Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Dokumentasi Debat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dokumentasi Debat. Tampilkan semua postingan

Yesus Tidak Pernah Bangkit Dari Kematian


Tomas Terksesima, dan saking takjub, secara naluriah ia berujar, "Oh, My GOD!", persis seperti kebanyakan orang bila mengalami peristiwa menakjubkan serupa tatkala ia membuktikan sendiri bahwa Yesus yang berdiri di hadapannya ternyata bukan Hantu, apalagi Tuhan!

Ini cakep! Dan jujur saja, GM suka!

Merespons TS-GM di sini, dan mengomentari bantahan amburadul dik Agus Sholah untuk TS yang sama di sini, adik kita Sukirman menulis begini:

RESPONS PERTAMA
Re-Quote:

Masuk akal Tsnya ... tapi anehnya kalau Yesus memiliki pemahaman "Tuhan, Allahmu = Tuhan, Allah Kita (termasuk Yesus)..
Trus kok Yesus meneng wae Gus waktu Tomas menyebut Yesus sebagai Tuhanku dan Allahku?
Mbok ya Yesus protes kek, bilang kek..
"Eh Tomas... jangan kurang ajar lo.. !!
Ingat.. jargon "Tuhan, Allahku" bukan untuk Gue.. itu untuk Tuhan dan Allah yg tidak berbeda entitas yaitu Bapa.. sembarang lu... Gue kan juga sama kayak lu.. manusia biasa... "
Alih2 bilang begitu.. yuk kita lihat kronologis natsnya...
Yohanes 20:27-29 (TB)
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Bisa bantah Gus Mendem?
Jangan klaim sekedar aklamasi ya..

TANGGAPAN PERTAMA
Untuk mendapatkan gambaran utuh tentang cerita kita di lapak ini, ada baiknya jika dicermati sebentar argumen yang sama di sini, karena di bawahnya ada percakapan menarik antara dik Sukirman dengan dik Yuhana Al Dimaschi yang menganggap cuma orang indonesia saja yang berseru "OH, MY GOD!" ketika mengalami peristiwa menakjubkan seperti yang dialami oleh Tomas!

Menurutnya, ekspresi model begini tidak ditemui dalam keseharian masyarakat Yahudi.

Mungkin dik Yuhana ini adalah orang Yahudi yang lagi nyaru jadi orang Indonesia, atau orang Indonesia yang selama hidupnya tinggal di Yerusalem sehingga lebih ngerti keseharian masyarakat Yahudi ketimbang orang Yahudi sendiri! 😂

Tapi, ah sudahlah! Namanya juga kepengen dianggap keren, kan?

Menurut GM sih, rasanya akan lebih mendekati benar jika pernyataannya itu kita asumsikan saja dimaksudkannya sebagai komentar untuk penjelasan Syaikh Ahmad Deedat yang sudah terlanjur mendunia sejak lk. 15 tahun lalu, ketika debat terbuka dengan Anis Shorosh di Inggris, khususnya pada rekaman video momen ini.



Ya! Hampir semua orang bertuhan, di manapun di belahan bumi ini, dengan bahasanya sendiri-sendiri, secara naluriah akan bereaksi serupa seperti Tomas ketika diperlihatkan padanya hal-hal luar biasa yang membentur nalarnya, apalagi jika itu dianggapnya sebagai bukti kekuasaan Allah!

Dan entah sejak kapan tapi sampai sekarang; ekspresi seperti ini lazim dikenal oleh "English speaking people" dengan singkatan OMG!

Sampe di sini, perhatikan lagi TANTANGAN dik Sukirman yang GM quote dengan huruf tebal di atas; "Bisa bantah Gus Mendem?"

Seperti sudah ditulis sejak awal, ini cakep dan GM suka.

Kenapa?
Karena argumen ini memiliki dua potensi yang sama besarnya, yakni mematahkan TS-GM sampai berkeping-keping, atau justru sebaliknya!

Tapi karena masih setengah mateng, nyuwun sewu, rasanya belum waktunya untuk langsung dibantah. 

Cerita kita di lapak ini akan tambah menarik - khususnya bagi para pencari kebenaran yang mengharapkan bergulirnya dialog elegan - jika argumen diatas disajikan tuntas sehingga betul-betul "full loaded" untuk menghadirkan kekuatannya sebagai sebuah produk apologetika kristen yang berbobot.

Jadi, buat dik Sukirman,
Tolong lanjutkan cerita dari Yohanes 20:27-29 di atas sampai selesai dengan dukungan sebanyak-banyaknya bukti terkait berdasarkan ayat-ayat alkitab yang valid untuk menjelaskan dua hal ini saja:

  1. Setelah peristiwa Tomas menyebut kata "OH MY GOD!" di hadapan 10 sahabatnya sesama murid Yesus tsb, apakah kemudian dia, atau salahsatu, atau seluruh murid-murid Yesus menganggap Yesus sebagai "GOD" betulan, untuk selanjutnya menyembah sang guru sebagaimana hari ini kalian menuhankan dan menyembah guru mereka?
  2. Apakah Yohanes, orang yang namanya dinisbatkan pada injil Yohanes dan menulis secara detail percakapan dalam Yohanes 20: 27-29 tsb adalah saksi mata yang ikut menyaksikan sendiri peristiwa di mana Tomas berkata "OH MY GOD!" tadi?

SEKEDAR CATATAN
  • Kita sama-sama tau bahwa sampai hari ini autentikasi penulis injil Yohanes yang konon katanya adalah Yohanes putra Zebedeus masih menjadi perdebatan seru di antara para sarjana alkitab di seluruh dunia, dan ironisnya lebih banyak yang meragukannya ketimbang yang mendukung - tapi cuma dengan argumen ngambang - semisal; diperkirakan, diduga, lebih cocok, kemungkinan besar, dll serupa itu, sementara satu-satunya clue yang menyebutkan penulis injil Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus tidak sepenuhnya klop ditujukan untuk Yohanes! 
  • Alkitab sendiri menyebutkan bahwa murid yang dikasihi Yesus adalah Lazarus, sementara injil apokripa yang disebut-sebut sebagai injil Filipus memberikan informasi yang lebih masuk akal, yakni bahwa yang patut dianggap sebagai murid yang dikasihi oleh Yesus adalah Maria Magdalena, perempuan cantik yang senantiasa berada di samping Yesus dan seringkali dicium oleh Yesus, khususnya di mulut!
Monggo, Silahken!

RESPONS KEDUA
Re-Quote:

Begini ya Mas Gus Mendem yg terhormat.. perkataan itu kan diucapkan Tomas kepada Yesus ketika Yesus menampakkan diriNya yg kedua kali kepada semua murid2 Yesus dalam satu ruangan yg terkunci rapat...

Ketika itu Yesus mempersilahkan Tomas yg tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, untuk menaruhkan jarinya ke tangan Yesus bekas dipaku di salib, dan mencucukkan sekalian jarinya ke lambung Yesus yg tertembus tombak Prajurit Romawi...

Tomas tidak sanggup menyambut tantangan itu, melainkan segera mengakui Yesus yg hidup sebagai Tuhannya dan Allahnya.. !!

Jadi di sini tidak ada sama sekali kondisi kaget buat Tomas yg menjadikannya latah ...
Atas pengakuan ini Mas berdalih mengatakan bahwa itu bukanlah pengakuan, melainkan hanyalah seruan kaget (aklamasi) seperti halnya "Oh, My God !"

Ini pendalihan yg kurang bisa saya hormati (maaf)..., karena sesungguhnya Mas tau bahwa seruan "Oh, My God" justru tidak pernah tercatat sebagai suatu tradisi Yahudi Purba yg begitu mengkuduskan nama Allah...

Justru aklamasi "OMG" itu dalam bahasa Inggris... Muncul di Barat belakangan hari sebagai akibat dari sumber2 yg tersedia dalam Alkitab..

Disamping itu Mas juga sesungguhnya tau tetapi sengaja tidak menyentuh bagian dimana reaksi Yesus sebegitu menerima pengakuan dari Tomas ini..

Saya ulangi..
Yohanes 20:29 (TB)
Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah Mas masih beranggapan bahwa seruan "Ya, Tuhanku dan Allahku" sama dengan "Oh My God" ?

Di sini tampak bahwa Yesus mengidentikkan seruan Tomas itu sebagai SERUAN KEPERCAYAAN, yg dihasilkan oleh apa yg dilihat Tomas.. jadi bukan suatu seruan kaget: "Ya, Allah..!"

Lalu mengenai permintaan Mas adanya bukti murid2 lain setelah peristiwa itu yg beranggapan sama seperti Tomas bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah Mereka bisa kita sinyalir sekilas melalui adanya tindakan penyembahan mereka ketika Yesus naik ke Surga..

Lukas 24:50-52 (TB)
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Dan terakhir...
Mengenai keotentikan penulis Injil Yohanes adalah Rasul Yohanes sendiri memang saya akui agak sulit membuktikannya kepada Mas.. namun setidaknya hal tersebut sudah dipercayai pada masa Irenaeus 150 M, orang2 mengakui bahwa Injil ini ditulis oleh Rasul Yohanes.. dan tidaklah mudah memastikan sejarah Yohanes sebelum Irenaeus..
Ok itu saja bantahan2 saya.. silahkan..


TANGGAPAN KEDUA
Bagaimanapun harus diakui bahwa GM menghargai respons dan sportifitas dik Sukirman untuk menuntaskan argumennya sebelum ini, sehingga sekarang kita punya satu set argumen komplit yang tentunya patut dianggap dan dipercaya sebagai argumen sangat berdasar untuk mematahkan TS-GM di atas.
Baik, kita persingkat saja!
Karena tantangan buat GM adalah seperti sudah ditulis sejak awal, "Bisa bantah Gus Mendem?, maka selanjutnya kita hanya akan fokus pada bantahannya saja.

Begini:
Untuk mengetahui secara detail kisah Tomas yang kagetan ini, sebenarnya kita harus membaca satu perikop penuh Yohanes 20:1-31. Tapi karena sudah sama-sama tau, maka cukup kita cermati lima ayat terkait saja, yaitu Yohanes 20:24-29.

BANTAHAN PERTAMA
Dalam ayat 24 diceritakan bahwa Tomas yang kebetulan tidak bersama sahabat-sahabatnya ketika untuk pertama kalinya Yesus  "menampakkan diri"   kepada murid-muridnya, menolak percaya cerita sahabat-sahabatnya bahwa mereka telah bertemu dengan sang guru. Ini sangat bisa dimaklumi, sebab seperti dikisahkan dalam Markus 14:50 & Matius 26:56; Tomas dan semua murid Yesus memilih lari tunggang langgang menjauhi Taman Getsemani guna menyelamatkan diri masing-masing, ketimbang menolong sang guru yang akhirnya digelandang oleh Pasukan Garnisun Romawi dari tempat persembunyian mereka  untuk selanjutnya menjalani prosesi apa yang diduga sebagai peristiwa penyaliban Yesus. Sama seperti murid-murid yang lain, dalam pelarian mereka, Tomas juga tidak menyaksikan peristiwa penyaliban tsb, sehingga apa yang kemudian mereka ketahui cuma berdasarkan "kabar burung"  yang beredar bahwa Yesus, guru mereka, mati disalib! 

Jadi, Tomas lebih percaya pada "kabar burung" yang didengarnya ketimbang cerita sahabat-sahabatnya sendiri. Sama seperti dalam cerita Lukas 24:36 di mana ketika didatangi oleh Yesus setelah beredarnya kabar burung tentang penyalibannya, sahabat-sahabatnya  mengira tengah melihat Hantu,  diam-diam sebenarnya Tomas juga mengira yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu bukan sang guru, tapi memang benar-benar hantu!

Itu sebabnya kenapa ia berkeras baru akan percaya bahwa Yesus masih hidup jika melihat dengan mata kepalanya sendiri kehadiran sang guru di hadapannya dan menyentuh dengan tangannya sendiri tubuh Yesus untuk memastikan bahwa yang diceritakan oleh sahabat-sahabatnya itu memang benar-benar Yesus yang masih hidup, alias bukan hantu!

Kesempatan itu datang seminggu kemudian, saat mana Tomas sedang berumpul bersama sahabat-sahabatnya, tiba-tiba saja Yesus muncul di tengah-tengah mereka dan langsung menyuruhnya untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya untuk membuktikan bahwa sang guru masih hidup (baca: mencolok dengan tangannya sendiri bekas-bekas luka di tubuh Yesus).

Tidak dijelaskan apakah kemudian Tomas benar-benar melaksanakan perintah gurunya tsb atau tidak, tapi yang pasti, menyaksikan kehadiran sang guru di tengah-tengah mereka dan mendengar sendiri suara sang guru yang sangat dikenalnya itu berkata-kata padanya benar-benar membuatnya terkesima, soak, tidak tau harus berbuat apa kecuali takjub penuh syukur sehingga tanpa disadarinya ia pun bergumam, "Ya, Tuanku" (ternyata engkau masih hidup), dan "Ya Allahku" (terima kasih atas karuniamu yang sangat besar kepada kami). 

Bayangkanlah sendiri jika kita berada dalam posisi Tomas, apakah reaksi kita akan berbeda jauh dibandingkan dengan reaksi Tomas seperti di atas?
Nah, dari illustrasi logik Yohanes 20:24-28 ini, maka ucapan Yesus dalam Yohanes 20:29 pun tentu saja tidak dapat diartikan lain kecuali sebagai respons langsung atas segala perkataan dan keinginan Tomas seperti tercatat dalam Yohanes 20:25!
Dalam terjemah bebas bahasa kita sehari-hari, kira-kira Yesus menegaskan kepada Tomas begini:
Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, sekarang engkau percaya bahwa aku masih hidup, bukan? Makanya engkau harus bersyukur, sebab yang tidak melihatku saja bisa percaya bahwa aku masih hidup, bagaimana mungkin justru engkau, sahabatku sendiri, malah tidak percaya?
BANTAHAN KEDUA
Sepakat! Memang benar dalam tradisi keagamaan umat Yahudi ada larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan (lihat Keluaran 20:7). Dan sebagai keturunan Yahudi, tentu saja sejak kecil Tomas mengetahui dan mematuhi larangan ini. Jadi, agak ganjil rasanya membaca cerita pengarang injil Yohanes yang menggambarkan keadaan di mana Tomas demikian lancang melanggar larangan tsb yang dia sendiri tau akan menyebabkan dirinya berdosa besar, demikian pula Yesus, yang dalam konteks ini  sebagai guru, tapi sama sekali tidak menegurnya.

Timbul pertanyaan serius, benarkah Tomas memang mengucapkan kalimat, "Ya Tuanku, dan Allahku" seperti  tercatat dalam Yohanes 20:28, atau sebenarnya kata lain dalam bahasa Ibrani yang sudah tidak mungkin lagi diketahui secara pasti mengingat demikian berlapisnya proses terjemaham kitab Bible dari bukan bahasa aslinya Yunani ke berbagai bahasa lain di dunia.  

Artinya, sekalipun coba ditelusuri lewat codex ini atau codex itu, tetap saja sudah tidak dapat dipastikan lagi karena baik injil-injil kanon maupun semua codexnya - sebut saja misalnya codex sinaiticus - ditulis antara 50 s.d 350 tahun setelah peristiwa yang diceritakan oleh pengarang injil Yohanes tsb terjadi. 

Tapi karena yang tertulis dalam berbagai terjemahannya sudah demikian, maka mari kita ikuti saja maunya sang pengarang!

Seperti sudah disinggung sebelumnya, terlepas apapun kebangsaannya, reaksi naluriah rata-rata orang bertuhan jika dihadapkan pada situasi seperti yang dialami oleh Tomas biasanya tanpa sadar akan mengucapkan kata-kata semisal, "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!", atau kata lain serupa itu,  maka demikian pula halnya dengan bangsa Yahudi. Hanya saja karena mereka terikat, dan mengikatkan diri, pada seluruh ketentuan hukum Tuhan dalam kitab Taurat, maka untuk tetap menghormati dan mematuhi larangan seperti tertulis dalam Keluaran 20:7 tadi, sejak kanak-kanak mereka sudah dibiasakan untuk mengucapkan kata atau kalimat lain guna mengekspresikan perasaan yang sama artinya dengan OMG! Dan kata yang paling populer adalah "Hashem Yishmor!"  (silahkan pelajari sendiri penjelasan panjang lebarnya dari berbagai literatur Yahudi yang tersedia di ranah publik, atau cermati penjelasan ringkasnya di sini atau di sini).
Artinya, anggapan sementara orang bahwa mustahil umat Yahudi mengucapkan kata semisal "Ya Allah, Ya, Tuhanku!",  atau "Oh, my GOD!" memang ada benarnya. Tapi bukan berarti bahwa mereka tidak dapat mengekspresikan perasaan takjub dan takzim kepada Tuhan dengan menggunakan kata lain yang maksudnya persis sama dengan OMG!

BANTAHAN KETIGA
Lukas 24:50-52. sebagai dalil pembenar untuk menjawab pertanyaan konfirmasi apakah setelah peristiwa Tomas mengucapkan kata "Oh, My GOD" (pengarang Yohanes 20:28 menuliskan redaksinya dalam format yang asing bagi umumnya penutur bahasa-bahasa semitik; "Ya Tuhanku dan Allahku!") di hadapan Yesus lantas Tomas sendiri, atau salahsatu murid Yesus, atau seluruh murid beliau menganggap sang guru sebagai Tuhan dan selanjutnya menyembahnya sebagaimana yang dilakukan oleh umat Kristen sekarang ini, tidak dapat diterima.

Penelusuran ke dalam Bibel menunjukkan bahwa sekalipun Yesus sudah tidak bersama mereka lagi, hampir 30 tahun lamanya murid-murid beliau tetap melaksanakan perintah sang guru untuk mewartakan injil ke seluruh wilayah permukiman bangsa Israel dengan pesan utama, "shema Yisrael" sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus sendiri dan tercatat dalam Markus 12:29:

Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Perhatikan kalimat "Tuhan Allah Kita" dan kata "esa" dalam seruan Yesus yang juga merupakan seruan yang sama dari murid-murid beliau kepada seluruh bangsa Israel. Kata "kita" dalam kalimat tsb sangat jelas menunjukkan bahwa kedudukan Yesus dan murid-murid beliau, termasuk kedudukan seluruh bangsa Israel yang mereka seru, adalah sama. Yakni sama-sama hamba yang harus mendengarkan - dan tentu saja  mematuhi - segala kehendak Allah yang dinyatakan oleh Yesus sebagai "Tuhan Kita Yang Esa", alias sebagai satu-satunya Tuhan bagi seluruh bangsa Israel di mana Yesus sendiri termasuk di dalamnya!

Siapapun yang merasa tidak sependapat dengan seruan tsb boleh mengganti sebutan Allah dalam teks terjemah Indonesia di atas dengan kata atau nama lain yang dianggap lebih benar, namun hal itu sama sekali tidak akan merobah arti dari seruan sekaligus pengakuan Yesus sendiri bahwa beliau bukan Allah, tapi hamba Allah yang diutus untuk menyeru bangsa Israel agar menyembah Allah !

Seluruh murid Yesus yang berjalan berdampingan bersama beliau selama 3,5 tahun tentu mengetahui lebih banyak hal tentang guru mereka dibandingkan dengan kita semua. Itu sebabnya kenapa  di dalam injil-injil kanonik  tidak pernah kita temukan informasi dari mereka, bahkan sekedar indikasi sekalipun, bahwa ada di antara murid-murid Yesus yang menuhankan dan menyembah sang guru. Sampai semua murid-murid Yesus tutup usia, tidak pernah ditemukan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ada di antara mereka yang menuhankan Yesus seperti halnya umat kristen sekarang ini.
Jadi, cerita pengarang injil Lukas dalam Lukas 24:50-52 yang menyebutkan bahwa, konon katanya, sesaat setelah Yesus terangkat ke sorga semua murid-murid Yesus sujud menyembahnya, sangat diragukan kebenarannya. Sebab seperti pengakuan sang pengarang sendiri dalam Lukas 1:1-4, apa yang dia tulis dalam bukunya itu sepenuhnya berasal dari hasil nguping kanan kiri, alias cuma kabar burung!

Bagaimana mungkin dia dapat mengisahkan secara detil gossip tentang kenaikan Yesus ke sorga, padahal dia sendiri tidak berada di lokasi kejadian sebagai saksi mata peristiwa mahadahsyat tsb?
Keterangan para Bapa Gereja awal yang menyatakan bahwa semua tulisan pengarang Bible - termasuk pengarang injil-injil kanonik - diilhami oleh Roh Kudus juga sama tertolaknya; sebab di dalam Bible sendiri tidak pernah ditemui keterangan yang sama, baik yang dinyatakan oleh para pengarang dimaksud, apalagi pernyataan dari Roh Kudus yang dicatat oleh para pengarang Bible!

BANTAHAN KEEMPAT
Tentang siapa sebenarnya pengarang injil Yohanes, khususnya yang berkisah dalam Yohanes 20 di atas, sama-sama kita ketahui sangat sulit untuk dipastikan, bukan hanya sebelum masa Iranaeus (150M) saja, tapi bahkan sampai sekarang, karena terbukti bahwa sampai hari ini pun para sarjana alkitab di seluruh dunia masih saling silang pendapat tentangnya!

Dalam konteks ucapan Tomas pada Yohanes 20:28 yang oleh umat Kristen dijadikan sebagai salahsatu dalil pembenar ketuhanan Yesus, nyatanya autentisitas sang pengarang ini meninggalkan beberapa pertanyaan serius yang sangat prinsipil dan berakhir di jalan buntu.

Tidak ada otoritas gereja manapun yang dapat membuktikan secara pasti bahwa sang pengarang berada di tempat kejadian dan merupakan salahsatu saksi mata peristiwa dramatis pertemuan antara Tomas dan Yesus seperti yang diceritakannya sendiri itu. Hal ini, sekali lagi, membawa kita kembali ke pernyataan pengarang injil Lukas dalam Lukas 1:1-4, bahwa apa yang kita baca dalam Yohanes 20: 24-29 sebenarnya hanyalah cerita berdasarkan kabar burung, atau lebih buruk lagi; cuma hasil imajinasi sang pengarang saja!
Hal luar biasa aneh yang sama tidak terjawabnya adalah, jika dia dapat bertutur secara detail tentang Yesus setelah "bangkit dari antara orang mati", berbincang dengan Maria Magdalena, bertemu dengan murid-muridnya dll, kenapa pengarang ini tidak melanjutkan ceritanya sampai ke peristiwa kenaikan Yesus ke sorga seperti yang dikisahkan secara sangat ceroboh oleh Paulus dan pengarang injil  Markus maupun pengarang injil Lukas? 
Jawaban logiknya adalah karena peristiwa kenaikan Yesus ke sorga versi Paulus, Markus, dan Lukas itu memang tidak pernah terjadi!

Bukan hanya itu, Yesus yang dipercaya oleh umumnya umat kristen pernah mati di tiang salib dan bangkit dari kematian juga tidak pernah terjadi!

Silahkan dicermati lagi semua links yang GM tautkan dalam cerita kita di atas. Bila dirasa masih ada yang perlu diperdebatkan lebih jauh, monggo dilanjut lewat pilihan kolom komentar yang disediakan oleh facebook atau oleh blogger di bawah ini.

Demikian.
Salam bagi umat yang mengikuti petunjuk!



[GM | Menyibak Tabir Di Balik Doktrin Kristen]


Hanya Sekali Tabok, Doktrin Ketuhanan Yesus Langsung Nyungsep!


Seingat saya, termasuk dokumentasi ini, baru dua kali saya "berdialog" dengan pemilik akun yang menulis status kocak pada salahsatu laman grup debat lintas iman di fesbuk, seperti dibawah ini. Dan dari kedua dialog tsb, ujungnya sama saja; badut kocak ini terbukti NYUNGSEP dan mendadak MUNTABER alias mundur tanpa berita!

Itu sebabnya kenapa ketika secara tidak sengaja membaca tulisannya dibawah ini saya merasa "tergelitik" dan secara naluriah terdorong untuk sekedar membuktikan padanya bahwa apa yang dia tulis dalam ststus "songong" ini sebetulnya cuma bualan seorang pecundang yang akan mempermalukan dirinya sendiri.

Untuk itu, merujuk salahsatu threadnya yang mempromosikan ketuhanan Yesus, saya ajak dia untuk membuktikan bahwa tudingan saya YESUS TIDAK PERNAH MENJADI TUHAN adalah tudingan yang salah!

Berikut adalah rekaman "dialog" nya. 





Berkali kali saya tanya, "sudah selesai apa belum,?", karena meski disini terlihat ringkas, tapi di TKP respon badut ini memang ekstra lambat sehingga saya bosan menunggu.

Lucunya, bukan segera mengkonfirmasi yang ditanya, tiba tiba saja nongol akun dibawah ini yang nampaknya "dimunculkan" untuk mengacaukan TS dengan membawa pengalihan isu tentang Deddy Corbuzier yang baru saja muallaf. Tapi coba perhatikan respon saya dibawah posting ybs.

Sekedar info, yang nuzul ini adalah "dwi-natur" dari pemilik akun blo'on yang sama alias akun ganda Enrico Peter yang juga Hendra, atau sebaliknya.

Karena tidak kunjung dijawab, maka sekalian saja saya tuntaskan thread ini.


Sampai disini, thread dianggap selesai. Dan seperti lazimnya etika sebuah dialog, atau debat, dengan sendirinya harus ditutup dengan closing statement. Tapi seperti sudah diprediksi, atau lebih tepatnya, seperti sudah biasa, maka untuk mengalihkan perhatian pembaca dari fakta bahwa dirinya sedemikian mudah dibikin nyungsep cukup dengan satu kali tabokan keras alkitab di jidatnya, maka badut ini pun segera melancarkan jurus andalannya; nyampah screenshots OOT terjemah Al-Quran dan alkitab yang ditafsirkan seenak perutnya sendiri tanpa secuilpun ilmu.

Tapi Ironisnya, usaha mati matiannya  itu sama sekali tidak menolongnya terlihat lebih cerdas dari yang sesungguhnya, justru sebaliknya, malah semakin memperjelas refleksi kebodohan yang sempurna dari rata rata laskar Paulus kepala kosong yang banyak jual lagak di forum forum debat lintas iman!

Perhatikan bagaimana menyedihkannya usaha sia sia badut ini selanjutnya.



Sampai disini, nampaknya badut kita sudah kepayahan sehingga seperti yang sejak awal sudah saya prediksi akhirnya diapun MUNTABER alias mundur tanpa berita karena NGACIR dengan meninggalkan pertanyaan tak terjawab; "menurut Paulus, untuk apakah Tuhan 'membangkitkan' Yesus?"

Padahal sesungguhnya dia tahu persis bahwa jawabannya adalah, "untuk menjadi tuhan!"
Dengan demikian, segala teori yang direkayasa oleh para bapa gereja berikut puluhan ayat alkitab yang mereka kutip untuk meligitimasi ketuhanan Yesus, praktis gugur cukup dengan dua baris ayat yang diucapkan oleh Yesus sendiri dalam Matius 12:39-40 yang memastikan bahwa Yesus tidak pernah mati disalib seperti harapan Paulus dalam Kisah Para Rasul 3:32 dan Roma 14:9!  

Kesimpulannya?


YESUS TIDAK PERNAH MENJADI TUHAN!



CLOSING STATEMENT

Kristen militan atau pengiman taqlid buta dogmatika kristen mungkin tidak melihat dimana sebenarnya klaim penolakan ketuhanan Yesus dalam thread ini berpijak. Padahal semuanya bersumber dari apa yang tertulis dengan terang benderang di dalam alkitab sendiri!

Jika "Kristen" diyakini artinya adalah sebagai "pengikut Kristus", maka umat Kristen tidak punya alasan apapun untuk tidak meyakini kebenaran setiap ucapan Yesus. 

Dan jika Paulus diyakini pula sebagai rasul Yesus, maka hal yang sama juga berlaku; tidak ada alasan apapun bagi umat Kristen untuk tidak mempercayai setiap ucapan Paulus, kecuali, perhatikan baik baik kata ini; kecuali bila ucapannya itu bertentangan dengan ucapan Yesus. 

Dalam kasus kasus seperti ini, tentu saja ucapan Yesus yang harus diyakini lebih benar! Bukan sebaliknya!

Jadi, ketika sebelum terjadi Yesus sendiri sudah lebih dulu memastikan bahwa dia tidak akan mati selama dibaringkan 3 hari 3 malam di rahim bumi seperti halnya Yunus yang juga tidak mati selama berdiam 3 hari 3 malam di perut ikan, maka itulah yang harus diyakini oleh seluruh "pengikut Kristus" sebagai sebuah kebenaran. 

Menolak pernyataan Yesus ini dan lebih percaya pada ucapan Paulus sama artinya dengan menyatakan diri sebagai "Bukan Pengikut Kristus", alias sepenuhnya menjadi pengikut Paulus!

Dari dalil ini, maka tulisan Paulus yang menyatakan bahwa Yesus harus bangkit dari kematian agar menjadi tuhan, terbantah dengan sendirinya oleh ucapan Yesus yang memastikan bahwa dia tidak pernah mati, sekalipun sebagian orang percaya bahwa Yesus mengalami penyaliban! 
Artinya, karena tidak pernah mati, tentu saja Yesus tidak pernah bangkit dari kematian. Dan karena tidak pernah bangkit dari kematian, maka Yesus tidak pernah menjadi tuhan! 
Sederhana saja!




[Bagus Pamungkas | Menyingkap Dogma Ajaran Kristen] 

Kemana Hari Ketujuh Dalam QS. 7:54?

Judul di atas ini muncul sebagai respons saya untuk "analisis telek" Lurah Bakul Jamu yang sedang nyaru menjadi Marek Andrzej Rejniak di bawah ini. Tapi supaya dagelan yang digelarnya lebih jelas, ada baiknya simak dulu "prolognya" di sini

Klik gambar untuk menyimak konten original post dan komentar responden yang menyebabkan munculnya posting "sok'sokan bahasa inggris" berikut ini. 



I see you didn't do your home work at all, kid!

As the matter of fact, you have 2 ridiculous things to proof to me that they're not as ridiculous, namely:

  1. You understand English as good as your very self-proclaim, and certainly know perfectly whatever you've copy paste from English texts into your analisis telek,
  2. You're able to find for me the missing seventh day in the universe creation process mentioned by the Quran which lasted only in 6 periods.

I don't want to hear any more stupid excuses from you and therefore I give you another chance.

So, do yourself a favor kiddo!

Make sure you can translate the English translation of the hadits you're talking about into bahasa Indonesia accordingly.

Ref: Asbab Al-Nuzul by Al-Wahidi
(And verily We created the heavens and the earth, and all that is between them, in six Days, and naught of weariness touched Us) [50:38].

Al-Hasan and Qatadah said: " .... bla .... bla ..... ba ......."

And of course, convince me that "YAWM" in the QS 50:38-39 are days within a week as you claimed, by showing me where the 7th day is standing in those verses.

For your info, there is no answer for such a silly question like, "apa bahasa TS gua ketinggian?" in this group.

Everybody here speaks bahasa Indonesia and obviously expects to read whatever you write in bahasa Indonesia as well.

Do I make myself clear?

So, you shall see for yourself how high actually is your self-positioning and how painful it is when you fall off from there then.

OK, that's all kid!
Remember, I'm waiting!







Cerdas Cermat Ala Pendeta GKP vs Siswa Sekolah Minggu GMDKK

Published on Facebook - August 29, 2018

JIKA YESUS TIDAK MEMBAWA AGAMA BARU, LALU AGAMA APAKAH YANG SEHARUSNYA DIIMANI OLEH UMAT YANG MENGAKU SEBAGAI PENGIKUT YESUS?

Simpulan om David Harlen tentang bagaimana umat kristen memandang "Kristen", buah adikarya ajaran Paulus, cukup menarik untuk dicermati!

Secara ringkas om David menegaskan bahwa umumnya pengikut Paulus sepakat untuk mengakui tiga hal berikut sebagai bagian penting dalam iman Kristen mereka:

1. Yesus tidak membawa agama baru,
2. Kristen bukan agama,
3. Agama tidak menyelamatkan.

CATATAN:
Urutan 2 & 3 sudah duluan digelar oleh om Gus dalam 2 trit terpisah tapi nampaknya merupakan kesatuan paket yang secara kitabiah membuktikan bahwa anggapan berbasis dogma gereja tsb ternyata tidak sesuai dengan ajaran dan harapan Yesus sendiri, dan lebih buruk lagi, kelak akan menjadi alasan utama yang mengantarkan seluruh pengikut Paulus dengan iman "menyimpang" model ini akan langsung diterjun bebaskan oleh malaikat Tuhan ke neraka!

REFERENSI

Tinggal tersisa urutan pertama, yakni keyakinan umat ini bahwa Yesus tidak membawa agama baru seperti ulasan ringkas berikut ini yang sudah lebih dulu saya publikasi di pondok Pak Edy Prayitno.

Tentang ini rasanya tidak ada satu netter Islampun yang akan protes apalagi menyangkal, mengingat baik alkitab maupun Al-Quran sama sama mengisyaratkan bahwa memang beliau tidak membawa risalah atau agama baru.

Pada awal dakwahnya, Yesus sudah memperkenalkan diri sebagai utusan Allah dengan satu satunya tugas seperti sabdanya: "Aku Diutus Hanya Kepada Domba-Domba yang Hilang dari Umat Israel” (Matius 15:24-28)

Perhatikan kata "hanya" dalam kalimat tsb. Jelas artinya Yesus tidak diutus oleh Allah untuk bangsa manapun di dunia ini kecuali bani Israel!

Berpijak pada dalil ini, maka jika kemudian dalam kitab kitab injil kanon disebutkan hal hal yang menyimpang dari tugas utama beliau, misalnya saja yang dapat kita temui dalam doktrin spektakuler gereja berjudul "amanat agung" berdasarkan catatan Matius 28:18, maka dapat dipastikan bahwa itu menyalahi kehendak Allah dan tugas utama Yesus sendiri!

ALASANNYA?
Allah tidak mungkin berdusta dan mencla mencle dalam setiap ketetapan-Nya, demikian pula Yesus sebagai utusan Allah kepada bani Israel, tidak mungkin kebablasan bertindak di luar batas tugas pokoknya. Jika Allah mengutus Yesus hanya kepada bani Israel, maka hanya kepada bani Israel lah Yesus diutus. Bukan kepada bangsa lainnya, apalagi bangsa indonesia yang tidak ada urusannya dengan bangsa Israel. Bukti tentang ini berserakan di dalam alkitab!
LALU, APA YANG DIMAKSUD DENGAN KALIMAT INI

"Domba-Domba yang Hilang dari Umat Israel"?

Jawabnya adalah bani Israel yang terpisah dari kelompoknya dan menyimpang dari jalan lurus (berupa petunjuk keselamatan dunia akhirat dari Allah) yang sudah ditunjukkan dan diajarkan oleh pendahulu Yesus, yaitu Musa.

SEPERTI APAKAH PETUNJUK ITU?
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat, termasuk didalamnya hukum hukum yang diatur oleh kitab Taurat. Hukum dan ajaran dalam kitab inilah yang menjadikan pengikutnya dapat melaksanakan kehendak Allah sesuai dengan aturan/syariat yang dikehendaki oleh Allah.

Dalam teologi, definisi definisi terkait hal ini akan bermuara pada satu kata, yaitu agama.

BUKTINYA APA?
Yesus mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak sekali kali menyimpang dari tuntunan Taurat, bahkan beliau bersumpah tidak akan merobah satu titikpun dari seluruh kandungan kitab Taurat sampai langit runtuh, alias sampai datangnya hari kiamat! (Lihat Matius 5:17,18,20)

BAGAIMANA YESUS MEMBUKTIKAN SUMPAHNYA ITU?
Beliau menjalankan dan mengajarkan prinsip prinsip syariat monotheisme Musa sebagaimana Musa menjalankan dan mengajarkan prinsip prinsip syariat yang ditetapkan oleh Allah bagi dirinya dan bagi kaumnya.

JIKA DEMIKIAN, YESUS ADALAH PEMELUK SEBUAH AGAMA?
YA! Beliau pemeluk sangat ta'at agama monotheis yang diajarkan oleh Musa, yaitu agama yang dewasa ini dikenal sebagai agama Yahudi/Judaism, dan oleh karenanya mustahil akan mengajarkan hal hal yang melawan imannya sendiri seperti misalnya memperkenalkan doktrin Trinitas yang merupakan kutuk bagi setiap sendi dalam tatanan iman umat Yahudi/Judaism.
Kendati demikian, dibelakang hari kita mendapat "kabar baik" dari Al-Quran bahwa Yesus adalah seorang muslim. Akan tetapi karena hal ini sangat sulit untuk dipahami oleh seluruh pengikut Paulus, maka sebaiknya "kabar baik" ini kita sisihkan saja dulu untuk dibahas pada kesempatan dan topik lain.

BAGAIMANA DENGAN AJARAN KRISTEN YANG DIINISIASI OLEH PAULUS?
Ajaran Paulus berbeda dengan ajaran Yesus. Perbedaan paling mendasar adalah; jika Yesus tidak pernah merobah kandungan kitab Taurat dan karenanya tidak pernah menghilangkan barang satu titikpun dari isi kitab Taurat yang menjadi sumber ajarannya, maka Paulus justru meniadakan seluruh isi kitab Taurat dalam ajarannya!
JIKA DEMIKIAN, bagaimana dengan seluruh pengikut Paulus yang mengaku sebagai umat Kristen yang mereka yakini artinya adalah pengikut Yesus?

WHAT?
Pengikut Yesus?
Yang betul saja om!

Dapatkah anda sebutkan apa saja yang diikuti dan dilaksanakan secara sempurna oleh umat ini dari seluruh ajaran pokok Yesus yang konon katanya hanya diajarkan dalam kurun waktu selama tiga tahun saja?

Setahu saya TIDAK ADA!
Dan ini menjelaskan dengan sendirinya bahwa umat Kristen bukan pengikut Yesus!

Oleh karenanya, jika umat ini berharap, apalagi sampai PDGJ alias percaya diri gak jelas akan ikut terbawa masuk sorga yang dijanjikan oleh Allah melalui Yesus kepada pengikut setianya, maka harapan itu hanya akan tinggal sebagai angan angan kosong belaka!

Artinya, jika umat ini tidak segera bertaubat dalam arti yang sebenarnya (bukan menurut definisi yang dikarang oleh gereja), dan sedapat mungkin mengikuti segala petunjuk dan ajaran Yesus (dalam hal ini bagaimana menjalankan kehidupan umat beragama lebih baik dari para ahli Taurat dan kaum Farisi) maka tempat yang sesungguhnya sedang menanti mereka di akhirat nanti adalah NERAKA!

Demikian pesan Yesus, sang nabi Allah (pbuh)



Seorang pendeta Gereja Kristen Pasundan Tangerang, Gerry Indra Pratama, yang berkali kali MENANTANG SIAPA SAJA - termasuk saya - untuk debat dalam format H2H karena merasa tidak nyaman melihat catatan-catatan sejenis ini ditayangkan online, mungkin lebih karena khawatir iman jemaatnya dan jemaat sesama pendeta koleganya pada goyah, sengaja saya undang untuk mengupas tuntas catatan pendek diatas guna membuktikan bahwa paparan saya salah!

BAGAIMANA HASILNYA?
Berikut adalah dokumentasi dari apa yang mungkin dianggap sebagai H2H, namun mengingat demikian banyaknya pak pendeta TANDO (tanya tanya doang) daripada menjawab, saya pikir lebih tepat jika disebut sebagai LOMBA CERDAS CERMAT tingkat SMP wilayah kecamatan saja!
CATATAN:
Alur"lomba cerdas cermat" yang aslinya dalam format bancakan (baca: rame rame) ini terlalu panjang, bertele tele, dan sekalipun sudah disaring hingga yang tinggal hanya saya dan pak pendeta saja, namun tetap terasa sangat menjemukan. Lebih buruk lagi, nyaris tidak menyentuh pokok bahasan yang seharusnya dikupas tuntas oleh pak Pendeta! Karenanya, pembaca yang tidak tertarik untuk mengikuti jalannya dialog, saya anjurkan untuk langsung saja melihat Summarynya disini.



Saya akhiri sessi pertama ini dengan kesimpulan bahwa dari semua komentar muter muter yang bergulir - yang mau tidak mau terpaksa saya ikuti pula - terbukti pak pendeta kita ini;
  1. Luar biasa bertele tele dan buang buang waktu percuma cukup lama (lk. 1 jam) hanya sekedar untuk menentukan "aturan main" H2H saja. Padahal anak sekolah minggu sekalipun mengerti bahwa H2H punya aturan dasar yang baku, misalnya saja seperti yang dijelaskan secara ringkas dalam Peraturan H2H dengan GMDKK (lihat disni)
  2. Mengira dirinya mengerti Al-Quran, padahal pijakannya cuma dari hasil membaca atau mencermati sejumlah terjemah kajian dan terjemah tafsir segelintir mufassir dari sekian banyak mufassir masyhur lainnya yang bertebaran di internet. Namun kenyataannya tidak demikian,
  3. Menolak mengakui bahwa Musa beragama, dan menegaskan bahwa 5 kitab utama dalam Torah Musa (Beresyit, Syemot, Wayiqra, Benidbar, Debarim) bukan kitab ajaran yang mengatur hubungan antara Tuhan dengan manusia - yang dalam pengertian universal sama artinya dengan agama - tapi cuma sebatas kitab yang menjelaskan bagaimana Tuhan mengurus manusia saja. (Buktikan sendiri kebenarannya disini).
  4. Menjadikan QS. 22:40 sebagai pembenar bahwa pengikut nabi Isa alayhi salam beribadah di gereja. Padahal konteks ayat bukan tentang siapa yang beribadat di gereja, akan tetapi tentang dibenarkannya umat Muslim berperang melawan musuh yang mendzalimi mereka setelah mereka meninggalkan agama lamannya untuk menjadi orang yang hanya menyembah satu satunya Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT. (Lihat tafsir ayat disini).
  5. Tidak mengerti apa dan bagaimana riwayat yang melatarbelakangi QS 22:40 yang dicopasnya sendiri dengan asumsi bahwa Kristen - dalam hal ini ajaran Yesus yang dimodifikasi habis habisan oleh Paulus - direstui oleh Allah SWT karena ada kata "gereja" yang disebut sebut didalamnya,
  6. Tidak akrab dengan etika umumnya debater madya yang biasanya cukup menautkan URL link dari bacaan tertentu guna mendukung penjelasannya. Sementara pak pendeta kita lebih memilih mengcopas seluruh teks dari artikel yang dirujuknya sehingga kolom komentar tampak menyerupai sebuah halaman surat kabar!
  7. Menyamakan sosok nabi Isa Alaihisalam dalam Al-Quran sebagai Yesus Kristus dalam Alkitab,
  8. Tidak tahu, atau pura pura tidak tahu di rumah ibadat mana sebenarnya seumur hidupnya Yesus pergi beribadah,
  9. Berusaha mengaburkan pertanyaan "dimanakah Yesus beribadat?" dengan mengganti Yesus dengan pengikut Yesus yang menurut keyakinannya beribadah di gereja, guna menjustifikasi dogma kristen bahwa Yesus identik dengan gereja,
  10. LOLA (loading lambat), muter muter, dan lebih banyak TANDO (tanya tanya doang) ketimbang menjawab,
  11. Waktu selama 4 jam penuh yang saya berikan sebagai ganti 2x60 menit yang diusulkannya ternyata sama sekali tidak menolongnya untuk menjawab sebuah pertanyaan mudah; "dimanakah Yesus dan Musa beribadah?"
Tapi nampaknya 4 jam penuh yang disediakan untuk pak pendeta ini tidak cukup baginya, karena ternyata waktu selama itu tidak memberinya peluang untuk membuat lawan debat "terjungkal" seperti angan angannya. Karena itu meskipun pertunjukan "lomba cerdas cermat" bagian awal di atas telah saya sudahi, tapi dia masih "mengejar" dengan sederet TANDO lainnya yang diberinya label sebagai "selingan" seperti dapat disimak alur dialognya berikut ini, atau langsung saja lihat summarynya disini:





Sampai disini, tiba tiba saja pak pendeta mengambil inisiatif untuk menghentikan semua TANDO nya dan menyudahi sendiri usahanya untuk membuktikan bahwa topik yang saya paparkan diatas salah. Boleh jadi karena komentar terakhir saya yang ditutup dengan kata "(bersambung)", atau sangat boleh jadi karena kesal menunggu "jebakan betmen" yang ditebarnya tidak kunjung menuai hasil.

BTW, dari dialog pada sessi "selingan" ini, menurut hemat saya pak pendeta kita ini:
  1. Salah lagi dalam "menafsirkan sesuai selera sendiri" ayat-ayat Al-Quran Al-Karim, dalam hal ini menyelisihi tafsir QS. 6:161; QS 16:124; QS. 3:50; QS. 49:13. Namun khusus untuk ini saya membuka lebar kesempatan baginya untuk membahas lebih lanjut ayat-ayat dimaksud bila memang diinginkannya.
  2. Stereotype dengan umumnya umat kristen abangan, pendeta kita ini juga sama abangannya dengan mereka karena beranggapan bahwa sejak jaman Nabi Adam As hingga jaman Nabi Ibrahim As dan semua keturunannya, Allah hanya perduli pada bangsa Israel, sehingga segala bentuk ajaran Allah kepada manusia hanya dikenal oleh manusia di seputar Israel saja. Nalarnya tidak sempat berpikir bahwa pada jaman bangsa Israel baru mulai tumbuh sekalipun, sesungguhnya di seluruh permukaan bumi ini sudah tersebar berbagai bangsa-bangsa lain yang juga mengenal Allah melalui para pembawa "kabar baik" yang diutus oleh Allah kepada mereka (lihat penjelasannya disini).
  3. Tidak menemukan alasan berdasar dalil-dalil alkitabnya sendiri bahwa Abraham, Musa, dan Yesus adalah para nabi utusan Allah yang membawa dan mengajarkan agama dari Allah yang sama.
  4. Tidak tahu, atau pura pura tidak tahu bahwa dalam bahasa Arab, arti "Islam" dan arti "Muslim" menurut terminologi Al-Quran adalah agama yang diimani oleh orang-orang yang tunduk, patuh, dan berserah diri sepenuhnya pada kekuasaan satu-satunya Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT (lihat penjelasannya disini).
  5. Merasa sudah menjawab tantangan TS dan memutuskan untuk tidak kembali lagi guna melanjutkan bagian-bagian yang sama sekali belum ditanggapinya. Dalam dunia debat, pilihan sikap seperti ini biasa disebut MUNTABER, atau mundur tanpa berita, alias NGACIR dari tantangan!
Namun lucunya, setelah hampir setengah tahun berlalu, ujug ujug pak pendeta kita mampir lagi cuma untuk menunjukkan rasa frustrasinya sendiri karena bingung bagaimana memposisikan nabi Musa Alaihisalam dan nabi Isa Alaihisalam serta Yesus Kristus pada tempat yang benar. Artinya, setelah hampir setengah tahun berlalupun, ternyata pendeta kita ini masih belum mampu menjawab dengan pasti, sebenarnya Yesus beragama apa!






SUMMARY

CATATAN KHUSUS
  1. Catatan lain yang perlu saya tambahkan disini adalah kebiasaan pak pendeta kita ini yang jika sudah kepepet, biasanya langsung menantang oponennya untuk H2H (debat satu lawan satu). Sekilas memang terkesan keren, tapi syarat utama yang selanjutnya dia ajukan adalah; debatnya harus di grup terbuka. Artinya, di gelanggang terbuka dimana tentu saja setiap member grup berhak untuk ikut berkomentar. Dengan demikian praktis tidak ada yang dapat mengendalikan debat model bancakan yang begulir (kecuali admin grup yang kita semua tahu tidak selamanya punya cukup waktu untuk itu) sehingga topik utama yang seyogyanya dibahas pun menjadi bias kesana kemari!
  2. Strategy "tricky" di atas sudah lama menjadi andalannya, karena bila tokh akhirnya harus mengalami nasib apes dibikin nyungsep, dengan enteng dia akan berdalih "dikeroyok", atau jika diskusi berlangsung ngalor ngidul seperti yang selalu diharapkannya, maka dengan jumawa dia akan berkali kali menyebut dirinya sedang "debat rame rame" dengan sekian banyak lawan. Itu sebabnya kenapa pendeta kita ini tidak pernah berani menerima tantangan H2H dari siapapun, bila gelanggang yang disediakan memang murni untuk H2H, dimana tidak ada member lain yang akan ikut "meramaikan" dialog seperti yang diharapkannya. Alasan penolakannya bisa macam macam, tapi yang paling sering dikemukakannya adalah "saya tidak bersedia debat dengan akun abal abal", atau "saya membatasi diri untuk debat hanya di grup tertentu dan dengan orang orang tertentu saja". Dengan dalih ini kemudian diapun merasa sah sah saja untuk memblokir akun siapapun yang dianggapnya "membahayakan" reputasinya sebagai seorang pendeta, karena tidak mustahil akun sial yang dia blokir sebenarnya mampu membuatnya "terjungkal" dalam debat! 
  3. Berdasarkan catatan No. 2 diatas, maka secara eksplisit kita bisa melihat bahwa sesungguhnya pendeta kita ini bukan Pendeta jenis "warior", apalagi bila ada yang sempat memperhatikan betapa seringnya dia "mewek" ke admin grup jika sudah terperangkap pada posisi babak belur dibully oleh oponennya dalam "debat rame rame" kesukaannya sendiri. Dengan kata lain, pak pendeta ini bukan tipikal pemberani (jika "pengecut" dianggap terlalu berlebihan untuk disematkan padanya).
  4. Sedangkan dari dokumentasi "lomba cerdas cermat" diatas, bukti lain yang terlihat cukup jelas adalah bahwa pak pendeta kita ini tampaknya tidak sepenuhnya paham apa itu H2H, yang mungkin dalam benaknya sama saja dengan lomba cerdas cermat tingkat kecamatan!
  5. Adapun 60 menit time frame yang untuk gagah gagahan selalu disyaratkannya dalam setiap tantangan H2H kepada oponen - seolah olah dia sangat menguasai materi apapun yang akan diperdebatkan - terbukti, dan terbukti lagi, cuma pepesan kosong! Jangankan 60 menit, nyatanya 4 jam waktu yang disediakan untuk digunakannya sendiri dalam Sessi Pertama diatas saja, sebagai contoh, terbukti sama sekali tidak menolongnya untuk menjawab dengan pasti satu pertanyaan mudah, semisal dimana Yesus dan Musa beribadah?
Demikian dokumentasi "lomba cerdas cermat" ini saya arsipkan dari salahsatu TS saya disini guna memenuhi desakan dari teman teman di Sekolah Minggu GMDKK untuk digunakan seperlunya.

Sangat boleh jadi apa yang saya paparkan diatas bersifat subjektif, dan karenanya, saya berharap ada diantara pembaca yang mengetahui duduk perkara sebenarya bersedia mengoreksi, apalagi jika koreksi itu datang dari pak pendeta sendiri.
Sebagai penutup, sekedar untuk diketahui bersama saja, belum lama ini akun saya juga termasuk salahsatu dari sekian banyak akun-akun yang diblokir oleh pak pendeta tanpa alasan jelas. Kendati demikian, dengan memperhatikan fakta fakta diatas, saya menduga kuat karena pak pendeta tidak siap untuk bertemu saya lagi guna melanjutkan sessi yang terputus diatas, atau lebih buruk lagi, tidak siap untuk menerima tantangan H2H serius berikutnya dari saya - wallahu a'lam bisyawwab.

Semoga berguna!


[Bagus Pamungkas]