepat” (2Tim.2:15 ILT) harus mempertanggung jawabkan dirinya kepada Allah yang hidup karena telah memimpin orang lain ke dalam kesalahan. Menguraikan Kitab Suci bukanlah sebuah permainan untuk orang-orang yang mempunyai terlalu banyak waktu. Kita harus berjuang untuk memahami kebenaran Allah tanpa memedulikan harga yang harus dibayar, termasuk doktrin-doktrin yang kita sayangi. Hanya kebenaran Allah yang harus menang jika kita ingin masuk ke dalam hidup yang kekal. Atas alasan yang sama, saya akan dengan hormat dan dengan pikiran terbuka memperhatikan semua eksposisi firman Allah yang benar-benar berkomitmen kepada kebenaran.

Untuk lebih jelasnya, baca juga: ECHAD IN THE SHEMA

[Eric H.H Chang - Distorsi ayat alkitab | Dikutip dari buku The Only Perfect Man]

CATATAN KAKI
[1] Shema aslinya merujuk kepada proklamasi sakral di Ulangan 6:4 tetapi telah diperluas untuk mencakup Ulangan 6:4-9 dan 11:13-21, dan Bilangan 15:37-41.
[3] Kata Ibrani untuk “satu” (אֶחָד) kadang-kadang ditransliterasikan sebagai echad. “c” ditambahkan sebelum “h” untuk menandakan “h” keras atau parau berbeda dari “h” lembut. Dalam beberapa buku, “h” keras ditunjukkan dengan menempatkan sebuah titik di bawahnya (ḥ), tetapi keyboard Inggris tidak dapat mengetiknya dengan mudah, jadi titik itu sering dihilangkan atau “h” ditransliterasikan sebagai “ch”. Namun penulis artikel tidak tahu semua ini, jadi ia mengarang-ngarang eschad yang non-eksisten, tetapi mempunyai keberanian untuk mengkritik seorang rabi yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempelajari Kitab Suci Ibrani, sesuatu yang jelas belum dilakukan oleh pengkritiknya.
[4] https://rdtwot.files.wordpress.com/2007/06/yachid-vs-echad.doc, seperti apa adanya pada March 31, 2013.
[5] Empat yang lain tidak merujuk kepada seorang anak tunggal, dan ditemukan dalam kitab Mazmur dan para penerjemah Alkitab mengalami kesulitan untuk menemukan terjemahan yang sesuai untuk yachid yang sesuai dengan konteks.


Arti Echad Dalam Alkitab Dan Al-Quran


ECHAD DALAM ALKITAB = ACHAD DALAM AL-QURAN

Padanan kata yang sama untuk אחד (echad) di dalam Alkitab adalah  kata احد (achad) dalam Al-Quranul Karim. Kedua kata ini sama-sama bermakna SATU, atau lebih spesifik lagi, SENDIRI.

Bukti tentang ini dapat dengan mudah kita temui di dalam Al-Quran, pada firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ -١- اللَّهُ الصَّمَدُ -٢- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ -٣- وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ -٤- 

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa (achad), Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun (achad) yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlash:1-4)

Arti Achad pada ayat pertama, bermakna NUMERIK yaitu SATU, sedangakan di ayat keempat bermakna MUTLAK DIRI, yaitu SENDIRI

Benarkan kata "Achad" dalam bahasa 'arab bermakna SENDIRI?
Perhatikan yang berikut ini.

Kata "Achad" adalah pecahan dari kata  احد

أَحَدُهُمْ   Achaduhum
أَحَدَهُمُ   Achadahumu

Artinya, seseorang dari mereka

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ٢٣:٩٩ 

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (achaduhum), dia berkata: "Ya Rabb-ku kembalikanlah aku (ke dunia), (QS. Al-Mu'minuun: 99)


أَحَدٍ   Achadin
أَحَدًا  Achadan
أَحَدَ   Achada     

Artinya, Seorang

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ ٦٩:٤٧ 

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun (Achadin) dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (QS. Al-Haqqah: 47)


أَحَدَكُمُ   Achadakumu
أَحَدُكُمْ   Achadukum
أَحَدَكُم   Achadakum

Artinya, seorang dari kamu

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ  ٦:٦١ 

"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu (achadakumu), ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (QS. Al-An'aam:61)

إِحْدَاهُمَا  Ichdaa-humma

Artinya, seorang dari kedua orang (Feminim)

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ٢٨:٢٥ 

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua (Ichdahuma) wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". (QS. Al-Qashash: 25)

أَحَدٌ  Achadun

Artinya, seorangpun

وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ ٨٩:٢٦ 

"Dan tiada seorangpun (achadun) yang mengikat seperti ikatan-Nya." (QS. Al Fajr: 26)


أَحَدِهِم   Achadihim
أَحَدُهُم   Achaduhum
أَحَدِهِمْ   Achadihim

Artinya, seorang dari mereka


إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ


Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka (achadihim) emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS. Ali-Imran:91)

إِحْدَاهُنَّ  Ichdaahunna

Artinya, seseorang di antara mereka (feminim) 

وَإِنْ أَرَدتُّمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَّكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا ۚ أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا ٤:٢٠

Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka (ichdaahunna) harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? (QS. An-Nisa: 20) 

أَحَدِهِمَا  Achadihima
أَحَدُهُمَا  Achaduhuma

Artinya, seorang dari dua orang

۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ٥:٢٧ 

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (achadihima) (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-Maidah: 27) 

إِحْدَى  Ichda 

Artinya,  salahsatu

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ ٧٤:٣٥ 

Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu (ichda) bencana yang amat besar, (QS. Al- Mudattsir: 35)

أَحَدُكُمَا  Achadukumaa

Artinya, salahseorang dari dua orang

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ ٦٣:١٠ 

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu (achadukuma); lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" [Al Munafiqun:10]

أَحَدَنَا   Achadanaa

Artinya, seorang dari kami

قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ إِنَّ لَهُ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ ۖ إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ ١٢:٧٨ 
Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambillah salah seorang diantara kami (achadana) sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk oranng-orang yang berbuat baik." (QS. Yusuf: 78) 

Shadaq Allah ul 'adzhiim bi Kulli kalaamih
Maha Benar Allah Yang Maha Agung dengan segala Firman-Nya

Ayat-ayat di atas jelas sudah membuktikan sekaligus membantah bahwa kata Achad  (احد) dalam bahasa 'arab bukan bermakna satu kesatuan melainkan esa, satu, individual, absolut, SENDIRI.

Karena ALLAH itu ACHAD, jelas bahwa DIA HANYA SENDIRI yaitu SATU PRIBADI yang memiliki bermacam SIFAT.

Lalu, bagaimana kata ECHAD dalam bahasa ibrani?


ECHAD DALAM TANAKH

Word: אחד
Pronounc: ekh-awd'
Strong: #H259
Transliter: 
a numeral from 0258 (אחד) ; TWOT-61; adj 

AV-one 687, first 36, another 35, other 30, any 18, once 13, eleven + 06240 (עשר) 13, every 10, certain 9, an 7, some 7, misc. 87; 952 

1) one (number) 
1a) one (number) 
1b) each, every 
1c) a certain 
1d) an (indefinite article) 
1e) only, once, once for all 
1f) one ... another, the one ... the other, one after another, one by one 
1g) first 
1h) eleven (in combination), eleventh (ordinal) 

Dari kamus Lexicon di atas, adakah kata SATU KESATUAN?

Kejadian 1:5
יוֺם אֶחָד  YOM ECHAD = "Hari PERTAMA"

Kejadian 1:9
אֶל-מָקוֺם אֶחָד  EL-MAQOM ECHAD = "Pada SATU Tempat"

Kejadian 2:24
לְבָשָׂר אֶחָד  LE-BASAR ECHAD = "untuk SATU Daging"

Ayat kejadian 2:24 ini adalah dasar yang digunakan oleh para penyembah Yesus sebagai dalil memaknai ECHAD sebagai kesatuan.

Kejadian 11:6
עַם אֶחָד  AM-ECHAD = "SATU Bangsa"

Ayat diatas bukan bermakna satu kesatuan, melainkan pengunaan echad merujuk ke suatu komunitas yang lebih dari satu orang, ayat ini pun bukan dasar dari SATU KESATUAN.

Kejadian  42:11
בְּנֵי אִישׁ-אֶחָד  beney isy-ECHAD = "anak-anak SATU ayah"

Kejadian 42:16
שִׁלְחוּ מִכֶּם אֶחָד syilchu mikem ECHAD = "utuslah darimu SEORANG"

Ayat-ayat di atas sudah jelas membantah bahwa kata ACHAD-ECHAD itu bukan bermakna SATU KESATUAN yang valid untuk dianggap sebagai dasar Trinitas.

Di dalam Hebrew Morphology Lexicon, kata ECHAD di sebut "Numeral Cardinal" (Angka Utama). Sedangkan di dalam Targum kata ECHAD diterjemahkan menjadi CHAD  (חד)
Jadi di manakah dasar SATU KESATUAN itu?

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA [KBBI

esa num tunggal; satu;
— hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr — , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;
ber=e=sa-e=sa=an v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;
meng=e=sa=kan v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu); ke=e=sa=an n sifat yg satu: ~ Tuhan

THESAURUS
esa n ahad, satu, tunggal;

KAMUS SEASITE
esa ::: Tidak ada duanya; satu; tunggal; eka.
Sekali lagi, di manakah dasar ECHAD DAN ACHAD itu adalah SATU KESATUAN? 

Apalagi di dalam Surah Al-Ikhlash dan Syema', jelas maknanya adalah ESA (SENDIRI).
Bukan dua, atau tiga pribadi menjadi satu.

Wallaahu a'lam bi shawwab


-------------------
REFERERENSI

Echad vs Tritunggal


Tuhan Yang Satu vs Tritunggal  

Keyakinan Kristen
Fondasi teologi Kristen mencakup kepercayaan bahwa Tuhan itu ada  sebagai Tritunggal, dan bahwa Yesus adalah tubuh inkarnasi Tuhan yang bertindak sebagai perantara antara Tuhan dan manusia. Para misionaris Kristen keturunan Israel mengklaim bahwa teologi ini sepenuhnya cocok dengan Yudaisme.

Pandangan Yahudi
Sekalipun boleh jadi kepercayaan tertentu tidak dilarang membuat pernyataan seperti di atas, namun pendapat ini sama sekali tidak dapat diterima oleh umat Yahudi. Teologi Kristen tentang Tuhan Trinitas adalah salahsatu contoh kepercayaan yang sepenuhnya terlarang bagi umat Yahudi menurut Alkitab Ibrani, sebagaimana ditunjukkan oleh sumber Alkitab:

"Dengarlah Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Satu." (Ulangan 6: 4)

Keesaan mutlak Tuhan
Perintah untuk percaya pada Keesaan mutlak Tuhan diberikan secara khusus kepada bani Israel (umat Yahudi).

Konsep yang diungkapkan dalam ayat ini (Ulangan 6: 4) tidak hanya menyangkal pluralitas Tuhan, tapi sekaligus juga menegaskan bahwa Tuhan adalah satu-satunya eksistensi yang benar.

Menurut Alkitab
Tuhan tidak hanya tak terbatas, tetapi Ia melampaui waktu, ruang dan materi. Tuhan  tidak memiliki awal dan tanpa akhir, sebagaimana dinyatakan-Nya:

"Aku yang pertama dan aku yang terakhir dan selain Aku tidak ada yang lain." (Yesaya 44: 6)

Yudaisme percaya bahwa Tuhan memanifestasikan diri terhadap ciptaan-Nya (manusia) dalam banyak hal (antara lain sebagai hakim atau pelindung). Esensi Tuhan  itu sendiri tidak dapat dibagi dan karenanya tidak memiliki kemungkinan untuk dipilah-pilah. Sesuatu yang melampaui ruang dan waktu tidak dapat digambarkan sebagai terdiri dari tiga aspek yang berbeda. Saat kita menghubungkan perbedaan tersebut dengan esensi Tuhan, maka kita meniadakan Ketunggalan dan keesaan mutlak-Nya.

Satu vs Kesatuan
Para misionaris secara keliru berargumen bahwa penggunaan kata satu (echad) dalam bahasa ibrani pada Ulangan 6:4, bukannya kata unik (Yachid), menunjukkan bahwa Tuhan  adalah “kesatuan majemuk” bukan “kesatuan absolut.” Mereka mengklaim bahwa Trinitas adalah kesatuan gabungan, mirip dengan objek fisik yang mencakup banyak aspek individu yang berbeda, (misalnya satu pena terdiri dari tinta, plastik, dan logam). Alasan ini tidak benar, karena objek fisik yang ada dalam konteks waktu dan ruang tidak dapat digunakan untuk menggambarkan Tuhan yang melampaui dimensi ini. Sebelum Penciptaan, Tuhan  sendirian, dan konsep waktu, ruang dan pluralitas angka tidak ada. Istilah unik (Yachid), dengan tepat menggambarkan keberadaan Tuhan sebelum Penciptaan, karena menunjukkan tidak adanya pluralitas atau hubungan apa pun dengan objek yang diciptakan.

Apa artinya bahwa Allah itu satu, padahal nama-Nya adalah Elohim?

Menurut  Kristen
Kata "satu" yang digunakan di sini adalah "echad." Umat Kristen menunjuk ke contoh lain di mana kata "echad" digunakan untuk menunjukkan kesatuan majemuk, dan dengan demikian, mereka menyatakan bahwa setiap kali kata "echad" digunakan, itu menunjukkan kesatuan mejemuk. Oleh karena itu, Tuhan merupakan satu kesatuan majemuk, yang membuktikan bahwa Tritunggal ada dalam Taurat!

Tanggapan Umat Yahudi
Kata "echad" dalam bahasa Ibrani sebenarnya sama artinya dengan kata "one" dalam bahasa Inggris. Ini bisa berarti kesatuan tunggal atau majemuk. Dan Umat Kristen sangat gesit  menunjuk pada Kejadian 1: 5 sebagai kesatuan majemuk, namun gagal total memahami ayat-ayat seperti berikut ini:

וַיִּשְׁלַ֣ח פַּרְעֹ֔ה וְהִנֵּ֗ה לֹא־מֵ֛ת מִמִּקְנֵ֥ה יִשְׂרָאֵ֖ל עַד־אֶחָ֑ד וַיִּכְבַּד֙ לֵ֣ב פַּרְעֹ֔ה וְלֹ֥א שִׁלַּ֖ח אֶת־הָעָֽם

"Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati  dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi."  -- Keluaran 9: 7

וַֽיְהִי֙ הֵ֣מָּה בַדֶּ֔רֶךְ וְהַשְּׁמֻעָ֣ה בָ֔אָה אֶל־דָּוִ֖ד לֵאמֹ֑ר הִכָּ֤ה אַבְשָׁלֹום֙ אֶת־כָּל־בְּנֵ֣י הַמֶּ֔לֶךְ וְלֹֽא־נֹותַ֥ר מֵהֶ֖ם אֶחָֽד

"Mereka masih di tengah jalan, ketika kabar sampai kepada Daud, demikian: "Absalom telah membunuh semua anak raja, tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos." -- 2 Samuel 13:30

וּבָ֣אנוּ אֵלָ֗יו [בְּאַחַת כ] (בְּאַחַ֤ד ק) הַמְּקֹומֹת֙ אֲשֶׁ֣ר נִמְצָ֣א שָׁ֔ם וְנַ֣חְנוּ עָלָ֔יו כַּאֲשֶׁ֛ר יִפֹּ֥ל הַטַּ֖ל עַל־הָאֲדָמָ֑ה וְלֹֽא־נֹ֥ותַר בֹּ֛ו וּבְכָל־הָאֲנָשִׁ֥ים אֲשֶׁר־אִתֹּ֖ו גַּם־אֶחָֽד

"Ketika kita mendatanginya di salah satu tempat, yaitu di mana dia berada, maka dia jatuh seperti embun ke bumi. Dia maupun salah seorang yang menyertainya tidak dapat meloloskan diri."  -- 2 Samuel 17:12

יֵ֣שׁ אֶחָד֩ וְאֵ֨ין שֵׁנִ֜י גַּ֣ם בֵּ֧ן וָאָ֣ח אֵֽין־לֹ֗ו וְאֵ֥ין קֵץ֙ לְכָל־עֲמָלֹ֔ו גַּם־ [עֵינָיו כ] (עֵינֹ֖ו ק) לֹא־תִשְׂבַּ֣ע עֹ֑שֶׁר וּלְמִ֣י ׀ אֲנִ֣י עָמֵ֗ל וּמְחַסֵּ֤ר אֶת־נַפְשִׁי֙ מִטֹּובָ֔ה גַּם־זֶ֥ה הֶ֛בֶל וְעִנְיַ֥ן רָ֖ע הֽוּא

"ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan." -- Pengkhotbah 4:8

Kata "echad" (warna merah) dalam ayat-ayat di atas artinya adalah "satu", sebagai objek tunggal yang berdiri sendiri.